Anda di halaman 1dari 10

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 1

ARTIKEL ILMIAH

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS


PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PREVIEW,
QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW (PQ4R) PADA
MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

OLEH :
EKA ROMIATI
A1C211023

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS JAMBI
NOVEMBER, 2015

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 2


PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PREVIEW,
QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW (PQ4R) PADA
MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

Oleh :
Eka Romiati , Roseli Theis 2), Dewi Iriani 2)
1)
1)
Alumni Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jambi
2)
Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jambi
Email: 1) louvreina@yahoo.co.id

Bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis,
yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Di SMP N 11 Kota Jambi bahan
ajar yang digunakan berupa LKS. Namun, LKS yang digunakan saat ini masih bersifat
praktis dan tidak menekankan pada proses. Materi disajikan secara singkat tanpa disertai
penjelasan detail atau langkah-langkah yang terstruktur dalam menemukan konsep dasar.
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk LKS matematika berbasis
pendekatan saintifik dan strategi pembelajaran PQ4R pada materi himpunan di kelas VII
SMP serta untuk mengetahui apakah LKS berbasis pendekatan saintifik dan strategi
pembelajaran PQ4R pada materi himpunan kelas VII SMP memenuhi kriteria valid, praktis,
dan efektif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan
ADDIE. Penelitian ini mendesain LKS, pemberian tes untuk mengetahui hasil belajar siswa
dan pemberian angket untuk mengetahui hasil respon siswa. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah lembar penilaian ahli materi dan desain terhadap LKS, angket
tanggapan guru, siswa dan lembar observasi, tes hasil belajar dan angket respon siswa pada
uji coba pemakaian.
Proses pengembangan lembar kerja siswa yang telah dilakukan dilanjutkan dengan
tahap validasi yang dilakukan oleh ahli materi didapat skor 95 pada kategori Baik dan ahli
desain diperoleh skor 43 pada kategori Sangat Baik. Tahap uji coba perorangan mendapat
skor 68 pada kategori Sangat Baik, uji coba kelompok kecil mendapat skor 57-75 pada
kategori Baik-Sangat Baik, dan tahap uji coba kelompok besar mendapat skor 62-74 pada
kategori Baik-Sangat Baik. Hasil observasi proses pembelajaran mencapai 75,59%
menunjukkan kategori Baik. Selanjutnya lembar kerja siswa tersebut diujicoba pada uji
pemakaian. Dari hasil analisis yang dilakukan hasil respon siswa mencapai 90,63% dengan
respon sangat positif dan tes hasil belajar diperoleh 86,49% nilai siswa mencapai kriteria
ketuntasan minimum. Ini artinya LKS yang dibuat valid, praktis, dan efektif untuk digunakan
dalam proses pembelajaran matematika di SMP khususnya pada pembelajaran himpunan.

Kata Kunci : Pengembangan LKS, Pendekatan Saintifik, Strategi Pembelajaran PQ4R,


Himpunan.

PENDAHULUAN merupakan ilmu pengetahuan dengan


berdasarkan penalaran deduktif, yaitu
Matematika adalah ilmu tentang kebenaran suatu konsep atau pernyataan
bilangan, hubungan antara bilangan, dan yang diperoleh sebagai akibat logis dari
prosedur operasional yang digunakan kebenaran sebelumnya sehingga kaitan
dalam penyelesaian masalah bilangan antar konsep atau pernyataan dalam
(Pusat bahasa, 2008:927). Matematika

