Anda di halaman 1dari 17

Segala puji untuk Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita sekali

lagi untuk menikmati ibadah shalat Idul Adha setelah kita berpuasa Arafah hari
kemarin. Kenikmatan ibadah amat dirasakan oleh sekitar 3-4 juta umat Islam dari
seluruh dunia yang tengah menyelesaikan tahap akhir ibadah haji di tanah suci. Kita
doakan semoga jamaah haji kita meraih mabrur, sehat dan bisa kembali ke
Tanah air masing-masing dengan warna keislaman yang menyeluruh dan memiliki
semangat perjuangan menegakkan ajaran Islam setelah berada di tempat bersejarah
dari tumbuh dan berkembangnya Islam.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW
beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.
Takbir, tahlil dan tahmid kembali menggema di seluruh muka bumi ini sekaligus
menyertai saudara-saudara kita yang datang menunaikan panggilan agung ke tanah
suci guna menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima. Bersamaan dengan
ibadah mereka di sana, di sini kitapun melaksanakan ibadah yang terkait dengan
ibadah mereka, di sini kita melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah haji yaitu
puasa hari Arafah yang bersamaan dengan wuquf di Arafah, pemotongan hewan
qurban setelah shalat idul Adha ini dan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid selama
hari tasyrik. Apa yang dilakukan itu maksudnya sama yaitu mendekatkan diri kepada
Allah SWT.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Dalam kehidupan ini, ada banyak sekali prinsip-prinsip hidup yang harus kita jalani
dan kita pegang teguh. Belajar dari kehidupan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya, pada
kesempatan ini paling tidak, ada empat prinsip hidup yang harus kita wujudkan dalam
kehidupan kita, baik secara pribadi, keluarga maupun masyarakat dan bangsa.
Pertama, berdoa. Salah satu yang amat penting untuk kita lakukan dalam hidup ini
adalah berdoa kepada Allah SWT. Doa bukan hanya menunjukkan kita merendahkan
diri kepada Allah, tapi memang kita merasa betul-betul memerlukan bantuan dan
pertolongan-Nya, karena Allah adalah segala-galanya, sedangkan kita amat
memerlukan dan tergantung kepada-Nya. Di antara doa Nabi Ibrahim AS adalah agar
negeri yang ditempati diri dan keluarganya dalam keadaan aman . Allah SWT
berfirman menceritakan doa Nabi Ibrahim as:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah),
negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah
berhala-berhala. (QS Ibrahim [14]:35).
Selain itu, Nabi Ibrahim juga berdoa agar selain aman, negeri ini juga diberikan rizki
yang cukup, doa yang dimaksud dikemukakan Allah SWT:

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai
negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kiamat. (QS Al-
Baqarah [2]:126)

Berdoa kepada Allah SWT adalah untuk kepentingan bersama, termasuk mereka
yang tidak beriman sekalipun, karenanya Allah SWT menegaskan kepada Nabi
Ibrahim as:

