Anda di halaman 1dari 16

OSILOSKOP

Latihan
1. Definisikan pengertian berikut: fluoresensi, posforisensi, ketahanan
persistence), luminisensi
Jawab :
- Fluoresensi adalah terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap
sinar atau radiasi elektromagnet lain
- Fosforisensi adalah pemendaran cahaya akan berlangsung beberapa saat
walaupun radiasi sinar X sudah dimatikan ( after-glow).
- Persistensi adalah kemampuan suatu bahan mempertahankan
karakteristiknya.
- Luminesensi adalah fenomena fisika berupa pancaran cahaya dari suatu
bahan yang tidak panas. Luminesensi adalah emisi cahaya oleh suatu zat
yang bukan berasal dari panas, sehingga ia adalah sebuah bentuk radiasi
benda dingin. Luminesensi dapat disebabkan oleh reaksi kimia, energi
listrik, gerakan subatomik, atau tekanan pada kristal

2. Sebuah CRO tipe laboratorium umumnya menggunakan sebuah cathode


follower untuk menjalankan berkas CRT (unblanking cathode follower) di
dalam rangkaian CRT nya. Terangkan fungsinya dan jelaskan operasinya.
Jawab :

Jarum penduga ini dirancang untum memberikan suatu cara yang efisien
dalam menggabungkan sinyal frekwensi tinggi yang kenaikan waktunya cepat
ke masukan CRO, berisi komponen aktif seperti dioda, FET, BJT atau tabung
vakum miniatur. Pada umumnya memiliki nilai impedasi yang sangat tinggi
dengan pelemahan yang lebih kecil dari jarum penduga pasif. Akan tetapi jarum
penduga aktif lebih mahal dan lebih besar dari jarum penduga pasif. Walaupun
demikian jarum tersebut memperbesar kemampuan pengukuran sistem jarum
penduga dan CRO.
Bentuk jarum penduga aktif yang terdahulu adalah jarum penduga
cathode follower (CF) yang menggunakan sebuah tabung vakuum trioda
miniatur sebagai elemen aktif.
Keseluruhan rangkaian CF terkandung di dalam kepala jarum penduga.
Sebuah kabel koaksial menghubungkan keluaran CF ke terminal-terminal
masukan CRO. Impedansi masukan dari rangkaian CF tinggi sekali, khasnya
dalam orde 10 M atau lebih. Sedang kapasitas masukan adalah rendah
sekali, kira-kira 5 pF. Sedangkan impedansi keluarandari CF dimaksudkan
untuk mengemudikan kabel koaksial yang tertutup pada impedansi
karakteristiknya pada masukan CRO. Jarum penduga CF dibatasi pada
tegangan masukan yang tidak melebihi beberapa volt, walaupun tegangannya
dapat diperbesar dengan penambahan pembagian tegangan terkompensasi 10
: 1 ke masukan CF dengan cara menambah ujung jarum penduga.

3. Bahas hubungan Antara prestasi bidang frekuensi yang lebar (wide band
performance) dan sensivitas yang tinggi pada sebuah CRO untuk pemakaian
umum. Berikan saran mengenai langkah-langkah yang akan diambil guna
memperbaiki prestasi Antara penguatan terhadap lebar bidang frekuensi
sebuah CRO.

Tugas Mandiri
1. Sebuah generator basis waktu RC sederhana umumnya memberikan sebuah
tegangan tanjak yang tidak linear yang bisa tidak sesuai bagi basis waktu
sebuah CRO tipe laboratorium. Berikan beberapa saran mengenai metoda
yang dapat digunakan untuk memperbaiki linearitas basis waktu, dan jelaskan
prinsip-prinsip yang terkandung di dalam metoda linearisasi ini.
Jawab :

