Anda di halaman 1dari 11

NAMA : NABILA NURLITASARI

NIM : 12010116140111

KELAS :D

TEMPAT DUDUK : A1

RINGKASAN BAB 6

PERHITUNGAN BIAYA PESANAN DAN BIAYA PROSES

Karakteristik Lingkungan Pesanan dan Proses


Dalam hal ini, perusahaan telah menelusuri jumlah biaya dan biaya per unit untuk sejumlah
alasan, termasuk dalam pembuatan laporan keuangan, penentuan profitabilitas, dan
pengambilan keputusan. Pada perusahaan manufaktur dan jasa dibagi menjadi dua jenis yaitu
perusahaan pesanan (job order) dan perusahaan proses homogen.

Produksi dan Perhitungan Biaya Pesanan

Perusahaan yang beroperasi berdasarkan pesanan memproduksi berbagai macam jenis


barang atau jasa yang berbeda sesuai pesanan pelanggan. Dalam perusahaan berdasarkan
pesanan ini memiliki fitur utama dari perhitungan biaya pesanan adalah biaya suatu pesanan
berbeda dengan pesanan lainnya dan harus ditelusuri secara terpisah. Pada sistem ini, biaya-
biaya diakumulasikan berdasarkan pesanan kerja.

Produksi dan Perhitungan Biaya Proses

Perusahaan yang termasuk dalam industri berdasarkan proses, memproduksi hampir sama
atau sejenis besar-besaran. Perhitungan biaya proses akan berjalan baik jika produk tersebut
bersifat homogen, melewati serangkaian proses, dan menerima jumlah biaya produksi yang
hampir sama. Dalam hal ini, perusahaan yang menggunakan sistem proses
mengakumulasikan biaya produksi tersebut berdasarkan proses atau departemen untuk satu
periode waktu tertentu. Output proses selama periode tersebut diukur. Biaya perunit dihitung
melalui pembagian biaya prosesnya dengan ouput pada periode terkait. Pendekatan
akumulasi ini dinamakan sistem perhitungan biaya proses.

Arus Biaya yang Berkaitan dengan Perhitungan Biaya Pesanan


Menghitung Biaya per Unit dengan Menggunakan Perhitungan Biaya Pesanan

Harga pokok produksi terdiri atas bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead.
Dalam suatu lingkungan berdasarkan pesanan, overhead yang dianggarkan selalu digunakan
karena penyelesaian pekerjaan jarang yang sesuai dengan selesainya tahun fiskal. Dalam hal
ini, menggunakan perhitungan biaya normal dan biaya per unit berdasarkan pesanan kerja,
yaitu jumlah biaya bahan baku yang digunakan dan tenaga kerja langsung yang digunakan,
dan overhead yang dibebankan dengan menggunakan satu atau ebih penggerak aktivitas.
Contohnya, Delia memiliki usaha yang memproduksi suplemen dan menyewa sebuah gedung
untuk pabriknya tersebut. Pada bulan pertama operasionalnya, ia mendapatkan dua pesanan.
Pesanan pertama 200 botol suplemen. Sedangkan pesanan kedua 100 botol kapsul herbal.
Delia menyetujui pesanan tersebut dengan harga berdasarkan biaya ditambah 50%. Misalkan
dengan biaya bahan baku $1.780 dan biaya tenaga kerja langsung adalah $300 ($15/jam
selama 20 jam) dengan biaya overhead yang dibebankan adalah $240 ($12/jam, selama 20
jam).

Maka perhitungannya sebagai berikut :

Bahan baku langsung $1.780

TKL $ 300

Overhead $ 240

Jumlah Biaya $2.320

Jadi biaya per unitnya adalah $2.320 : 200 unit = $11,60

Karena biaya terkait sangat erat denga harga, maka mudah untuk melihat Delia akan menagih
toko makanan kesehatan tersebut sebesar $3.480 yang terdiri atas biaya $2.320 + 50% atau
$17,40/botol.

Lembar Biaya Pesanan

Lembar biaya pesanan disiapkan setiap kali pesanan kerja baru dimulai dan merupakan
bagian dari akun barang dalam proses dan dokumen utama untuk menghitung semua biaya
yang terkait pesanan tersebut. Nama atau nomor pekerjaan dapat menjadi judul lembar biaya
pesanan. Dalam sistem berdasarkan pesanan, hal ini merupakan semua pekerjaan yang belum
selesai saldo barang dalam proses pada akhir bulan adalah jumlah semua lembar biaya
pesanan untuk semua pekerjaan yang belum tuntas.

