Anda di halaman 1dari 4

REVIEW MATERI KULIAH W-10

OLEH: DEA CAHYA E.


NIM: 08161018
PRODI: PWK B
DOSEN PENGAJAR: Elindiyah Syafitri S.T., M.T.

DASAR-DASAR MANAJEMEN LAHAN


1. Land Development
Peningkatan kemanfaatan, mutu & penggunaan suatu bidang lahan u/ kepentingan penempatan suatu
kegiatan fungsional shg dpt memenuhi kebthan kehdpan & keg. Usaha scr optimal dr segi ek, sos,
fis, & aspek legalnya. Tujuan: untuk meningkatkan manfaat dan nilai lahan
Land development mencakup:
- Perencanaan
- Peratan lahan
- Pembentukan lahan
- Pelengkapan prasarana
- Penataan persil
- Pengadaan sarana lingkungan
- Penentuan batas persil
- Pengukuhan status legal
Pemanfaatan tanah dimulai dengan kegiatan pengembangan potensi/sifat-sifat tanah (land
improvement):
- Penyediaan prasarana jalan
- Pengurugan
- Pengeringan
- Pembebasan dari banjir dan genangan air hujan
- Setelah tanah siap diolah untuk peruntukan tertentu, kemudian dilakukan pembangunan sesuai
Peruntukannya.
Dasar dasar land development meliputi
- Tanah: bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Bagian2 tanah:
TUBUH TANAH (SOIL) > Penampang tanah, media tanaman dan pondasi bangunan
MATERIAL (MATERIALS) > Benda yg dpt diangkut
BENTANG TANAH (LAND) > Muka bumi 3D/ruang yg tidak bisa dipindah
- Lahan: lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan
dan kesejahteraan hidup manusia.
- Ruang: wadah yang meliputi ruang darat,ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam
bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan,
dan memelihara kelangsungan hidupnya.
- asas tata guna tanah: rangkaian hukum kegiatan untuk mengatur peruntukan, penggunaan dan
persediaan tanah secara berencana dan teratur sehingga diperoleh manfaat yang lestari, optimal,
seimbang dan serasi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan negara.
Asas:
Lestari : menjaga kelestarian lingkungan
Optimal : memperoleh manfaat yang optimal
Serasi : tidak terjadi konflik antar penggunaan tanah
Seimbang : pola penggunaan tanah yg seimbang
- dan istilah dalam pertanahan
Aktivitas penambangan liar di kawasan ini cukup memprihatinkan. Meski hanya penambang
tradisional, tapi mereka telah menyasar tebing-tebing sungai. Permasalahan timbul ketika para
penambang mulai bergeser ke tebing-tebing sungai. Kegiatan mereka ini turut menggerus kawasan
sempadan sungai dengan permukiman warga. aksi penambangan ini dilakukan oleh warga asli
Wedomartani. Pendekatan dan peringatan telah dilakukan tapi tidak mendapatkan respons. Bahkan
warga tetap terus melakukan penambangan setiap harinya. Cara yang bisa dilakukan adalah
pemberdayaan kawasan sempadan sungai. Yakni mengubah kawasan menjadi destinasi wisata air.
DD&DT Lingkungan: Kemampuan Lingkungan Hidup untuk mendukung perikehidupan manusia,
mahluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya serta menyerap zat, energi dan atau komponen
lain yang masuk atau dimasukan kedalamnya
Fase land development:
- Perluasan jaringan jalan dan utilitas publik dalam rangka menghubungkan lahan-lahan tersebut
dalam sistem satuan jaringan (metropolitan) yang sudah ada.
- Pembagian lahan ke dalam bentuk jalan (street), ruang terbuka, serta beberap bangunan pada
lokasi/site tertentu
- Pengembangan bangunan pada lokasi/site tertentu berupa bangunan rumah, toko, pabrik, dll oleh
pengembang maupun pemilik tanah.
Pemerintah memfokuskan sumberdayanya yang terbatas pada proses pengembangan lahan agar
semakin efektif biaya yang dikeluarkan ketika sejumlah besar lahan akan dikembangkan (economies
scale).
Beberapa negara berkembang telah membentuk organisasi pengembangan lahan yang memiliki
sasaran:
- Menyediakan lahan untuk proyek perumahan yang terjangkau bagi rumah tangga menengah
berpenghasilan rendah (MBR).
- Memastikan bahwa nilai lahan meningkat seiring dengan penyediaan infrastruktur publik yang
tidak disedikan oleh pihak pengembang swasta bahwa proyek-proyek penting, tapi berisiko
dihindari oleh sector.
Masalah penting dalam pengembangan lahan adalah seringkali pemerintah kurang up-to-date
