Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS VARIANS / ANOVA (Analysis of Varians)

Analysis Varians (analysis of variance) atau ANOVA adalah suatu metode analisis
statistika. Uji dalam Anova menggunakan uji F karena dipakai untuk pengujian lebih dari
2 sampel. Dalam praktik, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering di
pakai) maupun pendugaan (estimation).

Anova digunakan untuk melakukan analisis komparasi multivariabel. Teknik


analisis komparatif dengan menggunakan tes t yakni dengan mencari perbedaan yang
signifikan dari dua buah mean hanya efektif bila jumlah variabelnya dua. Untuk mengatasi
hal tersebut ada teknik analisis komparatif yang lebih baik yaitu Analysis of variances
yang di singkat ANOVA.

Anova diguanakan untuk membandingkan rata-rata populasi bukan ragam populasi.


Jenis data yang tepat untuk anova adalah nominal dan ordinal pada variabel bebasnya, jika
data pada variabel bebasnya dalam bentuk interval atau ratio maka harus diubah dulu
dalam bentuk ordinal maupun nominal. Sedangkan variabel terikatnya adalah data interval
atau ratio.

Adapun asumsi dasar yang harus terpenuhi dalam analisis varian adalah :

1. Kenormalan
Distribusi data harus normal, agar data berdistribusi normal dapat ditempuh dengan
cara memperbanyak jumlah sampel dalam kelompok
2. Kesamaan variansi
Setiap kelompok hendaknya berasal dari populasi yang sama dengan variansi yang
sama pula. Bila banyaknya sampel sama pada setiap kelompok maka kesamaan
variansinya dapat diabaikan. Tapi bila banyak sampel pada masing-masing
kelompok tidak sama, maka kesamaan variansi populasi sangat diperlukan.
3. Pengamtana bebas
Sampel hendaknya diambil secara acak (random), sehingga setiap pengamatan
merupakan informasi yang bebas.
Anova lebih akurat diguanakan untuk sejumlah sampel yang sama pada setiap
kelompoknya, misalnya masing-masing variabel setiap kelompok jumlah sampel atau
respondennya sama 250 orang.

Anova dapat digolongkan kedalam beberapa kriteria, yaitu :

1. Klasifikasi 1 arah (One way Anova)


Anova klasifikasi 1 arah merupakan anova yang didasarkan pada pengamatan 1
kriteria atau satu faktor yang menimbulkan variasi
2. Klasifikasi 2 arah (Two way Anova)
Anova klasifikasi 2 arah merupakan anova yang didasarkan pada pengamatan 2
kriteria atau 2 faktor yang menimbulkan variasi
3. Klasifikasi banyak arah (MANOVA)
Anova banyak arah merupakan anova yang didasarkan pada pengamatan banyak
kriteria

1. Uji One Way Anova


Uji Anova (F) digunakan untuk menguji sebuah rancangan eksperimen dengan
rancangan lebih dari 2. Uji ini termasuk dalam uji parametrik sehingga asumsi
penggunaan uji parametrik harus dipenuhi yaitu data berdistribusi normal, varians
homogen, dan diambil dari sampel yang acak.
Dalam kenyataannya uji F digunakan untuk menguji efektifitas suatu rancangan
eksperimen yang akan digunakan. Contoh :
1. Sebuah penelitian untuk menguji efektivitas obat jenis A, obat jenis B, dan obat
jenis C, terhadap penurunan Tekanan Darah
2. Penelitian untuk menguji efektivitas nebacitin, bioplacenton, dan betadin,
terhadap lama penyembuhan luka episiotomi
3. Penelitian untuk menguji efektifitas metode relaksasi, detraksi, massage, dan
compres panas-dingin terhadap penurunan nyeri persalinan.
Apabila digunakan istilah variabel, maka uji Anova digunakan untuk menguji
variabel independent yang satu dengan variabel dependen lebih dari satu jenis
rancangan. Contoh di atas :
1. Variabel independen : penurunan Tekanan Darah, Variabel Dependen : jeis obat (
Obat A, B, dan C)
2. Variabel independen : lama penyembuhan luka episiotomi, Variabel dependen :
jenis obat (nebacitin, bioplasenton, dan betadin)
3. Variabel independen : penurunan nyeri persalinan, Variabel dependen : metode
penanganan ( relaksasi, destraksi, massage, dan compres panas-dingin).

Analisis varian adalah prosedur yang digunakan untuk menguji perbandingan


rata-rata antara beberapa kelompok data. Pada analisis varian univariat (ANOVA)
hanya terdapat satu variabel dependen, sedangkan pada analisis varian multivariat
(MANOVA) terdapat lebih dari satu variabel dependen. Jika variabel independen pada
analisis varian univariat hanya satu, maka disebut ANOVA satu arah (One-Way Anova).
Jika variabel independen lebih dari satu, maka disebut ANOVA banyak arah (Multi-
Way Anova). Analisis varian digunakan untuk menguji hipotesis kesamaan rata-rata
antara dua kelompok data atau lebih. Teknik analisis varian merupakan perluasan dari
uji t dua sampel. Jika dari hasil uji Anova diketahui terdapat rata-rata data yang
berbeda, perbedaan tersebut dapat ditentukan pada analisis lanjut (post hoc).
Pengolahan data dengan SPSS