Pada sistem akuntansi manual, lembar biaya pesanan merupakan suatu dokumen. Dalam
sistem akuntansi otomatis, lembar biaya biasanya berhubungan dengan catatan pada arsip
induk barang dalam proses. Kumpulan dari seluruh lembar biaya pesanan disebut file barang
dalam proses. Pada sistem manual, file tersebut ditempatkan dalam lemari arsip, sedangkan
pada sistem otomatis file ini disimpan padda pita magnetis atau hard-disk secara elektronis.
Pada sistem tersebut, lembar biaya pesanan berfungsi sebagai pelengkap buku besar barang
dalam proses.

Arus Biaya Pada Akun

Dalam hal ini, kepentingan utama sistem perhitungan biaya pesanan adalah arus biaya
produksi. Adapun cara ketiga unsur biaya produksi, yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja
langsung, dan overhead yang mengalir melalui Barang dalam Proses, ke Barang Jadi hingga
Harga Pokok Penjualan.
Akuntansi Untuk Bahan Baku

Bahan baku merupakan akun persediaan yang muncul dalam laporan laba rugi dibawah
aktiva lancar. Hal ini juga berfungsi sebagai akun pengendali untuk semua bahan baku . Jadi
pembelian apa pun akan meningkatkan akun bahan baku

Akuntansi Untuk Overhead

Dalam perhitungan biaya normal , biaya overhead bisa dibebankan dengan menggunakan
tarif overhead pabrik secara keseluruhan , tarif departemen , atau tarif aktivitas. Prosedur
yang umum adalah mencatat overhead actual di akun pengendali overhead. Kemudian, pada
akhir periode overhead actual direkonsiliasi dengan overhead yang dibebankan dari
variansinya ditutup pada akun-akun terkait.

Akuntansi Untuk Barang Jadi

Setelah pekerjaan selesai , jumlah bahan baku langsung, tenaga kerja langsung , dan overhead
yang di bebankan dijumlahkan untuk menghasilkan biaya produksi suatu pekerjaan .
Selanjutnya lembar biaya pekerjaan ini ditransfer ke file barang jadi . Pada saat bersamaan ,
biaya pesanan yang telah diselesaikan , ditransfer dari akun barang dalam proses ke akun
barang jadi Penyelesaian suatu pekerjaan merupakan langkah penting dalam arus biaya
produksi. Biaya pekerjaan yang diselesaikan harus dikeluarkan dari barang dalam proses,
ditambahkan kedalam barang jadi, dan akhirnya ditambahkan ke beban dalam laporan laba
rugi. Untuk memastikan keakuratan perhitungan biaya ini laporan harga produksi
dipersiapkan.

Akuntansi Untuk Harga Pokok Penjualan

Pada perusahaan yang beroprasi berdasarkan pesanan unit produk dapat diproduksi untuk
pelanggan tertentu atau diproduksi dengan harapan dapat dijual kemudian. Jika suatu
pekerjaan dilakukan khusus untuk satu pelanggan, kemudian dikirim kepada pelanggan, biaya
barang jadi menjadi harga pokok penjualan. Penutupan variansi overhead pada akun harga
pokok penjualan umumnya hanya dilakukan pada akhir tahun.

Akuntansi untuk Biaya Nonproduksi

Biaya yang berkaitan dengan aktivitas penjualan dan administrasi umum diklasifikasikan
sebagai biaya nonproduksi biaya ini merupakan biaya periodik dan tidak pernah dibebankan
pada produk biaya tersebut bukanlah bagian dari arus biaya produksi.

Lingkungan Proses dan Arus Biaya


Produk Healthblend melalui tiga proses dipusatkan pada departemen produksi. dalam
departemen peracikan, tenaga kerja langsung memilih herbal, vitamin, mineral, dan bahan
penyatu yang tepat untuk produk yang di produksi. Kemudian, bahan- bahan tersebut di takar
dan dicampur dalam mesin pencampur untuk pengadukan. Overhead dalam departemen ini
terdiri atas penyusutan mesin, pemeliharaan mesin, prngawasan, kompensasi lain untuk
karyawan, lampu, dan listrik.

