Anda di halaman 1dari 7

EVAPORASI EKSTRAK METANOL KULIT AKAR DALAM MANGROVE

Rhizopora mucronata MENGGUNAKAN REPATORY EVAPORATOR

Nabilla Myta Putri, 230210150009


Program Studi Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor, Jawa Barat 45363, Telp. (022)
84288828
E-mail: nabilla_mputri@yahoo.co.id

ABSTRACT

This time Practice about Repator Evaporator. The purpose of this practice is to know
the working principle, part of the equipment and how to run it, Revatory evaporator is
a equipment used to perform the extraction, efficient solvent evaporation. This
equipment is also to assist the evaporation process which is the process of mapping by
boiling or vaporizing the solvent. The main component are vacuum pipe, evaporated
flask, condenser and flask. The working principle of separation from the liquid of the
invention by heating is accelerated by the pumpkin round below the boiling point. The
material used in the root skin filtrate is in Rhizopora mucronata and methanol solvent.
The result of practicum of evaporated result obtained that the most extract amount is
in shift 3 with the amount of extract 9,853 gram with evaporation time 35 minutes, then
second in shift 2 with amount of extract 6,9092 with evaporation time 32 minutes and
last at shift 3 6,5723 with 30 minute evaporation time.

Keywords: Evaporation, Rhizopora mucronata, Rotary evaporator

PENDAHULUAN penampung hasil kodensasi (Rahayu,


Rotary evaporator adalah alat 2009).
yang digunakan untuk melakukan Prinsip Rotary evaporator
ekstraksi, penguapan pelarut yang adalah proses pemisahan ekstrak dari
efisien dan lembut. Alat ini pertama cairan penyarinya dengan pemanasan
kali ditemukan oleh Lyman C. Craig yang dipercepat oleh putaran dari labu,
pada tahun 1957. Komponen utamanya cairan penyari dapat menguap 5-10 C
adalah pipa vakum, pengontrol, labu di bawah titik didih pelarutnya
evaporasi, kondensator dan labu disebabkan oleh karena adanya
penurunan tekanan. Dengan bantuan
pompa vakum, uap larutan penyari
akan menguap naik ke kondensor dan Faktor-faktor yang mempengaruhi
mengalami kondensasi menjadi proses evaporasi :
molekul-molekul cairan pelarut murni 1. Temperatur steam, disesuaikan
yang ditampung dalam labu dengan bahan yang akan
penampung. Prinsip ini membuat dievaporasi karena bahan yang
pelarut dapat dipisahkan dari zat tidak tahan suhu yang tinggi
terlarut di dalamnya tanpa pemanasan tentunya akan membentuk kerak
yang tinggi (Rachman, 2009). pada kolom evaporator sehingga
Rotary evaporator juga untuk akan mempengaruhi perpindahan
membantu proses evaporasi. Evaporasi panas dari steam ke bahan tersebut.
adalah proses pengentalan larutan 2. Tekanan operasi, mempengaruhi
dengan cara mendidihkan atau proses penguapan pelarut
menguapkan pelarut. Di dalam disamping temperatur.
pengolahan hasil pertanian proses 3. Laju alir umpan, bila laju alir umpan
evaporasi bertujuan untuk, terlalu kecil proses kurang effisien
meningkatkan larutan sebelum proses dan juga bila terlalu besar,sehingga
lebih lanjut, memperkecil volume untuk suatu proses laju alir umpan
larutan, menurunkan aktivitas air aw diusahakan adalah laju yang dapat
(Praptiningsih 1999). menghasilkan proses yang optimal.
Evaporasi dilaksanakan dengan 4. Sifat fisik dan kimia umpan.
cara menguapkan sebagian dari pelarut 5. Luas permukaan kontak antara
pada titik didihnya, sehingga diperoleh umpan dan media pemanas
larutan zat cair pekat yang (panjang dan jumlah tube).
konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang 6. Laju alir steam.
terbentuk pada evaporasi biasanya 7. Laju air pendingin (kondenser).
hanya terdiri dari satu komponen, dan
jika uapnya berupa campuran METODOLOGI
umumnya tidak diadakan usaha untuk Praktikum dilaksanakan pada
memisahkan komponen-komponennya. tanggal 27 Oktober 2017 pukul 08.00
10.00 WIB bertempat di Laboratorium
Bioproses dan Bioprpeksi Bahan Alam, Prosedur kerja dari Rotary
Lt 3 Gedung 4 Pertanian dan Perikanan, evaporator antara lain diawali dengan
Universitas Padjadjaran. menyiapkan vakum dan air es, lalu diisi
Alat-alat yang digunakan waterbath dan nyalakan vakum, rotary,
adalah Rotary evaporator yang kondensor, dan kompresor. Di atur
digunakan untuk menghilangkan suhu pemanas, lalu siapkan filtrat dan
pelarut dalam sebuah larutan dengan kunci kondensor. Selanjutnya nyalakan
cara evaporasi (penguapan) kompresor dan tunggu hingga tekanan
menggunakan prinsip destilasi. mencapai antara -40 dan -50. Jika, suhu
Komponen dari alat ini terdiri dari Hot pemanas sudah sesuai mulai diputar
plate yang berfungsi untuk mengatur labu pemanasnya. Jika proses evaporasi
suhu pada waterbath dengan temperatur sudah selesai dengan filtrat udah
yang diinginkan, Water bath yang mengental seperti pasta dimatikan
berfungsi untuk memanaskan sampel pemanas lalu dibuka pengunci
dengan suhu yang dapat diatur sesuai kondensor dan ambil ekstrak yang
kebutuhan, Kondensor yang berfungsi sudah selesai di evaporasi.
sebagai pendingin yang mempercepat
proses perubahan fasa dari fasa gas ke HASIL DAN PEMBAHASAN
fasa cair, Labu alas bulat penampung Tabel 1. Data hasil evaporasi ekstrak akar
R. Mucronata, menggunakan
yang berfungsi sebagai wadah bagi
pelarut metanol dengan
penampung pelarut, Pompa vakum perbandingan 1:6, pada suhu
yang berfungsi untuk mengatur tekanan 65oC.

