Anda di halaman 1dari 6

CSL ANTROPOMETRI SEMESTER VII

Pengukuran antropometri
a. PENILAIAN STATUS GIZI ANAK
Tingkat Keterampilan: 4A
Tujuan pemeriksaan: Melakukan penilaian status gizi pada anak

Alat dan bahan


1. Stature meter atau neonatal stadiometer
2. Meteran kain
3. Timbangan atau baby scale
4. Pita LILA
5. Tabel BB dan TB WHO sesuai jenis kelamin dan usia anak
6. Tabel LILA sesuai jenis kelamin dan usia anak
7. Kalkulator

Teknik Pemeriksaan
1. Jelaskan kepada ibu pasien atau wali mengenai jenis dan prosedur pemeriksaan yang
dilakukan.
2. Menentukan umur anak/bayi sesuai tanggal lahir.
3. Ukur panjang/tinggi badan anak dengan menggunakan neonatal stadiometer/ meteran
sesuai usia pasien.
4. Petakan tinggi badan pasien pada kurva tinggi badan sesuai jenis kelamin dan usia.
5. Ukur rasio tinggi badan menurut tinggi badan ideal sesuai usia.
6. Ukur berat badan pasien menggunakan timbangan/baby scale sesuai usia pasien.

Cara menghitung usia anak:


a) Usia kronologis dihitung sesuai tanggal pemeriksaan dikurangkan dengan tanggal
kelahiran
b) Usia koreksi dihitung pada anak usia kurang dari 2 tahun yang lahir dari ibu dengan
usia kehamilan <38 minggu.
Contoh:
1. Tanggal pemeriksaan 16 Juli 2016
Anak laki-laki lahir tgl. 2 November 2015 dengan usia kehamila 38 minggu
Usia kronologis : 2016(15) 07(19) 16 Karena 7 bulan tidak bisa
2015 11 16 dikurangkan dengan 11 , maka
______________________________ - pinjam 1 tahun =12 bulan
0 tahun 8bulan 0 hari (yang ditambahkan) sehingga
menjadi 12+7 =19 bulan

2. Tanggal pemeriksaan 16 Juli 2016


Anak laki-laki lahir tgl. 22 November 2014 dengan usia kehamila 37 minggu
Usia kronologis : 2016(15) 07(19) 16
2014 11 16 Karena usia anak kurang dari 2
______________________________ - tahun dan usia kehamilan < 38
minggu sehingga perlu dihitung
1tahun 8(7) 0 (30)
usia koreksi
Koreksi 21 (40mgg-37mgg= 3mgg =21 hari)
______________________________-
1 tahun 7 bulan 9 hari

No Prosedur Nilai
1 2 3
1. Sampaikan salam dan perkenalan diri
2. Jelaskan kepada orang tua pasien jenis dan prosedur pemeriksaan yang
dilakukan.
3. Cuci tangan 7 langkah.
4. Mempersiapkan alat yang akan digunakan:
1. Stature meter atau neonatal stadiometer
2. Meteran kain
3. Timbangan atau baby scale
4. Pita LILA
5. Tabel BB dan TB WHO sesuai jenis kelamin dan usia anak
6. Tabel LILA sesuai jenis kelamin dan usia anak
7. Kalkulator
Apabila pemeriksa menggunakan neonatal stadiometer:
5. Baringkan anak di atas neonatal stadiometer.
6. Minta orang tua atau asisten untuk memegang kepala bayi agar tidak bergerak.
7. Rentangkan kaki hingga lurus sempurna.
8. Ukur panjang badan dimulai dari ujung kaki ke kepala.
9. Interpretasikan hasil yang didapatkan
Apabila pemeriksa menggunakan meteran:
10. Tempatkan meteran pada dinding.
11. Minta pasien berdiri tegak dengan tumit, betis, pantat, punggung dan kepala
bagian belakang menempel pada lantai dan pandangan lurus kedepan.
12. Ukur tinggi badan pasien dan mata pemeriksa harus sejajar atau lebih tinggi
dari tinggi badan pasien,
13. catat hasil pemeriksaan
14. Petakan tinggi badan pasien pada kurva tinggi badan sesuai jenis kelamin dan
usia.
15. Interpretasikan hasil yang didapatkan
Ukur berat badan pasien menggunakan timbangan/baby scale sesuai usia pasien.
16. letakkan baby scale di tempat datar dan dikalibrasi di titik nol.
17. Minta orang tua untuk melepas jaket dan popok sekali pakai pasien.
18. Tempatkan bayi di atas baby scale.
19. Ukur berat badan bayi dan catat hasilnya.
20. Interpretasikan hasil yang didapatkan
Apabila pemeriksaan dilakukan menggunakan timbangan.
21. letakkan timbangan di tempat datar dan dikalibrasi di titik nol.
22. Minta pasien untuk mengenakan pakaian seminimal mungkin dengan melepas
alas kaki, jaket atau tas yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
23. Minta pasien naik ke atas timbangan. Posisi tubuh berdiri tegak, pandangan
lurus ke depan
24. Petakan berat badan pasien pada kurva berat badan sesuai jenis kelamin dan
usia
25. Ukur berat badan anak dan catat hasilnya.
26. Ukur rasio berat badan ideal sesuai usia
BBI (%) = BBI/BB terukur saat itu x 100%
27. Interpretasikan hasil yang didapatkan
Ukur lingkar lengan atas pasien dengan menggunakan pita LILA.
28. Tentukan letak akromion dan olecranon pada lengan yang tidak aktif dalam
posisi lengan difleksikan
29. Untuk pengukuran ini ambil diameter lengan terbesar.
30. Petakan LILA pasien terhadap umur pada tabel.
31. Catat hasil pemeriksaan sesuai tanggal pemeriksaan
32. Interpretasikan hasil yang didapatkan

