Anda di halaman 1dari 11

PEMANFAATAN HUKUM

ARCHIMEDES

DISUSUN OLEH:

VINA ANGGRAINI (34)

SMA NEGERI 47 JAKARTA


Jl. Delman Utama I RT 001 RW 1, Kebayoran Lama Selatan, 12240
Telp. (021) 7260904
Jakarta selatan
A. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes berbunyi Suatu benda yang dicelupkan sebagian
atau seluruhya kedalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya
sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Menurut
Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur dalam air dari pada di udara
karena dalam air, benda mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda
memiliki berat yang sesungguhnya.
Wu=Mg

Ketika dalam air, benda dikatakan memiliki berat semu, dinyatakan dengan:

Ws=Wu-Fa

Keterangan :
ws = berat semu (N)
wu = berat sesungguhnya (N)
Fa = gaya angkat ke atas (N)
Gaya angkat ke atas ini disebut juga gaya apung.

1. Rumus Gaya Apung

Fa = Mfg
Fa = pfVbfg

Secara sistematis, hukum archimedes dapat


ditulis sebagai berikut :

Fa = a Va g

Fa = gaya angkat ke atas pada benda (N)


a = massa jenis zat cair (kg/m3)
Va = volume zat cair yang terdesak (m3)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
2. Keadaan Benda
Ada Tiga keadaan benda di dalam zat cair, yaitu:

a. Melayang
pb = pf
w = Fa

Keterangan
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

b. Tenggelam
pb, rata-rata > pf
w > Fa

Keterangan
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

c. Terapung
pb, rata-rata < pf
w = Fa

Keterangan
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung
B. Aplikasi Hukum Archimedes (Penerapan Hukum Archimedes)
a. Hidrometer
Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat
cair. Proses pengukuran massa jenis zat cair menggunakan hidrometer dilakukan
dengan cara memasukkan hidrometer ke dalam zat cair tersebut. Angka yang
ditunjukkan oleh hidrometer telah dikalibrasi sehingga akan menunjukkan nilai
massa jenis zat cair yang diukur. Berikut ini prinsip kerja hidrometer.

Gaya ke atas = berat hidrometer


FA = whidrometer
1V1 g = mg
Oleh karena volume fluida yang dipindahkan oleh hidrometer sama dengan luas
tangkai hidrometer dikalikan dengan tinggi yang tercelup maka dapat dituliskan
1 (Ah1) = m
Keterangan:
m = massa hidrometer (kg),
A = luas tangkai (m2),
hf = tinggi hidrometer yang tercelup dalam zat cair (m), dan
f = massa jenis zat cair (kg/m3).

Hidrometer digunakan untuk memeriksa muatan akumulator mobil dengan


cara membenamkan hidrometer ke dalam larutan asam akumulator. Massa jenis
asam untuk muatan akumulator penuh kira-kira = 1,25 kg/m3 dan mendekati 1
kg/m3 untuk muatan akumulator kosong.

b. Kapal Laut

Kapal yang sama pada saat kosong dan penuh muatan. Volume air yang di
pindahkan oleh kapal ditandai dengan tenggelamnya kapal hingga batas garis
yang ditunjukkan oleh tanda panah. Balok besi yang dicelupkan ke dalam air akan
tenggelam, sedangkan balok besi yang sama jika dibentuk menyerupai perahu
akan terapung. Hal ini disebabkan oleh jumlah fluida yang dipindahkan besi yang
berbentuk perahu lebih besar daripada jumlah fluida yang dipindahkan balok besi.
Besarnya gaya angkat yang dihasilkan perahu besi sebanding dengan volume
perahu yang tercelup dan volume fluida yang dipindahkannya. Apabila gaya
angkat yang dihasilkan sama besar dengan berat perahu maka perahu akan
terapung. Oleh karena itu, kapal baja didesain cukup lebar agar dapat
memindahkan volume fluida yang sama besar dengan berat kapal itu sendiri.
c. Kapal Selam

Kapal selam merupakan sebuah wahana yang unik karena bisa mengapung
dan menyelam di air sesuai kebutuhan, pembuatan kapal selam pertama kali di
gunakan untuk keperluan perang dan masih berbentuk sangat sederhana ( turtle).
Namun pada masa sekarang selain untuk perang, kapal selam juga di gunakan
sebagai wahana rekreasi dan juga penelitian bawah air (ocean research).
Kita pasti tahu bahwa Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi) adalah
Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan
mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang
terdesak oleh benda tersebut. Dan itu berlaku pada setiap kapal konvensional.
Sedangkan untuk menyelam kapal selam memakai Hukum Boyle dan Hukum
Boayancy (pengapungan).
Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast berfungsi
menyimpan udara dan air, letaknya berbeda beda tergantung biro desain yang
merancangnya.Untuk awalnya saya akan memberi visualisasi gambar potongan
kapal selam seperti yang terlihat di bawah ini:
Sedikit tambahan, kapal selam sekarang mulai di lengkapi dengan
berbagai macam persenjataan, yang awalnya hanya sebuah skrup untuk melubangi
kapal musuh, sekarang bisa di muati rudal jelajah maupun rudal antar benua yang
berhulu ledak nuklir. Yang pada mulanya hanya cukup untuk satu orang hingga
sekarang dapat memuat ratusan personel. Kapal selam lama menggunakan diesel
sebagai penggerak utama sehingga kemampuan bersembuyi di air sangat terbatas
karena harus sering muncul ke permukaan untuk pengisian kembali bahan bakar,
kini kapal selam nuklir lebih efisien karena sangat hemat dan menekan biaya
operasional, karena dalam sekali charge kapal selam mampu berlayar bertahun
tahun tanpa perlu mengisi bahan bakar.