Osilataor-osilator laboratorium dirancang untuk melakuakan pengukuran


yang teliti terhadap waktu dan karena itu memerlukan penyapuan dengan
linearitas penyapuan. Diantaranya yang terpenting adalah
1. Arus pengisisan yang konstan, dengan cara kapasitor pengatur waktu
dimuati secara linear dari sumber arus yang konstan.
2. Rangkaian penyapu Miller, dengan cara sebuah masukan tangga (step
Input) diubah menjadi sebuah fungsi linear dengan menggunakan
integrator operasional.
3. Rangkaian phantastron yang merupakan variasi Miller.
4. Rangkaian boostrap, dengan cara arus pengisian yang konstan dapat
dipelihara yakni dengan pempertahankan tegangan pada tahanan pengisi
; dan dengan demikian, arus pengisian yang melaluinya adalah konstan.
5. Rangkaian kompensasi, yang digunakan untuk memperbaiki linearitas
rangkaian miller dan rangkaian bootstrep.

2. Berikan alasan pemakaian sebuah saluran tunda (delay ine) dalam sistem
defleksi vertical sebuah CRO tipe laboratorium
Jawab :

Semua rangkaian elektronik di dalam CRO ( pelemah, penguat,


pembentuk pulsa, generator dan tentu saja didalam kawat rangkaian sendiri )
menyebabkan keterlambatan waktu tertentu di dalam transmisi tegangan sinyal
ke pelat-pelat defleksi. Hampir semua keterlambatan ini terjadi di dalam
rangkaian-rangkaian yang melakukan pemindahan, pembentukan dan
pembangkitan.

3. Pelemahan masukan di dalam penguat vertical sebuah CRO untuk pemakaian


umum umumnya diikuti oleh sebuah rangkaian emitterfollower. Sarankan tiga
alasan yang mungkin dengan menggunakan rangkaian ini.

Soal Tes Formatif


1. Gambarkan diagram balok sebuah CRO untuk pemakaian umum. Beri nama
untuk semua blok dan tunjukkan bentuk-bentuk gelombang yang masuk dan
keluar dari masing-masing blok (bila dapat digunakan) dengan menganggap
bahwa tegangan yang dimasukkan ke masukan penguat vertical adalah
tegangan sinus.
Jawab :
2. Penguat, respon frekuensi, dan pergeseran fasa sebuah penguat audio 10 W
(rangkuman frekuensi 20 Hz-20 kHz) akan diukur dengan menggunakan
sebuah CRO sebagai alat ukur dasar. Sebuah osilator audio dan beberapa
jenis alat-alat ukur tegangan dan arus disediakan. Sarankan suatu teknik
pengukuran yang menunjukkan peralatan yang dibutuhkan untuk menentukan
tiap pengukuran. Hasil masing-masing pengukuran akan disajikan dalam
bentuk grafik. Sarankan suatu cara yang sesuai guna menyajikan hasil-hasil
pengukuran, dan secara kira-kira buat sketsa bentuk tiap grafik yang
diharapkan.
3. Pelemah masukan pada gambar 9-18 digunakan di dalam sebuah CRO yang
memerlukan konstanta waktu sebesar = 4 S. Tentukan nilai Ca, Ci, Ra dan Ri,
jika jumlah Ra dan Ri adalah 2 M.
4. Basis waktu yang terkalibrasi dari sebuah CRO tipe laboratorium disetel pada
0,2 mV/m. Sakelar peragaan horizontal berada pada posisi penguatan 5 kali (5
x magnified position). Sebuah gelombang sinus yang frekuensinya tidak
diketahui

OSILATOR
Latihan
1. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
a. Lebar bidang (bandwidth)

Bandwidth adalah menunjukkan volume data yang dapat di transfer per unit
waktu

b. Waktu naik (resisteme)

Waktu naik adalah ukuran waktu yang di ukur mulai dari respon t= 0 sampai
dengan respon memotong sumbu steady state yang pertama.
c. Lonjakan (overshoot) adalah variasi tegangan pada sebuah sinyal yang ada
pada sebuah sinyal DC.
d. Ringing adalah osilasi sebuah signal secara khusus sebagai response pada
input yang mengalami perubahan secara tiba-tiba.
e. Waktu pembebanan (duty cycle)

Duty cycle adalah proporsi waktu dimana komponen, perangkat, atau sistem
dioperasikan.

