Anda di halaman 1dari 22

FORMULA SUSPENSI

I. Formula Asli

R/ Sulfametoksazol Suspensi

II. Rancangan Formula

Tiap 5 mL mengandung :

Sulfamethoxazol 200 mg

Trimetoprim 40 mg

Aluminium klorida 0,1 %

Tween 80 0,4 %

Hidroksi etil selulosa 2%

Sirup USP 40 %

Metil paraben 0,25 %

Essence Vanili 0,2 %

Air suling ad 120 mL

III. Master Formula

Nama produk : Xolprim Suspensi

Jumlah produk : 1 botol @ 120 mL

Tanggal produksi : 15 November 2003

No. Registrasi : DKL 00314512336 A1

No. Batch : D 03184

1
IV. Dasar Formulasi

Definisi Antimikroba

(Farmakologi & Terapi ; 571) : Antimikroba adalah obat pembasmi mikroba,


khususnya mikroba yang merugikan manusia. Dalam pembicaraan disini, yang
dimaksudkan degan mikroba terbatas pada jasad renik yang tidak termasuk
kelompok parasit.

(OOP ; 64) : Dalam bab bab berikut akan dibicarakan berturut turut golongan
golongan kemoterapeutika besar, yaitu : Antibiotik, fungistatika dan virustatika,
Sulfonamida, dan antiseptic saluran kemih, Tuberkulostatik, Leprostatika, Obat
malaria, sitostika dan antiseptic local.

Definisi Antibiotik

(Farmakologi & Terapi ; 571) : Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu
mikroba terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba
jenis lain.

Penggolongan Sulfonamida

(OOP ; 110 114)

2
Sulfonamida Short acting, kelompok ini terdiri dari : Sulfathiazol, sulfisoksazol,
dan sulfasomidin.

Sulfonamida Medium acting, kelompok ini meliputi derivate pirimidin


(sulfamerazin, sulfamezatin, dan sulfadiazine) dan sulfametoksazol.

Sulfonamida Long acting, antara lain dapat disebut sulfametoksi piridazin,


sulfadimetoksin, sulfaduksin dan sulfalen.

Sulfonamida usus. Contoh : Suksinil sulfathiazole, Ftalil sulfathiazole,


Salasulfapiridin

Sulfonamida peggunaan local, contoh : Sulfasetamid, sulfadikramida,


silversulfadiazin

Kotrimoksazol

(GG ; 1110) : Sulfonamida dapat diklasifikasikan kedalam 4 kelompok besar


berdasarkan kecepatan absorbsi dan ekskresinya :

Sulfonamida yang diabsorbsi dan diekskresi dengan cepat seperti sulfathiazole dan
sulfadiazine.

Sulfa yang diserap cepat tapi diekskresi dengan lambat, contoh


Sulfamethopiridazin dan sulfadimetoksin.

Sulfonamida yang sangat sedikit diabsorbsi jika diberikan secara oral dan aktif
pada lumen usus besar seperti suksinil sulfathiazole, dan pthalysulfathiazol.

Sulfonamid yang digunakan secara khusus untuk pemakaian topical seperti


sulfasetamida, menida dan sulfadiazine perak.

(Farmakologi & Terapi) : Berdasarkan kecepatan absorbsi dan ekskresinya,


sulfonamide dibagi 4 golongan besar :

Sulfonamida dengan absorbsi dan ekskresi cepat antara lain sulfadiazine dan
sulfisoksazol.

Sulfonamida yang hanya diabsorbsi sedikit bila diberikan per oral dan karena itu
kerjanya dalam lumen usus antara lain ftalilsulfathiazol dan sulfaselazin.

3
Sulfonamid yang terutama digunakan untuk pemberian topical, antara lain sulfa
setamida, mafenid dan Ag-sulfadiazin.

Sulfonamida dengan masa kerja panjang, seperti sulfadoksin, absorbsinya cepat


dan ekskresinya lambat.

Penggolongan antimikroba

(Farmakologi & Terapi ; 572) : Berdasarkan mekanisme kerjanya, antimikroba


dibagi dalam 5 kelompok :

Yang mengganggu metabolisme sel mikroba.

Yang menghambat sintesis dinding sel mikroba

Yang mengganggu permeabilitas membrane sel mikroba

Yang menghambat sintesis dinding sel mikroba, dan

Yang menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba.

(OOP : 58) Kemoterapetika antibakteri dapat digolongkan atas dasar mekanisme


kerjanya sebagai berikut :

Zat zat bakterisid (pada dosis biasanya terutama berkhasiat mematikan kuman)

1. Yang bekerja terhadap fase tumbuh : Penisilin dan sefalosporin

2. Yang bekerja terhadap fase istirahat : Aminoglikosida, nitrokurantoin, INH,


kotrimoksazol.

