Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penelitian (research) merupakan suatu rangkaian kegiatan guna memperoleh suatu
pemecahan masalah. Penelitian sendiri berfungsi untuk mencari penjelasan dan jawaban
terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan untuk pemecahan
suatu masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan tersebut dapat bersifat
abstrak dan umum serta dapat pula bersifat konkrit dan spesifik.
Menurut Whitney (1960) ilmu dan penelitian adalah sama-sama suatu proses,
sedangkan hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth). Pendapat tersebut
beralasan karena memang ilmu itu tidak statis, tetapi berkembang dan dalam
perkembangan ilmu itu selalu melalui suatu proses, dan proses itu adalah penelitian. Pada
prinsipnya penelitian adalah metode yang digunakan oleh ilmu untuk memperoleh
kebenaran empiris. Oleh sebab itu penelitian pada prinsipnya adalah metode ilmu
pengetahuan (scientific method). (Notoatmodjo, 2010)
Sebagai makhluk sosial kita tidak akan pernah terlepas dari berbagai masalah.
Masalah-masalah yang muncul dikelompokkan ke dalam berbagai bidang kehidupan antara
lain pendidikan, kesehatan, sosial, politik, ekonomi, agama dan sebagainya. Pada setiap
bidang kehidupan pun tidak akan terlepas dari masalah-masalah yang timbul dan perlu
mendapatkan penyelesaian serta jawaban baik secara konkrit maupun secara abstrak.
Dalam hal ini kita akan membahas tentang masalah dan penelitian di bidang
kesehatan. Penelitian kesehatan berorientasikan pada masalah-masalah yang timbul di
bidang kesehatan dan sistem kesehatan. Kesehatan itu sendiri terdiri dari dua sub bidang
pokok, yakni yang pertama kesehatan individu yang mengalami masalah kesehatan atau
sakit dan yang kedua berorientasi pada kesehatan kelompok atau masyarakat yang sehat
agar tetap sehat dan bersifat pencegahan terhadap penyakit. (Notoatmodjo, 2010)
Penelitian kesehatan kali ini berfokus pada bidang keperawatan. Selain untuk
memajukan bidang keperawatan itu sendiri, penelitian di bidang keperawatan dapat
berfungsi sebagai peningkatan mutu pelayanan dan pemberian asuhan keperawatan kepada
pasien secara lebih optimal. Oleh karena itu sebelum melakukan penelitian perlu diketahui
langkah-langkah dan jenis-jenis penelitian yang ada di bidang kesehatan khususnya
keperawatan yang akan dibahas pada makalah ini.

1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:
1. Apa saja jenis-jenis penelitian?
2. Bagaimana langkah-langkah penelitian?
3. Bagaimana ruang lingkup penelitian keperawatan?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui konsep dasar penelitian keperawatan.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui jenis penelitian.
b. Mengetahui langkah-langkah penelitian.
c. Mengetahui ruang lingkup penelitian keperawatan.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Jenis-Jenis Penelitian
Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan dua kegiatan yang
terpadu erat. Maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu
pula. Terdapat berbagai jenis penelitian dalam ilmu pendidikan, dan berikut jenis-jenis
penelitian pendidikan yang ada.
1. Menurut Penggunaannya
Jenis penelitian bila dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi 2
jenis, yaitu:
a. Penelitian Dasar atau Penelitian Murni
LIPI memberi definisi penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian
baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian tidak
segera dipakai, namun untuk waktu jangka panjang akan segera dipakai.
Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9) menyatakan bahwa penelitian dasar bertujuan
untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung
bersifat praktis. Senada dengan pendapat tersebut, Suriasumantri (dalam Sugiyono,
2009; 9) berpendapat bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang
bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah
diketahui.
b. Penelitian Terapan
Batasan yang diberikan LIPI bahwa setiap penelitian terapan adalah setiap
penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu
tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan
praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang
berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau
administrator. Senada dengan pendapat tersebut, Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9)
berpendapat bahwa penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan
tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang
diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.
Suriasumantri (dalam Sugiyono, 2009;9) menyatakan bahwa penelitian terapan
bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Sehingga,
hubungan penelitian murni dan penelitian terapan sangat erat, karena penelitian
murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu, setelah ilmu

