Anda di halaman 1dari 8

RESUME TEKNIK DAN PROSEDUR AKUNTANSI PADA AKUNTANSI (UANG DAN

BARANG) DAN REVIEW ARTIKEL


Akuntansi Sektor Publik
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Akt.

Disusun oleh :
Nama : Intan Fitri Ardinasari
NIM : 17/417566/PEK/23129

PROGRAM STUDI S2 SAINS AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017

1
TEKNIK DAN PROSEDUR AKUNTANSI PADA AKUNTANSI (UANG DAN BARANG)

A. Pendahuluan
Sistem akuntansi yang baik menjamin dilakukannya prinsip stewardship dan
accountability yang baik. Pemerintah/ unit kerja pemerintah perlu memiliki sistem
akuntansi yang berfungsi sebagai alat pengendalian transaksi keuangan dan mendukung
pencapaian tujuan organisasi. Sistem akuntansi mempengaruhi teknik dan prosedur
akuntansi sesuai dengan teori akuntansi yang ada.
B. Teori Akuntansi dalam Akuntansi Sektor Publik
Teori akuntansi memiliki kaitan yang erat dengan akuntansi keuangan, terutama
pelaporan keuangan kepada pihak eksternal. Suatu teori perlu didukung oleh berbagai
riset yang didalamnya terdapat hipotesa-hipotesa yang diuji kebenarannya. Menurut
Mardiasmo (2009: 143), tujuan mempelajari teori akuntansi:
Memahami praktik akuntansi yang saat ini ada
Mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktik yang saat ini
dilakukan
Memperbaiki praktik akuntansi di masa mendatang
Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki kualitas
praktik yang saat ini ada, terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan
sektor publik laporan keuangan yang mampu menyajikan informasi keuangan yang
relevan dan reliable.
C. Kendala yang Dihadapi Akuntansi Sektor Publik
Objektivitas: Adanya benturan kepentingan antara kepentingan manajemen
dengan kepentingan stakeholder
Konsistensi: Penggunaan metode akuntansi yang sama untuk menghasilkan
laporan keuangan selama beberapa periode berturut-turut
Daya Banding: Laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan
kinerja organisasi dengan organisasi lain yang sejenis
Tepat Waktu: Lama waktu yang dibutuhkan oleh organisasi untuk
menghasilkan laporan keuangan
Ekonomis dalam Penyajian Laporan Keuangan: Manfaat yang diperoleh harus
lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan laporan tersebut

2
Materialitas: Suatu informasi dianggap material apabila mempengaruhi
keputusan, atau jika dihilangkan akan menghasilkan keputusan yang berbeda
D. Sistem Akuntansi Keuangan Sektor Publik
Menurut Masisi (1978) dalam Glynn (1993) yang dikutip oleh Mardiasmo
(2009) aturan dasar sistem akuntansi keuangan:
Identifikasi kegiatan operasi yang relevan. Hanya kejadian dan kegiatan
ekonomi yang relevan saja yang akan dicatat dalam sistem akuntansi keuangan.
Pengklasifikasian kegiatan operasi secara tepat. Penentuan waktu pengakuan
untuk setiap jenis operasi (timing of recognition). Pada prinsipnya suatu operasi
dapat dicatat atau diakui pada tahap tertentudari proses operasi. Misalnya,
ketika barang diterima atau pada waktu pemesanan.
Adanya sistem pengendalian untuk menjamin reliabilitas. Sistem pengendalian
ini memiliki dua komponen, yaitu komponen formal dan substansial. Komponen
formal adalah pembukuan berpasangan: kesalahan akuntansi akan dapat
diketahui dan dilacak ketika jumlah sisi kredit tidak sama dengan sisis debit.
Komponen substansial merupakan mekanisme konflik kepentingan :kesalahan
akuntansi muncul ketika mempengaruhi secara negatif pihak ketiga.
Menghitung pengaruh masing-masing operasi. Baik akuntansi sektor publik
maupun swasta direkomendasikan untuk menggunakan sistem pembukuan
berpasangan dalam mencatat akuntansi transaksi. Dan keduanya sama-sama
membutuhkan standar akuntansi keuangan sebagai pedoman pencatatan agar
terdapat perlakuan yang sama terhadap suatu transaksi.
E. Standar Akuntansi Sektor Publik
Standar akuntansi merupakan pedoman atau prinsip-prinsip yang mengatur
perlakuan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan untuk tujuan pelaporan
kepada pengguna laporan keuangan, sedangkan prosedur akuntansi merupakan praktik
khusus yang digunakan untuk mengimplementasikan standar untuk memastikan
diikutinya prosedur yang telah ditetapkan, sistem akuntasi sektor publik harus
dilengkapi dengan sistem pengendalian yang telah ditetapkan, sistem akuntasi sektor
publik harus dilengkapi dengan sistem pengendalian intern atas penerimaan dan
pengeluaran dana publik.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan standar
akuntansi antara lain :