Zat zat bakteriostatik yang pada dosis biasa terutama berkhasiat menghentikan
pertumbuhan dan pembiakan bakteri.

Misal : sulfonamide, kloramfenikol, tetrasikin, klindamisisn, makrolida.

Suatu penggolongan lain yang juga seringkali digunakan adalah berdasarkan luas
aktifitasnya, artinya terhadap sedikit atau banyak jenis kuman.

Zat zat dengan aktifitas sempit (hanya aktif pada beberapa jeis bakteri saja)
misalnya penisilin G dan V, eritromisin, kanamisisn dan asam fusidat terhadap

4
bakteri- bakteri Gram positif, streptomisisn, polimiksin B, gentamisisn. Dan asam
nalidiksat terutama aktif pada bakteri Gram negative

Zat zat dengan aktiftas lebar (broad spectrum) yang berkhasiat terhadap banyak
bakteri Gram positif dan Gram negative, antara lain sulfonamide, ampisilin dan
sefalosporin, kloramfenikol, tetrasiklin dan rifampisin.

Alasan pemilihan sulfonamide

(GG : 1107) : Sulfonamida memiliki range yang luas terhadap aktifitas antimikroba
untuk melawan mikroorganisme baik Gram negative maupun Gram positif dengan
sedikit pengecualian bahwa ada korelasi langsung antara efisiensi pada
penggunaan invitro dan invivo, secara umum sulfonamide hanya memberikan efek
bakteriostatik pada tubuh dan sel pertahanan humoral dari inang yang sangat
penting untuk membasmi infeksi aktifitas bakteri gram positif.

(Ama drug ; 1569): Trimetoprim/sulfametoksazol (juga disebut kotrimoksazol)


dapat menghambat rangkaian tahap sintesis asam tetrahidrofolat, yang merupakan
metabolit ko-faktor esensial pada sintesis bakteri yaitu purin, piridin tumidin,
glisin, dan asam dihidrofolat pada PABA dan piridin.

(RPS ; 1174): Sulfonamid secara alami menghasilkan spectrum antimikroba yang


luas yang temasuk di dalamnya yaitu coccus, Gram positif kecuali enterococcus,
semua basil Gram negative, khususnya semua enterobakteriase dan Coccus Gram
negative, H. Influenza, Pertusis, Pasteurella, beberapa Pseudomonas, Clamydia,
Psitracoccis, Trichomae, Limphogranuloma fencreum, Actinomycetes, Nocardia,
dan beberapa toxoplasma dan Malaria.

(farmakologi & Terapi ; 584 589) :

Sulfonamid mempunyai spectrum antibakteri yang luas (584)

Penggunaan sulfonamide sebaga obat pilihan I dan untuk pengobatan penyakit


infeksi tertentu makin terdesak oleh perkembangan antimikroba lain yang lebih
efektif serta meningkatnya jumlah mikroba yang resisten terhadap sulfa namun
peranannya meningkat kembali dengan ditemukannya kotrimoksazol.

5
(OOP ; 169): Sulfonamid adalah kemoterapetika yang pertama- tama digunakan
secara sistemik untuk mengobati penyakit penyakit infeksi dan telah banyak
digunakan dengan sukses banyak penyakit.

Alasan Sulfonamid dibuat suspensi :

(RPS; 1178) : Sulfamethoxazol larut dalam 1 gram dalam 3400 mL air

(MD 28 th; 218) : Sulfamethoxazol cepat diabsorbsi pada saluran pencernaan dan
konsentrasi puncak plasma paling banyak setelah 2 jam.

Mekanisme Kerja Sulfonamid

(OOP ; 107) : Mekanisme kerjanya berdasarkan antagonisme saingan yang dapat


dijelaskan sebagai berikut : banyak bakteri memerlukan asam folat untuk
membangun asam asam, intinya DNA dan RNA. Asam folat ini dibentuknya
sendiri dari bahan pangkal PABA yang terdapat dimana- mana dalam tubuh
manusia dan memiliki rumus yang banyak mirip rumus sulfonamide yaitu H2N-,
CNH4. COOH-. Dengan adanya sulfonamide bakteri menjadi keliru dan
menggunakannya sebagai bahan untk mensintesa asam folatnya. Jelaslah sintesa
ini menjadi gagal hingga DNA/RNA tidak terbuat lagi dan pertumbuhan bakteri
terhenti. Mausia dan beberapa bakteri (misalnya Streptococcus faecalis,
Enterococci lainnya) (tidak mebuat asam folat sendiri tetapi menerimanya dalam
bentuk sudah jadi dari bahan bahan pangan maka tidak mengalami gangguan
pada metabolismenya.

(GG ; 1108): Sulfonamid adalah struktur yang analog dan merupakan antagonis
kompetitif dari PABA dan mencegah pertumbuhan normal bakteri yang
menggunakan PABA untuk sintesis asam folat. Secara spesifik sulfonamide adalah
inhibitor kompetitif enzim bakteri yang bertanggung jawab pada penggabungan
PABA dengan asam dihidrofteroid yang merupakan precursor dari asam folat.