f. PRR
2. Perhatikan osilator jembatan Wien dan jelaskan mengapa frekuensi osilasinya
bergantung pada:
a. kapasitor gandeng C1
b. tahanan basis R7 dari Q2
c. tahanan beban R8
d. tegangan sumber

3. Osilator penggeser fasa menggunakan tiga elemen RC secara kaskade sebagai


jaringan penggeser fasa antara keluaran dan masukan. Tunjukkan bahwa
sebuah jaringan RC dua elemen tidak dapat bekerja dan jelaskan mengapa
sebuah jaringan RC dengan empat elemen tidak perlu.

Tugas Mandiri
1. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian
osilator RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan
Wien.
Jawab :

Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu


frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator
ini.. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan

2. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor


apa yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :

Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian


frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan

3. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh
rasio lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.

Soal Tes Formatif


1. Jelaskanprinsipkerjadariosilator osilatorberikut :
a. Osilator Amstrong,
Osilator Amstrong merupakan hasil penerapan rangkaian tangki
(tank circuit) kapasitor dan induktor LC. Rangkaian dasar dibuat dengan
memberikan bias maju pada sambungan emitor-basis dan bias mundur
pada kolektor. Pemberian bias tegangan ke basis, emitor dan kolektor
dilakukan lewat resistor R3 . Resistor R1 dan R2 yang berfungsi sebagai
pembagi tegangan. Rangkaian osilator Amstrong dapat dilihat pada
gambar berikut.

4.

a. osilator Harley,
Pada Osilator Hartleyhanya menggunakan satu kumparan beserta
satu titik percabangan yang sesuai dengan titik tanah AC yang biasa dari
rangkaian Amstrong. Kapasitor penyetelan C1 di shunt terhadap seluruh
kumparan (L1 + L2). Karena titik pencabangan kumparan dihubungkan ke
tanah, rotor dari kapasitor variabel tidak dapat lama ditanahkan. Sinyal
keluaran tersedia melalui rangkaian gandengan RC sebagai pengganti
gandengan induktif seperti halnya pada osilator Amstrong. Ini tidak
mempunyai singkat paut dengan operasi rangkaian; salah satu jenis
gandengan keluaran dapat digunakan.

b. osilator jembatan Wien


Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Osilator jembatan Wien
disebut juga osilator Twin-T karena menggunakan dua T sirkuit RC
beroperasi secara paralel. Satu rangkaian adalah sebuah RCR T
yang bertindak sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC
T yang beroperasi sebagai penyaring bernilai tinggi. Bersama-sama,
sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi
osilasi yang diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang
maju, di RCR itu tertunda, sehingga mereka dapat melemahkan satu
sama lain pada frekuensi tertentu.
c. osilator penggerak fasa
Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator
pergeseran fasa terdapat sebuah pembalik fasa total 180 derajat.
Pembalik fasa ini di menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat
dan memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik
positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya dibentuk oleh tiga buah
rangkaian RC.
2. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn
menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
a. Frekuensi osilasi rangkaian;
b. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang terbatas

Tugas Mandiri
1. Diinginkan untuk mengubah multivibrator pada soal 11 sehingga waktu
pembebanannya (duty cycle) turun sampai 20 % sembari mempertahankan
frekuensi awal. Tunjukkan komponen-komponen tersebut
Jawab :

Siklus kerja (duty cycle) selalu berada di antara 50 dan 100 persen,
tergantung pada nilai-nilai komponen kapasitor dan resistor yang menyusunnya.

