Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Plus Bina Bangsa


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi pokok : Bentuk Molekul
AlokasiWaktu : 2 x 3 JP (2 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masala.
4. Menogolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak, terkait
dengan pengetahuannya dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mengunakan media sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD)


KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 KOMPETENSI DASAR DARI KI 4
3.6. Menentukan bentuk molekul 4.6. Membuat model bentuk molekul
dengan menggunakan teori tolakan dengan menggunakan bahan-
pasangan elektron kulit valensi bahan yang ada di lingkungan
(VSEPR) atau Teori Domain sekitar atau perangkat lunak
Elektron. kimia.
3.7. Menganalisis teori hibridisasi 4.7. Meramalkan bentuk
untuk menentukan bentuk molekul molekul berdasarkan teori
hibridisasi.

Pengembangan IPK dalam pencapaian KD

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 1
3.6.1 Menjelaskan teori tolakan 4.6.1 Menuliskan konfigurasi elektron
pasangan elektron kulit valensi suatu unsur
4.6.2 Mengaplikasikan teori domain
(VSEPR) atau teori Domain
elektron untuk meramalkan
elektron
3.6.2 Menerapkan teori Domain bentuk molekul
4.6.3 Meramalkan bentuk molekul
elektron dalam menentukan
suatu senyawa berdasarkan teori
bentuk molekul
3.6.3 Menggambarkan bentuk molekul VSEPR
menurut teori tolakan pasangan
elektron kulit valensi (VSEPR)
atau teori Domain elektron
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
PERTEMUAN 2 PERTEMUAN 2

3.7.1 Menjelaskan teori Hibridisasi 4.7.1 Mengelompokkan bentuk


3.7.2 Menerapkan teori Hibridisasi
molekul berdasarkan tipe
dalam menentukan bentuk
hibridisasinya
molekul 4.7.2 Merancang bentuk molekul jika
3.7.3 Menggambarkan bentuk molekut
diketahui tipe hibridisasinya
menurut teori hibridisasi. 4.7.3 Mengklasifikasikan hubungan
bentuk molekul dengan kepolaran
senyawa.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Scientific Learning dengan menggali informasi dari
berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan
siswa terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap
ingintahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta
dapat menentukan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan electron kulit valensi
(VSEPR) atau teori domain electron dan dapat menentukan bentuk molekul
berdasarkan teori Hibridisasi.

D. Materi Pembelajaran
Materi
Bentuk molekul
Bentuk molekul berhubungan dengan posisi atom-atom dalam suatu
molekul. Bentuk molekul menggambarkan posisi atom-atom dalam ruang
tiga dimensi dan besarnya sudut ikatan yang terjadi dalam ikatan kovalen
dalam suatu molekul.
Teori Domain Elektron/ TeoriVSEPR
Teori VSEPR adalah suatu cara untuk meramalkan geometri molekul
berdasarkan tolak menolak elektron pada kulit luar atom pusat. Domain
elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Teori
ini didasarkan pada gagasan pada semua pasangan elektron yang terikat
secara langsung pada suatu atom, yaitu pasangan elektron ikatan (PEI) dan
pasangan elektron bebas (PEB) di sekitar atom pusat dan akan mengatur
posisinya sebisa mungkin saling menjauh satu sama lain.
Teori Hibridisasi
Hibridisasi adalah gambaran mekanika kuantum tentang ikatan kimia.
Konsep hibridisasi menjelaskan pengecualian aturan oktet dan juga
menjelaskan pembentukan ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga.
Fakta
Atom
Elektron
Molekul

Konsep
Molekul merupakan gabungan dari dua atau lebih atom yang sama maupun
berbeda. Setiap molekul yang terdiri dari atom yang berbeda akan memiliki
bentuk geometri molekul yang berbeda.

Bentuk geometri molekul dapat diramalkan berdasarkan teori domain


elektron, yaitu cara meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak-
menolak elektron elektron pada kulit luar atom pusat. Teori ini merupakan
penyempurnaan dari teori VSEPR (valance shell elektron pair repulsion).
Jumlah domain ditentukan oleh :

1. Setiap elektron ikatan (apakah ikatan tunggal, rangkap, atau rangkap tiga)
merupakan satu domain.
2. Setiap pasangan elektron bebas merupakan satu domain.
Antar domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak menolak
sehingga tolak menolak elektron diantaranya menjadi minimum.
Pasangan elektron bebas mempunyai gaya tolak yang sedikit lebih kuat
daripada pasangan elektron ikatan.