(Farmakologi & Terapi ; 585) : Kuman memerlukan PABA untuk membentuk


asam folat (Gbr. 40) yang digunakan untuk sintesis purin dan asam nukleat
sulfonamide merupakan penghambat bersaing PABA.

6
Efek antibakteri sulfonamide dihambat oleh adanya darah, nanah dan jaringan
nekrosin karena kebutuhan akan asam folat berkurang dalam basa yang
mengnadung purin dan timidin. Manusia tidak mengalami gangguan metabolisme
asam folat karena sel sel mamalia tidak dipengaruhi oleh sulfonamide karena
menggunakan folat, jadi yang terdapat dalam makanan (tidak mensintesis sendiri
senyawa tersebut).

Jenis jenis mikroba yang dihambat

Kuman yang sensitive secara invitro adalah Streppyogenas, Strep. Pnaumoniae,


beberapa galur Bacillus anthiasia, dan Coryne bacterium diphterae, Haemophyllus
Influenzae, Cyano bacterium diphterae, H. Derey, Brucella, Vibro cholerae,
Nokardia, Actinomyces, clymma tobacterium granulomatis, Chlamidia tracomatis
dan beberapa Protozoa. Beberapa kuman enteric juga dihambat Pseudomonas
serration, Proteus, dan kuman kuman multiresisten tidak peka terhadap obat ini.

Kombinasi Sulfametoksazol dengan Trimetoprim

(Farmakologi & Terapi : 580, 590, 592):

Sulfametoksazol umumnya digunakan dalam bentuk kombinasi tetap dengan


trimetoprim (586)

Trimetoprim dan sulfametoksazol menghambat reaksi enzimatis obligat pada dua


tahap yang berurutan pada mikroba, sehingga kombinasi kedua obat memberikan
efek sinergis.

Pengobatan infeksi ringan saluran kemih bagian bawah, dengan kotrimoksazol


ternyata sangat efektif, bahkan untuk infeksi oleh mikroba yang telah rentan
terhadap sulfonamide sendiri (592)

Pemberian dosis tunggal (320 mg Trimetoprim dengan 1000 mg Sulfametoksazol)


selama 3 hari juga efektif untuk pengobatan infeksi akut saluran kemih yang
ringan. Dosis kecil (200 mg Sulfametoksazol dan 40 mg Trimetoprim per hari, atau
2 4 kali dosis tersebut yang diberikan 1 atau 2 kali perminggu) efektif untuk
mengurangi tumbuhanya infeksi saluran kemih pada wanita (592)

(GG ; 1116) : Pengenalan trimetprim dengan sulfametoksazol memberikan


keuntungan yang penting pada kemajuan klinis dari bahan- bahan yang efektif
7
sebagai antimikroba dan menghadirkan penggunaan yang praktis pada konstribusi
secara teoritik yaitu jika 2 obat ini bekerja pada rangkaian tahap jalur pada obligat
reaksi enzimatis pada bakteri, hasl dari kombinasi ini dapat memberikan efek
sinergis.

(OOP ; 109) :

Sulfametoksazol Trimetoprim

1 dihidrofolic tetrahidrofilic folinic Purin DNA /

acid acid acid RNA

PABA DHFA THFA

Sebagaimana yang telah kita lihat, sulfonamide mengganggu proses diantara


langkah 1 dan 2 dengan jalan saingan substrat (bahan pangkal), sedangkan
trimetoprim mengintervensi antara langkah 2 dan 3 dengan merintangi enzim
dihidrofolat reduksi mereduksi dihidro menjadi asam tetrahidrofolat. Akibatnya
sintesis fiolinic acid dihentikan, yang merupakan bahan pangkal untuk sintesis
purin DNA / RNA, dan pembentukan sel bakteri dihentikan.

Keuntungan penting lainnya dari kombinasi ini adalah timbulnya resistensi


diperlambat, dibandingkan dengan komponen komponen sendiri. Hal ini dapat
dimengerti karena bakteri yang menjadi resisten untuk salah satu komponen, masih
dapat dimusnahkan oleh yang lain.

(GG ; 1118) : Tidak ada fakta bahwa trimetoprim dan sulfametoksazol ketika
diberikan dalam dosis yang direkomendasikan menginduksi kekurangan polar pada
orang normal, namun batas antara toksisitas untuk bakteri dan untuk manusia
relative sempit ketika sel pasien kekurangan folat dalam berbagai kasus,
trimetoprim sulfametoksazol mungkin disebabkan oleh pengendapan
megaloblastosis leucopenia atau trombositopenia. Pada penggunaan rutin,
kombinasi menunjukkan sedikit toksik.