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 3


matematika bersifat konsisten. (Nurhayati melakukan penelitian, diperoleh hasil
dkk, 2014:101). belajar yang dicapai siswa pada materi
Akan tetapi kondisi pembelajaran himpunan masih rendah. Dalam observasi
matematika dewasa ini tampak bahwa yang dilakukan selama dua kali
pada umumnya sebagian besar siswa pembelajaran, didapat bahwa dalam
mengeluh terhadap pelajaran matematika, pembelajaran matematika guru telah
dikarenakan adanya anggapan bahwa memiliki komponen pendukung
matematika merupakan pelajaran yang pembelajaran yang lengkap, diantaranya
sulit, membosankan dan tidak menarik adalah bahan ajar. Bahan ajar yang
(Kusumah, 2014:107). Hasil studi PISA biasanya digunakan guru adalah LKS.
(Program for International Student LKS merupakan suatu bahan ajar
Assessment), yaitu studi yang cetak berupa lembar-lembar kertas yang
memfokuskan pada literasi bacaan, berisi materi, ringkasan dan petunjuk-
matematika, dan IPA, menunjukkan petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran
peringkat Indonesia baru bisa menduduki yang harus dikerjakan siswa dan mengacu
10 besar terbawah dari 65 negara. pada kompetensi dasar yang harus dicapai.
Kemendikbud (Yuliani, 2014:241). LKS berfungsi untuk meningkatkan
Hasil studi ini menunjukkan perlu aktifitas siswa dalam mengikuti proses
ada perubahan kegiatan pembelajaran belajar mengajar, melatih dan
karena tujuan pemberian mata mengembangkan keterampilan proses pada
pembelajaran matematika kepada semua siswa.
peserta didik mulai dari sekolah dasar Namun, berdasarkan observasi
adalah untuk membekali peserta didik peneliti mengenai LKS yang digunakan
dengan kemampuan berpikir logis, analitis, saat ini masih bersifat praktis dan tidak
sistematis, kritis, dan kreatif, serta menekankan pada proses, LKS tidak
kemampuan bekerjasama. (BNSP, memaparkan penurunan rumus dengan
2006:139). baik, materi dan soalsoal didalamnya
Pembelajaran matematika di SMP belum mengakomodasi kebutuhan siswa
mencakup aritmetika, aljabar, geometri untuk belajar secara aktif, terlebih lagi
dan statistik (BNSP, 2006:140). Aljabar di LKS yang tersedia hanya berwarna hitam,
sekolah sebagai materi yang wajib dan putih dan kerumitan bahan ajar yang
dipelajari oleh siswa, merupakan materi disampaikan semakin membuat siswa
yang terus menerus diteliti oleh para kurang tertarik untuk membaca.
peneliti karena konsep aljabar banyak Keterbatasan lembar kerja siswa
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tersebut akan berpengaruh pada kualitas
terutama di era teknologi digital sekarang pembelajaran. Hal ini menyebabkan
ini (Suhaedi dan Purniati, 2014:54) peneliti berfikir untuk dapat melakukan
Namun, di antara bahan kajian pengembangan bahan ajar berupa lembar
tersebut materi aljabar yang lebih banyak kerja siswa yang inovatif sehingga
disajikan secara abstrak. Karena sifatnya menarik bagi siswa dalam proses
yang abstrak sehingga menyebabkan siswa pembelajaran dikelas.
sebagian besar kurang memahami konsep Berdasarkan teori belajar
matematika karena dianggap sulit dan konstruktivisme dan teori belajar
membosankan (Dedi, 2014:399). Salah penemuan. Bruner (Kurniasih dan sani,
satu materi aljabar dalam pelajaran 2013:30) menjelaskan bahwa, siswa harus
matematika SMP kelas VII adalah materi menemukan sendiri pengetahuan baru
himpunan. dengan mendasar pada pengetahuan
Observasi yang dilakukan peneliti sebelumnya, sehingga siswa berperan aktif
dengan salah satu guru matematika di dalam proses penemuan serta diyakini
SMP Negeri 11 Kota Jambi sebelum dapat memberikan hasil yang baik. Salah

