Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM PRESTASI MESIN

POMPA SERI DAN PARALEL

DISUSUN OLEH :

Nama : FIRMA YAPTO


Nim : 1507166958

LABORATORIUM KONVERSI
ENERGI

PROGRAM STUDI S-1 TRANSFER

JURUSANTEKNIKMESIN FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2016
BAB I
PENDAHULUAN

Didalam kehidupan sehari-hari, seringkali menggunakan pesawat kerja / bantu


yang memudahkan untuk menyelesaikan pennasalahan secara tepat dan ekonomis.
Dalam hal pemindahan suatu fluida dari satu tempat ke tempat lain menggunakan
suatu pesawat pompa.

Pompa ada beberapa macam tetapi yang sering digunakan dalam kegiatan
industri maupun rumah tangga adalah jenis pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal
mempunyai dua bagian penting, yaitu impeller yang berfungsi untuk memindahkan
tenaga mekanis dari poros pompa ke fluida dengan cara diputar sehingga timbul
gaya sentrifugal dan rumah pompa (cagging) yang mengarahkan fluida ke impeller
dan sekaligus mengubah tenaga kinetik fluida menjadi tenaga tekanan.

Untuk dapat memecahkan suatu masalah yang berhubungan dengan pompa


dalam kondisi yang serta terbatas. Jika ketinggian atau kapasitas yang diperlukan
tidak dapat dicapai dengan satu pompa saja, maka dapat digunakan dua pompa-dua
pompa atau lebih yang disusun secara paralel atau seri.

Pada operasi pompa disusun seri diasumsikan terjadi peningkatan head tekan
yanglebih besar dari pada pompa paralel, sedangkan pompa paralel diasumsikan
akan terjadi peningkatan kapasitas pompa lebih besar daripada pompa seri.

Dalam penelitian ini membuat alat peraga (alat uji kerja) pompa untuk
mengerti tentang karakteristik kerja pompa sentrifugal susunan seri dan paralel.

1.1 Teori Dasar


Pompa adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengalirkan,
memindahkandan mensirkulasikan zat tluida cair dengan cara menaikkan
tekanan dankecepatan dari suatu tempat ke tempat lain, atau dengan kata
lain pompa adalah alatyang merubah energl mekanik dari suatu alat
penggerak (driver) menjadi energipotensiai dan kinetik yang berupa head.
sehingga zat cair tersebut memiliki tekanan sesuaidengan head yang
dimilikinya.Agar zat cair tersebut mengaIir, maka diperlukan energi tekan
yang diberikanpornpa, dan energi tekan ini harus mampu mengatasi
berbagai macam kcrugian-kcrugian yang terjadi sepanjang lintasan atau
intalasi pipa yang dilalui zat tersebut.Perpindahan zat cair ini dapat mendatar,
tegak lurus atau arah campuran keduanya.Perpindahan zat cair yang tegak
lurus harus dapat mengatasi hambatan-hambatan, seperti yang terdapat pada
pemindahan zat cair arah mandatar, yaituadanya hambatan gesekan
sepanjang pipa dan juga hambatan karena adanya penggunaan aksessoris.
Hambatan gcsckan ini akan mempengaruhi kecepatanaliran dan adanya
perbedaan head antara sisi hisap (suction) dengan sisi tekan( discharge).

1.2.Sistem Susunan

A. Parallel
Tujuan pemasangan pompa secara parallel adalah agar kapasitas
yang diinginkan lebih besar. Apabila kapasitasnya menurun pada satu
pompa, maka sebagian pompa dapat dinonaktitkan, sehingga
efisiensinya maksimum.
B. Parallel

Tujuan pemasangan pompa secara seri adalah agar headnya menjadi


lebih tinggin dan juga dapat digunakan untuk variasi head. Sistem head
adalah penjumlahan head statis dengan head yang bervariasi.
1.3 Pessure Gauge
Manometer adalah alat ukur tekanan dan manometer tertua adalah
manometer kolom cairan. Alat .ukur ini sangat sederhana, pengamatan
dapat dilakukan langsung dan cukup teliti pada beberapa daerah
pengukuran. Manometer kolom cairan biasanya digunakan untuk pengukuran
tekanan yang tidak terialu tinggi (mendekati tekanan atmosfir).
1.4 Fungsi manometer

Manometer adalah alat yang digunakan secara luas untuk mengukur


perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua
adalah manometer kolom cairan. Versi manometer sederhana kolom cairan
adalah bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya (biasanya berisi minyak,
air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pad a satu sisi pipa,
sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapkan pada
tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang
diterapkan.

