Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sumber daya alam dan lingkungan memegang peranan penting bagi pembangunan
ekonomi khususnya di negara berkembang seperti di indonesia. Sumber daya alam, selain
menyediakan barang dan jasa, juga menjadi backbone dari pertumbuhan ekonomi dan sumber
penghasilan masyarakat serta sebagai aset bangsa yang penting. Oleh karena itu, ketersediaan
dan kesinambungan (sustainability) dari sumber daya alam ini menjadi sangat penting bagi
kelangsungan pembangunan ekonomi dan akan sangat tergantung dari pengelolaan yang baik
oleh setiap stakeholder yakni masyarakat dan pemerintah.
Para ekonom sudah lama berargumentasi bahwa sistem insentif berdasarkan
mekanisme pasar lebih efisien daripada sistem pengaturan langsung berdasarkan perundang-
undangan. Hal ini didasarkan asumsi bahwa sistem pengaturan langsung memiliki kelemahan
diantaranya ialah bahwa sistem ini memerlukan pembiayaan yang besar karena para
pelaksana pemerintahan harus mengumpulkan informasi yang sebenarnya informasi tersebut
sudah dimiliki oleh para pencemar lingkungan, dan sistem pengaturan langsung menghendaki
diterapkannya sistem baku mutu yang harus dipenuhi oleh setiap pencemar lingkungan
sehingga menimbulkan biaya yang besar bagi para pencemar yang bersangkutan
Dalam era industrilisasi yang disertai dengan globalisasi dewasa ini di beberapa
negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Isu kualitas lingkungan hidup menjadi
suatu permasalahan nasional yang perlu dicari jalan pemecahannya. Kulitas lingkungan yang
menurun disuatu negara akan sangat berpengaruh terhadap produk. Produk yang dihasilkan
negara yang bersangkutan. Pengaruh yang erat hubungannya dengan penururannya kualitas
lingkungan ialah produk pertanian, peternakan dan perikanan sehingga daya saing untuk
keperluan ekspor di pasar internasional menjadi menurun. Selain itu, kualitas kesehatan
penduduk yang tinggal di daerah lingkungan yang tercemar akan menjadi buruk dan
berdampak pada menurunnya daya kreativitas penduduk. Selain itu beberapa komponen yang
sangat erat dalam kehidupan kita ialah udara yang kita hisap setiap saat dan air yang kita
minum setiap hari. Udara dan air yang bersih sangat diperlukan untuk kesehatan sehingga
dapat menunjang aktivitas kita untuk berkreasi dan menghasilkan hal yang positif. Tetapi
sebaliknya, bila ada komponen utama tersebut tercemar, maka pencemarannya akan
2

menimbulkan perubahan terhadap kualitas kehidupan kita begitu pula daya tahan tubuh
terhadap infeksi penyakit.
Apabila pembuangan limbah ke lingkungan terjadi terus menerus dan intensif,maka
lingkungan akan kehilangan kemampuan asimilasinya, dan akan ada kelebihan limbahdi
lingkungan tempat kita hidup. Dengan demikian jika lingkungan tidak mampu
memenuhifungsinya sebagai penerima limbah, maka dapat merusak fungsinya bagi manfaat
yang lain, juga dapat mengganggu kemampuannya sebagai penyedia bahan baku dan
penyedia fasilitas. Kerusakan lingkungan dapat menghambat atau membalik pertumbuhan
ekonomi,dimana kerusakan lingkungan dapat mengerosi potensi-potensi bagi
pembangunan.Lingkungan dan pembngunan bukan tantangan yang terpisah, keduanya saling
berkaitantanpa dapat di tawar-tawar lagi. Sehingga dalam makalah ini akan dibahas lebih
jauh bagaimana pengolahan dari segi ekonomi terhadap lingkungan hidup yang berkualitas.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara mengetahui pengendalian cemaran?
2. Bagaimana pengolahan biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi jumlah limbah?
3. Bagaimana cara mengetahui tingkat pencemaran limbah yang efisien?
4. Bagaimana aplikasi prinsip equimarginal terhadap pengurangan emisi?

