Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan suatu


anugerah pada kami sehingga kami dapat menyusun tugas makalah tentang
Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena itu kami berterima kasih kepada
pengajar yang telah memberikan kami pelajaran mengenai Kewirausahaan.
Didalam makalah ini kami akan menjelaskan salah satu contoh Usaha Kecil
Menengah (UKM) mengenai bagaimana cara tempat dan pemasarannya,
penetapan harganya, dan juga analisis usaha. Untuk lebih jelasnya kami
akan menjelaskan lewat makalah ini dan semoga dapat bermanfaat bagi para
pembaca.
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Setiap orang pasti ingin menjadi Bos di bisnis atau usaha-


nya sendiri.Hanya orang-orang yang berpikiran sempit-lah yang seumur
hidup ingin menjadi orang gajian. Banyak sekali jalan menuju kesuksesan,
salah satu diantaranya dengan membuat sebuah cikal-bakal bisnis yang
diharapkan mampu mengembangkan daya kreativitas dan inovasi. Hal ini
sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa. Hanya orang bernyali
besar-lah yang mampu meng-gelontorkan sejumlah dana demi sebuah
harapan yang belum pasti.

Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang


sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena
itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu
untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.

Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya kalau kita memulai
sekarang. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya sebuah tempat makan
berbasis one stop for bakso ikan Bang Maman.
II. PEMBAHASAN

1. Profil Usaha

Pada tahun 2000 Bang Maman kreatif membuka usaha sendiri.


Dia membuka usaha bakso dikarenakan banyak peminatnya. Kini, usaha
bakso yang dirintisnya telah berkembang selain membuka peluang usaha
dirumahnya ia juga mempunyai cabang yang tidak jauh dari rumahnya
didaerah kampong Japat dan Pademangan. Ia mampu menghidupi
keluarga berserta 6 orang karyawannya.

Juni 2005, dengan pesangon Rp 1.700.000,- yang didapatnya, ia


membeli alat alat dan mengontrak rumah sebagai tempat usahanya.
Setiap hari, ia bangun pukul 2 dini hari dan membuat bakso bersama
sang istri, yang kemudian ia pasarkan .

Di tahun 2007, ayah 3 anak ini dapat membeli grobak bakso


seharga Rp 1.000.000,- yang memudahkan karyawannya untuk
berkeliling. Tahun 2009 Bang Maman membeli rumah di daerah
kampung japat Jakarta Utara yang ia tempati sampai sekarang. Sambil
masih tetap berjualan bakso dengan bantuan dua pegawai ia membuka
usaha dan menjual dagangannya sendiri di rumah, didaerah kampung
Japat dan Pademangan masing-masing 2 pegawai.

Rumahnya yang terletak jauh di dalam gang tidak membuat


usahanya sepi. Setiap hari orang tidak pernah berhenti mampir dan
membeli bakso buatannya. Ini karna harga yang ditawarkan Bang
Maman termasuk murah, dan rasanya pun enak. Seporsi bakso urat ia
jual seharga Rp. 9.000,-. Seporsi bakso telor ia jual seharga Rp. 8.000,-.
Yang membuat baksonya ini menarik ialah sambelnya yang diresepkan
berdasarkan resep turun temurun keluarganya.
Dalam usaha ini ia magajak kakak dan sang istri untuk membantu
mendirikan warung bakso serta hal-hal yang perlu disiapkan untuk melayani
pembeli dengan baik. Ia juga menyediakan menu makanan yang lain seperti:
Sate Bakso dan Bakso Ikan. Serta menyediakan aneka minuman seperti: Es
Campur, Es Jeruk, Es The Manis dan The Manis. Saat ini Bang Maman
sedang membangun sebuah ruangan di sebelah rumahnya yang nantinya
akan ia pakai untuk mengembangkan usahanya.

2. Alamat Usaha

Usaha bakso yang bernama Bakso Bang Maman ini berlokasi di Jl.
Lodan Dalam 1C Rt. 11/08 Jakarta Utara.

3. Waktu Operasional

Waktu operasional tempat makan ini direncanakan mulai pukul 9.00


hingga pukul 21.00.Waktu dapat berubah-ubah dan disesuaikan dengan
kondisi lingkungan sekitar.

4. Anggaran Dana

Rencana anggaran dana yang akan digunakan kurang lebih


sejumlahRp. 800.000,-

5. Bentuk Usaha

Bentuk usaha yang ditekuni oleh Bang Maman ini tergolong usaha
kecil, antara lain jenis barang (dalam hal ini makanan) umumnya sudah
tetap (tidak berubah-ubah), dan lokasi/tempat usaha sudah menetap (tidak
berpindah-pindah).

