Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol.

18(2):98106 ISSN 0853-7291

Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Tembaga (Cu) Pada Akar Dan Buah
Mangrove Avicennia marina Di Perairan Tanjung Emas Semarang

Endang Supriyantini* dan Nirwani Soenardjo

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH. Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275
Email : supri_yantini@yahoo.com

Abstrak

Perairan Tanjung Emas merupakan salah satu kawasan pesisir yang dekat dengan
aktivitas pelabuhan, industri, dan pemukiman penduduk. Tingginya aktivitas di kawasan
Tanjung Emas diduga mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran,
antara lainpencemaran oleh logam berat Pb dan Cu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cu dalam air, sedimen, akar, dan buah
mangrove Avicennia marinaserta untuk mengetahui tingkat akumulasi terhadap logam-
logam tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Kemudian
logam berat dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil
penelitian menunjukan bahwa kandungan logam berat Pb dan Cu di perairan Tanjung Emas
Semarang menunjukkan pencemaran berat karena sudah melebihi batas ambang yang
ditentukan yaitu masing-masing 0,01-0,06 mg/L (Pb) dan 0,004-0,14 mg/L (Cu). Kandungan
Cu pada sedimen sebesar 1,236-3,212 mg/kg; Cu pada akar2,104-2,529 mg/kg; dan Cu
pada buah A. marina 1,640-4,336 mg/kg.Hampir semua hasil ini lebih tinggi bila
dibandingkan dengan kandungan Pb pada sedimen 0,251-0,507 mg/kg; Pb pada akar
0,732-1,625 mg/kg; dan Pb pada buah A. marina 0,114-0,345 mg/kg.BCF akar tertinggi
ditemukan pada logam Pb yaitu 1,443-6,474 dan TF buah tertinggi ditemukan pada logam
Cu yakni 0,674-1,714.

Kata Kunci : Logam Berat Pb dan Cu, kolom air,sedimen, akar dan buah A.marina, BCF dan
TF A. marina.

Abstract

Tanjung Emas waters were one of the coastal areas near that port activities, industries,
and residential areas. The high activities in the area of Tanjung Emas allegedly flowed various
wastes that can cause pollution, that is heavy metal Pb and Cu. The aim of this research was
to determine the content of heavy metals Pb and Cu in the waters, sediment, roots, and fruits
of the mangrove Avicennia marina as well as to determine the level of accumulation for
these metals. The method that was used in this research was descriptive method and the
determination of the location of research area used purposive sampling method. Then,
heavy metals were analysedusing AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The results
showed that the content of heavy metals Pb and Cu in the waters of Tanjung Emas
Semarang showed heavy contamination because it exceeds thespecifiedthreshold is 0,01-
0,06 mg/L (Pb) and 0,004-0,14 mg/L (Cu). The content of Cu in the sediments was 1,236-3,212
mg/kg; Cucontentat the root was 2,104-2,529 mg/kg; and Cu content in fruits of mangrove A.
marina is 1,640-4,336 mg/kg. Almost all of these results was higher when compared with the
content of Pb in sediments is 0,251-0,507 mg/kg; Pb at the root is 0,732-1,625 mg/kg; and Pb
in A. marina fruits is 0,114-0,345 mg/kg. The BCF highest root was found in Pb is 1,443-6,474 and
TF highest fruits found on the committal was 0,674-1,714.

Keywords : Heavy Metal Pb and Cu, in waters, Sediment, Roots and Fruit of A. marina, BCF
and TFA. marina

*) Corresponding author Diterima/Received : 30-05-2015, Disetujui/Accepted : 03-07-2015


Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

PENDAHULUAN mampu menyerap logam berat Pb pada


bagian akar dan melokalisasikan ke bagian
Perairan Tanjung Emas merupakan lain seperti daun dan buah.
salah satu kawasan pesisir yang dekat
dengan aktivitas pelabuhan, industri, dan Masyarakat pesisir Kota Semarang
pemukiman penduduk.Tingginya aktivitas sudah memanfaatkan buah mangrove A.
di kawasan Tanjung Emas diduga marina sebagai bahan pangan seperti
mengalirkan berbagai limbah yang dapat bolu, kue, stik, peyek, kerupuk, dan lain
menimbulkan pencemaran, diantaranya sebagainya. Sedangkan, referensi
adalah limbah yang mengandung logam mengenai konsentrasi logam berat Pb
berat. dalam buah mangrove A.marina di pesisir
Kota Semarang masih sangat sedikit,
Mangrove yang tumbuh di muara sehingga perlu dilakukan penelitian
sungai merupakan tempat penampungan mengenai Kandungan Logam Berat
bagi limbah-limbah yang terbawa aliran Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) pada Akar
sungai.Mangrove memiliki kemampuan dan Buah Mangrove A. marina di Perairan
menyerap bahan-bahan organik dan non Tanjung Emas Semarang. Tujuan dari
organik dari lingkungannya ke dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
tubuh melalui membrane sel. Proses ini kandungan logam berat Pb dan Cu
merupakan bentuk adaptasi mangrove khususnya pada jaringan akar dan buah
terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim mangrove A. marina. Penelitian ini penting
(Mastaller, 1996).Melalui akarnya, vegetasi karena apabila logam berat tersebut
ini dapat menyerap logam-logam berat terpapar dalam jumlah yang tinggi pada
yang terdapat pada sedimen maupun manusia dikhawatirkan akan
kolom air (Amin, 2001).Oleh karena ituA. mengakibatkan gangguan dalam
marina dapat digunakan sebagai indikator metabolisme dan terhambatnya
biologis lingkungan yang tercemar logam pertumbuhan bahkan kematian.
berat.
MATERI DAN METODE
Logam berat adalah unsur logam
yang mempunyai massa jenis lebih besar Materi yang digunakan dalam
dari 5 g/cm3 (Subowo et al., 1999). Logam penelitian ini adalah air, sedimen, akar,
berat merupakan zat pencemar yang dan buah mangrove Avicennia marina
berbahaya karena memiliki sifat tidak yang diambil dari Perairan Tanjung Emas
dapat terdegradasi secara alami dan Semarang.
cenderung terakumulasi dalam air,
sedimen dasar perairan, dan tubuh Metode yang digunakan dalam
organisme (Harun et al., 2008). Adanya penelitian ini adalah metodedeskriptif dan
kegiatan industri dan pelabuhan di metode penentuan lokasi dalam penelitian
Perairan Tanjung Emas Semarang diduga ini adalah Purposive Sampling.
menjadi penyumbang masuknya limbah Pengambilan sampel dilakukan ditiga lokasi
berupa logam berat khususnya Timbal (Pb) yang berbeda, yaitu muara (stasiun 1),
dan Tembaga (Cu) ke perairan Tanjung pemukiman (stasiun 2), dan pelabuhan
Emas Semarang. (stasiun 3). Lokasi ini dipilih atas dasar
adanya kegiatan industri, aktifitas
Mekanisme yang terjadi pada A. pelabuhan, aktifitas manusia, dan terdapat
marina untuk mengurangi toksisitas logam sungai Banjir Kanal Timur di sekitarnya.
berat adalah menyimpan banyak air Lokasi pengambilan sampel ditentukan
sehingga dapat mengencerkan konsentrasi dengan menggunakan alat bantu GPS
logam berat dalam jaringan tubuhnya. dan lokasi penelitian disajikan pada
Spesies ini dapat dikembangkan sebagai Gambar 1.
pengendalian pencemaran logam berat di
wilayah pesisir dan dapat juga digunakan Penelitian ini dilakukan pada bulan
sebagai pollutant trap. Menurut Amin Desember 2014 - Januari 2015 di Perairan
(2001) tumbuhan Avicennia marina Tanjung Emas, Semarang.Pengambilan

