Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan ada dua proses yang beroperasi secara bersamaan, yaitu
pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah pertumbuhan
dan perkembangan secara bergantian, kedua proses ini tidaj bisa dipisahkan dalam
bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi bisa dibedakan untuk
maksud lebih memperjelas penggunaannya. Dalam hal ini, kedua proses tersebut memiliki
tahapan-tahapan, diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena pertumbuhan dan
perkembangan dilihat dari tahapan tersebut memiliki kesinambungan yang begitu erat dan
penting untuk dibahas maka kita menguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik
dari segi teori sampai kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan. Perkembangan adalah
bertambah kemampuan atau skill dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan
menyangkut adanya proses pematangan sel-sel tubuh, jaringan tubuh,organ-organ, dan
sistem organ yang berkembang dengan menurut caranya, sehingga dapat memenuhi
fungsinya.
Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan,
ketrampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang
professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan
tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan
terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara
untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme ini membutuhkan
dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah orang tua
,sahabat dan kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang
sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program
pendidikan di sekolah.

1
1.2 Rumusan Masalah

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui peranan guru, kepala


sekolah,orangtua,kakak/abang ,dan sahabat dalam perkembangan anak usia sekolah
menengah.Secara khusus pertanyaan yang ingin dijawab yaitu apa sajakah peranan
guru,kepala sekolah,orang tua ,kakak/abangdan sahabat dalam perkembangan anak usia
sekolah menengah?

1.3 Tujuan Penulisan


Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan peranan guru,kepala sekolah,orang
tua,kakak/abang dan sahabat dalam perkembangan anak usia sekolah menengah

1.4 Batasan Masalah

Agar pembahasan penelitian ini terarah,maka perlu adanya batasan dalam penelitian
ini.Adapun ruang lingkup pembahasan yang akan penulis bahas adalah: Permasalahan
penelitian ini difokuskan pada deskripsi tentang peranan guru,kepala sekolah,orang
tua,kakak/abang dan sahabat dalam perekembangan anak usia sekolah menengah di
Sekolah SMP Negeri 27 Medan.

1.5 Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak,antara lain bagi:
1. Guru-guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru-guru dalam memperlakukan
peserta didik dengan baik demi perkembangannya
2. Kepala Sekolah
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan saran
kepada guru untuk perkembangan peserta didik
3. Orang Tua
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi orang tua dalam proses
perkembangan anak usia sekolah menengah
4. Kakak/Abang

2
Penelitian ini diharapkan dapat memicu kreativitas kakak/abang dalam membantu
proses perkembangan anak usia sekolah menengah
5. Sahabat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa sahabat juga
dapat mempengaruhi proses perkembangan anak usia sekolah menengah

3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Perkembangan
Menurut Crain (2007) ada 14 teori perkembangan yang dikemukakan ahli psikologi
perkembangan yaitu: enviromentalisme, 4umanistic, etologis, komparatif dan organismik,
perkembangan kognitif, perkembangan moral, pengondisian klasik, pengondisian operan,
pemodelan, 4umani-historis, psikonalitik, psiko-sosial, perkembangan bahasa, dan
4umanistic. Berikut ini penjelasan masing-masing teori tentang perkembangan peserta
didik:
14. Environmentalisme
Teori enviromentalisme menyatakan perkembangan ditentukan oleh lingkungan.
Teori ini dikemukakan filsuf Inggris Jhon Locke (1632-1704). Locke terkenal dengan
istilah tabularasa (meja lilin putih). Locke mengakui kalau individu memiliki temperamen
yang berbeda, namun secara keseluruhan, lingkunganlah yang membentuk jiwa (Crain,
2007: 6-7). Pada saat jiwa dalam kondisi lunak yaitu pada usia dini, anak-anak mudah
dididik menurut kemauan pendidiknya. Lingkungan membentuk jiwa anak-anak melalui
proses asiosiasi (dua gagasan selalu muncul bersama-sama), repetisi (melakukan sesuatu
berkali-kali), imitasi (peniruan), dan reward and punishment (penghargaan dan hukuman).
2. Naturalisme
Teori 4umanistic memandang anak berkembang dengan caracaranya sendiri
melihat, berpikir, dan merasa. Alam seperti guru yang mendorong anak mengembangkan
kemampuan berbeda-beda di
tingkat pertumbuhan yang berbeda. Teori ini dikemukakan Jean Jecques Rousseau (1712-
1778) dalam bukunya yang berjudul Emile. Belajar dari alam anak-anak mungkin berubah
mungkin tidak, tetapi anak tetap saja sebagai pribadi yang utuh dan kuat. (Crain, 2007: 15-
17)
3. Etologis
Etologi adalah studi tentang tingkah laku manusia dan hewan dalam konteks
evolusi. Teori etologis dikemukakan antara lain Darwin, Lorenz- Tindbergen, dan Bowlby.
Charles Darwin (1809-1882) menyatakan bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh

4
seleksi alam. Seleksi alam tidak hanya terjadi pada fisik seperti warna kulit, namun juga
pada beragam tingkah laku. Konrad Lorenz (1903-1989) dan Niko Tindbergen (1907-1988)
menyatakan insting ikut berkembang karena menjadi adaptif dalam lingkungan tertentu dan
insting memerlukan lingkungan yang tepat untuk berkembang dengan benar (Crain, 2007:
64). Jhon Bowlby (1907-1990) perkembangan manusia ditentukan lingkungan yang
diadaptasinya. Untuk mendapatkan perlindungan anak-anak harus mengembangkan tingkah
laku kemelekatan (attachment) yaitu sinyal yang mempromosikan dan mempertahankan
kedekatan anak dengan pengasuhnya (Bowlby, 1982: 182)
4. Komparatif dan organismik
Teori komparatif dan organismik dikemukakan Heinz Werner (1890- 1964)
menyatakan bahwa perkembangan tidak sekedar mengacu kepada peningkatan ukuran,
tetapi perkembangan mencakup perubahanperubahan di dalam struktur yang dapat
didefinisikan menurut prinsip
ontogenik. Werner menyatakan: Kapan pun perkembangan berlangsung, dia melangkah
maju dari kondisi yang 5umanist tidak memiliki banyak perbedaan menuju kondisi yang
perbedaan dan integrasi herarkhisnya semakin tinggi
14. Perkembangan kognitif
Teori ini digagas Jean Piaget (1896-1980) yang menyatakan bahwa tahapan berpikir
manusia sejalan dengan tahapan umur seseorang. Piaget mencatat bahwa seorang anak
berperan aktif dalam memperoleh pengetahuan tentang dunia. Tahap berpikir manusia
menurut Piaget
bersifat biologis. Melalui penelitiannya Piaget menemukan bahwa anak-anak melewati
tahap-tahap perkembangan kognitif dengan urutan yang tidak pernah berubah dengan
keteraturan yang sama (Crain, 2007: 171)
14. Perkembangan moral
Teori perkembangan moral dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg dilahirkan pada
tanggal 25
Oktober 1925 di Bronxeville (New York). Kohlberg sangat tertarik dengan karya Piaget
yang berjudul

5
The Moral Judgment of the Child. Ketertarikannya tersebut mendorongnya untuk
melakukan penelitian tentang proses perkembangan Pertimbangan Moral pada anak.
Penelitian tersebut yang dilakukannya dalam rangka menyelesaikan disertasinya di
Universitas Chicago tahun 1958 dengan
judul: The Developmental of Modes Moral Thinking and Choice in The Years 10 to 16
(Kohlberg, 1995: 11-22). Penelitian tersebut dilakukan Kohlberg dengan mengadakan tes
kepada 75 orang anak laki-laki yang berusia antara 10 hingga 16 tahun. Tes tersebut
berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan serangkaian cerita di mana tokoh-
tokohnya menghadapi 6umanis moral. Misalnya seorang suami yang harus mencuri obat
dari 6uma obat untuk istrinya yang sakit, karena tidak tidak memiliki uang yang cukup
untuk membeli obat tersebut (Kohlberg, 1995: 68
8. Pengondisian Operan
Pengondisian operan dikemukakan Skinner (1905-1990). Untuk menemukan teori
pengondisian
operan sebagai sebuah teori perkembangan Skinner membuat Skinner Box. Di dalam
kotak Skinner
mencobakan perkembangan pengetahuan latihan yang disertai dengan reward dan
punishment
9. Pemodelan
Teori pemodelan dikemukakan Albert Bandura, lahir pada tanggal 4 Desember
1925 di sebuah kotakecil, Mundare, yang terletak Alberta bagian utara, Kanada. Sampai
saat ini Bandura masih bekerja
Universitas Stanford. Bandura menyatakan bahwa perkembangan manusia merupakan hasil
interaksi
antara 6umani heriditas dan lingkungan.
10. Sosial-Historis
Teori 6umani-historis dikemukakan Vygotsky (1896-1934). Lev Vigotsky
berpandangan bahwa konteks 6umani merupakan hal yang sangat penting dalam proses
belajar seorang anak. Pengalamam interaksi 6umani ini sangat berperan dalam
mengembangkan kemampuan berfikir anak. Interaksi antara