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 4


satu pendekatan yang sesuai dengan teori LKS yang dihasilkan memenuhi kriteria
belajar konstruktivisme dan teori belajar valid, praktis, dan efektif.
penemuan Bruner adalah pendekatan Nieveen (1999:126-127) kevalidan
saintifik. adalah mempertimbangkan sebaik-baiknya
Pembelajaran dengan pendekatan komponen dari bahan (produk)
saintifik adalah proses pembelajaran yang berdasarkan kajian lebih lanjut (validitas
dirancang agar peserta didik secara aktif isi) dan semua komponen haruslah terkait
mengonstruk konsep, melalui tahapan- antara satu dan yang lainnya (validitas
tahapan mengamati, merumuskan masalah, konstruk).
mengajukan atau merumuskan hipotesis, Nieveen (1999:126-127)
mengumpulkan data, menarik kesimpulan kepraktisan adalah ciri kedua dari produk
dan mengkomunikasikan konsep yang yang berkualitas tinggi dimana guru
ditemukan (Kurniasih dan Sani, 2014:30). (ataupun ahli lainnya) mampu untuk
Jika diperhatikan lagi, pada pokok mempertimbangkan apakah produk
bahasan himpunan tersebut menunjukkan tersebut dapat digunakan dan produk
adanya pengetahuan deklaratif, seperti tersebut mudah digunakan oleh guru dan
menganalisis dan memahami pengertian siswa.
himpunan, cara penyajian himpunan, relasi Nieveen (1999:126-127)
himpunan dan operasi himpunan. Pada keefektifan adalah ciri ketiga dari produk
pengetahuan deklaratif, diperlukan yang berkualitas tinggi dimana siswa
keterampilan membaca matematika yang memberikan penilaian yang positif
baik, sumber informasi yang banyak, dan terhadap produk (program) pembelajaran
penguatan berupa pengulangan dalam dan kegiatan pembelajaran yang
pembelajaran. Dan ini tidak difasilitasi diinginkan terjadi.
oleh pendekatan saintifik sehingga Dengan proses belajar yang efektif,
diperlukan strategi pembelajaran preview, penggunaan LKS dalam pembelajaran
question, read, reflect, recite, review diharapkan dapat memberikan pengaruh
(PQ4R) dalam penyempurnaan LKS. positif dan kontribusi yang cukup besar
Trianto (2009:147) terhadap pencapaian prestasi belajar siswa.
mengungkapkan strategi PQ4R digunakan Terutama pada pembelajaran materi
untuk membantu siswa mengingat apa himpunan. Dari uraian diatas, penulis
yang mereka baca dan dapat membantu tertarik untuk mengadakan penelitian
proses belajar mengajar di kelas yang dengan mengangkat judul
dilaksanakan dengan kegiatan membaca "Pengembangan Lembar Kerja Siswa
buku (dalam hal ini penulis menggunakan (LKS) Matematika Berbasis
LKS). Dengan menggunakan strategi Pendekatan Saintifik dan Strategi
pembelajaran PQ4R ini diharapkan dapat Pembelajaran Preview, Question, Read,
diciptakan suatu proses pembelajaran Reflect, Recite, Review (PQ4R) Pada
dimana siswa dapat belajar dengan Materi Himpunan Kelas VII SMPN 11
mengingat informasi dari suatu bahan Kota Jambi.
bacaan, dan dapat membantu guru
mengaktifkan kemampuan siswa dalam METODE PENELITIAN
memahami suatu materi pelajaran serta Model pengembangan yang dipilih
mengaitkan pelajaran yang sudah dalam penelitian ini adalah model
dipelajari dengan pengetahuan yang sudah pengembangan yang dikembangkan oleh
dimiliki. Reiser dan Mollenda Branch dengan alur
Tujuan penelitian ini adalah untuk Analisis, Desain, Development
menghasilkan produk LKS matematika (pengembangan), Implementasi, dan
dan mengetahui apakah lembar kerja siswa Evaluasi (ADDIE).