Dosis Kombinasi

(RPS ; 1172) : Suspensi oral : 200 mg sulfametoksazol dan 40 mg trimetoprim / 5


mL

8
Oral : dewasa dan anak anak = >40 Kg melawan bakteri; 800 mg
sulfametoksazol dan 100 mg trimetoprim. Tiap 12 jam selama 10 14 hari ;
dewasa dan anak anak ; BB > 32, untuk melawan Pneumocytis; 25 mg/Kg.
Sulfametoksazol dan 5 mg/kg sulfametoksazol dan 4 mg / kg trimetoprim tiap 12
jam, anak- anak di bawah 32 kg untuk melawan pneumocytis, 25 mg / kg
sulfametoksazol dan 5 mg/kg trimetoprim tiap 6 jam.

(MD; 198): Oral 960 mg (trimetoprim 60 mg dan sulfametoksazol 800 mg) 2 kali

Anak- anak 6 minggu 5 bulan : 120 mg

6 bulan 5 tahun : 240 mg

6 tahun 12 tahun : 480 mg

(Ama drug ; 1574) : Untuk anak- anak : 8 mg/kg trimetoprim dan 40 mg/kg
sulfametoksazol 2 kali sehari setiap 12 jam selama 10 hari.

Aluminium klorida (Elektrolit)

(Farfis ; 483): Aksi elektrolit sebagai bahan pemflokulasi dimana mengurangi


barier elektrik antara partikel yang dibutuhkan dengan penurunan zeta potensial
dan pembentukan jembatan antara partikel partikel tersebut bersama sama
dalam struktur yang longgar.

(farfis ; 550) : Pekerja juga mendemostrasikan hubungan yang sama ketika


aluminium klorida ditambahkan ke dalam suspensi dari sulfamerazin dalam air.
Dalam system, zeta potensial awal dari partikel sulfamerazin adalah negative
secara bertahap mengurangi adsorbsi dari kation aluminium trivalen. Ketika
ditambahkan elektrolit yang cukup, zeta potensial mencapai 0 dan kemudian
meningkatkan kearah positif.

(RPS ; 297): Elektrolit mungkin digunakan sebagai bahan pemfloklasi secara luas.
Elektrolit bertindak dengan mengurangi gaya listrik tolak menolak antara partikel
partikel, kemungkinan partikel membentuk flok bebas yang menjadi karakteristik
dari suspensi flokulasi. Sejak adanya partikel yang bersama- sama dan membentuk
flok tergantung pada muatan permukaannya, pengukuran zeta potensial pada

9
suspensi, sebagai elektrolit tambahan, menyediakan informasi berharga sebagai
flokulasi yang meluas dalam system.

Prinsip ini ditambahkan dengan referensi yang mengikuti contoh dari Haines dan
Martin. Partikel sulfamerazin dalam air bermuatan negative. Dengan penambahan
elektrolit yang cocok seperti aluminium klorida menyebabkan reduksi dalam zeta
potensial dari partikel. Ini adalah mekanisme adsorbsi istimewa dari kation
aluminium trivalen. Akhirnya zeta potensial menjadi 0 dan kemudian menjadi
positif dengan penambahan aluminium klorida dilanjutkan.

(lach ; 482): Dengan mengikuti konsentrasi elektrolit yang digunakan untuk


membentuk agregasi yang memuaskan dengan mengikuti konsentrasi 25 150
mmol/L untuk ion monovalen, 0,5 2 mmol/L untuk ion divalen dan 0,01 0,1
mmol/L untuk ion trivalen.

Tween 80

(lach; 181): Konsentrasi sebagai pembasah bervariasi antara 0,05 0,5%.

Konsentrasi kurang dari 0,05% dapat menyebabkan pembasahan yang tidak


sempurna dan konsentrasi yang lain besar dari 0,5% menyebabkan larutnya
partikel yang berukuran kecil.

Digunakan pembasah karena :

Trimetoprim sangat sukar larut dalam air (MD ; )

Sulfametoksazol 1 g larut dalam 3400 mL air.

(lach ; 495) : Contoh formula :

Bahan Persentase dalam formula

Cortison asetat, USP microfine 2,5

Polysorbat 80 USP (bahan pembasah) 0,4

Na- CMC, USP (pensuspensi) 0,5

NaCl, USP (isotonisasi) 0,9


10
Benzil alcohol, NF (pengawet) 0,9

Air untukinjeksi, q.ss untuk membuat 100,0

Bahan pensuspensi

(Scov ; 309) ; Methyl selulosa adalah produk sintesis yang sesuai dalam bentuk
yang besar karena luasnya kualitas viskositasnya yaitu sejumlah 15 hingga 4000
(400 dan 1500 untuk tingkat sedang) dimana kekentalannya 2% dalam campuran
air pada suhu 20o C dalam centipoises. Bahan ini dapat membentuk massa atau
bubuk serat. Campuran berairnya bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
berasa, inert secara kimia, stabil baik pada range pH yang luas, tidak toksik, tidak
mengiritasi, inert secara fisiologis, resisten terhadap serangan bakteri, dan stabil
pada pemanasan, cahaya dan pengadukan.