3
tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka penelitian tersebut akan
menjadi penelitian terapan.
2. Menurut Metodenya
Jenis penelitian dilihat pula dari segi metodenya sebagai berikut:
a. Penelitian Historis
Penelitian historis atau penelitian sejarah adalah kegiatan penelitian yang
difokuskan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan keadaan yang telah lalu.
Tujuan penelitian historis adalah untuk merumuskan kesimpulan mengenai sebab-
sebab, dampak, atau perkembangan dari kejadian yang telah lalu yang dapat
dipergunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian
yang akan datang. Contohnya penelitian untuk mengetahui bagaimana
perkembangan peradaban masyarakat tertentu, penelitian tentang mengapa suatu
produk dimasa lalu menjadi andalan.
b. Penelitian Survey
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau
kecil tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi.
Senada dengan pendapat tersebut, prasetyo (2005;49) berpendapat bahwa
penelitian survey umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari
pengamatan yang tidak mendalam. Jika sampel yang diambil adalah representatif
maka generalisasinya kuat. Contoh penelitian tentang kecenderungan masyarakat
dalam memilih pemimpinnya, penelitian pengaruh anggaran pendidikan terhadap
kualitas SDM di negeri ini, penelitian tentang kecenderungan konsumem dalam
memilih suatu jenis produk.
c. Penelitian Ex Post Facto
Penelitian Ex Post Facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti
peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang guna mengetahui
faktor-faktor penyebab timbulnya kejadian. Penelitian ini menggunakan logika jika x
maka y. Namun demikian dalam penelitian tidak dilakukan manipulasi variabel.
Contohnya penelitian untuk mengungkapkan sebab terjadinya kerusuhan disuatu
daerah, penelitian tentang sebab terjadinya banyak siswa yang tidak lulus ujian,
penelitian tentang sebab banyaknya produk yang tidak terjual.
d. Penelitian Eksperimen
Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Ada empat bentuk eksperimen yaitu pre experimenta: true experimental, factorial,
dan quasi experimental. Contoh penelitian mengenai pengaruh penggunaan metode

4
mengajar A terhadap hasil belajar siswa, penelitian tentang pengaruh metode
promosi terhadap jumlah penjualan, dan lain-lain.
e. Penelitian Evaluasi (evaluation research)
Penelitian evaluasi adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan
masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau
lebih alternatif tindakan. Jadi penelitian evaluasi adalah penelitian yang dilakukan
untuk pengambilan keputusan. Contoh penelitian tentang efektivitas pelaksanaan
KBK di sekolah X, penelitian tentang kebijakan link and match, dan lain-lain.
f. Penelitian Pengembangan (research development)
Penelitian pengembangan adalah merupakan penelitian untuk mengembangkan
produk sehingga produk tersebut menjadi lebih baik. Tujuan penelitian
pengembangan bukan untuk memformulasi atau menguji hipotesis, melainkan
untuk mendapatkan produk baru atau proses baru. Contoh penelitian tentang
kemungkinan mengembangkan produk A menjadi produk A plus.
g. Penelitian Tindakan (action research)
Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan
oleh para partisipan misalnya guru, siswa atau kepala sekolah, dalam situasi-situasi
sosial (termasuk pendidikan). Penelitian tindakan bertujuan untuk memecahkan
masalah melalui aplikasi metode ilmiah, bukan untuk memberi kontribusi pada ilmu
pengetahuan. Contoh penelitian tentang mencari mengajar yang paling tepat untuk
siswa kelas II SMA, penelitian tentang prosedur dan metode kerja dalam pelayanan
masyarakat.
h. Penelitian Naturalistik
Penelitian Naturalistik adalah penelitian yang digunakan untuk kondisi obyektif
alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data
dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih
menekankan makna, bukan generalisasi. Contoh penelitian tentang makna upacara
ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan faktor-
faktor penyebab terjadinya korupsi, dan lain-lain.
i. Penelitian Kebijakan
Penelitian Kebijakan adalah penelitian yang dilakukan untuk kepentingan
pengambilan kebijakan. Penelitian ini dilakukan karena adanya masalah bagi
organisasi atau para pengambil keputusan. Penelitian ini dilakukan terhadap
masalah-masalah sosial yang mendasar sehingga temuannya dapat
direkomendasikan kepada pengambil keputusan. Contoh penelitian untuk membuat