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 5


Validasi Kesenjangan
Uji coba terbatas dilakukan dua
Kinerja tahap, yaitu uji coba perorangan dan uji
coba kelompok kecil. Untuk uji coba
Menetapkan Tujuan
perorangan dilakukan oleh satu orang guru
yang berpengalaman dan berkompeten
Analisis Peserta
Didik dalam bidangnya. Sedangkan uji coba
1. Analysis kelompok kecil dilakukan oleh 8-20 orang
Identifikasi Sumber siswa, dimana siswa subjek ujicoba pada
Daya yang Tersedia ujicoba kelompok kecil merupakan siswa
berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
Rencana Kerja 3. Uji Coba Lapangan
Uji coba ini melibatkan subjek 30
Mengadakan Hal atau satu kelas. ini bertujuan untuk melihat
yang Dibutuhkan tanggapan siswa dan tes hasil belajar
terhadap pemakaian LKS berbasis
Evaluasi Formatif pendekatan saintifik dan strategi
2. Design Desain pembelajaran PQ4R pada materi himpunan
(Perancangan)
Menghasilkan
Subjek Uji Coba Penelitian
Strategi Pengujian
Dalam pengujian pemakaian ini,
Revisi peneliti melakukan uji coba LKS materi
himpunan pada kelas sesungguhnya yaitu
Tahap Uji Coba satu kelas di kelas VII SMP Negeri 11
Kota Jambi.
Uji Coba
Perorangan, Tempat dan Waktu Penelitian
3. Development Kelompok Kecil
dan Kelompok Penelitian dilakukan di SMPN 11
Besar Kota Jambi dan dilaksanakan pada tanggal
1 September sampai 5 Oktober 2015
Revisi
Jenis Data
4. Implementation Implementasi
Jenis data dalam penelitian
pengembangan ini adalah jenis data
kuantitatif. Data tersebut adalah data
Post-test validasi isi materi dan desain LKS dari
5. Evaluation para ahli yang relevan, data persepsi siswa
dan guru mengenai LKS berbasis
Respon Positif
Siswa
pendekatan saintifik dan strategi
pembelajaran PQ4R pada materi
Desain Uji Coba himpunan, lembar observasi kegiatan
1. Uji Coba Ahli pembelajaran dan data hasil post test siswa
Menurut Sugiyono (2014:177)
setelah instrumen dikonstruksi tentang Instrumen Pengumpulan Data
aspek-aspek yang akan diukur dengan 1. Instrumen pengumpulan data kevalidan
berlandaskan teori tertentu, maka Instrumen yang digunakan adalah
selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. angket tertutup diberikan kepada tim ahli
Dalam hal ini uji ahli dilakukan oleh untuk memvalidasi produk dari segi materi
beberapa ahli yang berkualifikasi, yaitu dan desain. Namun, tim ahli pun diminta
ahli materi/ isi dan ahli desain. untuk berkomentar secara bebas mengenai
2. Uji Coba Terbatas bahan ajar.

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 6


2. Instrumen pengumpulan data No Rentang Skor Rerata skor Kategori
kepraktisan 1. X > Mi + 1,8 Sbi > 4,2 Sangat
Baik
Instrumen yang digunakan adalah
2. Mi + 0,6 SBi < X >3,4 4,2 Baik
angket tertutup. Angket tertutup diberikan Mi + 1,8 Sbi
pada uji coba perorangan, yaitu satu orang 3. Mi 0,6 SBi < X >2,6 3,4 Cukup
guru dan uji coba kelompok kecil, uji coba Mi + 0,6 Sbi
kelompok besar/lapangan,yaitu pada siswa 4. Mi 1,8 Sbi < X >1,8 2,6 Kurang
dan lembar observasi kegiatan Mi 0,6 Sbi
5. X Mi 1,8 Sbi 1,8 Sangat
pembelajaran. Kurang
3. Instrumen pengumpulan data Keterangan:
keefektifan X = skor aktual (skor yang dicapai)
Instrumen yang digunakan adalah Mi = rerata skor ideal
angket tertutup dan post test. Angket
= (skor tertinggi ideal + skor terendah
tertutup diberikan pada siswa kelas
ideal)
implementasi yang telah menggunakan SBi = simpangan baku skor ideal
LKS. Pemberian angket ini bertujuan
= (skor tertinggi ideal skor terendah
untuk melihat respon siswa terhadap
ideal)
penggunaan LKS dan post test atau tes
Skor tertinggi ideal = butir kriteria x
hasil belajar merupakan butir tes yang skor tertinggi
digunakan untuk mengetahui hasil belajar Skor terendah ideal = butir kriteria x
siswa setelah mengikuti kegiatan belajar skor terendah.
mengajar.
2. Teknik analisis untuk lembar
Teknik Analisis Data observasi analisis perhitungannya
1. Teknik analisis data dilakukan dengan berdasarkan Djaali (2008:103) adalah:
analisis deskriptif. Data yang dianalisis Jumlah skor kriterium (N)/ indikator =
meliputi data kuantitatif skor penilaian ahli 100%
materi dan ahli desain bahan ajar, angket
Hasil observasi akan dibuat interval
guru serta siswa yang menggunakan skala
menjadi selang kategori
rating scale dilakukan dengan langkah-
0 N 20 : Tidak Baik
langkah sebagai berikut:
20 < N 40 : Kurang baik
a. Mengumpulkan semua data yang
40 < N 60 : Cukup
diperoleh dari ahli materi, ahli design,
60 < N 80 : Baik
angket guru dan siswa.
80 < N 100 : Sangat baik
b. Menghitung skor rata-rata tiap
komponen penilaian dengan rumus : 3. Teknik analisis untuk menghitung

