Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS EKSPOR DAN IMPOR KOMODITAS

PROVINSI BENGKULU DAN KEPULAUAN RIAU

Disusun oleh:

IMELDA 010313813200

MONICA ROSA LINA 01031381320041

PUTRI ANTI 01031381320035

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2014
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah analisis ekspor
dan impor provinsi Bengkulu dan kepulauan Riau. Dengan menyebut nama Allah SWT yang
Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan limbah dan pemanfaatannya dengan
baik.
Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan
bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada Dosen Pengasuh kami Bapak
Drs. Zulkarnain Ishak, MA selaku dosen mata kuliah Ekonomi Internasional yang telah
membimbing kami hingga akhirnya kami menjadi mahasiswa yang lebih bermanfaat. Tugas
makalah ini kami buat untuk memenuhi persyaratan ujian tengah semester yang harus kami
tempuh serta semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada
dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran
dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun negara
agar lebih mengerti tentang adanya ekspor maupun impor di Indonesia baik dilihat melalui
Negara ataupun daerah.

Palembang, Oktober 2014

Penyusun
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Awalnya hubungan perdagangan hanya terbatas pada satu wilayah Negara yang
tertentu, tetapi dengan semakin berkembangnya arus perdagangan maka hubungan
dagang tersebut tidak hanya dilakukan antara para pengusaha dalam satu wilayah negara
saja, tetapi juga dengan para pedagang dari negara lain, tidak terkecuali Indonesia.
Bahkan hubungan-hubungan dagang tersebut semakin beraneka ragam, termasuk cara
pembayarannya. Kegiatan ekspor impor didasari oleh kondisi bahwa tidak ada suatu
Negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling
mengisi. Setiap Negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik sumber daya alam,
iklim, geografi, demografi, struktur ekonomi dan struktur sosial. Perbedaan tersebut
menyebabkan perbedaan komoditas yang dihasilkan, komposisi biaya yang diperlukan,
kualitas dan kuantitas produk

Pada dasarnya, ekspor adalah kegiatan menjual barang atau komoditas yang
dihasilkan suatu negara ke negara lain dengan harapan usaha tersebut dapat memberikan
kontribusi positif terhadap perekonomian nasioanal. Ekspor dapat terjadi akibat adanya
surplus konsumen di dalam negeri sehingga produsen perlu memperluas pasar ke luar
negeri dan apabila secara sistematis maupun matematis kegiatan ekspor dirasa dapat
mendatangkan keuntungan guna menambah pendapatan nasional suatu negara. Tiap
negara memiliki kebijakan dan peraturan ekspor yang berbeda dengan mempertimbangkan
keadaan dan kebutuhan masing-masing negara.

Impor adalah kegiatan membeli barang atau komoditas yang dilakukan suatu negara
dari negara lain. Impor dapat terjadi akibat produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi
permintaan konsumen yang berlimpah dan akibat adanya keinginan untuk melakukan alih
teknologi guna mempelajari sistem produksi dan pemasaran yang diterapkan negara lain
untuk kemudian hari dalam jangka panjang dapat diterapkan pula di negara tersebut.
Tingkat impor dipengaruhi oleh hambatan peraturan perdagangan seperti pajak dan kuota.
BAB II
RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana neraca perdagangan provinsi Bengkulu?


2. Bagaimana neraca perdagangan provinsi Kepulauan Riau?
3. Manfaat melakukan Ekspor dan Impor bagi Negara Indonesia?
4. Bagaimana pengaruh Ekspor dan Impor tehadap perdagangan Indonesia?
5. Apa saja Faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan?
BAB III
PEMBAHASAN

1. Neraca Perdagangan Provinsi Bengkulu

Jan-Jul Perub.(%)
Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
2013 2014 2014/2013

