Anda di halaman 1dari 52

REVISI RENCANA STRATEGIS

DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI


KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu aspek dalam menciptakan good governance adalah akuntabilitas.
Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 1999 tentang
AKIP, setiap Instansi Pemerintah diharuskan melaksanakan Akuntabilitas Kinerja sebagai wujud
pertanggungjawabannpencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Langkah awal akuntabilita
kinerja adalah penyusunan perencanaan pembangunan daerah meliputi RPJPD, RPJMD, Perencanaan
Strategis (Renstra) SKPD, RKPD dan Rencana Kerja SKPD.

Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Tasikmalaya Tahun 2005-2025, yaitu :
Dengan Iman dan Takwa Kota Tasikmalaya Sebagai Pusat Perdagangan dan Industri Termaju di
Jawa Barat,dilaksanakandalam 5 tahapansecara berkesinambungan. Pelaksanaan tahap pembangunan
tersebut diformulasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama 5
tahun. Sesuai visi kepala daerah terpilih, maka RPJMD Kota Tasikmalaya tahun 2013-2017 dirumuskan
kedalam suatu Visi yang ingin diwujudkan yaitu Berlandaskan Iman dan Taqwa, Mewujudkan
Kemandirian Ekonomiyang Berdaya Saing Menuju Masyarakat Madani melalui pelaksanaan 3
(tiga) Misi, yaitu :

1) Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Amanah dan Menciptakan Peningkatan


Ketaatan dan Kesalehan Sosial Masyarakat; Meningkatkan Infrastruktur dan Suprastruktur
Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang Berwawasan Lingkungan;

2) Meningkatkan dan Menyediakan Infrastruktur dan Mutu Layanan Pendidikan, Kesehatan,


Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Budaya Lokal.

3) Meningkatkan Infrastruktur dan Suprastruktur Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan


Masyarakat yang Berwawasan Lingkungan;Meningkatkan dan Menyediakan Infrastruktur dan
Mutu Layanan Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Budaya Lokal.

Dinas Bina Marga, Pengairan,Pertambangan dan Energi merupakan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, memiliki tanggungjawab untuk merealisasikan
upaya pencapaian Visi Kota Tasikmalaya tersebut. Melalui optimalisasi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)
yaitu melaksanakan sebagian kewenangan pemerintahan daerah di bidang pengembangan prasarana jalan
dan jembatan, pengairan, pertambangan dan energi. Pelaksanaan kewenangan tersebut mengarah kepada
pencapaian kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berkenaan dengan upaya untuk meningkatkan dan
menyediakan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang baik, obyektif, sistematis dan
terukur, agar mampu bersinergi dengan proses pembangunan Kota Tasikmalaya.

Berkenaan dengan itu, perlu disusun Renstra Dinas Bina Marga, Pengairan,Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya untuk tahun 2013-2017 yang memuat visi, misi, tujuan dan sasaran, serta

Dinas Bina Marga, PPE 49


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

strategi pencapaian yang dilengkapi indikator kinerja yang akan dicapai selama kurun waktu satu sampai
dengan lima tahun ke depan. Penyusunan Renstra Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya tahun 2013-2017 harus memperhitungkan kekuatan (strength), kelemahan (weakness),
peluang (opportunity) dan ancaman (threath) yang mungkin ada. Dengan demikian, renstra dinas
berfungsi sebagai acuan dan tolak ukur yang jelas serta menjadi landasan operasional Dinas untuk
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Agar Rencana Strategis dapat bermanfaat bagi pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan, maka
dalam implentasinya perlu adanya komitmen, kemampuan dan etos kerja tinggi, yang ditujukan melalui
kejujuran dan keterbukaan tidak hanya oleh segenap pegawai Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan
dan Energi Kota Tasikmalaya, tetapi juga stakeholder. Rencana Strategis ini merupakan proses yang
berkelanjutan, oleh karena itu agar mampu rensponsif terhadap perkembangan situasi yang sangat
dinamis, maka secara priodik perlu diupayakan untuk dilakukan peninjauan maupun revisi, baik secara
parsial maupun menyeluruh.

1.2. Landasan Hukum


Landasan hukum dokumen Perencanaan Strategis Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan
dan Energi Kota Tasikmalaya tahun 2013-2017,antara lain :

1. Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih
dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4117);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008
tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

Dinas Bina Marga, PPE 50


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4846);
9. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5234);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000, tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 202 Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4022);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 209 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4027);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4090);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 100, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4124);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran
Kementrian Negara/ Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4578);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

Dinas Bina Marga, PPE 51


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

19. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
22. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang
serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5107);

23. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional 2010-2014;
24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2011 Nomor 310);
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga
Kemasyarakatan;

26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun
2009 Nomor 2 Seri E, Tambahan Lembar Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 60), sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2010 tentang
Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 (Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Nomor 25 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa
Barat Nomor 88);

Dinas Bina Marga, PPE 52


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembar Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 23 Seri D,
Tambahan Lembaran Daerah Nomer 58);
29. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2006 Nomor 70);
30. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang
menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Tasikmalaya (Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun
2008 Nomor 83);
31. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi
Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2008 Nomor 92) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah
Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah
(Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2010 Nomor 119);
32. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang (RPJP) Kota Tasikmalaya Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun
2008 Nomor 89);
33. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2008 tentang Tatacara Perencanaan
Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2008 Nomor 96);
34. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kota Tasikmalaya Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2012 Nomor
133).Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor --- Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan
Jangak Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya Tahun 2013-2017 (Lembaran Daerah Kota
Tasikmalaya Tahun 2013 Nomor ----).

1.3. Maksud dan Tujuan


Renstra Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya Tahun 2013-
2017 ditetapkan oleh kepala OPD dengan maksud :

1. Menjabarkan Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota terpilih melalui program dan kegiatan
yang terarah, sistematis dan terukur, agar mampu bersinergi dengan proses pembangunan Kota
Tasikmalaya selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan;

2. Memberikan landasan atau pedoman bagi aparat maupun stakeholder Dinas Bina Marga
Pengairan Pertambangan dan Energi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, maupun
pengawasan pembangunan infrastuktur serta pengelolaan energi dan sumber daya mineral;

3. Memberikan acuan untuk menilai pencapaian kinerja masing-masing unit kerja bidang, yang
kemudian akan diakumulasikan menjadi pencapaian kinerja Dinas Bina Marga Pengairan
Pertambangan dan Energi secara keseluruhan;

Dinas Bina Marga, PPE 53


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

4. Tersedianya acuan bagi Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi dalam
mempertangungjawabkan akuntabilitas kinerjanya.

Berdasarkan pertimbangan di atas, Renstra Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya Tahun 2013-2017 bertujuan :

1. Menentukan arah dan kesinambungan program dan kegiatan dinas dalam rangka mendukung
visi dan misi pembangunan Kota Tasikmalaya untuk 5 (lima) tahun kedepan;

2. Mewujudkan terciptanya efektivitas, efesiensi, sinkronisasi dan sinergi antar OPD dan antar
sektor urusan yang menjadi kewenangan pemerintah Kota Tasikmalaya;

3. Menyediakan dokumen perencanaan pembangunan sektoral untuk 5 (lima) tahun yang bersifat
indikatif dan pilihan program dan kegiatan berdasarkan skala prioritas.

4. Untuk memberikan acuan bagi penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas agar
penyelenggaraan program dan kegiatan berjalan efektif, efisien, dan selaras dengan arah
pembangunan Kota Tasikmalaya;

5. Menyediakan tolok ukur untuk melakukan penilaian kinerja tahunan setiap program dan
kegiatan Dinas;

1.4. Hubungan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya


Dokumen Rencana Strategis Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya Merupakan Penjabaran dari RPJMD Kota Tasikmalaya . Setiap tahunnya akan
di jabarkan kembali melalui Rencana Kerja ( Renja ) dan di Evaluasi dengan Laporan Capaian
Kinerja dan Ikhitisar Realisasi Kinerja SKPD (LAKIP).
Dokumen Rencana Strategis saling terkait dengan Rencana Kerja dan Laporan Capaian
Kinerja dan Ikhitisar Realisasi Kinerja SKPD memuat Program Kegiatan yang akan dilaksanakan
sesuai Tupoksi untuk mewujudkan Visi Misi Pembangunan Kota Tasikmalaya.

1.5. Sistimatika Penulisan


Sistematika penyusunan Rencana Strategis Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya Tahun 2013- 2017 adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi uraian mengenai latar belakang perlunya disusun renstra Dinas, landasan hukum
yang mendasari penyusunan renstra, serta maksud dan tujuan penyusunan renstra yang
disajikan dalam sistematika penulisan sebuah dokumen resmi.

Dinas Bina Marga, PPE 54


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA PENGAIRAN


PERTAMBANGAN DAN ENERGI
Memuat tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi yang menggambarkan
tanggungjawab dan kewenangnan dinas, sumber daya manusia dan peralatan pendukung
kerja, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas
Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI


Memuat Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan, Telaahan :
Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, Renstra
Kementerian /Lembaga (K/L) dan Renstra Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah dan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis, dan terakhir Penentuan Isu-isu Strategis.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN


Memuat Visi dan Misi yang menjadi ekspektasi kinerja Dinas, Tujuan dan Sasaran jangka
menengah yang hendak dicapai, serta mengenai Strategi dan Kebijakan untuk
pencapaiannya.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK


SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Memuat program dan kegiatan indikatif yang akan dilaksanakan sebagai operasionalisasi
dari strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Program dan kegiatan dimaksud baik
yang berada dalam cakupan kewenangan Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan dan
Energi yang bersifat lintas SKPD, maupun kewilayahan.

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS BINA MARGA PENGAIRAN PERTAMBANGAN


DAN ENERGI YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Memuat indikator kinerja program dan kegiatan yang kemudian akan diakumulasikan
menjadi pencapaian kinerja Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi
secara keseluruhan sesuai tujuan dan sasaran RPJMD;

BAB VI PENUTUP
Memuat intisari dari seluruh uraian pada bab-bab sebelumnya, disertai dengan harapan
(ekspektasi) dalam mengimplementasikan Rencana Strategis Dinas Bina
Marga,Pengairan,Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya Tahun 2013 - 2017.

Dinas Bina Marga, PPE 55


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN PERTAMBANGAN DAN
ENERGIKOTA TASIKMALAYA

2.1. Tugas, Fungsi dan struktur Organisasi


Tugas Pokok Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya sesuai
dengan Peraturan Walikota Nomor 87 tahun 2013 adalah :

melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang pekerjaan umum, dan seluruh
urusan bidang energi dan sumber daya mineral.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Dinas Bina Marga dan Pengairan
melaksanakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Bina Marga, Sumber Daya Air, Pertambangan dan
Energi;
b. penyelenggaraan pembangunan/pengusahaan jalan dan jembatan serta pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan jalan dan jembatan ;
c. penyelenggaraan pembangunan/pengelolaan sumber daya air serta pembinaan,
pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber daya air;
d. penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan energi dan
sumber daya mineral; e. pelaksanaan kegiatan pengelolaan ketatausahaan;
e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan dan kegiatan di bidang Bina Marga,
Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi; dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang ditetapkan oleh Walikota sesuai dengan tugasnya.
Adapun rincian tugas dari masing-masing unit organisasi Dinas Bina
Marga,Pengairan,Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas
a. Kepala Dinas mempunyai tugas pokok merumuskan sasaran, mengarahkan, menyelenggarakan,
membina, mengoordinasikan, mengendalikan, mengevaluasi, dan melaporkan program kerja
dinas.
b. Rincian Tugas Kepala Dinas :
a) menyelenggarakan penyusunan rencana program kerja dinas;

Dinas Bina Marga, PPE 56


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

b) merumuskan dan menetapkan visi dan misi serta rencana strategik dan program kerja dinas untuk
mendukung visi dan misi daerah;
c) menyelenggarakan perumusan dan penetapan kebijakan teknis operasional di bidang bina marga,
pengairan, pertambangan dan energi;
d) menyelenggarakan pengembangan/pengelolaan kebinamargaan, sumber daya air, pertambangan
dan energi;
e) menyelenggarakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan
pengembangan/pengelolaan kebinamargaan, sumber daya air, pertambangan dan energi;
f) menyelenggarakan pengoordinasian pelaksanaan kegiatan dinas;
g) menyelenggarakan pembinaan dan mengarahkan semua kegiatan satuan organisasi dinas;
h) melaksanakan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah atau Unit Kerja lain yang terkait
untuk kelancaran pelaksanaan tugas dinas;
i) memberikan saran dan pertimbangan kepada Walikota dalam penyelenggaraan tugas
pembangunan dan tugas umum pemerintahan di bidang bina marga, pengairan, pertambangan dan
energi;
j) melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada Walikota
melalui Sekretaris Daerah; dan
k) melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidangnya.