5
undang-undang atau peraturan, penelitian untuk mengembangkan struktur
organisasi, dan lain-lain.
3. Menurut jenis data dan analisisnya
Menurut jenis data dan analisisnya, penelitian dibedakan menjadi:
a. Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kualitatif
sehingga analisisnya juga analisis kualitatif (deskriptif). senada dengan pendapat
tersebut sukmadinata (2009;18) berpendapat bahwa data kualitatif adalah data
dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif dapat diubah menjadi data
kuantitatif dengan jalan diskoring. Contoh data kualitatif adalah manis, pahit, rusak,
gagal, baik sekali, baik, kurang baik, tidak baik, atau sangat setuju, setuju, ragu-ragu,
tidak setuju, sangat tidak setuju, selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak
pernah.
b. Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya merupakan data
kuantitatif sehingga analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif (inferensi).
Data kuantitatif adalah dalam bentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan
seperti: 1, 2, 3, 4, dst, atau skor 5 = selalu, skor 4 = sering, skor 3 = kadang-kadang,
skor 2 = jarang, dan skor 1 = tidak pernah. Data kuantitatif dibedakan menjadi data
diskrit atau nominal dan data kontinum. Data nominal adalah data dalam bentuk
kategori atau diskrit.
c. Penelitian Gabungan Kualitatif dan Kuantitatif
Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian yang datanya
terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif sehingga analisis datanya pun
menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.
4. Menurut tingkat ekplanasi (penjelasannya)
Menurut tingkat ekplanasi (penjelasannya) penelitian dapat dibedakan menjadi:
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengumpulkan data untuk menguji
hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian mengenai status terakhir dari
subyek penelitian. Penelitian deskriptif berusaha untuk memperoleh deskriptif
lengkap dan akurat dari suatu situasi. Kelemahan utama penelitian deskriptif adalah
kurangnya tanggapan subyek penelitian. Contoh: Penelitian disiplin kerja pegawai
negeri setelah otonomi daerah, penelitian profit guru yang profesional, penelitian,
kesiapan sekolah melaksanakan manajemen berbasis sekolah, kesiapan sekolah
melaksanakan KBK, dan lain-lain.

6
b. Penelitian Korelasional (Hubungan)
Penelitian korelasional (hubungan) adalah penelitian yang bertujuan untuk
menemukan apakah terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih, serta
seberapa besar korelasi dan yang ada diantara variabel yang diteliti. Penelitian
korelasional tidak menjawab sebab akibat, tetapi hanya menjelaskan ada atau
tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti. Contoh: penelitian tentang
pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai, penelitian tentang
hubungan antara tingkat pendidikan dan kerukunan masyarakat didaerah tertentu,
penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi merebaknya KKN di instansi
tertentu, dan lain-lain.
c. Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.
Contoh: penelitian tentang adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan
SMK dengan lulusan SMU, penelitian tentang adakah perbedaan hasil belajar antara
strategi belajar A dengan strategi belajar B, penelitian tentang tingkat kesiapan
sekolah negeri dan sekolah swasta dalam melaksanakan manajemen berbasis
sekolah.
5. Menurut Tingkat Kedalaman Analisis Data Penelitian
Berdasarkan tingkat kedalaman analisis data penelitian, dapat dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu:
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian yang analisis datanya hanya sampai pada deskripsi variabel satu demi
satu. Deskripsi berarti pemberian secara sistematik dan faktual tentang sifat-sifat
tertentu populasi tertentu (Hadeli, 2006;11).
b. Penelitian Eksplanatori
Penelitian yang analisis datanya sampai pada menentukan hubungan variabel
dengan variabel lainnya.
6. Menurut Sifat Permasalahannya
Margono (2009;6) menyatakan bahwa tugas penelitian yaitu untuk memberikan,
menerangkan dan meramalkan dan mengatasi permasalahan atau persoalan-persoalan,
maka penelitian dapat digolongkan pula dari sudut pandang ini. Berdasarkan
penggolongan dapat dipilih rencana penelitian yang sesuai. Ada 8 jenis penelitian itu,
yakni:
a. Penelitian Historis
Penelitian ditunjukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan
objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu. Data yang dikumpulkan

