Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN DAN HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI


DASAR PROFESI PNS

A. Memberikan pelayanan asuhan keperawatan pada pasien rawat jalan


Kegiatan memberikan asuhan keperawatan pada pasien rawat jalan
telah dilaksanakan selama dua belas hari pada tanggal 10-24 Oktober 2016 di
Puskesmas Dusun Curup. Hasil yang diperoleh berupa dokumen catatan
medis pasien yang berisi hasil pemeriksaan dan anamnesa terhadap pasien
rawat jalan yang datang, diagnose keperawatan dan intervensi keperawatan
yang bisa dilakukan. Secara lengkap dokumen catatan medis pasien tersebut
dan bukti fisik kegiatan dapat dilihat pada lampiran 3.
Nilai dasar yang diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Melakukan pemeriksaan sesuai dengan
SOP atau protap. Melaporkan hasil pemeriksaan dan anamnesa sesuai
dengan yang dilakukan dan disampaikan pasien kepada dokter.
2. Nasionalisme. Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, tidak
dibeda-bedakan terhadap pasien umum, jamkesmas ataupun BPJS. Tidak
ada pembedaan pemberian pelayanan terhadap pasien kaya ataupun
miskin.
3. Etika Publik. Saat memberikan pelayanan kepada pasien dilakukan
dengan sopan, santun, senyum, dan jujur.
4. Komitmen Mutu. Memberikan pelayanan dengan menerapkan komitmen
mutu, yakni dengan memberikan pelayanan keperawatan dengan cepat
dan tepat sehingga waktu pelayanan bisa efektif.
Manfaat yang diperoleh akan mempermudah dokter dalam
menegakan diagnose medis, meningkatkan rasa kepuasan pasien dalam
memperoleh pelayanan sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
puskesmas.

4
Apabila dalam pelayanan asuhan keperawatan tidak didasari dengan
nilai-nilai dasar tersebut diatas maka dapat menimbulkan pelayanan yang
tidak bermutu dan tidak sesuai dengan protap..
B. Melakukan tindakan promotif pada pasien rawat jalan dengan diagnose
Diabetes Melitus
Kegiatan pemberiantindakan promotif pada pasien rawat jalan
(diabetes Melitus) telah dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 11
Oktober 2016 di Puskesmas Dusun Curup. Hasil yang diperoleh berupa
pasien telah memahami penyakit diabetes serta diit untuk pasien diabetes.
Secara lengkap media dan materi tindakan promotif serta bukti fisik kegiatan
dapat dilihat pada lampiran 4.
Nilai- nilai dasar yang diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Dalam pemberian informasi kesehatan
(tindakan promotif) dilakukan sesuai dengan standar kompetensi kerja
dan sesuai dengan kebutuhan individu.
2. Etika Publik. Dalam memberikan informasi kesehatan kepada pasien,
komunikasi yang dilakukan secara dua arah, sehingga tercipta saling
menghargai komunikasi dan konsultasi.
3. Komitmen Mutu. Pemberian informasi kesehatan ini diberikan kepada
pasien yang menderita diabetes mellitus yang baru pertama kali terdeteksi
di Puskesmas sehingga informasi yang diberikan tepat sasaran.
Manfaat yang diperoleh meningkatkan pengetahuan pasien mengenai
penyakit yang di alami oleh pasien.
Bila pasien yang baru pertama kali terdeteksi penyakit diabetes
mellitus tidak diberikan informasi kesehatan mengenai diabetes mellitus akan
mengakibatkan pasien tidak mampu menjaga derajat kesehatannya sehingga
bisa jadi dalam waktu kedepannya pasien menjadi tidak produktif.

5
C. Melakukan pemberian obat intra muscular (IM)
Kegiatan pemberian obat Intra Muscular (IM) telah dilaksanakan
selama empat hari pada tanggal 10, 13, 17 dan 21 Oktober 2016 di Puskesmas
Dusun Curup. Hasil yang diperoleh berupa dokumen status pasien yang berisi
jenis obat yang diberikan dan jenis pemberian obat. Secara lengkap dokumen
status pasien dan bukti fisik dapat dilihat pada lampiran 5.
Nilai- nilai dasar yang diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntablitas (tanggung jawab dan intergritas). Memberikan obat melalui
Intra Muscular (IM/ otot) sesuai dengan instruksi dokter dengan
memperhatikan 6 prinsip benar obat dan protap.
2. Nasionalisme (Kesetaraan). Tidak membeda-bedakan pasien dalam cara
atau pun pelayanan pemberian obat melalui IM.
3. Etika Publik. Pemberian obat melalui otot dilakukan secara sopan dengan
memperhatikan privasi pasien.
4. Komitmen mutu. Saat memberikan tindakan pemberian obat melalui otot
saya memberikan pelayanan yang tepat sasaran dan pemberian obat
dilakukan dengan efisien
5. Anti Korupsi. Saat memberikan obat melalui otot, pasien menggunakan
kartu BPJS sehingga tidak ada biaya yang di pungut atau yang ahrus
pasien bayarkan.
Manfaat yang diperoleh meningkatkan kualitas pelayanan terhadap
pasien. Bila kegiatan ini tidak didasari oleh nilai- nilai dasar tersebut akan
mengakibatkan kesalahan pemberian obat atau dapat terjadi pula pemberian
obat yang sudah expired.
D. Mengentri data kunjungan pasien
Kegiatan mengentri data kunjungan pasien telah dilaksanakan
selama dua belas hari pada tanggal 10- 25 Oktober 2016 di Puskesmas Dusun
Curup. Hasil yang diperoleh berupa dokumen / print out hasil entry
kunjungan pasien. Secara lengkap print out dan bukti fisik kegiatan dapat
dilihat pada lampiran 6.