3
Standar memberikan pedoman tentang informasi yang harus disajikan
Standar memberikan petunjuk dan aturan tindakan bagi auditor yang
memungkinkan pengujian secara hati-hati dan independen
Standar memberikan petunjuk tentang kumpulan data yang perlu disajikan
yang berkaitan dengan berbagai variable yang patut dipertimbangkan dalam
bidang perpajakan, regulasi, perencanaan serta regulasi ekonomi dan
peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan sosial lainnya.
Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh pihak
yang berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi.
F. Teknik-Teknik Akuntansi Keuangan Sektor Publik
Terdapat lima teknik akuntansi keuangan yang dapat diadopsi oleh sektor
publik. Pada dasarnya kelima teknik akuntansi tersebut tidak bersifat mutually
exclusive. Artinya, penggunaan salah satu teknik akuntansi tersebut tidak berarti
menolak penggunaan teknik yang lain. Berikut adalah teknik-teknik akuntansi tersebut:
Akuntansi Anggaran: Akuntansi anggaran merupakan praktik akuntansi yang
banyak digunakan organisasi sektor publik, khususnya pemerintahan, yang
mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format yang sama dan sejajar dengan
anggarannya.
Akuntansi Komitmen: Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk
pengendalian anggaran. Agar manajer dapat mengendalikan anggara, ia perlu
mengetahui berapa besar anggaran yang dilaksanakan jika dihitung berdasarkan
order yang telah dikeluarkan.
Akuntansi Dana: Akuntansi dana merupakan salah satu alternatif sistem akuntansi
di sektor publik yang dikembangkan dari basis kas dan prosedur pengendalian
anggaran.
Akuntansi Kas: Sistem akuntansi ini hanya mengakui arus kas masuk dan kas
keluar. Rekening keuangan akhir akan dirangkum dalam buku kas. Kelebihan cash
basis adalah mencerminkan pengeluaran yang aktual, riil dan obyektif.
Akuntansi Akrual: Akuntansi akrual dianggap lebih baik daripada akuntansi kas.
Teknik akuntansi berbasis akrual diyakini dapat menghasilkan laporan keuangan
yang lebih dapat dipercaya, lebih akurat, komprehensif, dan relevan untuk
pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik.

4
5
REVIEW ARTIKEL
Judul Peneliti Tahun Tujuan Penelitian Data Hasil
Implementasi Standar M. Dimas 2016 Memahami dan menganalisis Observasi, Hasil penelitian menunjukkan pimpinan
Akuntansi Pemerintah Satrio, implementasi Standar wawancara beserta jajaran SKPD memiliki komitmen
Berbasis Akrual di Indrawati Akuntansi Pemerintah mendalam dan dalam implementasi SAP berbasis akrual.
Kabupaten Jombang Yuhertiana, berbasis akrual dalam aspek dokumentasi dengan Perangkat regulasi dan kebijakan juga telah
Ardi komitmen, regulasi dan pimpinan dan dibuat, disosialisasikan dan
Hamzah kebijakan, pengelolaan SDM pegawai dari bagian diimplementasikan. Dalam pengelolaan SDM
dan pengelolaan teknologi keuangan SKPKD telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan bagi
informasi pada Pemerintah dan SKPD. pengelola keuangan SKPD. Sedangkan dalam
Kabupaten Jombang. pengelolaan teknologi informasi Pemerintah
Kabupaten Jombang telah bekerja sama
dengan BPKP dalam penyediaan aplikasi
keuangan SIMDA. Namun dari ketiga aspek
tersebut masih terdapat kendala-kendala yang
perlu mendapat perhatian Pemerintah
Kabupaten Jombang.
Standar Akuntansi Erwinton 2013 Mendiskusikan implementasi Data Primer: Kajian ini menemukan bahwa ada dua faktor
Pemerintahan dalam Putra dari akuntasi akrual pada Wawancara dan penentu yang utama. Pertama, faktor internal:
Mewujudkan Antonius pemerintah daerah di Kuesioner ke 24 komitmen pemimpin daerah, integritas dan
Akuntabilitas Tarigan dan Indonesia, sesuai Peraturan responden pegawai profesionalisme dalam birokrasi, ketersediaan

6
dan Transparansi Lastria Pemerintah Nomor 71 Tahun di Dinas Pajak fasilitas dan infrastruktur, dan permasalahan
Pengelolaan Keuangan Nurtanzila 2010. Penggunaan basis Daerah aset tetap pemerintah. Kedua, faktor eksternal
Daerah akrual adalah satu program dan Pengelolaan yaitu inkonsistensi regulasi,
reformasi karena birokrasi Keuangan opini BPK-RI terhadap laporan keuangan yang
pemerintah tidak akuntabel Pemerintah Kota ada, dan kurangnya pengetahuan dari pihak
dan transparan dalam hal Yogyakarta. legislatif. Faktor-faktor tersebut menjadi
pelaksanaan manajemen Data Sekunder: alasan mengapa basis akrual tidak bisa
keuangan. Karenanya, basis Analisis diaplikasikan meski diyakini dapat me-
akrual dibutuhkan untuk Dokumentasi maintain aset daerah yang ada.
memberikan laporan
keuangan yang komprehensif
dan dapat dipercaya kepada
para pemangku kepentingan.

7
DAFTAR PUSTAKA
Halim, A., & Kusufi, M.S. (2017). Teori, Konsep, dan Aplikasi Akuntansi Sektor Publik dari
Anggaran hingga Laporan Keuangan, dari Pemerintah hingga Tempat Ibadah. Jakarta,
Indonesia: Salemba Empat.
Tarigan, E.P.A & Nurtanzila, L. (2013). Standar Akuntansi Pemerintahan dalam Mewujudkan
Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Kebijakan dan
Administrasi Publik, Vol. 17 No. 1
Satrio, dkk. 2016. Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual di Kabupaten
Jombang. Jurnal Akuntansi dan Keuangan