Anda di halaman 1dari 14

KISI-KISI

1. Pengertian Regulasi Pangan!

Regulasi pangan adalah peraturan yang diundangkan oleh pemerintah, berkaitan


dengan pangan yang mempengaruhi badan-badan lain dengan tujuan agar dapat
menghasilkan produk pangan yang berkualitas, bermutu, bergizi dan aman untuk
dikonsumsi masyarakat. Melalui regulasi pangan ini sehingga hak-hak masyarakat
dalam memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dapat terlindungi serta
melalui regulasi pangan ini diharapkan dapat terciptanya serta terwujudnya
perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab;

2. Hubungan regulasi pangan terhadap ketahanan pangan!

Ketahanan pangan menurut peraturan pemerintah republik indonesia nomor 17


tahun 2015 tentang ketahanan pangan dan gizi yaitu Ketahanan Pangan dan Gizi
adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan Pangan dan Gizi bagi negara sampai dengan
perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah
maupun mutunya, aman, beragam, memenuhi kecukupan Gizi, merata dan terjangkau
serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk
mewujudkan Status Gizi yang baik agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara
berkelanjutan. Ketahanan pangan telah diatur di dalam regulasi pangan. Regulasi
pangan merupakan peraturan- peraturan yang diundangkan oleh pemerintah. di dalam
regulasi tersebut telah tercantum kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan dilakukan
demi tercapainya ketahanan pangan dalam suatu negara. Melalui kebijakan-kebijakan
ketahanan pangan yang tercantum pada regulasi pangan tersebut sehingga diharapkan
mampu mencegah terjadinya krisis pangan dalam suatu negara dan hak-hak rakyat
dalam mengakses ketersediaan pangan yang aman,bermutu, dan bergizi dapat tercapai
serta terpenuhi dengan baik.

3. Dalam regulasi pangan unsur aman,bermutu, dan bergizi sangat penting,coba saudara
jelaskan secara terperinci arti dari ke 3 unsur tersebut!

Pangan aman : makanan dan minuman yang bebas atau tidak mengandung kuman
(mikroba patogen), bahan kimia dan bahan berbahaya, yang bila dikonsumsi tidak akan
menimbulkan bahaya serta gangguan kesehatan manusia. Oleh karena itu untuk
menghasilkan pangan yang aman perlu adanya penjaminan HACCP dan GMP.

Pangan bermutu : makanan dan minuman yang telah memenuhi nilai yang ditentukan
atas dasar kriteria keamanan pangan, kandungan gizi, dan standar perdagangan
terhadap bahan makanan,makanan, dan minuman. Sehingga bisa dikatakan bahwa
pangan bermutu merupakan makanan dan minuman yang telah terjamin keamanannya
untuk dikonsumsi dan mengandung sejumlah kandungan nilai gizi yang baik.

Pangan bergizi : makanan dan minuman yang mengandung sejumlah kandungan gizi
yang baik, yang jika dikonsumsi akan memberikan manfaat bagi tubuh yaitu
terpenuhinya zat-zat gizi sesuai porsi untuk kebutuhan hidup konsumennya.
4. Bagaimana pendapat saudara tentang peranan regulasi pangan dalam pembangunan
nasional!

Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang


berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara
untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 , yaitu melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan
kehidupan bangsa,serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dalam pembangunan nasional
manusia menjadi titik sentral. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat
tergantung kepada keberhasilan bangsa itu sendiri dalam menyiapkan sumber daya
manusia yang berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif.
Peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa sangat tergantung pada
kemampuan dan kualitas sumber daya manusianya. Pangan dan gizi merupakan salah
satu faktor yang mempunyai peran yang sangat penting dalam pencapaian
pembangunan nasional suatu negara. Peran pangan dan gizi sebagai modal
pembangunan bangsa. Jika kondisi pangan dan gizi dalam suatu negara baik dan
terpenuhi maka dipastikan negara tersebut akan menghasilkan generasi yang cerdas
pula. Terkait dengan hal ini, regulasi pangan memiliki peranan yang sangat penting.
Melalui regulasi pangan ini sehingga hak-hak masyarakat dalam memperoleh pangan
yang aman, bermutu, dan bergizi dapat terlindungi. Jika hak asasi manusia dalam
memperoleh makanan terlindungi,bisa dipastikan bahwa ketahanan dan keamanan
pangan dalam negara tersebut juga terwujud. Jika ketahanan dan keamanan pangan
terwujud maka pembangunan nasional dari suatu negara juga akan tercapai.