A.Prinsip kerja manometer U


Gambar 2.10 merupakan gambaran scderhana manometer tabung U yang
diisi cairan setengahnya, dengan kedua ujung tabung terbuka berisi cairan
sama tinggi. Gambar b bila tekanan positif diterapkan pada salah satu sisi kaki
tabung, cairan ditekan kebawah pada kaki tabung tersebut dan naik pada sisi
tabung yang lainnya. Perbedaan pada ketinggian, "h", merupakan
penjumlahan hasil pembacaan diatas dan dibawah angka nol yang
menunjukkan adanya tekanan. Gambar c menunjukkan tidakadanya
tekanan yang terjadi, tetapi adanya kevakuman yang terjadi.

Pada gambar 2 dapat dililiat prinsip kerja dan cara pembacaan alat ukur
tekanan manometer U.
B. Prinsip Bernoulli

Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang


menyatakan bahwa pada suatu aliran fiuida, peningkatan pada kecepatan
fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini
sebenamya merupakan penyederhanaan dari persamaan Bernoulli yang
menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam. suatu aliran
tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran
yang sama.
1.5. Tahanan Sistim (Head)

Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistem pada


laju tertentu. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistem,
yang juga disebut "head". Head total merupakan jumlah dari head statik,
head gesekan/friksi, head tekanan dan head kecepatan.

A. Head statik

Head statik merupakan perbedaan tinggi an tara sumber dan tujuan dari
cairan yang dipompakan. Head statik merupakan aliran yang independen.
Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan.

B. Head gesekan/friksi

Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk


mengalir dalam pip a dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung
pada ukuran, kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran,
dan sifat dari cairan. Head gesekan/friksi sebanding dengan kuadrat debit.

C. Head tekanan

Head tekanan merupakan perbedaan tekanan yang terjadi pada kedua titik
tekanan yang berbeda.

D. Head kecepatan

Head kecepatan merupakan perbedaan kecepatan yang terjadi pada kedua


titik kecepatan yang berbeda.

E.Head Total Pompa


Head Total Pompa ditentukan dari kondisi instalasi plumbing yang
akan dilayani oleh pompa.Head total dapat diperoleh dengan rumus
1.5 V-Notcll

V-Notch adalah suatu metoda yang digunakan untuk mengukur debit pada
saluran terbuka dengan ambang tajam segitiga. Bentuk penampang
pelimpah aliran dari ambang tajam segitiga yaitu penampang berbentuk segitiga
sarna kaki seperti hurufV yang puncak sudut ambang mengarah ke hilir
(ASTM D 5242-92).

1.6 Rumus debit


Persamaan rumus yang digunakan untuk mendapatkan debit pelimpah
di atas ambang tajam segitiga dapat dihitung dengan :
2 Konstruksi V-NOTCH

Dalam pembuatan V'Notch ada ukuran-ukuran tertentu yang harus


ditetapkan sebagai acuan agar hasil dan konstruksinya dapat diperhitungkan.