Allah berfirman: Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara,
kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat
kembali. (QS. Al-Baqarah [2]:126)
Dalam konteks kehidupan negara kita yang mengalami krisis, maka sudah
seharusnya kita berdoa untuk kebaikan negeri kita agar menjadi negeri yang aman
sentosa dan para pemimpin kita diberi petunjuk dan mau menerima petunjuk jalan
hidup yang benar agar bisa melaksanakan tugas kepemimpinan dengan benar.
Doa yang amat penting dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim adalah agar diri dan
keturunannya terhindar dari kemusyrikan, yakni menuhankan dan mengagungkan
selain Allah SWT. Menurut Sayyid Quthb dalam tafsirnya: Doa ini menampakkan
adanya kenikmatan lain dari nikmat-nikmat Allah. Yakni nikmat dikeluarkannya hati
dari berbagai kegelapan dan kejahiliyahan syirik kepada cahaya beriman, bertauhid
kepada Allah SWT. Karena itu, iman atau tauhid merupakan nikmat terbesar yang
Allah SWT berikan kepada kita semua sehingga iman merupakan sesuatu yang amat
prinsip dalam Islam, dengan iman yang kokoh kita memiliki kemerdekaan jiwa dalam
arti tidak terbelenggu oleh apapun dan siapapun juga kecuali kepada Allah SWT.
Iman juga membuat kita memiliki kekuatan jiwa sehingga ketiga hidup senang kita
tidak lupa diri dan ketika susah kita tidak putus asa, sesulit apapun keadaannya. Dan
dengan iman membuat kita memiliki ketenangan jiwa karena kita yakin bahwa pasti
ada jalan keluar dari problematika hidup.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Prinsip hidup Kedua adalah memiliki semangat berusaha sehingga mau berusaha
semaksimal mungkin. Hal ini karena sesulit apapun keadaan, peluang mendapatkan
sesuatu tetap terbuka lebar. Siti Hajar telah membuktikan kepada kita betapa ia
berusaha mencari rizki meski berada di daerah yang saat itu belum ada kehidupan,
inilah yang dalam ibadah haji dan umrah dilambangkan dengan sai yang artinya
usaha. Karena itu, ketika kita sudah berdoa, jangan sampai kita mengkhianati doa kita
sendiri. Berdoa minta ilmu tapi tidak mau belajar, berdoa minta anak shalih tapi tidak
mencontohkan keshalihan dan tidak mendidik mereka, berdoa minta sehat tapi
mengonsumsi sesuatu yang mendatangkan penyakit, berdoa minta rizki tapi tidak mau
berusaha meraih yang halal, begitulah seterusnya. Ini yang kita maksud dengan
mengkhianati doa sendiri.
Kadang ada orang salah paham, dia tidak mau berusaha karena katanya rizki kan di
tangan Tuhan. Kalimat itu tidak salah, yang banyak orang salah adalah
memahaminya; seolah-olah rizki itu akan kita dapat secara otomatis, mereka berkata:
sekalipun usaha, kalau bukan rizki kita tetap saja tidak dapat. Padahal Allah SWT
memang sudah menyediakan rizki buat kita, bahkan tidak ada makhluk di muka bumi
ini, kecuali sudah ada rizkinya. Karena sudah ada dan disediakan, maka kita tinggal
mengambilnya, bukan berpangku tangan. Kambing itu bisa menjadi rizki kita, tapi
kitapun harus berusaha dengan menyembelihnya secara benar, membersihkannya,
memasaknya untuk selanjutnya memakannya, baru jadi rizki kita. Apa yang sudah di
depan mata, kita masih harus berusaha agar menjadi rizki kita, apalagi rizki yang Allah
sediakan di laut, di gunung hingga di pulau lain dan di belahan bumi yang lain.
Siti Hajar telah mencontohkan kepada kita bahwa meskipun ia berbaik sangka kepada
Allah SWT Yang Maha Pemberi Rizki, tapi ia tetap berusaha untuk mencari rizki,
namun ketika mencari rizki, perhatian dan tanggung jawab utama kepada pendidikan
anak tetap dilaksanakan hingga Ismail menjadi anak yang shalih dan selalu
menunjukkan ketaatan yang luar biasa kepada Allah SWT dan orang tuanya.
Bangunan berupa pilar setengah lingkaran di dekat Kabah merupakan monumen
bersejarah yang disebut dengan hijr Ismail (pangkuan Ismail), di situlah dulu Ismail
diasuh oleh ibunya.
Karena itu, berjalan dalam rangka berusaha mencari rizki secara halal untuk bisa
menafkahi diri dan keluarga termasuk berada di jalan Allah SWT, Rasulullah SAW
bersabda:

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa
yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan
seorang mujahid di jalan Allah azza wa jalla (HR. Ahmad).
Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Prinsip hidup Ketiga yang harus kita wujudkan sebagaimana telah dimiliki oleh Nabi
Ibrahim AS dan keluarganya adalah memiliki hati yang bersih dan tajam. Seperti
halnya badan dan benda-benda, hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati
bukanlah dengan debu, hati menjadi kotor bila padanya ada sifat-sifat yang
menunjukkan kesukaannya kepada hal-hal yang bernilai dosa, padahal dosa
seharusnya dibenci. Oleh karena itu, bila dosa kita sukai apalagi sampai kita lakukan,
maka jalan terbaik adalah bertaubat sehingga ia menjadi bersih kembali, Rasulullah
SAW bersabda:

Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa (HR.
Thabrani).

Hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap dosa,
karena dosa adalah kekotoran yang sangat merusak jiwa. Karena itu, Nabi Ibrahim
AS sampai berdoa agar jangan sampai hatinya kotor, karena hal itu hanya akan
membuatnya menjadi terhina, apalagi pada hari kiamat:


. .

Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari
harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah
dengan hati yang bersih (QS Asy Syuaraa [26]:87-89).

Setelah hati bersih, maka hatipun menjadi tajam sehingga orang yang hatinya tajam
amat mudah membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang
diperintah dan mana yang dilarang. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi
Ismail cepat paham dan nyambung terhadap perintah Allah SWT untuk menyembelih
Ismail meskipun hanya dengan isyarat mimpi. Dalam kehidupan sekarang, banyak
orang yang hatinya tumpul karena sudah berkarat dengan dosa, sehingga jangankan
bahasa isyarat, bahasa yang terang, jelas dan tegas saja bahwa hal itu diperintah atau
dilarang tetap saja tidak paham atau tidak mau dipahami.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Id Yang Berbahagia.


Keempat yang merupakan prinsip hidup yang kita ambil dari Nabi Ibrahim AS dan
keluarganya adalah Tidak Menyombongkan diri atas kebaikan yang dilakukannya.
Dalam kehidupan manusia, banyak orang baik merasa paling baik, bahkan merasa
sebagai satu-satunya orang atau kelompok yang baik. Begitu pula ada orang yang
berusaha menjadi orang yang benar tapi merasa sebagai orang yang paling benar
atau satu-satunya yang benar. Ini merupakan kesombongan atas kebaikan dan
kebenaran yang dipegangnya. Sikap seperti ini merupakan sesuatu yang tidak baik
sekaligus menunjukkan bahwa dia orang yang tidak memahami sejarah. Karena itu,
Nabi Ismail AS menegaskan kepada ayahnya Nabi Ibrahim AS ketika diceritakan
mimpi ayahnya dengan mengatakan:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar. (QS Ash Shaffat [37]:102).

Apa yang dikemukakan Nabi Ismail AS menunjukkan ia seorang remaja dengan


kepribadian yang matang. Ia langsung menangkap perintah Allah SWT dari cerita
mimpi ayahnya, bahkan ia siap melaksanakannya dengan segala konsekuensinya.
Yang amat mengagumkan adalah ia mengatakan insya Allah engkau akan
mendapatiku termasuk orang yang sabar. Itu artinya ia memang siap menunjukkan
kesabaran, tapi ia tidak mengklaim sebagai anak yang paling sabar apalagi
mengklaim sebagai satu-satunya orang yang sabar, karena ia tahu bahwa dahulu
banyak orang yang sabar, bahkan mereka jauh lebih sabar dari dirinya. Ini berarti,
Ismail bukan hanya punya pemahaman sejarah bahwa dulu banyak orang yang sabar,
tapi juga begitu tawadhu atau rendah hati dengan mengatakan termasuk orang yang
sabar.
Karena itu, ibadah haji yang sedang dilaksanakan oleh kaum muslimin dari seluruh
dunia mengisyaratkan bahwa kita tidak pantas berlaku sombong, termasuk sombong
atas kebaikan yang kita lakukan, ini diisyaratkan dengan pakaian ihram yang
dikenakan, kain yang sama ketika dikenakan saat membungkus tubuh kita menjelang
dikuburkan.

Demikian khutbah Idul Adha kita pada hari ini, semoga menjadi poin-poin penting
dalam upaya memperbaiki kualitas hidup kita masing-masing, baik sebagai pribadi,
anggota keluarga maupun masyarakat dan bangsa. Akhirnya marilah kita sudahi
ibadah shalat Id kita pagi ini dengan sama-sama berdoa:

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi


pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi
kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi
pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik
pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi
rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi
urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami.
Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini
sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami
sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.