2. Sekretariat
a. Sekretariat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan administrasi, koordinasi dan
pengendalian dalam kegiatan ketatausahaan yang meliputi pengelolaan kepegawaian, keuangan,
umum, serta perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
b. Rincian Tugas Sekretariat :
a) menyelenggarakan penyusunan rencana program kerja Sekretariat;
b) mengoordinasikan penyusunan rencana program kerja Dinas;
c) mengelola administrasi kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, dan kerumahtanggaan dinas
d) menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan ketatalaksanaan di lingkungan dinas
e) menyiapkan rancangan peraturan dan ketentuan lainnya di bidang bina marga, sumber daya
air, energi dan sumber daya mineral;
f) menyelenggarakan pengelolaan data statistik di bidang bidang bina marga, sumber daya air,
energi dan sumber daya mineral
g) mengoordinasikaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kerja dinas;
h) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Sekretariat;
i) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
j) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan
c. Sekretariat membawahkan :
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

Dinas Bina Marga, PPE 57


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan


pengelolaan perlengkapan, rumah tangga, ketatausahaan dan perpustakaan,
pengelolaan administrasi kepegawaian, serta pengembangan ketatalaksanaan.
Rincian Tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian :
a) melaksanakan penyusunan rencana program kerja Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian;
b) melaksanakan ketatausahaan di lingkungan dinas;
a) melaksanakan pengelolaan perpustakaan dinas;
b) melaksanakan pengurusan kerumahtanggaan dinas;
c) melaksanakan pengelolaan barang milik daerah di lingkungan dinas;
d) mengelola kepegawaian di lingkungan dinas;
e) melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pengembangan ketatalaksanaan
di lingkungan dinas;
f) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
g) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan j. melaksanakan tugas
kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

b. Sub Bagian Keuangan; dan


Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi
keuangan.
Rincian tugas Sub Bagian Keuangan :
a) melaksanakan penyusunan rencana program kerja Sub Bagian keuangan;
b) melaksanakan penyusunan rencana anggaran;
c) melaksanakan penatausahaan keuangan;
d) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Sub
Bagian Keuangan;
e) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
f) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.


Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok
mengoordinasikan penyusunan rencana kerja, evaluasi dan pelaporan kegiatan dinas;
Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan :
a) melaksanakan penyusunan rencana program kerja Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi
dan Pelaporan;
b) menyiapkan bahan penyusunan program kerja dinas;
c) menyusun bahan evaluasi dan pelaporan program kerja dinas;

Dinas Bina Marga, PPE 58


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

d) menyusun data statistik yang berhubungan dengan bidang bina marga, sumber daya
air, energi dan sumber daya mineral beserta dengan penunjangnya;
e) melaksanakan penyajian informasi dan data statistik berhubungan dengan bidang
bina marga, sumber daya air, energi dan sumber daya mineral beserta penunjangnya;
f) melaksanakan pengelolaan data base pengembangan sistem informasi bina marga,
sumber daya air, energi dan sumber daya mineral;
g) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Sub
Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
h) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan i. melaksanakan tugas
kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

3. Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan


a. Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok
menyelenggarakan penyusunan bahan kebijakan teknis pengembangan prasarana jalan dan
jembatan serta menyelenggarakan kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan prasarana jalan dan
jembatan.
b. Rincian Tugas Kepala Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan :
a) menyelenggarakan penyusunan program kerja bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan
Jembatan;
b) menyusun bahan kebijakan teknis untuk penyelenggaraan/pengelolaan jalan dan jembatan;
c) mengoordinasikan perencanaan teknis, pemrograman dan penganggaran, pengadaan lahan,
serta pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan;
d) menyelenggarakan penyusunan bahan rekomendasi teknis untuk perijinan di Bidang
Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan;
e) menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan terhadap proses
penyelenggaraan/pengelolaan jalan dan jembatan;
f) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Bidang
Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan;
g) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan h. melaksanakan tugas kedinasan
lain sesuai dengan perintah atasan.
c. Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan membawahkan :
Seksi Pembangunan;
Seksi Pembangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyelenggaraan pembangunan, pembinaan dan
pengawasan pembangunan prasarana jalan dan jembatan.
Rincian tugas Seksi Pembangunan:
a) melaksanakan penyusunan rencana kegiatan Seksi Pembangunan;

Dinas Bina Marga, PPE 59


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

laksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan umum di bidang pengembangan


dan pengawasan pembangunan jalan dan jembatan; melaksanakan penyiapan bahan
perencanaan umum,
b) perencanaan teknis dan pembiayaan untuk kegiatan pembangunan jalan dan
jembatan;
c) melaksanakan inventarisasi dan pemutakhiran data secara berkala untuk penyusunan
data jalan dan jembatan serta penetapan status jalan;
d) melaksanakan penyiapan bahan sistem jaringan jalan dan penganggaran pengelolaan
jaringan jalan;
e) melaksanakan penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan, pendidikan dan
pelatihan aparatur penyelenggara jalan daerah;
f) melaksanakan penyiapan bahan kajian dan rekomendasi pemanfaatan ruang manfaat
jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan
g) melaksanakan penyiapan bahan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi
pengelolaan prasarana jalan dan jembatan;
h) mengoordinasikan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan jalan dan
jembatan;
i) melaksanakan penyiapan bahan prosedur tetap (protap) dan tindakan penanganan
darurat dan/atau bencana alam yang mengganggu prasarana jalan dan jembatan;
j) melaksanakan penyiapan bahan dokumen kerjasama atau perjanjian pelaksanaan
pembangunan jalan dan jembatan;
k) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Seksi
Pembangunan;
l) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
m) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
Seksi Pemeliharaan.
Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyelenggaraan pemeliharaan, pembinaan dan
pengawasan pemeliharaan jalan dan jembatan.
Rincian tugas Seksi Pemeliharaan:
a) melaksanakan penyusunan rencana kegiatan Seksi Pemeliharaan;
b) melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan umum di bidang
pengembangan dan pengawasan pemeliharaan jalan dan jembatan;
c) melaksanakan penyiapan bahan perencanaan umum, perencanaan teknis dan
pembiayaan untuk kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan;

Dinas Bina Marga, PPE 60


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

d) melaksanakan pemeliharaan rutin dan pemeliharaan periodik prasarana jalan


dan jembatan;
e) mengoordinasikan pengawasan pemeliharaan jalan dan jembatan;
f) melaksanakan penyiapan bahan tindakan penanganan darurat dan/atau
bencana alam yang mengganggu kinerja prasarana jalan dan jembatan;
g) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan
tugas Seksi Pemeliharaan;
h) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
i) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

4. BidangPengelolaanSumber Daya Air


a. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai tugas pokok menyelenggarakan
penyusunan bahan kebijakan teknis dan pengelolaan sumber daya air dan menyelenggarakan
kegiatan perencanaan, pengoperasian dan pemeliharaan prasarana pengairan.
b. Rincian Tugas Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air :
a) menyelenggarakan penyusunan program kerja Bidang Pengelolaan Sumber Daya
Air;
b) menyelenggarakan penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis dan operasional
pengelolaan sumber daya air;
c) mengoordinasikan penyelenggaraan pembangunan, operasi, pemeliharaan dan
rehabilitasi sumber daya air;
d) menyelenggarakan penyusunan bahan rekomendasi teknis perijinan di Bidang
Pengelolaan Sumber Daya Air;
e) mengoordinasikan pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber daya air;
f) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas
Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air;
g) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
h) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

c. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, membawahkan :


Seksi Pembangunan;
Seksi Pembangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis dan melaksanakan kegiatan inventarisasi kondisi
dan fungsi prasarana pengairan, pengukuran, perencanaan dan pembangunan
sumber daya air.
Rincian tugas Seksi Pembangunan:
a) melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pembangunan;

Dinas Bina Marga, PPE 61


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

b) melaksanakan penyiapan bahan kebijakan perencanaan, pemanfaatan dan


pengendalian sumber daya air Daerah Aliran Sungai (DAS), situ dan waduk di
wilayah kota;
c) melaksanakan pengumpulan data potensi penyediaan sumber daya air di wilayah
kota;
d) melaksanakan penyiapan bahan perencanaan umum, perencanaan teknis dan
pembiayaan pengembangan, pemanfaatan di bidang pengairan;
e) melaksanakan penyiapan bahan rekomendasi teknis untuk perijinan penyediaan,
peruntukkan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air tanah, sungai situ
dan irigasi di wilayah kewenangan;
f) melaksanakan penyusunan katalog dan inventarisasi irigasi, sungai dan situ
serta publikasi data;
g) melaksanakan pengumpulan data dan informasi serta pemetaan daerah banjir
sebagai bahan menyusun rencana teknis pengendalian banjir;
h) melaksanakan penyiapan bahan dokumen kerjasama atau perjanjian serta jadwal
pelaksanaan pembangunan dan pekerjaan yang dikontrakkan;
i) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas
Seksi Pembangunan;
j) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait ; dan
k) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
Seksi Operasi dan Pemeliharaan.
Seksi Operasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis dan melaksanakan operasi, pemeliharaan,
rehabilitasi, pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber daya air.
Rincian tugas Seksi Operasi dan Pemeliharaan:
a) melaksanakan penyusunan rencana kegiatan Seksi Operasi dan Pemeliharaan;
b) melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis untuk operasi, pemeliharaan,
rehabilitasi, pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber daya air;
c) melaksanakan penyiapan bahan untuk upaya pemberdayaan pemilik kepentingan
dan kelembagaan pengelola sumber daya air;
d) melaksanakan penyiapan bahan rekomendasi teknis untuk perijinan pembangunan,
pemanfaatan, pengubahan, pembongkaran bangunan air atau saluran irigasi pada
jaringan irigasi primer dan sekunder di wilayah kota;
e) melaksanakan penyiapan bahan operasi jaringan irigasi primer dan sekunder,
saluran pembuang dan bangunan pelengkap
f) melaksanakan pemeliharaan saluran irigasi primer dan sekunder, saluran pembuang,
pengendalian banjir dan bangunan pengairan

Dinas Bina Marga, PPE 62


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

g) melaksanakan penyiapan bahan pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber


daya air;
h) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Seksi
Operasi dan Pemeliharaan;
i) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
j) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.

