Anda di halaman 1dari 1

What are you looking for?

Cinta itu bisa datang dalam berbagai bentuk. Seperti, keyakinan.

Lalu, cinta seperti apa yang kau cari?

Aku menunggu jawabanmu, dipenghujung waktuku.

Dia berdiri menatap fokus pada sesuatu, yang kuyakin ke arahku. Aku hanya membalas tatapannya
dengan menundukan wajahku. Bukan karena ku malu, namun aku tak mau dia melihatku menangis,
setelah apa yang dia lakukan padaku dengan jelas dan tanpa ragu. Menamparku dengan rasa cinta
yang begitu besar. Dia hanya bertanya padaku, maukah kau menjadi istriku? dengan nada penuh
cinta namun wajahnya memelas. Tentu saja aku menangis, bahagia. Setelah bertahun-tahun dalam
kegelapan, aku akhirnya mendapatkan jawaban. Well, sebenarnya sebuah pertanyaan yang
menjawab pertanyaan lain.

Aku diam. Membisu, sekitar beberapa menit sebelum dia meletakkan tanganku diatas tangannya.
Dia menggenggam erat dan bertanya sekali lagi, maukah kau menjadi istriku? Aku tak mau
menghabiskan 10 tahun lagi dalam diam yang menyiksa. Mulai hari ini, aku berjanji akan selalu
menyanyikan lagu kerinduan yang kuciptakan, yang memang untukmu. Aku tak akan berbohong lagi,
tentang aku baik-baik saja ketika kau menangis karena orang lain.

Aku menarik nafas dalam, terlalu dalam hingga ku rasakan sesak karena paru-paruku penuh. Namun
aku putuskan untuk menghembuskannya perlahan. Lalu kali ini aku membalas tatapannya dengan
senyum, yang entah terlihat apa di matanya. terima kasih ku bilang, jangan begitu, aku mohon.
Jangan membuatku tak tersiksa lagi. Sungguh aku sudah terbiasa dengan rasa rindu tak bertuan dan
keheningan ini. Aku sudah terbiasa dengan cerita konyol, tak masuk akal, dan gilamu. Termasuk,
ketidakhadiranmu dalam beberapa part menyedihkan dalam kehidupanku.

Begitulah cara aku dan dia hidup dalam 10 tahun ini. Dalam kegelapan, dalam sunyi yang dalam.