C. Tujuan
1. Mendeskrisikan pengertian dari damage function (fungsi kerusakan)
2. Mendeskrisikan pengertian dari emmision damage function (fungsi kerusakan emisi)
3. Mendeskrisikan pengertian dari ambient damage function (fungsi kerusukan ambien)
4. Mendeskripsikan hubungan antara emmision damage function dengan ambient
damage function untuk penggambaran pengendalian polpulasi.
5. Mendeskripsikan pengertian dari Biaya penanggulangan cemaran
6. Mendeskripsikan fungsi dari kurva Biaya penanggulangan cemaran
7. Mendeskripsikan hubungan antara Biaya penanggulangan cemaran dengan kerusakan
marginal untuk mengetahuai tingkat pencemaran yang efisien.
8. Mendeskripsikan pengertian dari prinsip equimarginal dan aplikasi dari
penerapannya.
3

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengendalian Cemaran Model Umum

Asas dari model ini terdiri dari sebuah pilihan sederhana yang memperhitungkan semua
jenis polusi dari kegiatan pengendalian. Di satu sisi, mengurangi emisi dapat mengurangi
kerusakan yang diderita orang dari polusi lingkungan; di sisi lain mengurangi emisi
membutuhkan sumber daya yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya

Contohnya : Sebuah pabrik pengolahan bubur kertas menghasilkan limbah yang dibuang ke
sungai. Selama limbah ini terbawa ke hilir sungai, residu tersebut akan terurai ke dalam
komponen-komponen kimiawi yang tidak lagi terlalu merusak, akan tetapi sebelum hal itu
terjadi, residu yang ada di sungai telah terlebih dahulu mencapai daerah perkotaan yang luas.

Di hulu, pabrik kertas dapat mengurangi jumlah residu yang dibuang ke sungai dengan
mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang. Proses pengurangan bagian dari limbah
ini membutuhkan biaya yang akan berpengaruh pada harga produksi kertas. Proses ini
merupakan sisi lain dari pilihan-pilihan dalam dasar pengendalian polusi.

Kerusakan yang timbul dari akibat negatif yang harus ditanggung pengguna lingkungan,
sebagai akibat degradasi lingkungan. Dalam contoh kasus polusi sungai, kerusakan dirasakan
oleh:
4

Wisatawan karena tidak lagi dapat berwisata di sungai atau menanggung resiko yang
lebih tinggi terkena penyakit yang mungkin terdapat di sungai.
Penduduk kota harus membayar lebih mahal untuk pengolahan air sebelum dapat
dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka.

Selain kerusakan terhadap manusia, perusakan lingkungan berdampak penting terhadap


berbagai komponen ekosistem lainnya Secara umum, semakin meningkat polusi maka
semakin meningkat kerusakan yang terjadi.

a) Pencemaran merusak lingkungan

Kerusakan adalah semua dampak negatif yang dialami olehh pengguna lingkungan
sebagai akibat dari menurunnya fungsi lingkungan, dampak negatif ini banyak macamnya
dan tentunya akan berbeda antara satu jenis lingkungan yang satu dengan jenis lingkungan
yang lain. Untuk menggambarkan hubungan antara polusi dengan kerusakan yaitu digunakan
fungsi kerusakan atau Damage Functions . Damage Functions adalah hubungan antara
jumlah residu dan kerusakan yang diakibatkannya, dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

Emmision Damage Function yaitu menggambarkan hubungan antara jumlah limbah


yang terbuang dari beberapa sumber dan kerusakan yang diakibatkannya.
Ambient Damage Function yaitu menggambarkan bagaimana kerusakan terkait
dengan konsentrasi limbah yang terkandung dalam lingkungan.

Grafik 1

grafik (1) menggambarkan kerusakan marginal meningkat perlahan pada awalnya tetapi
semakin cepat seiring bertambahnya limbah.
5

Pada taraf jumlah limbah yang rendah, kerusakan marginal relatif kecil, konsentrasi ambient
sedikit sehingga hanya orang-orang yang paling rentan dalam populasi yang merasakan
akibatnya.

Ketika taraf limbah meningkat, kerusakan bertambah dan kerusakan marginal meningkat
sehingg akibatnya terhadap lingkungan akan meluas dan semakin terasa.

Grafik 2

Grafik (2) menggambarkan hal yang sama dengan grafik (1). Tetapi garis vertikalnya lebih
tinggi dan peningkatannya lebih tajam. Hal itu menggambarkan zat beracun yang memiliki
efek mematikan bahkan pada dosis yang amat sedikit.

Grafik 3
6

Garis vertikal menunjukkan index moneter dari kerusakan, garis horizontal menunjukkan
indeks konsentrasi ambient.

grafik (3) menggambarkan fungsi rumit yang meningkat pada konsentrasi yang rendah,
kemudian cenderung mendatar hingga mencapai konsentrasi yang lebih tinggi, dimana
kerusakan meningkat dengan cepat.

