Anda di halaman 1dari 10

ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community.

Published by Komunitas Migas Indonesia

Tinjauan Komprehensif Perancangan Awal


Pabrik Furfural Berbasis Ampas Tebu di Indonesia
Anondho Wijanarko1, Johanes Anton Witono2, Made Satria Wiguna3
1
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Email: anondho@che.ui.edu
2
PT Pacific Oil and Gas Indonesia. Email: jwitono@gmail.com
3
PT Chevron Pacific Indonesia. Email: satria.wiguna@chevron.com

Abstrak - Furfural merupakan senyawa kimia yang ini, pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan baku
dihasilkan dari reaksi hidrolisis dan dehidrasi pentosa particle board, pulp, bahan baker, pupuk, dan pakan
dengan bantuan katalis asam. Pentosa dari senyawa ternak bersifat terbatas dan bernilai ekonomi rendah.
hemiselulosa, banyak terkandung didalam biomasssa, Dibutuhkan teknologi baru untuk mendiversifikasikan
salah satunya ampas tebu. Furfural memiliki aplikasi pemanfaatan ampas tebu tersebut menjadi produk
yang luas dalam berbagai industri, seperti pengolahan bernilai ekonomi tinggi, salah satu alternatifnya adalah
minyak bumi, pembuatan nilon, pelapisan, farmasi, diolah menjadi Furfural [1,2].
dan serat sintetik. Berdasarkan analisa pasar dalam
negeri, maka didapatkan kapasitas pabrik furfural Ampas tebu dapat diolah menjadi furfural karena
yang akan dibangun sebesar 510 ton/tahun. Pabrik ini memiliki kandungan pentosan yang merupakan
direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri komponen utama dalam proses sintesis furfural. Bahan
Gresik (KIG), dengan total lahan yang dibutuhkan baku lain yang dapat digunakan dalam produksi
seluas 101x72 m2. Mode operasi proses menggunakan furfural selain ampas tebu antara lain: tongkol jagung,
kombinasi proses batch dan kontinyu. Reaksi utama sekam padi, kayu, rami dan sumber lainnya yang
berlangsung dalam reaktor berpengaduk selama 3 jam mengandung pentosan [3].
pada suhu 128oC dan tekanan 3 atm. Kinerja proses
pabrik furfural ini ditunjukkan melalui efisiensi energi Furfural banyak digunakan sebagai pelarut dalam
sebesar 93,7% dan efisiensi karbon sebesar 83,7%. industri pengolahan minyak bumi dan pembuatan
Dari hasil perhitungan ekonomi, untuk mendirikan pelumas pada pembuatan nilon. Selain itu furfural juga
pabrik furfural ini, total investasi kurang lebih sebesar berfungsi sebagai senyawa intermediate untuk
US$ 4,7 juta dengan biaya manufaktur sebesar US$ pembuatan furfuril alkohol, tetrahidrofuran, industri
1,1 juta. Nilai Net Present Value (NPV) kurang lebih farmasi, herbisida, dan aplikasi pada pewangi [4,5,6,7].
sebesar US$ 3,3 juta, tingkat pengembalian internal/ Tingginya permintaan furfural dan belum adanya
internal rate of return (IRR) sebesar 12,3%, dengan produsen furfural di dalam negeri, menyebabkan
waktu pengembalian kurang lebih selama 3 tahun 9 Indonesia selama ini mengimpor furfural dari luar
bulan. Perubahan yang paling sensitif terhadap negeri, seperti dari Cina yang merupakan produsen
kelayakan pabrik ini adalah kapasitas terpasang furfural terbesar di dunia [7]. Karena alasan-alasan
pabrik, dimana kapasitasnya tidak boleh kurang dari tersebut, maka perlu dilakukan pengkajian kelayakan
463 ton/tahun. teknis/ekonomis mengenai pendirian pabrik yang akan
memproduksi furfural dengan bahan baku berupa
1. Pendahuluan ampas tebu. Dengan demikian dapat diketahui peluang
pembangunan pabrik furfural di Indonesia.
Agroindustri di Indonesia merupakan sektor yang
memiliki peran yang sangat penting dalam
perindustrian nasional. Namun kegiatan pasca panen 2. Latar Belakang Teori
dan pengolahan hasil pertanian, termasuk pemanfaatan
produk samping dan sisa pengolahannya masih kurang. Ampas tebu merupakan limbah berserat dari batang
Produk pertanian Indonesia umumnya hanya tebu setelah melalui proses penghancuran dan
dipasarkan dalam bentuk primer, sehingga bernilai ekstraksi. Ampas tebu, seperti halnya biomassa yang
rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga, sebab lain, terdiri dari tiga penyusun utama, yaitu: selulosa,
harga komoditas primer umumnya cenderung hemiselulosa, lignin dan sisanya unsur penyusun
menurun, sedangkan harga produk olahan cenderung lainnya. Ampas tebu yang dihasilkan dari industri gula
meningkat [1]. di Indonesia, 30% diantaranya dipergunakan sebagai
bahan bakar untuk boiler industri gula, sedangkan 70%
Dalam industri pengolahan tebu menjadi gula, ampas sisanya diambil sebagai ampas tebu yang digunakan
tebu yang dihasilkan jumlahnya dapat mencapai 90% sebagai bahan baku pembuatan gabus, particle board,
dari setiap tebu yang diolah, sedangkan kandungan makanan ternak, pulp dan furfural [2].
gula yang termanfaatkan hanya sebesar 5%. Selama