7
pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan dengan
metode ini pasti rendah. Data yang dikumpulkan biasanya berupa hasil pengamatan
orang, seperti surat-surat, arsip dan dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti
ini bila ditunjukan kepada kehidupan pribadi seseorang maka penelitian disebut
penelitian biografi. Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain.
2) Data yang baik adalah data yang otentik, tepat dan dari sumber-sumber penting.
3) Penelitian dilakukan dengan tertib, sistematis, objektif dan tuntas.
4) Data yang dikumpulkan dari sumber primer, yaitu langsung melakukan observasi
atas peristiwa-peristiwa yang dilaporkan.
5) Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal.
b. Penelitian Deskripsi
Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat serta
fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang.
2) Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan
dan dianalisis.
c. Penelitian Perkembangan
Penelitian ini menyelidiki pola dan proses pertumbuhan dan perubahan sesuai
dengan fungsi waktu. Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan tertentu dan perkembangannya
selama jangka waktu tertentu.
2) Penelitian ini biasanya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal.
d. Penelitian Kasus atau Penelitian Lapangan
Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan
terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.
Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan (unit) secara mendalam, sehingga
hasilnya merupakan suatu gambaran lengkap atas kasus pada unit itu.
2) Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga
terbatas, dari ubahan-ubahan yang lebih besar jumlahnya, yang berpusat pada
aspek yang menjadi kasus.
e. Penelitian Korelasional
Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih.
Misalnya, apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi
anak mereka. Kekhususan penelitian ini adalah:

8
1) Gejala-gejala yang diteliti pelik, tidak dapat dikontrol sehingga tidak dapat
dieksperimenkan.
2) Ubahan-ubahan yang akan diukur ada hubungannya serentak muncul dalam
kenyataan.
3) Korelasi yang akan diukur adalah tingkat tinggi rendahnya hubungan bukan ada
tidaknya hubungan.
f. Penelitian Hubungan Sebab-Akibat
Penelitian untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu
yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. Misalnya: sikap santun siswa
dalam kegiatan belajar, mungkin dikarenakan banyaknya lulusan tertentu yang tidak
mendapakkan lapangan kerja. Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Penelitian bersifat ex post fakto.
2) Suatu gejala yang diamati diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor
pada masa lampau.
g. Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-
kelompok eksperimen. Kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan
tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol. Kekhususan penelitian ini
adalah
1) Di dalam eksperimen terdapat kelompok yang dikenal perlakuan eksperimental
dan kelompok yang dikenal perlakuan pembanding.
2) Menggunkan sedikitnya dua kelompok eksperimen.
3) Harus memperhatikan benar-benar perbedaan pengaruh yang diakibatkan oleh
perlakuan eksperimental dengan perlakuan pembanding.
4) Menggunakan agar pengaruh perlakuan eksperimen maksimal dan pengaruh
ubahan penyangga menjadi minimal.
h. Penelitian Tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk
mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau bidang praktis lain. Misalnya:
penelitian keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa yang putus sekolah di suatu
daerah. Kekhususan penelitian ini adalah:
1) Disiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dangan dunia kerja.
2) Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku.
3) Bersifat fleksibel.

9
i. Menurut Tempat Penelitian
Hasan (2004;5) menyatakan bahwa berdasarkan tempat penelitian, penelitian
dibedakan atas tiga yaitu sebagai berikut:
1) Penelitian lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang langsung dilakukan di lapangan
atau pada responden.
2) Penelitian kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan
menggunakan leteratur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun
laporan hasil penelitian dari peneliti terdahulu.
3) Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilaksanakan pada tempat
tertentu (laboratorium) dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan
j. Menurut Keilmiahannya
Hasan (2004;5-6) menyatakan bahwa berdasarkan keilmiahannya, penelitian
dibedakan atas dua yaitu sebagai berikut:
1) Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya
menggunakan kaidah-kaidah ilmiah, artinya pokok pikiran yang dikemukakan
disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan mempergunakan
pembuktian yang meyakinkan (ilmiah).
Penelitian ilmiah didasarkan atas logika, terorganisasi, dan teliti dalam
identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan
yang valid. Kadar (tinggi-rendahnya) mutu ilmiah suatu penelitian ilmiah dapat
diukur dengan dua kriteria, yaitu:
a) Kemampuannya untuk memberikan pengertian tentang masalah yang diteliti
sehingga jelas.
b) Kemampuannya untuk meramalkan, artinya sampai di mana kesimpulan yang
sama dapat dicapai, apabila data yang sama ditemukan di tempat waktu lain.
Ciri-ciri penelitian ilmiah, adalah sebagai berikut:
a) Purposiveness, memiliki fokus tujuan yang jelas.
b) Rigor, teliti dan memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik.
c) Testability, prosedur pengujian hipotesis jelas.
d) Replicability, pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau kasus
sejenis lainnya.