5. Bidang Pertambangan dan Energi


a. Bidang Pertambangan dan Energi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan
penyusunan bahan petunjuk teknis pengawasan dan pengendalian di bidang energi dan
sumberdaya mineral.
b. Rincian tugas pokok Bidang Pertambangan dan Energi :
a) menyelenggarakan penyusunan program kerja Bidang Pertambangan dan Energi;
b) menyelenggarakan pengumpulan data serta menyajikan informasi bidang
pertambangan dan energi;
c) menyelenggarakan penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis Bidang
Pertambangan dan Energi;
d) menyelenggarakan penyusunan bahan rekomendasi teknis perijinan di Bidang
Pertambangan dan Energi;
e) menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan izin bidang
pertambangan dan energi;
f) mengoordinasikan penyediaan listrik skala daerah;
g) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas
Bidang Pertambangan dan Energi;
h) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
i) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
c. Bidang Pertambangan dan Energi, membawahkan
Seksi Pertambangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis dan pembinaan serta pengawasan Pertambangan Sumber
Daya Mineral.
Rincian tugas pokok Seksi Pertambangan :
a) menyelenggarakan penyusunan program kerja Bidang Pertambangan dan Energi;
b) menyelenggarakan pengumpulan data serta menyajikan informasi bidang
pertambangan dan energi;
c) menyelenggarakan penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis Bidang
Pertambangan dan Energi;
d) menyelenggarakan penyusunan bahan rekomendasi teknis perijinan di Bidang
Pertambangan dan Energi;

Dinas Bina Marga, PPE 63


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

e) menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan izin bidang


pertambangan dan energi;
f) mengoordinasikan penyediaan listrik skala daerah; melaksanakan pemantauan,
evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Bidang Pertambangan dan Energi;
g) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
h) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
Seksi Energi.
Seksi Energi mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan teknis sektor energi.
Rincian tugas Seksi Energi:
a) melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Energi;
b) melaksanakan penyiapan bahan kebijakan di bidang energi dan ketenagalistrikan;
c) melakukan penyiapan bahan pemantauan, pengendalian, pengawasan dan
pembinaan pengelolaan serta pemanfaatan usaha ketenagalistrikan untuk
kepentingan umum;
d) melaksanakan penyiapan bahan untuk penyusunan bahan rekomendasi teknis
perijinan di Bidang Energi;
e) melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi penyediaan listrik daerah;
f) melaksanakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga ahli di bidang
kelistrikan;
g) melaksanakan pemantauan, evaluasi dan laporan yang berkaitan dengan tugas Seksi
Energi;
h) melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan
i) melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
Susunan OrganisasiDinas Bina Marga dan Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya
terdiri dari :

6. Kepala Dinas

7. Sekretariat, membawahkan :
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan

8. BidangPengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan, membawahkan :


a. Seksi Pembangunan
b. Seksi Pemeliharaan

9. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, membawahkan :


a. Seksi Pembangunan
b. Seksi Operasi dan Pemeliharaan

Dinas Bina Marga, PPE 64


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

10. BidangPertambangan dan Energi, membawahkan :


a. Seksi Pertambangan
b. Seksi Energi

11. Unit Pelaksana Teknis Dinas

12. Kelompok Jabatan Fungsional


Bagan Struktur OrganisasiDinas Bina Marga dan Pengairan Pertambangan dan Energi :

Kepala Dinas

Kasubag Umum
Jabatan Kasubag Keu.
Sekretaris
Fungsional
Subag PEP

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang


Pengemb.Prasarana Pengemb. Sumber Daya Pertambangan dan
Jalan dan Jembatan Air Energi

Kasi Kasi Kasi Kasi Op. Kasi Kasi


Pembanguna Pemeliharaan Pembangunan /Pemeriharaan Pertambangan Energi
n

2.2. Sumber Daya


Pegawai Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya berjumlah
111 Orang (data pada akhir Bulan Januari 2013), yang terdiri dari 107 Orang Pegawai Negeri Sipil dan 4
Orang Tenaga Kontrak. Pemetaan pegawai berdasarkan unit organisasi bidang /seksi, sebagaimana tertera
pada Tabel 2.1.di bawah ini.

Tabel 2.1. Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan


dan Energi (Berdasarkan Unit Organisasi)

Dinas Bina Marga, PPE 65


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Jumlah Pegawai
No. Unit Organisasi Keterangan
PNS Non-PNS
1 Kepala Dinas 1
2 Sekretariat 19 1
3 Bidang Jalan dan Jembatan 24
4 Bidang Pertambangan dan Energi 49 1
5 Bidang Pengairan 14 1
Jumlah 107 4

Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2013.

Berdasarkan tingkatan jabatan, pegawai Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota
Tasikmalaya sebagaimana Tabel 2.2.di bawah ini.

Tabel 2.2. Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan


dan Energi (Berdasarkan Jabatan)

No. Jabatan /Eselon Jumlah Keterangan

1. Kepala Dinas (Eselon IIb) 1

2. Sekretaris(Eselon III/a) 1
3. Kepala Bidang (Eselon III/b) 3
4. Kepala Sub Bagian (Eselon IV/a) 3
5. Kepala Seksi (Eselon IV/a) 6
6. Pelaksana PNS 87
7. Pelaksana Tenaga Kontrak 3
Jumlah 104
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2013.

Keadaan pegawai Dinas Bina Marga,Pengairan,Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya


berdasarkan pangkat dan golongan serta tingkat pendidikan adalah sebagaimana tertera pada Tabel
2.3.dan Tabel 2.4.di bawah ini.

Tabel 2.3. Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan
Energi (Berdasarkan Pangkat dan Golongan )

No Golongan Jumlah Keterangan

1 Golongan IV 4

2 Golongan III 41

Dinas Bina Marga, PPE 66


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

3 Golongan II 52

4 Golongan I 10

Jumlah 104

Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2013.

Tabel 2.4. Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan
dan Energi (Berdasarkan Pendidikan Terakhir)

No. Pendidikan Jumlah Keterangan

1 Pasca Sarjana /S-2 5


2 Sarjana /S-1 26
3 Sarjana Muda /D-3 8
4 Diploma /D-1/2 1
5 SLTA /Sederajat 53
6 SLTP /Sederajat 6
7 SD /Sederajat 5
Jumlah 104
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2013.

Sebagai OPD yang melaksanakan kewenangan daerah di bidang pekerjaan umum, maka
keberadaan pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik, baik teknik sipil,
arsitektur, planologi, dan sebagainya merupakan suatu kebutuhan bagi organisasi.Hal ini menjadi salah
satu faktor yang penting guna mencapai kinerja organisasi yang ideal dan mewujudkan profesionalisme
pegawai.Adapun keadaan pegawai Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota
Tasikmalaya yang memiliki latar belakang pendidikan teknik adalah sebagaimana Tabel 2.5.di bawah ini.

Tabel 2.5. Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan
dan Energi (Berdasarkan pendidikan teknik)

No. Pendidikan/Jenjang Jumlah Keterangan

1. Pasca Sarjana /S-2 5


2. Sarjana /S-1 T.Sipil 6
Sarjana /S-1 T. Arsitektur 1
Sarjana /S-1 T. Planologi 1
Sarjana /S-1 T.Geodesi 1
Sarjana /S-1 T. Geologi/Pertamb. 1
Sarjana /S-1 Teknik lainnya 15

Dinas Bina Marga, PPE 67


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

3. Diploma /D-3 T. Sipil


Diploma /D-3 T. Arsitektur 1
Diploma /D-3 T. Planologi
Diploma /D-3 T.Geodesi 1
Diploma /D-3 Teknik Lainnya 5
4. SMK / STM 55
5. Lainya 12
Jumlah 104
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2009.

2.2. Perlengkapan
Perlengkapan Perlengkapan yang dimiliki oleh Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya yang merupakan saranan pendukung kerja per Desember 2012 perinciannya
dapat dilihat pada tabel 2.6 sebagai berikut :
Tabel 2.6. Daftar Jenis Perlengkapan

JENIS
NO. JUMLAH KETERANGAN
PRASARANA

1 2 3 4
A. Kendaraan
1 Truk& Dump Truk 3 Unit Baik: 2 unit Rusak 1 unit
2 Mobil Minibus 5 Unit Baik: 5 unit Rusak . unit
3 Sepeda Motor Trail 6 Unit Baik: 6 unit Rusak unit
4 Sepeda Motor Sport 17 Unit Baik: 17 unit Rusak . unit
5 Sepeda Motor Bebek 11 Unit Baik: 11 unit Rusak .. unit
6 Mobil Pick Up 7 Unit Baik: 7 unit Rusak .. unit
7 Stoom Wall 6-8 Ton 4 Unit Baik: 4 unit Rusak .. unit
8 Stoom Wall 4 Ton 2 Unit Baik: 2 unit Rusak .. unit
9 Stoom Wall 2,5 Ton 2 Unit Baik: unit Rusak 2 unit
10 Baby Roller 2 Unit Baik: 2 unit Rusak . unit
B. Peralatan
1 AC Unit 12 Unit Baik: 12 Unit Rusak: 0 Unit
Alat Penakar Curah
2 5 Unit Baik: 5 Unit Rusak: 0 Unit
Hujan
Alat Penghancur
3 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Kertas

Dinas Bina Marga, PPE 68


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Alat Ukur
4 Ketinggiian 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Permukaan Air
5 Amplifiler 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
6 Audio Amplifier 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
7 Brankas 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
8 Camera Film 8 Unit Baik: 8 Unit Rusak: 0 Unit
9 Takel 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
10 Core Drill 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
11 Facsimile 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
12 Filling Kabinet 27 Unit Baik: 27 Unit Rusak: 0 Unit
13 Filling Kayu 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
Generator Set (Lab
14 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Scale)
Global Postioning
15 5 Unit Baik: 5 Unit Rusak: 0 Unit
System
16 Handy Cam 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
17 Handy Talky (HT) 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
18 Hardisk External 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
19 Kipas Angin 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
20 Kotak Lelang 30 Unit Baik: 30 Unit Rusak: 0 Unit
21 Kursi Biasa 9 Unit Baik: 9 Unit Rusak: 0 Unit
22 Kursi Eselon IV 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
Kursi Hadap Depan
23 Meja Kerja Pejabat 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Eselon II
Kursi Kerja Pegawai
24 22 Unit Baik: 22 Unit Rusak: 0 Unit
Non Struktural
Kursi Kerja Pejabat
25 23 Unit Baik: 23 Unit Rusak: 0 Unit
Eselon II
26 Kursi Lipat 185 Unit Baik: 185 Unit Rusak: 0 Unit
27 Kursi Putar 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
28 Lap Top 18 Unit Baik: 14 Unit Rusak: 4 Unit
29 Lemari Arsip Kayu 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
30 Lemari Besi/ Metal 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
Lemari Buku untuk
31 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Pejabat Eselon III

Dinas Bina Marga, PPE 69


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

32 Lemari Gambar Besi 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit


33 Lemari Kaca 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
34 Lemari Kayu 16 Unit Baik: 16 Unit Rusak: 0 Unit
35 Meja Biro 25 Unit Baik: 25 Unit Rusak: 0 Unit
36 Meja Gambar 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
37 Meja Kayu Panjang 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
38 Meja Pelayanan 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
39 Meja Rapat 28 Unit Baik: 28 Unit Rusak: 0 Unit
40 Mesin Gergaji 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Mesin Ketik Manual
41 3 Unit Baik: 3 Unit Rusak: 0 Unit
Standar (14-16)
Mesin Penghisap
42 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Debu
Mesin Photo Copy
43 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
Dengan Kertas Folio
Mesin Potong
44 14 Unit Baik: 14 Unit Rusak: 0 Unit
Rumput
45 Meteran Infra Merah 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Microphone Floor
46 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
Stand
Microphone Table
47 10 Unit Baik: 10 Unit Rusak: 0 Unit
Stand
48 Mimbar/Podium 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
49 Modem 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
50 Organ/Electrone 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
51 P.C. Unit 8 Unit Baik: 6 Unit Rusak: 2 Unit
Papan Larangan Bid.
52 11 Unit Baik: 11 Unit Rusak: 0 Unit
PSDA
53 Papan Nama Instansi 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
54 Papan Pengumuman 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
55 Pesawat Telephone 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
56 Portable Water Pump 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
57 Power Amplifier 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
58 Printer/ Floter 7 Unit Baik: 7 Unit Rusak: 0 Unit
Proyektor +
59 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
Attachment
60 Rak Arsip Kayu 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit

Dinas Bina Marga, PPE 70


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

61 Rak Besi/ Metal 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit


62 Rak Kayu 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
63 Scanner 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
64 Sofa 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
65 Sound System 15 Unit Baik: 15 Unit Rusak: 0 Unit
66 Stamper 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
67 Steam Cleaner 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
68 Tangga Alumunium 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
69 Telephone (PABX) 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
70 Televisi 1 Unit Baik: 1 Unit Rusak: 0 Unit
71 Theodolit 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
Transportable Water
72 8 Unit Baik: 8 Unit Rusak: 0 Unit
Pomp
73 White Board 9 Unit Baik: 9 Unit Rusak: 0 Unit
White Board
74 2 Unit Baik: 2 Unit Rusak: 0 Unit
Elektronic
75 Zice (Sofa Tamu) 4 Unit Baik: 4 Unit Rusak: 0 Unit
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, 2013

2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya
Selama kurun waktu lima tahun periode 2008-2012, berbagai program dan kegiatan telah berhasil
dilaksanakan oleh Dinas Bina marga, Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya dengan
alokasi anggaran berasal dari berbagai sumber pendanaan Pada Tabel 2.7 disajikan data capaian program
dan kegiatan yang meliputi Pembangunan Insfrastruktur Jalan dan Jembatan pada bidang sarana prasarana
Jalan dan Jembatan . Pembangunan Insfrastruktur Irigasi pada Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan
Pembinaan dan Pengawasan bidang pertambangan serta pembinaan dan pengembangan bidang
ketenagalistrikan pada Bidang Pertambangan dan Energi. Sedangkan data alokasi anggaran yang menjadi
sumber daya pendukung terhadap kelancaran tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga, Pengairan,
Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.8.

