Anda di halaman 1dari 73

PT.

PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5. GENERATOR DAN SISTEM KELISTRIKAN

5.1. GENERATOR 3 PHASA

5.1.1. Prinsip Kerja


Generator atau altenator PLTU menerapkan prinsip pembangkitan listrik berdasarkan induksi
. Unsur utama untuk membangkitkan listrik secara induksi adalah :
Medan magnit
Penghantar (kumparan)
Kecepatan relatif

Menurut hukum Faraday, apabila kumparan berputar didalam medan magnet atau
sebaliknya medan magnet berputar didalam kumparan, maka pada ujung-ujung kumparan
tersebut akan timbul gaya gerak listrik (tegangan).

Besarnya tegangan yang diinduksikan pada kumparan tergantung pada :


Kuat medan magnit
panjang penghantar dalam kumparan
kecepatan putar (gerakan)

Oleh karena itu formula dari pembangkitan tegangan secara induksi adalah :
d
E = - N
dt

Gambar 1. Pembangkitan GGL

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 1


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

dimana : N = banyaknya lilitan


d
= perubahan medan magnit dalam web/det.
dt

Tanda ( - ) minus menunjukan bahwa tegangan yang dibangkitkan berlawanan arah dengan
yang membangkitkan.

Didalam alternator PLTU, kuat medan magnit (fluks) ditentukan oleh besarnya arus eksitasi,
sedang banyak lilitan dari kumparan adalah tetap (konstan) sesuai yang terpasang di stator
alternator. Putaran alternator juga dijaga konstan pada 3000 rpm. Jadi variabel dari harga
tegangan hanyalah kuat medan magnit yang dalam hal ini sesuai dengan besarnya arus
eksitasi.
Genertor yang ditunjukan dalam gambar 1, terdiri dari hanya satu kumparan dan disebut
alternator satu fasa. Keluaran (out-put) daya dari alternator satu fasa terbatas hanya relatif
kecil.

Gambar 2. Bentuk Tegangan AC 1 fasa

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 2


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
Untuk memperoleh daya listrik yang besar generator dibuat sistem tiga fasa. Generator tiga
fasa mempunyai tiga kumparan yang sama pada statornya dan penempatan dari tiap
kumparan berjarak 120 satu sama lain , lihat gambar 3. Keuntungan utama dari sistem 3
fasa dibanding sistem 1 fasa adalah dayanya yang dihasilkan 3 kali lipat dari sistem 1 fasa
untuk ukuran yang sama.

Ujung ketiga kumparan ini biasanya diberi kode warna, yang berbeda yaitu, merah ( R ),
kuning ( Y ) dan biru ( B ). Tegangan yang dibangkitkan pada tiap kumparan mempunyai
bentuk dan harga yang sama, tetapi masing-masing berbeda 120 , lihat gambar 4.

Gambar 3, Susunan belitan pada alternator 3 fasa

Gambar 4, sinusoida alternator 3 fasa.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 3


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
5.1.2. Sistem Sambungan Kumparan Alternator

Ujung dan pangkal tiap kumparan alternator diberi kode angka berbeda. Tetapi karena
beban pelanggan terletak cukup jauh dari alternator penyambungan dengan enam kawat
menjadi rumit dan mahal.
Untuk mengatasi hal ini, maka dibuat suatu metode penyambungan yang praktis dan hemat,
yaitu:
Sambungan bintang (star).
sambungan segi tiga ( delta )
Sambungan segi tiga adalah apabila tiap ujung kumparan dihubungkan ke pangkal
kumparan yang lain, sehingga terbentuk suatu segi tiga. Kawat keluarannya diambil dari tiap
titik sambungan. Jumlah kawat keluaran ada tiga, lihat gambar 6. Metode penyambungan
cara ini biasanya digunakan dalam trafo atau motor. Hal ini sesuai karena jumlah pengaruh
dari tiap tegangan fasa sama dengan nol pada tiap saat.

Sambungan bintang adalah apabila semua pangkal kumparan dihubungkan menjadi satu
membentuk titik umum disebut sebagai titik bintang atau titik netral. Sementara ketiga ujung
kumparan merupakan sambungan keluar. Sambungan cara ini dapat disederhanakan karena
pada titik bintang ternyata arusnya sama dengan nol. Oleh karena itu titik ini biasanya
dihubungkan ke tanah, kadang kala dengan melewati suatu tahanan atau trafo. Metode
sambungan ini selalu digunakan di alternator dan juga di motor atau trafo.

Gambar 5. Kumparan Generator 3 fasa

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 4


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 6a. Sistem Sambungan Segitiga

Gambar 6b. Sambungan Bintang

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 5


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
5.2. HUBUNGAN FREKUENSI DAN NIALI ARUS BOLAK BALIK

Generator yang bekerja berdasarkan induksi magnet terdiri dari medan magnet dan
kumparan. Pada umumnya generator pada pusat pembangkit menerapkan kumparan
sebagai bagian yang diam (stator) sedangkan medan magnet sebagai bagian yang berputar
(rotor) atau magnet putar. Generator merupakan mesin sinkron, artinya kecepatan putar
medan magnet rotor (mekanik) sama dengan kecepatan putar medan magnet stator.

Besarnya frekuensi yang dibangkitkan oleh generator ditentukan oleh kecepatan putar medan
magnet dan banyaknya kutub atau pasang kutub magnet. Atau dapat ditulis dengan formula :

nxp
F = Rpm
60

Dimana F = frekuensi
p = banyak pasang kutub magnet stator
n = banyaknya putaran
60 = jumlah detik dalam satu menit

Jadi apabila suatu generator mempunyai magnet empat kutub (2 pasang) pada rotornya
berputar dengan kecepatan 3000 rpm, maka frekuensi yang dihasilkan adalah

3000 x 2
F = = 100 Hz
60

Frekuensi adalah banyaknya siklus (gelombang) dalam setiap detik dan diberi simbol F.
Satuan untuk frekuensi adalah Hertz (Hz) atau cycle per second (c/s). Didalam sistem
kelistrikan frekuensi hanya terdapat pada arus bolak-balik (AC). Pada arus searah (DC)
tidak ada frekuensi karena besar dan arah nya tetap pada setiap saat.

Standar frekuensi listrik di Indonesia adalah 50 Hz. Oleh karena itu apabila generator unit
pembangkit diputar oleh turbin dengan kecepatan 3000 rpm, maka jumlah kutub
magnetnya adalah 2 atau satu pasang. Jumlah kutub magnet suatu generator ditentukan
berdasarkan putaran kerja dan frekuensi generator yang dinginkan.

Frekuensi listrik harus dijaga konstan sepanjang waktu, karena perubahan frekuensi akan
menyebabkan berubahnya putaran motor atau clock waktu. Indikator kualitas listrik yang
baik salah satunya ditunjukkan dengan frekuensi yang stabil.

Arus bolak balik mempunyai bentuk gelombang sinus dan kurva nya disebut sinusoida.
Mengingat harga listrik AC selalu berubah-ubah terhadap waktu, maka terdapat ketentuan
mengenai berbagai harga dalam listrik AC. Harga-harga tersebut adalah :

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 6


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

a. Harga puncak (Amplitudo)


Harga puncak adalah harga maksimum dari amplitudo gelombang sinus dalam setengah
siklus, baik itu positif maupun negatif.
Harga puncah diberi tanda ^ atau index p, misalnya arus puncak = Ip.

b. Harga puncak ke puncak


Harga puncak ke puncak adalah harga dari puncak positih hingga puncak negatif atau
sebaliknya.

c. Harga Sesaat
Nilai arus AC selalu berubah setiap saat secara terus menerus. Harga sesaat adalah
harga yang diberikan setiap saat. Tegangan atau arus sesaast diberi simbul dengan
huruf kecil v dan i.

Gambar 7, Sinusoida 1 fasa .

d. Harga rata-rata

Harga rata-rata satu siklus lengkap adalah sama dengan nol. Area diantara kurva dan
sumbu waktu menunjukkan jumlah listrik yang telah mengalir selama selang waktu
tersebut. Karena bentuk kurva simetris sempurna, maka jumlah listrik yang mengalir
pada setengah siklus pertama sama dengan arus yang mengalir pada setengah siklus
berikutnya tetapi dalam arah yang berlawanan. Oleh karena itu harga rata-rata arus AC
sama dengan nol.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 7


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

e. Harga efektif (rms = root mean square)


Kita perlu memiliki harga yang dapat digunakan untuk perhitungan yang menunjukkan
jumlah arus listrik. Harga efektif arus AC adalah harga yang akan menghasilkan panas
yang sama bila dialiri dengan arus DC. Bila I menunjukkan arus efektif, maka besarnya
adalah :

Ip
I 0,707 I p
2
5.3. EKSITASI DAN PENGATUR TEGANGAN OTOMATIS

Eksitasi adalah sistem mengalirkan pasok listrik DC untuk penguat medan rotor alternator.
Dalam keadaan start atau beroperasi sendiri tegangan alternator tergantung pada besarnya
arus eksitasi. Apabila arus eksitasi berubah tegangan alternator juga berubah. Tetapi
alternator yang beroperasi paralel dengan sistem jaringan, tegangannya relatif konstan.
Perubahan arus eksitasi tidak merubah tegangan tetapi menyebabkan berubahnya faktor
kerja ( Cos ) dan daya reaktif ( Var ).
Terdapat dua cara mengalirkan arus eksitasi ke rotor alternator, yaitu :
Sistem eksitasi dengan sikat ( brus excitation )
Sistem eksitasi tanpa sikat ( brushless excitation )

5.3.1. Eksitasi dengan sikat

Sistem eksitasi dengan sikat terdiri dari alternator DC atau alternator AC yang arusnya
disearahkan yang berfungsi sebagai main eksiter, slipring, pilot eksiter atau generator
frekuensi tinggi, penyearah dan pengatur tegangan otomatis. Didalam sistem ini pilot eksiter
atau permanen magnet generator ( PMG ) atau HFG, medan magnetnya adalah magnet
permanen. Banyaknya kutub biasanya 16, sehingga menghasilkan frekuensi 400 Hz.
Keluaran dari pilot exsiter adalah AC dan dialirkan lemari penyearah.

Didalam lemari ini tegangan diubah menjadi DC dan digunakan untuk mengontrol
kumparan
medan eksiter utama ( main exciter ). Gambar..8 memperlihatkan konfigurasi sistem
eksitasi dengan sikat untuk alternator 300 MW tipikal.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 8


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar.8. Sistem Eksitasi

Didalam sistem ini eksitasi untuk alternator diproduksi melalui tiga tahap, yaitu pilot eksiter,
main eksiter, dan alternator. Untuk mengalirkan arus eksiter dari main eksiter ke rotor
alternator digunakan slipring dan sikat arang. Demikian pula penyaluran arus dari pilot
eksiter ke main eksiter.

5.3.2. Eksitasi tanpa sikat


Penggunaan sikat dan slipring untuk menyalurkan arus eksiter kerotor alternator
mempunyai kelemahan, karena besarnya arus yang dapat dialirkan oleh sikat arang relatif
kecil. Oleh karena itu alternator dengan kapasitas yang besar tidak mampu lagi
mengalirkan arus eksitasi dengan sikat dan slipring, sehingga digunakan sitem eksitasi
tanpa sikat.

Sistem eksitasi tanpa sikat pada dasarnya terdiri atas komponen yang sama dengan
sistem eksitasi dengan sikat, tetapi penyearah arus dilakukan dengan peralatan yang
berputar ( rotary ).

Gambar.9 memperlihatkan konfigurasi sitem eksitasi tanpa sikat. Pengontrolan arus


eksitasi tetap dilakukan pada sisi masuk eksiter utama. Keluaran dari main eksiter adalah
tegangan AC tiga fasa pada sisi rotornya. Tegangan ini disearahkan didalam penyearah
berputar ( rotating rectifier ) dan disalurkan ke alternator melalui poros. Jadi tidak
diperlukan lagi adanya slipring dan sikat.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 9


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 9. Sistem Eksitasi Tanpa Sikat

5.3.3. Pengatur Tegangan Otomatis


Kondisi beban listrik yang selalu berubah menuntut adanya sistem pengatur beban dan
tegangan yang selalu dapat mengikuti perubahan sehingga diperoleh output frekuensi
dan tegangan yang stabil. Alat untuk mengontrol beban ( frekuensi ) adalah governor
valve, sedang alat untuk menjaga agar tegangan tetap stabil adalah pengatur tegangan
otomatis (PTO atau AVR ).

Tugas utama dari AVR secara singkat sebagai berikut :


i. Mengontrol tegangan terminal generator dalam batas-batas yang ditetapkan, yang
secara tidak langsung membantu mengontrol tegangan sistem.
ii. Mengatur pembagian daya reaktif diantara mesin-mesin yang beroperasi paralel
pada sistem.
iii. Mengontrol arus medan untuk mejaga mesin berada dalam sinkronisme dengan
sistem saat beroperasi, terutama sekali pada faktor daya satu atau leading,
tergantung pada pembebanan mesin.
iv. Menaikkan eksitasi medan ketika sisitem dalam keadaan terganggu untuk menjaga
mesin agar selalu dalam sinkronisme dengan sistem.

Gambar .10 menunjukan sekema rangkaian pengatur tegangan otomatis sederhana.


Kumparan stator PMG atau pilot eksiter memasok daya ke AC eksiter ( eksiter utama )
melalui rangkaian pengatur tegangan. Besarnya daya ( arus eksitasi ) ke AC eksiter
ditunjukkan oleh perbedaan antara tegangan terminal alternator dan tegangan referensi
oleh balance meter. Perbedaan ini bisa berharga minus ( - ) dan ( + ).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 10


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Apabila perbedaan tersebut berharga minus, maka AVR menghasilkan sinyal boost, yaitu
penambahan arus eksiter ke AC eksiter. Sebaliknya jika perbedaan itu berharga plus,
maka AVR menghasilkan sinyal buck, yaitu pengurangan arus eksiter ke AC eksiter.
Apabila tidak ada perbedaan antara tegangan terminal alternator dengan tegangan
referensi, maka sinyal keluaran AVR menjadi nol , artinya tidak ada penambahan dan
tidak ada pengurangan arus eksitasi ke AC eksiter.