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 1


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

Furfural (C5H4O2) atau sering disebut dengan 2- b. Membuat deskripsi serta diagram alir proses
furankarboksaldehid, furaldehid, furanaldehid, 2- lengkap berdasarkan mode proses yang digunakan.
Furfuraldehid, merupakan senyawa organik turunan c. Menghitung neraca massa dan energi
dari golongan furan. Furfural merupakan cairan menggunakan piranti lunak CHEMCAD 5.2
berwarna kuning tua hingga coklat dan memiliki aroma d. Melakukan analisa teknis terhadap rancangan yang
yang kuat. Furfural dengan titik didih 161,7oC (1 atm), dibuat berdasarkan parameter proses, desain
merupakan senyawa yang kurang larut dalam air peralatan proses utama dan pendukung, serta
namun larut dalam alkohol, eter, dan benzena. Furfural kebutuhan utilitas.
dapat disintesis dari berbagai jenis biomassa yang e. Membuat rancangan detail reaktor, kolom
memiliki kandungan pentosan, dengan tahapan reaksi, ekstraksi, kolom distilasi, kolom flash, dan unit
yaitu : reaksi hidrolisis dengan katalis asam yang penukar panas (heat exchanger).
dilanjutkan dengan reaksi dehidrasi [5,8]. Kedua reaksi f. Menentukan lokasi pabrik.
diatas dapat dilakukan dengan siklus batch maupun g. Membuat tata letak pabrik, manajemen proyek,
kontinyu[5,6]. Tabel 1 menunjukkan perbandingan dan struktur organisasi.
proses batch dan kontinyu. h. Menghitung kelayakan ekonomi dari pabrik.

Dalam bentuk baku, furfural banyak digunakan sebagai


pelarut dalam industri penyulingan minyak bumi dan 4. Hasil dan Diskusi
industri pembuatan minyak-minyak pelumas, serta
untuk mensintesis senyawa turunan yang digunakan 4.1 Aspek Pasar
pada industri pembuatan nilon. Senyawa turunan yang
dapat disintesis dari furfural diantaranya adalah furfuril Menurut data DEPPERINDAG, untuk memenuhi
alkohol dan furan. Furfuril alkohol umumnya meningkatnya permintaan Furfural di Indonesia
digunakan dalam industri yang memproduksi serat diperoleh melalui impor dari luar negeri. Impor
sintetik dan untuk mensintesis senyawa yang terbesar diperoleh dari Cina yang merupakan produsen
digunakan dalam industri pelapisan (coating), industri terbesar Furfural di dunia saat ini. Oleh karena itu data
cat, dan beberapa industri farmasi; sedangkan furan permintaan yang dipergunakan hanya berdasarkan pada
dipakai dalam industri farmasi, industri yang impor. Faktor PDB dan populasi (P) merupakan
memproduksi serat sintetik, herbisida, dan untuk variabel yang mempengaruhi permintaan furfural di
mensintesis pelarut yang digunakan dalam industri Indonesia, maka kedua faktor tersebut digunakan untuk
pembuatan PVC [4,5,6,7]. mendapatkan persamaan prediksi permintaan furfural
(Dfurfural) di Indonesia, sebagai berikut:
Tabel 1. Perbandingan proses batch dan kontinyu [8,9]
Parameter Proses Batch Proses Kontinyu Dfurfural = -3273552+(1,098xPDB)+(14691,02xP)....(1)
Umpan Ampas Tebu Pentosa
Jumlah Reaktor 1 2
Atmosferik, + 68 atm, Gambar 2 menunjukkan estimasi proyeksi permintaan
Kondisi Operasi
128-150oC Suhu Tinggi furfural berdasarkan persamaan diatas.
Produk Samping Lebih Sedikit Sedikit
Pemurnian Furfural Distilasi Azeotropik Ekstraksi dan Distilasi
1000000

Glukosa (dextrose) merupakan produk samping yang DATA PROYEKSI


800000
diperoleh pada reaksi melalui pembentukan furfural,
P erm intaan (kg)

pada tahapan reaksi hidrolisis. Glukosa tergolong gula 600000 Pesimis


monosakarida dengan rumus empiris C4H12O4. Most Probable

Penggunaan glukosa banyak diterapkan sebagai bahan 400000 Optimis

baku permen, permen karet, selai, jelly, sirup dan 200000


produk konsumen lainnya.
0

3. Metodologi 1998 2000 2002 2004

Tahun
2006 2008 2010

Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk


perancangan awal pabrik ini adalah : Gambar 2. Data dan proyeksi permintaan furfural
Indonesia (Sumber Data : Dirjen IKAHH, Depperindag)
a. Melakukan analisa pasar furfural di Indonesia
untuk menentukan kapasitas pabrik