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan
dan Energi Kota Tasikmalaya
Untuk melaksanakan pengembangan pelayanan pada Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya selama periode lima tahun kedepan banyak aspek yang menjadi penunjang dan
penghambat terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan
dan Energi. Disamping kondisi internal organisasi berupa sumber daya manusia kelengkapan sarana

Dinas Bina Marga, PPE 71


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

prasarana, juga factor internal seprti ketersediaan regulasi mempunyai implikasi bagi pengembangan
pelayanan Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi.
Faktor-faktor yang menjadi peluang terhadap kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas
Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi diantaranya adalah :
a. Ketersediaan peralatan penunjang infrastruktur
b. Sumber Daya Manusia
c. Tersdianya Sumber Daya Air Di Wilayah Kota Tasikmalaya
d. Adanya daerah irigasi yang cukup luas ( diatas 1000 ha )
e. Terasedianya situ dan sungai yang menjadi Sumber Air
Faktor-faktor yang menjadi ancaman terhadap kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas
Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi diantaranya adalah :
a. Kekurangan Sumber Daya Manusia
b. Sebagian Daerah irigasi ketersediaaan airnya tergantung dari kabupaten Tasikmalaya
c. Pada sungai yang sumber airnya dari kabupaten Tasikmalaya berpeluang terjadinya banjir
kiriman
d. Semakin maraknya alih funsi lahan
BAB III
ISU ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan


3.1.1. Analisis Lingkungan Internal
Gambaran kondisi lingkungan internal Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
a. Potensi / Kekuatan (Strengths) :
1. Ketersediaan peralatan penunjang infrastruktur;
2. Kota Tasikmalaya merupakan sumber bahan baku konstruksi (Galian C);
3. Tersdianya Sumber Daya Air Di Wilayah Kota Tasikmalaya;
4. Adanya daerah irigasi yang cukup luas ( diatas 1000 ha );
5. Terasedianya situ dan sungai yang menjadi Sumber Air;
6. Kota Tasikmalaya mempunyai Bandara yang berpotensi untuk dikembangkan jadi Bandara
Komersil.
b. Kelemahan ( Weaknesses) :
1. Kekurangan Sumber Daya Manusia;
2. Sebagian Daerah irigasi ketersediaaan airnya tergantung dari kabupaten Tasikmalaya;
3. Pada sungai yang sumber airnya dari kabupaten Tasikmalaya berpeluang terjadinya banjir
kiriman;
4. Semakin maraknya alih funsi lahan ;

Dinas Bina Marga, PPE 72


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

5. Kerusakan Jaringan Irigasi mencapai 40% atau irigasi dalam kondisi baik 120,6 km dari total
panjang jaringan 201,59 Km;
6. Kondisi Jaringan jalan Kota mengalami kerusakan 41,339% atau sepanjang 163,562 dari
panjang total 395,660;
7. Jalan di pusat Kota Tasikmalaya berpotensi terjadi kemacetan karena adanya pusat kermaian
yang terpusat pada JL HZ Mustofa dan sekitarnya;
8. Adanya rumah tangga pra KS yang belum memiliki Sambungan IR/SR sebanyak 16.023
IR/SR;
9. Masih Adanya wilayah yang kekurangan Air Baku yaitu di Kec. Tamansari dan Cibeureum.

3.1.2. Analisis Lingkungan Eksternal


Gambaran kondisi lingkungan Eksternal Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
a. Peluang ( Opportunities ) :
a. Adanya sumber air yang berasal dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kab. Ciamis;
b. Kota Tasikmalaya sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Priangan Timur sehingga
membutuhkan infrastruktur yang memadai;
c. Adanya Jaringan Listrik SUTR maupun SUTET;
d. Kebijakan Pemerintah Pusat untuk Ketahanan Pangan;

b. Tantangan :
a. Kota Tasikmalaya merupakan sumber bahan baku material konstruksi sehingga berpeluang
tingginya exploitasi bahan galian C yang berdampak pada kerusakan lingkungan;
b. Pemanfaatan air baku mempunyai resistensi dengan penggunan air baku di wilayah
Kabupaten Tasikmalaya maupun Kabupaten Ciamis;
c. Kota Tasikmalaya berpotensi terjadi banjir kiriman dari wilayah Kabupten Tasikmalaya;
d. Adanya Jalan Cisinga yang berdampak pada berkurangnya lalu lintas yang melintas Kota
Tasikmalaya dari Wilayah Selatan-Barat Daya Kota Tasikmalaya.

Selama periode 2008 2012, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga, Pengairan,
Pertambangan dan Energi sebagai Dinas Pekerjaan Umum telah diupayakan secara optimal. Namun
demikian, masih banyak hal yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan.
Selama periode 2008 2012, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga, Pengairan,
Pertambangan dan Energi sebagai Dinas Pekerjaan Umum telah diupayakan secara optimal.Namun
demikian, masih banyak hal yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan.
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan ekternal diatas, dapat
diidentifikasikan permasalahan permasalahan yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman

Dinas Bina Marga, PPE 73


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam pencapaian visi, misi, sasaran dan tujuan organisasi
secara utuh sebagaimana disajikan pada Tabel 3.1

Tabel 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi


Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya

Faktor yang mempengaruhi


Permasalahan
Standar yang Internal Eksternal
Aspek Kajian pelayanan Bina
Digunakan ( Kewenangan ( Kewenangan Marga
BinaMarga) BinaMarga)

Pengendalian usaha PERMENDAGRI Kota Kerusakan Maraknya


pertambangan dan 13/2006 ( Program Tasikmalaya infrastruktur serta Penambanagan
optimalisasi reklamasi Pengelolaan merupakan Lingkungan Tanpa Izin dan
bekas lahan galian C Terbuka Hijau ) sumber bahan Kerusakan
baku konstruksi Lingkungan bekas
(Galian C) Galian C
Urusan Pekejaan Umum :

Faktor yang mempengaruhi


Permasalahan
Standar yang Internal Eksternal
Aspek Kajian pelayanan Bina
Digunakan ( Kewenangan ( Kewenangan Marga
BinaMarga) BinaMarga)
a. Penyediaan dan PERMENDAGRI Laju Kerusakan Kewenangan Kondisi Jaringan
peningkatan 13/2006 ( Program Jalan terus pembatasan beban jalan Kota
insfrastruktur dasar Peningkatan dan berlanjut seiring kendaraan menurut mengalami
berkualiatas kota ( sepert Pemeliharaan Jalan maraknya status dan fungsi kerusakan
jalan berkualitas hotmik, dan Jembatan ) angkutan yang jalan ada pada 41,339% atau
jembatan dan lain - lain ) diluar kapasitas DISHUBKOMINFO sepanjang
khususnya di semua kekuatan Jalan 163,562 dari
wilayah perbatasan jalur panjang total
jalur jalan yang menuju 395,660
dan dari kecamatan ke
kelurahan serta dari dan
ke pusat - pusat layanan
pendidikan, kesehatan,
perekonomian ( pasar
penyedia bahan baku,
terminal dll)

b. Meninndaklanjuti PERMENDAGRI Perlu Diperlukan untuk Pembangunan


pembangunan jalur jalan 13/2006 (Program Pembebasan menghindari Jalan Mangin
mangin ( mangkubumi - Pembangunan Jalan lahan dan angkutan bermuatan masih terkendala
indihiang ) dan dan Jembatan ) penuntasan berat yang berpotensi oleh pembebasan
pembangunan/ Pekerjaan merusak jalan yang lahan serta belum
peningkatan jalan lingkar, Konstruksi menuju ke pusat mempunyai
serta perencanaan Kota kemajuan
pembangunan jalur jalan pekerjaan yang
baru menuju akses berarti
langsung ke pusat
layanan perekonomian (
terminal, pasar dll )

Dinas Bina Marga, PPE 74


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

c. Penataan dan PERMENDAGRI Pengendalian izin Masih adanya Pada Kondisi


penertiban sempadan 13/2006( Program pemanfaatan bangunandiatas existing Masih
jalan sungai dan selokan Perencanaan Tata sempadan jalan, sempadan banyaknya
sesuai batas patok bina Ruang dan Tata sungai maupun sungai/selokan yang bangunan yang
marga Banguan ( Tata selokan mempunyai izin yang menempati
Kota ) berasal dari sempadan jalan,
pemerintah sungai maupun
Kabupaten selokan
Tasikmalaya sampai
tahun 2016
d. Kajian Teknis dan PERMENDAGRI Kewenangan Pemanfaatan air Kewenangan
DED pipanisasi air baku 13/2006 ( Program Dinas Bina Gunung Galunggung pengelolaan
yang masuk ke situ gede Kinerja Marga terbatas memerlukan Kawah Gn
Pengelolaan Air sebagai kerjasama dengan Galunggung ada
Minum dan Air pemanfatan air Pemkab Tasikmalaya pada BBWS
Limbah baku Situ Gede Ciwulan Cilaki
e. Peningkatan PERMENDAGRI Perlu Menunjang Kondisi jalan
aksesbilitas jalan menuju 13/2006(Program Pembebasan Pariwisata akses menuju situ
objek wisata Situ Gede, Pengembangan lahan gede belum
Aksesnya dari jalan Destinasi memadai, pada
mangin Pariwisata ) kondisi eksisting
jalan akses ke
Situ Gede melalui
pemukiman
penduduk yang
padat
Faktor yang mempengaruhi
Permasalahan
Standar yang Internal Eksternal
Aspek Kajian pelayanan Bina
Digunakan ( Kewenangan ( Kewenangan Marga
BinaMarga) BinaMarga)
f. Menyediakan sarana PERMENDAGRI Perlu Menunjang untuk Dinas Bina Marga
pendukung operasional 13/2006( Program Pembebasan pengendalian mutu belum
pembangunan/ Peningkatan lahan pekerjaan konstruksi mempunyai
Peningkatan sarana jalan Fasilitas Workshop
( gedung Workshop dll) Pendukung Kerja
Pemerintahan
g. Keinginan membuat PERMENDAGRI Perlu Adanya rencana Kondisi jalan
jalan tembus ke Balekota 13/2006( Program Pembebasan Peningkatan Bandara akses menuju
lama, selagi tersedia Pembangunan Jalan lahan Tni AU menjadi Bale Kota Lama
lahan yang cukup (supaya dan Jembatan ) Bandara Komersil belum memadai,
dibuat DED) dan rencana diperlukan akses
pembangunan Wisma baru yang
Jemaah Haji terintegrasi
dengan jalan
poros

3.2. Telaahan Visi, Misi da Program Kepala Daerah dn Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi misi dan program pembangunan daerah dari walikota dan wakol walikota Tasikmlaya
terpilih periode 2013-2017 telah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
Kota Tasikmalaya 2005-2025 tahap II (Perda No.9 Tahun 2008), Yakni Pemantapan Landasan
Pembangunan Kota. Program prioritas rencana pembangunan yang akan disusun 5 ( Lima ) tahun
mendatang akan diarahkan untuk lebih memantapkan hasil-hasil pembangunan dibidang pendidikan,
kesehatan dan daya beli masyarakat sebagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Selain itu, perumusan visi,misi dan program prioritas pembangunan daerah dari walikota dan wakil