Gambar 10. Diagram Blok AVR

5.4. SINKRONISASI GENERATOR DAN PENGARUHNYA

Bila dua sistem tegangan bolak-balik ( AC ) akan di paralel, maka kesamaan dari lima
kondisi atau parameter berikut ini harus dipenuhi. Kondisi tersebut adalah :
1. Tegangan
2. Frekuensi
3. Perbedaan fasa (sudut fasa )
4. Urutan fasa
5. Bentuk gelombang

Dua kondisi yang terakhir merupakan konstanta yang berkaitan dengan rancang bangun
dan operasinya tidak dapat dikontrol. Sedang tiga kondisi lainnya harus dikontrol agar
tegangan frekuensi dan sudut fasanya sama sebelum dihubungkan. Proses ini disebut
sebagai Mensinkronkan .

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 11


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.4.1. Prosedur Sinkronisasi Generator


Sebelum melakukan sinkronisasi generator dengan sistem jaringan (infinite bus),
pastikan bahwa :
i. Pemutus tenaga ( circuit breaker ) generator dalam keadan terbuka.
ii. Pemutus tenaga sistem eksitasi generator dalam keadan terbuka.
iii. Mesin berputar pada putaran nominal dengan governor pada posisi minimum.
iv. Semua kondisi unit normal dan memuaskan untuk di sinkronisaikan.
v. Sistem jaringan telah bertegangan dan pemisah pada bus sudah masuk.

Prosedur sinkron pada generator secara manual adalah sebagi berikut :


a. Naikkan putaran mesin dengan kontrol governor hingga putarannya sama dengan
kecepatan frekuensi sistem.
b. Periksa sistem eksitasi, kemudian masukan pemutus tenaga penguat medan ( field
breaker ).
c. Naikan arus eksitasi, periksa tegangan generator bila tegangan generator mencapai
normal, masukan sistem pengatur tegangan (AVR ) ke posisi auto.
d. Masukan switch synchroscope keposisi manual. Dan lihat apakah kecepatan mesin
fast atau slow dibanding kecepatan sistem.
e. Atur eksitasi agar tegangan generator sama dengan tegangan sistem. Atur frekuensi
dan sudut fasa dengan menggunakan kontrol governor agar synchroscope berputar
perlahan kearah fast.
f. Pada saat jarum synchroscope mendekati titik nol ( jam 12 ), tekan tombol pemutus
tenaga generator sehingga CB masuk pada saat jarum menunjuk titik nol. Generator
telah sinkron.
g. Matikan peralatan sinkronisasi dan selektor switch.

5.4.2. Pengaruh Perbedaan Tegangan , Frekuensi dan Sudut Fasa

Bila pada saat CB menutup, kesamaan dari mensinkronkan sirkit generator dengan
sistem tidak terpenuhi, maka akan terjadi gangguan listrik. Tingkat gangguan ini
tergantung kepada perbedaan dari kondisi yang telah ditentukan.

i. Tegangan

Antara tegangan generator ( yang akan dipararel ) dengan tegangan sistem jaringan
harus sama besarnya ( nilainya ). Untuk menyamakan, maka tegangan generator
harus diatur, yaitu dengan mengatur arus eksitasinya.
Apabila tegangan generator lebih tinggi dari tegangan sistem, maka mesin (generator )
akan mengalami sentakan beban M Var lagging (induktif ); artinya generator mengirim
daya reaktif ke sistem. Sebaliknya bila tegangan generator lebih rendah dari pada
tegangan sistem, mesin akan mengalami sentakan beban M Var Leading
( kapasitif ), artinya generator menyerap daya reaktif dari sistem.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 12


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

ii. Frekwensi
Frekuensi generator dan frekuensi sistem harus sama ( match ). Untuk menyamakan,
maka putaran generator harus diatur, yaitu dengan cara mengatur katup governor (
aliran uap masuk turbin ). Jika frekuensi generator lebih tinggi dari pada frekuensi
sistem, sistem akan mengalami sentakan beban MW dari mesin, artinya mesin
membangkitkan MW. Sebaliknya jika generator frekuensinya lebih rendah dari pada
sistem, mesin akan mengalami sentakan MW dari sistem , artinya mesin menjadi
motor ( motoring ).

iii. Perbedaan Fasa


Sudut fasa antara generator dan sistem harus sama. Untuk menyamakannya fasa
generator harus diatur, yaitu dengan cara mengatur kecepatan generator dengan
katup governor. Apabila terjadi perbedaan fasa antara generator dengan sistem akan
mengakibatkan sentakan perpindahan daya antara mesin dan sistem. Hal ini
mengakibatkan kondisi gangguan dan terjadinya sirkulasi arus antara mesin dan
sistem yang besarnya ditentukan oleh perbedaan antara keduanya.

Di dalam penyediaan listrik, perusahaan listrik mempunyai kewajiban untuk


menyediakan kualitas listrik yang stabil kepada pelanggan. Kualitas tersebut meliputi
frekuensi dan tegangan yang selau konstan.

Frekuensi di Indonesia menggunakan standard 50 Hz. Variasi frekuensi sebaiknya


tidak melebihi 1 % dari 50 Hz, yaitu : 49,5 - 50,5Hz atau 2970 - 3030 Rpm.

Bila ferkuensi menyimpang dari 50 Hz , maka jam listrik dan putaran motor akan
berubah sehingga untuk peralatan yang presisi perubahan ini dapat mengakibatkan
terganggunya operasi alat. Batas waktu penyimpangan yang diperbolehkan dan tidak
menimbulkan pengaruh adalah selama 10 detik. Jika jumlah pembangkitan MW
melebihi kebutuhan pelanggan ( konsumen ), maka kelebihan energi ini menaikan
putaran rotor semua turbin generator yang terhubung ke sistem sehingga frekuensi
naik. Sebaliknya bila kebutuhan beban pelanggan lebih besar dari MW yang
dibangkitkan , maka semua turbin generator putarannya berkurang sehingga
frekuensi nya turun .

Tegangan nominal untuk sistem tegangan rendah kepada pelanggan adalah 220 Volt.
Variasi tegangan yang disarankan tidak melebihi 6 % dari tegangan nominalnya.
Jadi untuk tegangan nominal 220 Volt rentangnya adalah 206,8~ 233,2 V. Tidak
seperti frekuensi, tingkat ( level ) tegangan pada seluruh sistem tidak sama. Tegangan
sistem dapat dipengaruhi oleh keadaan setempat atau lingkungan.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 13


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 11. Kurva Perbedaan Fasa

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 14


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
5.4.3. Sudut Fasa dan Synchronoscope

Seringkali terdapat kerancuan antara perbedaan fasa dan frekuensi. Frekuensi adalah
banyaknya siklus ( sinusoida ) dalam satu detik dari suatu sirkuit listrik. Sedang
perbedaan fasa adalah pergeseran sudut antara satu sirkuit dengan sirkit listrik yang lain
untuk fasa yang sama, lihat gambar 11.

Untuk dapat melihat perbedaan fasa secara grafis diperlukan instrument oskiloscope.
Tetapi didalam penerapannya menjadi tidak praktis untuk memasang osiloskop pada
panel listrik (alternator ). Sebagai gantinya dipasang synhroskop dan lampu untuk
mengetahui perbedaan fasa ini. Didalam sinkroskop ini hanya ditunnjukan keterangan
slow , dan fast, serta titik atau garis yang terletak diantaranya. Apabila jarum menunjuk
kearah flow, artinya fasa alternator tertinggal dibelakang fasa sistem, sedang apabila
jarum menunjuk kearah fast, artinya, fasa alternator lebih cepat dari fasa sistem.

Perbedaan fasa adalah nol apabila jarum sinkroskop menunjukan titik nol ( jam 12 ) atau
garis tegak diantara slow dan fast. Untuk sinkronisasi harus dilakukan pada saat jarum
bergerak pelan kearah fast atau berhenti pada posisi titik nol atau mendekati titik nol
antara slow dan fast. Apabila jarum berhenti tidak pada posisi titik nol, sinkronisasi tidak
boleh dilakukan, karena ini berarti masih ada perbedaan fasa. Dan besarnya perbedaan
fasa adalah jarak antara jarum berhenti dengan titik nol.
Sinkronisasi yang dilakukan pada saat sudut fasa tidak sama dengan nol atau mendekati
nol dapat mengakibatkan kerusakan pada trafo dan alternator, karenan hal ini berarti
terjadi sentakan aliran arus sirkulasi dari alternator ke sistem atau dari sistem ke
alternator.

Gambar 12, Synchroscope

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 15


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.5. OPERASI GENERATOR


5.5.1. Kopling Magnetik

Begitu suatu generator disinkronisasikan ke sistem biasanya mesin diberi beban minimum
(block load ). Hal ini dilakukan dengan menaikan kontrol governor sehingga uap mengalir
lebih banyak ke turbin. Tetapi begitu ini terjadi timbul perbedaan potensial (tegangan)
antara kumparan stator dan tegangan terminal generator.

Perbedaan tegangan ini menyebabkan arus mengalir dalam kumparan stator sehingga
menimbulkan medan magnet yang berputar pada kecepatan sinkron (sistem). Medan
magnet ini berinteraksi dengan rotor dan membentuk kopling magnet antara rotor dengan
stator melintas celah udara. Kopling magnetik ini menghasilkan suatu torsi pada rotor
yang besarnya sama tetapi berlawanan dengan torsi masukan uap, sehingga kecepatan
rotor tidak bertambah, tetapi terkunci pada sistem oleh kopling magnetik.

Medan magnet didalam celah udara ini dapat dibayangkan seperti pita elastik yang
kekuatannya tergantung pada medan magnetik rotor dan medan magnetik yang
ditimbulkan oleh aliran arus didalam konduktor-konduktor stator. Kopling magnitik ini
merupakan media ang memindahkan energy mekanik menjadi energy listrik (MW).
Namun harus diingat bahwa kedua medan magnet tadi berputar dalam keadaan yang
sama, jadi stasioner (diam) satu sama lain.

5.5.2. Sudut Beban

Bagaimanapun untuk menciptakan medan magnet yang disebabkan aliran arus stator,
pertama rotor harus dinaikan kecepatan sudutnya terhadap tegangan terminal sampai
torsi lawan yang dihasilkan oleh kopling terimbangi torsi input.
Hubungan sudut ini dikenal sebagai sudut beban atau sudut rotor, lihat gambar.13.

Gambar 13. Sudut Beban atau Sudut Rotor

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 16


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Jika kekuatan kopling magnetik berubah karena perubahan eksitasi ( arus rotor ), arus
stator atau pemasukan uap, maka akan ada suatu hubungan gerakan maju ( sudut rotor
dinaikan ) atau mundur (sudut rotor berkurang ), dalam arah putaran, hingga posisi
kesetimbangan yang baru dicapai. Jika kopling magnetik dibentang atau diperlemah
secara berlebihan, maka kopling akhirnya akan putus dan rotor tidak lagi berada dalam
sinkronisme dengan sistem.

Kopling tersebut dapat terputus karena dua cara, yaitu :


1. Menjaga kekuatan magnetik sama, tetapi menaikan torsi input
2. Menjaga torsi input tetap sama tetapi mengurangi kekuatan magnetik dengan
mengurangi arus rotor atau arus stator.

Bila kopling magnetik putus, maka operasi generator tidak stabil dan kondisi ini disebut
sebagai ketidak stabilan (instability) generator atau beroperasi tidak sinkron (asychron)
karena kecepatan rotor tidak lagi berada dalam sinkronisme dengan sistem.
Ada dua macam operasi tidak sinkron yang berbeda yaitu penggelinciran kutub ( pole
slipping ) dan benar-benar operasi tidak sinkron ( true asynchronous ).

Penggelinciran kutub adalah kondisi dimana kopling magnetik terputus karena kekuatan
magnetik tidak cukup, tetapi eksitasi masih ada. Rotor akan dipercepat relatif lambat bila
kopling magnetik putus pada 1200 - 1300 pertama, dan lebih cepat untuk 2300 C
berikutnya. Kopling kemudian terbentuk lagi dan mengurangi kecepatan rotor, tetapi
kekuatannya tidak cukup sehingga putus lagi dan mulai penggelinciran kutub lagi.

Pengoperasian tidak sinkron dianggap suatu kehilangan total eksitasi medan. Pada
kondisi ini tidak ada pengurangan gaya terhadap putaran rotor, tetapi generator menyerap
semua arus magnetisainya (MVAR) dari sistem, dan beroperasi sebagai generator
induksi.

Dalam kasus lain, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan dan oleh karena itu pada
semuanya kecuali unit-unit yang kecil, dipasang proteksi untuk mendeteksi dan
mentripkan unit dari sistem. Untuk unit yang kecil menyingkronkan kembali dapat
dilakukan dengan mengurangi aliran uap masuk ( governor ), dan menaikan eksitasi
medan, keduanya mendorong rotor untuk kembali berada dalam sinkronisme dengan
sistem.

5.5.3. Kurva Kemampuan Alternator

Satu cara yang mudah untuk mempertunjukan faktor-faktor yang membatasi operasi
generator adalah dengan bentuk diagram.Diagram ini disebut capability atau power chart.
Pada umumnya suatu diagram capability disediakan untuk setiap generator dengan harga
sesungguhnya yang diberikan oleh generator itu.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 17


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Dalam gambar.14a, ditunjukan diagram tersebut ditandai dengan faktor-faktor


pembatasan masing-masing dan digambarkan hanya sebagai suatu tipe, tanpa diberikan
harga sesungguhnya.

Diagram capability sesungguhnya digambarkan pada perkiraan bahwa tegangan terminal


generator dipertahankan pada harga nominalnya. Jika mengoperasikan pada tegangan
yang berbeda dari harga ini, maka diagram tidak dapat dipakai lagi. Dengan cara yang
sama digambarkan dengan menganggap bahwa semua susunan pendingin dan
parameter-parameter berada pada configurasi dan harga rancangan.

