Anda di halaman 1dari 32

DESAIN PELAT DAN BALOK BETON

ANALISIS DAN DESAIN BALOK


TAMPANG T /
PERTEMUAN KE-12
Atika Ulfah Jamal, ST, M.Eng, MT
DASAR PEMIKIRAN:
Beton: sangat kuat thd bb tekan. lemah thd bb tarik (sehingga
kuat tarik beton diabaikan).
Pd penampang balok beton bertulang yg menahan momen positif (lihat
gbr (a)!):
~ Hanya sebag kecil yg menahan tekan ~ Sebagian besar adalah
menahan tarik.

tekan
tarik
(a) Ba-lok (b) Balok T
biasa

Luas penampang beton tarik sebaiknya dikurangi (dipangkas pada


bagian bawah), sehingga menyerupai huruf T disebut Balok T
(lihat gbr (b)!).

Kuat rencana balok (a) & (b) sama.


Pada umumnya balok dan pelat beton dicor secara bersamaan, dimana
antara balok dan pelat menyatu secara monolit, sehingga ada bagian pelat
yang bekerja bersama-sama dengan balok dalam memikul beban. Pada
kondisi ini ada bagian pelat yang berfungsi sebagai sayap atas dari balok.
Balok seperti ini disebut sebagai balok T. Kecuali pada struktur beton
bertulang pra cetak, balok dan pelat dicor terpisah.
SNI 03-2847-2013 Pasal 8.12
Balok Tampang L
Jembatan
prategang/simple
beam
Analisis dan Desain Balok T
Cara analisis balok penampang T hampir serupa dengan
balok persegi.
Distribusi tegangan tekan pada beton mengikuti blok
tegangan Whitney.
Prosedur analisis kuat momen nominal, Mn, untuk suatu
penampang T atau L dapat dibedakan menjadi 2 macam
kategori :
1. tinggi efektif blok tegangan Whitney, kurang atau
sama dengan tebal sayap tekan (a < hf)
2. tinggi efektif blok tegangan Whitney, a, lebih besar
dari tebal sayap penampang (a > hf)
Dalam banyak hal, kasus pertama akan lebih sering
dijumpai daripada kasus kedua.
Analisis Balok T (a < hf)
Garis netral jatuh di sayap.
Untuk kasus ini perencanaan dan analisis dianggap balok yang
berpenampang persegi, dengan lebar balok adalah be.

d c
t 0,003
c
Analisis Balok T (a > hf)
Garis netral jatuh di badan.
Untuk kasus ini perencanaan dan analisis dianggap balok yang berpenampang T.

Guna keperluan analisis, maka penampang balok T


dipisahkan menjadi dua bagian.
Pada bagian pertama penampang, gaya tekan yang
bekerja pada sisi sayap tekan adalah :
Ccf = 0,85fc/(be bw)hf
Sedangkan gaya tekan pada bagian badan adalah :
Ccw = 0,85fc/bwa
Analisis Balok T (a > hf)
Dari keseimbangan gaya : T = Ccf + Ccw
Dimana, T1 = Ccf T2 = Ccw

As f y 0,85 f 'c (be b f )h f


Sehingga : a
0,85 f c bw

Tinggi sumbu netral dapat dihitung, c = a/b1, dan


regangan tarik pada tulangan baja, t dapat diperiksa
apakah sudah lebih besar dari regangan luluh.
Akhirnya momen nominal penampang dapat dihitung
sebagai berikut :
hf a
M n Ccf d Ccw d
2 2
Perencanaan Balok T
Perencanaan Balok T, mencakup :
1. Penentuan dimensi flens Be dan hf
2. Penentuan dimensi badan bw dan d
3. Penentuan luas tulangan tarik As

Balok dengan penampang berbentuk T yang lazim adalah balok pada daerah
momen lentur positif dari sistem pelat balok gelagar yang monolit, dimana
ukuran flens telah tersedia , sehingga tinggal menentukan ukuran ukuran
baloknya.
4. Menentukan letak garis netral atau tinggi blok diagram tekan, yang
menentukan apakah termasuk tampang T persegi atau T murni.