Me = hasil skor persentase respon siswa
Keterangan : menggunakan rumus:
Me =Mean (rata-rata) tiap komponen. n
RS = 100%
= Jumlah skor komponen. N
n = Jumlah butir komponen. Keterangan:
c. Mengubah skor rata-rata menjadi nilai RS = persentase sub variabel
kategori n = jumlah nilai tiap sub variabel
Adapun acuan pengubah skor tersebut N = jumlah skor maksimum
menurut Widoyoko (Yumiati, 2014:120) Menurut Yamasari (2010) untuk
sebagai berikut: menentukan rata-rata dari respon positif
Tabel 3.6 Konversi Skor Rata-Rata Menjadi Nilai siswa adalah sebagai berikut:
Kategori Sangat Positif : 85% RS

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 7


Positif : 70% RS < 85% matematika. Kemudian uji coba kelompok
Kurang Positif : 50% RS < 70 kecil yaitu 10 siswa dengan tingkat
Tidak Positif : RS < 50% kecerdasan berbeda berdasarkan pemilihan
4. Tes Hasil Belajar atau Post Test oleh guru yang mengajar matematika, dan
Tes hasil belajar dilihat dati uji coba kelompok besar yaitu siswa satu
perhitungan nilai siswa yang dikatakan kelas. Dari hasil uji coba perorangan
tuntas jika mendapatkan nilai lebih dengan salah satu guru didapat jumlah skor
besar atau sama dengan Kriteria 68 termasuk pada kategori X > 67,2 maka
Ketuntasan Minimum (KKM) yang LKS ini termasuk dalam kategori Sangat
ditetapkan sekolah. Siswa tuntas dengan Baik. Dari hasil uji coba kelompok kecil
persentase standar ketuntasan kelas dengan jumlah siswa 10 orang didapat
yang ditetapkan sekolah. Untuk jumlah skor pada rentang 57-75 termasuk
menghitung persentase ketuntasan dalam kategori Baik - Sangat Baik.
dilakukan perhitungan menggunakan Sedangkan hasil uji kelompok besar
rumus sebagai berikut: dengan jumlah siswa 34 orang didapat
m jumlah skor pada rentang 62-74 termasuk
P= 100 % dalam kategori Baik - Sangat Baik. Dan
n
Keterangan: lembar observasi keterlaksanaan
P= persentase nilai siswa yang pembelajaran yang diambil dengan
mencapai atau melebihi nilai KKM menggunakan anket observasi aktifitas
m= banyak siswa yang nilainya siswa didapat rata-rata aktivitas dari semua
mencapai atau melebihi nilai KKM aspek penilaian (75,59%) termasuk dalam
n= banyaknya siswa kategori baik atau aktif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap selanjutnya peneliti