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 2


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

Gambar 3. Diagram alir blok proses produksi furfural

4.2 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk asetat. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam reaktor
adalah sebagai berikut [8] :
Bahan baku yang digunakan adalah ampas tebu yang
diasumsikan berukuran 5 mm dan diperoleh dari PTPN Hidrolisis selulosa menjadi glukosa:
X dan XI di Surabaya, asam sulfat 36% sebagai katalis (C6 H5O6 )n + nH2O nC6 H12O6
Asam
(2)
yang diperoleh dari PT Liku Telaga Gresik, dan
toluena 98,5% sebagai pelarut yang diperoleh dari Hidrolisis pentosan menjadi pentosa:
PERTAMINA UP IV Cilacap.
(C5H8O4 )n + nH2O nC5H10O5
Asam
(3)
Produk utama Furfural dihasilkan dengan kemurnian
98% sesuai dengan spesifikasi pasar, sementara Dehidrasi pentosa membentuk Furfural:
glukosa sebagai produk samping juga memiliki nC5H10O5 nC5H4O2 + 3nH2O
Asam
(4)
kemurnian 98%.
Pembentukan asam asetat :
4.3 Deskripsi Proses Asam asetat terbentuk akibat reaksi hidrolisis
terhadap gugus asetil pada komponen hemiselulosa
Dalam perancangan pabrik ini digunakan kombinasi di ampas tebu.
antara proses batch dan proses kontinyu. Untuk
menghubungkan jalannya kedua mode operasi Proses kontinyu digunakan pada unit penanganan akhir
digunakan bantuan tanki antara (holding tank). Gambar yang terdiri atas :
3 menunjukkan diagram alir blok proses produksi - Unit Pemurnian Furfural, merupakan unit dimana
furfural. furfural yang diuapkan dengan kukus tekanan rendah
kemudian dikondensasikan untuk selanjutnya
Proses batch digunakan pada : diekstraksi dengan pelarut toluena untuk
- Unit penanganan awal, dimana berlangsung proses memisahkannya dari air dan asam asetat. Untuk
pengenceran asam sulfat 36% menjadi 6%. memisahkan Furfural dari toluena dan mendapatkan
- Unit reaksi utama, dimana semua bahan baku telah konsentrasi Furfural sesuai spesifikasi digunakan
dimasukkan dalam reaktor dan siap untuk proses distilasi.
direaksikan. Kondisi operasi reaktor adalah suhu - Unit Pemisahan Ampas Tebu dan Glukosa,
128oC dan tekanan 3 atm. Reaksi berlangsung merupakan unit dimana asam sulfat; glukosa; dan
selama 180 menit (3 jam), setelah itu dilanjutkan sisa pentosa yang tidak teruapkan di reaktor,
dengan penguapan. Yield pembentukan furfural dari dipisahkan dari ampas tebu yang terdapat
pentosan adalah 73%. Pada kondisi operasi tersebut didalamnya dengan proses penyaringan. Setelah
dihasilkan produk samping yaitu glukosa dan asam penyaringan, Glukosa diambil sebagai produk

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 3


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

samping dengan bantuan kolom pemisah fasa (flash Tabel 4 Kebutuhan utilitas per batch
column). Konsentrasi asam sulfat diencerkan hingga Utilitas Kebutuhan Satuan
36% agar dapat disimpan dalam tanki penyimpanan. Kukus Tekanan Rendah 36.205,19 kg
Air Pendingin 48.913,65 kg
Listrik 800,77 kWh
4.4 Perancangan Kapasitas Gas Alam 3.748,69 std.m3

Kapasitas terpasang pabrik furfural yang akan 4.6 Peralatan [10]


dibangun sangat bergantung pada jumlah permintaan.
Penentuan kapasitas terpasang pabrik furfural ini Pemilihan peralatan di pabrik ini disesuaikan dengan
dihitung dengan mempertimbangkan proyeksi nilai fungsinya, berdasarkan pertimbangan kelebihan dan
permintaan most-probable furfural pada tahun pertama kekurangan dari masing-masing alat, serta didukung
produksi, yaitu tahun 2006, sebesar 564.083 kg/tahun. dengan pertimbangan ekonomi. Pada pembahasan
Disamping itu, pabrik baru ini direncanakan hanya selanjutnya, peralatan proses ini akan dibagi dalam dua
akan mengambil 90% pasar domestik mengingat kategori, yaitu : peralatan utama dan peralatan
posisinya sebagai produsen baru yang tidak bisa pendukung. Peralatan utama merupakan peralatan-
langsung menguasai 100% pasar domestik. peralatan proses yang memiliki fungsi penting seperti
tempat berlangsungnya reaksi, proses pemurnian atau
Dengan basis perhitungan tersebut maka kapasitas pemisahan, dll. Yang termasuk dalam kategori
pabrik yang diharapkan adalah sebesar 90% x 564.083 peralatan utama di pabrik ini adalah : reaktor, kolom
kg/tahun = 507.674 kg/tahun (~508.000 kg/tahun). ekstraksi dan distilasi, kolom flash, serta alat penukar
panas (heat exchanger). Peralatan pendukung
Dalam 1 tahun, proses produksi pabrik direncanakan merupakan peralatan-peralatan proses yang berfungsi
akan berjalan selama 330 hari; dengan waktu mendukung kerja peralatan utama, seperti : mixer,
pemeliharaan sebanyak 2 kali, masing-masing selama pompa, conveyor, dan tanki-tanki penyimpanan.
10 hari; melakukan antisipasi breakdown selama 5
hari; dan melakukan perawatan secara keseluruhan Reaktor
(overhaul) selama 10 hari. Reaktor digunakan untuk mereaksikan ampas tebu
dengan bantuan asam sulfat hingga menghasilkan
Dari uraian diatas, bahwa waktu operasi bagi pabrik furfural. Di pabrik ini reaktor yang digunakan adalah
selama satu tahun adalah 330 hari dan terdapat 6 batch jenis reaktor batch. Tabel 7 menunjukkan spesifikasi
dalam satu hari, maka kapasitas pabrik untuk setiap reaktor dan pengaduknya.
batch adalah 256,56 kg/batch, sehingga diperoleh
kapasitas aktual sebesar 510.000 kg/tahun. Tabel 7. Spesifikasi reaktor
No. Alat R-101
Dari hasil simulasi CHEMCAD 5.2, diperoleh Jenis Reaktor Batch
kapasitas produksi glukosa sebesar 600.000 kg/tahun. Volume (m3) 269,5
Tinggi (m) 10
Diameter (m) 6
4.5 Efisiensi Massa dan Energi Orientasi Vertikal
Material High Alloy Steel SA 167
Efisiensi massa dan energi dibuat dengan bantuan Grade 11 Type 37
piranti lunak CHEMCAD 5.2 dan beberapa asumsi. Dinding (Shell) Lembaran baja 5/8 in. berukuran 2,5
m sebanyak 4 buah disambung secara
Efisiensi massa diwakilkan melalui efisiensi karbon double welded butt joint
dalam senyawa. Hasil perhitungan efisiensi massa dan Tutup (Head) Torispherical Head, tebal 1 in.
energi dapat dilihat pada tabel 2 dan 3. Kebutuhan Fondasi Skirt dengan ketebalan in, dibantu
utilitas per batch dalam proses produksi pabrik furfural oleh dudukan baut luar (external
bolting chair) setebal 1 7/8 in, dengan
dapat dilihat pada tabel 4. jumlah baut sebanyak 24 buah
berukuran 2 in. Bearing plate untuk
Tabel 2. Efisiensi karbon pabrik furfural menopang baut setebal 5/8 in.
Asal Karbon Total Karbon (kmol) Aksesoris - Flange jenis slip-on flange, dengan
Masuk Ampas Tebu 102,92 ukuran sesuai pipa yang masuk dan
Keluar Sisa Ampas Tebu 39,44 keluar reaktor.
Furfural 21,50 - Manhole = 20 in.
Glukosa 25,24 Spesifikasi Pengaduk
Effisiensi Karbon 83,7% Cakram dan Pisau
Jenis pengaduk
(disc and blades)
Jumlah bilah (buah) 6
Tabel 3. Efisiensi energi pabrik furfural Diameter pengaduk (m) 1,5
Total Energi Masuk (kJ/batch) 17.459.978.185 Tinggi bilah (m) 0,38
Total Energi Keluar (kJ/batch) 16.370.652.160 Kecepatan rotasi (rpm) 37
Total Energi Hilang/Loss (kJ/batch) 1.089.326.025
Daya pengaduk (kW) 5,2
Effisiensi Energi 93,7% Material Stainless Steel (SS-309)

