Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK


SESI V : MENGONTROL HALUSINASI DENGAN PATUH MINUM OBAT

Oleh :
ROSNA
1816000092

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
JAKARTA
2017
PROPOSAL
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK
SESI V : MENGONTROL HALUSINASI DENGAN PATUH MINUM OBAT

A. TOPIK :
Mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat memahami pentingnya patuh minum obat
b. Klien dapat memahami akibat tidak patuh minum obat
c. Klien dapat menyebutkan lima benar minum obat

C. LANDASAN TEORI
Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan perawat
kepada sekelompok pasien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama.
Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target
asuhan. Didalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung,
saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat pasien berlatih perilaku
baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptif. (Budiana
Keliat, 2004).
Setiap peserta membutuhkan terapi aktivitas kelompok, dimana aktivitas ini
memungkinkan peserta agar berorientasi dengan orang lain dan mengenal
lingkungan disekitar mereka. Dimana pengertian kelompok itu sendiri adalah
kumpulan individu yang lain, saling tergantung dan memiliki norma yang sama.
(Stuart dan Laraia, 2011).
Manfaat terapi aktivitas kelompok adalah agar klien dapat kembali belajar
bagaimana cara bersosialisasi karena kelompok ini berfungsi sebagai tempat
berbagi pengalaman dan membantu satu sama lain untuk menemukan cara
menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya.
Gangguan sensorik persepsi: halusinasi adalah gangguan penerimaan panca
indera tanpa adanya sumber rangsang eksternal (Keliat, 2006). Halusinasi adalah
perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang diterima disertai dengan
penurunan berlebihan distorsi atau kerusakan respon beberapa stimulus.
(Nanda,2006).
Berdasarkan hasil jumlah pasien yang dirawat di PANTI SOSIAL BINA
LARAS HARAPAN SENTOSA 2 pada bulan oktober 500 orang, kasus
terbanyak adalah Halusinasi.
Berdasarkan data yang ada di ruang Nusa indah , halusinasi merupakan
urutan pertama oleh karena itu perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang
halusinasi, jika tidak dilakukan TAK akan terjadi resiko perilaku kekerasan. Oleh
karena itu, maka kami menganggap dengan Terapi Aktifitas kelompok (TAK)
pasien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal mengenal dan
mengontrol halusinasi yang mereka alami. Pasien yang mengikuti terapi ini adalah
pasien yang sudah kooperatif sehingga pada saat TAK pasien dapat bekerjasama
dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.

D. KLIEN
1. Kriteria Klien
Klien yang mempunyai indikasi TAK adalah klien dengan gangguan
halusinasi :
a. Klien dengan halusinasi yang tidak menunjukkan perilaku halusinasi
b. Klien dengan kondisi fisik yang sehat
c. Klien yang sudah melalui TAK Halusinasi Sesi IV

2. Proses Seleksi
a. Hasil observasi sehari hari
b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria
c. Membuat kontrak dengan klien yang setuju mengikuti kegiatan
meliputi, menjelaskan tujuan therapi kelompok pada klien dan aturan
main dalam kelompok.
d. Jumlah klien : orang
E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari/ tanggal : Jumat 3 November 2017
b. Waktu : 10.00 10.30 WIB
c. Alokasi waktu :
1) Perkenalan 5 menit
2) Perkenalan perawat 5 menit
3) Penjelasan tujuan dan tata tertib TAK 5 menit
4) Fase kerja 10 menit
5) Terminasi 5 menit
d. Tempat : Ruang AULA
2. SETTING TEMPAT DAN TERAPIS
a. Setting

L Co

K K
F O Keterangan :
F
K K L : Leader
K K Co : Co Leder
F : Fasilitator
O : Observer
K : Klien
b. Tim Terapis dan uraian tugas
Leader (ROSNA)
Tugas :
a) Memimpin jalannya aktifitas kelompok
b) Memperkenalkan diri dan anggota terapi aktivitas kelompok
c) Menjelaskan tujuan terapi aktifitas kelompok
d) Mengatur / menjelaskan aturan jalannya acara
e) Memberikan reinforcement positif
f) Dapat mengambil keputusan secara tepat
g) Menyimpulkan hasil diskusi pada kelompok tersebut

Co Leader (Merika)
Tugas :
a) Membantu tugas leader
b) Mengoreksi apabila terjadi kesalahan
c) Membantu leader bila kegiatan menyimpang
d) Membacakan tata tertib kelompok
e) Mengingatkan leader untuk lamanya waktu kegiatan

Fasilitator (Wahyu dan Neneng)


Tugas :
a) Membantu meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan
oleh klien sebagai peserta
b) Mendampingi peserta TAK
c) Memotifasi klien untuk aktif dalam TAK

Observer (Hendra)
Tugas :
a) Mengobservasi jalannya TAK dari awal sampai akhir
b) Mencatat aktifitas semua kegiatan dalam TAK
c) Mengobservasi perilaku klien
d) Mengamati dan mencatat anggota yang hadir, siapa yang terlambat
daftar hadir, siapa yang memberi pendapat atau ide dan topik
diskusi