Dinas Bina Marga, PPE 75


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

walikota Tasikmalaya terpilih ini juga dilandasi oleh komitmen grobal dalam rangka percepatan
pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) Tahun 2015 yakni :
1. Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan;
2. Mencapai pendidikan untuk semua;
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
4. Menurunkan angka kematian anak;
5. Meningkatkan Kesehatan ibu;
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya;
7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup;
8. Mengembangkan kemitraan grobal untuk pembangunan.
Disamping mengacu pada perundang-undangan yang berlaku dan regulasi yang bersifat top down
dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat, penyusunan visi,misi dan program
prioritas daerah ini diharapkan dapat memperhatikan dengan sungguh-sungguh kehendak dari
bawah (buttom up) dengan mengakomodasi aspirasi dan mengartikulasikan kebutuhan dan
keinginan seluruh komponen masyarakat melalui mekanisme survey, dialog interaktif, dengar
pendapat, dialog public, media social lainnya, sehingga melahirkan rumusan visi, misi dan
program prioritas pembangunan daerah sebagai berikut :
Visi :
BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA, MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN
EKONOMI YANG BERDAYA SAING MENUJU MASYARAKAR MADANI

Penjelasan Visi Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya


Iman menurut bahasa adalah membenarkan.Menurut istilah yaitu meyakini dengan hati,
mengucapkan dengan lisan dan mengamalkannya dalam prilaku sehari-hari.Taqwa adalah secara
sadar menjalankan perintah Alloh SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. Secara Harfiah taqwa
mengandung 3 (tiga) makna yaitu Tawadhu (sikap rendah hati), Qonaah (sikap iklas) dan wara
(sikap menjaga diri dan hati ).
Kemandirian Ekonomi adalah kemampuan daerah dalam mengembangkan
perekonomian yang tersebar mungkin mempergunakan daya/kekuatan sendiri, semakin terbuka
dan tetap terintegrasi dengan perekonomian grobal. Secara operasional kemandirian ekonomi
dibangun melalui material ( Sandang,pangan,papan), intelektual (memiliki pola piker kritis dan
sistemati), dan manajemen komunitas(kemampuan kolektif mengkombinasikan potensi
keberdayaan kader/perilaku usaha). Membangun kemandirian bersifat totalitas mencakup banyak
aspek, bertahap, focus berdasar tematik yang disepakati dengan dengan konsisten pelaksanaan
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Daya Saing adalah segenap kemampuan/daya tarik dalam membentuk atau menawarkan
tingkat produktifitas dan bakat/keterampilan masyarakat yang mendorong tumbuhnya investasi
dan pergerakan sector perekonomian dengan kinerja yang berkelanjutan.

Dinas Bina Marga, PPE 76


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Kemandirian yang berdaya saing adalah kemampuan dalam mengembangkan


perekonomian daerah,khususnya ekonomi kreatif yang menggunakan sebesar mungkin
sumberdaya/kekuatan sendiri dengan tidak membatasi kesempatan dan peluang dari luar melalui
mekanisme pasar yang terbuka dan terintegrasi dengan perekonomian regional, nasional dan
global.
Masyarakat Madani adalah suatu masyarakat yang berbudaya, maju da modern, setiap
warganya menyadari dan mengetahui kewajiban dan haknya terhadap Negara bangsa dan agama
serta terhadap sesame dan menjungjung tinggi hak azasi manusia.
Dengan demikian, Visi Berlandaskan Iman Dan Taqwa, Mewujudkan
Kemandirian Ekonomi yang berdaya Saing Menuju Masyarakat Madani adalah bahwa
keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT merupakan landasan fundamental religious yang
menjadi inspirasi, motivasi, filosofi dan dasar berpijak serta arah dan petunjuk bagi seuruh
masyarakat dan pemerintah dalam mengemban amanah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi
daerah yang mengutaman sumber daya sendiri tanpa membatasi peluang dari luar, dengan
mengembangkan potensi khas daerah untuk sebesar-besarnya mewujudkan kesejahteraan rakyat
menuju masyarakat yang berbudaya, maju modern dimana setiap warganya menyadari kewajiban
dan haknya terhadap Negara, bangsa dan agamanya.

Misi Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya

1. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang amanah dan menciptakan peningkatan


ketaatan dan kesalehan sosial masyarakat;
2. Meningkatkan infrastruktur dan suprastruktur pertumbuhan ekonomi berbasis pemberdayaan
masyarakat yang berwawasan lingkungan;
3. Meningkatkan dan menyediakan infrastruktur dan mutu layanan pendidikan, kesehatan,
kesejahteraan sosial dan pengembangan budaya lokal.
Secara harfiah misi berarti serangkaian tujuan terukur dan terstruktur atau rumusan umum
mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Kalimat misi mengandung
makna yang menggambarkan kebutuhan, keinginan dan harapan prioritas masyarakat dalam rangka
pencapaian visi.
Misi 1 mengandung 2 (dua) aspek yang dituju, yakni penyelenggaraan pemerintahan dalam
sistem pemerintahan (kelembagaan, SDM/aparatur dan regulasi/mekanisme) dan kehidupan masyarakat
dalam sistem sosial yang komplek.Misi 1 mempunyai pengertian segala upaya yang dilakukan untuk
menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan dapat dipercaya dalam mengemban amanat
masyarakat serta menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disisi lain sikap masyarakat
yang penuh kesadaran untuk mematuhi hukum dan mendukung kebijakan pemerintah serta menjunjung
tinggi tata nilai religius dengan memelihara budaya gotong royong, solidaritas dan kesetiakawanan sosial
serta kerukunan antar sesama komponen masyarakat, dengan tujuan dan sasarannya :
Tujuan 1 : Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih dan
akuntabel;

Dinas Bina Marga, PPE 77


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Sasaran 1 : Meningkatnya kinerja dan disiplin aparatur yang berbasis kinerja dan kompetensi;
Sasaran 2 : Terwujudnya kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang efektif dan
efisien;
Sasaran 3 : Meningkatnya sarana dan prasarana pemerintahan;
Sasaran 4 : Meningkatnya pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel;
Sasaran 5 : Meningkatnya pelayanan publik;
Sasaran 6 : Meningkatnya penataan, pembinaan dan penegakan hukum serta demokrasi yang adil
dan bermartabat;
Sasaran 7 : Meningkatnya perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dengan
memberikan ruang untuk partisipasi masyarakat.

Tujuan 2 : Terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, teratur, disiplin dan
religius.
Sasaran 1 : Meningkatnya ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
Sasaran 2 : Meningkatnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama dalama kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Misi 2 mengandung makna upaya pemerintah sesuai kewenangan dan sumber daya yang tersedia
untuk membangun sarana prasarana (infrastruktur) dan penunjangnya (sufrastruktur) yang dibutuhkan dan
memiliki daya dorong terhadap laju pertumbuhan perekonomian berbasis potensi khas daerah dengan
memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat serta tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan
hidup, dengan tujuan dan sasarannya :

Tujuan 1 : Tersedianya infrastruktur dasar yang berkualitas dan memadai untuk


menunjang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi;
Sasaran 1 : Meningkatnya kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan;
Sasaran 2 : Optimalisasi infrastruktur pengairan dalam upaya penyediaan air baku;
Sasaran 3 : Meningkatnya sarana prasarana perhubungan yang memadai serta tersedianya sarana
dan prasarana komunikasi dan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Tujuan 2 : Meningkatkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berdasarkan pola


tata ruang daerah;
Sasaran 1 : Meningkatnya cakupan layanan air bersih, sanitasi dan persampahan;
Sasaran 2 : Tersedianya permukiman dan lingkungan yang tertib dan sehat sesuai dengan pola
tata ruang;
Sasaran 3 : Pengendalian sumber daya alam (SDA), lingkungan dan penyediaan energi.

Tujuan 3 : Meningkatnya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, dan daya beli


masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis ekonomi kerakyatan dan
potensi lokal.
Sasaran 1 : Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat;
Sasaran 2 : Meningkatnya UMKM, koperasi dan lembaga keuangan lainnya;
Sasaran 3 : Meningkatnya investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja.
Misi 3 mengandung makna upaya pemerintah sesuai kewenangan dan sumber daya yang tersedia
untuk membangun sarana prasarana (infrastruktur) pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan

Dinas Bina Marga, PPE 78


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

budaya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, handal, produktif,
memiliki kondisi jiwa raga yang sehat dan sejahtera serta memiliki kearifan budaya lokal, dengan tujuan
dan sasarannya :
Tujuan 1 : Meningkatnya aksesibilitas dan mutu pendidikan serta derajat kesehatan
masyarakat untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing;
Sasaran 1 : Tercapainya pendidikan dasar untuk semua;
Sasaran 2 : Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Tujuan 2 : Meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat.


Sasaran 1 : Menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran;
Sasaran 2 : Meningkatnya penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS);
Sasaran 3 : Pengendalian laju pertumbuhan penduduk;
Sasaran 4 : Menjamin perlindungan anak dan perempuan;
Sasaran 5 : Meningkatnya peran gender dan pemuda dalam pembangunan;
Sasaran 6 : Pelestarian seni budaya dan olah raga.

Dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan dan untuk menghasilkan rencana
pembangunan yang konkrit dalam bentuk program prioritas pembangunan, Walikota dan Wakil Walikota
terpilih telah merumuskan kebijakan program prioritas pembangunan pemerintah Kota Tasikmalaya
Tahun 2013-2017 sebagai berikut:
1. Pelestarian tata nilai dan kebudayaan daerah;
2. Penyelenggaraan tata kelola pemerintah yang baik dan amanah;
3. Peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur daerah;
4. Penanggulangan kemiskinan;
5. Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat;
6. Peningkatan kualitas SDM yang didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan;
7. Pengendalian tata ruang, permukiman dan lingkungan yang berkelanjutan.

Untuk mengoptimalkan efisiensi, efektivitas program serta pencapaian target kinerja


pembangunan, maka dirumuskan suatu kebijakan umum pembangunan tahunan secara
bertahap.Perumusan pembangunan tahunan ini dilakukan dengan mempertimbangkan isu strategis,
prioritas pembangunan dan berdasarkan kemendesakan kebutuhan serta limitasi kemampuan keuangan
daerah. Dengan pentahapan ini diharapkan output dan outcome pembangunan secara cepat dan nyata
dapat dirasakan oleh kelompok sasaran pembangunan khususnya, serta seluruh masyarakat Kota
Tasikmalaya pada umumnya.
Mekanisme pentahapan pembangunan daerah yang selanjutnya disebut "Fokus Pembangunan
Kota Tasikmalaya" yang merupakan sasaran utama pembangunan pada tahun perencanaan dengan tidak
mengabaikan urusan dan sasaran pembangunan lainnya.

Fokus Pembangunan Tahun 2013-2015 :

Dinas Bina Marga, PPE 79


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

"Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Infrastruktur Daerah"


Fokus pembangunan periode ini merupakan upaya penyediaan infrastruktur sebagai modal dasar untuk
pelaksanaan pada Fokus Pembangunan Tahun 2016-2017.Peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur
daerah adalah upaya untuk menyediakan infrastruktur daerah yang mempunyai daya tampung sesuai
dengan kebutuhan dan memenuhi standar sesuai dengan kelas dan fungsinya.Pembangunan infrastruktur
daerah meliputi infrastruktur pemerintahan, kesehatan, pendidikan dan perekonomian serta
kemasyarakatan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pada tahap awal, prioritas pembangunan menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur jalan, jembatan
dan drainase terutama yang menuju pada pusat kegiatan perekonomian, pemerintahan, kesehatan,
pendidikan dan kemasyarakatan.Peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan jalan, menggambarkan
kondisi jaringan jalan yang memenuhi standar konstruksi jalan sesuai dengan kelas dan fungsinya. Tahap
selanjutnya pembangunan difokuskan pada pengembangan infrastruktur lainnya, antara lain :
a. Infrastruktur perekonomian, seperti pemeliharaan irigasi, pembangunan/revitalisasi pasar tradisional,
pembangunan sentra usaha mikro dan kecil, industri kreatif dengan konsep One Village One
Product, serta terminal peti kemas;
b. Infrastruktur pemerintahan, seperti pembangunan dan rehabilitasi gedung kantor pemerintahan;
c. Infrastruktur kesehatan, seperti pembangunan dan rehabilitasi puskesmas, puskesmas pembantu dan
pengembangan RSUD, serta penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan;
d. Infrastruktur kemasyarakatan, seperti penyediaan taman kota, pembangunan dan rehabilitasi sarana
olah raga, gedung kesenian dan keagamaan.