Prinsip

Pasangan elektron bebas mempunyai gaya tolak yang sedikit lebih kuat
daripada pasangan elektron ikatan.
Gaya tolak menolak antara dua pasang elektron akan semakin kuat dengan
semakin kecilnya jarak antara kedua pasang elektron tersebut. Tolakan yang
melibatkan pasangan elektron bebas akan lebih kuat daripada yang
melibatkan pasangan elektron ikatan.
Gaya tolakan antar pasangan elektron dirumuskan sebagai berikut:
Pasangan elektron bebas pasangan elektron bebas > pasangan eletron
bebas pasangan elektron ikatan > pasangan elektron ikatan
pasangan elektron ikatan.
Bentuk geometri molekul ditentukan oleh :
Elektron valensi atom pusat : Jumlah Pasangan elektron ikatan dan Jumlah
Pasangan elektron bebas serta gaya tolakan antar pasangan elektron
(Pasangan elektron bebas pasangan elektron bebas > pasangan
eletron bebas pasangan elektron ikatan > pasangan elektron ikatan
pasangan elektron ikatan)
Pada hibridisasi sp, kedua orbital terletak pada satu garis lurus
Pada hibridisasi sp2, ketiga orbital hibrida mencegah pada sudut-sudut
segitiga
Pada hibridisasi sp3, keempat orbital mengarah pada sudut-sudut
tetrahedron.
Pada hibridisasi sp3d, kelima orbital mengarah pada sudut-sudut segitiga
piramida.
Pada hibridisasi sp3d2, keenam orbital mengarah pada sudut-sudut
oktahedron.

Prosedur menentukan bentuk molekul:

Geometri molekul dapat ditentukan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menentukan tipe molekul berdasarkan jumlah elektron valensi atom pusat,


jumlah domain elektron ikatan, dan jumlah domain elektron bebas.
2. Menentukan geometri domain-domain elektron disekitar atom pusat yang
memberikan tolak minimum.
3. Menetapkan domain elektron terkait dengan menuliskan lambang atom yang
bersangkutan.
4. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pengaruh pasangan
elektron bebas

E. PENDEKATAN, METODE, DAN MODEL PEMBELAJARAN


Pertemuan Pertama
Pendekatan : Scientific Approach
Metode : Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab
Model : Teams Games Tournament (TGT)
Pertemuan Kedua
Pendekatan : Scientific Learning
Metode : Diskusi , dan Tanya Jawab
Model : Number Head Together(NHT)

F. MEDIA PEMBELAJARAN
Media : Power Point
Alat : Plastisin, Papan Tulis, Infokus
Bahan Pelajaran : Buku Paket Kimia Kelas X dan LKS

G. SUMBER BELAJAR
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama

Langkah Sintak dalam Model


Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran
Pendahuluan Fase 1 1. Salam pembuka
Menyampaikan tujuan 2. Berdoa sebelum memulai
dan memotivasi siswa pelajaran, mengecek kehadiran
siswa, dan menanyakan kesiapan
siswa untuk belajar
3. Motivasi dan Apersepsi:
Bagaimana hasil Ulangan
Tengah Semester kalian? Baik
bukan? Jika belum baik, harus
lebih berusaha lagi ya, sering-
sering latihan soal. Oh iya, hari
ini kita akan mempelajari materi
baru. Ibu percaya kalian bisa
lebih baik lagi dalam memahami
pembelajaran kali ini, asalkan
kalian fokus dan ikhlas
mengikuti pembelajaran. Nah
anak-anak,ada yang bisa
menuliskan struktur Lewis
molekul metana (CH4)? Apakah
bentuk molekul metana tersebut
sesederhana itu?
4. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran/indikator
pembelajaran.
5. Guru menyampaikan penilaian
yang akan dinilai oleh guru.
Kegiatan Inti Fase 2 1. Guru menyampaikan materi yang
Menyajikan Informasi
akan dipelajari, yaitu bentuk
molekul

2. Guru menyampaikan tujuan


pembelajaran yang akan dicapai

3. Guru menjelaskan materi tentang


teori VSEPR

Fase 3 1. Guru membagi siswa menjadi


Mengorganisasi siswa
beberapa kelompok tiap
kedalam keolmpok-
kelompok terdiri dari siswa
kelompok belajar
dengan kemampuan yang
heterogen