dalam labu sehingga mempermudah Shift


penguapan sampel, Labu alas bulat
1 2 3
sampel yang berfungsi untuk wadah
Berat
penampung sampel. Dan bahan yang
sampel 30 30 30
digunakan adalah filtrat kulit akar (gr)
dalam Rhizopora mucronata dan
Filtrat
pelarut metanol. 142 127 120
(ml)
Ekstrak Dengan hasil rendemen pada shift 1
6,5723 9,853 6,9092
(gr) yaitu 21,9%, shift 2 30,7 % dan shift 3
Lama yaitu 32,3%.
evaporasi 30 35 32 Kecepatan evaporasi sangat
(menit)
tergantung pada beberapa faktor,
diantaranya suhu, tekanan, jenis bahan,
Dari data pengamatan 3 shift luas permukaan dan lama evaporasi.
diperoleh hasil evaporasi pada shift 1 Yang mana dengan kondisi tekanan
6,5723 gram, shift 2 9,853 gram dan yang cukup besar akan mengakibatkan
shift 3 6,9092 gram dengan berat awal kadar air dalam bahan menurun
30 gram pada suhu 65o C. Dilihat dari sehingga berat daripada bahan tersebut
hasil yang diperoleh bahwa jumlah juga akan mengalami penurunan.
ekstrak yang paling banyak terdapat Penurunan tersebut juga dapat
pada shift 3 dengan jumlah ekstrak disebabkan oleh pengaruh suhu
9,853 gram dengan waktu evaporasi 35 evaporasi yang digunakan, dengan suhu
menit, lalu yang kedua pada shift 2 yang cukup tinggi secara otomatis
dengan jumlah ekstrak 6,9092 dengan penguapan air akan cepat terjadi
waktu evaporasi 32 menit dan terakhir sehingga kandungan atau kadar air
pada shift 3 6,5723 dengan waktu dalam bahan juga akan berkurang. Hal
evaporasi 30 menit. Dengan shift 2 ini biasanya juga diikuti dengan
memiliki hasil ekstrak paling banyak perlakuan evaporasi dengan waktu
dikarenakan waktu evaporasi paling lama sehingga dengan kondisi suhu
lama sehingga menyebabkan proses cukup tinggi dan waktu evaporasi lama
pengurangan kadar air dalam bahan maka proses pengurangan kadar air
menjadi semakin cepat, dan tentunya dalam bahan menjadi semakin cepat,
diikuti penurunan berat bahan. dan tentunya diikuti penurunan berat
Dari data tersebut dihitung bahan.
hasil rendemen dengan rumus: Tekanan juga dapat

Rendemen =

x 100% berpengaruh terhadap proses evaporasi

yang mana tekanan berpengaruh pada
kecepatan penguapan. Dimana semakin DAFTAR PUSTAKA
besar tekanan yang digunakan, makin Kimia, Alex. 2014. Rotary Evaporator.
besar pula kecepatan evaporasi. Namun Diunduh melalui
antar luas permukaan dan tekanan, http://research.fk.ui.ac.id/s
isteminformasi/index.php/l
kecepatan penguapan lebih besar
aboratorium-sintesis-
dipengaruhi oleh luas permukaan. Hal kimia-organik/database-
itu terjadi karena sesungguhnya yang alat-laboratorium-sintesis-
kimia-organik/item/624-
berpengaruh pada kecepatan evaporasi
rotary-evaporator pada 29
adalah panas, tapi karena panas yang Oktober 2017 pukul 20.04
berlebihan dapat merusak komponen WIB.
bahan makanan, maka dilakukan panas Ahyari, J. 2009. Rotary Evaporator.
rendah dengan tekanan vakum. Diunduh melalui
http://blogkita.info.com
Tekanan vakum inilah yang
pada 29 Oktober 2017
mempengaruhi kecepatan penguapan. pukul 20.32 WIB.
Dengan tekanan vakum, penguapan
Rahayu, S.S. 2009. Proses evaporasi.
akan lebih cepat dan lebih optimal Diunduh melalui
walaupun panas yang diberikan kecil. http://www.chem-is-
try.org. Pada 29 Oktober
KESIMPULAN 2017 pukul 20.56 WIB.

Evaporasi bertujuan untuk Praptiningsih, Yulia. 1999. Buku Ajar


mengurangi kadar air suatu bahan Teknologi Pengolahan.
FTP UNEJ: Jember.
dalam suatu larutan agar bahan tersebut
tahan terhadap proses penyimpanan.
Kecepatan evaporasi sangat tergantung
pada beberapa faktor, diantaranya suhu,
tekanan, jenis bahan, luas permukaan
dan lama evaporasi.
LAMPIRAN

No. Dokumentasi Kegiatan Keterangan

Filtrat Rhizopora mucronata sebelum


di evaporasi

1.

Revatory evaporator
2.

Hasil filtrat yang telah di evaporasi


3.

Anda mungkin juga menyukai