Anda di halaman 1dari 2

Osteoid osteoma

A. Definisi

Osteoid osteoma adalah suatu tumor osteoblastik jinak.

B. Epidemiologi

Tumor ini memiliki frekuensi sekitar 5% dari seluruh tumor primer tulang.

lebih sering muncul pada laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 2:1.

c. gejala

Gejala terjadi beberapa minggu atau beberapa tahun sebelum terdiagnosis.

Selain ada nya benjolang pada tulang, biasanya juga mengeluh nyeri terutama malam
hari

Beberapa ada hambatan melakukan gerakan, terutama bila tumor terletak di


intrakapsular yang disertai dengan sinovitis sehingga gaya berjalan berubah menjadi gaya
gait

Lesi pada tulang belakang memberikan keluhan nyeri pada punggung atau leher

Kadang nyeri juga bersifat radikular dan menyebar ke lengan dan pundak, kondisi ini
terjadi apabila diskus mengalami tekanan akibat pembesaran tumor

Lesi pada tangan akan memberikan manifestasi monoartritis dan nyeri pada sepanjang
tangan

d. Prinsip diagnosis

pada pem. Fisik lokal, ada nyeri tekan, hangat, dan kemerahan.

Pada lesi interskapular, ada tanda artritis, penurunan ROM, dan efusi sendi.

Radiologi

Foto polos

mendeteksi adanya lesi sklerosis pada korteks.

Lesi radiolusen dengan diameter 1cm dsb Nidus, pada bagian tengah dengan gambar radioopak
dsb Bell.

Nidus dikelilingi lingkaran halo pada hipertrofi korteks yang bersifat radiolusen

CT Scan

Dilakukan pada lesi pada spina atau kepala femur


Biopsi

Untuk mendeteksi ada nya sel ganas secara percutaneus needle biopsy

e. tatalaksana

pengobatan awal : aspirin atau nsaids untuk menurunkan gejala nyeri

intervensi bedah. Dilakukan apabila pemberian nsaids tidak menurunkan keluhan atau terdapat
keterbatasan dalam melakukan aktivitas. Eksisi dilakukan untuk menurunkan keluhan.

Osteoid osteoma adalah tumor jinak osteoblas (sel tulang) yang berukuran kecil
(<1,5-2 cm) dan biasanya tumbuh paling banyak di tungkai kaki (paha dan betis).
Biasa ditemukan pada usia muda (20an) dan jarang menyerang orang tua. Sering
disalahdiagnosa dengan rematik akibat kemiripan gejala yang dialami pasien dan
sulit ya menemukan tanda jelas dari penyakit tersebut. Namun dengan pemeriksaan
CT SCAN bisa diidentifikasi. Tumor ini tidak bermetastasis / menyebar, namun bisa
terdapat lebih dari 1. Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa :

1. Nyeri tulang yang memburuk pada malam hari.


2. Skoliosis.
3. Kekakuan otot.
4. Benjolan yang kadang nyeri, tapi bisa juga tidak nyeri sama sekali.
5. dll.
Penanganan penyakit ini bisa dengan menggunakan metode seperti :
1. Ablasi dengan radiofrekuensi pada tempat tumor.
2. Operasi terbuka = Reseksi Burr Down.
3. Penggunan obat pereda nyeri untuk meminimalisis nyeri akibat tumor.