Gambar 14a. Diagram Kapabilitas Generator

Diagram capability generator dapat digunakan bersama dengan pengukuran MW dan


MVAR untuk memperkirakan parameter-parameter seperti faktor daya, arus rotor, arus
stator dan sudut motor ( beban ). Bila batas-batas pengoperasian diperjelas seperti pada
gambar 14b, dapat dimengerti bahwa lingkar batas pengoperasian yang diperlihatkan
pada suatu vektor meter dihasilkan dari diagram capability. Dapat ditambahkan bahwa
jarak dari batas kesetabilan sesungguhnya ( practical stability limit ) ke kanan dari garis
sudut rotor 750, adalah suatu garis batas keamanan yang didasarkan terutama pada tipe
apa AVR yang digunakan dan kecepatan reaksinya terhadap perubahan tegangan
terminal generator, dan apakah suatu sikuit Pembatas VAR ( VAR limiter ) disediakan.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 18


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Jika suatu generator dioperasikan dengan AVR keluar ( AVR switched out ), yaitu dengan
kontrol eksitasi manual, maka tidak ada kontrol penstabilan ketika kondisi beban berubah
sehingga harus diberikan batas keamanan yang lebih luas.

Diagram capabilty biasanya menunjukan dua batas kestabilan yaitu, satu untuk AVR
posisi otomatis dan lainnya ketika AVR posisi manual.

5.5.4. Faktor-faktor Yang Membatasi Output Generator

Dalam merancang dan membuat konstruksi suatu alternator maka pabrik menetapkan
berapa kemampuan maksimum operasi kontinyu ( maximum continous rating ) dari mesin
meliputi :

MW
MVA
p.f (cos )
Tegangan stator
Arus stator
Tegangan rotor
Arus stator

Perlu diingat bahwa :

MW
pf = = Cos
MVA
MVA = V. stator x I stator x 3

Pengoprasian alternator harus sedemikian sehingga batasaan rancangan tidak dilampaui.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 19


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 14b. Kurva Kapabilitas Generator

Perlu diingat bahwa :

MW
1. Faktor daya = = Cos. , dimana adalah sudut fasa
MVA

2. MVA = KV stator x KA stator x 3


= KV x KA x 3

Pengoprasian generator harus sedemikian rupa, sehingga tidak satupun batas rancangan
dilampaui, karena bila dilampaui akan menimbulkan kerusakan pada alternator.
Ada lima batas operasional rancangan listrik dan masing-masing harus diperhatikan .

a. Batas Arus Rotor

Batas ini ditentukan oleh tipe dan klasifikasi isolasi kumparan rotor. Pada umumnya rotor
alternator diisolasi dengan kelas B, dan ini berarti material ( bahan ) isolasi yang
digunakan tahan terhadap temperatur sampai 130 0C.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 20


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Diatas temperatur ini isolasi kumparan memburuk karena panas sehingga


memperpendek umur mesin yang akhirnya menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu
temperatur operasi normal maksimum harus dibatasi pada suatu harga yang akan
mencegah menurunnya kemampuan. Kenaikan temperatur rotor maksimum sebenarnya
pada alternator tertentu ditentukan oleh tipe metoda pendingin rotor dan bagaimana
susunan aliran pendinginan rotor, dan juga berdasarkan pada temperatur pendingin sisi
dingin yang ditetapkan ( 400 C ).

Jika temperatur gas dingin, tekanan dan kecepatan aliran dianggap konstan pada nilai
ratednya, maka temperatur rotor hanya tergantung pada besarnya arus medan ( rotor ).
Arus medan maksimum yang diizinkan biasanya ditentukan oleh pabrik dan ini
berhubungan dengan batas temperatur rotor maksimum yang diizinkan untuk tipe isolasi
yang digunakan.

b. Batas Arus Stator

Sebagaimana dinyatakan pada rotor, arus stator dibatasi oleh temperatur maksimum
yang diizinkan untuk tipe material bahan isolasi yang digunakan. Temperatur kumparan-
kumparan terutama akan bergantung pada arus stator yang mengalir melalui kumparan-
kumparan stator tersebut, dengan anggapan bahwa temperatur masuk pendingin
kumparan stator dan laju aliran konstan.

Oleh karena itu pabrik menetapkan arus stator maksimum yang diizinkan dan ini akan
berhubungan dengan temperatur maksimum yang diizinkan untuk klas isolasi yang
digunakan (klas B). Jika alternator dioperasikan dengan mengalirkan arus stator harga
maksimum,pada tegangan terminal generator, maka harga MVA maksimum operasi
kontinyu tercapai.

c. Batas MW

Harga MW maksimum operasi kontinyu ditentukan oleh kemampuan pembangkit uap


(steam generation ) dan nilai daya kuda (HP) dari turbin ketimbang nilai generator.
Alternator dalam teorinya sanggup membangkitkan out put MW yang harganya sama
dengan nilai MVA, dengan membuat arus pada stator sefasa dengan tegangannya, (yaitu
ketika beroperasi pada faktor daya satu). Bagaimanapun, sebaiknya pembangkit daya
nyata (MW) alternator juga harus mampu memasok daya reaktif (MVAR), dan oleh
karena itu alternator dirancang untuk beroperasi pada faktor daya lagging (contohnya
0,85 lag).

Hal ini berarti bahwa bila arus stator maksimum mengalir, nilai out put MVA tercapai,
tetapi karena out put MW adalah sama dengan MVA x Cos , maka hanya 85% dari
out put MVA adalah MW (misalnya Cos = 0,85). Oleh karena itu diperlukan uap yang
lebih sedikit dan daya turbin yang lebih kecil untuk memutar generator.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 21


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

d. Batas Arus Rotor Minimum ( Batas Stabilitas )

Daya yang dipasok ke alternator, pada kecepatan konstan, adalah sebanding dengan
torsi yang diberikan pada rotor alternator oleh turbin. Daya ini harus diimbangi oleh suatu
torsi listrik yang berlawanan dari dalam generator, bila tidak rotor akan dipercepat. Jika
tegangan sistem jaringan dan kondisi frekwensi dianggap konstan, maka torsi
keseimbangan maksimum dimana alternator dapat menahan ditentukan oleh tingkat flux
magnit yang ditimbulkan oleh arus medan rotor didalam celah udara yang memberikan
kopling antara stator dan rotor. Makin kuat kopling medan magnetik, makin kuat rotor
terkunci ke stator.

Jika lebih banyak uap yang dialirkan ke turbin dan karenanya torsi rotor, meningkat
sehingga kopling magnetik akan direntang dan akhirnya akan terputus, menghasilkan
percepatan pada rotor. Hal ini akan menyebabkan suatu gangguan listrik yang cukup
besar pada sistem dan mungkin juga menyebabkan panas lebih yang tinggi pada stator
dan rotor. Suatu pengurangan arus medan, tanpa pengurangan uap akan menghasilkan
gangguan yang sama. Pemutusan kopling magnetik diikuti dengan kehilangan kestabilan
mesin tidak dapat dihindari. Oleh karena itu alternator harus dioperasikan dengan arus
rotor yang cukup untuk menjamin bahwa kopling magnetik cukup kuat untuk menjaga
kestabilan alternator pada semua out put beban.

e. Batas Pemanasan Ujung Stator

Dengan arus stator yang tinggi pada faktor daya leading, cenderung terjadi pemanasan
dari bagian-bagian ujung inti stator. Tetapi batas pemanasan ujung biasanya dicapai jika
batas kestabilan dilampaui, oleh karena itu dalam operasi normal batas pemanasan ujung
seharusnya tidak tercapai.

5.6. MACAM-MACAM BEBAN DAN DAYA

Rangkaian listrik arus bolak-balik yang merupakan beban alternator pada dasarnya terdiri
dari tiga komponen, yaitu :
- Resistif (tahanan = R)
- Induktif (kumparan = L)
- Kapasitif ( kapasitor = C)

Di dalam kenyataannya beban alternator atau sistem tenaga listrik tidak pernah hanya
terdiri dari beban resistif murni saja, atau bebas induktif murni saja atau beban kapasitif
murni saja, tetapi merupakan gabungan dari dua atau tiga jenis beban tersebut.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 22


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.6.1. Beban Resistif (R)

Rangkaian listrik yang hanya terdiri dari tahanan (resistor) disebut rangkaian tahanan
murni. Peralatan listrik yang mempunyai tahanan murni contohnya adalah resistor elemen
pemanas dan lampu pijar. Pada peralatan ini nilai induktansi dan kapasitansinya dapat
diabaikan.
Bila suatu rangkaian arus bolak-balik hanya terdiri dari tahanan murni, maka berlaku
hukum ohm dan formula lain sebagaimana yang diterapkan pada rangkaian arus searah.
Pada rangkaian tahanan murni arus sefasa dengan tegangan, lihat gambar 15, sehingga
besarnya daya adalah :

E
P = I x E , karena I =
R
2
E
maka P = atau P = I2 . R
R

Gambar 15. Arus Sefasa dengan Tegangan

Pengaruh beban resistif pada alternator akan menimbulkan reaksi jangkar pada stator
sehingga timbul medan magnit yang arahnya melawan medan magnit rotor, akibatnya
putaran rotor turun. Karena putaran turun, maka frekwensi dan tegangan juga akan turun.
Untuk memulihkannya ke kondisi normal, maka putaran (aliran uap) harus di tambah.
Akibat timbulnya medan magnit pada stator, maka pada inti kumparan stator terjadi
pemanasan (kenaikan temperatur) atau biasanya di sebut core end heating.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 23


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.6.2. Beban Induktif (L)

Arus listrik yang mengalir didalam penghantar akan menimbulkan medan magnet
disekitarnya dengan arah garis gaya magnetnya mengelilingi penghantar tersebut, lihat
gambar. Kuat medan magnet tergantung pada besarnya arus yang mengalir. Jika arus
yang mengalir naik, kuat medan magnetnya juga naik melebar keluar dari pusat
penghantar, demikianlah sebaliknya. Melebar dan mengecilnya medan magnet akibat
variasi arus bolak-balik yang mengalir menyebabkan garis gaya magnet memotong
penghantar dan membangkitkan gaya gerak listrik didalam penghantar.

Arah dari ggl induksi ini sedemikian rupa, sehingga melawan gerakan arus yang
membangkitkannya (lihat hukum Lenz). Oleh karena itu ggl ini disebut ggl lawan. Bila arus
dalam suatu rangkaian listrik berubah, rangkaian ini mencoba melawan perubahan itu.
Sifat dari rangkaian yang melawan perubahan disebut " induktansi " dan rangkaiannya
disebut induktif. Simbul untuk unduktansi adalah L dan satuanya adalah Henry.

Didalam rangkaian induktif, jika arus naik rangkaian menyimpan energi didalam medan
magnet. Jika arus berkurang rangkaian mengeluarkan energi dari medan magnet tadi.
Rangkaian yang terdiri dari kumparan dengan inti besi mempunyai induktif yang lebih
tingggi dibanding yang hanya terdiri dari rangkaian penghantar saja. Oleh karena itu
induktansi membangkitkan ggl lawan yang melawan atau menunda perubahan arus.

Karena sifat ini, maka suatu rangkaian arus bolak-balik yang berisi induktansi tinggi
(murni), menyebabkan arus tidak naik dan turun secara bersamaan dengan tegangan.
Arus tertinggal seperempat siklus atau 90 di belakang tegangan sepanjang siklus, lihat
gambar 16, atau dikatakan arus tidak sefasa lagi dengan tegangan dengan sudut 90.
Tetapi didalam penerapannya tidak ada rangkaian listrik induktif murni.

Dalam rangkaian induktif selalu terdapat tahanan R, sehingga didalam rangkaian induktif
arus tertinggal dari tegangan dengan sudut kurang dari 90. Besarnya sudut ini tergantung
pada seberapa besar kandungan tahanan induktansi.

Karena induktansi menyebabkan perlawanan terhadap aliran arus, maka disebut "
Reaktansi induktif "dan diberi simbol XL dengan satuan Ohm. Reaktansi induktif tidak
hanya tergantung pada induktansi , tetapi juga pada frekuensi. Hal ini karena makin tinggi
frekuensi makin besar laju perubahan arus dan medan magnetnya, sehingga makin besar
ggl lawan yang dinduksikan.

Reaktansi induktif XL = 2 f L
dimana : = 3,14
f = frekuensi
L = induktansi

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 24


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 16. Arus Tertinggal dari Tegangan

Pengaruh beban induktif terhadap alternator adalah pemanasan pada kumparan rotor.
Beban induktif menyebabkan tegangan turun dan faktor daya rendah, sementara arus
generator naik akibat reaksi jangkar di stator. Akibat selanjutnya tegangan cenderung
turun sehingga untuk mengembalikan ke harga normal arus eksitasi harus ditambah.
Penambahan arus eksitasi ini akan menyebabkan pemanasan pada rotor.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 25


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.6.3. Beban Kapasitif (C)

Apabila induktansi bersifat selalu melawan perubahan arus, maka kapasitansi bersifat
menahan perubahan tegangan. Kapasitansi timbul dalam rangkaian listrik karena terdapat
bagian yang dapat menyimpan muatan listrik. Untuk melihat pengaruh kapasitansi
terhadap tegangan, lihat gambar di bawah ini. Sebelum switch ditutup tegangan antara plat
adalah nol dan tidak ada arus mengalir. Ketika switch ditutup, satu sisi plat terhubung ke
terminal positif batere dan plat yang lain keterminal negatif. Akibatnya elektron (arus listrik)
akan mengalir dan memuati plat. Pada mulanya arusnya besar, tapi makin lama makin
kecil dan akhirnya arus berhenti mengalir ketika muatan listrik di plat sudah penuh dan
tegangan diantara plat sama dengan tegangan batere (sumber).

Kejadian memuati listrik ke dalam kedua plat hingga bertegangan disebut kapasitansi dan
rangkaian kedua plat disebut kapasitor atau kondensor. Jadi kapasitansi melawan
perubahan tegangan dan menunda timbulnya tegangan. Bila switch dibuka muatan listrik
tetap berada di dalam kedua plat atau kapasitor tetap menyimpan energi listrik. Muatan ini
akan berkurang dan bahkan habis (discharge), apabila diantara kedua plat dihubungkan
kesuatu beban (rangkaian). Proses pengisian (charging) dan pembuangan muatan
(discharging) pada kapasitor akan terjadi berulang-ulang, apabila kapasitor dihubungkan
ke sumber arus bolak-balik lihat gambar 17 Oleh karena kapasitansi memyebabkan
penundaan timbulnya tegangan , maka arus dan tegangan menjadi tidak sefasa. Didalam
rangkaian kapasitif arus mendahului tegangan dengan sudut 90.