99 Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo)
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

sampel dilaksanakan pada tanggal 7 Sampel akar mangrove yang


Desember 2014. Analisis kandungan logam digunakan dalam penelitian ini adalah
berat dilakukan di Balai Laboratorium akar pohon A. marinayang berada di
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dalam substrat.Sampel akar diambil
Semarang dan Analisis ukuran butir menggunakan pisau atau cutter, dan
sedimen dianalisis di Laboratorium pengambilan sampel dilakukan pada
Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil FT setiap stasiun dengan tiga kali
Undip, Semarang. pengulanganmasing-masing sebanyak 100
gram.Sampeldibersihkan dengan
Sampel air diambil pada setiap lokasi menggunakan air dan dipotong-potong
penelitian dengan tiga kali ulangan ukuran panjang sekitar 10 cm, kemudian
masing-masing sebanyak 500 ml pada dimasukkan dalam plastic dan diberi label.
kedalaman 30cm dari permukaan
air.Sampel air kemudian dimasukkan ke Sampel buahmangrove yang
dalam botol sampel dan diawetkan digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menambahkan larutan asam nitrat buah A. marinayang sudah tua, dengan
(HNO3) sampai pH < 2 (Rochyatun et al., ciri-ciri buah berwarna hijau tua, panjang
2006). Selanjutnya, sampel air diberi label buah 2-2,5 cm dan lebar buah 1,5-2 cm.
dan dimasukan ke dalam cool box. Sampel buah diambil pada setiap stasiun
dengan tiga kali pengulangan masing-
Sampel sedimen diambildengan masing diambil sebanyak 100 gram.
menggunakan pipa paralon. Pipa tersebut
berdiameter 5 cm dengan panjang 30 Pengukuran parameter perairan
cm. Sampel sedimen diambil pada tiap secara insitu berupa suhu, salinitas, pH, dan
stasiun penelitian dengan tiga kali DO, dilakukan bersamaan dengan
pengulangan masing-masing sebanyak 1 pengambilan sampel air, sedimen, akar,
kg, kemudian sampel dimasukkan ke dan buah A.marinadengan tiga kali
dalam plastik sampel dan diberi label. pengulangan pada setiap stasiun.

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian di Perairan Tanjung Emas.

Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo) 100
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

Sampel Air, Sedimen, Akar, dan Buah kondisi perairan tersebut, yang banyak
Mangrove A.marinayang telah didapat dipengaruhi oleh buangan limbah rumah
kemudian dibawa ke Laboratorium untuk tangga dan merupakan jalur transportasi
dianalisis konsentrasi logam berat Timbal kapal-kapal yang menggunakan bahan
(Pb) dan Tembaga (Cu) menggunakan bakar yang dapat menambah kandungan
cara digesti asam. Pb dan Cu di perairan.

Cara ini bertujuan untuk mengurangi Hal ini sesuai dengan pendapat Palar
gangguan yang disebabkan oleh bahan (1994) yang menyatakan bahwa aktivitas
organik, serta mengubah logam Pb dan Cu manusia, industri galangan kapal dan
yang berasosiasi denganpartikulat menjadi berbagai aktivitas pelabuhan lainnya
ion logam bebas sehingga dapat merupakan salah satu jalur yang
ditentukan kadarnya dengan alat Atomic mempercepat terjadinya peningkatan
Absorption Spectrophotometer (AAS) kelarutan logam dalam badan
(APHA, 1992). air.Kandungan logam berat Pb di air
secara umum lebih tinggi yaitu 0,01-0,06
Data-data mengenai kandungan mg/L dibandingkan dengan logam Cu
logam berat Pb dan Cu dalam air, sedimen, yaitu 0,004-0,14 mg/L. Hal ini diduga
akar, dan buah mangrove A.marina yang karena logam Cu biasanya terikat kuat
telah diketahui tersebut, kemudian pada bahan organik akan menurunkan
digunakan untuk menghitung kemampuan mobilitasnya di perairan sehingga akan
akar A. marina dalam mengakumulasi dan lebih mudah mengendap di sedimen.
translokasi logam berat Pb dan Cu melalui
faktor biokonsentrasi (BCF) dan faktor Secara umum kandungan logam
translokasi (TF) (MacFarlane et al., 2007). BCF berat baik Pb, maupunCu dalam air
dan TF dapat dihitung dengan rumussebagai memiliki nilai yang lebih rendah
berikut: dibandingkan dengan yang ada di
sedimen.Hal ini disebabkan karena logam
berat mempunyai sifat yang mudah
mengikat bahan organik dan mengendap
di dasar perairan dan berikatan dengan
partikel-partikel sedimen, sehingga
konsentrasi logam berat dalam sedimen
lebih tinggi dibanding dalam air
(Hutagalung, 1991).Diperkuat oleh Wilson
Keterangan:
(1988), bahwa logam berat yang terlarut
Nilai BCF > 1000 = Kemampuan Tinggi
dalam air akanberpindah ke dalam
1000 > BCF > 250 = Kemampuan Sedang
sedimen jika berikatan dengan materi
BCF < 250 = Kemampuan Rendah
organik bebas atau materi organik yang
melapisi permukaan sedimen, dan
HASIL DAN PEMBAHASAN penyerapan langsung oleh permukaan
partikelsedimen.
Berdasarkan hasil penelitian sampel
air, sedimen, akar, dan buah A. marinadi Selain itu rendahnya kandungan
Perairan Tanjung Emas, Semarang hampir logam berat dikolom air diduga
semuanya mengandung logam berat Pb disebabkan pula olehfaktor curah
dan Cu (Tabel 1). Kandungan logam berat hujanyang cenderung tinggi pada saat
Pb dan Cu di perairan tersebut sudah dilakukan penelitian. Berdasarkan hasil
termasuk kedalam tingkat pencemaran pantauan yang dilaporkan oleh Stasiun
berat, karena kandungan logam berat Pb Meteorologi Maritim, Semarang pada
dan Cu telah melebihi batas ambang bulan Desember 2014 rata-rata curah
kandungan logam berat alamiah di hujan per hari 8,06 mm/hari.Menurut
perairan laut yaitu 0,008 mg/L (Kepmen LH Darmono(1995) kandungan logam berat
No. 51 Tahun 2004).Tingginya konsentrasi dipengaruhi oleh lingkungan dan musim,
logam Pb dan Cu pada kolom air di pada musim hujan logam akan mengalami
Perairan Tanjung Emas tidak terlepas dari pelarutan sedangkan pada musim

