Anda di halaman 1dari 5

Nabila Fatin Kamilasari (151411021)

3A D3 Teknik Kimia

Tugas Teknik Produksi Bersih

PABRIK SELAI KELAPA GS

1. Masalah di Industri
Selain produk utama selai kelapa, pabrik juga menghasilkan hasil samping
seperti air kelapa, air sisa pencucian, selai kelapa yang dikembalikan pabrik GS
karena ada kerusakan, dan juga batok kelapa dari proses pengupasan. Hasil samping
yang dihasilkan juga tidak ditangani secara khusus karena hasil samping yang
dihasilkan ada pihak ketiga yang memanfaatkan seperti batok kelapa dan minyak
kelapa dari selai kelapa yang sudah tengik. Sedangkan air kelapa digunakan sebagai
bahan baku pembuatan nata de coco yang juga diproduksi oleh pihak ketiga. Air sisa
pencucian kelapa tidak diolah dan langsung dialirkan ke saluran pembuangan air.
Selai kelapa yang tengik dan sudah diambil minyaknya pun tidak disimpan dan diolah
secara khusus namun langsung dikubur di dalam tanah.

2. Proses Produksi
Gambar 1. Diagram Alir Proses Produksi Selai Kelapa

Kelapa
( 3000 kg)

Batok Kelapa (1400 kg)


Pemancalan
Air Kelapa(500 kg)

Pengerikan Kulit Ari (100 kg)

Air Sumur Air sisa pencucian


Pencucian
(1500 L) (1500 L)

Pemarutan Kelapa Parut Tercecer


(1000 kg) (10 kg)
Gula pasir (250 kg)
Gula cair (100 kg)
Pewarna makanan (0,1 kg) Uap (940,5 kg)
Pemasakan
Benzoat dan PSG (0,06 kg) Selai Kelapa Tercecer (5 kg)
Garam (4 kg)
Tepung Sagu (50 kg)

Pendinginan

Selai Kelapa Tercecer


Pengemasan
(5,31 kg)

Selai Kelapa
(300 kg)
*idealnya 425,35 kg
3. Peluang dan Tindak Lanjut Produksi Bersih
3.1 Pemacalan
Deskripsi proses:
Kelapa yang akan diproses masih berbentuk butiran kelapa tanpa sabut. Untuk
memperoleh daging buah kelapa diperlukan proses pemancalan yang akan
memisahkan batok kelapa dengan daging buah. Pemancalan dilakukan
menggunakan golok. Daging buah kelapa yang telah dipisahkan dari batok
kelapa kemudian ditampung di keranjang plastik yang kemudian akan diproses
lebih lanjut di stasiun pengerikan.
Identifikasi munculnya limbah:
Pada proses ini dihasilkan produk lain selain produk utama yaitu berupa batok
kelapa, air kelapa, dan kotoran berupa tanah dan kerikil. Limbah tersebut
merupakan limbah padat dan cair.

Opsi produksi bersih:


a. Memanfaatkan batok kelapa menjadi bahan bakar di stasiun pemasakan.
b. Mengolah batok kelapa menjadi arang aktif.
c. Menjual batok dan air kelapa.
d. Memanfaatkan air kelapa sebagai bahan baku produk lainnya seperti bahan
baku pembuatan nata de coco dan sirup air kelapa.
e. Memanfaatkan air kelapa untuk pencucian kelapa.
3.2 Pengerikan
Deskripsi Proses

Daging buah kelapa yang telah dipisahkan dari batok kelapa kemudian dikerik
menggunakan alat pengerik. Pengerikan ini akan memisahkan kulit ari daging
buah kelapa dengan daging buah kelapa. Kulit ari yang dihasilkan akan
ditampung di karung dan daging buah kelapa yang telah dibersihkan kulit
arinya ditampung di keranjang plastik. Jika buah kelapa yang akan diproses
masih muda, maka pemisahan kulit ari menggunakan pisau, sedangkan jika
telah tua menggunakan alat pengerik.