6
anak dengan lingkungan sosialnya akan menciptakan bentuk-bentuk aktivitas mental yang
tinggi.
11. Psikoanalitik
Teori Psikoanalisa digagas oleh Sigmund Frued (1856-1939) yang menekankan
pada pentingnya peristiwa dan pengalamanpengalaman yang dialami anak khususnya
situasi kekacauan mental.Menurut Frued perkembangan seseorang digambarkan sebagai
sejumlah tahapan psikoseksual yang digambarkan pada tahapan-tahapan: tahap oral, tahap
anal, tahap phallic, tahap laten, dan genital (Santrock, 1995:22). Setiap tahapan tersebut
berkaitan dengan kepuasan libido seksualyang dapat memainkan peranan pada kepribadian
seseorang ketika dia dewasa.
12. Psiko-sosial
Teori ini digagas Erik Erikson (1902) yang menyatakan bahwa perkembangan
terjadi sepanjang
kehidupan manusia. Erikson meyakini bahwa setiap tahap perkembangan berfokus pada
upaya penanggulangan konflik. Kesuksesan atau kegagalan menangani konflik dapat
berpengaruh pada setiap tahap perkembangan]
13. Perkembangan bahasa
Teori perkembangan bahasa digagas oleh Chomsky (1928). Chomsky menyatakan
kemampuan berbahasa adalah bawaan manusia yang tidak dimiliki makhluk lain.
Kemampuan berbahasa telah dibawa manusia sejak lahir.
14. Humanistik.
Penggagas aliran 7umanistic adalah Abraham Maslow (1908-1970). Menurut
Maslow pertumbuhan dan perkembangan manusia ditentukan oleh hakikat batin yang
esensial dan biologis. Inti batin manusia mendorongnya untuk mencapai perealisasian
kemanusiaanya seutuhnya. Pada sejumlah orang yang melakukan aktualisasi diri, mereka
cenderung merdeka dari tekanan budaya, dan tetap mempertahankan kapasitas untuk
memandang dunia secara spontan, segar, dan lugu seperti anak (Maslow, 1962: 207-208).
Dengan kata lain Maslow menyatakan hanya manusia yang merdeka dari tekanan budaya
yang dapat mencapai kesempurnaan perkembangannya.

7
2.2 Peran Guru,Kepala Sekolah ,Orang Tua, Kakak/Abang dan Sahabat dalam
Perkembangan Usia Sekolah Menengah
Sebagai seorang guru harus berperan serta dalam membimbing peserta didiknya.
Inilah yang dinamakan kompetensi pedagogik. Guru yang baik harus dapat mengarahkan
perilaku peserta didik apabila kurang benar. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan
materi saja di dalam pendidikan terutama di sekolah. Namun guru juga harus
mementingkan moral para peserta didiknya. Kalau guru hanya mengedepankan prestasi dan
pemahaman materi saja kepada siswa tidak akan menjamin setiap siswa mempunyai
kepribadian yang baik. Di sisi lain belajar tidak hanya untuk pandai menuntut ilmu yang
harus dikuasai oleh siswa, tetapi belajar juga mendalami cara bermoral yang baik. Hal yang
dapat dilakukan guru dalam membimbing siswanya, dapat dilakukan dari kegiatan yang
mudah dan sepele. Ketika siswa dihadapakan dalam sebuah ujian atau mengerjakan suatu
soal evaluasi, disini peran guru adalah mengamati tingkah laku siswa dalam mengerjakan
soal. Tidak diharapkan sebagai seorang guru hanya menerima jadi nilai yang dihasilkan
oleh siswa tanpa memperhatikan darimana siswa memperoleh jawaban tersebut. Apakah
dari mencontek, tanya temannya atau dari pikiran siswa sendiri. Dalam hal ini guru sangat
berperan penting, jika nanti siswa terbiasa dengan kebiasaan buruknya maka akan sulit
membentuk kepribadian siswa yang baik.
kepala sekolah juga menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan
ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi, rendahnya
mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta
kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat serta banyak
faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang
mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga
pada mutu (input, proses, dan output)
Disini juga peran orang tua dibutuhkan, sebagai pengontrol perilaku anak. Orang
tua pada hakikatnya sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan moral anak.
Tanpa adanya pengawasan dari orang tua, si anak dapat terjerumus dalam hal-hal negatif
tadi. Perilaku orang tua juga mempengaruhi perkembangan moral anak seperti yang
dikatakan pepatah Buah Tidak Jatuh Jauh dari Pohonnya jika perilaku orang tua baik

