Anda di halaman 1dari 1

ALUR PROSES MENDAPATKAN OBAT SAAT INSTALASI

FARMASI TERKUNCI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RS. BHAYANGKARA TK. III .. 00 1/1


ANTON SOEDJARWO
PONTIANAK
Ditetapkan Oleh :
KARUMKIT BHAYANGKARA
Tanggal Terbit TK. III ANTON SOEDJARWO
STANDAR PROSEDUR PONTIANAK
OPERASIONAL

...................
drg. SUGIYATO
AKBP NRP 66050671

Alur proses untuk mendapatkan obat saat Instalasi Farmasi


Pengertian
terkunci

Prosedur ini dibuat untuk menghindari adanya kemungkinan


pelayanan kefarmasian terhenti akibat terkuncinya instalasi
Tujuan
farmasi, sehingga menghindari kejadian pasien gagal menerima
terapi.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.72 tahun


Kebijakan
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit

Prosedur

1. Petugas ruangan yang bertugas saat itu memberitahukan


kepada petugas IGD bahwa IFRS akan dikunci sementara
waktu dengan alasan yang dapat diterima
2. Petugas ruangan menitipkan kunci IFRS Kepada petugas
IGD yang sedang berjaga
3. Waktu terlama untuk menitipkan kunci kepada petugas
IGD adalah 15 menit
4. Apabila pada waktu IFRS dikunci dan terdapat kekosongan
stok obat dan alat kesehatan di IGD, dan terdapat pasien
dengan kondisi emergency, maka petugas IGD dapat
membuka dan mengambil obat dan alat kesehatan yang
diambil
5. Petugas IGD wajib mengisi form amprahan yang sudah
disediakan di IFRS
6. Petugas IFRS mengarsipkan form amprahan

1. Instalasi Farmasi Rumah Sakit


Unit Terkait
2. Petugas IGD