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 4


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

Kolom Ekstraksi digunakan untuk reboiler dan kondenser di kolom


Kolom ekstraksi digunakan untuk memisahkan furfural distilasi serta kondenser di aliran keluaran reaktor,
dari senyawa lain seperti air dan asam asetat. Kolom sedangkan jenis double pipe digunakan untuk
ekstraksi yang digunakan di pabrik ini berjenis Pulsed pendingin dan kondenser di aliran keluaran kolom
Perforated Plate Column, dengan jenis tray yaitu sieve flash. Pertimbangan pemilihan jenis HE didasarkan
tray. Kolom jenis ini dipilih karena tegangan pada luas area transfer panas yang terjadi di HE
permukaan yang terjadi pada kesetimbangan cair-cair tersebut. Shell-Tube dipilih karena memiliki luas area
di dalam kolom lebih besar dari 10 dyne/cm, sehingga transfer panas lebih dari 10m2, sedangkan jenis double
tidak sesuai bila menggunakan jenis kolom yang lain. pipe dipakai karena memiliki luas area transfer panas
Kolom ekstraksi ini dilengkapi dengan pulse device kurang dari 10m2. Tabel 12 dan 13 menunjukkan
berupa pompa jenis diaphragm. Tabel 8 menunjukkan spesifikasi unit penukar panas pabrik furfural.
spesifikasi kolom ekstraksi dan pompa diaphragm.
Mixer
Tabel 8. Spesifikasi kolom ekstraksi Mixer digunakan untuk mengencerkan asam sulfat.
No. Alat T-101 Mixer yang digunakan dilengkapi dengan pengaduk
Jenis Pulsed Perforated Plate Column untuk membantu homogenitas pencampuran.
Tekanan kolom (atm) 3
Jarak antar tray (m) 0,05
Pemilihan jenis pengaduk yang digunakan berdasarkan
Jumlah tray (buah) 21 pada pertimbangan sesuai untuk proses karena murah
Jenis tray Sieve tray dan dapat menangani cairan dari segi viskositasnya.
Diameter (m) 0,8 Tabel 14 menunjukkan spesifikasi mixer.
Tinggi (m) 7,5
Orientasi Vertikal
Tabel 9. Spesifikasi kolom distilasi
Material Carbon Steel SA 285 Grade A
No. Alat T-102
Dinding (Shell) Lembaran baja in. berukuran 2,5m
Jenis Tray Column
sebanyak 3 buah disambung secara
double welded butt joint Tekanan kolom (atm) 1
Rasio refluks 1,5
Tutup (Head) Torispherical Head, tebal in.
Jarak antar tray (m) 0,23
Fondasi Skirt dengan ketebalan in, dibantu
oleh dudukan baut luar (external Jumlah tray (buah) 34
bolting chair) setebal 3 in, dengan Tray umpan 24
jumlah baut sebanyak 24 buah Jenis tray Sieve tray
berukuran 2 in. Bearing plate Diameter (m) 2,3
untuk menopang baut setebal 1 in. Tinggi (m) 9,2
Aksesoris - Flange jenis slip-on flange, dengan Orientasi Vertikal
ukuran sesuai pipa yang masuk dan Material Carbon Steel SA 285 Grade A
keluar kolom ekstraksi. Dinding (Shell) Lembaran baja in. berukuran 2,5 m
- Manhole = 20 in. sebanyak 4 buah disambung secara
Pulse Device double welded butt joint
Jenis Diaphragm Pump Tutup (Head) Torispherical Head, tebal 3/8 in.
Daya (kW) 31,52 Fondasi Skirt dengan ketebalan in, dibantu
Material Cast Iron oleh dudukan baut luar (external
bolting chair) setebal 1 1/8 in, dengan
jumlah baut sebanyak 24 buah
Kolom Distilasi berukuran 1 in. Bearing plate untuk
Kolom distilasi di pabrik ini digunakan untuk menopang baut setebal 5/8 in.
mendapatkan kembali (recovery) toluena dan juga Aksesoris - Flange jenis slip-on flange, dengan
untuk mendapatkan konsentrasi furfural sesuai dengan ukuran sesuai pipa yang masuk dan
keluar kolom distilasi.
yang diinginkan. Kolom distilasi yang dipilih di pabrik - Manhole = 20 in.
ini adalah tipe tray column dengan jenis tray adalah
sieve tray. Jenis ini baik dipakai pada kondisi tekanan Tabel 10. Spesifikasi kolom flash
yang rendah (kurang dari 13kPa) dan diameter kolom No. Alat V-102
sampai dengan 2,5 meter. Selain itu, sieve tray Tekanan (atm) 1
memiliki kapasitas dan efisiensi yang baik. Tabel 9 Tinggi/ Diameter (m) 1,2/ 0,8
menunjukkan spesifikasi kolom distilasi. Orientasi Vertikal
Material High Alloy Steel SA 167
Grade 11 Type 317
Kolom Flash Dinding (Shell) Lembaran baja 3/16 in. berukuran 1,5 m
Kolom flash digunakan di pabrik ini untuk sebanyak 1 buah.
mendapatkan glukosa sebagai produk samping dengan Tutup (Head) Torispherical Head, tebal 3/8 in.
memisahkannya dari asam sulfat setelah keluar dari Fondasi Skirt dengan ketebalan in, dibantu oleh
dudukan baut luar (external bolting chair)
filter. Proses pemisahan berlangsung pada suhu cukup setebal 2 in, dengan jumlah baut sebanyak
tinggi mengingat tingginya titik didih dari glukosa. 24 buah berukuran 1 in. Bearing plate
untuk menopang baut setebal 5/8 in.
Penukar Panas (Heat Exchanger) Aksesoris - Flange jenis slip-on flange, dengan
ukuran sesuai pipa yang masuk dan
Ada dua jenis HE yang digunakan di pabrik ini, yaitu keluar kolom distilasi.
jenis shell-tube dan double pipe. Jenis shell- tube - Manhole = 20 in.