Cara mengukur Tinggi badan


Apabila pemeriksa menggunakan neonatal stadiometer:
a) Baringkan anak di atas neonatal stadiometer.
b) Minta orang tua atau asisten untuk memegang kepala bayi agar tidak bergerak.
c) Rentangkan kaki hingga lurus sempurna.
d) Ukur panjang badan dimulai dari ujung kaki ke kepala.
e) Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali dan diambil rata-rata untuk mendapatkan hasil
yang akurat.

Apabila pemeriksa menggunakan meteran:


a) Tempatkan meteran pada dinding.
b) Minta pasien berdiri tegak dengan tumit menempel pada lantai dan pandangan lurus
kedepan.
c) Ukur tinggi badan pasien dan mata pemeriksa harus sejajar atau lebih tinggi dari tinggi
badan pasien, kemudian catat hasilnya.

Cara mengukur berat badan:


Apabila pemeriksaan menggunakan baby scale:
a) Sebelum pasien ditempatkan di atas baby scale, letakkan di tempat datar dan dikalibrasi
di titik nol.
b) Minta orang tua untuk melepas jaket dan popok sekali pakai pasien. Idealnya pada
pemeriksaan ini, bayi tidak mengenakan pakaian.
c) Tempatkan bayi di atas baby scale.
d) Ukur berat badan bayi dan catat hasilnya.

Apabila pemeriksaan dilakukan menggunakan timbangan.


a) Minta pasien untuk mengenakan pakaian seminimal mungkin dengan melepas alas kaki,
jaket atau tas yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
b) Minta pasien naik ke atas timbangan. Posisi tubuh berdiri tegak, pandangan lurus ke
depan.
c) Ukur berat badan anak dan catat hasilnya.

Cara pengukuran LILA yaitu:


a) Tentukan letak akromion dan olecranon pada lengan yang tidak aktif dalam posisi
lengan difleksikan
b) Untuk pengukuran ini ambil diameter lengan terbesar.
c) Petakan LILA pasien terhadap umur pada tabel.
d) Dokumentasi harus mencakup tanggal hasil pemeriksaan.
e) Interpretasikan hasil yang didapatkan.

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO


1. Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2
tahun), dan berat badan.
2. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal/mendatar pada kurva. Garis
horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan
panjang/tinggi badan.
3. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada
kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.
4. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga
mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran
perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO


a) Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau rata-rata
b) Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini
diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh dari
garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.
c) Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.
d) Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.
e) Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat
menggunakan tabel berikut ini.

Tabel 1. Kurva pertumbuhan berdasarkan WHO


Catatan: Catatan:
1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini masih tidak normal.
Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan tinggi.
2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi lebih baik jika
diukur menggunakan perbandingan berat badan terhadap panjang/ tinggi atau IMT
terhadap umur.
3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukkan berisiko gizi lebih. Jika makin
mengarah ke garis Z-skor 2 risiko gizi lebih makin meningkat.
4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek memiliki gizi lebih.
5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI (Integrated
Management of Childhood Illness in-service training. WHO, Geneva, 1997).
Analisis Hasil Pemeriksaan Berat Badan berdasarkan BBI (berat badan ideal)
a. > 120% : obesitas
b. 110 - 120% : gizi lebih
c. 90 110% : normal
d. 70 90% : gizi kurang
e. 70% : gizi buruk

Referensi
World Health Organization.
Matondang cs, Wahidiyat I, Sastroasmoro S. Diagnosis Fisis pada Anak. Ed 2. Jakarta: Sagung
Seto, 2000; p32-34.