.







Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara
kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang
mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan
menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan
kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama
kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan
musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia
ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas
kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik
yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha
Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sai yang diterima,
dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian

.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang
baik di akhirat dan hindarkanlah kami

Khutbah Idul Adha: Anak Shaleh, Jalan Surga Orangtua Khutbah Idul Adha: Anak
Shaleh, Jalan Surga Orangtua admin Oktober 10, 2013 40,778 Views 31 SHARES
Facebook Twitter Anak Shaleh, Jalan Surga Orangtua




.
.




.





.

.



Allahu akbar, Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd


Kaum muslimin yang berbahagia! Hari ini, kita kembali menjadi saksi betapa luasnya
kasih-sayang Allah Azza wa Jalla kepada kita semua. Pagi hari ini, kita kembali
merasakan betapa besarnya rahmat dan ampunanNya untuk kita semua. Dosa demi
dosa kita kerjakan nyaris sepanjang hari. Perintah demi perintahNya hampir kita
abaikan setiap saat. Tapi lihatlah, Allah Azza wa Jalla yang Maha Pengasih itu tidak
pernah bosan memberikan kesempatan demi kesempatan kepada kita untuk
bertaubat dan kembali padaNya. Allah Azza wa Jalla yang Maha Penyayang itu tidak
pernah menutup pintu ampunanNya yang luas. Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha
illaLlahu Allahu akbar walillahilhmad Kaum muslimin yang berbahagia! Hari Raya Idul
Adha adalah kisah tentang sebuah keluarga mulia yang diabadikan oleh Allah Azza
wa Jalla untuk peradaban manusia. Itulah kisah keluarga Ibrahim alaihissalam.
Melalui kisah keluarga Ibrahim alaihissalam itu, Allah Taala ingin menunjukkan
kepada kita betapa pentingnya posisi keluarga dalam membangun sebuah peradaban
yang besar. Sebuah masyarakat yang bahagia dan sejahtera, tidak hanya di dunia,
namun juga di akhirat. Sebuah masyarakat tidak akan bisa menjadi bahagia dan
sejahtera jika masyarakat itu gagal dalam membangun keluarga-keluarga kecil yang
ada di dalamnya. Dan jika kita berbicara tentang keluarga, maka itu artinya kita juga
akan berbicara tentang salah satu unsur terpenting keluarga yang bernama: Anak.
Dalam kisah keluarga Ibrahim alaihissalam, sang anak itu diperankan oleh sosok
Ismail alaihissalam. Inilah sosok anak teladan sepanjang zaman yang kemudian
diangkat menjadi seorang nabi oleh Allah Azza wa Jalla. Bahkan yang luar biasanya
adalah melalui keturunan Ismail alaihissalam inilah kemudian lahir sosok nabi dan
rasul paling mulia sepanjang sejarah manusia bahkan alam semesta, yaitu: Rasulullah
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam! Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu
Allahu akbar walillahil hamd Kaum muslimin rahimakumullah! Saya kira hampir
semua dari kita mengikuti bagaimana anak-anak remaja kita yang bergabung dalam
geng-geng motor mulai berani melakukan tindakan-tindakan anarkis yang tidak
pernah diduga sebelumnya. Kita semua juga nyaris menyaksikan setiap hari di sudut-
sudut jalan raya, bagaimana anak-anak kita dieksploitasi dan diperalat menjadi anak
jalanan, mengemis dan meminta-minta sambil mengisap lem dari balik bajunya yang
lusuh dan kotor. Saya kira kita juga tahu hasil-hasil survey mutakhir yang
menunjukkan bagaimana jumlah ABG yang hamil di luar nikah terus meningkat dalam
jumlah yang sangat memprihatinkan. Dan itu semua barulah segelintir masalah dan
problem anak-anak kita di masa kini Wallahul mustaan. Allahu akbar Allahu akbar
La ilaha illaLlah Allahu akbar walillahilhamd Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Harus kita akui dengan jujur bahwa salah satu penyebab utama terjadinya ini semua
adalah orangtua itu sendiri. Tidak sedikit Orangtua yang terjebak dalam dua sikap
ekstrem yang saling bertolak belakang: sikap yang memanjakan terlalu berlebihan dan
sikap pengabaian yang menelantarkan anak-anak. Ada orangtua yang menganggap
bahwa kasih sayang kepada anak harus ditunjukkan dengan pemberian dan
pemenuhan segala keinginannya. Bahkan ada juga orangtua yang memanjakan anak
dengan segala fasilitas untuk mengangkat gengsinya sendiri sebagai orangtua! Pada
sisi yang lain, tidak sedikit orangtua yang tidak peduli dengan anak-anaknya. Atau
menunjukkan kepedulian dengan melakukan kekerasan demi kekerasan kepada
anak. Karena itu, di hari yang penuh berkah ini, marilah kita berhenti sejenak,
membuka hati untuk sejenak belajar dari ayahanda para nabi dan rasul, Nabiyullah
Ibrahim alaihissalam. Belajar tentang betapa pentingnya nilai keluarga kita, tentang
betapa pentingnya nilai seorang anak bagi orangtuanya di dunia dan akhirat. Allahu
akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar, Allahu akbar walillahil
hamd Para ayah dan bunda yang dimuliakan Allah! Pelajaran pertama dari kisah
Ibrahim alaihissalam adalah bahwa untuk mendapatkan anak yang shaleh, maka
orangtua terlebih dahulu berusaha menjadi orang yang shaleh. Karena siap menjadi
orangtua artinya siap menjadi teladan untuk keluarga, bukan sekedar memberi makan
dan mencukupi kebutuhan anak. Keberhasilan Ibrahim alaihissalam mendapatkan
karunia anak shaleh seperti Ismail alaihissalamadalah karena beliau sendiri berhasil
mendidik dan membentuk dirinya menjadi seorang hamba yang shaleh. Allah Azza
wa Jalla menegaskan:

Sungguh telah ada untuk kalian teladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang-orang
yang bersamanya. (al-Mumtahanah: 4) Pujian Allah Azza wa Jalla untuk Ibrahim
alaihissalam ini tentu saja didapatkannya setelah ia berusaha dan berusaha menjadi
sosok pribadi yang dicintai oleh Allah Azza wa Jalla. Pertanyaannya sekarang untuk
kita semua adalah: siapakah di antara kita yang sejak awal menjadi orangtua sudah
berusaha untuk belajar dan berusaha menjadi orangtua yang shaleh? Apakah
kesibukan kita menshalehkan pribadi kita sudah menyamai kesibukan kita mengurus
rezki dan urusan dunia lainnya? Prof. DR. Abdul Karim Bakkar, seorang pakar
pembinaan anak dan keluarga menegaskan: Tarbiyah dan pembinaan keluarga yang
kita capai itu adalah gambaran tentang bagaimana pembinaan pribadi kita sendiri!

Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd
Maasyiral muslimin rahimahukumullah!

Pelajaran kedua dari Nabi Ibrahim alaihissalam adalah jika ingin memiliki anak yang
shaleh, maka bersungguh-sungguhlah meminta dan mencita-citakannya dari Allah
Azza wa Jalla. Allah Taala mengabadikan doa-doa Nabi Ibrahim alaihissalam tentang
itu di dalam al-Quran:

Tuhanku, karuniakanlah untukku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh.


(al-Shaffat: 100)

Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat, juga dari keturunanku.
Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku. (Ibrahim: 40) Kaum muslimin yang berbahagia!
Mungkin banyak di antara kita yang sekedar mau memiliki anak yang shaleh. Tapi
siapa di antara kita yang sungguh-sungguh berdoa memintanya kepada Allah dengan
kelopak mata yang berderai air mata? Siapa di antara kita yang secara konsisten
menyelipkan doa-doa terbaiknya untuk keluarga dan anak-anaknya?