Grafik 4

grafik (4) menggambarkan fungsi kerusakan ambient marginal yang dimulai dari sebelah
kanan titik awal kemudian meningkat secara linier bersama konsentrasi ambient

grafik (1) dan (2) menggambarkan karakteristik yang kontroversial, keduanya mengandung
treshold yaitu nilai dari konsentrasi limbah atau konsentrasi ambient di bawah titik dimana
kerusakan marginal adalah nol

Analisis pada bab ini dilakukan dengan ambient function atau emission function dimana
Emission relationship lebih mudah digunakan untuk membahas pengendalian polusi dari
berbagai sumber limbah. Damage Function menggambarkan nilai total yang diperkirakan dari
kerusakan di masa kini dan yang akan datang.

b) Fungsi Kerusakan Marginal

Marginal Damage Function (MDF) yaitu menggambarkan perubahan penanggulangan


kerusakan dari sebuah perubahan konsentrasi limbah.MDF yaitu garis horizontal
menunjukkan jumlah limbah yang terbuang ke lingkungan dalam jangka waktu tertentu dan
garis vertikal menunjukkan kerusakan lingkungan. Digunakan skala moneter untuk lebih
mudah untuk menggambarkan kerusakan dalam satuan moneter.
7

Gambar dibawah ini menunjukkan 2 Marginal Damage Function (MDF). Ketinggian kurva
MDF menggambarkan berapa banyak kerusakan total dapat berubah melalui perubahan kecil
jumlah limbah daerah di bawah kurva antara titik nol dan titik lainnya, seperti yang bertanda
e1, menunjukkan kerusakan total yang terjadi pada tingkat limbah tersebut

MD1: kerusakan total setara dengan nilai moneter yang ditunjukkan dalam daerah b
MD2: kerusakan total = daerah di bawah MD2 =a+b

Faktor-Faktor yang membedakan antara MD1 dan MD2 adalah:

Pertambahan jumlah orang yang terkena polusi


MD2 menunjukkan situasi di mana banyak orang terkena akibat polusi, seperti pada
daerah pemukiman yang luas, sedangkan MD1 merujuk pada daerah pedesaan dengan
penduduk dan kerusakan yang lebih sedikit
Periode waktu berbeda
MD2 dapat terjadi ketika terjadi perubahan cuaca sehingga polutan tertahan di dalam
kawasan kota dan mengakibatkan konsentrasi ambient yang relatif tinggi.

c) Biaya Penanggulangan cemaran

Abatement Cost yaitu biaya penanggulangan atau pengurangan jumlah limbah yang
dibuang ke lingkungan melalui pengurangan konsentrasi ambient. Misalnya perusahaan
umumnya memiliki upaya teknis dan manajerial untuk mengurangi limbah. Biaya
pelaksanaan kegiatan ini disebut Abatement Cost. Besarnya biaya akan berbeda-beda
sesuai dengan jenis limbahnya. Abatement digunakan dengan konotasi yang luas dan
8

mencakup berbagai kemungkinan upaya pengurangan limbah yaitu: perubahan dalam


teknologi produksi, penggantian input, pengolahan ulang limbah dan perawatan dsb.

Lebih mudah digunakan pemahaman Marginal Abatemen Cost (MAC). Dimana


Sumbu horizontal adalah jumlah polutan dan sumbu vertikal adalah nilai moneter. MAC
pencemaran menggambarkan biaya tambahan untuk mencapai pengurangan tingkat
pencemaran sebanyak satu satuan, atau bisa juga dilihat sebagai biaya yang dihemat ketika
pencemaran meningkat satu satuan. Secara umum, grafik melandai ke kiri, menggambarkan
kenaikan abatement cost marginal

Representasi Fungsi Marginal Abatement Cost

Grafik (a) menggambarkan MAC yang meningkat perlahan seiring dimulainya pengurangan
limbah, lalu kemudian meningkat sangat cepat seiring dengan jumlah limbah yang relatif
semakin sedikit
Gambar (b) menggambarkan MAC yang meningkat tajam sejak awal
Gambar (c) menggambarkan kurva MAC yang mengandung tahap penurunan awal diikuti
oleh peningkatan nilai
Tingkat biaya yang ditanggung ketika melaksanakan berbagai kegiatan tergantung
pada teknologi yang tersedia untuk melaksanakan kegiatan itu dan kemampuan manajerial
yang diterapkan
9

Kurva MAC2 dimulai pada tingkat limbah (tingkat limbah yang tak terkendalikan).
Seiring pengurangan tingkat limbah, biaya marginal untuk mencapai pengurangan
selanjutnya akan meningkat. Semakin luas pengurangan limbah, semakin besar biaya
marginal untuk menghasilkan pengurangan selanjutnya. Hal ini menghasilkan MAC yang
semakin tajam seiring pengurangan limbah.