Jenis-Jenis Manufaktur Proses

Dalam perusahaan dengan sistem proses, unit-unit produk umumnya melalui setiap
departemen atau proses, suatu proses operasi yang akan membawa suatu produk satu langkah
lebih dekat pada penyelesaian

Proses produksi healthblend nutritional supplements adalah suatu contoh proses berurutan.
Pola proses lainnya adalah proses paralel, yaitu lebih proses berurutan dibutuhkan untuk
memproduksi suatu barang jadi unit-unit yang setengah jadi dapat dikerjakan secara simultan
dalam dua proses berbeda, kemudian secara bersamaan dibawa ke proses akhir untuk
penyelesaian.

Bagaimana Biaya Mengalir melalui Akun Pada Perhitungan Biaya Proses

Arus biaya produksi untuk sistem perhitungan biaya proses secara secara umum dengan
sistem perhitungan biaya pesanan. Dalam perhitungan biaya proses, setiap departemen
produksi memiliki akun barang dalam proses tersendiri. Ketika barang selesai dalam satu
departemen, barang tersebut dipindahkan ke departemen berikutnya. Biaya-biaya disebut
biaya perpindahan masuk.

Akumulasi Biaya dalam Laporan Produksi

Dalam perhitungan biaya proses, biaya di akumulasikan per departemen untuk periode waktu
tertentu. Laporan produksi adalah dokumen yang meringkas aktivitas manufaktur yang terjadi
di suatu departemen dalam periode tertentu laporan produksi berisi informasi biaya- biaya
yang di transfer masuk dari departemen sebelumnya.

Produksi Unit Setara

Berdasarkan definisinya, persediaan akhir barang dalam proses adalah barang yang belum
selesai. Oleh karena itu, suatu unit yang telah selesai dan di transfer keluar dalam suatu
periode tidak identik dengan unit dalam persediaan akhir barang dalam proses, dan biaya
yang terkait tiap unit seharusnya tidak sama

Dua Metode Perlakuan Persediaan Awal Barang Dalam Proses

Perhitungan Biaya Rerata Tertimbang

Metode rata-rata terimbang pada dasarnya menggabungkan biaya persediaan awal dengan
biaya periode saat ini, untuk menghitung biaya perunit. Intinya biaya disatukan dan hanya
satu ubit biaya rata-rata yang dihitung dan dibebankan baiak unti yang ditransfer keluar
maupun unit yang tetap dalam persediaan akhir.
Lima langkah dalam menyiapkan laporan produksi

1. Analisis aliran unit secara fisik.


2. Perhitungan unit-unit ekuivalen
3. Perhitungan biaya per unit
4. Penilai persediaan (barang ditransfer keluar dan akhir barang dalam proses)
5. Rekonsiliasi biaya

Contoh metode rata-rata tertimbang

Peracikan Healtblend memiliki data sebagai berikut:

Produksi:

Jumlah unit dalam proses, 1 Juli, 75% selesai 20,000

Jumlah unit yang telah selesai dan ditransfer keluar 50,000

Jumlah unit dalam proses, 31 Juli, 25 % selesai 10,000

Biaya barang dalam proses, 1 Juli $ 3,525

Biaya barang ditambahkan dalam bulan Juli $ 10,125

Dengan menggunakan data diatas dan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk
mengalokasikan biaya produksi ke unit-unit yang ditransfer keluar dan unit-unit yang
terdapat dalam akhir barang dalam proses. Total biaya yang disatukan ini sebesar $ 13,650
dirata-rata dan dibebankan ke unit yang ditransfer keluar ke unit persediaan akhir barang
dalam proses.

Langkah 1 : Analisis Aliran Unit Secara Fisik

Unit yang telah diselesaikan 50,000

Ditambah: Unit-unit pada persediaan akhir barang dalam proses

x bagian yang selesai (10,000 unit x 25%) 2,500

Output unit setara (ekuivalen) 52,500

Langkah 2 : Perhitungan Unit Setara


Langkah 3 : Perhitungan Biaya per Unit

Dengan menggunakan biaya produksi bulan Juli dan output bulan tersebut, biaya per unit
dapat dihitung dan digunakan untuk menghitung biaya baranag yang ditransfer keluar serta
biaya persediaan akhir barang dalam proses sebagai berikut:

Biaya perunit: = 13,650 / 52,500 = 0,26 per unit ekuivalen.

Langkah 4 : Penilaian Persediaan

Dengan menggunakan biaya per unit 0,26 biaya barang yang ditransfer keluarke Dept
Pengapsulan adalah 13.000 ( 50.000x0.26 per unit ) dan biaya pada akhir BDP adalah 650 (
2.500x0,26 )

Langkah 5 : Rekonsiliasi Biaya.