Untuk menentukan tinggi nilai He pada weir maka persamaan


yang digunakan adalah
BAB II

METODOLOGI

1.1 Gambar Alat Uji Pompa Seri Dan Paralel

2.1. Prosedur Pengujian

a. Pengujian pornpa tunggal 1

1. Buka penuh katup 1 dan tutup penuh katup yang lain

2. Hidupkan pompa 1

3. Buka secara perlahan-Iahan katup 3 sehingga terbuka penuh

4. Buka secara perlahan-lahan katup 6 sehingga terbuka penuh

5. Tutup secara perlahan-Iahan katup 1 sehingga tertutup penuh


6. Tutup secara perlahan-lahan katup 6 sehingga tekanan pada pressure gauge

(P1) menunjukkan tekanan 0,2 bar

7. Catat kenaikan air (H) pada V-notch

8. Ulangi langkah 6 dan 7 untuk tiap kenaikan tekanan 0,2 bar hingga tekanan
menunjukkan anoka 2 bar

b. Pengujian pompa tunggal 2

1. Buka penuh katup 4,5dan 6 serta dan tutup penuh katup yang lain

2. Hidupkan pompa 2

3. Tutup secara perlahan-Iahan katup 4 sehingga tertutup penuh

4. Tutup secara perlahan-lahan katup 6 sehingga tekanan pada pressure gauge

(P2) menunjukkan tekanan 0,2 bar

5. Catat kenaikan air (H) pad a V-notch

6. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk tiap kenaikan tekanan 0,2 bar hingga tekanan
menunjukkan angka 2 bar

c. Pengujian pompa seri

1. Buka penuh katup 1 dan 4 kemudian tutup penuh katup yang lain

2. Hidupkan pompa 1 dan 2

3. Buka secara perlahan-Iahan katup 2 sehingga terbuka penuh

4. Buka secara perlahan-Iahan katup 6 sehingga terbuka penuh

5. Tutup secara perlahan-lahan katup 1 dan katup 4 sehingga tertutup penuh

6. Tutup secara perlahan-Iahan katup 6 sehingga tekanan pada pressure gauge

(P3) menunjukkan tekanan 0,2 bar


7. Catat kenaikan air (H) pada V-notch

8. Ulangi langkah 6 dan 7 untuk tiap kenaikan tekanan 0,2 bar hingga tekanan
menunjukkan angka 2 bar

d. Pengujian pompa pararel

1. Buka penuh katup 1, 4 dan 5 kemudian tutup penuh katup yang lain

2. Hidupkan pompa 1 dan 2

3. Buka secara perlahan-Iahan katup 3 sehingga terbuka penuh

4. Buka secara perlahan-Iahan katup 6 sehingga terbuka penuh

5. Tutup secara perlahan-Iahan katup 1 dan katup4 sehingga tertutup penuh

6. Tutup secara perlahan-Iahan katup 6 sehingga tekanan pada pressure gauge

(P3) menunjukkan tekanan 0,2 bar

7. Catat kenaikan air (H) pada V-notch

8. Ulangi langkah 6 dan 7 untuk tiap kenaikan tekanan 0,2 bar hingga tekanan
menunjukkan angka 2 bar

Analisa:

I. Grafik Q Vs H pada pompa 1 tunggal dan pompa 2 tunggal

2. Grafik Q Vs H pada pompa seri dan pararel

3. Ulasan dan analisa masing-masing grafik


BAB III

PENUTUP

1. Hasil Pengujian

Data Pengujian pompa tunggal

Data Pompa tunggal 1

n h1 h2 g
P (pa) h 3 2 V (m3) t (s) Q (act)
o (m) (m) (kg/m ) (m/s )
1 25000 0,125 0,16 0,035 1000 9,81 90 0,001 3,6 0,000277778
2 50000 0,125 0,16 0,035 1000 9,81 90 0,001 3,2 0,0003125
3 75000 0,125 0,16 0,035 1000 9,81 90 0,001 3,4 0,000294118
10000
4 0,125 0,16 0,035 1000 9,81 90 0,001 3,5 0,000285714
0

Heat
H (m) kn He Qtheo
total
2,54842 0,0008 0,0358 0,000573 2,58422
5,09684 0,0008 0,0358 0,000573 5,13264
7,6452599 0,0008 0,0358 0,000573 7,68106
10,19368 0,0008 0,0358 0,000573 10,22948

Data pompa tunggal 2

h1 h2 g
no P (pa) h 3 2 V (m3) t (s) Q (act)
(m) (m) (kg/m ) (m/s )
1 25000 0,125 0,16 0,035 1000 9,81 90 0,001 2,6 0,000384615
2 50000 0,125 0,165 0,04 1000 9,81 90 0,001 2,8 0,000357143
3 75000 0,125 0,165 0,04 1000 9,81 90 0,001 3,5 0,000285714
4 100000 0,125 0,165 0,04 1000 9,81 90 0,001 3,6 0,000277778