Ada batas tertinggi bagi abatement cost ini yaitu Pilihan ekstrim untuk sebuah cabang
atau sumber limbah dengan menghentikan kegiatannya sehingga akan menghasilkan nol
limbah. Biaya pelaksanaan kegiatannya tergantung pada kondisi yang dihadapi. Jika
sumbernya hanya sebuah unit dari industri besar yang terdiri dari banyak unit, biaya untuk
penutupan unit tersebut tidak akan begitu besar dan pengaruhnya kecil. Tapi jika kita
berbicara tentang biaya perbaikan marginal untuk keseluruhan industri contoh produksi
energi listrik di Amerika tengah misalnya pilihan penghentian produksi untuk mencapai
tingkat limbah nol akan mengandung biaya yang besar.

Pd MAC2 : abatement cost total untuk mencapai tingkat pencemaran senilai e ton per tahun =
daerah di bawah kurva antar e dan = daerah a+b dimana (MAC1 << MAC2)

Hal-hal yang membedakan antara MAC2 dan MAC1 yaitu :

MAC1 dan MAC2 berhubungan dengan polutan dan sumber yang sama, namun waktu
yang berbeda. Gambar yang lebih rendah menggambarkan situasi setelah
dikembangkannya teknologi pengendalian polusi baru
10

Sebelum perusahaan mengadopsi teknologi baru, abatement cost total mencapai


tingkat e = (a+b) per tahun, sedangkan setelah perubahan maka abatement cost total =
b per tahun
Nilai penghematan tahunan yang didapat dari perubahan teknologi = a.
analisis ini penting ketika kita mempelajari berbagai jenis kebijakan pengendalian
polusi

d) Aggregate marginal abatement cost

Umumnya kebijakan lingkungan (ditingkat negara), bertujuan untuk mengendalikan


pencemaran dari sejumlah sumber polusi, bukan hanya satu sumber saja. Fungsi Agregat
MAC untuk sekelompok perusahaan diperoleh dengan menggabungkan kurva MAC masing-
masing. Konsep dasar dari abatement cost yaitu menunjukkan pembiayaan minimal dalam
mencapai pengurangan pencemaran bagi sebuah perusahaan jika kita melihat pada fungsi
abatement cost marginal tunggal, atau untuk sejumlah sumber polusi jika kita tertarik pada
agregat fungsi abatement cost marginal.

Gambar dibawah ini menunjukkan,dua fungsi MAC tunggal, diberi nama Sumber A
dan Sumber B. Sumber B adalah tempat yang lebih modern dengan alternatif teknologi
pengendalian polusi yang lebih fleksibel. Agregat kurva MAC adalah penggabungan dari
kedua hubungan tunggal ini. Permasalahannya adalah ketika kita punya dua sumber dengan
abatement cost yang berbeda maka biaya totalnya akan tergantung pada bagaimana kita
mengalokasikan total pencemaran pada berbagai sumber berbeda sehingga cara untuk
melakukannya adalah dengan menggabungkan keduanya secara horizontal.
11

e) Tingkat emisi yang Efisien

Tingkat Pencemaran yang efisien diartikan sebagai tingkat dimana MD = MAC.


Tingkat effluent efisien yaitu tingkat dimana kedua jenis biaya ini tepat berpotongan satu
sama lain. Kondisi ini ditunjukkan dengan tingkat e* pada Gambar dibawah ini. MD dan
MAC saling setara pada nilai w.

MD memiliki ambang a pada tingkat pencemaran dan tingkat pencemaran yang tidak
terkendalikan adalah e.