Pada pengolahan data dengan SPSS, tiap kelompok data akan dihitung:
Jumlah kasus (N)
Rata-rata
Standar Deviasi (SD)
Standar error rata-rata (SE)
Nilai minimum
Nilai maksimum
Selang kepercayaan nilai rata-rata
Uji Levene untuk kesamaan varian
Tabel analisis varian

Kriteria data ANOVA satu arah


Data yang digunakan untuk Anova satu arah harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
Data untuk variabel independen (varibel faktor) harus bersifat integer (data
kategori) dan data untuk variabel dependen harus bersifat kuantitatif.
Asumsi: tiap kelompok data merupakan sampel acak dari populasi normal yang
independen. Kelompok data harus berasal dari populasi dengan varian yang
sama. Untuk menguji asumsi kesamaan varian dapat digunakan uji Levene.
Analisis Lanjut Anova Satu Arah
Dari hasil uji Anova akan didapatkan hasil F hitung yang signifikan atau tidak.
Jika F hitung tidak signifikan, berarti rata-rata variabel dependen pada tingkat
faktor yang ditentukan sama (identik).
Jika F hitung signifikan berarti terdapat perbedaan rata-rata variabel dependen
pada tingkat faktor yang ditentukan. Untuk mengetahui pada tingkat faktor
mana yang mempunyai rata-rata yang berbeda, dilakukan analisis lanjut. Pada
SPSS, analisis lanjut dari uji Anova menggunakan prosedur Post Hoc Multiple
Comparison Test
Metode Analisis lanjut :
Ada beberapa metode analisis lanjut yang tersedia pada SPSS, yaitu :
Jika varian sama, metode yang tersedia antara lain: Tukey, Beferroni, LSD,
Duncan dll.
Jika varian berbeda, metode yang tersedia adalah: Tamhanes T2, Dunnetts T3,
Games-Howell, dan Dunnetts C
Cara pengerjaan dengan SPSS :

Contoh :
Sebuah penelitian tentang kandungan tar pada rokok ingin menguji apakah kandungan tar
pada masing-masing rokot itu sama. Hasil pengujian terhadap kandungan tar masing-
masing merek rokok tersebut disajikan dalah tabel di bawah ini. Dari data tersebut ujilah
apakah ada perbedaan kandungan tar untuk ketiga merek rokok yang diuji

Merek Kandungan tar per batang (mg)

Bentoel 0,16 0,14 0,21 0,14 0,13

Djarum 0,19 0,20 0,23 0,18 0,19

Sampurna 0,21 0,17 0,19 0,23 0,20

a. Cara pengerjaan dengan program SPSS adalah kita buka SPSS, kemudian entri data
dalam bentuk dua variabel. Maka dalam layar kerja SPSS akan tampil hasil sebagai
berikut :
b. Setelah selesai semua keterangan dan entri data, maka kita analysis dengan klik
analyze, dan kita sorot compare means, kemudian kita klik One Way ANOVA
c. Setelah klik One Way ANOVA, akan terbuka seperti gambar

d. Masukan variabel kandungan Tar ke dalam dependent list, dan Merek rokok ke dalam
Factor
e. Kita klik options dan kita pilih descriptive dan homogeneity of variance test setelah
itu klik continue.

f. Langkah terakhir adalah Klik OK, maka dalam hasil output akan tampil hasil uji
ANOVA ONE WAY

g. Dari Output tersebut dapat disimpulkan bahwa:


Rata kandungan tar rokok merek Bentoel = 0,1560 mg/btg dengan SD = 0,03209,
rokok merek Djarum = 0,1980 mg/btg dengan SD = 0,01924 dan rokok merek
Sampoerna = 0,2000 mg/btg dengan SD = 0,02236
Hasil uji homogenitas variansi dengan Levene Statistics = 0,554 dengan Sig. =
0,589 (> 0,05), yang berarti bahwa Ho diterima atau variansi dari kandungan tar
ketiga merek rokok itu sama sehingga uji ANOVA dengan menggunakan uji F
bisa dilakukan
Hasil perhitungan ANOVA menunjukkan bahwa nilai F hitung = 4,874 dengan
Sig. = 0,028 (< 0,05), yang berarti Ho ditolak atau rata-rata kandungan tar untuk
ketiga merek rokok itu adalah berbeda.
DAFTAR PUSTAKA

1. David S. Jones, Statistika Farmasi, Penerjemah Harrizul Rivai, Penerbit EGC,


Jakarta, 2008
2. Purbayu Budi Santosa dan Ashari, Analisis Statistik dengan Microsoft Excel &
SPSS, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.
3. Singgih Santoso, Panduan Lengkap Menguasai Statistik dengan SPSS 17, Penerbit
PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2009.
4. Handoko Riwidikdo, Statistik Kesehatan, Penerbit Nuha Medika Yogyakarta 2012
MAKALAH
UJI ANOVA ONE WAY

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Manajemen Data dan Analisis Data Penelitian

Oleh

Agustina Kirihio 16202111007

Helly Budiawan 16202111010

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

PASCASARJANA UNIVERSITAS SAMRATULANGI MANADO

TAHUN 2017