6
Nilai- nilai dasar yang diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Saat mengentri data kunjungan pasien
dilakukan secara rutin (per hari), sesuai dengan tanggal kunjungan pasien.
2. Nasionalisme (tidak membeda-bedakan). Saat mengentri data, tidak
membedakan pasien. Semua pasien yang datang dan memperoleh
pelayanan di Puskesmas di entri ke aplikasi p- care.
3. Komitmen Mutu (inovasi). Saat mengentri dilakukan dengan
menggunakan modem atau wifi portable ketika listrik padam atau jaringan
wifi Puskesmas tidak ada.
Manfaat yang diperoleh akan mempermudah mengetahui jumlah
kunjungan pasien perbulan dan mempermudah mengetahui penyakit
terbanyak yang datang untuk dilayanipada bulan tersebut.
Apabila saat melakukan pengentrian tidak memperhatikan nilai- nilai
dasar tersebut, dapat mengakibatkan penumpukan pengentrian data
kunjungan pasien.
E. Penyuluhan kesehatan pada keluarga
Kegiatan ini telah dilaksanakan selama satu hari tanggal 17 Oktober
2016 di rumah warga Ny. R desa Dusun Curup. Hasil yang diperoleh berupa
keluarga telah memahami mengenai penyakit Tuberkulosis, pengobatan dan
pencegahan penularan. Secara lengkap materi penyuluhan dan bukti fisik
kegiatan dapat dilihat pada lampiran 7.
Nilai- nilai dasar yang diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Dalam memberikan penyuluhan
dilaksanakan sesuai dengan kompetensi kerja dan diberikan sesuai dengan
sasaran.
2. Nasionalisme (kesetaraan). Anggota keluarga mendapatkan informasi
yang sama mengenai penyakit TBC.
3. Etika Publik (Santun). Dalam memberikan penyuluhan dilakukan dengan
santun, menggunakan bahasa yang mampu dengan mudah dipahami oleh
anggota keluarga Ny. R.

7
4. Komitmen mutu (Efisien). Penyuluhan ini diberikan kepada keluarga
karena memang dibutuhkan oleh keluarga.
Manfaat yang diperoleh meningkatkan pengetahuan keluarga dalam
memahami penyakit TBC.
Apabila dalam pelaksanaan kegiatan tidak dilakukan berdasarkan
nilai-nilai dasar tersebut maka akan mengakibatkan ketidakpahaman
keluarga.
F. Melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat
Kegiatan melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat telah
dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 12 Oktober 2016 di Posyandu
Manggis Desa Penyangkak Kecamatan Air Besi. Hasil yang diperoleh berupa
dokumen SAP Penyuluhan Mengenai PTM (Hipertensi), lembar balik serta
pemahaman masyarakat mengenai penyuluhan. Secara lengkap SAP
penyuluhan dan bukti fisik kegiatan dapat dilihat pada lampiran 8.
Nilai dasar yang dapat diaktualisasikan meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Pemberian pnyuluhan kesehatan
dilakukan sesuai dengan standar kompetensi kerja dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
2. Nasionalisme (tidak membeda-bedakan). Dalam memberikan penyuluhan
kesehatan kepada masyarakat, dilakukan tanpa membedakan ras, suku,
ataupun agama masyarakat. Semua masyarakat duduk berbaur menjadi
satu untuk menerima penyuluhan kesehatan.
3. Etika Publik (Santun). Memberikan penyuluhan dengan menggunakan
bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dan menggunakan
bahasa yang tidak kasar atau menyinggung masyarakat.
4. Komitmen Mutu (Efisien). Memebrikan penyuluhan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat
Manfaat yang diperoleh mempermudah dalam penyampaian
penyuluhan, terstruktur sehingga meningkatkan derajat pengetahuan dan
kesehatan masyarakat.