10
e) Objectivity, berdasarkan atas fakta dari data actual, bukan penilaian yang
subjektif dan emosional.
f) Generalizability, semakin luas ruang lingkup penggunaan hasil penelitian
semakin berguna.
g) Precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi
dapat dilihat.
h) Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode
penelitiannya.
2) Penelitian Nonilmiah
Penelitian nonilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya tidak
menggunakan metode atau kaidah-kaidah yang ilmiah.
k. Menurut (Ilmu) Garapannya
Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah: penelitian pendidikan (lebih
lanjut lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesenian),
ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan
sebagainya.

B. Langkah-Langkah Penelitian
Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga
menerapkan prinsip metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama
melakukan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus
berangkat dari adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan
penelitian ilmiah perlu dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah
penting dilakukan agar rumusan masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal
bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut memang dibutuhkan pemecahan masalah
melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan bersesuaian sebagaimana latar
belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Identifikasi
masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sementara
rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya (berbentuk pertanyaan).
2. Melakukan Studi Pendahuluan
Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti
dapat melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan
penyusun landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun
pembahasan hasil penelitian nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila

11
didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian
dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan. Oleh karenanya, perlu dilakukan
usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi pendahuluan yang dilakukan
peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat penelitian lebih fokus
pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data apa yang
nantinya akan dibutuhkan.
3. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih
penelitian kuantitatif. Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang
dilakukan peneliti akan lebih fokus terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan
rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak perlu lagi direpotkan dengan data-data yang
seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang diambilnya melalui instrumen
penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan hipotesis. Data-data ini
sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar.
Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika
seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya.
4. Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak
akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu
ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas
dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka
peneliti perlu membuat definisi operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau
tujuan penelitian. Definisi operasional variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan
sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak sama dengan definisi konseptual yang
didasarkan pada teori tertentu.
5. Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian
Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan
penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna
sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang
bersangkutan. Rancangan penelitian harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang
lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran
penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti.
6. Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian
Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian
merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang
dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai

12
dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis
instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu
sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan
pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat
dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah
penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data
cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.
7. Menentukan Subjek Penelitian
Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data
disebut subjek penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan
sampel penelitian. Apabila penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel
penelitian dalam sebuah populasi penelitian, maka peneliti harus berhati-hati dalam
menentukannya. Hal ini dikarenakan, penelitian yang menggunakan sampel sebagai
subjek penelitian akan menyimpulkan hasil penelitian yang berlaku umum terhadap
seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya merupakan sampel yang jumlah
jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel penelitian yang salah
akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah pula.Sampel yang dipilih
harus merepsentasikan populasi penelitian.
8. Melaksanakan Penelitian
Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain
atau rancangan penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan
secara cermat dan hati-hati karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan,
keabsahan dan kebenaran data penelitian tentu saja akan menentukan kualitas
penelitian yang dilakukan.Seringkali peneliti saat berada di lapangan dalam
melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas semuanya
tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang telah
dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian
yang telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek
penelitian, data dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data
tidak langsung. Data langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti
dari sumber data (subjek penelitian), sementara data tidak langsung adalah data yang
diperoleh peneliti tanpa berhubungan secara langsung dengan subjek penelitian yaitu
melalui penggunaan media tertentu misalnya wawancara menggunakan telepon, dan
sebagainya.

13
9. Melakukan Analisis Data
Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya
tidak akan mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang
dapat digunakan untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri.
Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat
kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan
bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu
digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data.
10. Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan
adalah kegiatan menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan
hasil analisis data yang telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti
peneliti melakukan interpretasi dan diskusi hasil penelitian.Hasil penelitian dan
pemabahasannya merupakan inti dari sebuah penelitian ilmiah.Pada penelitian ilmiah
dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan
diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila hasil penelitian
mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa
demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi
sandaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan.
11. Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi
Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan
hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan
langkah terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali
telah dibakukan berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu
melakukannya. Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya
dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh
masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat dipergunakan bila diperlukan.

