Anda di halaman 1dari 8

Kegawatdaruratan Endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan
hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.
Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam
tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem
endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-
kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.

Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi
internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara
langsung ke dalam aliran darah.

Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai


organ tubuh.

Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa
menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh untuk mengendalikan fungsi
endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat.

Kelainan metabolisme seringkali disebabkan oleh kelainan genetik yang mengakibatkan


hilangnya enzim tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu proses metabolisme

Pada keadaan tertentu bisa terjadi kondisi kelainan sistem endokrin yang membutuhkan
penanganan segera atau gawat darurat, keadaan gawat darurat endokrin terjadi karena akibat lebih
lanjut dari kelainan fungsi dari kelenjar endokrin.

Gawat darurat adalah suatu kondisi yang membutuhkan tindakan segera untuk
menangggulangi ancaman terhadap jiwa atau anggota badan seseorang yang timbul secara tiba-tiba,
keterlambatan penanganan dapat membahayakan pasien, mengakibatkan terjadinya kecacatan atau
mengancam kehidupan.

Gawat darurat endokrin adalah keadaan gawat darurat yang diakibatkan gangguan dari
sistem endokrin, sehingga terjadi kondisi mengancam jiwa seseorang yang memerlukan pertolongan
segera agar tidak terjadi kematian.

Keadaan gawat darurat endokrin bisa diakibatkan oleh karena terganggunya produksi
horman baik kelebihan maupun kekurangan produksi hormon oleh suatu kelenjar endokrin.

Kondisi gawat darurat sistem endokrin antara lain :

1. Miksedema / koma miksedema


2. Krisis Tirotosik (Tyroid storm)
3. Krisis Addison
4. Hipoglikemia.
1. Miksedema / Koma Miksedema

Definisi pengaruh radioaktif yodium pada pengobatan


gangguan tiroid.
Miksedema adalah keadaan lebih
lanjut yang diakibatkan oleh karena kadar Koma miksidema diakibatkan oleh
hormon tiroid dalam darah berkurang. malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau
Hormon tiroid dalam darah berkurang karena hipotalamus. Apabila disebabkan oleh
kurang aktifnya kelenjar tiroid dalam malfungsi Kelenjar Tiroid, maka kadar
menghasilkan hormon tiroid atau hormon HormonTiroid (HT) yang rendah akan disertai
tiroid yang dihasilkan terlalu sedikit oleh peningkatan kadar Tiroid Stimulating
(Hipotiroidisme) pada orang dewasa. Hormon (TSH) dan Tiroid Releaxing Hormon
(TRH) karena tidak adanya umpan balik
Koma Miksedema adalah keadaan yang negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan
mengancam nyawa yang ditandai oleh hipotalamus.
eksaserbasi (perburukan) semua gejala
hipotiroidisme. Apabila hipotiroidisme terjadi akibat
malfungsi hipofisis, maka kadar HT yang
Patofisiologi rendah disebabkan oleh rendahnya kadar
Gangguan pada kelenjar tiroid TSH. TRH dari hipotalamus tinggi karena tidak
menyebabkan penurunan produksi hormon adanya umpan balik negatif baik dari TSH
tiroid, sehingga mengganggu proses maupun HT.
metabolisme tubuh. Yang berakibat : Hipotiroidisme yang disebabkan oleh
Produksi ATP dan ADP menurun malfungsi hipotalamus akan menyebabkan
terjadi kelelahan (intoleransi rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH.
aktifitas). Penurunan Hormon Tiroid dalam darah
menyebabkan laju metabolism basal turun,
Gangguan fungsi pernafasan, terjadi
yang mempengaruhi semua sistem tubuh.
depresi ventilasi (hipoventiasi).
Produksi kalor (panas) turun terjadi Beberapa faktor yang memicu terjadinya
hipotermia. koma miksidema secara tiba-tiba terutama
Gangguan fungsi gastroentestinal, pada penderita hipotiroidisme, antara lain :
terjadi peristaltik usus menurun
sehingga absorbsi cairan meningkat 1. Obat-obatan (sedative, narkotika, dan
terjadi konstipasi. obat anesthesi).
2. Faktor infeksi.
- Karena terjadi hipoventilasi suplai 02 ke 3. Stroke.
jaringan berkurang demikian juga dengan otak 4. Trauma.
sehingga terjadi perubahan pola kognitif 5. Gagal Jantung.
terjadi perubahan proses pikir. 6. Perdarahan saluran pencernaan.
7. Hypotermia
Etiologi
8. Kegagalan pengobatan gangguan
Banyak kasus koma miksidema kelenjar tiroid.
dilatarbelakangi karena Hipotiroidisme berat,
pembedahan kelenjar tiroid, atau karena
Gambaran Klinis Pemeriksaan Penunjang