Tetapi karena tidak ada rangkaian listrik, yang hanya terdiri dari kapasitansi murni,
melainkan selalu dibarengi adanya tahanan (resistansi), maka besarnya sudut fasa
anatara arus dan tegangan tidak sampai 90. Karena kapasitansi menyebabkan
perlawanan terhadap perubahan tegangan, maka disebut reaktansi kapasitif, dan diberi
simbul XC dengan satuan Ohm. Besarnya reaktansi kapasitif tidak hanya tergantung pada
kapasitansi tetapi juga pada frekuensi. Bila frekuensi atau kapasitansi naik, reaktansi
kapasitif turun.
1
Reaktasi kapasitif = XC =
2 fC
dimana C = kapasitansi

Gambar 17a. sirkit beban kapasitif

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 26


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 17b, Kurva dan vektor beban kapasitif

Pengaruh beban kapasitif terhadap alternator adalah meningkatnya suhu stator, karena
adanya penguatan medan magnet dari luar (sistem). Beban kapasitif menyebabkan
tegangan cenderung naik karena adanya penambahan eksitasi dari luar, akibatnya
kumparan stator menjadi lebih panas sedang arus eksitasi ke rotor menjadi kecil sehingga
alternator cenderung beroperasi ke daerah tidak stabil.

5.6.4. Daya dan Energi

Bila arus mengalir melalui suatu hambatan, maka timbul panas pada hambatan tersebut.
Lalu disebut apakah panas yang timbul itu ?. Sebagaimana dalam ilmu mekanik ada dua
istilah disini dan keduanya mempunyai definisi yang sama. Istilah tersebut adalah Daya dan
Energi. Energi listrik adalah kemampuan sistem listrik untuk melakukan kerja. Satuan
pengukuran energi listrik adalah Joule atau Watt jam.

Disebut kerja (usaha) telah dilakukan, apabila muatan sebesar Q Coulomb berpindah
melalui perbedaan tegangan V Volt.

Work = V . Q Joule
Q = I . t Coulomb
atau W = V . I . t Joule

Jadi, Energi = W = V . I . t Joule

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 27


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Sedangkan daya listrik adalah laju (rate) dari kerja yang dilakukan. Karena Joule adalah
satuan kerja, maka daya di ukur dalam Joule per detik. Istrilah yang lebih umum untuk
satuan daya adalah Watt.

1 Watt = 1 Joule per detik

Energi atau Kerja (joule)


Sehingga Daya =
Waktu (detik)

V.I.t
P = Watt
t
P = V.I Watt

Dengan menggunakan formula hukum Ohm dapat diperluar menjadi,

P = V.I Watt
Karena V = I.R
V2
maka P = I2 . R atau P =
R

5.6.5. Macam-macam Daya

Mengingat sifat-sifat rangkaian terhadap arus bolak-balik seperti tersebut di atas, maka
jenis dan perhitungan daya dalam arus bolak-balik berbeda dengan daya dalam arus
searah. Di dalam arus searah seperti telah dijelaskan di atas,

P = V . I Watt atau P = I2 . R Watt

Di dalam rangkaian arus bolak-balik ada tiga macam daya, yaitu :


* Daya nyata (aktif)
* Daya semu
* Daya reaktif

Daya nyata (true power)


Daya nyata adalah daya yang dapat dilihat hasilnya dan merupakan hasil perkalian
antara arus dan tegangan dengan faktor daya (Cos ), dengan satuan Watt, ditulis :

P = V . I . Cos . Watt

Faktor daya adalah pergeseran fasa antara arus dan tegangan. Di dalam rangkaian
arus bolak-balik, beban rangkaian merupakan gabungan dari beban R, L dan C. Oleh
karena itu selalu timbul perbedaan fasa antara arus dan tegangan. Besarnya sudut

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 28


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
pergeseran fasa tergantung dari kandungan L dan C dalam rangkaian. Faktor daya atau
Cos merupakan perbandingan antara hambatan R dan impedansi Z.

Bila dalam arus searah berlaku hukum Ohm untuk mencari hubungan antara, arus dan
hambatan, maka dalam arus bolak-balik formula tersebut berlaku. Tetapi hambatan
arus bolak-balik adalah impedansi Z. Impedansi adalah hasil penjumlahan secara
aljabar dari R, XL, dan XC atau ditulis :

Z = R2 + (XL - XC)2

Sehingga besarnya arus dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm.


V
I =
Z
Daya nyata merupakan daya yang menghasilkan panas setara dengan panas yang
dihasilkan peralatan tersebut bila dialiri arus searah.

Gambar 18, Kurva daya Arus sefasa dengan tegangan.

Daya Semu (Apparent power)


Daya semu adalah daya yang mengabaikan adanya beban induktif dan beban
kapasitif, atau perkalian antara arus dan tegangan dengan satuan Voltampere.

P = V . I Voltampere

Suatu rangkaian listrik arus bolak-balik secara teoritis tidak mungkin hanya terdiri dari
beban R, sehingga arus sefasa dengan tegangan. Oleh karena itu daya ini disebut daya
semu, karena dalam prakteknya kemungkinan arus sefasa dengan tegangan kecil
sekali.

Daya Reaktif (Reactive power)


Daya reaktif adalah daya hasil perkalian antara arus dan tegangan dengan sinus , dan
satuannya adalah Voltampere reaktif (Var).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 29


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

P = V . I sin Voltampere reaktif (Var)

Ini adalah daya yang tidak menghasilkan kerja (panas) atau daya yang tidak berguna
(Wattless power), tetapi selalu timbul di dalam rangkaian arus bolak-balik. Daya ini tidak
menghasilkan panas tetapi memerlukan arus untuk energis atau memuati rangkaian
induktif atau kapasitif. Gambar 18 menunjukkan kurva daya dalam berbagai rangkaian
(resitif, induktif dan kapasitif). Hubungan diantara ketiga daya dapat membentuk suatu
segitiga dan disebut segitiga daya, lihat gambar 19.

Daya semu ( S )2 = Daya nyata ( P )2 + Daya reaktif ( Q )2


S2 = P2 + Q2

Sudut antara daya nyata dengan daya semu adalah sudut , dan faktor daya juga
dapat dinyatakan sebagai perbandingan antara daya nyata dengan daya semu.

P
Faktor daya : Cos =
S

Gambar 18. Kurva Daya Rangkaian Induktif dan Kapasitif

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 30


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

MVA
MVar


MW

Gambar 19. Segitiga Daya

5.7. KONSTRUKSI GENERATOR

Alternator atau generator merupakan komponen utama PLTU yang berfungsi untuk
merubah energi mekanik menjadi energi listrik. Kapasitas alternator dari waktu ke waktu
berkembang semakin besar dengan teknologi konstruksi dan rancang bangun yang
semakin maju. Kapasitas alternator PLTU di Indonesia sangat bervariasi, karena
pembangunannya disesuaikan dengan kebutuhan energi yang harus dilayani.

Kostruksi alternator PLTU semuanya menggunakan medan magnet putar . Hal ini bertujuan
untuk memudahkan penyambungan (connection) energi listrik keluar alternator, karena titik
terminal penyambunagn benda pada stator.

Komponen utama alaternator terdiri dari :


a. Casing (frame atau rangka)
b. Stator (inti dan kumparan)
c. Rotor
d. Eksiter

5.7.1. CASING

Casing terbuat dari baja ringan yang dirancang untuk menopang inti stator dan kumparan-
kumparan nya.. Pada umumnya generator di PLTU didinginkan dengan hidrogen yang
bertekanan. Oleh karena itu casing harus dirancang mampu menahan tekanan dan
ledakan hidrogen yang mungkin terjadi . Besarnya tekanan ledak diperkirakan dua kali
tekanan hidrogen.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 31


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 20. Generator dan eksiter

5.7.2. Stator

Stator terdiri dari inti stator dan kumparan. Pada generator-generator ukuran kecil, inti
statornya dibuat menjadi satu dengan casing, tetapi pada generator ukuran besar inti
statornya dibuat sebagai komponen terpisah. (lihat gambar 21 dan gambar 22). Inti ini
terbentuk dari susunan plat-plat baja silikon yang mempunyai sifat kemagnetan yang baik
dikompres dengan rapat sekali, tetapi diisolasi satu sama lain dengan pernis atau kertas
berisolasi (impregnated paper).

Susunan plat baja silikon yang membentuk inti ini biasanya disebut laminasi. Laminasi-
laminasi ini membentuk saluran yang baik sekali bagi flux magnit yang dihasilkan oleh
rotor. Isolasi pada laminasi mengurangi besarnya arus pusar (Eddy current), sehingga
mengurangi kerugian panas yang timbul. Inti ini dibuat membentuk alur-alur untuk
menempatkan kumparan dan lubang-lubang untuk saluran pendingin yang akan
bersirkulasi untuk menyerap panas. Disepanjang keliling bagian dalam dari inti ini
mempuyai sederetan alur-alur. Setiap alur berisi 2 lilitan (coil) yang dipasang berimpit satu
diatas yang lain dan semua lilitan ini digulung dalam 3 grup yang berbeda, setiap grup
disebut fasa.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 32


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 21. Stator Generator

Salah satu ujung dari setiap grup dihubungkan bersama untuk membentuk titik bintang
atau titik netral pada kumparan stator. Ujung yang lain dari tiap grup, merupakan terminal
keluar dari tiap fasa dan dibawa keluar dari casing generator melaui bushing-bushing
berisolasi. Ketiga penghubung ini mengalirkan energi listrik dari generator ke
transformator generator

Gambar 22, Inti dan Kumparan Stator

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 33


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Didalam kumparan-kumparan stator dibangkitkan tegangan tinggi sehingga kumparan-


kumparan tersebut harus diisolasi secara baik dengan bahan pembungkus coil-coil
tembaga pada lapisan-lapisan fibreglass atau pita mica, yang diisi/diresapkan secara
bertekanan dengan bitumen atau suatu bentuk fibreglass.

Coil-coil yang menggantung pada tiap ujung inti stator memberi ruangan untuk keperluan
pen yambungan-penyambungan dari coil ke coil dan ujung terakhir ke terminal. Ujung-
ujung kumparan dijepit dengan kuat sekali dengan bahan isolasi seperti pasak bakelite,
pita isolasi dan mur-mur dan baut-baut permali untuk mencegah gerakan oleh gaya
mekanik yang disebabkan oleh kebocoran flux magnet.

Generator-generator yang besar biasanya menggunakan pendingin air untuk coil-coil


statornya. Konduktor-konduktor dengan penampang yang berlubang persegi mengizinkan
air murni (non-conducting) untuk bersirkulasi melalui coil-coil. Inlet manifold dan exhaust
manifold mensirkulasikan dan menampung air pendingin.
Media pendingin yang lain adalah gas hidrogen yang disirkulasikan sekeliling bagian
dalam dari generator oleh fan yang dipasang pada tiap ujung dari rotor. Saluran-saluran
kecil dan alur-alur dalam inti stator dan dalam metal rotor serta kumparan rotor
memungkinkan gas untuk mendinginkan bagian-bagian ini secara kontak langsung.

5.7.3. Rotor

Bentuk rotor dari generator besar yang diputar dengan turbin uap biasanya tipe silinder
dengan 2 atau 4 kutub magnet. Rotor ini dibuat dari metal tempa berbentuk silinder
sepanjang generator. Untuk mesin-mesin berkutub 4 yang lebih besar diameternya
sampai 1,5 meter. Kedua ujung rotor yang merupakan poros dibuat berdiameter lebih
kecil untuk dipasang bantalan journal. Pada salah satu sisi poros ini dilengkapi dengan
slipring atau terminal untuk menyalurkan arus aksitasi (penguat). Sepanjang keliling
bagian luar rotor di buat alur-alur aksial untuk menempatkan kumparan. Pada mesin
berkutub 2 alur-alur ini membawa kumparan-kumparan (coil) rotor separuh searah jarum
dan separuh lainnya berlawanan jarum jam.

Dengan cara ini, bila arus dialirkan ke kumparan-kumparan rotor, maka dihasilkan medan
magnit yang mempunyai kutub utara dan selatan pada sisi yang berlawanan. Untuk mesin
berkutub 4, coil-coil digulung sedemikian rupa sehinga kutub-kutub utara dan selatan
akan berselang seling satu sama lain dengan sudut 90 . Pada kedua tipe mesin ini , tiap
alur membawa beberapa lapis coil hingga bagian dalam. Tiap coil diisolasi satu sama lain
dan pada samping-samping alur biasanya disisipi dengan mica atau strip-strip dan
palung-palung fibreglass.

Pada tiap ujung alur, antara ujung kumparan yang satu dengan ujung kumparan yang lain
dihubungkan dengan penghubung yang berada diluar alur pada kedua sisinya hingga
membentuk coil yang konsentris. Bagian yang menggantung dari coil tidak mendapat

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 34


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

penyangga dari alur rotor, dan harus menahan gaya sentrifugal yang tinggi akibat
perputaran dari rotor. Oleh karena itu bagian yang menggantung ini dijepit dengan blok-
blok terisolasi, dan ditahan dalam ring pengikat coil retaining ring yang berbentuk silinder.
Ring ini dibuat dari bahan baja austenit non-magnetis dengan kandungan mangan tinggi
yang diameter luarnya sedikit lebih besar dari rotor. Ring ini dipasang dengan cara
dipanaskan (shrink-fitted).

Gambar 23. Kumparan Rotor

Coil-coil dan pasak-pasak dilekukkan dan dilobangi, sementara alur-alur rotor dibuat lebih
dalam dari coil agar gas pendingin (hidrogen) bersirkulasi. Retaining ring selain berfungsi
untuk menahan kumparan rotor yang berada diluar alurnya terhadap gaya sentrifugal, juga
mencegah kenaikan kebocoran flue dan stray load yang sebanding dengan besarnya arus.