C. Ruang Lingkup Penelitian Keperawatan


Lingkup masalah penelitian keperawatan dibagi menjadi 6 (enam) lingkup masalah
penelitian, yaitu:
1. Ilmu Keperawatan Dasar Dan Manajemen Keperawatan
a. Pengembangan konsep & teori keperawatan
Berfokus pada kajian teori yang telah ada guna menyakinkan masyarakat bahwa
ilmu keperawatan berbeda dengan ilmu profesi kesehatan lain serta kesesuain ilmu
tersebut dalam bidang keperawatan, terdiri dari:

14
1) Teori adaptasi ---- dari Calista Roy
2) Self care defisit ---- Orem
3) Kesehatan lingk. ----- Florence Nightingale
4) Konsep model praktik keperawatan --- Betty Neuman
b. Masalah kebutuhan dasar manusia
Kajian tentang penyebab dan upaya penuhi kebututuhan dasar,
meliputi:
1) Masalah oksigenasi
2) Masalah nutrisi
3) Masalah cairan dan elektrolit
4) Masalah eliminasi
c. Pendidikan keperawatan
1) Penerapan dan pengembangan kurikulum
2) Mahasiswa dan staf pengajar
3) Metode pembelajaran
4) Sistem evaluasi
d. Manajemen keperawatan
1) Peran dan kinerja perawat
2) Sistem pengelolaan keperawatan
3) Peran dan kinerja komite keperawatan
e. Peran dan fungsi organisasi profesi (PPNI)
1) Peran organisasi dalam sistem praktik keperawatan (Registrasi, lisensi, legalisasi)
2) Peran organisasi dalam penetapan standar praktik keperawatan
3) Peran organisasi pada pengembangan sistem pendidikan tinggi keperawatan
2. Ilmu Keperawatan Anak
Lingkup masalah penelitian keperawatan anak didasarkan pada filosofi
keperawatan anak (Biopsikososial) anak akibat hospitalisasi dan peran serta keluarga
dalam keperawatan anak, meliputi :
a. Dampak hospitalisasi
b. Masalah tumbang anak
c. Masalah imunisasi anak
d. Masalah askep anak dengan gangguan sistem tubuh
3. Ilmu Keperawatan Maternitas
Lingkup penelitian ini difokuskan pada wanita PUS, prenatal, natal dan post natal
dan gangguan reproduksi, meliputi :
a. Masalah Bumil

15
b. Masalah ibu intra partum (kala I IV) dan askep BBLR pengkajian evaluasi)
c. Masalah ibu pasca persalinan (Vulva hygiene, perawatan buah dada, senam nifas, cara
menyusui)
d. Masalah ibu dengan gangguan reproduksi (deteksi dini gangguan reproduksi,
kecemasan klien Ca servic)
4. Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Dan Gawat Darurat
Pada lingkup KMB fokus penelitian pada askep klien dengan gangguan sistem
tubuh orang dewasa dengan pendekatan proses keperawatan.
a. Lingkup ilmu Keperawatan Medikal Bedah
1) Sistem kekebalan tubuh
a) Pengaruh olah raga teratur terhadap peningkatan daya tahan tubuh
b) Pengaruh vitamin A terhadap produksi leukosit
c) Hubungan kecemasan dengan fungsi imunitas
2) Sistem Respirasi dan oksigenasi
a) Perbedaan efektivitas penggunaan O2 masker dan selang (kateter)
b) Intervensi keperawatan yang paling efektif untuk penanganan klien dengan
penimbunan sekret yang kental pada saluran nafas
3) Sistem Kardiovaskuler
a) Pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan kesehatan pasien jantung
koroner
b) Metode pemberian O2 yang paling efektif untuk meningkatkan /
mempertahankan PaCO2
c) Pengaruh terapy relaksasi terhadap penurunan nyeri klien anggina pectoris
4) Sistem persarafan
a) Efektifitas metode distraksi dalam mengatasi nyeri akut pasien post op
b) Efektifitas perendaman dengan air hangat dalam mengatsasi nyeri dislokasi
c) Metode paling efektif untuk deteksi dini penurunan kesadaran
5) Sistem perkemihan
a) Hubungan pendidikan dengan ketaatan diet klien dengan batu ginjal
b) Pengaruh frekwensi hubungan seksual terhadap kejadian BPH
c) Pengaruh BPH terhadap pembentukan batu saluran kemih
6) Saluran pencernaan
a) Hubungan ketaatan diet tergadap kajadian peptic ulcer pada klein gastritis
b) Metode paling efktif dalam mengurangi rasa nyeri pada pemasangan NGT
c) Pengaruh frekwensi/jumlah merokok terhadap kejadian gastritis

