Anda di halaman 1dari 4

Osteokondroma

a. definisi

Tumor ini berasal dari komponen tulang (osteosit) dan komponen tulang rawan (chondrosit).

Osteochondroma adalah tumor jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan tulang yang
berbatas tegas sebagai eksostosis yang muncul dari metafisis, penonjolan tulang ini ditutupi(diliputi)
oleh cartilago hialin.

b. Epidemiologi

Osteokondroma merupakan tumor jinak tersering kedua (32,5%) dari seluruh tumor jinak
tulang dan terutama ditemukan pada remaja yang pertumbuhannya aktif dan pada dewasa
muda.

Kebanyakan ditemukan pada pasien lebih muda dari 20 tahun, Rasio laki-perempuan adalah
3:1.

c. Etiologi

Penelitian menunjukkan bahwa tumor osteochondroma tunggal dan ganda disebabkan oleh mutasi
pada dua gen, khususnya mutasi kuman pada gen EXT1 dan EXT2. Gen ini terletak pada kromosom 8
dan 11. Namun, penyebab pasti mutasi ini masih belum diketahui.

Beberapa osteochondromatosis adalah penyakit keturunan dominan autosomal, yang berarti hampir
selalu diwariskan ke anak apabila salah satu orang tua menderita penyakit ini.

Faktor risiko lain atau kemungkinan penyebab osteochondroma meliputi:

Cedera langsung pada pelat pertumbuhan

Hereditary multiple exostoses (HME) atau aclasis diaphyseal, penyakit genetik yang
menyebabkan aktivitas abnormal pada piring pertumbuhan. Penyakit ini lebih sering terjadi
pada pria.

Penyakit Trevor atau displasia epiphysealis hemimelica - Hal ini terkait dengan
osteochondroma pada lutut atau pergelangan kaki, dan dapat menyebabkan kelainan bentuk
serta osteoartritis sekunder

Meskipun orang dewasa muda masih berisiko, osteochondroma pada orang dewasa berusia 30 dan
lebih tua sangat jarang terjadi. Risiko untuk jenis tumor ini secara signifikan menurun saat seseorang
mencapai usia paruh baya.

d. Patofisiologi

Tumor terjadi karena pertumbuhan abnormal dari sel-sel tulang (osteosit) dan sel-sel
tulang rawan (kondrosit) di metafisis. Pertumbuhan abnormal ini awalnya hanya akan
menimbulkan gambaran pembesaran tulang dengan korteks dan spongiosa yang masih utuh.
Jika tumor semakin membesar maka akan tampak sebagai benjolan menyerupai bunga kol
(cauliflower) dengan komponen osteosit sebagai batangnya dan komponen kondrosit sebagai
bunganya. Tumor akan tumbuh dari metafisis, tetapi adanya pertumbuhan tulang yang
semakin memanjang maka makin lama tumor akan mengarah ke diafisis tulang. Lokasi
osteokondroma biasanya pada metafisis tulang panjang khususnya femur distal, tibia
proksimal dan humerus proksimal, dapat juga ditemukan pada tulang scapula dan illium.