informasi mengenai pasar lahan (land market) di wilayah kab/kota masing-masing
Pendapat yang berkembang bahwa mengapa kota-kota tidak dapat diatasi pertumbuhan penduduk
perkotaannya adalah karena they are "flying blind" mereka tidak tahu apa yang terjadi di pasar
lahan mereka
Informasi akurat tentang bagaimana pasar tanah terjadi sangat penting untuk mengadopsi strategi
yang tepat dalam meningkatkan kinerja pasar tanah
Dalam rangka mempercepat pengembangan lahan, kedua sektor (swasta dan pemerintah) perlu
memiliki tanggung jawab
Sektor swasta sebaiknya menjadi pelaksana utama, yang bertanggung jawab atas generasi sumber
daya modal dan manajemen pelaksanaan
Sektor pemerintah (publik) sebaiknya menjadi fasilitator dana protektor terhadap keseluruhan
tujuan-tujuan sosial, berprinsip pada kemakmuran rakyat
Bentuk intervensi pemerintah diwujudkan melalui beberapa kewenangan yang dimilikinya:
- Police power merupakan kewenangan pemeliharaan penertiban yang mengatur tindakan-tindakan
dan kegiatan-kegiatan untuk melindungi kesehatan, keamanan, moral, dan kesejahteraan umum
masyarakat tanpa ada kompensasi kepada individu.
- Eminent domain adalah kewenangan pemerintah untuk membebaskan, memungkinkan pemerintah
mencabut/mengambil tanah milik bagi kepentingan umum dengan kompensasi bagi individu yang
terkena dampak.
- Pajak merupakan instrumen pengendalian atas penggunaan lahan
Konsolidasi Lahan merupakan salah satu model pembangunan di bidang pertanahan, yang mencakup
wilayah perkotaan dan wilayah yang memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan tanah
dalam hubungan dengan pemanfaatan, peningkatan produktifitas dan konservasi bagi kelestarian
lingkungan.
Tahap konsolidasi lahan:
Rencana konsolidasi > rencana prasarana lingkungan > sesudah konsolidasi
Faktor manusia dalam proses penambangan yang tidak memperhatikan lingkungan tentu akan
membawa dampak kerusakan lingkungan baik pada faktor sosial dan budaya, faktor fisik maupun
faktor biotiknya. Faktor sosial dan budaya yang dapat mempengaruhi tingkat dampak kegiatan
penambangan pasir dan batu serta emas, diantaranya tingkat sosial masyarakat, tingkat pendapatan,
pendidikan, pekerjaan serta persepsi masyarakat. kebijakan pemerintah sebagai variabel independen
mempengaruhi variabel terpengaruh, yaitu asal kebijakan, mekanisme, finansial, kelembagaan,
sumberdaya aparatur pemerintah, pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan masyarakat, jumlah
penambangan tanpa izin serta bangunan check dam.
2. Land management
Land management (pengelolaan pertanahan) merupakan suatu kegiatan yang mengatur
penguasaan/pemilikan tanah dan penggunaan/pemanfaatan tanah serta hubungannya antara
keduanya oleh subyek hak tanah agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran
masyarakat. Agar hubungan antar subyek dan obyek tanah, melalui keterkaitan penguasaan dan
penggunaan tanah dapat berlangsung secara seimbang, dan sesuai dengan tujuannya, serta untuk
jangka waktu yang selama mungkin.
PENDEKATAN dalam land management:
- Mengacu pada prinsip efisiensi dan efektivitas
- Pendekatan manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling)
- Dilandasi dengan misi pertanahan yaitu catur tertib pertanahan:
Kepastian hokum
Kebenaran administrasi
Kebenaran penggunaannya
Adanya kelestarisan lingkungan hidup
Model system land management: input > proses pengololaan dan pengembangan adminitrasi
pertanahan > output
MODEL KERANGKA TEKNIK LAND MANAGEMENT: input > PERENCANAAN DAN
PENGATURAN > PELAKSANAAN PROGRAM/PROYEK > PENYEDIAAN INFORMASI >
PELAYANAN pertanahan > PENGENDALIAN (MONITORING DAN EVALUASI) > output
Siklus perencanaan: perencanaan > pengorganisasian > implementasi > pengendalian
Timbulnya masalah-masalah tanah bukan disebabkan karena tidak adanya peraturan perundangan
yang memadai, bukannya tidak ada manusia yang mampu melaksanakannya, melainkan lebih
banyak disebabkan oleh kurangnya menguasai dan menghayati bidang keagrariaan atau
pertanahan.