Fokus Pembangunan Tahun 2016-2017 :


"Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial"
Fokus pembangunan pada periode ini merupakan lanjutan dari Fokus Pembangunan sebelumnya.Pada
periode ini pembangunan diprioritaskan pada upaya mendorong kemandirian ekonomi untuk
meningkatkan kesejahteraan sosial yang ditandai oleh meningkatnya daya beli dan kualitas hidup
masyarakat.
Upaya peningkatan daya beli masyarakat diantaranya melalui pengembangan usaha mikro dan kecil,
peningkatan produktivitas usaha, pengendalian inflasi, penyediaan lapangan kerja dan kesempatan
berusaha.Sedangkan langkah utama yang menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas hidup
masyarakat diantaranya dengan meningkatkan mutu layanan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, serta
penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan
dapat berdampak langsung pada meningkatnya kualitas sumber daya manusia Kota Tasikmalaya yang
sehat, produktif, mandiri dan berdaya saing.
Sebagai unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam
Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 23 Tahun 2008, Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan
dan Energi Kota Tasikmalaya mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintah daerah

Dinas Bina Marga, PPE 80


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

di Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan, Pengairan, Energi dan Sumberdaya Mineral. Hal
ini berimplikasi terhadap Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan, dan Energi untuk berperan aktif
dan akomodatif terhadap pencapaian visi, misi dan kebijakan program prioritas pembangunan daerah
yang telah dirumuskan oleh Walikota dan Wakil Walikota terpilih selaku Kepala daerah dengan
mengoptimalkan segala kekuatan dan peluang yang ada, serta meminimalkan dampak dari ancaman dan
kelemahan sistem baik yang berasal dari dalam maupun luar lingkungan organisasi (Tabel 3.2).

Tabel 3.2 Faktor Penghambat dan pendorong Pelayanan


Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Visi : TERWUJUDNYA INSFRASTRUKTUR KOTA YANG ANDAL DAN BERKELANJUTAN


No. Misi dan Program KDH dan Permasalahan Pelayanan Faktor
Wakil KDH Terpilih Dinas Bina Marga Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
1 Pengendalian usaha Maraknya Penambanagan Kota Tasikmalaya merupakan Kerusakan infrastruktur
pertambangan dan optimalisasi Tanpa Izin dan Kerusakan sumber bahan baku konstruksi serta Lingkungan
reklamasi bekas lahan galian C Lingkungan bekas Galian C (Galian C)

Urusan Pekejaan Umum :


a. Penyediaan dan peningkatan Kondisi Jaringan jalan Kota Laju Kerusakan Jalan terus Kewenangan pembatasan
insfrastruktur dasar berkualiatas mengalami kerusakan berlanjut seiring maraknya beban kendaraan menurut
kota ( seperti jalan berkualitas 41,339% atau sepanjang angkutan yang diluar status dan fungsi jalan ada
hotmik, jembatan dan lain - lain ) 163,562 dari panjang total kapasitas kekuatan Jalan pada DISHUBKOMINFO
khususnya di semua wilayah 395,660
perbatasan jalur jalur jalan yang
menuju dan dari kecamatan ke
kelurahan serta dari dan ke pusat
- pusat layanan pendidikan,
kesehatan, perekonomian ( pasar
penyedia bahan baku, terminal
dll)
b. Meninndaklanjuti Pembangunan Jalan Perlu Pembebasan lahan dan Diperlukan untuk
pembangunan jalur jalan mangin Mangin masih terkendala penuntasan Pekerjaan menghindari angkutan
( mangkubumi - indihiang ) dan oleh pembebasan lahan Konstruksi bermuatan berat yang
pembangunan/ peningkatan jalan serta belum mempunyai berpotensi merusak jalan
lingkar, serta perencanaan kemajuan pekerjaan yang yang menuju ke pusat Kota
pembangunan jalur jalan baru berarti
menuju akses langsung ke pusat
layanan perekonomian
( terminal, pasar dll )
c. Penataan dan penertiban Pada Kondisi existing Masih adanya bangunandiatas Pengendalian izin
sempadan jalan sungai dan Masih banyaknya bangunan sempadan sungai/selokan pemanfaatan sempadan
selokan sesuai batas patok bina yang menempati sempadan yang mempunyai izin yang jalan, sungai maupun
marga jalan, sungai maupun berasal dari pemerintah selokan
selokan Kabupaten Tasikmalaya
sampai tahun 2016
d. Kajian Teknis dan DED Kewenangan Dinas Bina Pemanfaatan air Gunung Kewenangan pengelolaan
pipanisasi air baku yang masuk Marga terbatas sebagai Galunggung memerlukan Kawah Gn Galunggung ada
ke situ gede pemanfatan air baku Situ kerjasama dengan Pemkab pada BBWS Ciwulan Cilaki
Gede Tasikmalaya

e. Peningkatan aksesbilitas jalan Kondisi jalan akses menuju Perlu Pembebasan lahan Menunjang Pariwisata
menuju objek wisata Situ Gede, situ gede belum memadai,

Dinas Bina Marga, PPE 81


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Aksesnya dari jalan mangin pada kondisi eksisting jalan


akses ke Situ Gede melalui
pemukiman penduduk yang
padat
f. Menyediakan sarana Dinas Bina Marga belum Perlu Pembebasan lahan Menunjang untuk
pendukung operasional mempunyai Workshop pengendalian mutu
pembangunan/ Peningkatan pekerjaan konstruksi
sarana jalan ( gedung Workshop
dll)
g. Keinginan membuat jalan Kondisi jalan akses menuju Perlu Pembebasan lahan Adanya rencana
tembus ke Balekota lama, selagi Bale Kota Lama belum Peningkatan Bandara Tni
tersedia lahan yang cukup memadai, diperlukan akses AU menjadi Bandara
(supaya dibuat DED) baru yang terintegrasi Komersil dan rencana
dengan jalan poros pembangunan Wisma
Jemaah Haji

3.3. Telaahan Renstra Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian ESDM


Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian ESDM dituntut untuk menghasilkan
Infrastruktur yang berkualitas dan andal terutama Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan,
Sumber Daya Air, Ketahanan dan kemandirian energi serta peningkatan nilai tambah energi dan mineral
yang berwawasan lingkungan. Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian ESDM harus memberikan
kontibusi yang signifikan bagi keberhasilan pelaksanaan RPJMN 2010-2014 dan RKP.
Untuk itu, disususn visi dan misis Kementrian Pekerjaan Umum yang akan dicapai melalui
pencapaian tujuan dan pelaksanaan kegiatan utama dan kegiatan pendukung yaitu Kementrian Pekerjaan
Umum Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung
Indonesia Sejahtera 2025. Serta dengan misi sebagai berikut :
1. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah
serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis
penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan;
2. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian
fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air;
3. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal, terpadu
dan berkelanjutan;
4. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui
pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu, andal dan
berkelanjutan;
5. Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan
pengelolaan sektor konstruksi, proses penyelenggaraan konstruksi
yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang;
6. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK, norma, standar,
pedoman, manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman;
7. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan
kompeten, terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance;

Dinas Bina Marga, PPE 82


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

8. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan


meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan professional.

Serta melalui visi kementrian ESDM yaitu :"Terwujudnya Ketahanan dan kemandirian energi serta
peningkatan nilai tambah energi dan mineral yang berwawasan lingkungan untuk memberikan manfaat
yang sebesar - besarnya bagi kemakmuran rakyat dengan misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan keamanan pasokan energi dan mineral dalam negeri
2. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat pada energi mineral dan informasi geologi
3. Mendorong keekonomian harga energi dan mineral
4. Meningkatkan kemampuan dalam negeri mengelola energi mineral dan geologi
5. Meningkatkan nilai tambah energi dan mineral
6. Meningkatkan pembinaan pengelolaan dan pengendalian usaha energi dan mineral
7. Meningkatkan kemampuan kelitbangan dan kediklatan ESDM
8. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Sektor ESDM
9. Melaksanakan Tata kelola pemerintahan yang baik (good Government ).
Berdasarkan hasil analisis Kementrian pekerjaan Umum dan Kementrian ESDM,Dinas Bina Marga,
Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya perlu menyususn daftar faktor penghambat dan
pendorong pelayanan bagi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya
yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi, faktor-faktor tersebut
sebagaimana dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Faktor Penghambat dan pendorong Pelayanan
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Visi : TERWUJUDNYA INSFRASTRUKTUR KOTA YANG ANDAL DAN BERKELANJUTAN


No. Misi dan Program KDH dan Wakil Permasalahan Pelayanan Faktor
KDH Terpilih Dinas Bina Marga Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
1 Pengendalian usaha pertambangan Maraknya Penambanagan Kota Tasikmalaya merupakan Kerusakan
dan optimalisasi reklamasi bekas Tanpa Izin dan Kerusakan sumber bahan baku konstruksi infrastruktur serta
lahan galian C Lingkungan bekas Galian C (Galian C) Lingkungan

Urusan Pekejaan Umum :


a. Penyediaan dan peningkatan Kondisi Jaringan jalan Kota Laju Kerusakan Jalan terus Kewenangan
insfrastruktur dasar berkualiatas mengalami kerusakan berlanjut seiring maraknya pembatasan beban
kota ( seperti jalan berkualitas 41,339% atau sepanjang angkutan yang diluar kapasitas kendaraan
hotmik, jembatan dan lain - lain ) 163,562 dari panjang total kekuatan Jalan menurut status
khususnya di semua wilayah 395,660 dan fungsi jalan
perbatasan jalur jalur jalan yang ada pada
menuju dan dari kecamatan ke DISHUBKOMIN
kelurahan serta dari dan ke pusat - FO
pusat layanan pendidikan,
kesehatan, perekonomian ( pasar
penyedia bahan baku, terminal dll)

Dinas Bina Marga, PPE 83


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

b. Meninndaklanjuti pembangunan Pembangunan Jalan Mangin Perlu Pembebasan lahan dan Diperlukan untuk
jalur jalan mangin ( mangkubumi - masih terkendala oleh penuntasan Pekerjaan menghindari
indihiang ) dan pembangunan/ pembebasan lahan serta Konstruksi angkutan
peningkatan jalan lingkar, serta belum mempunyai kemajuan bermuatan berat
perencanaan pembangunan jalur pekerjaan yang berarti yang berpotensi
jalan baru menuju akses langsung merusak jalan
ke pusat layanan perekonomian ( yang menuju ke
terminal, pasar dll ) pusat Kota
c. Penataan dan penertiban Pada Kondisi existing Masih Masih adanya bangunandiatas Pengendalian izin
sempadan jalan sungai dan selokan banyaknya bangunan yang sempadan sungai/selokan yang pemanfaatan
sesuai batas patok bina marga menempati sempadan jalan, mempunyai izin yang berasal sempadan jalan,
sungai maupun selokan dari pemerintah Kabupaten sungai maupun
Tasikmalaya sampai tahun selokan
2016
No. Misi dan Program KDH dan Wakil Permasalahan Pelayanan Faktor
KDH Terpilih Dinas Bina Marga Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
d. Kajian Teknis dan DED Kewenangan Dinas Bina Pemanfaatan air Gunung Kewenangan
pipanisasi air baku yang masuk ke Marga terbatas sebagai Galunggung memerlukan pengelolaan
situ gede pemanfatan air baku Situ kerjasama dengan Pemkab Kawah Gn
Gede Tasikmalaya Galunggung ada
pada BBWS
Ciwulan Cilaki
e. Peningkatan aksesbilitas jalan Kondisi jalan akses menuju Perlu Pembebasan lahan Menunjang
menuju objek wisata Situ Gede, situ gede belum memadai, Pariwisata
Aksesnya dari jalan mangin pada kondisi eksisting jalan
akses ke Situ Gede melalui
pemukiman penduduk yang
padat
f. Menyediakan sarana pendukung Dinas Bina Marga belum Perlu Pembebasan lahan Menunjang untuk
operasional pembangunan/ mempunyai Workshop pengendalian
Peningkatan sarana jalan ( gedung mutu pekerjaan
Workshop dll) konstruksi
g. Keinginan membuat jalan Kondisi jalan akses menuju Perlu Pembebasan lahan Adanya rencana
tembus ke Balekota lama, selagi Bale Kota Lama belum Peningkatan
tersedia lahan yang cukup (supaya memadai, diperlukan akses Bandara Tni AU
dibuat DED) baru yang terintegrasi menjadi Bandara
dengan jalan poros Komersil dan
rencana
pembangunan
Wisma Jemaah
Haji