Gambar 24, Ring-ring pengikat rotor dan kumparan-kumparan

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 35


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Kedua ujung kumparan rotor dihubungkan pada slip ring -slip ring yang dipasang pada
poros dan terisolasi terhadap poros tersebut, atau dihubungkan pada terminal penyearah
berputar untuk jenis eksitasi tanpa sikat. Sikat karbon yang dipasang pegas ditahan
disekeliling slip ring-slip ring untuk menyalurkan arus ke rotor.

Bentuk utama lain dari rotor adalah yang dikenal sebagai rotor dengan kutub menonjol
(salient pole rotor). Tipe ini biasanya diputar pada kecepatan yang lebih rendah seperti
pada turbin air. Kecepatan yang lebih lambat memerlukan jumlah kutub yang lebih banyak
untuk menghasilkan frekwensi 50 Hz, karena :
Frekwensi = kecepatan putaran (put/det) x Jumlah pasang kutub / 60

nxp
f =
60

Kecepatan yang lebih lambat menyebabkan ukuran diameter rotor jauh lebih besar, dan
gaya sentrifugal yang timbul memnjadi lebih kecil.
Oleh karena itu struktur dari rotor dapat dibuat mengitari suatu poros yang ditempa, dengan
potongan kutub-kutub yang dipasang mengitari kelilingnya dari laminasi-laminasi yang
sama seperti juga yang dipakai pada inti stator. Kumparan-kumparan Rotor tersebut
disisipkan sekeliling potongan ini. Pendinginannya bisanya dengan sirkulasi udara karena
area yang lebih besar sehingga memungkinkan pendinginan yang lebih efisien.

Tiga komponen utama yaitu, casing , inti stator dan rotor, dirancang sebagai bagian-bagian
terpisah dan diangkut ke Pusat Pembangkit. Ini memungkinkan pabrik-pabrik mempreteli
komponen hingga sesuai dengan kemampuan jalan . Inti stator adalah sangat berat dan
biasanya bagian sisi yang harus diangkat ke Pusat Pembangkit tanpa dipreteli.

5.8. PENDINGIN GENERATOR

Mengapa alternator memerlukan pendinginan ?


Alternator yang beroperasi selain memproduksi energi listrik juga menghasilkan panas
didalam alternator.. Sistem pendingin alternator diperlukan untuk menyerap panas yang
timbul didalam alternator sehingga mencegah terjadinya panas lebih yang dapat merusak
isolasi. Panas didalam alternator merupakan kerugian yang menurunkan efisiensi alternator.
Kerugian yang menimbulkan panas didalam alternator meliputi :

a. Kerugian tembaga listrik


Konduktor stator dan rotor yang dilalui arus listrik mempunyai nilai tahanan tertentu. Besarna
nilai tahanan ini tergantung pada panjang, luas penampang dan jenis materialnya (biasanya
tembaga). Aliran arus listrik (I) yang mengalir melalui konduktor yang mempunyai tahanan
(R) menimbulkan panas. Besarnya panas ditentukan oleh rumus :

Panas = I2 . R ( watt)

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 36


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

b. Kerugian besi magnetis


Kumparan rotor alternator dialiri arus searah yang dipasok dari eksiter sehingga menjadi
magnet. Rotor yang berputar menyebabkan medan magnetnya memotong kumparan stator
dan membangkitkan listrik. Tetapi tegangan juga dihasilkan didalam inti statornya sendiri
(ingat ggl lawan) sehingga meningkatkan arus Eddy (arus pusar).

Begitu arus mengalir melalui kumparan, arus Eddy juga timbul di dalam inti dan
mengakibatkan panas.Untuk mengurangi besarnya arus Eddy yang menimbulkan panas,
maka inti stator dibuat dari lembaran-lembaran plat tipis yang disebut laminasi. Laminasi
dibuat dari baja silikon khusus yang diisolasi satu sama lain dengan vernis atau material
isolasi lain. Bagian lain dari struktur stator juga harus diperhatikan untuk mencegah
terjadinya arus Eddy.

Medan magnet yang berubah-ubah secara tetap di dalam inti stator memyebabkan
terjadinya lop histeris. Histerisis medan magnet ini juga menimbulkan panas. Sebagaimana
arus Eddy histerisis juga dapat dikurangi dengan membuat inti stator dengan laminasi.

c. Kerugian gesekan dan angin (windage)


Selama rotor berputar pada kecepatan nominalnya, (3000 rpm), maka terjadi peningkatan
panas karena pengaruh gesekan dan angin terhadap media yang mengelilinginya. Panas
yang timbul pada butir a, tergantung dari besarnya arus yang mengalir pada kumparan atau
oleh besarnya beban , sedang panas yang ditimbulkan oleh butir b dan c hampir konstan
tidak tergantung pada beban. Jumlah kerugian tersebut diatas harus diusahakan kecil
hingga tidak lebih dari 2 % dari output alternator. Oleh karena itu sistem pendingin harus
mampu mencegah kenaikan temperatur melebihi batas operasinya.

5.8.1. Macam-macam Pendingin


Untuk menyerap dan membuang panas (disipasi) yang timbul didalam alternator yang
sedang beroprasi dapat digunakan beberapa macam media pendingin.
Media pendingin tersebut adalah :
Udara
Hidrogen
Air

Pendingin dengan udara biasanya digunakan pada alternator dengan kapasitas yang
rendah, tetapi selalu ada kekecualian, karena pertimbangan keamanan atau menyangkut
hak cipta pabrik. Ada juga generator berkapasitas besar menggunakan pendingin udara
atau generator berkapasitas kecil menggunakan pendingin hidrogen.

Alasan penggunaan hidrogen sebagai pendingin alternator adalah karena semakin


besarnya kapasitas alternator, maka panas yang ditimbulkanpun semakin besar. Jumlah
panas yang besar ini akan memerlukan jumlah udara pendingin yang semakin besar pula,
sehingga ukuran alternator menjadi sangat besar. Karena ukurannya besar, maka kerugian

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 37


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

gesekannya juga menjadi besar dan kebisingan yang timbulpun makin menigkat. Oleh
karena itu digunakan gas hidrogen untuk pendingin alternator sebagai pengganti udara.
Pendinginan alternator dengan hidrogen ada dua macam, yaitu pendingin tak langsung
(covensional hydrogen cooled machine) dan pendingin langsung (inner cooled machine).

Pendingin hidrogen tak langsung artinya hidrogen tidak kontak langsung dengan konduktor
atau inti, karena adanya isolasi, terutama pada statornya. Pendinginan hidrogen langsung
artinya hidrogen kontak langsung dengan konduktor tanpa ada pemisahnya.

Alternator berpendingin hidrogen langsung mempunyai konduktor berongga, lihat gambar


25 sehingga gas hidrogen mengalir didalam konduktor. Pendingin alternator dengan air
hanya dapat dilakukan terhadap statornya, sementara sebagai pendinginan pada rotornya
biasanya menggunakan gas hidrogen. Air yang digunakan sebagai pendingin alternator
adalah air murni (H2O) dengan daya hantar mendekati nol.

5.8.2. Keuntungan dan Kerugian

Pendinginan dengan Udara

Keuntungannya :
a. Udara mudah diperoleh dimana saja
b. Murah
c. Tidak perlu perapat poros

Kerugiannya :
a. Kerapatannya cukup besar
b. Daya hantar panas rendah
c. Koefisien perpindahan panas rendah
d. Kebersihannya kurang

Pendinginan dengan hidrogen

Keuntungan :
a. Kerapatannya rendah ( nya udara )
b. Daya hantar panas tinggi ( 7 kali udara )
c. Koefisien perpindahan panasnya tinggi
d. Tidak menimbulkan korosi asam
e. Resiko kebakaran rendah
f. Biaya pemeliharaan alternator rendah

Kerugian :
a. Resiko terjadinya ledakan tinggi ( 5% s/d 75% hidrogen di udara )
b. Memerlukan sistem perapat poros
c. Memerlukan gas antara ( CO2 atau N2 )
d. Memerlukan pasok hidrogen
e. Memerlukan casing yang kuat untuk menahan tekanan ledak

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 38


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 25. Konduktor Berongga untuk Generator

Pendinginan dengan air

Keuntungan :

a. Kerapatannya tinggi ( 4545 lebih besar dari H2 )


b. Daya hantar panasnya tinggi ( 3,139 )
c. Koefisien perpindahan panas tinggi ( 13,7 )

Kerugian :

a. Rumit konstruksi dan operasinya


b. Kondisi kimia air harus terkontrol
c. Memungkinkan air merembes ke sisi gas

Melihat keuntungan dan kerugian dari penggunaan pendingin tersebut di atas, maka
hidrogen sampai saat ini masih mempunyai banyak kelebihan dibanding jenis pendingin
lain.

Hal ini karena :


1. Kerapatannya rendah sehingga kerugian gesekan rendah, kebisingan berkurang dan
daya fan untuk mensirkulasikannya juga rendah.
2. Koefisien perpindahan panas tinggi dibanding udara sehingga dapat menyerap
panas lebih banyak sekalipun melewati lapisan isolasi.
3. Daya hantar panas tinggi dibanding udara sehingga dapat menghantarkan panas
lebih banyak.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 39


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

4. Tidak mendukung terjadinya korosi asam akibat korona didalam alternator. Korona
adalah loncatan listrik akibat tegangan yang tinggi. Apabila korona ini melaui udara
(Oksigen ) korona dapat membentuk asam sendawa ( nitrit acid ) yang merusak
isolasi. Bila digunakan hidrogen, adanya korona tidak menimbulkan terbentuknya
asam sendawa.

5. Resiko kebakaran rendah, hidrogen murni tidak membantu terjadinya kebakaran.


Berbeda bila menggunakan udara, nyala api yang kecil mudah merambat dan
membesar.
6. Biaya pemeliharaan rendah. Hal ini karena siklus gas tertutup dan bersih, sehingga
tidak ada kotoran atau gas lain yang menyebabkan pengotoran atau penurunan
umur untuk alternator.

5.8.3. SIRKULASI PENDINGIN

Untuk menjaga agar tempertur media pendingin tidak meningkat terus, maka setelah
menyerap panas media pendingin ini harus didinginkan untuk membuang panas yang
dikandungnya. Oleh karena itu media pendingin harus disirkulasikan.

Alternator Berpendingin Udara


Udara pendingin disirkulasikan didalam alternator secara sirkulasi tertutup dengan dua fan
dan didinginkan didalam pendingin ( Cooler ) yang dipasang di luar dirangka stator. Aliran
udara pendingin dibagi menjadi empat jalur setelah keluar fan, lihat gambar 26.
Jalur1. Udara diarahkan kecelah ( air gap ) melaui rotor retaining ring. Udara ini
kemudian dialirkan ke inti stator melalui ventilating duct. Jalur ini ditujukan untuk
mendinginkan retaining ring, badan rotor dan bagian pinggir inti stator.

Jalur 2. Dialirkan ke kumparan stator ke duct udara daan ke ruang ( compartement )


udara didalam rangka stator. Kemidian udara dialirkan ke duct didalam inti untuk
menyerap panas dari inti dan kumparan stator.

Jalur3. Udara dialirkan untuk mendinginkan kumparan rotor, aliran udara pendingin
melintasi tiap kumparan kemudian mengalir ke lubang-lubang badan rotor.

Jalur4. Udara dialirkan ke kumparan stator dan ke eksiter untuk mendinginkan eksiter.
Sebagian udara yang masuk ke alternator bocor melalui poros, sehingga setiap
saat udara ditambah dari atmosfir melalui saringan.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 40


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 26. siklus pendingin udara generator

Alternator Berpendingin Hidrogen.

Untuk alternator berpendingin hidrogen tak langsung, sirkulasinya serupa dengan alternator
berpendingin udara. Tetapi pada alternator berpendingin hidrogen langsung mempunyai
sirkulasi yang berbeda dan hanya menggunakan satu fan ( blower ) yang dipasang diporos
alternator pada sisi turbin. Alternator tipe ini mempunyai dua set pendingin hidrogen yang
dipasang tegak di sisi keluar blower ( sisi turbin ), sehingga langsung mendinginkan gas
hidrogen begitu keluar dari blower.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 41


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
Gas hidrogen kemudian diarahkan ke kumparan stator pada sisi eksiter, ke main load and
busing, serta kedua sisi kumparan rotor. Gas hidrogen kemudian diarahkan kekumparan
stator pada sisi eksiter, ke main lead and bushing, serta kekedua sisi kumparan rotor. Gas
diarahkan dari sekeliling rangka stator melalui orifice ke inti stator mengalir secara radial,
keluar kecelah dan kembali ke blower secara aksial, lihat gambar 27. Gas yang mengalir
ketengah main lead and bushing kemudian dibalikan arah ke lead box dan kembali ke
blower. Sedang gas yang mengalir ke dalam kumparan rotor, keluar kecelah secara radial
melalui lubang-lubang dan kembali ke blower.

Sirkulasi gas hidrogen merupakan sirkulasi tertutup, namun karena hidrogen tercemar oleh
minyak perapat poros sehingga kemurniannya menurun. Untuk mengembalikan kemurnian
hidrogen, sebagian hidrogen di dalam alternator di vent ke atmosfir untuk menjaga
lingkungan hidup pun tetap konstan, akibat di vent ke atmosfir, maka di tambah hidrogen
dari luar (tangki persediaan) setiap saat.

Gambar 27. Sirkulasi hidrogen di dalam Generator

Pengisian dan Pengosongan Hidrogen

- Persiapan
Sebelum melakukan pengisian atau pengeluaran hidrogen dari alternator, maka diperlukan
peralatan :
Gas analizer
Gas CO2 atau N2
Purity meter

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 42


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Hal yang perlu selalu diingat dalam pengisian dan pengeluaran gas hidrogen ke dan dari
alternator adalah hidrogen tidak boleh bertemu langsung dengan udara. Oleh karena itu
digunakan gas antara, yaitu CO2 atau N2. Gas analizer digunakan untuk mengukur dan
mengetahui :
% CO2 in H2
% CO2 in Air
% H2 in CO2

Gas analizer ini biasanya tidak terpasang tetap disistem gas untuk alternator, sehingga perlu
dipasang secara temporari ( sementara ).