Untuk penyederhanaan, umumnya dilakukan dengan terlebih dahulu


memeriksa kapasitas penampang/momen dengan mengambil a = hf
Desain Balok T (Tul. Sebelah)

1. Hitung nilai 1,
2. Hitung momen ultimit dan momen nominal yang
dibutuhkan
3. Estimasikan lebar efektif balok (be)
4. Tetapkan tinggi flens / tebal pelat
5. Hitung momen yang tersedia jika diasumsikan a=hf
Mn= Cc(d-a/2) ; dimana Cc = 0,85. fc .a. be
kontrol :
jika Mn tersedia > Mn dibutuhkan a<hf
jika Mn tersedia < Mn dibutuhkan a>hf
Desain Balok T (Tul. Sebelah)

6. Jika asumsi a<hf


- cari nilai a dari momen nominal yang dibutuhkan
Mn= Cc(d-a/2) ; dimana Cc = 0,85. fc .a. be

- keseimbangan momen, Cc=Ts, diasumsikan baja tarik sudah leleh


(Ts = As * fy)
- hitung jumlah tulangan yang dibutuhkan
- mencari abaru dari keseimbangan Cc=Ts
- hitung tinggi sumbu netral, cbaru= abaru/1
- kontrol apakah t 0,005 dan s y
- hitung kapasitas momen yang tersedia,
Mn= Cc(d-a/2) Mu = Mn
Desain Balok T (Tul. Sebelah)

7. Jika asumsi a>hf hf a


M n Ccf d Ccw d
- cari nilai a dari 2 2

gaya tekan yang bekerja pada sisi sayap tekan adalah :


Ccf= 0,85fc/(be bw)hf ,
gaya tekan pada bagian badan adalah : Ccw= 0,85fc/bwa
- Keseimbangan gaya dalam T = Ccf + Ccw
- Mencari luas tulangan tarik, As= T/fy
As
- kontrol < maks
be d
- menghitung jumlah tulangan
- hitung nilai abaru (a>hf) dr keseimbangan gaya dalam
-hitung tinggi sumbu netral, cbaru= abaru/1
- kontrol apakah t 0,005 dan s y
- hitung kapasitas momen yang tersedia, Mu = Mn
Contoh 1 :
Diketahui balok T tunggal dengan ukuran lebar pelat = 750 mm, tebal pelat hf = 175
mm, lebar balok = 350 mm, dan tinggi manfaat balok = 900 mm
Akibat beban mati termasuk berat sendiri MD= 500 kN-m dan akibat beban hidup
ML = 700 kN-m
Mutu bahan yang digunakan : beton dengan fc = 20 MPa dan baja tulangan
dengan fy = 350 MPa
Tentukan tulangan tarik yang diperlukan ?
f
cu y
max
ES 0,003 0,00175 0,026 0,0176
t b 0,003 0,004
cu

1911,111 kNm
0,9
0,0176
Contoh 2:
f
cu y
max
ES 0,003 0,00175 0,0326 0,02212
t b 0,003 0,004
cu

1,4
min 0,004
350
Ambil yang terbesar;
f 'c 25 min : 0,004
min 0,0036
4 fy 4 350
0,9. 656,5198 = 590,8678 kNm
8. 590,8678
73,86 kN/m

73,86 = 1,2 (20+6,072) +1,6 WL

73,86 -- 1,2 (20+6,072)


26,6085 kN/m
Tugas 1.
Desainlah sebuah balok T (lengkap dengan gambar penulangannya) dari suatu sistem
balok-pelat pada Gambar berikut ini. Balok memiliki panjang bentang, l = 6,0 m.
Gunakan f /c = 20 MPa dan fy = 400 Mpa. Digunakan tulangan diameter 19 mm.
Jika:
a. Beban momen lentur yang bekerja akibat beban hidup dan beban mati
adalah MD = 105 kNm dan ML = 135 kNm. (t. sebelah)
b. Beban momen lentur yang bekerja akibat beban hidup dan beban mati
adalah MD = 150 kNm dan ML = 335 kNm. (t. sebelah)
c. Beban momen lentur yang bekerja akibat beban hidup dan beban mati
adalah MD = 350 kNm dan ML = 500 kNm. (t. sebelah)
d. Beban momen lentur yang bekerja akibat beban hidup dan beban mati
adalah MD = 450 kNm dan ML = 700 kNm. (t. rangkap)
e. Beban momen lentur yang bekerja akibat beban hidup dan beban mati
adalah MD = 700 kNm dan ML = 900 kNm. (t. rangkap)