3. Metode dan Media


a. Metode yang digunakan
a) Dinamika kelompok
b) Diskusi dan tanya jawab

b. Media
a) Spidol dan Whiteboard/Papan tulis atau sejenisnya
b) Beberapa contoh obat

F. LANGKAH LANGKAH KEGIATAN


a. Persiapan
1) Memilih klien sesuai indikasi, yaitu klien dengan perubahan
persepsi sensori halusinasi
2) Membuat kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi IV
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a. Salam dari terapis kepada klien
b. Klien dan terapis memakai name tag
2) Evaluasi / Validasi
a. Menanyakan perasaan klien saat ini
b. Menanyakan pengalaman klien mengontrol halusinasi setelah
menggunakan tiga cara yang telah dipelajari (Menghardik,
bercakap-cakap, dan menyibukkan diri dengan kegiatan
terarah)
3) Kontrak
a. Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu dengan mengontrol
halusinasi dengan patuh minum obat.
b. Menjelaskan aturan main, yaitu :
- Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus
minta ijin pada terapis
- Lama kegiatan 45 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
4) Tahap Kerja
a. Terapis menjelaskan keuntungan patuh minum obat, yaitu
mencegah kambuh, karena obat memberi perasaan tenang.
b. Terapis menjelaskan kerugian bila tidak patuh minum obat,
c. Terapis meminta tiap klien menyampaikan obat yang di minum
dan waktu minumnya (Buat daftar di whiteboard)
d. Menjelaskan lima benar minum obat : benar orang, obat,
waktu,dosis, dan cara pemberian.
e. Meminta klien untuk menyebutkan lima benar minum obat
f. Memberikan pujian pada klien yang benar
g. Diskusikan perasaan klien sebelum minum obat (tulis di
whiteboard)
h. Diskusikan perasaan klien setekah teratur minum obat
i. Menjelaskan akibat/kerugian tidak minum obat, yaitu halusinasi
kambuh
j. Minta klien menyebutkan kembali keuntungan dan kerugian
minum atau tidak minum obat.
k. Memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan
bila ada klien menjawab benar.

5) Tahap Terminasi
a. Evaluasi
Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang
sudah di latih
Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut
Menganjurkan klien untuk menggunakan tiga cara
mengontrol halusinasi, yaitu menghardik, melakukan
kegiatan harian dan bercakap-cakap dan minum obat.
Memasukkan kegiatan menghardik dalam jadwal kegiatan
harian klien.
c. Kontrak yang akan datang
Membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK yang
berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol resiko perilaku
kekerasan dengan patuh minum obat.
Membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya
G. PROSES PELAKSANAAN
1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
Selamat pagi semuanya, Perkenalkan nama saya, Zr.Rosna , saya
mahasiswa dari STIKIM, yang akan memimpin jalannya TAK saat ini.
Saya ditemani oleh teman-teman perawat saya. Ada suster Meri, suster
Wahyu, suster Natali, Suster Irene, suster Neneng, bruder Hendra,
bruder Rahmat dan bruder Andi, sesuai janji kita yang kemarin pagi ini
kita akan melakukan TAK dan saya disini sebagai leader yang memimpin
TAK kita hari ini.
b. Evaluasi/validasi
Apa kabar semuanya pagi ini?, Apa yang dirasakan? Sudah makan
semua

c. Kontrak
Sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita akan melakukan TAK
melanjutkan dari sesi TAK IV yang telah bapak-bapak ikuti kemarin
waktunya kurang lebih 30 menit dengan topik mengontrol halusinasi
dengan cara patuh minum obat. Tujuannya untuk mencegah suara-
suara itu muncul kembali.
Sebelum kita mulai TAK kita buat kesepakatan terlebih dahulu yah,
yang pertama jika bapak-bapak ingin meninggalkan kelompok
contohnya ingin pergi kekamar mandi maka harus minta izin kepada
semua perawat yang ada disini, dan bapak-bapak harus mengikuti
kegiatan dengan bersemangat, setuju???
2. Fase Kerja
Baiklah, pak. Apa keuntungan kalau bapak-bapak minum obat secara
teratur? Nah, disini suster akan menjelaskan bahwa kentungan dari mium obat
secara teratur yaitu mencegah supaya suara-suara yang bapak-bapak dengar
tidak muncul lagi. Kalau kerugian tidak patuh minum obat, yaitu bisa kambuh
lagi, seperti bapak-bapak bisa mendengar suara itu lagi.
nah, sekarang bapak-bapak sekalian. Ada yang bisa menyampaikan
jumlah obat yang diminum dan waktu meminumnya?.....Bagus sekali pak.
Nah, saya akan menjelaskan prinsip pemberian obat yang diberikan
kepada bapak-bapak, yaitu ada 6 benar. Benar orang, benar obat, benar dosis,
benar waktu, benar cara pemberian dan benar dokumentasi. Sekarang suster,
coba bapak-bapak menyebutkan kembali prinsip 6 benar dalam pemberian obat,
yang tadi sudah disebutkan.(Berikan pujian atau tepuk tangan setiap kien
berhasil dan mampu menyebutkannya, dilakukan secara bergiliran oleh
klien)....Bagus,sekali pak. Bapak-bapak sudah mengerti.
sekarang, saya mau tanya gimana perasaan bapak-bapak sebelum minum
obat? (catat di whiteboard). Kalau sekarang perasaan bapak-bapak gimana
setelah minum obat teratur? (minta klien mengungkapkan perasaan mereka
secara bergiliran).
Iya. Jadi bapak-bapak keuntungan kalau bapak-bapak mium obat secara
teratur yaitu mencegah supaya suara-suara yang bapak-bapak dengar tidak
muncul lagi. Kalau kerugian tidak patuh minum obat, yaitu kejadian halusinasi
bisa kambuh lagi, bapak-bapak bisa mendengar suara itu lagi.
Nah,coba bapak-bapak sebutka lagi apa keuntungan minum obat teratur
dan kerugian kalau kita tidak minum obat secara teratur?(minta klien secara
bergiliran untuk menyebutkan dan tulis di papan whiteboard dan berikan pujian
setiap klien menyebutkan dengan benar).

