Anda di halaman 1dari 15

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU SIAGA MEDIKA BANYUMAS

TENTANG
PEDOMAN PELAYANAN AMBULANCE
NOMOR:515/226/SK-DIR/RSU-SM/BMS/XI/2016

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM SIAGA MEDIKA BANYUMAS


Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan
pemenuhan kebutuhan bagi pasien di RSU Siaga Medika
Banyumas, maka diperlukan pengelolaan pelayanan
ambulance.
b. bahwa agar pengelolaan pelayanan ambulance dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya panduan pelayanan
ambulance sebagai landasan bagi penyelenggaraan
pelayanan ambulance.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan b diatas, perlu ditetapkan
dengan Keputusan Direktur Siaga Medika Banyumas.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun
2009 tentang Rumah Sakit
2. Keputusan Kepala Dinkes Kab.Banyumas
No.445/64/X/2012 tentang ijin Tetap Pewnyelenggaran
Sarana Kesehatan RSU Siaga Medika Banyumas;
3. Keputusan Ketua Yayasan Siaga Sejahtera No.
0009/SK/YSS/AB/XII/2012 tentang Pengangkatan
Direktur Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas;

1
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RSU SIAGA MEDIKA BANYUMAS
TENTANG PANDUAN PELAYANAN AMBULANCE
KEDUA : Memberlakukan panduan pelayanan ambulance sebagaimana
terlampir sejak ditetapkan
KETIGA : Apabila dikemudian hari terdapat kekurangan dan/atau
kekeliruan dalam Keputusan Direktur ini maka akan diadakan
perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Banyumas
Pada tanggal 01 November 2016
DIREKTUR RSU SIAGA MEDIKA BANYUMAS

dr. Panji Anggara


NIK.: 0608.1.0011

2
DAFTAR ISI

SURAT KEPUTUSAN .................................................................................................................1

DAFTAR ISI...................................................................................................................................3

BAB I DEFINISI PELAYANAN AMBULANCE................................................................4

A.Latar Belakang

B.Tujuan

BAB II RUANG LINGKUP PELAYANAN AMBULANCE.................................................5

BABIII TATA LAKSANA PELAYANAN AMBULANCE....................................................8

A. Tatalaksana Pelayanana ambulans


B. Daftar Peralatan Ambulans

BAB IV DOKUMENTASI PELAYANAN AMBULANCE.................................................14

3
BAB I

DEFINISI

A. Latar Belakang

Rumah sakit adalah Institusi tempat memberikan pelayanan kesehatan kepada


masyarakat dengan tujuan penyembuhan penyakit serta terhindar dari kematian atau
kecacatan. Dalam melaksanakan fungsinya rumah sakit harus pula mengendalikan atau
meminimalkan risiko baik klinis maupun non klinis yang mungkin terjadi selama proses
pelayanan kesehatan berlangsung, sehingga terlaksana pelayanan yang aman bagi
pasien.

Oleh karena itu keselamatan pasien di rumah sakit merupakan prioritas utama
dalam semua bentuk kegiatan di rumah sakit. Untuk mencapai kondisi pelayanan yang
efektif, efisien dan aman bagi pasien itu diperlukan komitmen dan tanggung jawab yang
tinggi dari seluruh personil pemberi pelayanan di rumah sakit sesuai dengan
kompetensi dan wewenangnya.

Panduan pelayanan ambulan adalah pelayanan transportasi medis dengan


menggunakan mobil ambulan, dapat digunakan sebagai alat transportasi medis untuk
pasien dan ambulan jenazah. Ambulans gawat darurat juga harus memenuhi aspek
hygiene dan ergonomic.Selain itu ambulans gawat darurat juga harus dilengkapi dengan
peralatan yang lengkap dan dioperasikan oleh petugas yang professional di bidang
pelayanan gawat darurat.