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 5


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

Tabel 12. Spesifikasi Shell-Tube Heat Exchanger Tabel 13. Spesifikasi Double Pipe HE
No. Alat E-101 E-104 E-105 No. Alat E-102 E-103
Q (kJ/h) 1,46E+07 1,61E+07 1,84E+07 Q (kJ/h) 1,9E+06 3,86E+04
A (m2) 18,66 455,17 75,92 A (m2) 2,18 0,88
LMTD 38,37 6,92 42,75 LMTD 42,73 42,8
Fixed- Fluida panas H2SO4 Glukosa
Tipe U-Tube U-Tube
Head Laju alir (kg/hr) 1.911,32 51,13
Keluaran T in. (oC) 500 500
Fluida panas LPS Distilat
Reaktor T out (oC) 152,5 152,5
Laju alir Fluida dingin Kukus Jenuh Kukus Jenuh
6.606,9 7.544,54 23.827,22
(kg/hr) Laju alir (kg/hr) 7.544,54 7.544,54
T in. (oC) 159,95 160 110,7 t in. (oC) 152.398 152,397
T out (oC) 133 152 57 t out (oC) 152.4 152,398
Produk Annulus H2SO4 Kukus Jenuh
Fluida dingin Air CW
Bawah ID (in.) 3,068 2,067
Laju alir OD (in.) 3,5 2,375
28.660 35.178 48.913,65
(kg/hr) Tinggi fin (in.) 0,5 0,625
t in. (oC) 30,13 139,4 27 Tebal fin (mm) 0,9 0,9
t out (oC) 151,1 156,73 52 Jumlah fin 15 35
Keluaran dP (psi) 0,000025 1,59E-09
Shell LPS Distilat
Reaktor Material Stainless Steel Carbon Steel
Diameter (m) 0,3048 0,8382 0,3048 Tube Kukus Jenuh Glukosa
Jenis pitch Square Triangular Triangular ID (in.) 2,067 1,049
Pitch (m) 0,03175 0,03175 0,03175 OD (in.) 2,375 1,315
dP (psi) 0,000135 0,0000061 0,00248 Panjang (m) 11,5 8,4
Material CS CS CS Jumlah hairpin 6 1
Produk dP (psi) 3,03 0,046
Tube Air CW
Bawah Material Stainless Steel Carbon Steel
ID (in.) 0,93 0,93 0,93
OD (in.) 1 1 1
Panjang (m) 3,66 4,88 6,1 Tabel 15. Spesifikasi conveyor
Jumlah pipa 22 466 57 No. Alat C-101A/B C-102
dP (psi) 0,00433 0,0000029 0,00102 Aliran Umpan Residu
Material SS SS SS Ampas Tebu Ampas Tebu
Uc (W/m2.K) 25,72 4,91 21,26 Jenis Screw Screw
Ud (W/m2.K) 5.674,5 1.418,62 5.674,5 Diameter (m) 0,23 0,15
Rd -0,0387 -0,2031 -0,0469 Panjang (m) 6 6
Kecepatan rotasi (rpm) 68 153
Daya (kW) 1 0,159
Tabel 14. Spesifikasi mixer Daya Motor (kW) 1,5 0,2
No. Alat V-101 Material Carbon Steel Carbon Steel
Tekanan kolom (atm) 1
Volume (m3) 228,8
Diameter (m) 5,6 Tabel 16. Spesifikasi filter
Tinggi (m) 9,3 No. Alat F-101
Orientasi Vertikal Jenis Vacuum Drum Filter
Material Stainless Steel (SS 317) Luas area (m2) 756,6
Dinding (Shell) Lembaran baja berukuran 3/8 in Material Stainless Steel (SS 309)
berukuran 2,5 m sebanyak 4 buah
Disambung secara double welded joint. Tabel 17. Spesifikasi drum
Tutup (Head) Torispherical Head, tebal in. No. Alat V-103
Spesifikasi Pengaduk Volume (m3) 23,8
Jenis pengaduk Cakram dan Pisau Diameter (m) 3,1
(disc and blades) Panjang (m) 3,1
Jumlah bilah (buah) 6 Orientasi Horizontal
Diameter pengaduk (m) 1,4 Material Carbon Steel
Tinggi bilah (m) 0,35 Dinding (Shell) Lembaran baja berukuran in
Kecepatan rotasi (rpm) 37 berukuran 2,5 m sebanyak 2 buah
Daya pengaduk (kW) 4,7 Disambung secara double welded joint.
Material Stainless Steel (SS-309) Tutup (Head) Torispherical Head, tebal 3/8 in.