Total
62.017 134.96 279.97 312.55 179.41 110.26 63.222
Perdaga -42,66
.819,0 8.038,0 1.428,0 3.012,0 2.258,0 0.808,0 .072,0
ngan
1.173. 1.100.9 17.189. 38.500. 18.849. 12.566. 1.221.
Migas -90,28
249,0 65,0 653,0 308,0 729,0 954,0 329,0
Non 60.844 133.86 262.78 274.05 160.56 97.693. 62.000
-36,54
Migas .570,0 7.073,0 1.775,0 2.704,0 2.529,0 854,0 .743,0
57.600 129.21 246.76 271.30 154.10 95.983. 56.972
Ekspor -40,64
.211,0 3.227,0 4.936,0 9.011,0 8.592,0 503,0 .921,0
Migas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 -100,00
Non 57.600 129.21 246.76 271.30 154.10 95.983. 56.972
-40,64
Migas .211,0 3.227,0 4.936,0 9.011,0 8.592,0 503,0 .921,0
4.417. 5.754.8 33.206. 41.244. 25.303. 14.277. 6.249.
Impor -56,23
608,0 11,0 492,0 001,0 666,0 305,0 151,0
1.173. 1.100.9 17.189. 38.500. 18.849. 12.566. 1.221.
Migas -90,28
249,0 65,0 653,0 308,0 729,0 954,0 329,0
Non 3.244. 4.653.8 16.016. 2.743.6 6.453.9 1.710.3 5.027.
193,96
Migas 359,0 46,0 839,0 93,0 37,0 51,0 822,0
Neraca
53.182 123.45 213.55 230.06 128.80 81.706. 50.723
Perdaga -37,92
.603,0 8.416,0 8.444,0 5.010,0 4.926,0 198,0 .770,0
ngan
- - - - - - -
Migas 1.173. 1.100.9 17.189. 38.500. 18.849. 12.566. 1.221. -90,28
249,0 65,0 653,0 308,0 729,0 954,0 329,0
51.945
Non 54.355 124.55 230.74 268.56 147.65 94.273.
.099,0
Migas .852,0 9.381,0 8.097,0 5.318,0 4.655,0 152,0
Analisis data

Untuk mengetahui bagaimana neraca perdagangan ekspor maupun impor pada


provinsi Bengkulu disajikan tabel neraca perdagangan menunjukan data keuangan selama
enam tahun terakhir yaitu 2009 hingga 2014. berdasarkan tabel diatas, provinsi Bengkulu
didak pernah melakukan ekpor migas ke berbagai daerah maupun negara, setiap tahunnya
Provinsi ini mengalami peningkatan dalam mengekspor non migas, namun pada tahun 2013
ekspor nonmigas mengalami penurunan sebesar 117,200,419 atau sama dengan %.

Keadaan impor provinsi ini mengalami kenaikan maupun penurunan yang cukup pesat,
terlihat pada impor non migas tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami penurunan sebesar
72,284 dolar. Namun kemudian pada tahun 2011 dan 2012 peningkatan impor migas
mencapai 34% dari tahun sebelumnya, hingga pada tahun 2013 mengalami penurunan
kembali sebesar 19,650,579 dolar. Pada impor non migas tahun 2009-2010 meningkat namun
tidak sebesar peningkatan di tahun 2012 yaitu mencapai 16,016,839 dolar yang kemudian
turun sangat drastis ditahun 2012 dan sedikit meningkat ditahun 2013.
2. Neraca Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau

Jan-Jul Peru
b.(%)
Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
2013 2014 2014/
2013
Total
11.691.9 16.003.9 22.165.3 21.391.0 19.526.5 11.018.7 10.882.9
Perdag -1,23
84.562,0 94.976,0 01.492,0 08.905,0 63.218,0 38.529,0 77.951,0
angan
3.393.43 4.877.73 7.158.11 7.017.29 6.320.47 3.614.24 3.144.91 -
Migas
5.371,0 9.007,0 7.741,0 7.678,0 0.513,0 9.524,0 8.135,0 12,99
Non 8.298.54 11.126.2 15.007.1 14.373.7 13.206.0 7.404.48 7.738.05
4,50
Migas 9.191,0 55.969,0 83.751,0 11.227,0 92.705,0 9.005,0 9.816,0
10.961.1 14.888.3 20.138.9 19.144.2 17.556.5 9.920.19 9.869.44
Ekspor -0,51
94.783,0 08.733,0 41.776,0 46.218,0 83.673,0 5.126,0 5.970,0
3.323.57 4.746.75 6.775.01 6.556.10 5.895.89 3.367.40 2.982.49 -
Migas
0.987,0 9.497,0 3.675,0 7.795,0 3.472,0 1.828,0 5.550,0 11,43
Non 7.637.62 10.141.5 13.363.9 12.588.1 11.660.6 6.552.79 6.886.95
5,10
Migas 3.796,0 49.236,0 28.101,0 38.423,0 90.201,0 3.298,0 0.420,0
730.789. 1.115.68 2.026.35 2.246.76 1.969.97 1.098.54 1.013.53
Impor -7,74
779,0 6.243,0 9.716,0 2.687,0 9.545,0 3.403,0 1.981,0
69.864.3 130.979. 383.104. 461.189. 424.577. 246.847. 162.422. -
Migas
84,0 510,0 066,0 883,0 041,0 696,0 585,0 34,20
Non 660.925. 984.706. 1.643.25 1.785.57 1.545.40 851.695. 851.109.
-0,07
Migas 395,0 733,0 5.650,0 2.804,0 2.504,0 707,0 396,0
Neraca
10.230.4 13.772.6 18.112.5 16.897.4 15.586.6 8.821.65 8.855.91
Perdag 0,39
05.004,0 22.490,0 82.060,0 83.531,0 04.128,0 1.723,0 3.989,0
angan
3.253.70 4.615.77 6.391.90 6.094.91 5.471.31 3.120.55 2.820.07
Migas -9,63
6.603,0 9.987,0 9.609,0 7.912,0 6.431,0 4.132,0 2.965,0
Non 6.976.69 9.156.84 11.720.6 10.802.5 10.115.2 5.701.09 6.035.84
5,87
Migas 8.401,0 2.503,0 72.451,0 65.619,0 87.697,0 7.591,0 1.024,0