Dalam rangka mengembangkan pelayanan dirumah sakit tersebut Pro Emergency


menyelenggarakan pelayanan Ambulan Gawat Darurat yang dilengkapi peralatan gawat
darurat (Emergency kit) yang lengkap dan dioperasikan oleh petugas yang terlatih.

B. Tujuan
1. Ambulan sebagai alat transportasi medis
2. Ambulance gawat darurat (Basic dan Advanced)
3. Ambulan jenazah

4
BAB II

RUANG LINGKUP

A. Bentuk Pelayanan
Bentuk pelayanan ambulan yang dapat digunakan berdasarkan ruang
lingkupnya adalah :
1. Ambulan transportasi medis, yaitu :
a. Mengantar pasien ke rumah sakit lain yg mempunyai fasilitas pemeriksaan
penunjang yang lebih canggih untuk pemeriksaan penunjang seperti MRI dsb.
atau tindakan medis yang lebih intensif seperti pasang alat pacu jantung dsb,
dalam hal ini pasien wajib didampingi perawat yang sudah terlatih, dan
apabila diperlukan pada kasus-kasus tertentu bisa didampingi dokter jaga.
Pasien bisa balik lagi ke Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas jika
pemeriksaan atau tindakan sudah selesai sepenuhnya.
b. Merujuk pasien ke rumah sakit lain karena fasilitas rawat inap Rumah Sakit
Umum Siaga medika Banyumas penuh, fasilitas penunjang rumah sakit tidak
lengkap atau sumber daya manusianya seperti dokter spesialisnya tidak ada/
tidak lengkap. dalam hal ini pasien wajib didampingi perawat yang sudah
terlatih, dan apabila diperlukan pada kasus-kasus tertentu bisa didampingi
dokter jaga
c. Pelayanan evakuasi pada saat terjadi bencana alam
d. Penyelenggarakan pelayanan stand by di perusahaan ataupun acara acara
/ event organizer, seperti :

stand bypada acara bakti sosial pengobatan massal


stand by klinik perusahaan
stand by acara konser musik
stand by acara olahraga
stand by acara family gathering
dan lain lain
Pada poin c dan d dalam hal ini kebutuhan dokter,perawat dan jumlah obat-
obatan disesuaikan dengan besarnya acara, resiko dan situasi di lapangan dsb

5
2. Ambulan jenazah
Yaitu mengantar jenazah (pasien yang meninggal di RSU Siaga Medika Banyumas
ke rumah duka, baik didalam maupun diluar kota. Dalam hal ini petugas yang
mengantar, satu orang supir ambulan dan satu orang pengawal jenazah.
3. Ambulance gawat darurat
Pengangkutan penderita gawat darurat yang sudah di stabilkan ke tempat
pelayanan devinitive. Pasien memerlukan pengawasan medic khusus dan
memungkinkan tindakan resusitasi dalam perjalanan rujukan

B. Pelaksana Pelayanan Ambulan


Pelaksana pelayanan Ambulan berdasarkan ruang lingkupnya dapat dilakukan
oleh :
1. Ambulan transportasi medis dan Ambulan Gawat Darurat
a. Mengantar pasien, pelaksana yg terlibat yaitu pengemudi berkemampuan dan
bersertifikat BHD serta dapat berkomunikasi dengan baik, perawat
berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau BCLS/BTLS, jika diperlukan
dokter berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau ATLS/ACLS
b. Merujuk pasien, pelaksana yg terlibat yaitu pelaksana yg terlibat yaitu
pengemudi berkemampuan dan bersertifikat BHD serta dapat berkomunikasi
dengan baik, perawat berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau BCLS/BTLS,
jika diperlukan dokter berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau ATLS/ACLS
c. Pelayanan evakuasi pada saat bencana pelaksana yg terlibat yaitu tim yang
dibentuk oleh RSU Siaga Medika Banyumas terdiri dari satu atau lebih
pengemudi berkemampuan dan bersertifikat BHD ,satu dokter atau lebih yang
memiliki kemampuan dan bersertifikat PPGD atau ACLS/ATLS, satu perawat
atau lebih yang memiliki kemampuan dan bersertifikat PPGD atau
BCLS/BTLS, jumlah personil, perbekalan obat dan logistik yang dibawa
tergantung besarnya bencana, jauhnya lokasi, dan resiko dilapangan
d. Penyelenggarakan pelayanan stand by di perusahaan ataupun acara acara
/ event organizer pelaksana yg terlibat yaitu pengemudi berkemampuan dan
bersertifikat BHD serta dapat berkomunikasi dengan baik, perawat
berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau BCLS/BTLS ,jika diperlukan
dokter berkemampuan dan bersetifikat PPGD atau ATLS/ACLS