Setelah melalui proses melakukan ujicoba pemakaian pada siswa
pengembangan yang tahapannya meliputi: satu kelas. Dari analisis data angket respon
pertama, mendesain LKS matematika siswa diperoleh hasil persentase sebesar
berbasis pendekatan saintifik dan strategi 90,63% dengan kriteria Sangat Positif.
pembelajaran preview, question, read, Dari data tersebut dapat disimpulkan
reflect, recite, review (PQ4R). Kedua, bahwa LKS dapat menarik minat dan
memvalidasi kepada seorang ahli materi motivasi siswa dalam proses kegiatan
dan ahli desain mengenai LKS matematika pembelajaran khususnya pada materi
berbasis pendekatan saintifik dan strategi himpunan. Hasil analisis data post-test
pembelajaran PQ4R. atau hasil tes belajar siswa menunjukkan
Untuk penilaian LKS oleh tenaga perhitungan persentase siswa yang tuntas
ahli materi penilaiannya yaitu jumlah skor dengan nilai ketuntasan 70 adalah
95 termasuk pada kategori 91,8 <X 113,4 86,49% siswa mencapai kriteria nilai
adalah baik. Untuk penilaian LKS oleh tuntas dan melebihi syarat ketuntasan kelas
tenaga ahli design penilaiannya yaitu (ketuntasan klasikal) yaitu 85%, dengan 32
jumlah skor 43 termasuk pada kategori orang siswa dinyatakan tuntas dan 5 orang
X>42,01 adalah sangat baik. Tetapi ada siswa dinyatakan tidak tuntas. Hasil tes
beberapa saran dan komentar yang menunjukkan bahwa LKS yang
dilayangkan oleh validator materi dan dikembangkan memiliki potensial efek
design, maka peneliti merevisi LKS terhadap kemampuan siswa dalam
berdasarkan komentar/saran tersebut. memahami konsep. Dan ini menunjukkan
Setelah LKS divalidasi dan direvisi, maka bahwa LKS mempengaruhi hasil belajar,
langkah selanjutnya LKS tersebut di uji penggunaan LKS membantu siswa
cobakan pada evaluasi formatif. Uji coba mencapai ketuntasan dalam mempelajari
perorangan yaitu kepada satu orang guru materi himpunan.

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 8


KAJIAN DAN SARAN dilakukan untuk mengetahui persepsi
Kajian siswa terhadap LKS. Dan untuk
Berdasarkan hasil penelitian mengetahui hasil belajar siswa setelah
pengembangan dan pembahasan tentang menggunakan LKS melalui pelaksanaan
pengembangan bahan ajar berupa lembar post-test.
kerja siswa (LKS) berbasis pendekatan 2. Kevalidan LKS dapat dilihat dari
saintifik dan strategi pembelajarn preview, hasil validasi materi didapat skor 95
question, read, reflect, recite, review termasuk pada kategori 91,8 < X 113,4
(PQ4R) pada materi himpunan di kelas VII maka LKS ini termasuk dalam kategori
SMP Negeri 11 Kota Jambi, dapat ditarik Baik. Dan hasil validasi design didapat
kesimpulan sebagai berikut: skor 43 termasuk pada kategori X > 42,01
1. Dalam pembuatan bahan ajar pada maka LKS ini termasuk dalam kategori
materi himpunan di kelas VII SMP ini Sangat Baik.
berupa LKS berbasis pendekatan saintifik 3. Kepraktisan LKS dapat dilihat dari
dan strategi pembelajaran PQ4R. Desain hasil uji coba perorangan, hasil uji coba
pengembangan dalam penelitian ini kelompok kecil dan hasil uji coba
menggunakan model pengembangan kelompok besar. Hasil uji coba perorangan
ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: dengan salah satu guru matematika di
Analyze, Design, Develop, Implement dan SMPN 11 Kota Jambi didapat jumlah skor
Evaluate. Kegiatan awal yang dilakukan 68 termasuk pada kategori X > 67,2 maka
dalam proses desain bahan ajar ini yaitu LKS ini termasuk dalam kategori Sangat
melaksanakan analisis yang terdiri dari Baik. Hasil uji coba kelompok kecil
memvalidasi kesenjangan kerja, dengan jumlah siswa 10 orang didapat
menetapkan tujuan, analisi perserta didik, jumlah skor pada rentang 57-75 termasuk
mengecek sumber daya yang tersedia, dan dalam kategori Baik - Sangat Baik.
menyusun rencana kerja. Selanjutnya Sedangkan hasil uji kelompok besar
masuk ke tahap design, peneliti terlebih dengan jumlah siswa 34 orang didapat
dahulu membuat rancangan apa saja yang jumlah skor pada rentang 62-74 termasuk
akan dibuat. Setelah desain selesai dibuat, dalam kategori Baik - Sangat Baik. Dan
selanjutnya dilakukan validasi tenaga ahli lembar observsi keterlaksanaan
materi dan tenaga ahli desain pembelajaran yang diambil dengan
pembelajaran. Setelah revisi selesai menggunakan anket observasi aktifitas
dilakukan, maka pengembangan siswa didapat rata-rata aktivitas dari semua
dilanjutkan ke tahap development yaitu aspek penilaian (75,59%) termasuk dalam
melaksanakan uji coba yang terdiri dari uji kategori baik atau aktif.
coba perorangan dengan satu orang guru 4. Keefektifan LKS dapat dilihat
matematika, uji coba kelompok kecil yang dilihat dari komponen respon dan hasil
berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah, belajar siswa. Respon siswa terhadap
dan uji coba kelompok besar subjek uji penggunaan LKS. Dari analisis data angket
coba sebanyak siswa satu kelas. Tahap respon siswa diperoleh hasil persentase
selanjutnya yaitu implementasi yang sebesar 90,63% dengan kriteria Sangat
dilaksanakan dikelas. Jika tahap Positif. Dan hasil belajar siswa setelah
implementasi telah selesai dilaksanakan menggunakan LKS mencapai nilai
selanjutnya dilakukan tahap evaluasi ketuntasan individu sebanyak 86,49%
terhadap penggunaan LKS berbasis yang melebihi dari syarat ketuntasan kelas
pendekatan saintifik dan strategi yaitu 85% dengan nilai tertinggi adalah
pembelajaran PQ4R pada materi 100 dan nilai terendah adalah 64,29 serta
himpunan. Tahap evaluasi dilakukan untuk 32 orang siswa dinyatakan tuntas dan 5
mengetahui persepsi dan hasil belajar orang siswa dinyatakan tidak tuntas.
siswa terhadap LKS. Pemberian angket