Daerah a adalah kerusakan total ketika pencemaran terjadi pada tingkat e*


Daerah b adalah total abatement cost
a+b adalah total social cost dari e* ton polutan per tahun.
Titik e*adalah titik unik dimana total social cost minimum

Tingkat pencemaran yang efisien selalu merupakan sesuatu yang melibatkan sejumlah
besar pencemaran dan kerusakan lingkungan yang mendasar. Dalam dunia nyata setiap
masalah polusi berbeda permasalahan seringkali harus disesuaikan dengan kekhasan dari
berbagai kasus pencemaran lingkungan. gambar dibawah ini, menggambarkan 3 kondisi
berbeda yang dapat menggambarkan berbagai polutan lingkungan. Dalam setiap kasus, e*
menggambarkan tingkat pencemaran yang efisien dan w menggambarkan MD dan MAC
pada tingkatan pencemaran tersebut
12

gambar (a) polutan di e* ada di sebelah kanan titik nol


gambar (b) menggambarkan situasi dimana fungsi MAC meningkat perlahan, kemudian lebih
cepat, sementara MD marginal meningkat sangat cepat sejak awal
gambar (c) tingkat pencemaran efisien = nol, karena tidak ada titik perpotongan antara kedua
fungsi dalam grafik

Yang membuat e*=0 yaitu fungsi kerusakan marginal tidak dimulai pada titik 0,
berimplikasi bahwa sejumlah kecil polutan saja yang ada di lingkungan dapat mengakibatkan
kerusakan yang besar, diagram ini diaplikasikan untuk sejumlah bahan beracun. Kondisi
nyata yang kita temui seringkali sangat dinamis. Tingkat pencemaran yang mungkin efisien
pada tahun lalu atau dekade lalu tidaklah efisien pada saat ini atau masa yad.

Jika faktor-faktor yang mempengaruhi MAC + MDF berubah, fungsi-fungsi ini akan
naik dengan sendirinya dan e* juga akan berubah. Konsep tingkat pencemaran yang efisien
didasarkan pada ekonomi normatif, pada apa yang sebenarnya terjadi. e*, tingkat yang
mempertimbangkan abatement cost dan damage cost, merupakan tujuan yang diinginkan
kalangan publik.
13

Panel (a) menggambarkan hasil-hasil dari pergeseran fungsi MD, dari MD1 ke MD2. hal ini
bisa terjadi melalui pertambahan populasi. Lebih banyak orang berarti effluent yang
diberikan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar

gambar (b) menunjukan kasus pergeseran MAC dari MAC1 ke MAC2 . diakibatkan oleh
perubahan teknologi dan perbaikan populasi. Penurunan MAC merupakan hasil dari
pengembangan teknologi baru yang memberikan biaya lebih murah bagi proses pengurangan
polutan.
14

B. Enforcement costs (Biaya Penegakan Peraturan)

Sejauh ini kita hanya mempertimbangkan biaya pihak swasta (private) pada
mengurangi pencemaran. Tetapi pengurangan pencemaran tidak dapat terjadi kecuali ada
sumber daya untuk pelaksanaannya. Untuk merangkum semua sumber biaya perlu dimasukan
biaya penegakan peraturan marginal ke dalam analisis.

Gambar dibawah ini menunjukan sebuah model simpel dari pengendalian limbah dengan
memasukan biaya pelaksanaan. Ke dalam fungsi MAC telah ditambahkan biaya pelaksanaan
marginal yang menghasilkan fungsi total biaya marginal diberi nama MAC+E

Semakin banyak pembuangan limbah, semakin tinggi biaya yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pengurangan selanjutnya. Penambahan biaya pelaksanaan menggeser tingkat
pencemaran efisien ke sebelah kanan dari tempat awalnya jika sebelumnya berada di titik nol.
Biaya pelaksanaan marginal yang lebih rendah dapat menggeser MAC+E lebih dekat ke
MAC, menurunkan tingkat pencemaran efisien.

a) Prinsip equimarginal terhadap pengurangan emisi

Dari pembahasan diatas telah diketahui bahwa untuk mencapai tingkat emisi yang
efisien kita menggunakan prinsip kesamaan marginal sebagai implikasi dari prinsip tersebut
ialah apabila suatu pencemaran memiliki lebih dari satu sumber dan kita ingin menekan
seluruh volume cemaran sampai biaya yang paling rendah maka kita harus mengurangi emisi
15

dari masing-masing sumber satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini kita harus mengurangi
volume emisi yang optimal dengan sejumlah biaya penanggulangan tertentu.

Banyak sekali sumber polusi dan jika tidak berusaha untuk mengurangi tingkat
pencemaran secara umum dengan biaya serendah-rendahnya, maka kita harus mengurangi
pencemaran dari masing-masing sumbernya sesuai dengan prinsip equimarginal.