6
2. Ambulan jenazah
Yaitu mengantar jenazah (pasien yang meninggal di RSU Siaga Medika ke rumah
duka, baik didalam maupun diluar kota. Dalam hal ini petugas yang mengantar , satu
orang supir ambulan dan satu orang pengawal jenazah

7
BAB III

TATA LAKSANA

A. Tatalaksana Pelayanan Ambulan

Adapun penatalaksanaannya berdasarkan ruang lingkupnya adalah :

1. Ambulan transportasi medis & Ambulan Gawat Darurat


Ruangan/bangsal melapor ke unit ambulan untuk difasilitasi mengantar pasien
ke luar rumah sakit, sebelumnya pemohon harus mengisi form permintaan
ambulan yang berisi :
- Nama pemohon
- Unit/ruangan
- Tujuan
- Tanggal pemakaian
- Nama pasien/penderita Khusus pelayanan standby
- Status pasien/penderita dan evakuasi saat
terjadi bencana , tidak usah diisi
- Unit kerja/pekerjaan
- Alamat
- Tanda tangan pemohon

Pengantar pasien juga harus membawa surat rujukan/pengantar pasien ke


rumah sakit yang dituju.
2. Ambulan jenazah
Ruangan/bangsal melapor ke unit ambulan untuk difasilitasi mengantar
jenazah ke rumah duka, sebelumnya pemohon harus mengisi form pemakaian
ambulan yang berisi :
- Nama pemohon
- Unit/ruangan
- Tujuan
- Tanggal pemakaian
- Nama jenazah
- Status jenazah
8
- Unit kerja/pekerjaan
- Alamat
- Tanda tangan pemohon

Pengantar jenazah juga harus membawa surat kematian dari rumah sakit, jika
kematian dianggap tidak wajar dan surat kematian tidak dikeluarkan rumah sakit,
maka jenazah tidak bisa dibawa oleh ambulan RSU Siaga Medika Banyumas.

Selain itu harus ada perawatan berkala ambulan meliputi servis,sparepart


kendaraan ambulan itu sendiri , alat-alat medis dan obat-obatan yang ada didalam
ambulan.
B.Daftar Peralatan Ambulans ( Emergency Kit )

Matrik persyaratan teknis ambulance transportasi dan gawat darurat berdasarkan


standarisasi depkes :

GAWAT JENASAH
NO JENIS AMBULANCE TRANSPORTASI
DARURAT
I Hard Ware
A Jenis kendaraan Roda 4 Roda 4 Roda 4

Warna cat
B KUNING/BIRU KUNING/BIRU PUTIH/HIJAU
kendaraan

Perlengkapan
C
kendaraan
1 Pendingin ruangan
2 Sirine (1-2 nada)
Lampu rotator warna
3
biru
Sabuk pengaman
4
pengemudi