Namun itu bukan berarti tidak beresiko. Kejadian bocornya radiasi pada
kapal K-19 Rusia beberapa dekade lalu, menunjukkan kalau perlu keamanan extra
untuk mengoperasikan sebuah kapal selam nuklir, selain merupakan sebuah
kebanggaan tersendiri bagi pihak Angkatan Laut bisa mengoperasikan nya.
d. Galangan Kapal

Prinsip kerja
Hampir sama dengan kapal laut. Pertama-tama galangan kapal diisi
dengan air laut, kemudian ditempatkan tepat dibawah kapal laut, lalu air nya
disedot dan galangan kapal naik ke atas dan muncul ke purmukaan air. Akhirnya
air disekeliling kapal hilang dan kapal siap di perbaiki. Setelah kapal diperbaiki
galangan kapal diisi kembali oleh air laut dan mulai tenggelam. Dan kapal siap
kembali ke laut.

e. Balon Udara

Gaya apung yang diterima oleh suatu benda yang melayang di suatu fluida
sama dengan berat fluida yang dipindahkannya. Fa = . Vb. g Dengan adalah
massa jenis udara. Balon menggunakan prinsip yang sama dengan kapal laut.
Hanya saja, karena kita menginginkan balon naik ke udara dan melayang
pada ketinggian tertentu, maka yang dilakukan adalah mengisi balon sehingga
berat udara yang dipindahkan lebih berat dari berat balon.
Hingga kemudian mencapai titik ketinggian yang diinginkan. Untuk
mencapai hal tersebut, prinsip kimia mengajarkan kita tentang mengisi balon
dengan gas yang massa molekulnya lebih kecil dari massa rata-rata di udara atau
dengan gas panas. Tidak semua gas memenuhi persyaratan itu, apalagi jika
ada pertimbangan harga dan keselamatan. Beberapa di antaranya adalah gas
Hidrogen(H2) dan Helium (He).

1) Bagian Balon Udara


Adapun Bagian Bagian yang terdapat pada balon udara adalah sebagai berikut:
Balon udara secara garis besarnya mempunyai tiga bagian utama yaitu envelope,
burner, dan basket.
1. Envelope bentuknya berupa kantong berupa balon tempat udara dipanaskan.
Envelope ini biasanya terbuat dari bahan nilon dan diperkuat dengan panel-
panel yang di anyam. Karena nilon ini tidak tahan api, maka bagian bawah
envelope di lapisi dengan bahan anti api (skirt) seperti PVC.
2. Burner merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan udara di dalam
Envelope. Burner di letakan di atas kepala penumpang dekat ke mulut
envelope.
3. Basket atau keranjang merupakan tempat penumpang. Basket dibuat dari
bahan yang ringan dan lentur.
2) Gaya Yang Bekerja Pada Balon Udara
Adapun gaya gaya yang bekerja pada balon udara adalah sebagai berikut:
1. Gaya Apung
Balon udara akan melayang diudara apabila besarnya gaya apung sama
dengan gaya berat balon udara tersebut. Secara sistematis dapat ditulis :
Fb=Wgas + WBeban
Fb=(mgas+mbeban) . g
udara . V . g = (gas .V+mbeban).g
udara . V = gas .V+mbeban
2. Balon Naik jika
Dalam proses menaikkan balon udara, udara di dalam envelope dipanaskan
dengan burner dengan temperatur sekitar 100oC sehingga menyebabkan masa
jenis balon udara lebih kecil daripada massa jenis udara disekitar balon, sehingga
menyebabkan balon tersebut terangkat. Secara sistematis dapat ditulis
udara . V > gas .V+mbeban
3. Balon Turun
Untuk mendarat, udara didinginkan dengan cara mengecilkan burner. Udara
yang mulai mendingin di dalam envelope membuat balon bergerak turun. Hal ini
dikarenakan balon lebih besar dari pada masa udara disekitar balon tersebut (udara
luar). Secara sistematis dapat ditulis:
udara . V < gas .V+mbeban

f. Jembatan Ponton.

Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yang berjajar


sehingga menyerupai jembatan. Drum-drum itu biasanya terbuatdari besi dan di
dalamnya diisi dengan udara sehingga massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis
zat cair. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan prinsip
benda terapung. Drumdrum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air
yang masuk ke dalamnya. Jembatan ponton digunakan untuk keperluan darurat.
Apabila air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi,
tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air