Heat
H (m) kn He Qtheo
total
2,54842 0,0008 0,0358 0,000573 2,58422
5,09684 0,0008 0,0408 0,000794 5,13764
7,6452599 0,0008 0,0408 0,000794 7,68606
10,19368 0,0008 0,0408 0,000794 10,23448
Data Pompa Seri

h1 h2 g
no P (pa) h 3 2 V (m3) t (s) Q (act)
(m) (m) (kg/m ) (m/s )
1 25000 0,14 0,165 0,025 1000 9,81 90 0,001 2,4 0,000416667
2 50000 0,14 0,165 0,025 1000 9,81 90 0,001 2,7 0,00037037
3 75000 0,14 0,165 0,025 1000 9,81 90 0,001 2,7 0,00037037
4 100000 0,14 0,164 0,024 1000 9,81 90 0,001 2,7 0,00037037

Heat
H (m) kn He Qtheo
total
2,54842 0,0008 0,0258 0,000253 2,57422
5,09684 0,0008 0,0258 0,000253 5,12264
7,6452599 0,0008 0,0258 0,000253 7,67106
10,19368 0,0008 0,0248 0,000229 10,21848

Data Pompa Paralel

h1 h2 g
no P (pa) h 3 2 V (m3) t (s) Q (act)
(m) (m) (kg/m ) (m/s )
1 25000 0,17 0,175 0,005 1000 9,81 90 0,001 1,7 0,000588235
2 50000 0,17 0,175 0,005 1000 9,81 90 0,001 1,6 0,000625
3 75000 0,17 0,175 0,005 1000 9,81 90 0,001 1,5 0,000666667
4 100000 0,17 0,175 0,005 1000 9,81 90 0,001 1,7 0,000588235

Heat
H (m) kn He Qtheo
total
6,05E-
2,54842 0,0008 0,0058
06 2,55422
6,05E-
5,09684 0,0008 0,0058
06 5,10264
6,05E-
7,6452599 0,0008 0,0058
06 7,65106
6,05E-
10,19368 0,0008 0,0058
06 10,19948
Grafik Perbandingan Q Terhadap H Total Pada
Pompa Tunggal 1
0,0007

0,0006
Debit (m3/s)

0,0005

0,0004

0,0003

0,0002

0,0001

0
0 2 4 6 8 10 12
Head Total (m)
Q act Q theo

Grafik Perbandingan Q Terhadap H Total Pada


Pompa Tunggal 2
0,0009
0,0008
0,0007
Debit (m3/s)

0,0006
0,0005
0,0004
0,0003
0,0002
0,0001
0
0 2 4 6 8 10 12
Head Total (m)
Q Act Q theo
Grafik Perbandingan Q Terhadap H Total Pada
Pompa Seri
0,00045
0,0004
0,00035
Debit (m3/s)

0,0003
0,00025
0,0002
0,00015
0,0001
0,00005
0
0 2 4 6 8 10 12
Head Total (m)
Q act Q theo

Grafik Perbandingan Q Terhadap H Total Pada


Pompa Paralel
0,0007

0,0006
Debit (m3/s)

0,0005

0,0004

0,0003

0,0002

0,0001

0
0 2 4 6 8 10 12
Head Total (m)
Q act Q theo
2. Kesimpulan

Setelah Melakukan beberapa kali pengambilan pengujian dan pengambilan sampel


sehingga di dapat kesimpulan

1.Berdasarkan data Grafik Pada Pompa 1 Untuk Q Act mengalami kenaikan debit dari

debit awal kemudian cendrung stabil sedangkan untuk Q theo tidak mengalami

perubahan yang signifikan.

2.Berdasarkan grafik untuk Pompa tunggal 2 untuk Qact Mengalami penurunan debit dari

debit awal sedangkan untuk Q the mengalami kenaikan yang cukup Sigifikan

3.Berdasarkan grafik yang di dapat untuk pompa seri Q act debit air mengalami penurun

kemudian cendrung stabil sedangkan untuk Qtheo dari awal stabil kemudian mengalami

penurunan secara signifikan.

4.Berdasarkan Analasia grafik untuk pompa parallel untuk Qact Mengalami stabil

kemudian ada kenaikan dan penurunan level debit sedangkan pada Qthe tidak

mengalami perubahan