8
kemungkinan perilaku anaknya juga baik, sebaliknya jika perilaku orang tua buruk
kemungkinan anaknya pun begitu. Maka dari itu seharusnya orang tua dapat mengawasi
anak dengan baik, memberitahu anak untuk lebih selektif dalam memelih teman sebaya,
mengajarkan untuk lebih taat beribadah, berikan waktu luang lebih banyak untuk
berkomunikasi dengan anak usahakan orang tua tidak sibuk dengan pekerjaaannya jangan
sampai anak merasa sepi karena kesibukan orang tua lalu anak lebih memilih hal-hal
negative untuk menghibur diri.
Peran kakak/abang dapat dengan Membakitkan kesadaran kepada yang
bersangkutan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah menyimpang. Kadangkala perilaku
menyimpang tidak menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan salah. Jika dari yang
bersangkutan belum ada kesadaran bahwa apa yang dilakukan selama ini keliru adalah sia-
sia. Misalnya, anak yang tidak menyadari bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatannya
akan sulit untuk diarahkan agar ia menjauhi rokok. Memutuskan rantai yang
menghubungkan antara individu dengan lingkungan yang menyebabkan ia berperilaku
menyimpang. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan individu tersebut dari
lingkungan pergaulannya dan membawa ke kancah pergaulan baru. Hal ini tidaklah mudah,
sebab kadangkala yang bersangkutan tidak mampu menyesuaikan diri di tempat
lingkungannya yang baru atau justru lingkungan baru yang tidak mampu
menerimanya.Melakukan pengawasan melakat sebagai control secara terus-menerus agar
anak terhindar dari perilaku yang menyimpang. Pengawasan harus dilakukan oleh orang
yang disegani, sehingga anak tidak berani mengulangi perbuatannya yang salah.
Peranan penting kelompok sahabat terhadap individu berkaitan dengan sikap,
pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku remaja seringkali meniru bahwa memakai
model pakaian yang sama dengan anggota kelompok yang popular maka kesempatan bagi
dirinya untuk diterima oleh kelompok sebaya menjadi besar. Menurut Robbins, ada empat
jenis kelompok sebaya yang mempunyai peranan penting dalam proses sosialisasi yaitu
kelompok permaianan, gang, klub, dan klik (clique).
Kelompok permainan (play group) terbentuk secara spontan dan merupakan kegiatan khas
anak-anak, namun di dalamnya tercermin pula struktur dan proses masyarakat luas,
sedang gang, bertujuan untuk melakukan kegiatan kejahatan, kekerasan, dan perbuatan anti

9
sosial. Klub adalah kelompok sebaya yang bersifat formal dalam artian mempunyai
organisasi sosial yang teratur serta dalam bimbingan orang dewasa. Sementara itu klik
(clique), para anggotanya selalu merencanakan untuk mengerjakan sesuatu secara bersama
yang bersifat positif dan tidak menimbulkan konflik sosial.

10
BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 27 Medan,yang beralamat di Jl Pancing
Pasar IV No 2 Medan,adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 17 Oktober
2017.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam
penelitian kualitasti pada umumnya menggunakan teknik observasi,wawancara,dan studi
dokumen, atas dasar konsep tersebut ,maka ketiga teknik pengumpulan data di atas
digunakan dalam penelitian
Observasi
Dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk memperkuat data,terutaama
ktivitas peserta didik dan unjuk kerja guru .Observasi ini digunakan untuk mengamati
secara langsung tentang perilaku warga sekolah dalam proses perkembang anak usia
sekolah menengah.
Wawancara
Dalam enelitian ini wawacara dipergunakan untuk menegadakan komunikasi
dengan pihak-pihak terkait atau subjek penelitian ,antara lain guru dan kepala sekolah
dalam rangka memperoleh penjelasan atau informasi tentang hal-hal yang belum tercantum
dalam observasi dan dokumentasi.
Dokumentasi
Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip
dokumen yang berada di sekolah ataupun yang berada diluar sekolah,yang ada
hubungannya denagn penelitian tersebut.
3.3 Instrumen Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian subjektivitas, maka peneliti
sendirilah yang senantiasa mengamati, mengolong-golongkan, menginterpretasi,
menyimpulkan, menginterpretasikan kembali, menyimpulkan kembali dan seterusnya.

11
3.4 Analisis Data
Data dalam penelitian dianalisi denga teknik kritis atau analisis
penafsiran.Maksudnya,datya dalam penelitian dianalisis atau ditafsirkan/diinterpretasi
secara luas dan mendalam oleh kerena itu,dikatakan bahwa data tidak diolah dengan
perhitungan matematik atau berbagai rumus statistic.Pengolahn data dilakukan secara
rasional dengan menggunakan pola tertentu menurut hukum logika.