(RPS 18th ; 1306): dalam farmasi metil selulosa digunakan sebagai bahan
pendispersi , bahan pengantal, bahan pengemulsi, dan perekat dan penyalut.

(DOM ; 549) : Methyl selulosa larut dalam air dingin, tidak diabsorbsi pada
saluran gastrointestinal, tidak tokis dan digunakan secara luas pada produk
makanan.

(DOM ; 549) : Methyl selulosa bersifat nonionic sehingga stabil pada range pH
yang luas.

Tidak digunakan karena : (DOM ; 546) : Methyl selulosa tidak larut dalam air
panas, penambahan temperature pada cairan suspensi menghasilkan penurunan
viskositas, pada temperature sekitar 50o C methyl selulosa akan terdehidrasi,
Dehidrasi ini akan membentuk gel pada system, yang akan kembali ke keadaan
semula jika suhu turun.

(RPS ; 1307) : Pengganti sintetik gom alami yang memiliki keduanya, aplikasi
farmasetik dan terapeutik. Dalam bidang farmasi digunakan sebagai bahan
pendispersi, pengental, pengemulsi, bahan pensizing (seperti lilin) dan bahan
penyalut. Berfungsi sebagai koloid pelindung untuk beberapa tipe dari pendispersi
dan efek penstabil untuk emulsi minyak dalam air .

(Exp ; 183) : Incomp telah dilaporkan denganaminacrin hidroklorida, klorokresol,


merkuriklorida, fenol, resorsinol, asam tannin, perak nitrat, cetil piridinum klorida,
11
asam Cp-hidroksi benzoate, propil p-hidroksi benzoate dan butyl p-
hidroksibenzoat. Kompleksasi dari metil selulosa juga telah ditemukan dari
senyawa surfaktan kuat seperti tetracaine dan dibutalin sulfat. Jumlah besar dari
elektrolit meningkatkan viskositas dari muciilage metil selulosa menyebabkan
pengandapan (salting out) metil selulosa. Pada konsentrasi tinggi elektrolit, metil
selulosa, dapat dipercepat secara sempurna dalam bentuk gel.

CMC/NaCMC

(Exp : 183 : Produknya tidak toksik dan digunakan sebagai penstabil dalam
makanan terutama untuk produk susu.

(DOM; 547): CMC a gram yang mana larut dan stabil pada range pH dari 5 -10,
tipe asam khusus. Stabil, juga ada (7 hof). CMC incomp dengan beberapa
elektrolit, dan anionic juga kationik seperti senyawa ammonium kuartener.

(Exp ; 45): Digunakan sebagai pensuspensi dan atau bahan peningkat viskositas.

(Exp ; 45) : Incomp dengan larutan asam kuat dan dengan garam dari besi dan
logam lainnya seperti aluminium, mekuri dan zink.

Veegum (Mg Aluminium silikat)

(DOM; ) : Digunakan sebagai bahan pensuspensi / peningkat viskositas

(DOM ; 548) ; cairan veegum terdispersi dalam alkalin (termasuk


sulfametoksazol)

Bentonit

(DOM ; 548) ; Bentonit tidak dapat diabsorbsi dari saluran pencernaan dan tidak
toksik. Bentonit adalah serbuk keabu-abuan dan menjadi gelap ketika terbasahi.

Karbopol

(DOM ; 540) ; Karbopol sensitive terhadap elektrolit. Perbandingan sejumlah kecil


karbopol dapat menyebabkan kekentalan dari cairan dispersi yang dinetralkan
berkurang

Hidroksi etil selulosa

12
(MD 28 th ; 955) ; Larut dalam air dingin dan panas.

(MD 28th ; 955) ; Hidroksi etil selulosa digunakan untuk tujuan yang sama dengan
metil selulosa dan memberikan larutan yang jernih.

(MD 28 th ; 955) ; Pembuatan hidroksi etil selulosa : Larutan dalam air disiapkan
dalam pembasahan hidroksietil selulosa secara perlahan lahan ke dalam pusaran
air yang terbentuk dengan stirer mekanik. Ketika larutan dipanaskan, viskositasnya
menurun, tidak seperti larutan metil selulosa, larutan dari hidroksi etil selulosa
tidak membentuk gel, larutan stok sebaiknya mengandung pengawet antimikroba
yang sesuai.

(DOM ; 547) : Viskositas dari hidroksi etil selulosa ditunjukkan dengan angka
yang mana menggambarkan viskositas kira kira 2% cps dari disperse.