3.4 Telaahan Renstra Dinas Bina Marga, PSDA, Distamben Provinsi Jawa Barat
Dalam upaya mendukung pencapaian vsis dan misi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan
berbagai upaya mewujudkan arah, peran dan kewenangan serta tugas pokok dan fungsi Dinas Bina
Marga, PSDA, dan Distamben Provinsi Jawa Barat agar sesuai yang diharapkan, dengan Misi PSDA
Provinsi Jawa Barat Terciptanya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera,
untuk mewujudkan Program kegiatan dengan merumuskan misi sebagai berikut :
1.Merumuskan kebijakan dan membina pelaksanaan operasional serta mengembangkan sistem
pengelolaan sumber daya air secara holistik, sistemik dan berkelanjutan;
2. Melakukan konservasi sumber daya air, pengendalian daya rusak air, dan pengembangan sistem
informasi sumber daya air;

Dinas Bina Marga, PPE 84


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

3. Memberikan pelayanan secara optimal, efektif dan efisien pada masyarakat pengguna sumber daya air
untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dengan tepatwaktu, ruang, jumlah dan mutu;
4. Melakukan perencanaan, pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasipendayagunaan sumber
daya air.
Berdasarkan analisis terhadap Renstra Dinas Bina Marga, PSDA dan Distamben Provinsi Jawa
Barat, Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya perlu menyusun daftar
faktor penghambat dan pendorong pelayanan bagi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
organisasi, faktor factor tersebut sebagaimana dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3.4 Hasil Telaahan Terhadap Renstra Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat

Visi : TERWUJUDNYA INSFRASTRUKTUR KOTA YANG ANDAL DAN BERKELANJUTAN

No Misi Dinas Bina Marga Jawa Barat Permasalahan Faktor


. Pelayanan pada Penghambat Pendorong
Dinas Bina Marga
Kota Tasikmalaya

1 2 3 4 5

TERWUJUDNYA PRASARANA Masih Kurangnya Kondisi Jaringan jalan Kota Tasikmalaya


JALAN YANG MANTAP GUNA Pelayanan Kota mengalami sebagai Pusat
MENDUKUNG TERCAPAINYA Infrastruktur Jalan kerusakan 41,339% Kegiatan Wilayah
MASYARAKAT JAWA BARAT atau sepanjang Priangan Timur
YANG MANDIRI, DINAMIS, 163,562 dari panjang sehingga
DAN SEJAHTERA total 395,660; membutuhkan
infrastruktur yang
memadai

Belum Adanya Belum Selesainya Jalan di pusat Kota


Jalan Kota Yang jalan Mangkubumi Tasikmalaya
berpungsi untuk Indihian serta Jalan berpotensi terjadi
mengalihkan arus Lingkar Utara kemacetan karena
lalu lintas supaya adanya pusat
tidak terjadi kermaian yang
kemacetan serta terpusat pada JL HZ
pengalihan beban Mustofa dan
kendaraan sekitarnya;
Wilayah
pertambangan
(Galian C)

3.5. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tasikmalaya adalah arahan kebijakan dan strategi
pemanfaatan ruang wilayah Kota Tasikmalaya, sedangkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa

Dinas Bina Marga, PPE 85


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu
wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program.
Setelah melakukan penelaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS) Kota Tasikmalaya, permasalahan pelayanan, penghambat dan pendorong
keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota
Tasikmalaya.

3.6. Penentuan Isu- isu Strategis


Isu Strategis merupakan Permasalahan aktual yang menjelaskan keterkaitan antata organisasi
dengan lingkungannya baik secara internal maupun eksternal dan banyak mempengaruhi kualitas kinerja
suatu organisasi.
Berdasarkan analisis secara internal dan eksternal yang dikemukakan pada BAB III, maka dapat
diidentifikasi isu-isu strategis Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi yang menjadi
pedoman dalam perumusan Visi, misi, sasaran dan tujuan Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan
dan Energi untuk periode lima tahun kedepan, yaitu :
1. Belum Memadainya Kuantitas dan Kualitas SDM;
2. Belum Optimalnya layanan Insfrastruktur Jalan Dan Jembatan;
3. Masih kurangnya Pasokan Air Irigasi di 50 DI di wilayah Kewenangan Kota;
4. Belum Optimalnya Pengaturan Irigasi ( Baru 7 DI yang menjadi Irigasi Teknis / Semi Teknik );
5. Masih belum Optimalnya Sistem Pengendali banjir pada Daerah Aliran Sungai dan Sistem Irigasi;
6. Belum Optimalnya Pengelolaan situ - situ di Kota Tasikmalaya;
7. Masih Banyaknya Kegiatan Penambangan Tanpa Izin (PETI);
8. Belum Optimalnya Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Penambangan;
9. Belum Optimalnya Pengelolaan Air Tanah;
10. Banyaknya Keluarga Pra Ks yang belum mendapatkan Fasilitas Listrik .

Dinas Bina Marga, PPE 86


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1. Visi dan Misi

a. Visi

Dinas Bina Marga, Pengairan,Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari
Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan tugas pokoknya melaksanakan sebagian urusan
pemerintahan daerah di Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan, Pengairan, Energi dan
Sumberdaya Mineral memerlukan arah dan tujuan yang jelas serta terintegrasi dengan RPJP Kota
Tasikmalaya dan RPJMD Kota Tasikmalaya.

Dengan Mempertimbangakan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang


teurangkum pada isu strategis dan mengacu pada arah pembangunan tahap kedua pembangunan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJMP ) Kota Tasikmalaya Tahun 2005 2025 serta
memperhatikan Visi Misi Kepala Daerah terpilih yang dikampanyekan pada saat pemilihan umum Kepala
Daerah, juga sebagai antisipasi untuk menjawab permasalahan umum daerah di masa mendatang, maka
Visi Pembangunan Jangka Menengah periode 2013 2017 adalah sebagai berikut :

Berlandaskan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Kemandirian Ekonomi

Yang Berdaya Saing Menuju Masyarakat Madani

Adapun gambaran kondisi yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan, sebagai arah dan
tujuan aktivitas organisasi dengan mengoptimalkan pendayagunaan seluruh potensi organisasi,
dirumuskan dan dinyatakan dalam suatu Visi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya :

Terwujudnya Infrastruktur Kota Yang Andal Dan Berkelanjutan

Rumusan Visi tersebut mengandung pengertian :


- Infrastruktur Tasikmalaya adalah prasarana dasar, baik jalan dan jembatan, prasarana pengairan,
prasarana energi, serta potensi sumber daya mineral yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya serta
pengelolaannya merupakan kewenangan Pemerintah Kota Tasikmalaya
- Memadai dan Berkualitas adalah bahwa ketersediaan dan pengelolaan infrastruktur Kota
Tasikmalaya dapat mengantisipasi kebutuhan perkembangan Kota Tasikmalaya, sesuai dengan keinginan
dan harapan masyarakat serta memenuhi standar kualifikasi teknis.

A. Misi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya
Secara harfiah Misi berarti serangkaian tujuan terukur dan terstruktur dalam upaya mewujudkan
upaya mewujudkan Visi. Dengan merujuk ketentuan yang sama seperti di awal Bab ini. Misi adalah

Dinas Bina Marga, PPE 87


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

rumusan umum mengenai upaya upaya yang akan dilaksankan untuk mewujudkan visi. Kalimat misi
mengandung makna yang menggambarkan kebutuhan, keinginan dan harapan prioritas masyarakat dalam
rangka pencapaian Visi.
Pada Misi ke 2 ( Dua ) RPJMD :
Meningkatkan Infrastruktur dan Suprastruktur Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan
Masyarakat yang Berwawasan Lingkungan
Keterkaitan antara Rencana Jangka Menengah Kota Tasikmalaya dengan Rencana Strategis Dinas
Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaaya Periode 2013 2017 , lebih
lengkapnya terdapat pada Tabel 4.1.

Dinas Bina Marga, PPE 88


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Tabel 4.1. Keterkaitan Renstra Dengan RPJMD Periode 2013 -2017

RPJMD RENCANA STRATEGIS

Visi Misi Visi Dinas Misi Dinas Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3 4 5 6 7 8
Berlandaskan Iman Terwujudnya 1 Menyelenggarakan 1 Meningkatkan 1 Meningkatnya 1 Mewujudkan 1 Peningkatan
dan Taqwa, Insfrastruktur Kota Tata Kelola Tertib Akuntabilitas Aparatur yang Kemampuan
Mewujudkan Yang Andal Dan Urusan Dinas Pengelolaan Kinerja Dinas Bina Andal dan Sumber Daya
Kemandirian Berkelanjutan Secara Efektif, Administrasi, Marga, Pengairan, Profesional Aparatur
Ekonomi Efisien, Koordinasi dan Pertambangan
Yang Berdaya Saing Transparan dan Pengendalian dan Energi
Menuju Masyarakat Akuntabel. Ketatausahaan
Madani
2 Optimalisasi 1 Peningkatan
Fungsi sarana dan
Administrasi dan prasarana
Sarana Prasarana pemerintah
3 Akuntabilitas 1 Pengembangan
Perencanaan Sistem
Pembangunan Perencanaan
dan Pengelolaan Pembangunan
Keuangan Daerah dan Standar
Akuntasi
Pemerintah
2 Meningkatnya 1 Peningkatan 1 Evaluasi
pelayanan publik Kinerja Layanan Kebijakan Publik

Dinas Bina Marga, PPE 51


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

RPJMD RENCANA STRATEGIS

Visi Misi Visi Dinas Misi Dinas Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3 4 5 6 7 8

2 Meningkatkan 2 Mewujudkan 2 Meningkatkan 3 Optimalisasi 1 Pembangunan Pembangunan


Infrastruktur Jaringan Jalan dan aksesibilitas Infrastruktur dan Optimalisasi Jaringan Jalan
dan Ruas Jalan yang dan mobilitas Jaringan Jalan Kapasitas dan Jembatan
Suprastruktur Memadai guna wilayah dalam dalam kondisi Jaringan Jalan sesuai dengan
Pertumbuhan mendukung mendukung baik dan Jembatan arahan Rencana
Ekonomi Peningkatan pertumbuhan sesuai Fungsi, Tata Ruang
Berbasis kesejahteraan Wilayah Status dan Kelas Wilayah dan
Pemberdayaan Masyarakat dengan yang mampu pembangunan
Masyarakat penyediaan mengembangkan berkelanjutan di
yang Jaringan Jalan pusat - pusat kawasan
Berwawasan Yang Andal Pelayanan strategis dan
Lingkungan. perbatasan.
yang
memberikan
akses mobilisasi
2 Pemenuhan Peningkatan
kondisi Fisik Jalan Kapasitas
dan jembatan Infrastruktur
sesuai Jalan dan
Perencanaan Jembatan
Teknis Menuju Pusat-
pusat pelayanan

Dinas Bina Marga, PPE 52


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

RPJMD RENCANA STRATEGIS

Visi Misi Visi Dinas Misi Dinas Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3 4 5 6 7 8
3 Meningkatkan 3 Terpenuhinya 4 Optimalisasi 1 Pengembangan 1 Rehabilitasi dan
pelayanan kebutuhan air Infrastruktur dan Pengelolaan peningkatan
jaringan irigasi irigasi dengan Jaringan Irigasi Sistem Jaringan Jaringan Irigasi
dan sumber daya prioritas utama dalam kondisi Irigasi
air pertanian baik
rakyat
2 Membangun
sistem kerja
berbasis
teknologi
informasi
2 Pengelolaan 1 Mengembangkan
Sumber Daya Air sistem
berdasar pola pengendali
pengelolaan banjir yang
daerah sungai berskala kota
yang menyeluruh,
terpadu,
berkelanjutan dan
berwawasan
lingkungan hidup
2 Mengoptimalkan
pengelolaan
sumber air irigasi
yang berwawasan
lingkungan

Dinas Bina Marga, PPE 53


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

RPJMD RENCANA STRATEGIS

Visi Misi Visi Dinas Misi Dinas Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3 4 5 6 7 8
5 Meningkatkan 5 Meningkatkan 6 Meningkatnya 1 Pengendalian 1 Rehabilitasi dan
Pengelolaan Air Pengelolaan Air Pembinaan dan pemanfaatan pemulihan
Tanah Dan Tanah dan Pelaporan Usaha potensi cadangan
Sumberdaya Sumber Daya Pertambangan sumberdaya sumber daya
Mineral Bukan Mineral Bukan dan Air Tanah mineral bukan mineral dan air
Logam Dan Logam Dan logam dan batuan tanah
Batuan Yang Batuan dan air tanah
Berkelanjutan

Dinas Bina Marga, PPE 54


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Untuk mewujudkan Visi sebagaimana tersebut di atas, maka dirumuskan Misi Dinas Bina Marga,
Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya, yaitu :
1. Mewujudkan Jaringan Jalan dan Ruas Jalan yang Memadai guna mendukung Peningkatan
kesejahteraan Masyarakat;
2. Meningkatkan pelayanan jaringan irigasi dan sumber daya air;
3. Mendayagunakan Potensi Energi Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan;
4. Meningkatkan Pengelolaan Air Tanah Dan Sumberdaya Mineral Bukan Logam Dan Batuan Yang
Berkelanjutan.