Allahu akbar, Allahu akbar La ilaha illaLlahu Allahu akbar wa lillahilhamd


Jika kita memang sungguh-sungguh bercita-cita mendapatkan anak shaleh, maka kita
harus berpikir dan berusaha sungguh-sungguh pula mencari jalannya, sama bahkan
lebih dari saat kita bercita-cita ingin mempunyai penghasilan yang besar, rumah
tinggal impian dan kendaraan idaman kita. Berikut ini beberapa hal yang sungguh-
sungguh harus kita jalankan untuk mewujudkan impian anak shaleh tersebut:
Pertama, konsisten mencari rezki yang halal untuk keluarga: Dalam pandangan Islam,
apa yang dikonsumsi oleh tubuh manusia akan berpengaruh terhadap perilakunya.
Karena itu, Islam mewajibkan kepada setiap orangtua untuk memberikan hanya
makanan halal yang diperoleh melalui harta yang halal kepada anak-anak mereka.
Bahkan nafkah yang halal untuk keluarga akan dinilai sebagai sedekah. Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallambersabda:

Sesungguhnya seorang muslim itu jika ia memberi nafkah kepada keluarganya, maka
itu akan menjadi sedekah untuknya. (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh al-
Albani) Usaha memberikan nafkah yang halal tentu saja menjadi tantangan tersendiri
bagi orangtua. Dan untuk itu, kita harus selalu mengingat peringatan Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam tentang tantangan tersebut. Beliau bersabda:




Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak lagi peduli apa
yang ia kumpulkan; apakah dari yang halal atau dari yang haram? (HR. al-Bukhari)
Apakah kita termasuk yang disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam
hadits ini? Orang yang tidak peduli dari mana mengais dan membawa pulang nafkah
untuk keluarga; apakah itu dari hasil suap, korupsi dan manipulasi seperti yang
sekarang ini sedang menjadi trend sebagian pejabat di negeri ini?! Semoga saja tidak,
karena nafkah yang tidak halal yang tumbuh menjadi daging dalam tubuh. Dan
Rasulullah telah berpesan:




Tidak akan masuk surga daging tumbuh dari harta haram, karena neraka lebih pantas
untuknya.(HR. al-Tirmidzi dengan sanad yang shahih)

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd


Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Yang kedua, memberikan kasih sayang kepada anak tapi tidak memanjakannya: Pada
hari ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang nyaris tak terbendung, kita
sudah tidak aneh lagi melihat anak-anak yang dibekali oleh para orangtua dengan
peralatan-peralatan komunikasi yang bisa apa saja, termasuk mengakses tayangan-
tayangan pornografi. Di samping dampak lain seperti kecanduan game dan
semacamnya yang semakin merenggangkan hubungan komunikasi antara anak dan
orangtua. Ini adalah satu contoh kasus di mana mungkin saja kita menganggap itu
sebagai bukti kasih sayang kita kepada mereka. Namun marilah memikirkan dengan
jernih bahwa bukti cinta dan sayang kita yang sesungguhnya kepada mereka adalah
dengan berusaha menyelamatkan mereka dari api neraka. Allah Taalaberfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri dan keluarga kalian dari api nerakan
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (al-Tahrim: 6)
Apakah Anda rela membiarkan anak-anak Anda terpanggang di dalam kobaran api
neraka? Apakah kita rela membiarkan anak-anak yang kita sayangi itu menjadi bahan
bakar neraka Allah?Naudzu billah min dzalik. Kaum muslimin rahimakumullah! Para
ayah dan bunda yang berbahagia! Selanjutnya yang ketiga adalah terus belajar dan
belajar menjadi orangtua yang shaleh dan cakap: Apakah kita sudah mengetahui
semua panduan dan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam mendidik
anak? Apakah kita sudah memahami bagaimana menghadapi karakter anak kita yang
berbeda-beda itu? Kita tidak dilarang mempelajari konsep pendidikan anak dari siapa
saja, tapi selalu ingat bahwa konsep pendidikan dan pembinaan Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam adalah yang terbaik dan yang wajib untuk kita jalankan.
Tentu saja kita tidak lupa untuk meneladani jejak para sahabat Nabi dan Ahlul bait
beliau secara benar, dan tidak berlebih-lebihan. Cobalah kita renungkan betapa
banyaknya hal yang harus kita pelajari sebagai orangtua. Karenanya sesibuk apapun
urusan dunia kita, kita harus menyediakan waktu untuk belajar menjadi orangtua yang
shaleh dan cakap. Itulah harga yang harus kita bayar untuk menyelamatkan keluarga
kita dari kobaran api neraka yang membara.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil
hamd
Kaum muslimin yang berbahagia!