(DOM ; 547) : Seperti hidrokoloid non ionic lainnya, hidroksi etil selulosa
membentuk dispersi kental dalam air yang tidak dipengaruhi dengan pH bervariasi
antara 4 10. Berat molekul besar, dispersinya lebih sensitive untuk mengubah pH
.

(DOM ; 547): Bila pH meningkat sekitar 10, viskositas menurun secara signifikan
(nyata) tetapi bersifat reversible. Dalam larutan lebih asam, viskositas menurun
secara lambat dan tidak nyata, tetapi tidak reversible. Efek dari garam dari sifat
aliran dari hidroksi etil selulosa dapat diabaikan. Tidak seperti metil selulosa,
hidroksi etil selulosa tidak diendapkan dalam air dengan kenaikan suhu.

Sirup USP

(Parrot ; 171) : Rasa manis dari sirup membuat pembawa yang menyenangkan
pada pembeian oral dari obat.

(RPS 18 th ; 1527) : Sirup memiliki sifat yang kuat untuk menutupi rasa pahit dan
asam dari obat.

(Ansel ; 326) : Sirup ini dimaksudkan sebagai pembawa yang memberikan rasa
enak pada zat obat yang ditambahkan kemudian, baik dalam peracikan resep secara
mendadak atau dalam pembuatan formula standar.

13
Metil paraben (pengawet)

(Exp ; 245); Digunakan sebagai pengawet pada konsentrasi 0,05 0,25 % baik
tunggal maupun kombinasi dengan ester asam p hidroksibenzoat atau dengan
kombinasi antimikroba lainnya.

(FI III ; 378) ; Dapat larut dalam 20 bagian air mendidih, 3,5 bagian etanol.

(Parrot; 320) : 5% polisorbat 80, hanya 22% dari total metil paraben yang terdapat
dalam fase air digunakan sebagai pengawet yang efektif.

(Parrot; ) : pengawet yang ideal harus (1) efektif melawan semua mikroorganisme,
(2) efektif dalam konsentrasi rendah, (3) tidak toksik, (4) cocok, (5) tidak berasa
dan tidak berbau.

Essence Vanili (pengaroma)

(DOM ; 654) ; Pemilihan pengaroma kategori obat antibiotic : Cherymaples, nenas,


jeruk, raspberry, pisang, nenas, pisang vanili, butterscotch maple, kelapa mustar,
strawberry, vanili, buah buahan, kayu manis.

(Presc ; 180) ; Konsentrasi pengaroma yang digunakan 0,2 1%

Pembuatan Suspensi

(Ansel ; 362); dalam pembuatan suatu suspensi, ahli farmasi harus mengetahui
dengan baik karakteristik fase terdispersi dan medium dispersinya. Dalam
beberapa hal fase terdispersi mempunyai afinitas terhadap pembawa untuk
digunakan dan dengan mudah dibasahi oelh pembawa tersebut selama
penambahannya. Obat obat lain tidak dipenetrasi dengan mudah oleh pembawa
tersebut dan mempunyai kecenderungan untuk bergabung menjadi 1 atau
mengembang di atas pembawa tersebut. Dalam hal yang terakhir, serbukmula
mula harus dibasahi dahulu dengan medium pendispersi. Alkohol, gliserin dan
cairan higroskopis lainnya digunakan sebagai zat pembasah bila suatu pembawa air

14
akan digunakan sebagai fase disperse. Bahan- bahan tersebut berfungsi
menggantikan udara dicelah celah partikel, mendispersikan partikel tersebut dan
kemudian meyebabkan terjadinya penetrasi medium dispersi ke dalam serbuk.

V. Uraian Bahan

1. Sulfametoksazol (FI III ; 586, RPS 16 th ; 118)

Nama resmi : Sulfamethoxazolum

Sinonim : Benzenesulfonamida, 4-amino-N-15-methyl 3-isoxadyl

BM : 253,28

Rumus bangun: H2N SO2NH

Pemerian : Putih, sampai sedikit putih, serbuk kristal, praktis tidak berbau.

Kelarutan : 1 gram dalam 3400 ml air, 100 ml kloroform, 50 ml alcohol, 1000


ml eter

Kegunaan : Antibakteri

Kestabilan : Stabil dalam air

Dosis : DL dosis awal : 2 gram

Dosis suspensi : 500 mg/5 ml

Kombinasi : 200 mg sulfametoksazol dan 400 mg


trimetoprim dalam 5 ml

pH : 4 -6 dalam 10% suspensi dalam air (MD 28 th ; 1497)

2. Trimetoprim (RPS 16 th ; 1165)

Nama resmi : Trimetorimum

Sinonim : Trimetoprim

BM : 290,32

15
Pemerian : Kristal warna putih sampai krem, atau serbuk kristal tidak berbau,
sedikit berasa.

Kelarutan : sangat sedikit larut dalam air; 1 gram larut dalam kira kira 285
ml alcohol absolute, 53 ml kloroform

Kegunaan : Antibakteri

Pada pengobatan infeksi saluran kemih yang akut (MD 28th ;


1484)

Dosis : Kombinasi : 200 mg sulfametoksazol dan 400 mg trimetoprim


dalam 5 ml

pKa : 7,3 (farmakologi & Terapi)

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat terlindung dari cahaya.