16
7) Sistem Endokrin
a) Kepatuhan klien DM terhadap diet
b) Metode paling efektif dalam mengatasi hipoglikemi
c) Ketaatan klien DM dalam kontrol gula darah
b. Lingkup Ilmu Keperawatan Gawat Darurat
1) Kegawatan Pernafasan
a) Metode deteksi dini gawat nafas pada klien KLL
b) Peran perawat dlm mengatasi gawat nafas di IRD
c) Pengembangan tehnis fisio terapi dada
2) Kegawatan Kardiovaskuler
a) Peran perawat dalam penangan kegawatan kardiovaskuer (penggunaan DC
sock)
3) Kegawatan Psikiatri
a) Metode efektif pengikatan (Restrain) klien amuk
b) Peran perawat dlm penanganan klien amuk, depresi dan percobaan bunuh
diri
5. Ilmu Keperawatan Jiwa
a. Lingkup penerapan proses keperawatan
1) Pengaruh terapi modalitas terhadap perkembangan klien depresi
2) Pengembangan tehnik komunikasi terapiutik
3) Pengembangan terapi modalitas
b. Terapi aktivitas kelompok
1) Metode efektif terapi aktivitas utk klien depresi
c. Terapi lingkungan / manipulasi lingkungan
1) Efektivitas kunjungan rumah terhadap pencegahan kekambuhan klien jiwa
2) Hubungan kekambuhan klien dengan penerimaan lingk sekitar
6. Ilmu Keperawatan Komunitas, Keluarga Dan Gerontik
a. Lingkup Komunitas
1) Peran serta asyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
2) Persepsi Bumil terhadap pelaksanaan pemeriksaan antenatal
3) Kepatuhan penderita TBC dalam pelaksanaan terapi (DOTS)
b. Lingkup keluarga
1) Efektivitas komunikasi terapiutik dalam pendekatan keluarga
2) Peran keluarga terhadap pengobatan Tb paru
3) Persepsi Kepala Keluarga terhadap program keluarga berencana

17
c. Lingkup Gerontik
1) Metode efektif dalam pendekatan lansia
2) Peran perawat dlm pemenuhan kebutuhan nutrisi lansia
3) Pengaruh terapi kerja terhadap penurunan stres lansia

18
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan dua kegiatan yang
terpadu erat. Maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu
pula. Terdapat berbagai jenis penelitian dalam ilmu pendidikan, dan berikut jenis-jenis
penelitian pendidikan yang ada.
Ilmu pengetahuan adalah sekumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis
dan runtut melalui metode ilmiah. Metode ilmiah atau metode penelitian adalah prosedur
atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan. Langkah-langkah
sistematis tersebut meliputi:
1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah
2. melakukan studi pendahuluan
3. merumuskan hipotesis
4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
5. menentukan rancangan dan desain penelitian
6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
7. menentukan subjek penelitian
8. melaksanakan penelitian
9. melakukan analisis data
10. merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
11. menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.

Lingkup masalah penelitian keperawatan dibagi menjadi 6 (enam) lingkup masalah


penelitian, yaitu:
1. Ilmu Keperawatan Dasar Dan Manajemen Keperawatan
2. Ilmu Keperawatan Anak
3. Ilmu Keperawatan Maternitas
4. Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Dan Gawat Darurat
5. Ilmu Keperawatan Jiwa
6. Ilmu Keperawatan Komunitas, Keluarga Dan Gerontik
B. Saran
Perawat sebagai profesi profesional diharapkan selain mengembangkan ilmu di
lapangan dan memberi pelayanan kepada klien juga harus mengembangkan pengetahuan
melalui penelitian-penelitian di bidang keperawatan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Saifuddin. 2011. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cresswell, J.W. 2003. Research Design Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches
second edition. SAGE Pubication International Educational And Profesional Publisher.
California.

Furchan, arief. 2011. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono, Prof. Dr. 2011. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan
R&D. Bandung: ALFABETA.

Suryana, Asep. 2007. Tahap-Tahapan Penelitian Kualitatif. Diktat Kuliah Pada Jurusan
Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

20
SOAL

1. Sebutkan jenis-jenis penelitian?


Jawab: Menurut Penggunaannya, Menurut Metodenya, Menurut jenis data dan analisisnya,
Menurut tingkat ekplanasi (penjelasannya), Menurut Tingkat Kedalaman Analisis Data
Penelitian, Menurut Sifat Permasalahannya

2. Sebutkan dan jelaskan jenis penelitian menurut penggunaannya yang di golongkan menjadi
2 yaitu?
Jawab:
1. Penelitian Dasar atau Penelitian Murni
LIPI memberi definisi penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa
suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian tidak segera dipakai,
namun untuk waktu jangka panjang akan segera dipakai.
2. Penelitian Terapan
Batasan yang diberikan LIPI bahwa setiap penelitian terapan adalah setiap penelitian
yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis.
Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis.