Komponen Surface Mount Device (SMD)

Teknologi film tebal tidak dapat digunakan untuk pembuatan komponen-


komponen aktif, seperti: dioda, transistor, dan komponen semikonduktor lainnya.
Oleh karena itu komponen-komponen aktif yang diperlukan dalam suatu
rangkaian elektronika yang dibuat harus ditambahkan sendiri ke dalam rangkaian
tersebut. Komponen-komponen aktif yang cocok untuk digabungkan dalam
proses teknologi film tebal ini adalah yang berupa Surface Mount Device (SMD),
karena SMD tidak memerlukan lubang pada substrat untuk menempelkan kaki-
kakinya. Apabila tidak digunakan SMD atau hanya digunakan komponen
standar, komponen-komponen tersebut tentunya akan memerlukan lubang pada
substrat. Proses pelubangan dilakukan dengan menggunakan pengeboran
ultrasonik atau oleh laser. Proses tersebut memerlukan biaya yang sangat besar,
oleh karena itu agar biaya pembuatan dapat ditekan digunakanlah komponen
SMD yang tentunya tidak memerlukan proses pengeboran pada substrat.
Penempatan komponen SMD yang digunakan pada substrat adalah
dengan cara penyolderan SMD tersebut yang sebelumnya telah ditempatkan
pada pad konduktor yang telah tercetak. Penyolderan dilakukan dengan
menggunakan pasta solder.
Di samping berupa komponen-komponen aktif, SMD juga menyediakan
komponen-komponen pasif, seperti: resistor, kapasitor, dan induktor. Komponen-
komponen pasif tersebut disediakan untuk mengantisipasi terbatasnya bahan
pasta yang tersedia dalam proses pembuatan rangkaian hibrida film tebal.

2. Dengan menggunakan satu perangkat komponen tunggal, gambarkan


sebuah susunan rangkaian dengan cara mana frekuensi sebuah multivibrator
tidak stabil dapat diubah sepanjang suatu rangkuman yang cukup besar.
3. Gambarkan sebuah susunan rangkaian yang melukiskan begaimana sebuah
multivibrator yang tidak stabil bisa digunakan untuk memperagakan dua jejak
pada layar sebuah CRO satu berkas (single beam CRO)
Jawab :
Soal Tes Formatif
1. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian osilator
RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan Wien.
Jawab :

Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu


frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator ini..
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian frekuensi
yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R, kapasitor C
dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan

2. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor apa
yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :

Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian


frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
3. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh rasio
lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.
4. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
a. Distorsi harmonic
Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga
listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada
dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang
dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan
frekuensi dasarnya.
b. Distorsi harmonik total

Total Harmonic Distortion atau THD adalah penguat atau pra-penguat


spesifikasi yang membandingkan sinyal output dari penguat dengan sinyal input
dan mengukur tingkat perbedaan dalam frekuensi yang harmonis antara
keduanya. Perbedaannya disebut distorsi harmonik total

c. Distorsi intermodulasi

Intermodulasi adalah suatu gejala saling mempengaruhi antara beberapa


sinyal intermodulasi pada sistem penguat akan terjadi apabila penguat tersebut
bekerja pada daerah yang tidak linear dan sinyal input lebih dari satu sinyal.
Makin jauh keluar dari daerah linear, makin besar daya sinyal intermodulasi.
Sehingga makin mengganggu sinyal dasar.

5. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn


menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
c. Frekuensi osilasi rangkaian;
d. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang terbatas
GENERATOR SINYAL

Latihan
4. Buktikan persamaan (11-7) untuk faktor umpan-balik osilator penggeser fasa
pada Gambar 11-8 dengan menggunakan analisis jaringan konvensional
terhadap rangkaian umpan-balik RC. Buktikan bahwa pergeseran fasa adalah
180o untuk = 6 dan pada frekuensi ini = 1/29.
5. Rencanakan sebuah osilator penggeser fasa agar beroperasi pada frekuensi 10
kHz. Pilih sebuah transistor yang sesuai dan dapatkan nilai tahanan beban
minimal (RL dalam gambar 11-8) pada masa rangkaian akan berosilator.
Tentukan perkalian RC yang diperlukan untuk osilasi 10 oHz dan tentukan nilai C
setelah memilih nilai R yang sesuai.
6. Pada multivibrator tidak stabil (astable multivibrator) di Gambar 11-10 diberikan
nilai komponen-komponen berikut:
R1 = R2 = 50k
C1 = C2 = 0,02 F
R3 = R4 = 1 k
Vas = -10 V
Vcc = 10 V
Tentukan:
a. Frekuensi osilasi;
b. Amplitude plusakeluaran pada kolektor Q2;
c. Waktu pembebanan (duty cycle) dari gelombang keluaran
2.1 Tugas Mandiri
4. Diinginkan untuk mengubah multivibrator pada soal 11 sehingga waktu
pembebanannya (duty cycle) turun sampai 20 % sembari mempertahankan
frekuensi awal. Tunjukkan komponen-komponen tersebut