12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Deskripsi Data
SMP Negeri 27 Medan tanggap dengan perkembangan teknologi tersebut. Dengan
dukungan SDM yang di miliki sekolah ini siap untuk berkompetisi dengan sekolah lain
dalam pelayanan informasi publik. Teknologi Informasi Web khususnya, menjadi sarana
bagi SMP Negeri 27 Medan untuk memberi pelayanan informasi secara cepat, jelas, dan
akuntable. Dari layanan ini pula, sekolah siap menerima saran dari semua pihak yang
akhirnya dapat menjawab Kebutuhan masyarakat. Adapun SMP Negeri 27 Medan ini
beralamat di Jalan Pasar V Pancing

Lokasi penelitian di SMP Negeri 27 Medan

13
Peserta Didik dan Tenaga Pendidik
SMP Negeri 27 Medan sekolah dengan luas 10.000 m2mempunyai 63 Guru dan
971 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 473 dan siswa perempuan berjumlah
498,adapun staf tata usaha berjumlah 3 orang kemudian pustakawan 2 orang Kurikulum
yang digunakan pada SMP Negeri 27 Meda adalah kurikulum 2013
Sarana prasarana
No Jenis Fasilitas Jumlah
1 Ruang kelas 27
2 Laboratorium 2
3 Perpustakaan 1
4 Sanitasi siswa 2
5 Lapangan 1
6 UKS 1
7 Mussollah 1
8 Toilet 8

Pada intinya sekolah sangat berperan penting bagi anak usia sekolah menengah
terutama guru yang ada pada sekolah tersebut karena guru.Guru merupakan salah satu
pemegang peranan yang sangat strategis dalam proses pembelajaran, sekaligus sebagai
pelaksana kurikulum yang berada pada jajaran paling depan dalam lembaga pendidikan.
Peran seorang guru yang efektif dalam proses pembelajaran di dalam kelas, dapat ditelaah
melalui tindakan atau perilakunya dalam memprakarsai tugas dan hubungannya dengan
siswa. Peran guru dalam pembelajaran merupakan tindakan atau perilaku guru dalam
mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.

14
4.1 Pembahasan
A. Peran Guru(Wali Kelas/Bidang Studi) dalam Perkembangan Anak Usia Sekolah
Menengah
Peran seorang guru yang efektif dalam proses pembelajaran di dalam kelas, dapat
ditelaah melalui tindakan atau perilakunya dalam memprakarsai tugas dan hubungannya
dengan siswa. Peran guru dalam pembelajaran merupakan tindakan atau perilaku guru
dalam mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Perilaku guru tersebut dapat dibedakan atas perilaku guru yang berorientasi
terhadap pelaksanaan tugas dan perilaku guru yang beriorientasi terhadap penciptaaan
Tindakan perilaku guru dalam pembelajaran memiliki dua aspek, yaitu aspek yang
berhubungan dengan tugas dan aspek yang lebih mengutamakan persahabatan. Guru yang
berorientasi terhadap pelaksanaan tugas, akan menunjukbkepada bobot pelaksanaan tugas
guru dalam membawa siswa ke arah pencapaian tujuan yang diharapkan. Salah satu
bagian dari orientasi tugas, yaitu keterlibatan siswa dalam pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
Pada sekolah SMP Negeri 27 Medan guru berperan aktif dalam proses
perkembangan peserta didiknya yang ditandai dengan ditunjukan dengan bobot seorang
guru dalam berhubungan dengan siswanya. Hal ini peneliti melihat dari kecenderungan
seorang guru dalam mengembangkan sikap bersahabat, saling percaya, penuh perhatian dan
kehangatan. Orientasi guru terhadap hubungan, ditandai dengan tingkat kehangatan sikap
seorang guru terhadap para siswanya. Misalnya: bersikap ramah tamah dan mudah untuk
didekati, membantu kepentingan siswa dalam hal-hal penting, punya waktu untuk
mendengarkan persoalan-persoalan yang dialami siswanya dan mau menerima usul dari
siswanya.
Dalam memberikan pelayanan pada siswa, seorang guru mampu
mengkombinasikan antara orientasi pelaksanaan tugas. dengan orientasi padan
persahabatan. Orientasi pertama sangat terkait dengan tingkat profesionalisme guru dalam
menjalan tugas sebagai penyampai ilmu pengetahuan, pembimbing kepribadian siswa dan
pelatih siswa dalam mengembangkan keterampilannya. Untuk orientasi kedua diarahkan
pada proses pemberdayaan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan mengkombinasikan

15
tugas profesi dengan tugas komunikasi, akan mendorong siswa memiliki rasa percaya diri,
kreativitas dan motivasi belajar.