Tabel 18. Spesifikasi pompa


No. Alat P-101A/B P-102A/B P-103A/B P-104A/B P-105A/B
Aliran Asam Sulfat Air Air Toluena Furfural-Toluena
Jenis Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal
Pin / Pout (atm) 1/3 1/3 1/5 1/3 1 / 1,1
Laju Alir (gpm) 806,1 84 13,61 155,85 155,853
Head (m) 37,93 38,15 46,11 38,12 11,51
Effisiensi 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75
Daya (kW) 25,9 2,7 144,6 2,2 1
Material SS 309 Carbon Steel Carbon Steel Carbon Steel Carbon Steel

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 4


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

Conveyor 4.7 Lokasi Pabrik dan Kebutuhan Lahan


Conveyor di pabrik ini berfungsi untuk mengalirkan
ampas tebu menuju ke reaktor dan membawa residu Berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti :
ampas tebu ke tempat penampungan limbah padat. ketersediaan bahan baku, lokasi pasar, ketersediaan
Berdasarkan pertimbangan tertentu, maka dipillih jenis utilitas, fasilitas, dan infrastruktur, maka dipilih
screw untuk conveyor di pabrik ini, dengan spesifikasi Kawasan Industri Gresik sebagai lokasi untuk
seperti pada tabel 15. mendirikan pabrik ini. Lahan yang masih tersedia
seluas 36 ha, dengan harga tanah Rp. 300.000,-/m2.
Filter
Filter digunakan untuk memisahkan ampas tebu dari Hasil perhitungan kebutuhan lahan untuk pendirian
senyawa lain yang tidak ikut teruapkan di reaktor. pabrik ini adalah seluas 101 x 72 m2 (gambar 4),
Karena pemasukkan umpan kedalam filter ini dengan perincian luas lahan sebagai berikut : Area
dilakukan secara kontinyu, maka filter yang dipilih proses (26 x 18 m2); Area tanki I (24 x 27 m2); Area
adalah jenis Vacuum Drum Filter. Filter ini dipilih tanki II (26 x 8 m2); Area unit pengolahan limbah (26 x
juga karena lebih murah dibanding dengan jenis filter 5 m2); Area perluasan pabrik (50 x 27 m2).
lain untuk proses kontinyu. Spesifikasi filter dapat
dilihat pada tabel 16.

Drum
Drum digunakan sebagai akumulator (reflux drum) di
kolom distilasi. Tabel 17 menunjukkan spesifikasi
drum.

Pompa
Dari beberapa tipe pompa yang ada, pabrik ini
menggunakan pompa jenis sentrifugal dengan
spesifikasi seperti terdapat dilihat pada tabel 18.
Jumlah pompa digandakan untuk menghindari
rusaknya salah satu pompa yang dapat mengganggu
jalannya produktivitas pabrik.

Tanki
Di pabrik ini ada dua jenis tanki, yaitu : tanki antara
(holding tank) dan tanki penyimpanan (storage tank).
Tanki antara digunakan untuk penyimpanan sementara
Gambar 4. Tata letak pabrik furfural
senyawa yang dihasilkan dari unit batch untuk
selanjutnya dialirkan ke unit kontinyu, sedangkan tanki
penyimpanan digunakan untuk menyimpan bahan baku 4.8 Analisa Ekonomi
dan produk. Karena senyawa-senyawa yang terlibat
didalamnya tidak volatile, maka kedua jenis tanki Biaya Investasi
menggunakan tipe fixed cone roof. Biaya investasi total perancangan pabrik ini terdiri dari
biaya investasi peralatan dan modal kerja. Total
Tabel 19. Spesifikasi tanki antara investasi yang dibutuhkan sebesar US$ 4.618.394,00,
No. Alat TK-101 TK-102 TK-103 dimana biaya pembelian peralatan sebesar US$
Vol. (m3) 266 8,8 39 1.929.86,00 ; total biaya langsung US$ 3.228.645,00;
Dia. (m) 7 1,8 3,5 total biaya tidak langsung US$ 868.438,00 ; total
Tinggi (m) 7 3,3 4,5
modal kerja US$ 111.603,00. Penentuan biaya
Berat (kg) 37.650 1.606 7.407
Orientasi Vertikal Horizontal Vertikal investasi ini didasarkan pada biaya pembelian peralatan
Material CS CS CS dan biaya-biaya lain yang dikalikan dengan faktor
estimasinya.
Tabel 20. Spesifikasi tanki penyimpanan
No. Alat TK-104 TK-105 TK-106 TK-107 Biaya Manufaktur
H2SO4 Toluena Furfural Glukosa Biaya manufaktur merupakan biaya-biaya yang secara
Senyawa
36% 98% 98% 98%
langsung terkait dengan proses produksi. Biaya
Volume (m3) 399 418,9 83 19
Penyimpanan manufaktur ini terdiri atas biaya variabel/tidak tetap
2 3 7 7 dan biaya tetap. Biaya manufaktur ini dihitung dengan
(hari)
Dia. (m) 7,5 8,1 4,2 2,3 menggunakan faktor estimasi; kecuali untuk biaya
Tinggi (m) 9 8,1 6 4,6 bahan baku, utilitas, operator, dan depresiasi.
Berat (kg) 20.177 27.127 5.900 2.593
Orientasi Vertikal Vertikal Vertikal Horizontal
Material SS - 310 CS CS CS Total biaya manufaktur sebesar US$ 1.116.028,55;
terdiri dari biaya variabel sebesar US$ 388.617,55 dan