Ditransfer keluar ( 0,26 x 50,000) 13,000

Persediaan akhir barang dlm proses (0,26 x 2,500) 650 +

Total biaya yang dibebankan 13,650

Biaya produksi untuk dihitung juga $ 13,650

Persediaan awal barang dalam proses 3,525

Yang muncul selama bulan berjalan 10,125+

Total biaya untuk dihitung 13,650

Evaluasi Metode Rerata Tertimbang

Keuntungan utama metode rerata tertimbang adalah kesederhanaannya. Jadi, perhitungan


biaya per unit disederhanakan. Kelemahan metode ini adalah mengurangi keakuratan
perhitungan biaya per unit untuk output periode berjalan dan unit pada persediaaan awal
barang dalam proses.

Pembebanan yang Tidak Seragam dari Input Manufaktur

Sejauh ini, kita menganggap barang dalam proses telah 60% selesai . hal itu berarti 60%
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung , dan overhead yang di perlukan untuk
menyelesaikan proses yang telah digunakan dan 40% sisanya di perlukan untuk
menyelesaikan unit produksi.

Keberadaan Beberapa Departemen

Dalam proses manufaktur, beberapa departemen menerima barang-barang yang baru selesai
sebagian dari departemen-departemen yang sebelumnya. Dalam penanganan barang-barang
yang di transfer masuk, dua hal penting perlu di ingat. Pertama, biaya bahan baku adalah
biaya barang yanag ditransfer keluar sebagaimana di hitung di depertemen sebelumnya.
Kedua, unit-unit yang mulai dikerjakan dalam departemen berurutan berhubungan dengan
unit yang di transfer keluar dari departemen sebelumnya. Satu-satunya kesulitan tambahan
yang di timbulkan dalam analisis untuk departemen selanjutnya adalah kategori transfer
masuk sebagaiman telah di tunjukan, menangani kategori ini hampir sama dengan menangani
kategori lainnya.

Lampiran A : Laporan Produksi-Perhitungan Biaya FIFO

Dalam metode perhitungan biaya fifo, unit setara dan biaya produksi di awal barang dalam
proses tidak termasuk dalam perhitungan biaya perunit periode berjalan. Metode ini
mengakui pekerjaan dan biaya yang di bawah dari periode sebelumnya adalah sah milik
periode tersebut.

Perbedaan antara metode FIFO dan Rerata Tertimbang

Jika terjadi perubahan harga input manufaktur dari satu periode ke periode berikutnya, fifo
menghasilkan biaya perunit yang lebih akurat (sehingga lebih terkini) dari pada metode rerata
tertimbang. Biaya per unit yang lebih akurat berarti mengendalikan biaya yang lebih baik,
keputusan penentuan harga yang lebih baik, dan lain-lain. Dalam hal ini metode fifo kurang
menguntungkan dari pada metode rerata tertimbang.

Contoh Metode FIFO

Kelima langkah untuk menghitung biaya produksi adalah sebagai berikut

Produksi : Unit dalam proses, 1 Juli 75% selesai 20.000

Unit yang terselesaikan dan ditransfer keluar 50.000

Unit dalam proses, 31 Juli 25% selesai 10.000

Biaya : BDP 1 Juli 3.525

Biaya yang ditambahkan selama bulan berjalan 10.125

Langkah 1 : Analisis Aliran Unit Secara Fisik. Tujuan langkah 1 untuk menelusuri unit
produk secara fisik. Seperti metode rerata tertimbang dalam metode FIFO, laporan aliran fisik
juga disiapkan. Laporan ini ditunjukkan pada

Langkah 2 : perhitungan Unit Setara.Tampilan 6-23 mengilustrasikan perhitungan unit


setara dengan metode FIFO.

Tampilan 6-23 Unit Setara Produksi : METODE FIFO

Langkah 3 : Perhitungan Biaya Per Unit. Tambahan biaya produksi yang muncul dalam
periode berjalan adalah 10.125. jadi, biaya produksi unit periode berjalan adalah
10.125/37.500 atau 0,27. Dalam perhitungan ini, hanya biaya produksi periode berjalan yang
digunakan
Langkah 4 : Penilaian Persediaan. Karena semua unit setara di akhir barang dalam proses
merupakan unit periode berjalan, biaya akhir barang dalam proses adalah 0,27x2.500 atau
675.