B. Peran Kepala Sekolah dalam Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah


Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan
dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat
1 PP 28 tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan
kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan
pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana.
Dalam hal ini kepala sekolah juga mempunyai peran penting dalam proses
perkembangan perserta didiknya dengan salah satu sarana peningkatan profesionalisme
kepala sekolah adalah tersedianya buku yang dapat menunjang kegiatan sekolah dalam
mendorong visi menjadi aksi. Karena akan sangat sulit dapat mengembangkan dan
meningkatkan profesionalisme kepala sekolah jika tidak ditunjangkan oleh sumber belajar
yang memadai.
Selain itu kepala sekolah memiliki visi dan misi, serta strategi manajemen
pendidikan secara utuh yang berorientasi kepada mutu. Strategi ini dikenal dengan
manajemen mutu terpadu (MMT) atau kalau dunia bisnis dikenal dengan nama total quality
management (TQM). Yang merupakan usaha sistematis dan terkoordinasi untuk secara
terus-menerus memperbaiki kualitas layanan. Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang
harus diwujudkan oleh kepala sekolah agar pelanggan puas; yakni layanan sesuai dengan
yang dijanjikan (reliability), mampu menajmin kualitas pembelajaran (assurance), iklim
sekolah yang kondusif (tangible), memberikan perhatian penuh kepada peserta didik
(emphaty), dan cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik (responsiveness).

16
C. Peran Orang Tua dalam Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah
Orang tua adalah pendidik utama dan pertama dalam hal menanamkan keimanan
bagi anaknya. Pernyataan di atas, sesuai dengan teori John Locke bahwa anak laksana
kertas putih bersih yang di atasnya dapat ditulis apa saja menurut keinginan orang tua dan
para pendidik, atau laksana lilin lembut yang dapat dibentuk menjadi apa saja menurut
keinginan pembentuknya. Untuk membentuk anak-anak yang baik, dan cakap dalam
kehidupannya, tangan-tangan orang tualah yang dapat menentukannya. Jika orang tua
membentuk anak dengan kebaikan maka akan baik anak tersebut, dan jika orang tua
membentuk anak dengan keburukan, maka anak pun akan tumbuh dengan sikap tidak baik
Orang tua mempunyai peranan yang besar dalam memberikan informasi tentang
perkembangan pada remaja, oleh karena itu, orang tua terutama ibu diharapkan dapat
memberikan dukungan emosi sehingga remaja merasa nyaman dan tidak takut untuk
mengalami perkembangan terutama pada remaja putri yaitu mengalami menstruasi pertama
(menarche). Pengetahuan yang dapat diberikan kepada remaja tentang menstruasi pertama
berupa pengetahuan tentang proses terjadinya menstruasi secara biologis, dukungan
emosional, dan dukungan psikologis . Tanggung jawab orang tua pada anak adalah
memelihara (membesarkan dan mendewasakan) anak-anak sejak lahir, masa kanak-kanak
sampai masa remaja, atau selama mereka masih bergantung pada orang tua, sampai saat
mereka mulai mandiri bila seorang anak sudah bekerja dan sudah berkeluarga maka berarti
secara absolut sudah mandiri dan dapat terlepas dari tanggung jawab orang tua.Berikut
peranan orang tua dalam perkembangan anak usia sekolah menengah

1) Pemberian pendidikan (informasi)


Kunci pertama dalam mengarahkan pendidikan dan membentuk mental si anak
terletak pada peranan orang tuanya, sehingga baik buruknya budi pekerti itu tergantung
kepada budi pekerti orang tuanya. Sesungguhnya sejak lahir anak dalam keadaan suci dan
telah membawa fitrah beragama, maka orang tuanyalah yang merupakan sumber untuk
mengembang fitrah beragama bagi kehidupan anak dimasa depan. Sebab cara pergaulan,
aqidah dan tabiat adalah warisan orang tua yang kuat untuk menentukan subur tidaknya
arah pendidikan terhadap anak.