Analisis data

Untuk mengetahui bagaimana neraca perdagangan ekspor maupun impor pada


provinsi Kepulauan riau disajikan tabel neraca perdagangan yang menunjukan data keuangan
selama enam tahun terakhir yaitu 2009 hingga 2014. berdasarkan tabel diatas, provinsi Riau
mengalami peningkatan maupun penurunan yang tidak terlalu tinggi, terlihat pada tabel 2009-
2013 mengalami peningkatan yang tidak terlalu tinggi dari tahun sebelumnya namun, pada
tahun 2011 hingga 2013 terjadi penurunan yaitu hanya beberapa persen saja. Begitu juga
dengan keaadaan ekspor non migas

Keadaan impor provinsi ini setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup pesat baik
pada impor migas ataupun non migas, hanya saja terjadi satu kali penurunan migas dan non
migas yaitu pada tahun 2012 namun penurunan ini sangatlah kecil yakni sebesar 36,612,842
dolar pada migas dan 240,170,300 dolar pada non migas.

Berita terbaru bahwa ekspor Kepulauan riau pada Agustus 2014 Mencapai US$1.159,74 Juta

Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Agustus 2014 mencapai US$1.159,74 juta atau
mengalami penurunan sebesar 7,81 persen dibanding ekspor Juli 2014.
Nilai Ekspor Provinsi Kepulauan Riau Agustus 2014 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar
US$287,62 juta, disusul Pelabuhan Udang Natuna US$273,99 juta, Pelabuhan Belakang
Padang US$190,83 juta, Pelabuhan Sekupang US$186,76 juta, dan Pelabuhan Kabil/Panau
US$138,02 juta, dengan kontribusi kelimanya mencapai 92,88 persen.
Ekspor migas Agustus 2014 mencapai US$465,24 juta atau turun 6,98 persen dibanding Juli
2014.

Ekspor non-migas Agustus 2014 mencapai US$694,50juta atau turun 8,36 persen
dibanding Juli 2014. Ekspor non-migas HS 2 dijit terbesar Agustus 2014 adalah golongan
barang mesin/peralatan listrik sebesar US$257,28 juta, peranannya terhadap ekspor non-
migas sebesar 37,04 persen. Ekspor ke Singapura pada Agustus 2014 mencapai nilai terbesar
yaitu US$765,94 juta, dengan kontribusinya mencapai 66,04 persen.

Nilai impor Provinsi Kepulauan Riau Agustus 2014 mencapai US$1.043,19 juta atau
naik 1,64 persen dibanding impor Juli 2014. Pelabuhan bongkar barang impor terbesar
selama Agustus 2014 adalah pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$388,65
juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$221,17 juta, Pelabuhan
Tanjung Uban sebesar US$198,66 juta, dan Pelabuhan Kabil/Panau sebesar US$118,18 juta,
dengan konstribusi keempatnya mencapai 88,83 persen dari total impor.
Nilai impor migas pada Agustus 2014 mencapai US$180,66 juta atau turun 1,61 persen
dibanding Juli 2014. Nilai impor non-migas pada Agustus 2014 mencapai US862,53 juta atau
naik 2,35 persen dibanding Juli 2014.
Selama Agustus 2014 impor non-migas terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan
listrik dengan nilai US$258,95 juta atau 30,02 persen dari total impor non-migas.
Negara pemasok barang impor terbesar pada Agustus 2014 ditempati oleh Singapura dengan
nilai US$435,34 juta dengan konstribusi 41,73 persen.