Langkah 5 : Rekonsiliasi Biaya. Dengan selesainya langkah 5, laporan produksi dapat


disiapkan. Biaya yang dibebankan adalah

Barang yang ditransfer keluar :

Unit di persediaan awal barang dalam proses $ 4.875

Unit yang mulai dikerjakan dan diselesaikan 8.100

Barang di persediaan akhir barang dalam proses 675

Jumlah biaya yang telah diperhitungkan $ 13.650

Jumlah biaya produksi untuk diperhitungkan selama periode berjalan :

Persediaan awal barang dalam proses $ 3.525

Yang muncul selama bulan berjalan 10.125

Jumlah biaya untuk diperhitungkan 13.650

Healthblend Nutritional Supplements

Departemen Peracikan

Laporan Produksi Bulan Juli 2008

( Metode FIFO )

Informasi Unit

Unit untuk diperhitungkan 20.000

Unit pada awal BDP 40.000

Jumlah unit utk 60.000


diperhitungkan

Arus Fisik Unit Setara

Unit yang mulai dikerjakan dan 30.000 30.000


diselesaikan

Unit yang diselesaikan dari awal BDP 20.000 5.000

Unit pada persediaan akhir BDP 10.000 2.500


Jumlah unit yang telah diperhitungkan 60.000 37.500

Informasi Biaya

Persediaan awal BDP 3.525

Yang muncul dlm bulan 10.125


berjalan

Jumlah biaya utk 13.650


diperhitungkan

Biaya per unit setara 0,27

Ditransfer Akhir BDP Jumlah


keluar

Unit di persediaan awal


BDP

Dari periode sebelumnya 3.525 3.525

Dari periode berjalan 1.350 1.350

( 0,27x5.000 )

Unit yang mulai dikerjakan 8.100 8.100


dandiselesaikan(
0,27X30.000)

Barang pada akhir BDP 675 675

( 0,27X2.500 )

Jumlah biaya yang telah 12.975 675 13.650


diperhitungkan

Lampiran B : ayat jurnal yang berhubungan dengan perhitungan biaya pesanan

A Bahan Baku 3.500

Utang Dagang 3.500

B Barang Dalam Proses 3.280

Bahan Baku 3.280

C Barang Dalam Proses 750


Utang Gaji 750

D Barang Dalam Proses 600

Pengendali Overhead 600

E Pengendali Overhead 615

Utang Biaya Sewa 400

Utang Biaya Utilitas 50

Akumulasi Penyusutan 65

F Barang Jadi 2.320

Barang Dalam Proses 2.320

G Harga Pokok Penjualan 2.320

Barang Jadi 2.320

Piutang Dagang 3.480

Laba Penjualan 3.480

H Harga Pokok Penjualan 15

Pengendali Overhead 15

Ayat Jurnal yang Berhubungan dengan Perhitungan Biaya Proses

Anggaplah Healthblend memutuskan untuk memproduksi 2.000 botol dengan biaya


berikut

Dept Dept Pengapsulan Dept Pembotolan

Peracikan

BB Langsung $1.700 $1.000 $800

TKL 50 60 300

Overhead yang 450 500 600


dibebankan

1. Barang dalam proses-peracikan 1.700

Bahan Baku 1.700


2. Barang Dalam Proses-Pengapsulan 1.000

Bahan Baku 1.000

3. Barang Dalam Proses-Pembotolan 800

Bahan Baku 800

4. Barang Dalam Proses-Peracikan 50

Utang Gaji 50

5. Barang Dalam Proses-Pengapsulan 60

Utang Gaji 60

6. Barang Dalam Proses-Pembotolan 300

Utang Gaji 300

7. Barang Dalam Proses-Peracikan 450

Pengendali Overhead 450

8. Barang Dalam Proses-Pengapsulan 500

Pengendali Overhead 500

9. Barang Dalam Proses-Pembotolan 600

Pengendali Overhead 600

Ketika campuran ditransfer dari Departemen Peracikan ke Pengapsulan, ayat berikut muncul

10. Barang Dalam Proses-Pengapsulan 2.200

Barang Dalam Proses-Peracikan 2.200

Sama halnya, ayat jurnal untuk mencatat biaya transfer masuk dari Departemen Pengapsulan
ke Pembotolan menjadi

11. Barang Dalam Proses-Pembotolan 3.760

Barang Dalam Proses-Pengapsulan 3.760

Akhirnya, ketika multivitamin yang telah selesai meninggalkan Departemen Pembotolan ke


gudang barang jadi, ayat jurnal berikut akan dibuat

12. Barang Jadi 5.460

Barang Dalam Proses-Pembotolan 5.460

Anda mungkin juga menyukai