Persediaan gas antara ( inert ) harus cukup sehingga tercapai % CO 2 in H2 yang disyaratkan.
Sebelum ini dilakukan, sistem minyak perapat harus sudah dioperasikan dan beroperasi
dengan baik. Kita anggap kondisi alternator habis dioverhaul atau dilakukan pemeliharaan,
maka urutan pengisian adalah sebagai berikut :
1. Mengeluarkan udara dari alternator dengan CO 2
2. Mengosongkan CO2 dengan Hidrogen.
3. Menaikan tekanan hidrogen.
Sementara urutan pengeluaran H2 dari alternator adalah :
1. Mengeluarkan hidrogen dengan CO2.
2. Mengeluarkan CO2 dengan udara kering.

- Perosedur Pengisian dan Pengeluaran Gas Hidrogen ( H 2 )

Pengisian gas H2 ke dalam generator yang berisi udara atau sebaliknya pengisian udara
kedalam generator yang berisi H2 dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. cara langsung
b. cara tidak langsung

a. Cara Langsung
Udara atau gas H2 yang terdapat dalam generator dikeluarkan dengan cara dihisap
sehingga casing generator menjadi Vacum. Kemudian gas H 2 atau udara diisikan
kedalam generator yang telah vacum tersebut.

o Keuntungan :
a. Uap air ( moisture ) maupun debu ( kotoran ) yang terdapat dalam generator ikut
terbawa keluar.
b. Jumlah gas H2 yang diisikan lebih sedikit, karena tidak perlu pembilasan (purging
).
c. Waktu pengisian lebih singkat dan segera mencapai kemurnian yang tinggi.
d. Tidak memerlukan gas inert CO2 sebagai media perantara.

o Kerugian :
a. Konstruksi generator harus kokoh agar dapat menahan vacum dan tekanan H 2.
b. Memrlukan sistem perapat khusus yang dapat menahan vacum dan bertekanan.
c. Memerlukan pompa vacum.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 43


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

b. Cara Tidak Langsung


Udara atau gas H2 yang terdapat dalam generator dikeluarkan dengan cara memasukkan
gas inert
CO2. Gas ini berfungsi sebagai media perantara untuk membilas udara atau gas H 2,
sehingga
mencegah terjadinya percampuran antara udara dan gas H 2 didalam generator.Dengan
cara ini selain diperlukan adanya gas CO 2, jumlah gas H2 yang digunakan juga lebih
banyak.

a. Mengeluarkan udara dengan CO2


- CO2 dimasukan kedalam casing alternator melaui manifold bawah, sedang udara di
vent ke atmosfir melalui manifold atas, lihat gambar 28.
- Pemasukan CO2 berlangsung hingga tercapai persentasi 75% CO2 in Air, kemudian
distop.
b. Mengosongkan CO2 dengan hidrogen
- Hidrogen dialirkan kedalam alternator melalui manifold atas, sedang CO 2 di vent ke
atmosfir melalui manifold bawah.
- Penaikan hidrogen berlangsung hingga tercapai tingkat pemurnian 95 % H2 in CO2,
kemudian vent diatur ( diperkecil ) .

c. Menaikkan tekanan hidrogen


Setelah vent dikurangi aliran hidrogen ditambah, sehingga tekanan hidrogen di dalam
alternator naik, sedang tekanan minyak perapat menyesuaikan. Penaikan tekanan
hidrogen berlangsung hingga sedikit dibawah tekanan kerja normal. tujuannya agar pada
saat alternator dibebani dan temperaturnya naik, maka tekanan hidrogen akan naik
hingga mencapai tekanan kerjanya.

d. Menggeluarkan Hidrogen dengan CO 2


Gas CO2 dialirkan ke alternator melalui manifold bawah dan hidrogen di vent ke atmosfir
melalui manifold atas. Penggeluaran ini berlangsung hingga mencapai konsentrasi 90%
CO2 in H2.

e. Mengeluarkan CO2 dengan dengan udara


Setelah konsentrasi CO2 in H2 mencapai 90% pengisian CO2 ke alternator distop. Apabila
alternator akan stop lama akan dilakukan pemeliharaan, maka CO 2 didalam alternator
harus dikeluarkan, caranya dengan mengalirkan udara kering ke alternator melalui
manifod atas dan membuang CO2 ke atmosfir melalui manifold bawah.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 44


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Pengisian dan pengeluaran gas ke dan dari alternator sebaiknya dilakukan dengan
alternator dalam kondisi diam ( berhenti ), tetapi apabila terpaksa karena sesuatu hal,
proses tersebut dapat dilakukan dalam kondisi alternator berputar. Namun ini berarti
memerlukan gas yang lebih banyak.

Dalam kondisi operasi , kemurnian dan tekanan hidrogen cenderung turun. Oleh karena
itu, pasok hidrogen harus dibuka secara periodik atau kontinyu, demikian pula vent ke
atmosfir. Untuk mencegah adanya uap air didalam hidrogen, maka hidrogen di dalam
alternator diberi silica gell untuk menyerap air. Silica gell ini akan menjadi jenuh setelah
digunakan beberapa lama, sehingga harus di keringkan. Warna silica gell yang sudah
jenuh adalah merah muda, sedang warna yang normal adalah biru.

Gambar 28. Sistem Purging Gas ke Generator

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 45


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.9. PERAPAT GENERATOR POROS

5.9.1. Fungsi dan Konstruksi

Fungsi utama perapat poros alternator adalah, mencegah gas hidrogen keluar ke atmosfir,
karena tekanan gas hidrogen didalam alternator lebih tinggi dari tekanan udara luar.
Sebagai media perapat digunakan minyak pelumas. Konstruksi perapat yang sederhana
diperlihatkan pada gambar 29.

Perapat tipe radial ini terbentuk dari dua pasang sirip perapat ( sealing fin ) dengan
kelonggaran ( clearance ) yang kecil. Untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh
gesekan, maka perapat tersebut ditekan oleh pegas yang lemas. Minyak perapat dengan
tekanan sedikit lebih tinggi dari tekanan hidrogen dialirkan ketengah perapat dan memberi
perapatan dengan mengalir kedua arah yang berlawanan, satu ke arah sisi hidrogen dan
yang lain ke arah sisi udara. Untuk mencegah minyak masuk ke dalam casing alternator,
dipasang ring penghapus minyak. Minyak ini selanjutnya dialirkan ke tangki vakum dan
gas hidrogen dipisahkan dari minyak untuk dikembalikan ke alternator.

Sedang minyak yang ke sisi udara dikumpulkan dalam tangki detraining. Minyak perapat
dipasok dengan menggunakan pompa yang digerakan oleh motor listrik. Tekanan minyak
perapat dipertahankan sedikit lebih ( sekitar 0,5 bar ) tinggi dari tekanan hidrogen dengan
menggunakan katup pengatur.

5.9.2. Jenis-jenis Perapat

Ada dua tipe perapat yang umum digunakan, yaitu :

a. Perapat radial atau perapat berpermukaan aksial ( lihat gambar 29 ). Pada umumnya
alternator menggunakan perapat tipe ini, karena konstruksinya sederhana dan
pemeliharaannya mudah. Ada dua jenis perapat radial, yaitu simple flow dan double flow.
Jenis single flow mempunyai tingkat kebocoran yang lebih besar dibanding jenis double
flow, sehingga diperlukan pasok gas yang lebih banyak saat beroperasi.

b. Perapat aksial atau perapat berpermukaan radial.


Perapat aksial terdiri dari thrust bearing yang ditahan oleh pegas atau tekanan minyak
terhadap Collar pada poros rotor. Minyak dialirkan ketengah perapat dalam arah aksial dan
terbelah menjadi dua aliran dengan arah yang berlawanan. Minyak akan mengalir ke sisi
udara dan sisi hidrogen, lihat gambar 30.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 46


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 29 Perapat poros (radial) generator

Gambar 30. Perapat Aksial

Karena sebagian minyak masuk ke sisi hidrogen dan mencemari sehingga tingkat
kemurnian hidrogen akan terpengaruh. Tetapi jumlah minyak yang masuk ke sisi hidrogen
lebih banyak bila dibanding menggunakan perapat radial.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 47


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.10. TRANSFORMER

Salah satu keuntungan penggunaan sistem arus bolak-balik dibanding sistem arus searah
adalah tegangannya dapat diubah-ubah sehingga jatuh tegangan pada pelanggan dapat
lebih mudah dikontrol. Alat untuk mengubah-ubah tegangan disebut transformator.
Transformator untuk menaikan tegangan disebut step up transformer, dan untuk
menurunkan tegangan disebut step down transformer.

5.10.1. Prinsip Kerja

Transformator terdiri dari inti yang terbuat dari laminasi besi, kumparan primer dan
kumparan silinder, lihat gambar 31.

Gambar 31. Diagram Transfomator

Bila tegangan bolak-balik (V1) dihubungkan pada kumparan primer, maka timbul medan
magnet (flux). Medan magnet ini mengalir dalam inti dan arahnya berubah-ubah.
Kecepatan perubahan medan magnet sesuai dengan frekwensi arus bolak-balik. Kuat
medan magnet ditentukan oleh besarnya arus yang mengalir dan banyaknya lilitan dalam
kumparan yang dinyatakan dalam ampere lilit.

Karena kumparan primer dan sekunder terletak pada inti yang sama, maka kedua
kumparan akan terpotong oleh medan magnet yang arahnya berubah-ubah, akibatnya
timbul GGL pada kedua kumparan. Besarnya GGL induksi tergantung pada kuat medan
magnet dan banyaknya lilitan dalam kumparan. Arah GGL induksi selalu berlawanan
dengan arah arus yang membangkitkannya. Jika N 1 dan N2 adalah banyaknya lilitan pada
kumparan primer dan sekunder, maka :

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 48


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

GGL induksi di primer ( E1 ) Banyaknya lilitan primer ( N1 )


=
GGL induksi di sekunder ( E2 ) Banyaknya lilitan sekunder ( N2 )

E1 N1
atau =
N2 N2

Bila kumparan sekunder dalam keadaan terbuka, tegangan terminal V 2 sama dengan
GGL induksi E2 . Arus primer mengalir sangat kecil karenanya GGL induksi E1 sama
dengan tegangan terminal V1, tetapi arahnya berlawanan.

E1 V1 N1
Jadi : = =
E2 V2 N2

Arus primer yang sangat kecil disebut sebagai arus memagnetisasi karena adanya fluks
di inti.

5.10.2. Tap Changer (Pengubah Sadapan)

Pengubah sadapan (tap changing), adalah suatu cara penyetelan tegangan sekunder
dengan merubah jumlah lilitan pada salah satu kumparan transformator. Pengubahan tap
dapat dilakukan pada saat transformator dalam keadaan tanpa beban atau saat
berbeban. Bagian yang disadap dapat dapat pada ujung fasa, ujung netral atau pada
tengah-tengah kumparan.

Gambar 32, Off Load Tap Charger

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 49


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Titik tap umumnya dipasang pada sisi kumparan tegangan tinggi, karena arusnya lebih
rendah. Pengubah tap tanpa beban seringkali dipasang pada transformator yang
bebannya konstan, tetapi dapat diubah jika perubahan beban yang tetap memerlukan
penyetelan tegangan sekunder (beban dinaikan mengakibatkan penurunan tegangan
sekunder). Perubahan setelan sadapan (tap setting) dapat dengan memindah dan
membuat lagi sambungan berbaut atau dengan suatu saklar.

Kedua cara ini hanya dilakukan pada transformator tanpa beban. Dasar pengaturan
pengubahan tap tanpa beban diperlihatkan dalam diagram gambar 32.
Suatu pengubah tap berbeban (on load tap charger) adalah peralatan untuk mengubah
perbandingan lilitan kumparan suatu transformator yang bertegangan atau berbeban.
Pada transformator generator atau transformator-transformator jaringan, alat pengubah
tap ini sangat penting untuk mengendalikan variasi tegangan kepada kondisi beban
berubah.

Perubahan tegangan ini harus dilakukan saat beban karenanya alat pengubah tap harus
mampu untuk mengubah perbandingan lilitan tanpa mengganggu pasok tersebut. Hal ini
berarti ketika mengubah posisi tap, harus dilakukan dengan membuat kontak posisi baru
sebelum posisi kontak yang lama dibuka.

Gambar 33. On Load Tap Charger

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 50


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Ini dapat menyebabkan terjadinya hubungan singkat lilitan dan arus yang besar. Oleh
karena itu dicegah dengan menggunakan resistor atau reaktor. Gambar 33,
memperlihatkan pengaturan untuk mengubah tap saat berbeban tipe resistor.

Diverter (pengalih) dan saklar-saklar selektor dijalankan dengan motor melalui


mekanisme penggerak yang rumit baik secara lokal ataupun remote control, tetapi
dilengkapi handel untuk dioperasikan manual pada saat motor atau penggeraknya gagal
bekerja.
Urutan pengoperasian yang terkait dalam suatu pengubah tap dari posisi 1 ke posisi 2,
sebagai berikut :

1. Kotak a dan kotak b pada mulanya tertutup seperti diperlihatkan, dan arus beban
diambil melalui kontak b pada saklar diverter dan saklar selektor 1.

2. Begitu sinyal pengubah tapdiberikan saklar diverter bergerak kekiri, kontak b


membuka dan arus beban sekarang mengalir melalui kontak a dan resistor R1.

3. Saklar diverter meneruskan gerakannya dan menutup kontak d sehingga resistor R1


dan R2 sekarang berada dalam sirkit tap 1 dan tap 2.

4. Gerakan selanjutnya dari saklar diverter adalah membuka kotak a , sehingga arus
beban mengalir ke tap 2 melalui resistor R2 dan akhirnya menutup kotak c, dan
menghubung singkat resistor R2.

Jika selanjutnya dibutuhkan mengubah tap ke posisi 3, maka saklar selektor S1


dipindahkan ke tap 3 sebelum saklar diverter bekerja seperti urutan di atas, tetapi dalam
arah yang terbalik.

5.10.3. Arus dan Daya Trafo

Efisiensi trafo pada saat berbeban mendekati 100%, sehingga untuk memudahkan dalam
perhitungan efisiensi trafo dianggap 100%. Proses transformasi tegangan pada trafo
sesunguhnya mengalami kerugian, yaitu : rugi tembaga, rugi histerisis dan rugi arus pusar
(Eddy current). Efisiensi trafo sesungguhnya sekitar 96 -98% untuk trafo kapasitas
besar.