Dinas Bina Marga, Pengairan, pertambangan dan Energi kota Tasikmalaya menjabarkan misi
sebagai berikut :
1. Memenuhi Syarat dan Kebutuhan sesuai dengan Perkembangan Kota Tasikmalaya;
2. Meningkatkan berarti melakukan perbaikan atau pemeliharaan terhadap insfrastruktur sehingga peran
dan fungsinya mampu memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan Kota Tasikmalaya;
3. Mendayagunakan berarti Memanfaatkan Potensi Energi yang ada serta Menggali Energi Baru
Terbarukan;
4. Meningkatkan Pengelolaan adalah Melakukkan Pembinaan dan Pengendalian terhadap Pemanfaatan
Sumber Daya Mineral dan Air Tanah .

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah


Tujuan merupakan target yang bersifat kuantitatif atau kualitatif dari suatu organisasi yang
pencapaian merupakan ukuran keberhasilan kinerja faktor faktor tertentu keberhasilan suatu organisasi.
Tujuan Bersifat jangka menengah serasidanmengklasifikasikan visi dan misi , dan nilai nilai yang
diharapkan diperoleh informasi kinerja yang penting yang diperlukan dalam menyelenggarakan
manajemen kinerja secara baik.
Penyelenggaraan Manajemen kinerja secara baikdengan memperhatikan sumber daya , keadaan
lingkungan yang dihadapi.Dalam mencapai tujuan dan sasaran, secara konsisten disusun dalam
bentukkebijakan-kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan yang relevan serta merupakanrencana
menyeluruh dan terpadu.
Dengan berpedoman kepada visi dan misi Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan
Energi Kota Tasikmalaya yang telah disususn maka tujuan dan sasaran Dinas Bina Marga, Pengairan,
Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya adalah sebagaimana Tabel 4.2.

Dinas Bina Marga, PPE 55


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Tabel 4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan

Visi : Terwujudnya Insfrastruktur Kota Yang Andal Dan Berkelanjutan

Misi 1 : Mewujudkan Jaringan Jalan dan Ruas Jalan yang Memadai guna mendukung Peningkatan kesejahteraan Masyarakat
Target Kinerja Sasaran pada Tahun
No. Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi
2013 2014 2015 2016 2017
Awal
(1) (2) (4) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Meningkatkan aksesibilitas dan Prosentase Tingkat Optimalisasi Prosentase Tingkat 52 % 62 % 68 % 77 % 90 % 100 %


mobilitas wilayah dalam Kemantapan Jalan Kota Infrastruktur Jaringan Kemantapan Jalan
mendukung pertumbuhan (100%) Jalan dalam kondisi Kota
Wilayah dengan penyediaan baik
Jaringan Jalan Yang Andal

Dinas Bina Marga, PPE 56


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Misi 2 : Meningkatkan pelayanan jaringan irigasi dan sumber daya air

Target Kinerja Sasaran pada Tahun


No. Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi
2013 2014 2015 2016 2017
Awal
(1) (2) (4) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

2 Terpenuhinya kebutuhan air Prosentase Jaringan irigasi Optimalisasi Infrastruktur Prosentase Jaringan 60% 65 % 70 % 72 % 73.5 % 75 %
irigasi dengan prioritas dalam kondisi baik (75%) Jaringan Irigasi dalam irigasi dalam kondisi
utama pertanian rakyat kondisi baik baik

Misi 3 : Mendayagunakan Potensi Energi Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

Target Kinerja Sasaran pada Tahun


No. Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Sasaran
Kondisi
2013 2014 2015 2016 2017
Awal
(1) (2) (4) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

3 Meningkatkan Prosentase Rumah Meningkatnya Keluarga Prosentase Keluarga


Pemerataan Tangga Pengguna Pra KS yang Pra KS Pengguna 100 % 9.37 % 22.66 % 19.54 % 25.78 % 22.66 %
Pemanfaatan Energi Listrik 22,66%) Mendapatkan Bantuan Listrik
Listrik Listrik Gratis

Dinas Bina Marga, PPE 57


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

Misi 4 : Meningkatkan Pengelolaan Air Tanah Dan Sumberdaya Mineral Bukan Logam Dan Batuan Yang Berkelanjutan

Target Kinerja Sasaran pada Tahun


No. Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi
2013 2014 2015 2016 2017
Awal
(1) (2) (4) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

469 Meningkatkan Prosentase Meningkatnya Prosentase Usaha


Pengelolaan Air Pengawasan Usaha Usaha Pertambangan dan 69,17% 69,17 % 69,17 % 98,81 % 98,81 % 98,81 %
Tanah dan Sumber Pertambanagn dan Pertambangan dan Sumur Air Tanah
Daya Mineral Air Tanah Air Tanah yang yang di bina dan
Bukan Logam Dan (98,81%) dibina dan diawasi Diawasi oleh Dinas
Batuan BMPPE

Dinas Bina Marga, PPE 58


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

4.3. Strategi dan Kebijakan


Dengan menggunakan pendekatan strategik management system, didapat beberapa strategi yang
perlu dilakukan oleh Dinas Bina Marga, Pengairan Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya untuk
mencapai tujuan seperti yang tertera di statement visi dan misi Dinas .
Sedangkan kebijakan yang dirumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuan di atas, Hal tersebut
dapat dilihat pada Tabel 4.3. adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Misi 1 : Mewujudkan Jaringan Jalan dan Ruas Jalan yang Memadai guna mendukung Peningkatan
kesejahteraan Masyarakat

I. Meningkatkan Optimalisasi a. Pembangunan dan 1. Pembangunan


aksesibilitas dan Infrastruktur Optimalisasi Jaringan Jalan dan
mobilitas wilayah Jaringan Jalan Kapasitas Jaringan Jembatan sesuai
dalam mendukung dalam kondisi Jalan dan Jembatan dengan arahan
pertumbuhan baik sesuai Fungsi, Rencana Tata Ruang
Wilayah dengan Status dan Kelas Wilayah dan
penyediaan yang mampu pembangunan
Jaringan Jalan mengembangkan berkelanjutan di
Yang Andal pusat - pusat kawasan strategis dan
Pelayanan perbatasan. yang
memberikan akses
mobilisasi
b. Pemenuhan 1. Peningkatan
kondisi Fisik Jalan Kapasitas
dan jembatan Infrastruktur Jalan
sesuai Perencanaan dan Jembatan
Teknis Menuju Pusat-pusat
pelayanan
Misi 2 : Meningkatkan pelayanan jaringan irigasi dan sumber daya air

II. Terpenuhinya Optimalisasi a. Pengembangan dan 1. Rehabilitasi dan


kebutuhan air Infrastruktur Pengelolaan Sistem peningkatan Jaringan
irigasi dengan Jaringan Irigasi Jaringan Irigasi Irigasi
prioritas utama dalam kondisi
pertanian rakyat baik

2. Membangun sistem
kerja berbasis
teknologi informasi
b. Pengelolaan 1. Mengembangkan
Sumber Daya Air sistem pengendali
berdasar pola banjir yang berskala
pengelolaan daerah kota
sungai yang
menyeluruh,
terpadu,
berkelanjutan dan
berwawasan

Dinas Bina Marga, PPE 59


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

lingkungan hidup
2. Mengoptimalkan
pengelolaan sumber
air irigasi yang
berwawasan
lingkungan
Misi 3 : Mendayagunakan Potensi Energi Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

III. Meningkatkan Meningkatnya a. Pengendalian 1. Pemerataan


Pemerataan Keluarga Pra pemanfaatan Pemanfaatan dan
Pemanfaatan KS yang potensi energi pengembangan
Energi Listrik Mendapatkan energi Kelistrikan
Bantuan Listrik
Gratis
Misi 4 : Meningkatkan Pengelolaan Air Tanah Sumber Daya Mineral Bukan Logam Dan Batuan yang
Berkelanjutan

IV. Meningkatkan Meningkatnya a. Pengendalian 1. Rehabilitasi dan


Pengelolaan Air Usaha pemanfaatan pemulihan cadangan
Tanah Sumber Pertambangan potensi sumber daya mineral
Daya Mineral dan Air Tanah sumberdaya dan air tanah
Bukan Logam Dan yang dibina mineral bukan
Batuan dan diawasi logam dan batuan
dan air tanah

Dinas Bina Marga, PPE 60


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB V
RENCANA PROGRAM , KEGIATANDAN PENDANAAN INDIKATIF

Dengan memperhatikan sumber daya serta keadaan lingkungan yang dihadapi, cara untuk mencapai
tujuan dan sasaran di atas, secara konsisten disusun dalam bentukkebijakan-kebijakan, program, dan
kegiatan-kegiatan yang relevan serta merupakanrencana menyeluruh dan terpadu. Kebijaksanaan pada
dasarnya merupakan ketentuanyang telah disepakati dan ditetapkan oleh pemerintah untuk dijadikan
pedoman,pegangan, dan petunjuk bagi instansi pelaksana.
Dalam rangka pencapaian visi misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan dilaksanakan oleh
Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya, maka rencana program dan
kegiatan , indikator kinerja kelompok sasaran dan rencana pendanaan indikatif yang akan dilaksanakan
selama periode 2013 2017 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel 5.1 berikut :

Dinas Bina Marga, PPE 61


REVISI RENCANA STRATEGIS
DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA 2013 - 2017

BAB VII
PENUTUP

Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi
Kota Tasikmalaya merupakan arah dan pedoman perkembangan organisasi dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsinya di masa mendatang. Renstra juga merupakan manifestasi dari respons
Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya terhadap perkembangan
kondisi lingkungannya baik internal maupun eksternal yang memerlukan pengamatan yang akurat
serta diagnose lingkungan yang efektif.
Sesuai dengan perkembangan lingkungan internal dan eksternal yang selalu mengalami
perubahan, maka Renstra Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Tahun 2013
2017 tidak bersifat kaku dan senantiasa harus selalu memperhatikan perubahan perubahan yang
terjadi dan secara periodik dituangkan dalam perubahan Renstra sehingga tujuan organisasi tercapai.
Keberhasilan Rencana Strategis ini memerlukan kebersamaan dan kerja sama seluruh
komponen Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kota Tasikmalaya pada setiap
tingkatan. Untuk itu pemahaman dan kesiapan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan, sehingga
dapat diimplementasi melalui berbagai program dan kegaiatan dengan rancang tindak yang
proposional sesuai dengan kedudukan, tugas pokok dan fungsi masing masing aparatur.

Tasikmalaya, Januari 2016


KEPALA DINAS BINA MARGA,
PENGAIRAN,
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KOTA TASIKMALAYA

Drs. IVAN DICKSAN HASANNUDIN,M.Si


..
NIP. 19660703 199603 1 002

Dinas Bina Marga, PPE 62