1. Sistem neuromuskuler, terjadi Pemeriksaan darah yang mengukur


kelambanan, perlambatan daya pikir, kadar Hormon Tiroid (T3 dan T4), Tiroid
dan gerakan yang lambat dan Stimulating Hormon, dan Tiroid Releasing
canggung. Hormon akan dapat mendiagnosis kondisi dan
2. Sistem Kardiovaskuler, terjadi lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf
penurunan frekuensi denyut jantung, pusat atau kelenjar tiroid. Pemeriksaan
pembesaran jantung (jantung laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid
miksedema), dan penurunan curah biasanya menunjukkan:
jantung.
3. Pembengkakkan dan edema kulit, 1. T4 serum rendah, TSH meningkat
2. Respon dari TSH ke TRH meningkat
terutama di bawah mata dan di
pergelangan kaki. 3. Cholesterol meningkat
4. Penurunan kecepatan metabolisme, 4. Hiponatremia, konsentrasi pCO2
penurunan kebutuhan kalori, meningkat (Hipoksemia)
penurunan nafsu makan dan 5. Pemeriksaan rontgen dada bisa
penyerapan zat gizi dari saluran cerna. menunjukkan adanya pembesaran
5. Sistem pencernaan terjadi konstipasi. jantung.
6. Sistem pernafasan, terjadi sesak nafas 6. Pemeriksaan EKG dan enzim-enzim
saat aktifitas, pembengkakan pada jantung diperlukan untuk mengetahui
lidah dan apnea pada tidur yang adanya gangguan fungsi jantung.
diamati. Pemeriksaan fisik menunjukkan
7. Perubahan-perubahan dalam fungsi tertundanya pengenduran otot selama
reproduksi siklus menstruasi menjadi pemeriksaan refleks. Penderita tampak pucat,
tidak teratur bagi perempuan. kulitnya kuning, pinggiran alis matanya
Kesulitan dalam hamil dan wanita rontok, rambut tipis dan rapuh, ekspresi
hamil mungkin keguguran. wajahnya kasar, kuku rapuh, lengan dan
8. Kulit kering dan bersisik serta rambut tungkainya membengkak serta fungsi
kepala, alis tumbuh tipis, rapuh dan mentalnya berkurang. Tanda-tanda vital
mudah rontok. menunjukkan perlambatan denyut
9. Akibat lebih jauh karena jantung,tekanan darah rendah dan suhu
hipotirodisme ini adalah keadaan tubuh rendah.
yang disebut miksidema yang ditandai
muka oedema terutama pada sekitar Penatalaksanaan
bibir, hidung dan kelopak mata,
Miksedema / Koma miksedema adalah situasi
terjadi bradikardia, hypotermia tanpa
yang mengancam nyawa yang ditandai oleh
menggigil, hypotensi, hypoventilasi
eksaserbasi (perburukan) semua gejala
dan penurunan kesadaran sampai
hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa
koma. Kematian dapat terjadi apabila
menggigil, hipotensi, hipoglikemia,
tidak diberi hormon tiroid dan
hipoventilasi, dan penurunan kesadaran
stabilisasi semua gejala.
hingga koma. Penatalaksanaan dilakukan
untuk stabilisasi semua gejala dan mencegah
terjadinya kematian. Dalam keadaan darurat
(misalnya koma miksedema), obat yang Hormon (TSH) yang tinggi, kadar Tiroid
diberikan antara lain : Releasing Hormon (TRH) akan rendah karena
umpan balik dari kadar HT dan TSH. Pada
7. 500 g tiroksin i.v sesegera mungkin malfungsi Hipotalamus akan memperlihatkan
diikuti dengan kadar HT yang tinggi, disertai kadar TRH dan
8. 100 g T4 setiap hari dan TSH yang berlebihan.
9. Hidrocortison 100 g i.v tiap 8 jam
Kadar Hormon Tiroid dalam darah
yang tinggi mengakibatkan laju metabolisme
2. Krisis Tirotoksik (Tyroid Storm) basal dalam sel meningkat, yang
meningkatkan aktifitas sistem saraf simpatis,
Definisi menstimulasi sistem kardiak dan
Tyroid Strom juga dikenal sebagai meningkatkan jumlah reseptor beta
krisis tirotoksik, adalah keadaan klinis adrenergik, menyebabkan takikardia dan
hipertiroidisme paling berat yang mengancam peningkatan curah jantung, volume sekuncup
jiwa. Umumnya keadaan ini timbul pada dan aliran darah perifer. Metabolisme yang
pasien dengan dasar penyakit Graves atau sangat meningkat mengakibatkan penipisan
Struma Multiodular toxik. Hal ini dapat lemak yang pada akhirnya terjadi defisiensi
berkernbang secara spontan pada pasien Nutrisi.
hipertiroid yang menjalani terapi, selama Etiologi
pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada
pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Keadaan Tiroid Strom pada penderita
Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah hipertiroidisme dipengaruhi dan dipicu oleh
yang sangat besar yang menyebabkan faktor :
takikardia, agitasi, tremor, hipertermia
1. Sepsis.
(sampai 106 oF), dan apabila tidak diobati
akan terjadi kematian. 2. Pembedahan.
3. Pengaruh anestesi.
Patofisiologi 4. Pengaruh radioaktif terafi.
5. Obat-obatan jenis adrenergic dan
Pada keadaan sehat, Hipotalamus anticolinergik seperti pseudoepedrin,
menghasilkan TRH (Tiroid Releasing Hormon), jenis NSAID golongan salicilat dan
yang merangsang Kelenjar Hipofisis Anterior obat kemotherafi.
melepaskan TSH (Tiroid Stimulating Hormon) 6. Konsomsi berlebihan makanan yang
yang memicu Kelenjar Tiroid melepaskan mengandung iodium.
Hormon Tiroid (HT). Bila kadar Hormon Tiroid 7. Kegagalan dalam pengobatan
dalam darah Tinggi maka kadar TRH dan TSH Antitiroid.
rendah (respon umpan balik. 8. Keadaan ketoasidosis diabetikum.
Tapi pada keadaan Hipertiroidisme, 9. Trauma pada kelenjar tiroid.
peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar 10. Toxemia pada kehamilan.
tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRH
karena umpan balik negatif HT terhadap
pelepasan keduanya. Pada malfungsi Kelenjar
Hipofisis memberikan gambaran kadar
Hormon Tiroid (HT) dan Tiroid Stimulating
Gambaran klinis. TSH darah rendah (Normal = < 6 10
U/ mL)
Terjadi peningkatan gejala Tiroksikosis pada
Cholesterol darah
sistem tubuh seperti :
Penurunan kepekaan terhadap
A. Gejala umum yang tarjadi pada klien insulin, yang dapat menyebabkan
tiroid strom hiperglikemia.
10. Demam,
Penatalaksanaan
11. Keringat berlebihan.
12. Berat badan menurun. 1. Diagnosis dan memberikan terafi
13. Kesukaran bernafas terhadap penyakit-penyakit lain yang
14. Dan cepat lelah (fatique) diderita
2. Pemberian terapi Supportive
B. Gejala Sistem Vaskular Pemberian terafi supportive
Hipertensi dengan denyut nadi yang beri O2, obat penenang, infus cairan
cepat dan lemah. corticosteroid (hydrocotison sampai
Tacycardia 300 mg/ injeksi)
Aritmia. infus Na-iodida 1 2 g ram tiap 8
jam
C. Gejala pada sistem saluran cerna :
Mual dan muntah. 3. Beri obat anti tirod dosis tinggi
Diare. Contoh: propylthiouracyl sampai 300
Nyeri perut. mg p.o atau melalui NGT
Jaundice. 4. Beri propranolol (1- 2 mg iu sampai total
dosis 2 10 mg) untuk menenangkan
D. Gejala pada sistem persarafan : tachycardinya
Cemas
Perubahan prilaku
Penurunan kesadaran sampai koma. 3. Krisis Addison