Jawab :
Siklus kerja (duty cycle) selalu berada di antara 50 dan 100 persen,
tergantung pada nilai-nilai komponen kapasitor dan resistor yang menyusunnya.

Komponen Surface Mount Device (SMD)

Teknologi film tebal tidak dapat digunakan untuk pembuatan komponen-


komponen aktif, seperti: dioda, transistor, dan komponen semikonduktor lainnya.
Oleh karena itu komponen-komponen aktif yang diperlukan dalam suatu
rangkaian elektronika yang dibuat harus ditambahkan sendiri ke dalam rangkaian
tersebut. Komponen-komponen aktif yang cocok untuk digabungkan dalam
proses teknologi film tebal ini adalah yang berupa Surface Mount Device (SMD),
karena SMD tidak memerlukan lubang pada substrat untuk menempelkan kaki-
kakinya. Apabila tidak digunakan SMD atau hanya digunakan komponen
standar, komponen-komponen tersebut tentunya akan memerlukan lubang pada
substrat. Proses pelubangan dilakukan dengan menggunakan pengeboran
ultrasonik atau oleh laser. Proses tersebut memerlukan biaya yang sangat besar,
oleh karena itu agar biaya pembuatan dapat ditekan digunakanlah komponen
SMD yang tentunya tidak memerlukan proses pengeboran pada substrat.
Penempatan komponen SMD yang digunakan pada substrat adalah
dengan cara penyolderan SMD tersebut yang sebelumnya telah ditempatkan
pada pad konduktor yang telah tercetak. Penyolderan dilakukan dengan
menggunakan pasta solder.
Di samping berupa komponen-komponen aktif, SMD juga menyediakan
komponen-komponen pasif, seperti: resistor, kapasitor, dan induktor. Komponen-
komponen pasif tersebut disediakan untuk mengantisipasi terbatasnya bahan
pasta yang tersedia dalam proses pembuatan rangkaian hibrida film tebal.
5. Dengan menggunakan satu perangkat komponen tunggal, gambarkan
sebuah susunan rangkaian dengan cara mana frekuensi sebuah multivibrator
tidak stabil dapat diubah sepanjang suatu rangkuman yang cukup besar.
6. Gambarkan sebuah susunan rangkaian yang melukiskan begaimana sebuah
multivibrator yang tidak stabil bisa digunakan untuk memperagakan dua jejak
pada layar sebuah CRO satu berkas (single beam CRO)

Soal Tes Formatif


6. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian osilator
RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan Wien.
Jawab :

Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu


frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator
ini.. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
7. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor apa
yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan

8. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh rasio
lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.
9. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
a. Distorsi harmonic
Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga
listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada
dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang
dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan
frekuensi dasarnya.
b. Distorsi harmonik total

Total Harmonic Distortion atau THD adalah penguat atau pra-penguat


spesifikasi yang membandingkan sinyal output dari penguat dengan sinyal input
dan mengukur tingkat perbedaan dalam frekuensi yang harmonis antara
keduanya. Perbedaannya disebut distorsi harmonik total

c. Distorsi intermodulasi

Intermodulasi adalah suatu gejala saling mempengaruhi antara beberapa


sinyal intermodulasi pada sistem penguat akan terjadi apabila penguat tersebut
bekerja pada daerah yang tidak linear dan sinyal input lebih dari satu sinyal.
Makin jauh keluar dari daerah linear, makin besar daya sinyal intermodulasi.
Sehingga makin mengganggu sinyal dasar.
10. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn
menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
e. Frekuensi osilasi rangkaian;
f. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang terbatas