5. Pengertian de-regulasi, pangan, dan regulasi!


De-regulasi adalah aturan/sistem mengatur ,tindakan atau proses untuk
mengurangi/menghilangkan aturan.
Pangan adalah Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian,
perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah
maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi
konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan
lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan
makanan atau minuman.
Regulasi adalah yang dalam hal ini didefinisikan sbg peraturan yang diundangkan oleh
pemerintah yang mempengaruhi kegiatan badan-badan lain serta memiliki banyak
bentuk.
6. Pengertian keamanan pangan dan pencemaran!
Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah
Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat
mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak
bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk
dikonsumsi.(UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan)
Pencemaran makanan (Kontaminasi makanan) adalah terdapatnya bahan atau
organisme dalam makanan secara tidak sengaja. Bahan atau organisme tersebut disebut
kontaminan. Pencemaran makanan terdiri dari :
a. Cemaran biologis merupakan cemaran yang diakibatkan oleh mikroorganisme.
Cemaran biologis pada umumnya disebabkan oleh rendahnya kondisi higiene dan
sanitasi, contoh cemaran biologis yaitu salmonella pada unggas yang dicemari dari
kulit telur ynag kotor,clostridium perfringens pada umbi-umbian(terkontaminasi
dari debu dan tanah ),lysteria monocytogenes pada makanan beku,E.coli pada
sayuran mentah,daging cincang (kontaminasi dapat berasal dari kotoran hewan
maupun pupuk kandang yang digunakan dalam proses penanaman sayur). Cemaran
biologis ini dapat mencemari makanan pada berbagai tahapan pengelolaan
makanan, mulai dari tahap pemilihan bahan pangan,penyimpanan bahan
pangan,persiapan dan pemasakan bahan pangan,pengemasan makanan
matang,penyimpanan makanan matang,dan pendistribusiannya serta pada saat
makanan dikonsumsi.
b. Cemaran Kimia merupakan cemaran yang dapat berasal dari lingkungan yang
tercemar limbah industri,radiasi,dan penyalahgunaan bahan berbahaya yang
dilarang untuk pangan, yang ditambahkan ke dalam pangan. contoh bahan pangan
yang terkategori bahan berbahaya adalah formalin, rdhamin B,boraks,dan methanil
yellow. Selain penyebab tersebut, cemaran kimia dapat juga berasal dari racun
alami yang terdapat dalam bahan pangan itu sendiri,seperti:singkong atau kentang
yang berwarna kehijauan diduga mengandung sianida,ikan buntal mengandung
tetradoksin,logam berat yang terdapat dalam makanan,residu pestisida pada sayur
dan buah. Cemaran kimia ini dapat berasal dari bahan pangan,BTP,
peralatan,lingkungan,bahan kimia,pembasmi hama,dan bahan pengemas,
c. Cemaran fisik merupakan terdapatnya benda-benda asing dalam makanan. cemaran
ini dapat berasal dari bahan pangan dari penjamah makanan (pakaian dan
perhiasan), dan dari fasilitas yang tersedia pada saat pengolahan seperti peralatan
yang digunakan,hama, dan lingkungan. Cemaran fisik seperti rambut yang berasal
dari penjamah makanan yang tidak menutup kepala saat bekerja, potongan
kayu,potongan bagian tubuh serangga,pasir,batu,pecahan kaca,isi staples,dan
lainnya.
7. Instansi pemerintahan dalam pangan!
a. Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM)

Berdasarakan Pasal 68 Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001, BPOM mempunyai
fungsi :

1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan Obat dan


Makanan.
2. Pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
3. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPOM.
4. Pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi
pemerintah di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bindang
perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Kepala BPOM Nomor 14 Tahun 2014, Unit Pelaksana Teknis
di lingkungan BPOM mempunyai fungsi :

1. Penyusunan rencana dan program pengawasan obat dan makanan.


2. Pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk
terapetik, narkotika, psikotropika zat adiktif, obat tradisional, kosmetik, produk
komplemen, pangan dan bahan berbahaya.
3. Pelaksanaan pemeriksaanlaboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk secara
mikrobiologi.
4. Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh dan pemeriksaan sarana
produksi dan distribusi
5. Investigasi dan penyidikan pada kasus pelanggaran hukum.
6. Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu yang ditetapkan
oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
7. Pelaksanaan kegiatan layanan informasi konsumen.
8. Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan makanan.
9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan.
10. Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BadanPengawas Obatdan
Makanan, sesuai dengan bidang tugasnya.

b. Badan standardisasi nasional (BSN)


kegiatan standardisasi yang meliputi standar dan penilaian kesesuaian
(conformity assessment) secara terpadu perlu dikembangkan secara
berkelanjutan khususnya dalam memantapkan dan meningkatkan daya saing
produk nasional, memperlancar arus perdagangan dan melindungi kepentingan
umum. Untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan di
bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab Badan
Standardisasi Nasional (BSN).