Karena efisiensi trafo dianggap 100%, maka daya pada sisi primer sama dengan daya
pada sisi sekunder.

P primer = P skunder.
V1 . I1 . Cos 1 = V2 . I2 Cos 2

Pada beban penuh faktor daya primer hampir sama dengan faktor daya sekunder, dan
dalam perhitungan faktor daya tersebut dianggap sama, sehingga :

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 51


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

V1 . I1 = V2 . I2

V1 / V2 = I2 / .I1

Dari perbandingan di atas diketahui bahwa arus berbanding terbalik terhadap tegangan.
Jadi trafo yang menaikan tegangan arusnya rendah, sedang trafo yang menurunkan
tegangan arusnya lebih tinggi.

Bila terminal sekunder dihubungkan ke beban, arus I 2 mengalir, dan dengan berpedoman
hukum Lenz, maka diketahui bahwa medan magnet yang arahnya melawan medan
magnet yang telah ada sehingga melemahkan atau mengurangi kekuatan magnetnya.

Akibatnya ggl di kumparan primer berkurang sehingga arus I 1 bertambah, untuk


mengimbangi penurunan kekuatan magnet (demagnetise) tadi. Setiap perubahan arus
sekunder menyebabkan perubahan arus primer yang sebanding, sampai amper tura
seimbang terjadi.

I1 / I2 = N2 / N1 atau I1 . N1 = I2 . N2 atau dapat dikatakan arus berbanding terbalik


terhadap banyaknya lilitan.

5.10.4. Trafo PENGUKURAN

Pengukuran tegangan atau arus yang sangat tinggi, misalnya di switch gear, secara
langsung dengan voltmeter atau amper meter di panel ruang kontrol adalah sangat
berbahaya. Demikian pula sinyal deteksi untuk proteksi tegangan tinggi tidaklah mungkin
menggunakan tegangan tinggi langsung ke peralatan proteksi, karena selain sangat
berbahaya terhadap manusia, juga memerlukan peralatan yang sangat besar. Untuk
keperluan pengukuran dan proteksi tegangan yang relatif tinggi, disediakan trafo
tegangan (VT) dan trafo arus (CT) yang outputnya adalah tegangan dan arus yang
rendah.

a. Transformator-transformator Arus
Konstruksi dasar dari transformator arus (C.T) diperlihatkan dalam gambar 34.
Konduktor utama merupakan kumparan primer yang menginduksikan GGL dan oleh
karena itu arus yang mengalir dalam kumparan sekunder sebanding dengan aliran arus
primer. Standar arus yang biasa digunakan untuk relay-relay proteksi dan instrumen
adalah 5,1 dan 0,5 Amper. Keluaran (sekunder) trafo arus sirkitnya tidak boleh terbuka,
jika sisi primernya sedang ada arus yang mengalir, jika sirkitnya terbuka akan timbul
tegangan yang sangat tinggi dalam kumparan sekunder. Jika bekerja pada sirkuit
sekunder, maka trafo arus harus dihubungkan singkat.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 52


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 34. Transformator Arus

b. Transformator Tegangan
Transformator tegangan ada dua macam, yaitu transformator tegangan belitan (wound
VT) dan transformator tegangan kapasitor (Capacitor VT) lihat gambar.35. Transformator
tegangan belitan pada dasarnya adalah suatu transformator daya kecil yang output
dayanya hanya sampai beberapa ratus volt ampere.

Gambar 35. Trafo Tegangan

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 53


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Tipe ini digunakan pada tegangan sampai 150 kV, tetapi penggunaan TV tipe ini menjadi
sangat mahal dan mudah rusak, kadang-kadang akibat bencana alam. Oleh karena itu,
untuk tegangan 150 kV dan yang lebih tinggi digunakan tipe ke dua. Transformator
tegangan kapasitor adalah suatu pembagi tegangan dengan transformator belitan kecil
yang dipasang pada sisi tegangan rendah dari susunan kapasitor.

Karena transformator belitan hanya untuk melayani tegangan-tegangan yang relatif


rendah, maka masalah isolasi menjadi berkurang. Tegangan sekunder distandarkan
pada 110 V, setara dengan tegangan phasa 63,5 V.

5.11. MOTOR ARUS BOLAK-BOLAKBALIK (AC)

Motor arus bolak balik biasa disebut motor induksi. Motor induksi umumnya bekerja
dengan putaran (kecepatan) tetap dan dianggap sebagai yang paling handal.

Motor induksi terdiri dari rangka dan inti besi berlaminasi yang berbentuk alur-alur sebagai
inti membentuk silinder stator. Kumparan stator tiga fasa dipasang didalam alur-alur
membentuk lingkaran bagian dalam silinder stator, lihat gambar .36.

Gambar 36, Stator motor induksi .

Inti rotor berlaminasi berbentuk silinder dengan alur-alur pada permukaan luar membawa
konduktor atau kumparan. Rotor dan stator dipisahkan oleh celah yang lebarnya sekitar 3
mm. Kumparan stator dihubungkan ke pasok utama dan terisolasi sesuai dengan
tegangan yang digunakan. Rotor dapat berupa tipe rotor belitan atau rotor sangkar tupai,
lihat gambar 37.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 54


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 37, Rotor sangkar .

5.11.1. Prinsip kerja


Bila kumparan stator dihubungkan kepasok AC, timbul medan magnet sebagai mana
dalam motor DC. Tetapi sifat bolak-balik dari pasok AC membuat medan magnet juga
berubah-ubah Susunan kumparan stator dibuat sedemikian rupa sehingga medan
magnet tersebut berputar. Medan magnet ini menghubungkan (link) stator dan rotor, lihat
gambar 38, sehingga menyebabkan arus terinduksi didalam kumparan rotor. Arus yang
mengalir didalam rotor menghasilkan medan magnet yang berinteraksi dengan medan
magnet putar stator. Akibatnya timbul gaya pada rotor yang membuatnya berputar dalam
arah yang sama dengan medan magnet putar menghasilkan energi mekanik pada poros.

Gambar 38, medan magnet stator menginduksi rotor.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 55


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Kecepatan medan magnet berputar tergantung pada :

1. Frekuensi pasok AC
2. Banyaknya kutub pada kumparan stator.

Banyaknya kutub kumparan stator dapat 2, 4, 6, dan seterusnya, setiap perubahan


banyaknya kutub menyebabkan percepatan rotor berubah. Kecepatan medan berputar
disebut kecepatan sinkron dan dapat dihitung dengan formula berikut :

f x 60
Kecepatan sinkron = Rpm
p

Dimana f = frekuensi pasok listrik


p = banyak pasang kutub magnet stator

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 56


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 39 Prinsip terjadinya medan putar.

Jadi apabila suatu motor induksi mempunyai empat kutub (2 pasang) stator, maka
kecepatan sinkron :

50 x 60
= 1500 Rpm
2

Kecepatan rotor motor induksi tidak pernah sama dengan kecepatan sinkron, karena bila
hal ini terjadi pengaruh induksi antara medan magnet putar stator dan kumparan rotor atau
gaya pada rotor akan menjadi nol. Pada kenyataannya kecepatan rotor (poros) motor
induksi saat berputar tanpa beban adalah sekitar 2990 Rpm untuk motor satu pasang kutub
dan sekitar 1490 Rpm untuk motor dengan dua pasang kutub.

Motor induksi mengatur sendiri kecepatan dan arus yang mengalir karena kebutuhan
beban. Perbedaan kecepatan antara medan putar dan rotor, menyebabkan medan magnet
stator memotong rotor, sehingga timbul ggl. Karen kumparana rotor terhubung singkat,
maka arus mengalir dan menghasilkan torsi.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 57


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Bila beban naik, kecepatan rotor berkurang dan medan magnet stator memotong lebih
banyak rotor, sehingga menginduksi arus yang lebih besar di rotor. Akibatnya torsi yang
timbul naik untuk mengimbangi kenaikan beban mekanik. stator akan menarik arus lebih
tinggi dari pasok.

Jenis motor induksi


Ada 2 jenis motor induksi dan hal ini dibedakan menurut jenis rotornya, yaitu :
1. Motor induksi dengan rotor sangkar
2. Motor induksi dengan rotor belitan

Motor induksi dengan rotor sangkar adalah jenis motor induksi yang banyak digunakan,
karena konstruksinya lebih sederhana dan lebih murah. Motor jenis ini putarannya konstan.
Rotornya terdiri dari inti dengan alur-alurnya diisi konduktor membentuk sangkar. Kedua
ujung konduktor dihubung singkat dengan ring ( cincin ).

Motor induksi dengan rotor belitan, yaitu rotornya berisi kumparan 3 fasa. Ketiga ujung
kumparan dihubungkan jadi satu membentuk titik bintang. Sedang tiga ujung kumparan
yang lain dihubungkan keluar dengan slip ring yang dipasang pada poros.

Gambar 40, Rotor belitan

Dari slip ring dapat dihubungkan ke resistor untuk pengaturan putaran saat start atau
dihubungkan singkat melalui sikat arang. Motor jenis ini mempunyai torsi lebih besar dari
jenis pertama, tapi lebih besar dan mahal.

5.11.2. Metode Start Motor

Salah satu kelemahan motor induksi yaitu kecepatannya tidak dapat bervariasi kecuali
dengan peralatan khusus. Tetapi kelemahan yang sangat mengganggu adalah arusnya
sangat besar pada saat start. Arus start ini dapat mencapai 6 kali arus beban penuh. Usaha
untuk mengurangi arus start yang tinggi terus dilakukan antara lain dengan memperbesar
tahanan rotor. Tetapi pengurangan arus start harus mempertimbangkan torsi yang cukup
untuk percepatan.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 58


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

a. Start Motor Dengan Tahanan Luar


Pada motor induksi dengan rotor belitan seperti gambar 40, tahanan luar dipasang atau
disambungkan kerotor belitan melalui slip ring yang dipasang pada poros.
Motor distart dengan membuat tahanan maksimum dalam sirkuit rotor. Begitu motor naik
putarannya tahanan rotor dikurangi secara berangsur-angsur hingga terhubung singkat
pada ke 3 slip ring. Dalam kondisi ini daya yang dihasilkan pada rotor sama seperti pada
rotor sangkar.

b. Methode Start Motor Sangkar


Sebagaimana telah dikatakan bahwa besarnya arus start (arus mula) motor jenis rotor
sangkar adalah sampai 6 kali arus beban penuh. Misalnya untuk motor 150 Hp (110 kW) ,
3.3.KV. Arus beban penuh kira-kira 230 A, maka arus start yang diserap menjadi kira-kira
1150 sampai 1330 A. Oleh karena itu start langsung tidak dapat dilakukan karena arus
yang besar memerlukan sumber pasok yang cukup dan diameter kabel yang besar,
sehingga harus digunakan metode lain untuk menstart motor ukuran besar.

Gambar 40. Start Motor dengan Tahanan Luar

Metode yang lebih umum digunakan ialah dengan menurunkan tegangan suplai dan ini
dapat dicapai dengan :
Metode start bintang / delta
Metode start auto tranformator
Metode start dengan sangkar ganda

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 59


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

- Start dengan metode bintang / segi tiga

Pada gambar terlihat bahwa kedua ujung tiap pasa kumparan (semua ada 6 ) dibawa
keluar motor dan dihubungkan pada saklar khusus yang mempunyai 3 posisi, START ,
OFF , RUN . Pada posisi START kumparan terhubung bintang dan pada posisi
RUN kumparan terhubung delta . Dengan demikian tegangan tiap fasa waktu start
adalah 1/ 3 dari tegangan pasoknya dan torsi start juga akan berkurang menjadi (1/
2
3 ) atau 1/3 dari torsi jika distart langsung.

Penurunan torsi start merupakan salah satu keburukan dari metode ini, selain itu
pengawatan pada saklar pemindah dan pemindahan dari hubungan bintang ke segi tiga
juga relatif rumit. Prosedur start motor adalah memindahkan handel saklar dari posisi off
ke posisi Start dan menunggu sesaat hingga motor berjalan dengan kecepatan operasi.
Selanjutnya handel dipindahkan dengan cepat dari posisi Start melalui Off ke posisi Run.
Pada beberapa instalasi, gerakan dari posisi Start ke posisi Run dilakukan secara
otomatis.

Gambar 41, metode Start Delta

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 60


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

5.12. SISTEM KELISTRIKAN


Sistem PLTU memerlukan sejumlah peralatan bantu seperti pompa, fan dan sebagainya
untuk dapat membangkitkan tenaga listrik. Hampir semua peralatan ini menggunakan
tenaga listrik, dan sebagian peralatan bantu digerakkan dengan motor listrik.

Besarnya tenaga listrik yang diperlukan untuk menjalankan alat-alat bantu bervariasi
antara sekitar 6 % untuk PLTU kecil, hingga 4 % untuk PLTU dengan kapasitas 1000 MW.
Sistem yang mendistribusikan daya untuk pasok motor dan semua peralatan listrik di
PLTU sering disebut sitem alat bantu listrik suatu Pemakaian sendiri .

5.12.1. Sistem Pasok Alat Bantu

Sitem pasok alat bantu berfungsi untuk menyediakan energi listrik yang akan digunakan
untuk keperluan alat-alat bantu pembangkit sendiri.

Alat-alat bantu listrik secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok pasok daya,
yaitu :
a. Alat-alat bantu penting (urgen)
Adalah yang berkaitan langsung dengan kelangsungan jalannya unit PLTU, dan bila
hilang (mati) akan segera menyebabkan pengurangan keluaran unit.
Contoh alat bantu urgen antara lain adalah FD fan, Mill (untuk PLTU batu bara) atau
pompa residu (untuk PLTU minyak). Tentu saja secara rinci ada perbedaan jumlah
atau jenis alat bantu yang digunakan di PLTU tergantung pabrik pembuat dan kondisi
setempat.

b. Alat bantu pelayanan (service)


Adalah alat yang apabila hilang (mati) tidak akan berpengaruh pada output PLTU
hingga interval waktu tertentu. Alat bantu yang termasuk dalam kelompok ini adalah
unit pemurnian air, crane, atau turning gear atau alat bantu yang tidak termasuk dalam
kelompok urgen.

