Anda di halaman 1dari 7

PENDEKATAN KEBERMANFAATAN KEPUTUSAN PADA

PELAPORAN KEUANGAN

Ringkasan Materi Kuliah

Untuk memenuhi tugas Matakuliah Teori Akuntansi

Yang dibimbing oleh Bapak Prof.Dr. Sutrisno T., SE., AK., M.Si

Disusun oleh:

Gede Krisnawan

145020300111006

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

TAHUN 2017
PENDEKATAN KEBERMANFAATAN KEPUTUSAN PADA
PELAPORAN KEUANGAN

Dalam mempertimbangkan kegunaan laporan keuangan dalam pengambilan


keputusan, terdapat dua pertanyaan yang harus di ajukan:

1. Siapa pengguna laporan keuangan?

2. Apa masalah keputusan yang dihadapi oleh pengguna laporan keuangan?

Dalam hal ini, informasi yang terdapat dalam laporan keaungan harus dapat
disesuaikan dengan kebutuhan spesifik oleh pengguna laporan keuangan,
sehingga akan meningkatkan kegunaan laporan keuangan dalam hal pengambilan
keputusan.

Terdapat dua teori yang digunakan oleh akuntan untuk memecahkan masalah
tersebut, yaitu:

1. Single-person theory of decision

2. Theory of investment

SINGLE-PERSON DECISION THEORY

Sudut pandang teori ini adalah seseorang yang harus mengambil keputusan
dalam kondisi ketidakpastian. Teori ini mengakui bahwa state probabilities tidak
lagi objektif, sebagaimana dalam kondisi yang ideal, dan mengemukakan suatu
prosedur formal dimana individu dapat mengambil keputusan yang terbaik dengan
memilih dari satu perangkat atau kumpulan alternatif yang ada. Teori ini
mengijinkan investor memperoleh informasi tambahan untuk merevisi penilaian
subjektif pembuat keputusan atas peristiwa yang mungkin terjadi setelah
keputusan dibuat. Teori keputusan ini relevan dengan akuntansi karena laporan
keuangan menyediakan informasi tambahan yang berguna bagi banyak keputusan.

Sistem Informasi
Supaya lebih bermanfaat, informasi dalam laporan keuangan harus
membantu untuk memprediksi pengembalian investasi di masa depan. Dengan
menggunakan historical cost, laporan keuangan tidak menunjukkan nilai masa
depan yang diharapkan secara langsung. Namun, laporan keuangan akan tetap
berguna untuk investor secara luas yang memungkinkan suatu prediksi baik kabar
baik ataupun buruk yang terdapat didalamnya akan bertahan sampai masa depan.

Perlu diketahui bahwa kita mengembangkan proses keputusan yang


hubungannya dengan investor menggunakan informasi laporan keuangan saat ini
untuk memprediksi earning power di masa depan. Prediksi akan earning power
digunakan untuk memprediksi pengembalian investasi di masa depan
(kepentingan utama investor). Aliran kas di masa depan dapat digunakan untuk
memprediksi pengembalian investasi masa depan. Pendekatan ini konsisten
dengan kondisi ideal. Bagaimanapun, dibawah kondisi yang yang tidak ideal tidak
tepat jika dikatakan bahwa prediksi aliran kas masa depan adalah pendekatan yang
lebih baik untuk memprediksi pengembalian investasi dibandingkan prediksi
earning power. Pada akhirnya, kedua pendekatan tersebut sesungguhnya sama
sejak aliran kas dan earning memiliki output rata-rata yang sama. Secara akual,
perbedaan antara aliran kas dan pendapatan bersihnya akan selalu nol setiap
waktu.

Dalam jangka pendek, seseorang dapat menentang bahwa earning power


memiliki keuntungan tertentu dalam memprediksi pengembalian investasi masa
depan. Karena secara accrual, pengembalian lebih sedikit dibandingkan arus kas
yang diakibatkan sebagai contoh akuisisi capital asset dan penjualan. Dapat
ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan tetap bermanfaat bagi investor
meskipun laporan keuangan tidak secara langsung melaporkan mengenai aliran
kas masa depan dengan dasar penghitungan present value. Inti dari hubungan
antara laporan keuangan saat ini dan masa depan adalah conditional probabilities
P(GN/H) dan P(BN/L). Probabilitas ini disebut sistem informasi. Konsep dari
sistem informasi merupakan konsep yang sangat kuat (karena dapat menangkap
isi informasi dari laporan keuangan dengan demikian menentukan nilainya untuk
pembuatan keputusan oleh investor) dan sangat berguna (karena banyak masalah
akuntansi praktis dapat dibingkai dalam kerangka dampaknya terhadap sistem
informasi dalam teori akuntansi keuangan).