2. Guru membagikan LKS kepada


masing-masing kelompok

3. Guru juga membagi plastisin


sebagai media untuk meramalkan
bentuk molekul melalui teori
VSEPR

Fase 4 1. Guru membimbing siswa dalam


Membimbing kelompok
diskusi membahas LKS
bekerja dan belajar
Meramalkan bentuk molekul
melalui teori VSEPR
2. Siswa melakukan tanya jawab
dan berdiskusi dengan teman
satu kelompok mengenai materi
yang disampaikan.
3. Menyimpulkan hasil diskusi
tentang bentuk molekul
Fase 5 1. Siswa diminta untuk
Evaluasi
mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya di depan kelas
mengenai cara meramalkan
bentuk molekul melalui teori
VSEPR, serta menunjukkan
peragaan bentuk molekul
menggunakan plastisin.
2. Siswa yang mempresentasikan
hasil kelompok akan
mendapatkan skor individu dan
skor kelompok

3. Guru memberikan tanggapan


terhadap hasil kerja siswa,
memberikan penguatan,
menjelaskan hal-hal yang belum
diketahui dan menyimpulkan
hasil pembelajaran

Fase 6 1. Guru mengapresiasi keaktifan


Memberikan
masing-masing kelompok
penghargaan
dengan memberikan skor
Penutup 1. Guru bersama-sama dengan
siswa membuat kesimpulan
tentang cara meramalkan bentuk
molekul melalui teori VSEPR
2. Guru memberikan penugasan
kepada siswa
3. Guru menyampaikan materi ajar
yang akan dibahas pada
pertemuan selanjutnya, yaitu
meramalkan bentuk molekul
melalui teori hibridisasi
4. Guru menutup pelajaran dan
memberi salam penutup

Pertemuan Kedua
Langkah Sintak dalam Model
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran
Pendahuluan Fase 1 1. Salam pembuka
Menyampaikan tujuan 2. Berdoa sebelum memulai
dan memotivasi siswa pelajaran, mengecek kehadiran
siswa, dan menanyakan
kesiapan siswa untuk belajar
3. Motivasi dan Apersepsi:
Guru memberikan apersepsi dan
motivasi agar siswa
bersemangat dalam mempelajari
materi hibridisasi, guru
menjelaskan bahwa penentuan
geometri molekul tidak hanya
dapat ditentukan dengan teori
domain elektron saja melainkan
juga dapat ditentukan dengan
teori hibridisasi. Teori
hibridisasi ini mengingatkan
siswa pada cara menuliskan
konfigurasi elektron dan
penulisan ruang orbital pada
masing masing subkulit.
4. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran/indikator
pembelajaran.
5. Guru menyampaikan penilaian
yang akan dinilai oleh guru.
6. Guru membagi siswa dalam
beberapa kelompok
Kegiatan inti Fase 2 1. Guru menyampaikan materi teori
Menyajikan informasi
Hibridisasi
Fase 3 1. Mengamati gambar yang ada di
Mengamati
buku cetak. Siswa mengamati
dengan teliti gambar yang ada
tersebut bersama teman-
temannya tentang bentuk
molekul berdasarkan teori
Hibridisasi
Fase 4 1. Guru mendorong peserta didik
Menanya
agar dapat bertanya sesuai
gambar, misalnya: mengapa
bentuk molekul CH4 berbeda
dengan bentuk molekul CO2.

2. Setelah proses bertanya peserta


didik diminta untuk menemukan
jawaban pertanyaan tersebut
dengan cara membaca buku
teks.
Fase 5 Untuk menguasai kompetensi ini
Explore
salah satu model pembelajaran yang
cocok diantaranya model Numbered
Heads Together (NHT). Langkah-
langkah yang harus dipersiapkan
adalah:

1. Guru mempersiapkan materi


diskusi (teori Hibridisasi, cara
penentuan bentuk molekul
menggunakan teori Hibridisasi,
menggambarkan bentuk molekul
menggunakan teori Hibridisasi)

2. Setiap peserta didik dalam setiap


kelompok mendapatkan nomor

3. Guru memberikan tugas dan


masing-masing kelompok
mengerjakannya

4. Kelompok mendiskusikan
jawaban yang benar dan
memastikan tiap anggota
kelompok dapat
mengerjakannya dan
mengetahui jawabannya