17
Orang tua diharapkan dapat menjadi media komunikasi untuk memberikan informasi
dan pelatihan moral bagi pemahaman dan pengembangan seksual remaja. Pendidikan
seksualitas informal dalam keluarga biasanya terjalin dalam bentuk komunikasi yang
hangat antara anak dan anggota keluarga lainnya Orang tua (khususnya ibu) adalah tokoh
yang mendidik anak-anaknya, yang memelihara perkembangan anak-anaknya dan
juga mempengaruhi aktivitas-aktivitas anak diluar rumahnya. Ibu merupakan tokoh yang
dapat melakukan apa saja untuk anaknya, yang dapat mengurus serta memenuhi kebutuhan
fisiknya dengan penuh pengertian. Ibu merupakan sumber informasi yang paling penting
tentang masalah haid. Ibu dapat memberikan keterangan spesifik yang sederhana, misalnya
seberapa sering haid terjadi, berapa lama berlangsungnya atau seberapa banyak darah yang
keluar dan bagaimana cara menggunakan pembalut
Peran orang tua sangat diperlukan untuk memberikan informasi kepada anak
perempuannya tentang menstruasi, sehingga anak bisa melewati masa menarchea pada usia
dini dan terjaga kesehatan reproduksinya. Selain itu orang tua merupakan orang terdekat
bagi anak untuk melakukan komunikasi dan orang tua juga merupakan pendidik utama,
pendidik yang pertama dan yang terakhir bagi anaknya. Agar anak tidak mendapatkan
informasi yang keliru mengenai kesehatan reproduksi maka peran orang tua sangat
diharapkan
2) Kasih sayang
Orang tua yang memberi kasih sayang dan kebebasan bertindak sesuai dengan umur
para remaja dapat diharapkan akan mengalami perkembangan yang optimal. Orang tua
merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Namun umumnya di masyarakat
pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan kita yaitu Ibu dan Bapak. Ibu
dan bapak selain telah melahirkan kita ke dunia ini, ibu dan bapak juga yang mengasuh dan
yang telah membimbing anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam
menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu orang tua juga telah memperkenalkan anaknya
kedalam hal-hal yang terdapat di dunia mi dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang
tidak dimengerti oleh anak. Maka pengetahuan yang pertama diterima oleh anak adalah dan
orang tuanya.

18
Orang tua adalah pusat kehidupan rohani si anak dan sebagai penyebab berkenalnya
dengan alam luar, maka setiap reaksi emosi anak dan pemikirannya dikemudian ban
terpengaruh oleh sikapnya terhadap orang tuanya di permulaan hidupnya dahulu. Jadi,
orangtua atau ibu dan bapak memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas
pendidikan anak-anak. Sejak seorang anak lahir, ibunyalah yang selalu ada di sampingnya.
Oleh karena itu ia meniru perangai ibunya dan biasanya seorang anak lebih cinta kepada
ibunya, apabila ibu itu menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh kasih sayang. Ibu
merupakan orang yang mula-mula dikenal anak yang menjadi temanya dan yang pertama
untuk dipercayainya.
3) Dukungan
Orang tua yang tidak mendukung anak dalam memperkembangkan keinginan
bertindak sendiri, atau mungkin sama sekali menentang keinginan anak untuk bertindak
sendiri, maka perkembangan perubahan-perubahan peranan sosial tidak dapat diharapkan
mencapai hasil yang baik.
Dukungan emosional, mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian orang-
orang yang bersangkutan kepada anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan,
misalnya umpan balik dan penegasan dari anggota keluarga. Keluarga merupakan tempat
yang aman untuk istirahat serta pemulihan penguasaan emosi.
Remaja membutuhkan dukungan yang berbeda dari masa sebelumnya, karena pada
saat ini remaja sedang mencari dalam mengeksplorasi diri sehingga dengan sendirinya
keterikatan dengan orang tua berkurang. Pengertian dan dukungan orang tua, sangat
bermanfaat bagi perkembangan remaja (Soetjiningsih, 2004 : 62).
4) Bimbingan dan bantuan
Orang tua membimbing anaknya karena kewajaran karena kodratnya dan selain itu
karena cinta. Tujuan orang tua membimbing anaknya itu menjadi anak yang shaleh. Anak
yang shaleh dan berprestasi dalam belajar dapat mengangkat nama baik orang tuanya yang
telah membimbing anaknya dengan penuh kasih sayang. Bimbingan orang tua merupakan
faktor penguat yang memberikan peran untuk mempertahankan perilaku. Faktor penguat
yang mencakup peran sosial, peran teman orang tua, serta saran dan umpan balik dari
tenaga kesehatan mengenai proses terjadinya perkembangan pada diri remaja. Penguatan

19
mungkin juga berasal dari individu maupun kelompok atau institusi di lingkungan atau
masyarakat .Orang tua merupakan tokoh yang dapat ditiru sang anak. Mereka adalah tokoh
yang menaruh perhatian bila anak dalam kesulitan atau nestapa.
.
D.Peran Kakak/Abang dalam Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah
Selain orang tua di dalam keluarga, abang/ kakak juga dapat berperan dalam
menjaga mental remaja. Perhatian yang diberikan oleh kakak dan abang dapat membuat
anak merasa nyaman dan ia juga bisa mendapatkan pengetahuan baru dari pengalaman
kakak dan abang yang ada di dalam keluarga. Kehadiran kakak dan abang bisa menjadi
tempat curhat para remaja yang kadang kala merasa malu ketika berbicara langsung pada
orang tuanya.