Definisi
Pemeriksaan Penunjang
Suatu keadaan gawat darurat yang
Pemeriksaan darah untuk mengukur berhubungan dengan menurunnya atau
kadar HT (T3 dan T4), TSH dan TRH akan kekurangan hormon yang relatif dan
memastikan keadaan dan lokalisasi masalah di terjadinya kolaps sistem kardiovaskuler dan
sistem saraf pusat atau kelenjar Tiroid. biasanya gejala gejalanya non spesifik, seperti
muntah dan nyeri abdomen.
T3 dan T4 selalu tinggi, T3 (Normal =
60 190 g/ dL) dan T4 (Normal: 5.3
14.5 g/ dL)
Patofisiologi
Radioactive Iodine Uptake (RIU)
Respon TSH terhadap TRH hampir Kortek adrenal memproduksi 3
tidak ada hormon steroid yaitu hormon glukokortikoid
Hypercalcemia (kortisol), mineralokortikoid (aldosteron, 11-
deoxycoticosterone) dan androgen
(dehydroepiandrosterone). Hormon utama Adrenokortikal menyebabkan efek
yang penting dalam kejadian suatu krisis yang berlawanan dengan hormon ini dan
adrenal adalah produksi dari kortisol dan menyebabkan gejala klinis yang dapat
adrenal aldolteron yang sangat sedikit. ditemukan pada krisis adrenal.