101 Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo)
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

kemarau logamakan terkonsentrasi. Kondisi (Kepmen LH No. 51 Tahun 2004) yaitu 33-34
curah hujan ini akan mempengaruhi pH sedangkan pH cenderung asam yaitu
lingkungan perairan menjadi asam, hal ini 6,33-6,96.Menurut Hutagalung (1991),
terlihat pada hasil pengukuran pH di penurunan salinitas dan pH serta naiknya
lapangan hampir di semua stasiun pH nya suhu menyebabkan tingkat bioakumulasi
sekitar 6,33-6,96. Menurut Deri et al. (2013), semakin besar karena ketersediaan logam
pH asam akan meningkatkan potensi berat tersebut semakin meningkat.
kelarutan logam berat. Dijelaskan pula bahwa pada pH tinggi,
bentuk-bentuk yang utama adalah
Kandungan rata-rata logam timbal hidroksida dengan kelarutan yang
(Pb) dan tembaga (Cu) yang berada rendahdan pada pH rendah, ion-ion logam
pada kolom perairan, sedimen,akar dan bebas yang sangat larut, mendominasi.
buah mangrove A. marina disajikan pada
Gambar 2. Perbedaan kandungan kedua logam
tersebut diduga juga karena logam Cu
Kandungan logam berat Pb dan Cu merupakan logam berat yang cenderung
dalam sedimen di Perairan Tanjung Emas mudah untuk terendapkan dalam
masih dibawah batas ambang yang sedimen, sehingga akumulasi logam Cu
ditentukan oleh NOAA (Buchman, 1999). pada sedimen akan lebih tinggi
Namun demikian kandungan logam Cu di dibandingkan logam Pb. Seperti
sedimen di semua stasiun hasilnya lebih ditegaskan oleh Hutagalung (1991), bahwa
tinggi jika dibandingkan dengan Pb yaitu kemampuan beberapa logam berat
berkisar antara 1,236-3,212 mg/kg (Cu) dan dalam berikatan dengan asam amino
0,251-0,507 mg/kg (Pb). mengikuti urutan sebagai berikut: Hg > Cu
> Ni > Pb > Co > Cd, maka logam yang
Perbedaan kandungan logam berat paling besar keberadaannya dapat
ini diduga disebabkan oleh faktor salinitas diserap adalah logam Cu, kemudian
dan pH perairan. Berdasarkan hasil disusul logam Pb. Kandungan logam Pb
pengukuran salinitas di lapangan sebesar yang tidak essensial bagi kehidupan
18,33-25 masih berada di bawah tumbuhan terakumulasi lebih sedikit di
ambang batas yang ditentukan oleh sedimen.