Mengapa kita harus benar-benar serius merancang kehadiran anak shaleh di dalam
rumah tangga kita? Menjawab pertanyaan itu, marilah merenungkan sabda Nabi
shallallahu alaihi wa sallam ini:

Apabila seorang insan meninggal dunia, akan terputuslah seluruh amalnya kecuali
dari 3 hal: dari sedekah jariyah, atau dari ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh
yang berdoa untuknya.(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Albani) Melalui
hadits ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengisyaratkan bahwa anak yang
shaleh adalah investasi yang tak ternilai harganya. Anak yang shaleh adalah pelita
yang tak padam meski kita telah terkubur dalam liang lahat. Anak yang shaleh adalah
sumber pahala yang tak putus meski tubuh kita telah hancur berkalang tanah.
Sebaliknya, anak-anak yang tidak shaleh kelak akan menjadi sumber bencana bagi
kehidupan kita para orangtua di akhirat, wal iyadzu biLlah. Allahu akbar, Allahu akbar
walillahil hamd Kaum muslimin yang berbahagia! Namun jika kita merasa gagal
setelah mengerahkan upaya sungguh-sungguh untuk menghadirkan sosok anak
shaleh dalam rumah kita, janganlah kita berputus asa kepada Allah Azza wa Jalla.
Dalam kondisi putus asa seperti itu, kita harus belajar dari kesabaran dan keteguhan
Nabi Nuhalaihissalam yang terus mengajak anaknya ikut bersamanya, meski
kemudian anaknya memilih untuk durhaka kepada Allah Taala hingga akhir hayatnya.
Kesabaran juga hal paling mendasar yang harus kita miliki dalam mengarungi bahtera
rumah tangga. Maraknya kasus perceraian adalah bukti bahwa banyak orangtua yang
egois memikirkan dirinya sendiri dan lupa bahwa anak-anak sangat membutuhkan
sebuah keluarga yang utuh. Karenanya, bersabarlah karena Allah selalu bersama
dengan orang-orang yang sabar. Selanjutnya kepada para pemilik dan pelaku media,
ingatlah bahwa media-media yang Anda miliki dan kelola telah terbukti sebagai alat
paling efektif menyampaikan kebaikan dan keburukan. Ingatlah, jika Anda mencari
nafkah dengan cara menyebarkan nilai-nilai kebatilan melalui media, maka itu akan
menjadi nafkah haram untuk diri dan keluarga Anda.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Sebelum mengakhiri khutbah ini, marilah sejenak kita menyimak panduan singkat
menunaikan ibadah kurban kita hari ini hingga 3 hari ke depan. Hewan yang dapat
dikurbankan adalah domba yang genap berusia 6 bulan, kambing yang genap
setahun, sapi yang genap 2 tahun. Syaratnya, hewan kurban tidak boleh memiliki
cacat atau penyakit yang bisa berpengaruh pada dagingnya, jumlah maupun rasanya,
misalnya: kepicakan pada mata, kepincangan pada kaki dan penyakit pada kulit, kuku
atau mulut. Seekor domba atau kambing hanya mencukupi untuk kurban satu orang
saja, sedangkan seekor sapi boleh berserikat untuk tujuh orang, kecuali berserikat
pahala maka boleh pada semua jenis tanpa batas. Sebaiknya pemilik kurban yang
menyembelih sendiri hewan kurbannya, tetapi bisa diwakilkan kepada penjagal,
dengan syarat seorang muslim yang menjaga shalatnya, mengetahui hukum-hukum
menyembelih dan upahnya tidak diambilkan dari salah satu bagian hewan kurban itu
sendiri, kulit atau daging, meskipun dia juga bisa mendapat bagian dari hewan kurban
sebagai sedekah atau hadiah. Waktu penyembelihan hewan kurban adalah seusai
pelaksanaan shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya. Pembagian hewan
kurban yang telah disembelih dapat dibagi tiga bagian, sepertiga buat pemiliknya,
sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin. Pahala yang
kita peroleh sangat bergantung pada keikhlasan niat kita dalam menunaikan ibadah
kurban ini.

Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd
Di penghujung khutbah ini, marilah sejenak kita menundukkan jiwa dan hati untuk
menyampaikan doa-doa kita kepada Sang Maha mendengar, Allah Azza wa Jalla.
Semoga doa-doa itu terhantarkan ke sisi Allah Taala bersama dengan ibadah kurban
yang kita tunaikan hari ini.

Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang menciptakan kami, Engkaulah satu-satuNya yang


berhak untuk kami sembahHari ini kami datang mengetuk pintu ampunanMu. Hari
ini kami hadir bersimpuh dengan peluh-peluh dosa yang melekat di tubuh kami yang
lemah ini. Ya Allah, betapa kami sering lupa bahwa kehidupan dunia ini sangat
singkat, hingga kami pun jatuh dan jatuh lagi dalam kedurhakaan terhadap
perintahMu. Ya Allah, ampunilah kami, ampunilah kami, ampunilah kami. Ya Allah,
jika Engkau menutup pintu ampunanMu yang agung, kepada siapa lagi kami harus
mencari ampunan Ya Allah, ya Rabbana, dari bumi khatulistiwa ini, perkenankan
doa kami untuk saudara-saudara muslim kami yang terjajah dan tertindas di berbagai
belahan bumiMu. Ya Rabbana, berikan keteguhan dan kesabaran kepada saudara-
saudara kami di Syiria, Mesir, Palestina, Irak, Myanmar dan di manapun mereka yang
tertindas Kerahkan bala tentaraMu di alam semesta ini untuk meluluhlantakkan para
penindas mereka sehancur-hancurnya Lindungilah kehormatan mereka Jadikan
mereka yang gugur sebagai syuhada yang selalu hidup di sisiMu Segerakan
pertolonganMu untuk mereka, Ya Rabbal alamin Ya Allah, ya Rabbana, di sisa-sisa
hidup kami ini, berikanlah kekuatan kepada kami untuk selalu berbakti dan menjadi
anak yang shaleh untuk ayah-bunda kami. Jika mereka masih hidup, izinkanlah kami
untuk berkhidmat dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya di sisa-sisa usia
mereka Jika ayah-bunda kami telah tiada, maka izinkanlah kami untuk menjadi sisa-
sisa kebaikan mereka yang terus-menerus menjadi ladang kebaikan penerang alam
kubur mereka Ya Allah, ampuni, ampuni, ampuni durhaka kami kepada ayah-bunda
kami Ya Allah, ya Rabbana, berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk menjadi
orangtua yang terbaik untuk putra-putri kami Hanya Engkau satu-satuNya yang
dapat memberikan kekuatan untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya Ya
Allah, jadikan anak-anak kami sebagai penyejuk hati kami, yang selalu mendoakan
kami saat kami sendiri dalam kegelapan alam kubur Ya Allah, karuniakan kepada
kami anak-anak yang mencintai al-Quran dan Sunnah NabiMu Ya Allah,
selamatkan negeri ini dari pemimpin-pemimpin yang zhalim Selamatkan negeri ini
dari kerakusan para koruptor yang tidak bertanggung jawab Karuniakan untuk kami
para pemimpin yang adil dan mencintai SyariatMu Izinkan kami untuk menikmati
indahnya negeri ini di bawah naungan SyariatMu yang Maha Adil Ya Allah, Zat Yang
Maha Mengabulkan doa kabulkanlah doa kami, penuhilah permintaan kami, kamilah
hamba-Mu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Mendengar,
Engkaulah Penguasa satu-satunya Yang Haq, Engkaulah sebaik-baik Pemberi yang
diharap

.










.