Kortisol meningkatkan Insidensi


glukoneogenesis dan menyediakan zat - zat
melalui proteolisis, penghambat sintesis Insidensi dari krisis adrenal sangat
protein, mobilisasi asam lemak,dan jarang yaitu sekitar 4 dari 100.000 orang.
meningkatkan pengambilan asam amino di Etiologi
hati. Kortisol secara tidak langsung
meningkatkan sekresi insulin untuk Penyebab primer adalah perdarahan
mengimbangi hiperglikemi tetapi juga kelenjar adrenal bilateral, trombosis atau
menurunkan sensitivitas dari insulin. Kortisol nekrosis selama terjadi sepsis atau ketika
juga mempunyai efek anti inflamasi untuk mendapat antikoagulan. Bila kehilangan
mestabilkan lisosom, menurunkan respon kelenjar adrenal unilateral tidak akan
leukositik dan menghambat produksi sitokin. menyebabkan insufisiensi adrenal.

Aktivitas fagositik dipertahankan Penyebab sekunder adalah


tetapi sel mediated imunity hilang pada peripartum pituitary infark (Sheehan`s
keadaan kekurangan kortisol dan mensupresi syndrom), Pituitary apoplexy ( perdarahan
sintesis adrenokortikotropik hormon ( ACTH). pada kelenjar pituitary), trauma kepala
dengan gangguan batang kelenjar pitutari,
Aldosteron di keluarkan sebagai tetapi biasanya tidak seberat pada keadaan
respon terhadap stimulasi dari angiotensin II adrenal insuficiency primer karena sekresi
melalui system renin angiotensin, aldosteron tidak dipengaruhi.
hiperkalemi, hiponatremi dan antagonis
dopamin. Faktor resiko