3. Polisorbat 80 (MD 28 th ; 377)

Nama resmi : Polysorbate 80

Sinonim : Polysorbatum 80, polyoxyetilene 20 sorbiton monooleat tween

RM / BM : C6H124O26/1309,7

Pemerian : Cairan berminyak kuning jernih atau kuning kecoklatan dengan


bau yang agak karakteristik dan dengan rasa yang agak pahit.

Kelarutan : Bercampur dengan alcohol, kloroform, eter, etil asetat dan metil
alcohol, larut dalam 125 bagian. Minyak biji kapas, praktis tidak larut dalam
petroleum ringan, paraffin cair dan campuran minyak.

Kegunaan : Surfaktan

Incomp : Perubahan warna dan atau pengendapan terjadi pada beberapa


bahan, terutama dengan fenol, tannin, tar dan atau sejenis tar (Exp ; 227)

Kestabilan : Stabil dalam elektrolit juga pada asam dan basa. Ada saponifikasi
secara bertahap denngan asam dan basa kuat. Ester asam oleat sensitive dengan
adanya oksidasi.

16
Viskositas : Kira kira 400 dp pada 25o C (Exp; 227)

Konsentrasi : 0,1 0,3% (RPS 18th; 1314)

4. Aluminium klorida

Nama resmi : Aluminii chloridum

Sinonim : Aluminium klorida

RM / BM : AlCl3. 8H2O/241,4

Pemerian : Serbuk kristal putih atau putih kekuningan, manis, berasa,


adstringen bereaksi asam pada lakmus (RPS 18 th ; 721)

Kelarutan : 1 dalam 0,9 bagian air dan 1 dalam 4 bagian alkohol

Kegunaan : Sebagai elektrolit pemflokulan

Incomp : Alkali hidroksida karbonat, dorax dan endapan air kapur.

5. Hidroksi Etil selulosa RPS 18 th ; 1306)

Nama resmi : Hydroxyethyl cellulose

Sinonim : Cellulose, 2-hydroxy ethyl ether, Natrosol,cellulose


hydroxyethyl ether.

Pemerian : Putih, tidak berbau, tidak berasa, serbuk bebas, lembut sekitar
137oC

pH : sekitar 7

Kelarutan : Larut dengan cepat dalam air dingin atau air panas untuk
memberikan kejernihan, lembut, larutan kental, sebagian la0rut dalam asam asetat,
tidak larut dalam kebanyakan pelarut organik

Kegunaan : Pensuspensi

Konsentrasi : Viskositas dari hidroksi etil selulosa ditunjukkan dengan angka


yang mana menggambarkan viskositas kira kira 2% cps dari disperse (DOM ;
547).

17
6. Sirup USP (RPS 18 th ; 1302)

Sukrosa 850 gram

Aquadest ad 1000 mL

Nama resmi : Sucrose

Sinonim : Gula beck sugar

BM : 342,30

Pemerian : Kristal tidak berwarna, kristal atau batang, putih, tidak


berbau,dan terasa manis

Kelarutan : 1 gram dalam 0,5 ml air, 170 alkohol atau lebih larut pada 0,2 ml
air mendidih, tidak larut dalam kloroform atau eter (RPS 18 th; 1298)

Kegunaan : Pemanis

Incomp : Serbuk sukrosa dapat terkontaminasi oleh sulfit

Kestabilan : Stabil pada suhu kamar dan kelembaban relative sedang,


Mengabsorbsi di atas 1% kelembaban, yang diberikan oleh panas sampai 90oC.
Menjadi karatol pada suhu di atas 160oC, larutan encer dapat diserang mikroba.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

7. Essence vanili (RPS 18th ; 1299)

Nama resmi : Vanilla

Sinonim : Vanilla

RM / BM : C8H6O3/152,1

Pemerian : Kristal putih atau agak kuning, serbuk dengan baud an rasa
vanilla, bias diekstraksi dari vanilla atau dibuat sintesis.

TL : 81,82o C

Kelarutan : Larut dalam 100 bagian air pada 20o C, 1 dalam 20 bagian air
pada 80o C, 1 dalam 20 bagian gliserol, juga mudah larut dalam alcohol dan dalam

18
kloroform, larut sampai sangat mudah larut dalam eter, dalam minyak lemak dan
minyak menguap dan dalam larutan alkali hidroksida.