5. Guru memanggil salah satu


nomor peserta didik (setiap
peserta didik dari kelompok
yang bernomor sama)
mengangkat tangan dan
menyiapkan jawaban untuk
seluruh kelas

6. Guru secara random memilih


kelompok yang harus menjawab
Fase 6 1. Membuat kesimpulan dari
Mengasosiasi
materi bentuk molekul
berdasarkan teori Hibridisasi

Fase 7 1. Menyampaikan kembali isi


Mengkomunikasikan
kesimpulan tentang bentuk
molekul berdasarkan teori
Hibridisasi

2. Peserta didik memaparkan


contoh bentuk-bentuk molekul
berdasarkan teori Hibridisasi

Penutup 1. Siswa diminta oleh guru untuk


mengumpulkan laporan diskusi
kelompok.

2. Guru memberikan kesempatan


kepada siswa untuk bertanya
mengenai materi yang belum
dipahami

3. Guru bersama siswa


menyimpulkan pelajaran

4. Guru memberikan tugas kepada


siswa untuk dapat membaca
materi selanjutnya

5. Guru memberi salam

I. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR


a. Teknik Penilaian
Sikap : Observasi
Pengetahuan : Tes
Keterampilan : Diskusi
b. Bentuk Penilaian
Sikap (Tanggung jawab) : Lembar Observasi (Lampiran 1)
Pengetahuan : Soal esai (Lampiran 2)
Keterampilan : Rubrik Presentasi (Lampiran 3)
c. Remedial
1. Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya
belum tuntas
2. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching
(klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
d. Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:

1. Siswa yang mencapai nilai n (ketuntasan) < n < (maksimum) diberikan


materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.
2. Siswa yang mencapai nilai n > n (maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan

Pekanbaru, 20 September 2017

Mengetahui,

Kepala SMA Plus Bina Peserta PPL

Bangsa Pekanbaru

Lampiran I : MATERI PEMBELAJARAN


Bentuk molekul berhubungan dengan posisi atom-atom dalam suatu molekul.
Dalam hal ini bentuk molekul menggambarkan posisi atom-atom dalam ruang tiga
dimensi dan besarnya sudut ikatan yang terjadi dalam ikatan kovalen dalam suatu
molekul.
Bentuk molekul dapat ditentukan berdasarkan hasil percobaan dan teori. Namun,
pembahasan materi berikut ini hanya terbatas pada meramalkan bentuk molekul
berdasarkan teori, yaitu teori VSEPR (The Valence Shell Electron Pair Repulsion) dan
teori Hibridisasi.

1. Teori VSEPR (The Valence Shell Electron Pair Repulsion)


Teori VSEPR merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk memprediksi
bentuk-bentuk geometri yang dibentuk oleh atom-atom dalam molekul yang terikat
secara kovalen. Teori ini didasarkan pada gagasan pada semua pasangan elektron yang
terikat secara langsung pada suatu atom, yaitu pasangan elektron ikatan (PEI) dan
pasangan elektron bebas (PEB) di sekitar atom pusat dan akan mengatur posisinya
sebisa mungkin saling menjauh satu sama lain.
Pasangan elektron ikatan merupakan elektron-elektron valensi yang digunakan
bersama-sama oleh atom-atom dalam molekul, sedangkan pasangan elektron bebas
merupakan elektron-elektron valensi yang terdapat dalam molekul pada tempat-tempat
di mana elektron-elektron tersebut tidak dilibatkan dalam proses ikatan.
Gagasan utama dari teori tolakan pasangan elektron (VSEPR) adalah tiap
pasangan elektron valensi pada atom pusat memiliki peranan penting. Pasangan elektron
valensi pada atom pusat akan tolak menolak satu dengan yang lainnya. Elektron-
elektron akan tersusun pada atom pusat dengan tolakan diantaranya yang paling kecil.