BSN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang


standardisasi nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

BSN menyelenggarakan fungsi :


a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang standardisasi
nasional;
b. pengkoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSN;
c. pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang
standardisasi nasional;
d. penyelenggaraan kegiatan kerja sama dalam negeri dan internasional di
bidang standardisasi ;
e. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang
perencanaan umum,
ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan,
kearsipan,
persandian, perlengkapan, dan rumah tangga
c. Badan ketahanan Pangan
d. Kementerian pertanian

e. Kementerian Kelautan dan Perikanan


f. Kementerian perindustrian

g. Kementrian kesehatan
-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

8. Mekanisme kerja regulasi pangan!


Regulasi pangan dimulai dari regulator,regulator bertugas untuk mengeluarkan dan
mengundangkan peraturan peraturan yang terkait dengan pangan dimulai dari peraturan
pada saat pengolahan seperti cara pengolahan pangan yang baik (GMP), HACCP,
peraturan batas penggunan BTP, peraturan terkait keamanan,mutu,dan gizi, dan
peraturan lainnya hingga produk layak dikonsumsi oleh konsumen. Hal ini dilakukan
dengan tujuan untuk melindungi hak-hak manusia dalam memperoleh makanan yang
bermutu,bergizi,dan aman. Kemudian peraturan-peraturan yang dibuat regulator akan
dijadikan sebagai pedoman oleh pelaku produsen dalam menghasilkan produk yang
aman,bermutu,dan bergizi. Setelah produk dihasilkan kemudian produk akan diambil
sampel produknya dan dilakukan pengujian terhadap produk tersebut dengan tujuan
untuk memastikan apakah produk layak atau tidak didistribusikan ke konsumen jika
produk telah teruji keamanannya di lab kemudian produk akan siap dipasarkan ke
konsumen.

9. Undang- undang tentang pangan!


10. Jelaskan bagaimana penyusunan standar/regulasi pangan dalam kontek kekinian serta
kegunaannya dalam aspek sosial!

Dalam penyusunan standar/regulasi pangan melibatkan berbagai sektor yaitu regulator,


produsen, laboratorium, dan konsumen. Penyusunan standar ini dimulai dari ragulator,
dimana regulator bertugas untuk mengeluarkan serta mengundangkan pertauran-
peraturan terkait dengan pangan dimulai dari peraturan pada saat pengolahan seperti
cara pengolahan pangan yang baik (GMP), HACCP, peraturan batas penggunan BTP,
peraturan terkait keamanan,mutu,dan gizi, dan peraturan lainnya hingga produk layak
dikonsumsi oleh konsumen. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi hak-hak
manusia dalam memperoleh makanan yang bermutu,bergizi,dan aman. Kemudian
peraturan-peraturan yang dibuat regulator akan dijadikan sebagai pedoman oleh pelaku
produsen dalam menghasilkan produk yang aman,bermutu,dan bergizi. Setelah produk
dihasilkan kemudian produk akan diambil sampel produknya dan dilakukan pengujian
terhadap produk tersebut dengan tujuan untuk memastikan apakah produk layak atau
tidak didistribusikan ke konsumen jika produk telah teruji keamanannya di lab
kemudian produk akan siap dipasarkan ke konsumen. Kegunaan penyusunan
standar/regulasi pangan ini dalam aspek sosial adalah untuk melindungi hak-hak
masyarakat dalam memperoleh makanan dan minuman yang bermutu,bergizi,dan
aman. Dengan adanya penyusunan standar/regulasi pangan ini sehingga masyarakat
dapat mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik,karena telah terjamin
keamanannya.
11. Fungsi dan kedudukan regulasi pangan dalam kehidupan sehari-hari!
Regulasi pangan memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat penting di dalam
masyarakat. Regulasi pangan berperan untuk melindungi hak-hak konsumen dalam
memperoleh makanan yang bernutu,bergizi,dan aman. Melalui regulasi pangan ini
diharpkan seluruh lapisan masyarakat di dalam kehidupan sehari-harinya dapat
mengkonsumsi makanan yang baik gizinya, baik kebersihannya serta baik dari segi
keamannannya.