8
Apabila dalam penyuluhan tidak dibuat SAP akan mengakibatkan
tidak terarah dan tidak terstruktur pelaksanaan penyuluhan dan kualitas
penyuluhan tidak memenuhi standar.
G. Membuat dan menyusun protap tindakan medis di Puskesmas
Kegiatan membuat protap tindakan medis telah dilaksanakan selama
sembilan hari pada tanggal 10-21 Oktober 2016 di Puskesmas Dusun Curup.
Sedangkan penyusunan protap telah dilaksanakan selama dua hari hari pada
tanggal 24- 25 Oktober 2016 di Puskesmas Dusun Curup. Hasil yang
diperoleh berupa dokumen protap tindakan medis dan tertempelnya protap
kegiatan medis sesuai dengan ruangan tindakan. Secara lengkap dokumen
protap tindakan medis dan bukti fisik dapat dilihat pada lampiran 9.
Nilai dasar yang diaktualisasikan pada kegiatan ini meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Dalam pembuatan protap mengacu pada
perkembangan ilmu pengetahuan / sesuai dengan ilmu terbaru.
2. Nasionalisme (Kesetaraan). Protap-protap tindakan medis inilah yang
mendasari setiap tindakan yang akan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan,
sehingga setiap tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan tetap sama
tidak ada perbedaan.
3. Komitmen mutu (Mutu). Tentunya dengan melaksanakan kegiatan atau
tindakan medis yang sesuaidengan protap mampu menjaga mutu
pelayanan medis ataupun mutu tindakan medis.
Manfaat yang diperoleh akan mempermudah dan membantu
mengingatkan rekan-rekan kerja sejawat dalam melakukan tindakan medis.
Apabila tidak dibuat protap dalam setiap tindakan medis akan
mengakibatkan timbulnya kesalahan tindakan yang berakibat pada mall
praktek.

9
H. Melakukan pengukuran panjang badan dan berat badan Balita di
Posyandu
Kegiatan pengukuran panjang badan dan berat badan Balita di
Posyandu dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 12 Oktober 2016 di
Posyandu Manggis Desa Penyangkak Kecamatan Air Besi. Hasil yang
diperoleh berupa hasil pengukuran panjang badan dan Berat badan Balita.
Secara lengkap hasil pengukuran panjang badan dan berat badan balita serta
bukti fisik dapat dilihat pada lampiran 10.
Nilai dasar yang dapat diaktualisasikan pada kegiatan tersebut meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Dalam melakukan pengukuran panjang
badan dan berat badan dilakukan sesuai dengan protap
2. Nasionalisme (tidak membeda-bedakan). Saat melaksanakan pengukuran
panjang badn dan berat badan tidak membedakan balita yang datang.
Semua balita yang datang mendapatkan pengukuran panjang badan dan
berta badan tanpa terkecuali.
3. Etika public (santun). Saat pemberian pelayanan pengukuran panjang
badan dan berat badan diberlakukan system antri, sehingga tidak terjadi
kekacauan.
Manfaat yang diperoleh akan mempermudah petugas kesehatan
untuk menentukan grafik pertumbuhan balita serta pemantauan status gizi
balita.
Apabila dalam penimbangan berat badan dan pengukuran panjang
badan tidak dilakukan berdasarkan protap dapat meninmbulkan hasil yang
rancu dalam mengukur petumbuhan balita.
I. Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana (GDS, Asam Urat,
Cholestrol, Hb, Golda,RDT)
Kegiatan pemeriksaan laboratorium sederhana telah dilaksanakan
selama lima hari pada tanggal 10,12,17,20 dan 21 Oktober 2016 di
Puskesmas Dusun Curup. Hasil yang diperoleh berupa hasil pemeriksaan
laboratorium. Secara lengkap dokumen protap tindakan medis dan bukti fisik
dapat dilihat pada lampiran 11.

10
Nilai dasar yang dapat diaktualisasikan pada kegiatan tersebut meliputi:
1. Akuntabilitas (tanggung jawab). Pada saat melakukan pemeriksaan
laboratorium dilakukan berdasarkan protap yang berlaku.
2. Nasionalisme (Kesetaraan). Tidak membeda-bedakan pelayanan yang
diberikan kepada pasien. Semua pasien yang diperiksa dilaboratorium
mendapatkan informasi tujuan pemerikasaan dan prosedur pemeriksaan.
3. Etika public (santun). Dalam melakukan tindakan pemeriksaan
laboratorium harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pasien.
Informasikan tindakan yang akan dilakukan dan tujuan dilakukannya
pemeriksaan laboratorium.
4. Komitmen mutu (efisien dan efektif). Dalam melakukan pemeriksaan
laboratorium harus didasari oleh hasil anamnesa yang mengarah atau
mengindikasikan pasien perlu untuk di periksa laboratorium (diambil
darah). Serta saat dilakukan pengambilan darah dilakuakn dengan cepat
dan tepat.
5. Anti korupsi (jujur). Tidak memungut biaya setelah dilakukan
pemeriksaan laboratorium untuk pasien yang menggunakan kartu jaminan
kesehatan. Dan untuk pasien umum pembayaran pelayanan laboratorium
tidak dipungut oleh petugas laboratorium tetapi dilakukan pembayaran
oleh pasien di apotik.
Manfaat yang diperoleh akan membantu petugas laboratorium dalam
melaksanakan tugasnya sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien
berkualitas.
Apabila dalam pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan sesuai
dengan nilai dasar diatas, akan mengakibatkan ketidakpercayaan pasien
dengan petugas.

11