E. Peran Sahabat dalam Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah


Lingkungan pertemanan/ persahabatan juga memiliki peran dalam membangun kesehatan
reproduksi dan mental remaja. Yang mana lingkungan ini akan membawa bagaiaman
remaja bersikap, sikap para remaja yang cenderung ikut-ikutan dalam melakukan sesuatu,
hal ini juga memiliki pengaruh yang besar dalam pekembangan remaja.
Pada masa remaja ditandai dengan adanya perkembangan yang pesat pada individu
dari segi fisik, psikis dan sosialnya, yang mana pada masa ini keterikatan terhadap teman
sebaya sangat kuat. Keadaan seperti ini menjadikan remaja kelompok tersendiri, seolah-
olah mereka antar sesamanya saling memahami, mereka mulai menjauh dari orang tua,
karena merasa orang tua kurang memahami dirinya. Mereka lebih memilih memecahkan
masalahnya dengan teman sebayanya atau sahabat mereka dari pada dengan orang tua atau
gurunya ini terlihat saat peneliti mewawancarai salah satu peserta didik , masalah yang
sangat seriuspun mereka biasanya akan membahas dengan teman sebayanya. Dilihat dari
fenomena diatas, nampak usia remaja, dan kedekatan antar mereka merupakan dipandang
tepat sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam penerapan layanan Bimbingan dan
Konseling untuk membantu siswa meningkatkan percaya dirinya, dengan pelaksanaan
kegiatan bimbingan teman sebaya (peer guidance), yaitu bimbingan yang dilakukan oleh
siswa terhadap siswa lainnya

20
Dalam kegiatan bimbingan teman sebaya (peer guidance), akan terdapat interaksi
dan muncul dinamika kelompok yang akan membantu peserta didik untuk lebih terbuka dan
menerima apa yang telah disepakati oleh kelompok. Dalam bimbingan teman sebaya (peer
guidance), terdapat tahap-tahap yang dapat meningkatkan percaya diri siswa. Pengalaman-
pengalaman individu dari hasil berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan yang lebih
luas akan menyebabkan perubahan yang positif pada diri individu dan nantinya akan dapat
meningkatkan percaya diri siswa. Selain dari itu pada kegiatan bimbingan teman sebaya
akan terjadi komunikasi antara pemimpin dengan anggota kelompok atau antara angota
dengan anggota kelompok sehingga terjadi interaksi yang menimbulkan saling percaya
untuk mengungkapkan pendapat, ide-ide dari anggota kelompok yang menimbulkan
pengalaman baru yang dapat memperkuat keyakinan pada diri seseorang bahwa ia mampu.
Hasil pengamatan pada kegiatan ekstra kurikuler dilapangan terutama Gerakan Pramuka,
PMR, Paskibra, Irema (Ikatan Remaja Masjid), nampak adanya suatu kehidupan bimbingan
yang terjadi diantara teman sebaya, mereka saling membantu, memperhatikan, menghargai,
maju dan berkembang dengan jelas. Kalau kita amati diantara teman sebaya ini terlihat
adanya teman yang bertindak sebagai seorang pembimbing, sedangkan yang lainnya
sebagai yang dibimbing atau konseling.

21
BAB V
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam penelitian tentang perkembangan anak usia sekolah menengah bahwasannya
memiliki berbagai peran yang penting dalam merubah perilaku si anak menjadi lebih baik
mengarah yang lebih positif, jika menurut peneliti tentang pembahasan di atas dapat di
simpulkan bahwa keenam peran seperti orang tua, guru, kepala sekolah, kakak/abang dan
sahabat yang baik sangat berperan penting dalam perkembangan anakn usia sekolah
menengah , karna sebagian besar anak berkembang dengan baik karna ada peran dari
beberapa factor tersebut yang berperan baik bagi moral dan pergaulan tingkat penalaran.
Perkembangan moral yang sifatnya penalaran , dipengaruhi oleh perkembangan nalar
sebagaimana dikemukakan oleh piaget. Makin tinggi tingkat penalaran seseorang menurut
tahap-tahap perkembangan piaget, makin tinggi pula tingkat moral seseorang. faktor
Interaksi sosial dalam memberik kesepakatan pada anak untuk mempelajari dan
menerapkan standart perilaku yang disetujui masyarakat, keluarga, sekolah, dan dalam
pergaulan dengan orang lain.
3.2 Saran
Dari penelitian ini, kita mengetahui bahwa pentingnya peran guru,kepala sekolah
,orang tua ,kakak/abang dan sahabat dalam perkembangan remaja.kepada peserta didik
juga harus mengetahui wawasan mengenai peran beberapa factor perubahan moral sehingga
dapar memotivasi kita sebagai peserta didik untuk lebih berkembang ke arah yang lebih
baik.

22
DAFTAR PUSTAKA

Syamsu Yusuf LN,2008 .Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: Remaja
Rosda
Prof.Dr H.Sunarto,2002.Perkembang Peserta Didik,Bandung:PT Rineka Cipta

23
LAMPIRAN

FRF

24