Identifikasi munculnya limbah:


Produk samping yang dihasilkan di stasiun pengerikan yaitu kulir ari daging
buah kelapa.
Opsi produksi bersih:
a. Memanfaatkan kulit ari daging buah kelapa sebagai pupuk atau sebagai
campuran pakan ternak.
b. Memasangkan karung dengan tepat pada alat pengerik agar kulit ari yang
ditampung tidak tercecer sehingga akan membuat stasiun pengerikan
menjadi lebih bersih.
3.3 Pencucian
Deskripsi Proses

Daging buah kelapa yang telah dibersihkan kulit arinya kemudian dicuci
hingga bersih. Pencucian dilakukan dua kali pada dua bak yang berbeda.
Kemudian kelapa yang telah bersih ditampung dan ditiriskan dalam keranjang
plastik. Air sisa pencucian dibuang ke dalam kolam penampungan.

Identifikasi munculnya limbah

Produk samping yang dihasilkan di stasiun pencucian yaitu air sisa pencucian.
Volume air sisa pencucian cukup banyak. Sebagian air tercecer ke lantai
produksi sehingga lantai di stasiun pemarutan dan sebagian lantai pemasakan
menjadi becek.

Opsi produksi bersih:

Dilakukukan proses water treatment agar air yang dibuang ke lingkungan


tidak menimbulkan pencemaran atau bahkan air dapat digunakan kembali.

3.4 Pemarutan
Deskripsi Proses
Kelapa yang telah dicuci bersih kemudian diparut menggunakan mesin parut.
Kelapa parut yang dihasilkan ditampung di wadah plastik. Kemudian kelapa
parut ditimbang dan dipindahkan ke stasiun pemasakan.
Identifikasi munculnya limbah

Produk samping yang dihasilkan di stasiun pemarutan yaitu ceceran dari


kelapa parut.
Opsi produksi bersih:

Letakkan wadah penampungan kelapa parut tepat di bawah mesih pemarutan


dan berikan pelindung di bagian pinggir wadah penampungan sehingga akan
meminimalisasi ceceran kelapa parut yang tumpah.

3.5 Pemasakan
Deskripsi Proses

Kelapa parut yang dihasilkan dari stasiun pemarutan kemudian dimasukkan ke


dalam wadah ketel pemasakan. Kemudian ditambahkan bahan pembantu
seperti dula pasir, gula cair, garam, pewarna makanan, benzoat dan PSG, dan
tepung sagu. Adonan tersebut dimasak selama 135 menit. Selama proses
pemasakan dilakukan pengadukan agar selai kelapa yang dihasilkan memiliki
warna dan rasa yang homogen.

Identifikasi munculnya limbah


Produk samping yang dihasilkan di stasiun pemasakan yaitu ceceran selai
kelapa yang tertumpah ketika selai kelapa dipindahkan dari ketel pemasakan
ke dalam wadah plastik untuk pendinginan.
Opsi produksi bersih:
a. Mengumpulkan kembali selai yang tercecer (pemberian alas dan alat
pengambil).
b. Mencampur ceceran selai kelapa pada selai kelapa yang tidak terjual untuk
diambil minyak kelapanya.
3.6 Pendinginan
Deskripsi Proses

Selai kelapa yang telah selesai dimasak kemudian didinginkan di rak-rak kayu
yang telah disediakan. Proses pendinginan hanya dilakukan dengan
mendiamkan selai kelapa tersebut berada pada suhu ruang selama kurang lebih
12 jam.
Identifikasi munculnya limbah :

Pada stasiun pendinginan tidak ditemui adanya produk samping karena pada
proses ini, selai kacang dalam wadah hanya dibiarkan saja pada udara ruang.

3.7 Pengemasan
Deskripsi Proses

Selai kelapa yang telah didinginkan kemudian dikemas per 10 kg


menggunakan plastik dan kemudian dikemas lagi menggunakan kardus.

Identifikasi munculnya limbah

Produk sampingnya yang dihasilkan pada stasiun pengemasan yaitu potongan


plastik atau kemasan plastik yang rusak. Selain itu juga ceceran selai kelapa
yang tertumpah ketika akan dimasukkan ke dalam kemasan.

Opsi Produksi Bersih


a. Mendesain ulang bentuk kemasan atau membeli kemasan yang sesuai,
sehingga plastik pengemas akan habis terpakai.
b. Mencampur ceceran selai kelapa pada selai kelapa yang tidak terjual untuk
diambil minyak kelapanya.