Information Defined

Teori keputusan dan konsep penerangan memberikan cara untuk


mendefinisikan informasi, yaitu bahwa informasi adalah bukti yang memiliki
potensi mempengaruhi keputusan seseorang. Dari definisi tersebut terdapat hal-
hal yang bisa kita simpulkan, yaitu: 1)Informasi adalah ex ante definition.
Tuntutan yang paling utama bagi bahan bukti untuk menggambarkan informasi
adalah minimal beberapa bahan bukti harus diperoleh, kepercayaan secara cukup
berpengaruhi bahwa keputusan akan berubah., 2) Definisi adalah individual-
specific. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda dan bersifat khusus atas
informasi yang sama, 3) Definisi seharusnya menggambarkan biaya bersih, dan 4)
definisi seharusnya menekankan bahwa penerimaan dan kepercayaan terhadap
informasi sebagai proses yang kontinyu.

THE RATIONAL RISK AVERSE- INVESTOR

Dalam teori keputusan, konsep individu rasional secara sederhana


menerangkan dalam pembuatan keputusan, tindakan yang terpilih ialah salah satu
yang menberikan harapan manfaat yang terbaik. Hal ini berdampak terhadap
individu yang besar kemungkinan mencari informasi tambahan yang relevan
terhadap keputusan, yang akan digunakan untuk merevisi pernyataan
kemungkinan dengan menggunakan Baye s theorem.

Asumsi yang biasa digunakan yaitu bahwa investor yang rasional yaitu risk-
averse (menolak risiko). Konsep dari risk-aversion sangat penting bagi akuntan
karena berarti investor membutuhkan informasi yang berkaitan dengan resiko dan
nilai yang diharapkan di masa depan. Risk-averse akan menyamakan (trade-off)
antara return dan risiko yang diharapkan. Contohnya, jika kita memiliki
kemungkinan menang 75%, kita mungkinakan melempar untuk taruhan yang
lebih besar. Akibatnya, kita sekarang memiliki resiko lebih besar untuk
memperoleh nilai pengembalian yang lebih besar, nilai yang diharapkan sekarang
adalah $0,50 per dollar dibanding nol. Untuk model risk-aversion, teori keputusan
menggunakan alat yaitu utility function yang menghubungkan jumlah
pembayaran dengan utilitas pembuat keputusan pada jumlah tersebut.

Kadang ada asumsi yang menyatakan bahwa pembuat keputusan adalah


risk-neutral yaitu pembuat keputusan akan menganalisa secara teliti investasi
yang beresiko terkait dengan return yang diharapkan. Risk neutrality mungkin
adalah asumsi yang layak saat pengembalian kecil. Bagaimanapun, risk aversion
adalah asumsi yang lebih realistic pada kebanyakan kasus. Konsep dari risk
aversion sangat penting bagi akuntansi, karena ini berarti bahwa investor
memerlukan informasi yang mengandung resiko, seperti halnya nilai yang
diharapkan dari pengembalian masa depan.

PRINSIP DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO

Pada poin D telah dinyatakan bahwa investor individu di asumsikan menjadi


penolak resiko. Konsekuensi, pemberian pelunasan yang yang diharapkan dari
investasi, investor yang rasional menginginkan resiko kemungkinan yang terkecil
atau sebaliknya resiko yang diberikan akan menginginkan kemungkinan terbaik
dari pelunasan yang diharapkan. Salah satu cara investor dapat mengurangi resiko
untuk return yang diharapkan adalah dengan mengadopsi strategy of
diversification, dengan menginvestasikannya dalam sekuritas portofolio. Prinsip
dari diversifikasi portofolio menunjukkan bahwa beberapa tetapi tidak semua
resiko dapat dieliminasi dengan strategi investasi yang sesuai. Prinsip ini
merupakan implikasi yang sangat penting untuk mengetahui sifat dari resiko
informasi yang dibutuhkan investor.