Grafik ekspor provinsi kepulauan riau

Grafik impor provinsi kepulauan riau


3. Manfaat melakukan Ekspor dan Impor bagi Negara Indonesia?

Menjalin Persahabatan Antar Negara Indonesia dengan Negara lainnya

Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri


Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek
dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi
kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

Memperoleh keuntungan dari spesialisasi.


Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan
yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu
barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya
lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

Memperluas pasar dan menambah keuntungan


Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya)
dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang
mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan
internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan
menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

Transfer teknologi modern


Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi
yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.
4. Pengaruh Ekspor dan Impor tehadap perdagangan Indonesia

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk


suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk
yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara
individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan
pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah
satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional
telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial,
dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun
turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan
kehadiran perusahaan multinasional.

Setiap Negara di dunia, mulai dari Negara maju maupun Negara berkembang
samasama perlu melakukan kerjasama. Mengapa demikian ? karena pada dasarnya set
iap Negara perlumemenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh Negara itu
sendiri. Meskipun Indonesiamerupakan Negara berkembang, namun Indonesia
memiliki kekayaan alam yang melimpah yangtidak semua Negara miliki namun
Indonesia juga memiliki kelemahan dalam bidang teknologi.Karena Indonesia belum
dapat memproduksi pesawat terbang sendiri, maka Indonesia punmengimpornya dari
Negara lain dan sebaliknya Indonesia mengimpor hasil alamnya kepada Negara-
negara maju tersebut. Kini kita ketahui bahwa saat ini tidak mungkin ada Negara yang
tidak melakukan perdagangan internasional. Karena Negara maju sekalipun
memerlukan perdagangan internasional sebagai alat ekspor impor. Berarti secara sede
rhana, dapat kitakatakan bahwa perdagangan internasional merupakan alat tukar-
menukar barang atau jasa yangterjadi antar satu Negara ke Negara lain.Terjadinya
perdagangan internasional disebabkan oleh berbagai hal seperti, perbedaansumber
daya yang ada di berbagai daerah yang meliputi sumber daya alam, sumber
dayamanusia, social budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, upah dan biaya
produksi,dan harga barang.

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa kegiatan dalam perdagangan internasion


almerupakan ekspor impor. Dan ketika suatu Negara mengimpor barang, maka
Negara tersebutakan mendapat bayaran berupa devisa. Tujuan dan fungsi devisa
sendiri antara lain untukmembiayai kegiatan perdagangan luar negeri, membayar
barang-barang impor, membayarcicilan dan bunga pinjaman luar negeri, membiayai
pemuda atau pelajar dan mahasiswa yang belajar diluar negeri atas nama Negara,
membayar jasa dari luar negeri (tenaga ahli), dan menyumbang dalam rangka
kemanusiaan.

5. Faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan meliputi:


* Biaya produksi (tanah, tenaga kerja, modal, pajak insentif, dll) ekspor dalam
perekonomian vis--vis dalam perekonomian mengimpor;
* Harga dan ketersediaan bahan baku, barang setengah jadi dan bahan lainnya;
* Perubahan nilai tukar;
* Multilateral, bilateral dan unilateral pajak atau pembatasan perdagangan;
* Non-tarif barriers, seperti lingkungan, kesehatan atau standar keselamatan;
Efektivitas devisa yang memadai untuk membayar impor, dan
* Harga barang yang diproduksi di rumah (tergantung pada kecepatan suplai)
BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan data yang telah dianalisis tersebut, dapat di simpulkan bahwa setiap
tahunnya permintaan akan barang yang di ekspor maupun yang di impor mengalami
peningkatan mapun penurunan yang tidak terlalu banyak, yang membuat persentase pada
setiap tahunnya mengalami peningkatan maupun penurunan. Terjadinya permintaan yang
menurun diakibatkan karena penurunan sumber daya alam yang terjadi di negara atau daerah
tersebut. Penurunan sumber daya alam ini dikarenakan karena iklim yang ada pada negara
atau daerah yang menjadi pusat ekspor ataupun impor. Selain dari sumber alamnya,
penurunan ini juga dikarenakan karena penurunan produktivitas yang menyebabkan ekspor
ataupun impor menjadi berkurang permintaannya.

Pada provinsi Bengkulu dan Kepulauan riau ini, ekspor dan impor migas ataupun non
migasnya cukup baik hanya saja seringkali terjadi peningkatan atau penurunan yang cukup
pesat sehingga membuat neraca perdagangan sedikit tidak stabil. Ada baiknya kedua
provinsi ini lebih meningkatkan ekspor dan memberikan kualitas barang yang bagus sehingga
setiap tahunnya ekspor semakin meningkat.