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 5


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

biaya tetap sebesar US$ 727.411,00. Total biaya untuk nilai 8,46%. Dengan menggunakan batasan parameter
pembelian bahan baku sebesar US$ 82.650,18; kelayakan IRR>8%, didapatkan bahwa besarnya
sedangkan utilitas sebesar US$ 174.096,66. kemungkinan proyek investasi furfural layak untuk
dilakukan sebesar 64,8% (gambar 5).
Analisa Kelayakan
Analisa kelayakan penting dilakukan untuk mengetahui
profitabilitas dari suatu proyek. Beberapa parameter
yang umum digunakan dalam menganalisa
profitabilitas suatu proyek, seperti Net Present Value
(NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period
(PBP). Hasil analisa sensitivitas terhadap pendirian
pabrik ini, dapat dilihat pada tabel 21.

Tabel 21. Hasil analisa kelayakan


Parameter Batas Nilai Hasil
NPV >0 US$ 3.260.421,47
IRR > cost of capital 12,26%
PBP < 8 tahun 3 tahun 9 bulan Gambar 5. Kurva Distribusi IRR

Titik Impas (Break Even Point)


2. Hasil simulasi IRR dengan asumsi distribusi
Untuk mencapai BEP maka besar volume produksi
triangular (US$ 1.740,00)
ialah 170 ton/tahun atau sekitar 33% dari kapasitas
produksi maksimum. Jadi jika ingin meraih
Simulasi yang dilakukan terhadap parameter kelayakan
keuntungan, maka volume produksi harus lebih besar
IRR dengan asumsi distribusi triangular (US$
dari kapasitas BEP.
1.740,00) menghasilkan kurva distribusi dengan
kemungkinan nilai IRR terkecil sebesar 0%, terbesar
Analisa Sensitivitas
20% dan nilai IRR yang sering muncul 10%. Dengan
Analisa sensitivitas yaitu analisa dengan mengubah
menggunakan batasan parameter kelayakan IRR>8%,
nilai parameter-parameter biaya pabrik untuk
didapatkan bahwa besarnya kemungkinan proyek
mengetahui akibatnya terhadap parameter kelayakan
investasi furfural layak untuk dilakukan sebsar 70,2%
pabrik. Hasil analisa sensitivitas yang dilakukan
(gambar 6). Nilai ini lebih besar dibandingkan dengan
terhadap pendirian pabrik ini, dapat dilihat pada tabel
simulasi dengan harga uniform. Hal ini disebabkan
22.
karena kemungkinan harga furfural banyak terjadi pada
harga US$ 1.740,00 sedangkan kemungkinan pada
Tabel 22. Hasil analisa kelayakan
distribusi uniform sama besarnya .
Batas Kelayakan
Nilai Kasus
Parameter Nilai Deviasi
Dasar
Minimum (%)
Harga Bahan
US$ 0,01 US$ 0,06 500
Baku
Harga
US$ 1.740,00 US$ 1.350,00 - 22
Furfural
Harga
US$ 2.100,00 US$ 1.750,00 - 26
Glukosa
Volume
510 ton/thn 463 ton/thn -9
Produksi
Kapasitas
435 ton/thn
Produksi

Analisa Resiko
Analisa resiko merupakan suatu metode analisa untuk Gambar 6. Kurva Distribusi IRR, skenario triangular
mengetahui tingkat kemungkinan (probabilitas) resiko harga furfural US$ 1.740,00
suatu investasi. Dalam perancangan ini, analisa resiko
dilakukan dengan menggunakan simulasi Monte Carlo 3. Hasil simulasi IRR dengan asumsi distribusi
dengan bantuan perangkat lunak Crystal Ball. triangular (US$ 1.200,00)

1. Hasil simulasi IRR dengan asumsi distribusi uniform Simulasi yang dilakukan terhadap parameter kelayakan
IRR dengan asumsi distribusi triangular (US$
Simulasi yang dilakukan terhadap parameter kelayakan 1.200,00) menghasilkan kurva distribusi dengan
IRR dengan asumsi distribusi uniform menghasilkan kemungkinan nilai IRR terkecil 2%, terbesar 19% dan
kurva distribusi dengan kemungkinan nilai IRR terkecil nilai IRR yang sering muncul 8%. Dengan
sebesar 2,04% dan nilai IRR yang sering muncul pada menggunakan batasan parameter kelayakan IRR>8%,