e. Manifestasi Klinis
Tumor ini tidak memberikan gejala sehingga sering ditemukan secara kebetulan,
namun terabanya benjolan yang tumbuh dengan sangat lama dan membesar. Bila tumor
ini menekan jaringan saraf atau pembuluh darah akan menimbulkan rasa sakit. Dapat juga
rasa sakit ditimbulkan oleh fraktur patologis pada tangkai tumor,terutama pada bagian
tangkai tipis. Kadang bursa dapat tumbuh diatas tumor (bursa exotica) dan bila
mengalami inflamasi pasien dapat mengeluh bengkak dan sakit. Apabila timbul rasa sakit
tanpa adanya fraktur,bursitis, atau penekanan pada saraf dan tumor terus tumbuh setelah
lempeng epifisis menutup maka harus dicurigai adanya keganasan.
Osteokondroma dapat menyebabkan timbulnya pseudoaneurisma terutama pada
a.poplitea dan a.femoralis disebabkan karena fraktur pada tangkai tumor di daerah distal
femur atau proximal tibia. Osteokondroma yang besar pada kolumna vertebralis dapat
menyebabkan angulasi kyfosis dan menimbulkan gejala spondylolitesis. Pada herediter
multipel exositosis keluhan dapat berupa massa yang multipel dan tidak nyeri dekat
persendian. Umumnya bilateral dan simetris.
Gejala yang paling umum dari osteochondroma adalah benjolan tidak nyeri didekat
sendi. Lutut dan bahu lebih sering terlibat. Suatu osteochondroma dapat terletak di bawah
tendon. Ketika itu, patah jaringandi atas tumor dapat menyebabkan aktivitas yang
berhubungan dengan nyeri.Suatu osteochondroma dapat terletak dekat saraf atau
pembuluh darah, seperti di belakang lutut. Ketika itu, mungkin ada mati rasa dan
kesemutan pada ekstremitasitu. Suatu tumor yang menekan pada pembuluh darah dapat
menyebabkan perubahan periodik dalam aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan
hilangnya pulsasi atau perubahan dalam warna ekstremitas. Perubahan dalam aliran
darahyang dihasilkan dari suatu osteochondroma jarang terjadi.Benjolan yang keras dapat
ditemukan pada daerah sekitar lesi.

f. Prinsip diagnosis
Radiologi
Ada 2 tipe osteokondroma yaitu bertangkai (pedunculated) / narrow base dan tidak bertangkai
(sesile) / broad base. Pada tipe pedunculated, pada foto polos tampak penonjolan tulang yang
menjauhi sendi dengan korteks dan spongiosa masih normal. Penonjolan ini berbentuk seperti bunga
kol (cauliflower) dengan komponen osteosit sebagai tangkai dan komponen kondrosit sebagai
bunganya. Densitas penonjolan tulang inhomogen (opaq pada tangkai dan lusen pada bunga).
Terkadang tampak adanya kalsifikasi berupa bercak opaq akibat komponen kondral yang mengalami
kalsifikasi.

CT SCAN
Pada tulang tertentu, seperti panggul dan tulang belikat, CT scanmerupakan tambahan yang
berguna untuk melokalisasi lesi. Lokalisasi CT dapat berguna ketika merencanakan reseksi
MRI (Magnetic resonance Imaging)
MRI diperlukan hanya dalam kasus-kasus yang curiga terjadinyakeganasan atau anatomi
jaringan lunak yang relevan perlu digambarkan. MRIadalah modalitas pilihan untuk menilai
ketebalan tulang rawan tutup, seperti padagambar di bawah. Meskipun tidak merupakan
indikasi mutlak, ketebalan daricartilage cap berhubungan dengan keganasan. Tebal cartilage
cap yang > 4 cm12

g. Tatalaksana

Apabila terdapat gejala penekanan pada jaringan lunak misalnya pembuluh darah
atau saraf sekitarnya atau tumor tiba-tiba membesar disertai rasa nyeri maka diperlukan
tindakan operasi secepatnya, terutama bila hal ini terjadi pada orangdewasa.
Terapi Medis
Tidak ada terapi medis saat ini ada untuk osteochondromas. Andalan pengobatan
nonoperative adalah observasi karena lesi kebanyakan tanpa gejala. Lesi yangditemukan
secara kebetulan dapat diamati, dan pasien dapat diyakinkan.
Terapi Bedah
Perawatan untuk gejala osteochondromas adalah reseksi. Perawatan harus diambil untuk
memastikan bahwa tidak ada tutup tulang rawan atau perichondrium yang tersisa, jika tidak,
mungkin ada kekambuhan. Idealnya, garis reseksi harus melalui dasar tangkai, dengan
demikian, seluruh lesi dihapus secara en blok. Lesi atipikal atau sangat besar harus diselidiki
sepenuhnya untuk mengecualikan kemungkinan terpencil keganasan. MRI berguna dalam
menilaiketebalan dari cartilage cap.
Apabila osteokondroma tidak ditemukan keluhan,lakukan observasi
Surgical
Indikasi :
o Timbul rasa sakit
o Ukuran bertambah besar dan abnormal
o Terdapat penekanan pada saraf dan pembuluh darah
o Fraktur patologis
o Gambaran radiologi sugestif yang ganas