2. Tahap terminasi
a. Evaluasi Respon Klien
1. Evaluasi Subjektif
Bapak- bapak kegiatan kita siang ini sudah selesai, bagaimana perasaan
bapak-bapak semua setelah mengikuti TAK hari ini ? Jadi sudah berapa cara
yang bapak-bapak miliki untuk mengontrol halusinasi?......Iya, bagus sekali.
Sudah 5 ya pak.

2. Evaluasi Objektif
Tadi kita sudah belajar tentang mengontrol halusinasi dengan cara patuh
minum obat. Bisa ada yang menyebutkan lagi keuntungan minum obat secara
teratur dan kerugian tidak minum obat secara teratur....Iya, bagus sekali pak.
Bapak-bapak sangat semangat sekali untuk mengikuti jalannya TAK bagus
sekali ya bapak-bapak.

b. Tindak lanjut
Bapak-bapak, suster harap jika mendengar suara-suara atau bisikan-
bisikan, bapak-bapak bisa mengontrolnya dengan lima cara yang sudah
bapak-bapak miliki yaitu menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain,
melakukan kegiatan harian, berdoa dan minum obat secara teratur.

c. Kontrak yang akan datang


Baiklah, Bapak-bapak setelah TAK sesi ini akan dilanjutkan dengan
kegiatan TAK yang lain dengan topik yang berbeda. Selanjutnya kita di
pandu oleh suster Natali.

H. EVALUASI
Kriteria evaluasi
1. Struktur
a. Struktur : meliputi rencana TAK, Proposal TAK, Konsul Proposal
TAK, ijin kepala ruangan , mempersiapkan tempat
2. Proses
a. Meliputi proses kegiatan dari awal sampai akhir
b. Peserta dapat mengutarakan tentang keuntungan dan kerugian, minum
atau tidak minum obat.
c. Peserta dapat menyebutkan lima benar
d. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti TAK.
e. Kegiatan dilakukan dengan tepat waktu
f. Leader dan co leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif
melakukan kegiatan TAK
g. Fasilitator dapat melakukan perannya dengan baik
h. Observer dapat melakukan perannya dengan baik
3. Hasil
Klien mampu atau berhasil jika penilaian mencapai 3 4 dan dikatakan
klien belum mampu jika penilaian < 2
I.
J. PENUTUP
Demikian proposal terapi aktivitas kelompok (TAK) ini kami buat, atas
perhatian dan dukungan serta partisipasinya dalam kegiatan ini kami ucapakan
terima kasih.

Lembar Evaluasi Kemampuan Pasien


Sesi 5
Stimulasi persepsi : Halusinasi
Kemampuan Patuh minum obat untuk mencegah halusinasi
Menyebutkan 6 Menyebutkan Menyebutkan Jumlah
No Nama Klien benar cara minum keuntungan minum akibat tidak patuh Nilai
obat obat minum obat
1
2
3
4
5
6
7
Ju
ml
ah
Nil
ai

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan mencegah halusinasi dengan memberi
tanda jika klien mampu dan berikan tanda X jika klien tidak mampu untuk :
Menyebutkan cara yang selama ini digunakan mengatasi halusinasi, menyebutkan
efektifitas cara, menyebutkan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik,
memperagakan menghardik halusinasi.
3. Beri nilai 1= kurang 2= cukup 3= baik 4= sangat baik
4. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan
setiap klien. Contoh : klien mengikuti TAK stimulasi persepsi halusinasi : pasien mampu
menjelaskan 6 benar minum obat, manfaat dan akibat bila tidak patuh minum
obat.Anjurkan klien minum obat dengan cara yang benar.
DAFTAR PUSTAKA

Fitria, Nita. 2010. Prinsip Dasar Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Keliat, Budi Anna.2015. Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta :
EGC
Kusumawati, Frida. 2011. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba
Medika