Untuk menggambarkannya, perhatikan angka-angka pada tabel 1 dan tabel 2 dibawah


ini digambarkan secara eksplisit MAC bagi masing-masing perusahaan dari 2 perusahaan
yang membuang limbahnya ke lingkungan.

Hubungan MAC dari kedua sumber adalah berbeda-beda dimana sumber B meningkat lebih
cepat dari sumber A

Tabel 1

Tabel 2
16

Jika diasumsikan bahwa masing-masing sumber melakukan pencemaran pada tingkat


yang terkendalikan, maka total pencemaran yang terjadi = 24 ton/minggu. untuk mengurangi
50%. Jika A dan B sama-sama mengurangi 50 % emisinya, maka total abatement cost
mencapai $ 77.000 / minggu ($ 21.000/minggu dr A + $ 56.000 minggu dr B)

Tapi kita dapat mencapai pengurangan total hingga 12 ton/mg dengan biaya yang
lebih rendah. Kondisi ini dapat dicapai jika sumber A melepaskan 4 ton dan sumber B
melepaskan 8 ton. Keseluruhan total $ 61.000/minggu

Dengan mengikuti prinsip equimarginal, tercapai jumlah pengurangan pencemaran


yang kita inginkan dengan menghemat $ 16.000 / minggu lebih murah dari pada kasus
pengurangan equiproportionate. Penurunan pengurangan pencemaran yang menerapkan pada
equimarginal menghasilkan pengurangan dengan biaya minimum. Bisa memperoleh
pengurangan kuantitatif yang maksimum dalam total effluent jika kita menerapkan prinsip
equimarginal. Ketika kita menjelaskan tingkat pencemaran yang efisien, kita mengasumsikan
bahwa kita sedang berkerja dengan kemungkinan terendah dari fungsi abatement cost
marginal Jika kita merancang kebijakan publik dengan menerapkan hukum pengurangan
equiproportionate pada sejumlah sumber pencemaran, kita akan bekerja dengan fungsi
abatement cost marginal yang lebih tinggi dari nilai yang sesungguhnya

Tingkat pencemaran yang efisien yang lebih tinggi dari yang seharusnya, atau dengan
kata lain, kita akan mencari pengurangan limbah yang lebih kecil ketimbang yang efisien
secara sosial.
17

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pengendalian cemaran dapat digambarkan dari damage function (fungsi kerusakan)


yang dibagi menjadi dua bagaian yaitu Emmision Damage Function adalah
menggambarkan hubungan antara jumlah limbah yang terbuang dari beberapa sumber
dan kerusakan yang diakibatkannya sedangkan Ambient Damage Function adalah
menggambarkan bagaimana kerusakan terkait dengan konsentrasi limbah yang
terkandung dalam lingkungan.
Marginal Damage Function (MDF) yaitu menggambarkan perubahan penanggulangan
kerusakan dari sebuah perubahan konsentrasi limbah yang berfungsi untuk
menggambarkan kurva marginal.
Biaya penanggulangan cemaran yaitu biaya yang digunakan untuk mengurangi
jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan melalui pengurangan konsentrasi ambient
yang digambarkan melalu grafik marginal abatemen cost (MAC).
Aggregate marginal abatement cost menggambarkan penggabungan dari dua grafik
marginal abatemen cost (MAC).
Tingkat pencemaran yang efisien yaitu tingkat dimana marginal damage (perubahan
penanggulangan kerusakan daari sebuah perubahan konsentrasi limbah) sama dengan
jumlah marginal abatemen cost (MAC) yaitu biaya yang digunakan untuk mengurangi
jumlah limbah.
Enforcement cost (Biaya Penegakan peraturan) dapat dilihat dari banyak pembuangan
limbah, Semakin banyak pembuangan limbah semakin tinggi biaya yang dibutuhkan
untuk melaksanakan pengurangan selanjutnya.
Prinsip equimarginal terhadap pengurangan emisi yaitu mengurangi pencemaran dari
masing-masing sumbernya sesuai dengan prinsip equimarginal yang telah ditetapkan.

B. SARAN
18

Diharapkan pembangunan ekonomi yang mesti diterapkan adalah pembangunan yang


berwawasan lingkungan dalam arti tidak menguras sumberdaya alam dan merusak
lingkungan.
Diharapkan lebih kreatif lagi dalam pengolahan limbah agar dampak yang dihasilkan
juga berkurang.
19

DAFTAR PUSTAKA

Suparmoko dan Ratnaningsih. 2012. Ekonomika Lingkungan. BPFE:Yogyakarta.