Tabel 1. Kandungan Rata-Rata (n=3) Logam Berat Pb dan Cu pada Air, Sedimen, Akar,
dan Buah A. marinadi Perairan Tanjung Emas Semarang

Sampel Stasiun Pb Cu Baku Mutu


Air Muara 0,010 0,140
(mg/L) Pemukiman 0,060 0,004 0,008*
Pelabuhan 0,040 0,010
Sedimen Muara 0,403 2,971
(mg/kg) Pemukiman 0,507 3,212 30,24**
Pelabuhan 0,251 1,236
Akar Muara 0,833 2,529
(mg/kg) Pemukiman 0,732 2,104
Pelabuhan 1,625 2,430
Buah Muara 0,164 4,336
(mg/kg) Pemukiman 0,114 2,111
Pelabuhan 0,345 1,640
* : Baku Mutu Parameter Perairan dan Air Laut Berdasarkan SK No. 51/Kementerian
Lingkungan Hidup (MENKLH)/Tahun 2004
** : Baku Mutu Sedimen Berdasarkan NOAA (Buchman, 1999)

Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo) 102
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

Gambar 2. Kandungan Rata-Rata Logam Berat Cu dan Pb

Berdasarkan hasil pengamatan, masing-masing stasiun. Jenis sedimen di


kandungan logam berat Pb dan Cu di stasiun-1 dan 2 yang didominasi oleh silt (
sedimen pada stasiun 1 (muara) dan 2 lumpur) yaitu sekitar 87,59-91,41 % lebih
(pemukiman) mempunyai kandungan halus butirannya dibanding Stasiun-3 yang
logam berat lebih tinggi dibanding stasiun jenisnya sand (pasir) yaitu 73,77 %. Menurut
3 (pelabuhan). Tingginya kandungan Sahara (2009), kandungan logam berat
logam berat di Stasiun 1 dan 2 di disedimen juga dipengaruhi oleh ukuran
dugaberkaitan dengan jenis sedimen dari partikel sedimen. Semakin kecil ukuran

103 Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo)
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

partikel, semakin besar kandungan logam 2012). Oleh sebab itu kandungan logam
beratnya. Hal ini disebabkan karena berat dalam sedimen di stasiun 1 dan 2
partikel sedimen yang halus memiliki luas lebih tinggi bila dibanding stasiun 3.
permukaan yang besar dengan kerapatan
ion yang lebih stabil untuk mengikat logam Hasil pengukuran parameter fisika
berat daripada partikel sedimen yang lebih kimia perairan dan analisis ukuran butir
besar. Secara tidak langsung, nutrien dan sedimen serta nilai BCF dan TF perairan
zat hara yang terlarut dalam air pun dapat Tanjung Emas Semarang disajikan pada
disimpan dengan baik sehingga sedimen Tabel 2, 3, dan 4.
halus umumnya memiliki kemampuan
menyerap relatif lebihtinggi. Lain halnya Hasil penelitian menunjukkan
dengan sedimenberbutir besar lebih bahwaakumulasi logam Pbdan Cu
mudah kehilangan kandungan bahan berbeda baik pada akar maupun buah.
organik atau nutrien(Mc Lachlan dan Akumulasi logam Pb pada akar lebih tinggi
Brown, 2006 dalam Tuheteru dan Mahfudz, dibandingkan pada Cu.

Tabel 2. NilaiParameter Fisika Kimiaselama Penelitan di Perairan Tanjung Emas. Nilai dalam
Kurung Menunjukkan Nilai Rata-Rata Kisaran Parameter (n = 3).

Stasiun
Parameter Muara
Pemukiman Pelabuhan Baku Mutu*
Suhu (0C) 27-33 25-26 27-31 28-32
(29,06) (25,66) (29,73)
6,0-8,9 6,0-7,0 6,0-7,0
pH 7-8,5
(6,96) (6,66) (6,33)
6,2-6,8 6,2-6,8 1,1-7,4
DO (mg/L) >5
(6,50) (6,46) (3,63)
16-23 22-27 16-20
Salinitas (0/00) 33-34
(18,33) (25,00) (18,33)
*Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004.