Jumlah serta jenis alat bantu pelayanan ini juga berbeda antara PLTU satu dengan
lainnya tergantung kapasitas unit, jarak (konfigurasi) dan sebagainya. Alat bantu
yang memerlukan daya listrik yang paling besar adalah pompa air pengisi (BFP) dan
pompa air pendingin (CWP).

Sistem Pasok Alat Bantu Station


Hal yang dapat dicatat dari skema dasar sistem pasok alat bantu station adalah, (lihat
gambar 42 ).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 61


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 42. Sistem Pasok Alat Bantu

1. Alat bantu urgen dihubungkan ke unit board, dan alat bantu pelayan ke station
board.
2. Station board dipasok dari dua sumber, yaitu dari luar melalui bus tegangan
jaringan di switch yard dimana alternator dihubungkan atau dari alternator.
Jadi alat bantu pelayanan dipasok melalui station trafo dari sistem jaringan.
3. Unit board dihubungkan ke station board melalui suatu penghubung
(interconector). Bila alternator sudah sinkron ke sistem jaringan, unit board
dipasok oleh alternator melalui unit transformer. Untuk keperluan start, pasok
untuk alat bantu urgen dan pelayanan diambil dari station trafo.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 62


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Tegangan Pasok Alat Bantu.


Alat-alat bantu dipasok dengan tingkat tegangan yang berbeda, yaitu 11kV, 6 kV dan
415 Volt, tiga fasa dengan menggunakan trafo alat bantu (axiliary trafo). Pemilihan
tegangan tergantung pada dua faktor utama :

a. Ukuran station trafo harus cukup untuk beban yang paling tinggi.
Kapasitas station trafo beban pelayanan + beban operasi satu unit + beban start
satu unit (misal 52,7 MVA).

Umumnya laju arus (rate) maksimum untuk switch gear alat bantu dirancang
3000 Amp. oleh karena itu tegangan yang cocok dipilih untuk menyesuaikan
persyaratan ini

karena MVA = 3 x kV x kA

MVA 52.7
maka kV = = = 10,3 kV
3 x kA 3 x 3
Standart tegangan yang digunakan untuk contoh diatas dipilih 11KV.

b. Ukuran motor-motor yang dipasok


Daya sebanding dengan Volt x Ampere, oleh karena itu makin tinggi tegangan,
makin berkurang arus untuk keluaran (out-put) yang sama. Maka luas
penampang kumparan dapat dikurangi yang berarti ukuran fisik motor juga
berkurang. Tetapi hal ini mengakibatkan perlunya menggunakan isolasi yang
mampu menahan tegangan lebih tinggi. Oleh karena itu pabrik motor harus
melakukan kompromi antara mengurangi jumlah tembaga untuk kumparan dan
persyaratan isolasi yang lebih tinggi. Hasil kompromi terutama ditentukan oleh
ekonomi (harga) untuk ukuran motor tertentu.

5.12.2. Sistem Pasok Darurat (Essential)

Didalam sistem PLTU, motor-motor alat bantu dan sistem kelistrikan lainnya adalah
sangat penting untuk keamanan manusia, unit, perlengkapan dan pengoperasiannya.
Oleh karena itu harus disediakan sistem pasok khusus untuk menjamin bahwa pada saat
terjadi ganguan pada pasok normal, tetap tersedia pasok untuk alat-alat bantu dan sistem
kelistrikan sehingga keamanan manusia, unit dan perlengkapan lainnya tetap terlindungi.

Pada umumnya pasok khusus atau biasa disebut pasok esensial (darurat) disediakan
dengan menggunakan batere yang dapat memasok, motor- motor DC (seperti pompa
pelumas dan perapat), atau dapat berfungsi sebagai pasok cadangan (back up) untuk
alat bantu yang biasanya dipasok DC (seperti kontrol dan proteksi, penerangan darurat,

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 63


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________
pemadam kebakaran, peralatan komunikasi dan sebagainya). Semua alat bantu ini
normalnya dipasok dari panel AC melalui penyearah atau batere charges.

Dari gambar 43,. terlihat bahwa penyearah atau unit charger normalnya mempertahankan
tegangan batere agar selalu konstan dan memasok alat bantu DC. Bila pasok AC gagal,
maka alat bantu dipasok secara langsung dari batere. Sistem batere terpisah dipasang
untuk menyediakan pasok dengan tegangan standar DC dan batere akan
mempertahankan pasok DC untuk selama beberapa jam.

Gambar 43. Sistem Pasok Darurat

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 64


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Alat bantu lain, seperti instrumen dan kontrol komputer dan sistem alaram, yang
memerlukan pasok AC harus dijamin kelangsungan pasoknya dan tidak terputus. Sistem
pasok ini ditunjukan pada gambar 43.

Sistem ini pada dasarnya terdiri dari panel DC 240V batere yang di charge dengan
penyearah/ charger. Panel DC 240V memberikan pasok AC 415V satu fasa dengan
inverter ke panel distribusi AC. Dari bus 415V dapat ditranformasikan untuk menyediakan
pasok AC 110V atau disearahkan lagi untuk keperluan pasok DC.

Alternatif pasok ke inverter adalah dengan menggunakan motor (DC) generator set. Cara
ini mempunyai keuntungan tambahan, yaitu dapat diperoleh tegangan AC tiga fasa untuk
memasok panel distribusi AC. Cara lain yang lebih umum digunakan untuk penyediaan
pasok darurat adalah dengan diesel generator set. Sistem pasok ini dilengkapi dengan
fasilitas kontrol otomatis yang dapat menstart dan stop diesel-generator ketika pasok
normal terganggu.

5.12.3. SWITCH GEAR

Switch gear atau peralatan penghubung adalah suatu alat yang mampu menghubungkan,
menghantarkan, dan memutuskan arus listrik. Pada umumnya switchgear yang
terpasang di PLTU disebut Circuit Breaker (CB) atau pemutus tenaga (PMT).

Tugas switch gear adalah sebagai berikut :

Menyalakan (switch on) dan mematikan (switch off) peralatan dan rangkaian listrik.
a. Mampu menghantarkan arus beban penuh
b. Mampu menahan arus start rangkaian motor
c. Mampu menahan tegangan penuh melintas kontaknya ketika terbuka
d. Mampu menahan panas aliran arus, gaya elektro magnet, dan pengaruh busur
e. Mampu menghubungkan dan memutuskan arus induktif dan atau kapasitif
f. Mampu memutuskan arus gangguan untuk mengeluarkan peralatan yang rusak, atau
menahan arus gangguan sampai PMT yang lain membebaskan gangguan
g. Mampu menutup (menghubungkan) pada rangkaian yang terganggu dan segera
membuka kembali

Contoh besarnya arus ganguan , pada tegangan 400 KV, arus normalnya 4.000 Amp;
arus gangguan 50.000 Amp. PMT harus dirancang untuk mampu menahan pemutusan
arus ganguan hingga tingkat tersebut. Kemampuan PMT memutuskan arus gangguan
disebut Rating atau Rupturing capacity dan dengan satuan MVA. Kerja PMT yang
terbesar adalah saat memutuskan arus (beban), karena pada saat itu timbul busur api
akibat terputusnya arus.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 65


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

(i) Jenis Switch Gear

Terdapat beberapa jenis PMT, tetapi secara umum dapat dikelompokan menjadi 4,
sesuai dengan media peredam busur apinya.

a. PMT minyak ( OCB )


b. PMT udara ( ABB )
c. PMT gas ( GCB )
d. PMT vakum ( VCB )

PMT minyak merupakan PMT paling tua, dan digunakan untuk tegangan rendah hingga
tegangan sangat tinggi.

PMT udara lebih murah dan lebih aman dibanding PMT minyak. PMT ini banyak
digunakan untuk tegangan rendah hingga tegangan ekstra tinggi.

PMT gas merupakan PMT yang kini banyak digunakan karena bentuknya ringkas (kecil),
tetapi mempunyai kapasitas tinggi dan dapat digunakan hingga tegangan ekstra tinggi.
Lebih aman dan bebas pemeliharaan (free maintenance).

PMT vakum biasanya digunakan untuk tegangan rendah hingga menengah. Bebas
pemeliharaan dan ringkas (simple).

(ii) Konstruksi dan Prinsif Kerjanya

PMT minyak (OCB)


Kontak-kontak pada PMT minyak direndam dalam tangki. Pada PMT kapasitas rendah
kontak-kontak dari ketiga fasanya ditempatkan dalam satu tangki. Pada PMT minyak
kapasitas besar kontak-kontak setiap fasa ditempatkan didalam tangki terpisah, tetapi
dikopel bersama.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 66


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 44, OCB (bulk oil)

Kontak diam dan kontak gerak ditempatkan dalam suatu peralatan kontrol busur khusus,
disebut explosion pot atau turbulator pot. Proses pemutusan, begitu kontak gerak mulai
bergerak terpisah dari kontak diam, timbul busur api. Minyak bergerak memutuskan busur
ini sehingga terbentuk gas yang menimbulkan tekanan didalam pot dan gas mengalir.
Kontak gerak makin jauh dan busur api makin panjang hingga memotong vent samping.
Busur ini menyebabkan minyak tetap terpisah sampai arus mendekati nol, dan tekanan
gas yang ada akan mendorong busur kesamping melalui vent sehingga busur padam.

Minyak dingin yang terdekat cenderung naik temperaturnya menyerap panas, sehingga
timbul sirkulasi konveksi penggantian minyak didalam pot. Minyak selain memadamkan
busur api juga menjadi isolasi penghalang antara komponen yang bertegangan dan
tangki metal serta kontak saat PMT terbuka. Tangki PMT minyak berisi minyak dalam
jumlah yang besar sehingga selalu ada resiko kebakaran. Oleh karena itu jenis PMT ini
harus dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 67


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

PMT udara (ABB)


Ada dua jenis PMT udara, yaitu PMT udara alami Air break circuit breaker (ABCB) dan
PMT udara bertekanan Air blash circuit breaker (ABB). ABCB hanya mempunyai
kemampuan sampai tegangan menengah, sementara ABB dapat digunakan hingga
untuk tegangan ekstra tinggi. Rakitan kontak dipasang didalam interrupter head

terisolasi, dan pada tiap fasa dapat terdiri hingga 12 interrupter yang dipasang seri,
tergantung pada tegangan kerjanya.

Jika sinyal trip diberikan, udara kempa bertekanan tinggi menggerakan kontak untuk
terbuka. Tetapi udara yang sama juga digunakan untuk mendinginkan dan menghembus
(memadamkan) busur sebelum akhirnya membuang ke atmosfir. ABB terdiri dari dua
jenis, yaitu bertekanan dan tidak bertekanan.

Gambar 45, Proses pemutusan arus pada ABB

ABB tidak bertekanan


ABB tidak bertekanan merupakan rancangan yang lebih dahulu.
Pada ABB ini udara kerja disimpan didalam penampung (reciever) yang dipasang
secara mendatar dibawah head. Interrupter head terpasang tegak di atas reciever. Bila
sinyal trip diterima katup blast yang terpasang pada receiver membuka sehingga udara
naik ke interrupter head dan mendorong kontak untuk membuka sekaligus
memadamkan busur api. Begitu kontak utama terbuka, selanjutnya katup blast mentrip
dan kontak interrupter menutup kembali. Kelemahan jenis ini adalah adanya
penundaan (delay) waktu antara pembukaan katup head dan pembukaan katup
interrupter head.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 68


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

ABB bertekanan
Didalam jenis ini seluruh bagian PMT, yaitu receiver, kolom penyangga, dan interrupter
head terisi udara bertekanan. Katup pembuang (exhaust) dipasang antara kontak
utama dan atmosfir untuk membuang udara penggerak dan peredam busur ke
atmosfir.

Setelah pembukaan, katup pembuang menutup lagi dan kontak terjaga terpisah,
sementara seluruh sistem tetap bertekanan. Penutupan (closing) PMT dilakukan
dengan udara bertekanan menggerakan piston untuk menutup kontak kembali.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 69


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Gambar 46a, Switch gear dan lemari (cubicle)

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 70


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

PMT dengan Media Gas (GCB)


Media gas yang digunakan pada tips PMT ini adalah gas SF6 (sulphur hexafluoride)
sifat-sifat gas SF6 murni ialah tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak
mudah terbakar.

Pada temperatur di atas 150 C gas SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik
dan bermacam-macam bahan yang umumnya digunakan dalam pemutus tenaga
tegangan tinggi.

Gambar 47, Proses pemutusan contact pada ABB .

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 72


PT. PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Generator dan Sistem Kelistrikan
______________________________________________________________________________

Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali
udara) dan kekuatan dielektriknya bertambah dengan pertambahan tekanan.
Sifat lain dari gas SF6 ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat,
setelah arus bunga api listrik melalui titik nol.
PMT SF6 ada 2 tipe, yaitu :

* Tipe tekanan tunggal (single pressure type)


* Tipe tekanan ganda (double pressure type) dimana pada saat ini sudah tidak
diproduksi lagi

Pada PMT tipe tekanan tunggal PMT diisi gas SF6 dengan tekanan tinggi kira-kira 5
Kg/cm2.
Selama pemisahan kontak-kontak gas SF6 ditekan ke dalam suatu tabung / cylinder
yang menempel pada kontak bergerak. Pada waktu pemutusan gas SF6 ditekan
melalui nozzle dan tiupan ini yang mematikan busur api.

Pada tipe tekanan ganda gas dari sistem tekanan tinggi dialirkan melalui nozzle ke gas
sistem tekanan rendah selama pemutusan busur api. Pada sistem gas tekanan tinggi
tekanan gas berkurang lebih 12 Kg/cm 2 dan pada sistem gas tekanan rendah, tekanan
gas kurang lebih 2 Kg/cm 2. Gas pada sistem tekanan rendah kemudian dipompakan
kembali ke sistem tekanan tinggi. Prinsip kerja dari PMT gas ini serupa dengan PMT
udara, hanya saja peredam busur apinya menggunakan gas SF6.

Gambar 48. Konstruksi PMT Gas

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 73