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 6


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

didapatkan bahwa besarnya kemungkinan proyek 6. Pabrik furfural ini akan dibangun di Kawasan
investasi furfural layak untuk dilakukan sebsar 52,7% Industri Gresik (KIG) pada lahan seluas 101 x 72
(gambar 7). Nilai hasil simulasi dengan asumsi m2, dengan total investasi sebesar US$
distribusi triangular dengan harga yang sering muncul 4.618.394,00.
pada harga US$ 1.200,00 lebih kecil dibandingkan
dengan hasil simulasi dengan asumsi jenis 7. Analisa kelayakan untuk pabrik furfural ini :
kemungkinan yang lain. Hal ini disebabkan harga yang - NPV : US$ 3.260.421,47
sering muncul pada US$ 1.200,00 yang sudah berada - IRR : 12,26%
pada nilai batas bawah kelayakan pabrik US$ - PBP : 3 tahun 9 bulan
1.350,00/ton.
8. Parameter yang paling sensitif terhadap kelayakan
investasi pabrik ini adalah kapasitas terpasang
pabrik dimana produksi furfural harus lebih besar
dari 463 ton/tahun.

9. Peluang pembangunan pabrik furfural dengan


harga dasar furfural US$ 1.740,00/ton adalah
sebesar 70,2%. Apabila harga furfural turun
hingga mencapai harga US$ 1.200,00 peluang
pembangunan pabrik turun hingga mencapai
52,7%.

6. Pustaka
Gambar 7. Kurva Distribusi IRR, skenario triangular
harga furfural US$ 1.200,00 1. _______, Paradigma Baru Bagi Limbah,
Kompas 12 Juli 2000.
2. _______, 1990, CIC : Kertas dan Pulp, Jakarta.
5. Kesimpulan 3. Shleser, Robert, 1994, Ethanol Production in
Hawaii, State of Hawaii.
1. Proses pembuatan furfural dengan bahan baku 4. Zeith, Karl J, Fortuitous Radical Reactions in
ampas tebu dilakukan dengan kombinasi sistem Furfural and Charcoal Reactors, Chemical
batch-kontinyu, dengan reaksi utama adalah Innovation Magazine, March 2000.
hidrolisis yang diikuti dengan reaksi dehidrasi 5. Kirk-Othmer, 1995, Furan Derivatives :
menggunakan katalis asam sulfat. Supplement Encyclopedia of Chemical
Technology, John Wiley & Sons.
2. Untuk memenuhi kebutuhan pasar pada tahun 6. Katkevis, Juris., Ilma Rudu,sc. oec, 1998, Pre-
pertama produksi (2006), maka kapasitas Feasibility Study For Furfural Production,
terpasang pabrik adalah : Latvian Development Agency.
- Produk Utama, Furfural : 510 kg/tahun. 7. , 1999, Volume dan Nilai Ekspor Bahan
- Produk Samping, Glukosa : 600 kg/tahun. Kimia Indonesia, Dirjen IKAH Depperindag RI.
8. Ramirez, J.A., dkk., 2002, Kinetic Study of The
3. Reaktor yang digunakan adalah reaktor batch Acid hydrolysis of Sugar Cane Bagasse, Journal
berpengaduk yang dioperasikan pada tekanan 3 Of Food Engineering 55 page 309-318.
atm dan suhu 128oC selama 180 menit. Reaktor ini 9. US. Pat. 4,553,743 (10 April 1990) Madeiros,et
berdimensi 10 x 6 m, yang terdiri dari 4 buah al
lembaran baja 2,5 m dengan tebal 5/8 in. Reaktor 10. Walas, S. M. Chemical Process Equipment :
ini menggunakan torispherical head dengan tebal Selection and Design, Buther Worths.
1 in. dan didukung oleh skirt setebal in. 11. Garret, D. E, 1989, Chemical Engineering
Economics, Van Nostrand. Reinhold.
4. Kinerja proses pabrik ditunjukkan dengan efisiensi 12. Peters, M. S., Klaus D. Timmerhaus, 1991,
karbon sebesar 83,7% sedangkan efisiensi energi Plant Design and Economics for Chemical
sebesar 93,7%. Kebutuhan listrik untuk setiap Engineers 4th ed, McGraw Hill, Inc.
kilogram produk adalah 3,1 kWh. 13. Turton, R., et al, 1998, Analysis, Synthesis, and
Design of Chemical Processes, Prentice-Hall.
5. Bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan
1 kilogram furfural adalah:
- Ampas tebu = 7,4 kg
- Asam Sulfat 36% = 122,74 kg
- Toluena 98,5% = 372,1 kg

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 7


ISSN: 1829-9466 2006 Journal of the Indonesian Oil and Gas Community. Published by Komunitas Migas Indonesia

7. Biografi
Anondho Wijanarko menyelesaikan S2
bidang Bio Engineering dari Tokyo
Institute of Technology (2000) dan S1
dari Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia,
Universitas Indonesia (1984). Wijanarko
adalah dosen di Departemen Teknik Kimia, Universitas
Indonesia, dengan bidang keahlian rekayasa reaksi
biokimia.

Johanes Anton Witono menyelesaikan


S1 dari Jurusan Teknik Gas dan
Petrokimia, Universitas Indonesia (2004),
dengan bidang keahlian process
engineering. Witono kini bekerja sebagai
Process Engineer di PT Pacific Oil and
Gas Indonesia.

Made Satria Wiguna menyelesaikan S1


dari Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia,
Universitas Indonesia (2003), dengan
bidang keahlian heat management.
Wiguna kini bekerja sebagai Petroleum
Engineer di PT Chevron Pacific
Indonesia.

A. Wijanarko, J. A. Witono & M. S. Wiguna - 8