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 9


Saran Plomp, T; Nieveen, N; Gustafson, K;
1. Penulis menyarankan kepada guru Branch, R.M; dan van den Akker, J
mata pelajaran matematika untuk (eds). Design Approaches and Tools
menggunakan bahan ajar barupa lembar in Education and Training. London:
kerja siswa (LKS) berbasis pendekatan
Kluwer Academic Publisher.
saintifik dan strategi pembelajaran
preview, question, read, reflect, recite, Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif
review (PQ4R) pada materi himpunan
Membuat Bahan Ajar Inovatif.
kelas VII SMP
2. Penulis juga menyarankan untuk Yogyakarta: Diva Pers.
peneliti pengembangan selanjutnya agar
Trianto. 2012. Mendesain Model
dapat diuji penggunaannya dengan
membandingkan efektivitas LKS dengan Pembelajaran Inovatif-Progresif.
pendekatan, model, strategi, atau metode Jakarta : Kencana Prenada Media
lain. Group.
3. Penulis menyarankan untuk
sekiranya ada pihak atau perusahaan Yamasari, Yuni. 2010. Pengembangan
maupun penerbit yang mau Media Pembelajaran Matematika
mengembangkan dan mencetak produk ini Berbasis ICT yang Berkualitas (
dan digunakan sebagai alat alternatif untuk Seminar Nasional Pascasarjana X-
belajar himpunan pada kelas VII SMP. ITS 4 Agustus 2010). Surabaya:
Unesa
DAFTAR RUJUKAN
Yumiati. 2014. Efektivitas Pembelajaran
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar Dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Connecting, Reflecting, Organizing,
Bumi Aksara. and Extending (CORE) dalam
Pencapaian dan Peningkatan Self-
Kurniasih, Imas & Sani, Berlin. 2014. Regulated Learning (SRL) siswa.
Sukses Mengimplementasikan Prosiding Seminar Nasional
Kurikulum 2013. Jakarta: Kata Pena. Pendidikan Matematika,
2014(2):120.
Nieveen, Nienke. 1999. Prototyping to
Reach Product Quality. Dalam

Eka Romiati : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 10