Selain itu, usaha Bang Maman ini sudah memenuhi persyaratan legalitas
seperti surat izin, surat izin tempat usaha (SITU) dan NPWP demi menjaga
kelancaran usaha . apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang
menyangkuut legalitas usaha, tidak membuat terganggunya operasional.
Sedangkan sumber daya manusa (pengusaha) diperoleh berdasarkan
pengalaman dalam berwirausaha, bukan berdasarkan sumber daya manusia
yang terdidik dan terlatih secara khusus.

I. USAHA BAKSO BANG MAMAN

A. Tempat Dan Pemasaran

Tempat yang digunakan dalam proses usahanya yaitu dirumahnya


sendiri, tetapi selain mempunyai tempat usahanya ia juga berjualan keliling
menggunakan grobak yang dijalankan oleh para pekerjanya.

B. Penetapan Harga

Daftar yang ditawarkan oleh Bakso Bang Maman :

Bakso Urat = Rp. 8.000,-

Bakso Telor = Rp. 9.000,-

Bakso Ikan = Rp. 12.000,-

Es Campur = Rp. 5.000,-

Es Jeruk = Rp. 4.000,-

Es The Manis = Rp. 3.000,-

TehManis = Rp. 2.000,-

2. ASPEK TEKNIS KEWIRAUSAHAAN

1. Peluang Usaha Baru

Pada tahun 2000 Bang Maman kreatif membuka usaha sendiri. Dia
membuka usaha bakso dikarenakan banyak peminatnya. Kini, usaha bakso
yang dirintisnya telah berkembang dan mempunyai cabang didaerah Japat
dan Pademangan. Dan ia mampu menghidupi keluarganya.
Sejak itulah ia melakukan bebagai terobosan, salah satunya ia mendapatkan
ide untuk membuat usaha bakso, yang membedakannya adalah dari
sambalnya, yaitu sambal yang dibuat berdasarkan resep turun-temurun
keluarganya.

Dalam usaha ini ia mengajak kakak dan sang istri untuk membantu
mendirikan warung bakso serta hal-hal yang perlu disiapkan untuk melayani
pembeli dengan baik. Ia juga menyediakan menu makanan yang lain seperti:
Sate Bakso dan Bakso Ikan. Serta menyediakan aneka minuman seperti: Es
Jeruk, EsTeh, Es Campur dan The Manis.

Saat ini Bang Maman sedang membangun sebuah ruangan di sebelah


rumahnya yang nantinya akan ia pakai untuk mengembangkan usahanya.

PEMBIAYAAN

Modal awal yang digunakan memakai modal sendiri sekitarRp. 800.000,-


modalnya itu dari hasil tabungannya.

3. PEMASARAN

Produk

Produk yang dijual adalah berupa makanan yaitu Bakso Bang


Maman Tempat yang ia gunakan untuk menjalankan usahanya adalah
dirumahnya sendiri, yang berlokasi di Jl. Lodan Dalam 1C Rt. 11/08 Jakarta
Utara. Selain dirumahnya ia juga mempunyai cabang didaerah Kampung
Japat dan Pademangan Jakarta Utara.

Price

Dengan harga seporsi bakso urat adalah Rp. 9.000,-,bakso telor


adalah Rp. 8.000,-, bakso ikan Rp. 12.000,-
Promotion

System promosi yang ia lakukan adalah dengan system tatap muka


atau mulut ke mulut. Dan menggunakan spanduk disetiap warung.

4. KEPEMILIKAN

Usaha ini adalah usaha perseorangan dimana yang memiliki usaha


ini adalah Bang Maman sendiri, ia yang mengelola bersama sang istri dari
awal dan ia juga yang menjalankan usaha ini.

5. SUMBER DAYA MANUSIA

Ia mempunyai pegawai yang tidak terlalu banyak sekitar 5 orang.

6. ORGANISASI

Ia tidak menggunakan system organisasi ,karena ia menjalankan


usahanya sendiri.

7. KEPEMIMPINAN

Ia memimpin dan terjun langsung untuk mengawasi usahanya


dengan tegas dan bijaksana

8. EVALUASI USAHA

Hasil dari usahanya ia gunakan untuk membeli rumah yang ia


tempati sekarang dan membuka cabang baru.

9. PENGEMBANGAN USAHA

Dulu ia hanya berjualan menggunakan grobak dan berkeliling untuk


memasarkannya, tapi sekarang ia mempunyai tempat sendiri dan cabang
usaha sendiri. Dan dengan kesabaran dan ketekunannya Bakso Bang Maman
bias maju dan dikenal.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai


keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus
berkembang karena dilakukan oleh orangorang yang mempunyai kualitas
dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan
langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus
menjalankan dan mengembangkan usaha ini.

2. Antisipasi Masa Depan

Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan


usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki
kualitas pekerjaan kami, agar para peminat dan konsumen puas atas kue
yang kami buat. Karena apabila kualitas kue kami tidak kami tingkatkan
kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju, dan terancam bangkrut.