Meramalkan Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR


Lima Geometri Molekul Dasar:
1) Linear. Bila semua atom berada dalam bentuk garis lurus. Sudut yang terbentuk
di antara dua atom yang terikat yang menuju ke atom pusat, disebut sudut ikatan
yang besarnya 1800.
2) Segitiga planar. Empat atom yang disusun membentuk segitiga pada bidang
datar, keempat atomnya terletak pada bidang yang sama. Atom pusat dikelilingi
oleh tiga atom yang membentuk segitiga. Semua sudut ikatan besarnya 120o.
3) Tetrahedron. Tetrahedron adalah piramid empat sisi yang mempunyai tiga
sudut yang sama. Pada molekul yang tetrahedron, atom pusat terletak di tengah-
tengah tetrahedron dan keempat atomnya terletak pada sudut-sudut. Semua sudut
ikatannya sama besar yaitu 109,5o.
4) Bipiramidal trigonal. Bipiramidal trigonal terdiri dari dua piramid trigonal
(serupa tetrahedron) yang permukaannya dibagi bersama. Molekul bipiramid
trigonal mempunyai atom pusat yang dikelilingi oleh lima atom lainnya. Atom
pusat terletak ditengah bidnag triangular. Pada molekul ini, tidak semua sudut
ikatan sama. Di antara dua ikatan yang terletak di bidang segitiga pusat, besar
sudut ikatan adalah 120o. Besar sudut nya hanya 90o antara ikatan dengan bidang
segitiga pusat dengan ikatan membentuk biopiramid trigonal di atas dan di
bawah bidang segitiga pusat.
5) Oktahedron. Suatu oktahedron adalah gambar geometri yang mempunyai
delapan permukaan. Kita dapat membayangkan molekul tersebut terdiri dari dua
piraid yang dasarnya bidang empat persegi yang dibagi bersama. Pada molekul
oktahedron atom pusat dikelilingi oleh enam atom lainnya. Atom pusat terletak
ditengah segiempat yang mellui titik tengah oktahedron. Keenam atom terikat ke
atas pusat dengan enam sudut oktahedron. Sudut setiap pasanagn atom yang
berdekatan besarnya sama yaitu 90o.
Bentuk molekul akan sama dengan susunan ruang elektron yang ada pada atom
pusat jika tidak ada pasangan elektron bebas.
Langkah-langkah dalam menentukan geometri molekul:
a. Buatlah konfigurasi elektron setiap atom yang berikatan
b. Tentukan elektron valensi setiap atom yang berikatan
c. Buat struktur Lewis
d. Tentukan pasangan elektron berikatan dan pasangan elektron bebas pada atom
pusat
e. Tentukanlah bentuk molekulnya
Rumus pasangan elektron dalam suatu molekul disimbolkan sebagai berikut :

AXnEm

Keterangan : A = atom pusat


X = pasangan elektron ikatan
E = pasangan leketron bebas
n = jumlah pasangan elektron ikatan
m = jumlah pasangan elektron bebas
Contoh : Molekul H2O
a. Konfigurasi elektron 8O = 1s2 2s2 2p4 (elektron valensi 6)
Konfigurasi elektron 1H = 1s1 (elektron valensi 1)
b. Satu atom O berikatan dengan 2 atom H membentuk strtur lewis =

PEB
Pasangan elektron ikatan : 2 (PEI)
Pasangan elektron bebas : 2 (PEB) PEI

c. Rumus domain elektron : AX2E2


d. Bentuk molekul : menekuk (V)

Contoh : SO2

Struktur Lewis PEB

PEI

TABEL Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR


Jumlah pasangan
Notasi Contoh
elektron Bentuk Molekul
VSEPR Molekul
Total Ikatan Bebas

2 2 0 AX2 BeCl2

Linear

3 3 0 AX3 BeCl3

Segitiga Datar

3 2 1 AX2E SO2

Bengkok

4 4 0 AX4 CH4

Tetrahedral

4 3 1 AX3E NH3

Segitiga Piramida
Jumlah pasangan
Notasi Contoh
elektron Bentuk Molekul
VSEPR Molekul
Total Ikatan Bebas

5 5 0 AX5 PCl5

Segitiga Bipiramida

5 4 1 AX4E SF4

Tetrahedral terdistorsi

5 3 2 AX3E2 CIF3

Bentuk T

6 6 0 AX6 SF6

Oktahedral

6 5 1 AX5E IF5

Segiempat piramida
Jumlah pasangan
Notasi Contoh
elektron Bentuk Molekul
VSEPR Molekul
Total Ikatan Bebas