Efek nya pada target organ primer. Penggunaan steroid , kurang lebih 20
Ginjal meningkatkan reabsorpsi dari natrium mg sehari dari prednison atau persamaannya
dan sekresi dari kalium dan hidrogen. sekurang-kurangnya 5 hari pada 1 tahun
terahir, penderita menerima dosis yang
Mekanismenya masih belum jelas, mendekati kadar fisiologis yang dibutuhkan
peningkatan dari natrium dan kalium selama 1 bulan untuk memulihkan fungsi dari
mengaktivasi enzim adenosine triphosphatase kelenjar adrenal.
( Na/K ATPase) yang bertangung jawab untuk
trasportasi natrium dan juga meningkatkan Stres fisiologik yang berat seperti
aktivitas dari carbonic anhidrase, efek nya sepsis, trauma, luka bakar, tindakan
adalah meningkatkan volume intravaskuler. pembedahan. Berikut ini adalah keadaan yang
terjadi pada hipotalamik-pituitaryadrenal axis
System renin Angiotensin-aldosteron pada keadaan normal, keadaan stress
tidak dipengaruhi oleh glukokortikoid eksogen fisiologis yang berat dan dalam keadaan
dan kekurangan ACTH mempuyai efek yang critical illness.
sangat kecil untuk kadar aldosteron
kekurangan hormon. Organisme yang berhubungan dengan
krisis adrenal yaitu haemophilus Influenza,
staphilokokus aureus, streptokokus Kemungkinan diagnosa juga dapat di lihat dari
pneumonia, jamur. adanya eosinofilia dan limpositosis pada
SADT, dan adanya gangguan kadar serum
Selain itu penggunaan obat inhalasi tiroid 4.
fluticasone, setelah injeksi steroid intra
artikular, dan pada pengguna obat-obatan Diagnosa paling spesifik yaitu dengan
ketokonazole, phenitoin, rifampisin. memeriksa kadar ACTH dan kortisol, jika
terdapat banyak waktu. Serum kotisol
Gejala klinis biasanya kadarnya kurang dari 20 mcg/dl
Gejala klinis yang mendukung suatu diagnosis tetapi kita dapat menunggu untuk melakukan
krisis adrenal adalah sebagai berikut : pemeriksaan ini bila pasien sudah dapat
distabilkan. Jika akan dilakukan test untuk
Syok yang sulit dijelaskan etiologinya menstimulasi ACTH setelah memulai stess
biasanya tidak ada pengaruh dengan dose steroid, pastikanlah steroid sudah
pemberian resusitasi cairan atau diganti ke dexametason karena tidak akan
vasopresor. mempengaruhi test.
Hipotermia atau hipertermia
Cara melakukan ACTH test adalah
Yang berhubungan dengan
pertama tetapkan kadar kortisol plasma
kekurangan kortisol yaitu cepat lelah,
baseline, kemudian berikan ACTH 250 mcg
lemah badan, anoreksia, mual mual
intavena yang diberi tekanan kemudian
dan muntah , diare, hipoglikemi,
pantau serum kortisol 30-60 menit setelah
hipotensi, hiponatremi.
diberikan ACTH. Kenaikan kurang dari 9 mcg
Yang berhubungan dengan
dapat dipikirkan sebagai insuficiensi adrenal.
kekurangan hormon aldosteron yaitu
hiperkalemia dan hipotensi berat yang Pada foto thorax harus dicari tanda
menetap tanda tuberculosis, histoplasmosis,
Lain lain tergantung dari penyebab, keganasan, sarkoid dan lymphoma.
mungkin didapatkan panas badan,
nyeri abdomen dan pinggang yang Pada pemeriksaan CT scan abdomen
berhubungan dengan perdarahan menggambarkan kelenjar adrenal mengalami
kelenjar adrenal. perdarahan, atropi, gangguan infiltrasi,
penyakit metabolik. Perdarahan adrenal
Pemeriksaan penunjang terlihat sebagai bayangan hiperdens, dan
terdapat pembesaran kelenjar adrenal yang
Data laboratorium memperlihatkan
bilateral.
kadar glukosa darah yang rendah. Biasanya
kadar natrium plasma juga rendah tetapi Pada pemeriksaan EKG
jarang dibawah 120 meq/L dan kadar kalium mempelihatkan adanya pemanjangan dari
meningkat, tetapi jarang diatas 7 meq/L. interval QT yang dapat mengakibatkan
ventikular aritmia, gelombang t inverted yang
Penderita biasanya mengalami
dalam dapat terjadi pada akut adrenal krisis.
asidosis dengan kadar bikarbonat plasma
antara 15-20 meq /L. Kadar ureum juga Pemeriksaan histologis tergantung
meningkat. dari penyebab kegagalan adrenal. Pada
kegagalan adrenokotikal yang primer, terlihat hidup. Karena insiden dari krisis adrenal dan
gambaran infeksi dan penyakit infiltratif. perdarahan adrenal sulit diketahui secara
pasti maka mortalitas dan morbiditasnya tidak
Pada kegagalan adrenokotikal yang diketahui dengan jelas.
sekunder dapat menyebabkan atrofi kelenjar
adrenal. Gambaran dari perdarahan adrenal
bilateral mungkin hanya ditemukan gambaran
darah saja.

Penatalaksanaan

1. Cairan isotonik seperti NaCl 9% diberikan


untuk menambah volume dan garam.
2. Jika penderita hipoglikemi dapat di
berikan cairan dextrose 50%
3. Steroid IV secepatnya : dexametason 4 mg
atau hydrokortisone 100 mg.
4. Setelah penderita stabil lanjutkan dengan
dexametasone 4 mg IV tiap 12 jam atau
hydrokortison 100 mg IV tiap 6-8 jam.
5. Obati penyakit dasarnya seperti infeksi
dan perdarahan, untuk infeksi dapat
diberikan antibiotik, untuk meningkatkan
tekanan darah dapat diberikan dopamin
atau norepineprin.
6. Terapi pengganti mineralokortikoid
dengan fludricortisone
7. Penderita harus dikonsultasikan dengan
endokrinologist, spesialis penyakit Infeksi,
ahli critical care, kardiologis, ahli bedah.

Prognosa

Pada keadaan tidak didapatkan


perdarahan adrenal bilateral, kemungkinan
hidup dari penderita dengan krisis adrenal
akut yang didiagnosa secara cepat dan
ditangani secara baik, mendekati penderita
tanpa krisis adrenal dengan tingkat keparahan
yang sama.

Penderita yang penyakitnya


berkembang menjadi perdarahan sebelum
dapat dilakukan pemeriksaan CT scan atau
test hormonal jarang yang dapat bertahan