Sabuk pengaman -
5
petugas

9
D Isi dan luas
ruangan kendaraan
Penempatan alat -
1
medis
2 Almari obat -
3 Lampu penerangan -
Sumber listrik 12volt -
4
DC (stop kontak)
1 stretcher Brankart
Luas ruang 1 stretcher
5 1 petugas
kendaraan 1 petugas duduk
duduk
Cukup terang Cukup terang
Dapat
6 Lampu ruangan Cukup terang
bergerakdan
dilipat
Tempat
7 Tambahan Tempat sampah
sampah
Perlengkapan
E
petugas (APD)
F Kualifikasi petugas
ATCLS dan lain- ATCLS dan -
1 Dokter
lain lain-lain
BTCLS dan lain- BTCLS dan -
Paramedis
lain lain-lain
Non medis BHD BHD -
Perlengkapan
G
medis
Pemeriksaan
Umum
Tensimeter, -
stethoscope,
1
thermometer dan
senter

10
Airway - -
1 Tongue Spatel metal - -
Magil forceps - -
Portable suction, -
-
suction electric
Chateter suction - -
OPA (Gudel) - -
NPA - -
LMA - -
ETT - -
Laringoscope -
-
Dewasa
Mandrein/ Stylet - -
Ky Jelly - -
NGT - -
Breathing -
Tabung O2, regulator -
1
& humidifier (statis)
Tabung O2 portable -
2 dan Regulator -
portable
Ambu Bag Dewasa & -
3 -
Anak
Sungkup Ambu bag -
4 -
Dewasa & Anak
5 Conector Ambu bag - -
Selang O2 nasal -
6 canul dewasa dan
anak
Selang O2 non -
7 Rebreathing mask
dewasa dan anak
8 Ventilator portable - -
11
Circulation -
IV Cateter - -
Tranfusion set - -
Infusion set makro & -

Mikro
Cairan kristaloid, -

koloid dan dextrose
Foley Chateter & -

Urine bag
Spuit, Wing Needle, -

threeway stopcock
Tourniquet -
Monitor pasien -
AED chest electrode -
Trauma Set
1 Collar neck _ -
2 Wound toilet -
3 Gunting Verband -
Kasa steril, verban -
4
balut
5 Plaster, hipapix -
6 Elastis bandage -
NaCL 0,9% -
Spalk kaki & tangan -

dewasa & Anak
Transport /
Evakuasi
1 Stretcher -
2 Long spine board - - -
3 Scope stretcher -
4 Incubator transport -

12
Obat-obatan
Obat Bantuan Hidup -

Dasar
Obat-obat stabilisasi -
Obat-obat definitive -
Cairan cristaloid -
H Alat Komonikasi
1 Radio medic
2 Mobile Phone
II Soft Ware
A Kendaraan
Buku Operasional
1
Kendaraan
Buku Pemeliharaan
2
Kendaraan
B Peralatan medis
1 Buku Operasional -
Buku Pemeliharaan -
2
alat medis
C SPO
1 Penanganan Pasien -
Operasional -
2
Ambulance
Komonikasi dan -
3
Informasi
Pemeriksaan -
4 Kesiapan Alat Medic
Ambulance
Membersihkan dan -
5 dekontaminasi
ambulance
Penilaian kebutuhan -
6
transportasi pasien
13
BAB IV

Dokumentasi

Ambulans sebagai alat transportasi medis juga berfungsi pula sebagai kereta
jenazah.Yang mana dalam pelaksanaannya harus dilengkapi dengan peralatan gawat
darurat (emergency kit) yang lengkap dan dioperasikan oleh petugas yang terlatih.
Dokumentasi yang dapat dilakukan berdasarkan ruang lingkupnya adalah :
1. Saat akan mengantar/merujuk pasien
Dapat berupa form pengantar atau rujukan pasien
2. Saat akan mengantar jenazah
Dapat berupa form pengantar jenazah
3. Saat pengecekan atau pemeliharaan kendaraan
Dapat berupa Buku pemeliharaan ambulan
4. Saat pengecekan alat-alat medis didalam ambulan
Dapat berupa Buku pengecekan alat-alat medis didalam ambulan
5. Saat pengecekan obat-obatan emergency didalam ambulan
Dapat berupa form pengecekan obat-obatan emergency didalam ambulan.
6. Form monitoring pasien dalam ambulance

14
15