6 4 2 AX4E2 XeF4

Segiempat Datar

TABEL Berbagai kemungkinan bentuk molekul berdasarkan PEI dan PEB


2. Teori Hibridisasi
Menurut Pauling, orbital-orbital elektron valensi dapat membentuk serangkaian
orbital baru yang disebut orbital atom hibrida atau orbital hibrida. Proses pembentukan
orbital-orbital hibrida yang dilakukan oleh suatu atom disebut hibridisasi. Orbital-
orbital hibrida ini mempengaruhi bentuk molekul yang dibentuknya sehingga atom
tersebut bergabung dengan atom-atom lain. Pada tingkatan ini kita akan mempelajari
lima buah orbital hibrida yaitu orbital hibrida sp, sp2, sp3, sp3d, sp3d2.
1) Orbital hibrida sp
Orbital atom hibrida sp merupakan keadaan elektron yang mungkin dalam suatu
atom ketika atom tersebut terikat ke atom-atom yang lain dan keadaan elektron ini
mempunyai sifat orbital 2s dan setengah dari sifat orbital 2p. secara matematis, terdapat
dua cara untuk menggabungkan orbital atom 2s dan 2p, yaitu sebagai berikut.
2) Orbital hibrida sp2
Keadaan energi elektron-elektron valensi dalam atom-atom periode kedua
terdapat pada orbital 2s dan orbital 2p. Jika kita menggabungkan dua buah orbital 2p
dengan sebuah orbital 2s, maka kita akan memperoleh tiga buah orbital terhibridisasi
sp2. Sebagai contoh, molekul BF3 yang berbentuk segitiga datar dapat dijelaskan dengan
menggunakan konsep orbital hibrida sp2.
3) Orbital hibrida sp3
Jika kita menggabungkan tiga buah orbital 2p dengan sebuah orbital 2s, maka
kita akan memperoleh empat buah orbital terhibridisasi sp 3. Sebagai contoh, molekul
CH4 yang berbentuk seperti tetrahedron dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep
orbital hibrida sp3.
4) Orbital hibrida sp3d
Jika sebuah orbital 3s dan tiga buah orbital 3p digabungkan, maka akan
dihasilkan lima buah orbital hibrida sp3d. Sebagai contoh PClF4, merupakan molekul
yang terhibridisasi dsp3. Jika sebuah atom menggunakan suatu orbital hibrida dsp 3 untuk
mengikat lima buah atom lain, maka geometri molekulnya berbentuk segitiga
bipiramida.
5) Orbital hibrida sp3d2
Jika dua buah orbital 3d, sebuah orbital 3s dan tiga buah orbital 3p digabungkan,
maka akan dihasilkan enam orbital hibrida d2sp3. Sebagai contoh SF6 merupakan
molekul yang terhibridisasi d2sp3.
TABEL Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Hibridisasi
Jenis Orbital Jenis Hibridisasi Bentuk molekul Contoh

s dan p Sp Linier BeCl2

s dan p Sp2 Trigonal Planar BeF3

s dan p Sp3 Tetrahedral CH4

s, p dan d Sp3d Bipiramida PCl5


Trigonal

s, p dan d Sp3d2 Oktahedral SF6

Contoh :
1. PCl5
2. CH4

Lampiran II : Rubrik Penilaian Sikap


Aspek sikap
Skor
No Nama Rasa ingin Nilai
Teliti TanggungJawab Total
tahu

1.

2.

3.

4.

Keterangan Skor:

1-3 = Kurang

4-6 = Cukup

7-9 = Baik

10-12 = Sangat Baik

Nilai =

Lampiran III : Rubrik Penilaian Keterampilan

No Nama Aspek Nilai


Meramalkan bentuk molekul Skor
Presentasi
menggunakan plastisin total
1
2
3
4

Keterangan Skor :
1-3 = Kurang
4-6 = Cukup
7-9 = Baik
10-12 = Sangat Baik

Nilai =

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI JAWABAN

Nama Satuan pendidikan : SMA Plus Bina Bangsa Pekanbaru


Tahun pelajaran : 2017/2018

Kelas/Semester : X / Semester I

Mata Pelajaran : Kimia

Penggunaan Penguasaan Sesuai dengan


Total Nilai
No Nama Siswa Bahasa Jawaban Materi
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

10

11

12

PEDOMAN PENSKORAN:

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR

1 Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami 4


Bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami 3

Bahasa yang digunakan agak sulit dipahami 2

Bahasa yang digunakan sangat sulit dipahami 1

2 Penguasaan Jawaban Menunjukkan penguasaaan jawaban dengan sangat baik 4

Menunjukkan penguasaaan jawaban dengan cukup baik 3

Menunjukkan penguasaaan jawaban dengan kurang baik 2

Menunjukkan penguasaaan jawaban dengan sangat 1


kurang baik

3 Sesuai dengan Materi Penyampaian jawaban disajikan sesuai dengan materi 4

Penyampaian jawaban disajikan agak sesuai dengan 3


materi

Penyampaian jawaban disajikan kurang sesuai dengan 2


materi

Penyampaian jawaban disajikan tidak sesuai dengan 1


materi

SKOR MAKSIMAL 12

Lampiran IV : Lembar Kerja Siswa

BENTUK MOLEKUL

A. TUJUAN

1. Siswa dapat meramalkan bentuk molekul suatu senyawa berdasarkan teori


VSEPR menggunakan plastisin
2. Siswa dapat menggambarkan bentuk molekul suatu senyawa berdasarkan
teori VSEPR

B. TEORI

Teori VSEPR

Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) adalah tolakan pasangan
elektron pada kulit valensi kulit terluar. Prinsip utama teori ini adalah bahwa
pasangan elektron valensi di sekitar atom akan saling tolak menolak sampai
gaya tolaknya minimal, sehingga susunan pasangan elektron terikat akan
mengadopsi susunan yang meminimalisasi gaya tolak menolak. Gaya tolak PEB
lebih besar daripada gaya tolak PEI

Pasanagan elektron ikatan (PEI) adalah pasangan elektron yang


digunakan untuk berikatan

Pasangan elektron bebas (PEB) adalah pasangan elektron yang tidak


digunakan untuk berikatan

C. ALAT DAN BAHAN

Plastisin untuk membuat bola

Batang korek api batangnya sebagai sepasangn elektron ikatan (PEI) dan
ujungnya yang bulat hitam sebagai atom yang terikat dengan atom pusat

Jarum pentul sebagai pasangan elektron bebas (PEB)

D. KEGIATAN

Kegiatan Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR

1. Cara Membuat Bentuk Molekul

Buatlah bulatan sebagai atom pusat

Tancapkan batang korek api sebagai pasangan elektron ikatannya dan


atom yang terikat pada atom pusat
Apabila terdapat pasangan elektron bebas, pasangkan jarum pentul
(sebagai tanda bahwa tolakan PEB lebih besar daripada PEI)

2. Petunjuk Pengerjaan

Jumlah Nama Gambar Hasil


No Senyawa Struktur Lewis Bentuk Peragaan
PEI PEB
Molekul Plastisin

1. BeCl2

2. BF3

3. CH4

4. NH3

5. H2O

Pertanyaan

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori VSEPR atau teori Domain Elektron!

2. Ramalkan serta gambarkan bentuk molekul dari :

a. SO2 d. BrF5

b. H2S e. I3-
c. PCl5

BENTUK MOLEKUL BERDASARKAN TEORI HIBRIDISASI

Tujuan : Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.


Nama :
Anggota Kelompok :
Petunjuk Pengerjaan :
1. Menentukan nomor atom suatu unsur
2. Membuat konfigurasi elektron berdasarkan nomor atom
3. Buat proses pembentukan hibridisasi
4. Tentukan jenis hibridisasi
5. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
6. Mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas.
Menentukan jenis
Nomor atom dan Proses pembentukan
Senyawa hibridisasi dan bentuk
konfigurasi elektron hibridisasi
molekul

BeCl2

CCl4

H2O
Menentukan jenis
Nomor atom dan Proses pembentukan
Senyawa hibridisasi dan bentuk
konfigurasi elektron hibridisasi
molekul

PCl5

Pertanyaan :
1. Jelaskan teori hibridisasi?
2. tentukan bentuk molekul senyawa berikut menggunakan teori hibridisasi ?
a. BCl3
b. SF6
3. Kesimpulan!
PRETEST BENTUK MOLEKUL

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Hibridisasi!

Jawab :

Ramalkan bentuk molekul PCl5 menurut teori VSEPR!

Jawab :

POSTEST BENTUK MOLEKUL MENURUT TEORI HIBRIDISASI

Ramalkan bentuk molekul SF4 menurut teori hibridisasi

Jawab :

Ramalkan bentuk molekul BH3 menurut teori hibridisasi!

Jawab :

Pekanbaru, 20 September 2017

Mengetahui,

Kepala SMA Plus Bina Suci Pratiwi

Bangsa Pekanbaru