3. Jelaskan apa itu penelitian Ex Post Facto?


Jawab: Penelitian Ex Post Facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa
yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang guna mengetahui faktor-faktor
penyebab timbulnya kejadian. Penelitian ini menggunakan logika jika x maka y. Namun
demikian dalam penelitian tidak dilakukan manipulasi variabel.

4. Jelaskan dan sebutkan penelitian Menurut jenis data dan analisisnya?


Jawab:
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kualitatif sehingga
analisisnya juga analisis kualitatif (deskriptif). Data kualitatif adalah data dalam bentuk
kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif dengan
jalan diskoring.
2. Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya merupakan data kuantitatif
sehingga analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif (inferensi). Data kuantitatif

21
adalah dalam bentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan. Data kuantitatif
dibedakan menjadi data diskrit atau nominal dan data kontinum. Data nominal adalah
data dalam bentuk kategori atau diskrit.
3. Penelitian Gabungan Kualitatif dan Kuantitatif
Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian yang datanya terdiri dari
data kualitatif dan data kuantitatif sehingga analisis datanya pun menggunakan analisis
data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

5. Sebutkan langkah-langkah dalam penelitian?


Jawab: mengidentifikasi dan merumuskan masalah, melakukan studi pendahuluan,
merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variable,
menentukan rancangan dan desain penelitian, menentukan dan mengembangkan instrumen
penelitian, menentukan subjek penelitian, melaksanakan penelitian, melakukan analisis
data, merumuskan hasil penelitian dan pembahasan, menyusun laporan penelitian dan
melakukan desiminasi.

6. Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari
adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah hal
yang perlu dilakukan yaitu?
Jawab: Identifikasi masalah

7. Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil
penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah
terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Jelaskan maksud dan pentingnya desiminasi?
Jawab: Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam
jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh
masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat dipergunakan bila diperlukan.

8. Sebutkan Ruang Lingkup masalah penelitian keperawatan yang dibagi menjadi 6 (enam)
lingkup masalah penelitian, yaitu?
Jawab: Ilmu Keperawatan Dasar Dan Manajemen Keperawatan, Ilmu Keperawatan Anak,
Ilmu Keperawatan Maternitas, Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Dan Gawat Darurat, Ilmu
Keperawatan Jiwa, Ilmu Keperawatan Komunitas, Keluarga Dan Gerontik

22
9. Pengembangan konsep & teori keperawatan berfokus pada kajian teori yang telah ada guna
menyakinkan masyarakat bahwa ilmu keperawatan berbeda dengan ilmu profesi kesehatan
lain serta kesesuain ilmu tersebut dalam bidang keperawatan, terdiri dari?
Jawab: Teori adaptasi dari Calista Roy, Self care defisit dari Orem, Kesehatan lingkungan
dari Florence Nightingale, dan Konsep model praktik keperawatan dari Betty Neuman

10. Pada lingkup KMB fokus penelitian pada askep klien dengan gangguan sistem tubuh orang
dewasa dengan pendekatan proses keperawatan. Sebutkan lingkup Ilmu KMB tersebut dan
berikan satu contoh masalah dalam lingkup KMB?
Jawab:
1. Sistem kekebalan tubuh (Pengaruh olah raga teratur terhadap peningkatan daya tahan
tubuh)
2. Sistem Respirasi dan oksigenasi (Perbedaan efektivitas penggunaan O2 masker dan
selang (kateter))
3. Sistem Kardiovaskuler (Pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan kesehatan pasien
jantung koroner )
4. Sistem persarafan (Efektifitas metode distraksi dalam mengatasi nyeri akut pasien post
op)
5. Sistem perkemihan (Hubungan pendidikan dengan ketaatan diet klien dengan batu
ginjal
6. Saluran pencernaan (Hubungan ketaatan diet tergadap kajadian peptic ulcer pada klein
gastritis)
7. Sistem Endokrin (Kepatuhan klien DM terhadap diet)

23