Kegunaan : Pengaroma dan pewangi

Konsentrasi : 0,2 1%

8. Metil paraben (Exp ; 184)

Nama resmi : Methyl hydroxybenzoate

Sinonim : Nipagin

RM / BM : C8H8O3/152,15

Pemerian : Putih, hamper tidak berbau, serbuk dengan rasa agak terbakar.

Kelarutan : Larut dalam 400 bagian air, 1 dalam 3 bagian alcohol dan dalam
10 bagian eter, larut bebas dalam metil alcohol.

Kegunaan : Sebagai pengawet

Incomp : Metil paraben seharusnya disimpan pada wadah tertutup baik,


larutan cair pada 3-6 dapat disterilkan pada 120oC selama 20 menit tanpa terurai.
Larutan encer pada pH 3 6 stabil (kurang dari 10% terurai) sampai kira kira 4
% pada suhu kamar, larutan air pada pH 8 atau lebih tinggi sebagai bahan
penghidrolisis yang cepat (10%) atau lebih setelah 60 hari pada suhu kamar.

Konsentrasi : 0,05 0,25% (Exp; 185)

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

9. Air suling (FI III ; 96, Exp ; 336)

Nama resmi : Aqua destillata

Sinonim : Air suling

RM / BM : H2O/18,02

Pemerian : Cairan jernih, tidak berbau, tidak berasa.

Kegunaan : Pembawa dan pelarut bahan

19
Incomp : Bereaksi dengan bahan obat yang mudah terhidrolisa, bereaksi
kuat dengan logam alkali dan oksidasinya dengan garam anhidrat.

Kestabilan : Secara kimia stabil dalam semua bentuk fisika.

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.

VI. Perhitungan

a. Perhitungan Dosis

Dewasa ; Oral 960 mg (Trimetoprim 160 mg dan sulfametoksazol 800 mg) 2 kali.

960 mg /240 mg x 5 ml = 20 ml

Aturan pakai

Dewasa 2 kali sehari 4 sendok teh

Anak anak :

6 minggu 5 bulan : 120 mg = 120 mg/240 mg x 5 ml = 2,5 ml

6 bulan 5 tahun : 240 mg = 240 mg/240 mg x 5 ml = 5 ml

6 tahun 12 tahun : 480 mg = 480 mg/240mg x 5 ml = 10 ml

Aturan pakai :

6 minggu 5 bulan = sendok teh

6 bulan 5 tahun = 1 sendok teh

6 tahun 12 tahun = 2 sendok teh

b. Perhitungan Bahan

Dibuat 120 ml dilebihkan 10% = 132 ml

Sulfametoksazol 200 mg / 5 ml x 132 ml = 5280 mg

Trimetoprim 40 mg / 5ml x 132 ml = 1056 mg

20
Aluminium klorida 0,1% / 5ml x 132 ml = 26,4 mg

Tween 80 0,4% / 5ml x 132 ml = 105,6 mg

Hidroksi etil selulosa 2 % / 5ml x 132 ml = 528 mg

Sirup USP 40 % / 5ml x 132 ml = 10,5 mg

Metil paraben 0,25%/5ml x 132 ml = 66 mg

Essence vanili 0,2%/5ml x 132 ml = 52,8 mg

Air suling ad 120 ml

c. Perhitungan pengenceran

Aluminium klorida

52,8 mg 2 ml

1 ml ( 26,4 mg)

VII. Cara Kerja

1. Alat dan bahan disiapkan

2. Dikalibrasi 132 ml, botol 120 ml

3. Ditimbang sulfametoksazol 5,28 g dan trimetoprim 1056 mg sesuai


perhitungan bahan, digerus dalam lumpang hingga homogen.

4. Ditimbang polisorbat 80 105,6 mg, dicampur dengan bahan No. 3, aduk


hingga homogen dalam lumpang.

5. Dibuat pengenceran aluminium klorida dengan cara ditimbang sebanyak 52,8


mg dan dilarutkan dalam 2 ml air.

6. Dibuat dispersi hidroksi etil selulosa dengan cara : sebanyak 528 mg,
dimasukkan secara perlahan lahan ke dalam pusaran air dengan menggunakan
stirer magnetic, hingga homogen.

7. Ditimbang metil paraben sebanyak 66 mg dan dimasukkan ke nomor (6).

21
8. Diambil 1 ml dari hasil pengenceran aluminium klorida dimasukkan ke
dalam campuran nomor (4) kemudian dimixer.

9. Larutan nomor (6) dicampur dengan suspensi nomor (8) dan dimixer

10. Ke dalam suspensi nomor (9) ditambah sirup USP 10,50 ml dan kemudian
dimixer.

11. Ditambahkan essence vanili sebanyak 52,8 mg.

12. Dicukupkan volume hingga 132 ml

13. Dipindahkan ke dalam botol.

14. Dimasukkan ke dalam wadah dan diberi etiket dan brosur.

22