Tabel 3. Hasil Analisis Ukuran Butir Sedimen di Perairan Tanjung Emas, Semarang

Ukuran Butir(%)
Stasiun
Gravel Sand Silt Clay
1 0.00 9,70 87,59 2,71
2 2,98 2.90 91,41 2,71
3 12,79 73,77 13,44 0,00

Tabel 4. Nilai Faktor Biokonsentrasi (BCF) dan Faktor Translokasi (TF) Logam Pb dan Cu

BCF TF
Jenis Logam Stasiun
Akar Buah Buah
Muara 2,066 0,406 0,196
Pb Pemukiman 1,443 0,224 0,155
Pelabuhan 6,474 1,374 0,212
Muara 0,851 1,459 1,714
Cu Pemukiman 0,655 0,657 1,003
Pelabuhan 1,966 1,326 0,674

Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo) 104
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

Perbedaan tersebut diduga melebihi batas ambang yang ditentukan.


disebabkan oleh proses masuknya logam Sedangkan kandungan logam Cu pada
Pb pada jaringan. Menurut MacFarlane sedimen, akar dan buah mangrove A.
dan Burchett (2002),Pb merupakan logam marina lebih tinggi dibandingkan logam
yang sangat rendah daya larutnya bersifat Pb. Nilai BCF akar tertinggi ditemukan pada
pasip dan mempunyai daya translokasi logam Pb dan nilai TF buah tertinggi
yang rendah mulai dari akar sampai organ ditemukan pada logam Cu. Kemampuan
tumbuhan lainnya. Hal ini dapat dibuktikan A. marina dalam mengakumulasi logam
dari nilai BCFPb dari sedimen ke akar berat Pb dan Cu dikategorikan rendah
nilainya lebih tinggi yaitu 1,443-
6,474dibandingkan dengan nilai BCF dari
sedimen ke akar pada Cuantara0,655- DAFTAR PUSTAKA
1,966.Selain itu karena A. marina ini
merupakan jenis mangrove yang sangat Amin, B. 2001. Akumulasi dan Distribusi
ketat dalam proses penyerapan logam Logam Berat Pb dan Cu
berat non essensial seperti Pb. Menurut padaMangrove (Avicennia marina) di
MacFarlane et al. (2003), mangrove secara Perairan Pantai Dumai, Riau.
aktif mengurangi penyerapan logam berat JurnalNatur Indonesia Vol. 4(1): 80-86.
ketika konsentrasi logam berat di sedimen [APHA] American Public Health Association,
tinggi. American Water Works Association and
Water Pollution Control Federation.
Berbeda dengan tingkat akumulasi 1992. Standart Method for The
yang terjadi pada logam Cu, nilai BCF dari Examination of Water and Wastewater.
sedimen ke akar cenderung lebih kecil bila 18th edition. Washington, 2552 p.
dibanding pada buah. Hal ini diduga Buchman, M. 1999. Ilmu Tanah. Gajah
karena logam Cu yang ada pada sedimen Mada University Press, Yogyakarta.
diserap oleh akar mangrove dan kemudian Darmono. 1995. Logam dalam Sistem
didistribusikan pada bagian tumbuhan Biologi Makhluk Hidup. Penerbit
yang lain, termasuk juga buah.Hal ini dapat Universitas Indonesia. Jakarta. 121 hlm.
dilihat dari nilai TF pada Cu (0,674-1,714) Deri, Emiyarti dan L. O. A. Afu. 2013. Kadar
lebih tinggi dibanding TF pada Pb (0,155- Logam Berat Timbal (Pb) padaAkar
0,212). Selain menyerap logam pada Mangrove Avicennia marina di
sedimen, akar-akar mangrove tersebut Perairan Teluk Kendari. JurnalMina Laut
juga dapat menyerap logam yang Indonesia, Jurnal Mina Laut Indonesia.
terdapat pada kolom air, mengingat akar Vol. 01 No. 01: 3848.
mangrove dapat terendam air saat air
pasang. Mekanisme ini secara terperinci Hardiani H. 2009. Potensi Tanaman Dalam
dijelaskan oleh Hardiani (2009), dimana Mengakumulasi Logam Cu Pada
secara umum tumbuhan melakukan Media Tanah Terkontaminasi Limbah
penyerapan oleh akar, baik yang berasal PadatIndustri Kertas. Berita Selulosa
dari sedimen maupun air, kemudian terjadi 44(1) : 27-40.
translokasi ke bagian tumbuhan yang lain Harun, N.H., Tuah P.M., Markom M.Z., Yusof
dan lokalisasi atau penimbunan logam M.Y. 2008. Distribution Of Heavy Metals
pada jaringan tertentu. Pada tumbuhan In Monochoria hastata and Eichornia
secara umum logam Cu merupakan logam crassipes In Natural Habitats.
esensial yang dibutuhkan tumbuhan untuk Environmental Science Programme
pertumbuhannya, yaitu sebagai activator School of Science and Technology,
enzim (Palar, 2004). University of Malaysia.
Hutagalung, H.P. 1991. Pencemaran Laut
Oleh Logam Berat dalam Beberapa
KESIMPULAN PerairanIndonesia. Puslitbang.
Oseanologi LIPI. Jakarta. Hlm 45 59.
Berdasarkan hasil penelitian,perairan Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Tanjung Emas Semarang tercemar berat Hidup. 2004. Keputusan Menteri
oleh logam Pb dan Cu karena sudah Negara Lingkungan Hidup No:

105 Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo)
Jurnal Kelautan Tropis September 2015 Vol. 18(2):98106

51/MNKLH/1/2004 tentang pedoman _______. 2004. Toksikologi dan Pencemaran


penetapan baku mutu air laut. Menteri Logam Berat. Rineka Cipta. Jakarta.
Lingkungan Hidup. Jakarta. 6-7 hlm. Rochyatun E., M.T. Kaisupy, dan A. Rozak.
MacFarlane, G.R., and M.D. Burchett. 2002. 2006. Distribusi Logam Berat dalam Air
CellularDistribution of Copper, Lead dan Sedimen di Perairan Muara Sungai
and Zinc inthe Grey Cisadane. Makara Sains. 10(1): 35-40
MangroveAvicennia marina (Forsk.) hlm.
Vierh. Aquatic Botany 68: 45 59. Sahara, E. 2009. Distribusi Pb dan Cu pada
MacFarlane,G.R. 2003. Accumulation And Berbagai Ukuran Partekel Sedimen di
Distribution of Heavy Metal In The Grey Pelabuhan Benoa. Jurnal Kimia 3 (2) :
Mangrove Avicennia marina. Marine 75-80 hlm.
Pollution Bulletin Vol 39 : 179-186. Subowo, M.S., Widodo, dan A.
MacFarlane, G.R., E.C. Koller, and S.P. Nugraha.1999. Status dan Penyebaran
Blomberg. 2007. Accumulation and Pb, Cd, dan Pestisida pada
Patitioning of Heavy Metals in Lahan Sawah Intensifikasi di Pinggir
Mangrove: A Synthesis of Field-based Jalan Raya. Prosiding. Bidang Kimia
Studies. Chemosphere. 1454-1464 pp. dan Bioteknologi Tanah, Puslittanak,
Mastaller, M. 1996. Destruction of Mangrove Bogor.
Wetlands-Causes and Consequences Tuheteru F.D dan Mahfudz.2012. Ekologi,
A Biannual Collection Titled Natural Manfaat & Rehabilitasi,Hutan
Resources and Development Focus; PantaiIndonesia. Balai Penelitian
Mangrove Forest, Institute for Scientific Kehutanan Manado. Manado,
Cooperation,Tobingen. Indonesia. 178 hal.
Palar, H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Wilson. 1988.Wilson, J. G., 1988. The Biology
Logam Berat. Cet: 2. PT. Rineka Cipta, of Estuarine Management Croom
Jakarta. Helm. London

Kandungan Logam Berat Timbal Dan Tembaga (Endang Supriyantini dan Nirwani Soenardjo) 106