Alat yang digunakan yaitu mean-variance utility. Signifikansi dari utilitas


ini terhadap akuntan yaitu membuat keputusan investor dibutuhkan lebih eksplisit
- seluruh investor membutuhkan informasi tentang nilai yang diharapkan dan
resiko atas return dari investasi, tanpa memperhatikan bentuk khusus dari fungsi
utilitasnya. Memungkinkan untuk menemukan keputusan investasi lainnya yang
memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan yang sama tetapi dengan resiko
yang kecil. Dalam ekonomi di manapun, pasti ada keadaan alami yang disebut
factor yang mempengaruhi return dari seluruh saham, yaitu: Faktor market-wide
atau economy wide. Kehadirannya berarti jika return atas satu saham tinggi, maka
return atas kebanyakan saham yang lain juga akan tinggi (dengan asumsi bahwa
return atas saham adalah independen). Jika seluruh faktor adalah economy-wide
maka return atas saham perusahaan akan secara sempurna terkorelasi. Faktor
firm-spesific yang mempengaruhi return atas satu perusahaan saja. Jika seluruh
faktor adalah firm-spesific, maka return akan independen.

KEPUTUSAN INVESTASI YANG OPTIMAL

Saat biaya transaksi diabaikan, keputusan optimal investor yang risk-averse


adalah untuk membeli kombinasi dari portofolio pasar dan aset bebas-resiko yang
menghasilkan tradeoff yang paling baik antara return dan resiko yang diharapkan.
Jumlah yang sama diinvestasikan dalam sebuah portofolio dapat menghasilkan
resiko yang lebih rendah dibandingkan jika diinvestasikan dalam perusahaan
tunggal untuk tingkat pengembalian yang diharapkan yang sama. Hal itu
disebabkan saat lebih dari satu investasi beresiko diadakan, resiko spesifik
perusahaan cenderung untuk menghilang. Jika satu saham menghasilkan return
yang rendah maka akan selalu ada kesempatan bahwa saham-saham yang lain
akan menghasilkan return yang tinggi. Semakin banyak jumlah saham
perusahaan yang berbeda dalam portofolio, semakin besar efek ini dapat bekerja.
Sebagai hasilnya, resiko yang berbahaya dapat dikurangi.

Yang perlu diperhatikan disini, dalam suatu economy-wide risk, tidak ada
yang dapat ditolak keluar secara keseluruhan. Pada saat minimum, saat portofolio
pasar dipegang, factor economy-wide akan tinggal untuk berperan bagi resiko
portofolio, dan resiko ini tidak dapat diubah. Resiko non-diversifiable disebut
risiko sistematis. Secara konsep, portofolio pasar termasuk seluruh saham yang
tersedia untuk investasi dalam ekonomi. Pada prakteknya, portofolio pasar
biasanya mengambil seluruh saham yang diperdagangkan dalam bursa efek
mayor. Beberapa investor kemungkinan ingin mengurangi investasi mereka dalam
portofolio pasar dan membeli risk free asset denagn prosesnya. Yang lain
kemungkinan ingin meminjam dalam risk free rate dan meningkatkan
investasinya.bagaimanapu caranya, semua investor dapat menikmati keuntungan-
keuntungan penuh dari diversifikasi, pada waktu yang sama mencapai untuk
mencapai resiko pengembalian yang optimal dari trade off.

RISIKO PORTOFOLIO

Prinsip dari diversifikasi membawa pada pengukuran resiko yang penting


dari sekuritas dalam teori investasi. Resiko ini yaitu beta, yang mengukur co-
movement antara perubahan dalam harga sekuritas dan perubahan dalam nilai
pasar atas portofolio pasar. Beta adalah konsep yang penting dan berguna dalam
akuntansi keuangan. Saham beta adalah komponen yang krusial dari studi empiris
yang berguna sebagai informasi akuntansi keuangan bagi investor. Beta juga
merupakan launching pad bagi pelaporan resiko perusahaan.

Banyak keuntungan dari diversifikasi dapat diperoleh hanya dengan sedikit


sekuritas dalam portofolio. Dari sudut pandang akuntansi, informasi yang berguna
adalah informasi yang dapat membantu investor untuk menaksir return dan beta
yang diharapkan dari sekuritas. Informasi mengenai pengembalian sekuritas yang
diharapkan dan beta sangat berguna bagi investor. Ini memungkinkan mereka
untuk mengestimasi pengembalian yang diharapkan dan resiko dari portofolio
yang mereka pertimbangkan. Kemudian mereka dapat memilih portofolio yang
memberi resiko pengembalian tradeoff yang diharapkan, subjek dari level biaya
tansaksi yang dibawa.