Anda di halaman 1dari 41

TUGAS INJECTION & MOLD

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Material Teknik

disusun oleh :
Fauzi Adha Sofwana
216313009
2 MEC

PRODI TEKNIK MEKANIK UMUM

JURUSAN TEKNIK MANUFAKTUR

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

Jl. Kanayakan no. 21, DAGO 40235, Tromol Pos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA

Phone : 62 022 2500241 Fax : 62 022 2502649 Homepage : http ://www.polman-bandung.ac.id

2017
I. Pengertian Injeksi Molding

Injeksi molding adalah metode pembentukan material termoplastik di mana material


yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang
didinginkan oleh air sehingga mengeras.
Meskipun banyak variasi dari proses dasar ini, 90 persen injeksi molding adalah
memproses material termoplastik. Injection molding mengambil porsi sepertiga dari
keseluruhan resin yang dikonsumsi dalam pemrosesan termoplastik. Sekarang ini bisa
dipastikan bahwa setiap kantor, kendaraan, rumah, pabrik terdapat barang-barang dari plastik
yang dibuat dengan cara injeksi molding, misalnya pesawat
telepon, printer, keyboard, mouse, rumah lampu mobil ,dashboard, reflektor, roda gigi,
helm, televisi, sisir, roda furnitur, telepon seluler, dan masih banyak lagi yang lain.

II. Bagian - Bagian Injection Machine


Bagian utama mesin injection adalah :

1. Clamping Unit

Clamping unit terdiri dari :

Stasionary plate

adalah plat tempat untuk pemasangan mold bagian cavity atau bagian cewek
mold (bahasa lapangan) .Pada bagian atas stasionari plate ini terdapat tempat
dududukan untuk robot.plate ini mempunyai lubang lingkaran untuk location ring dan
diameter lubang tersebut biasanya ada standar ukuran. Biasa nya 100
mm,110mm,150mm,300mm.Fungsi dari locating ring pada mold adalah untuk
memudahkan pemasangan mold agar center dengan lubang nozzle.

Stasionary plate
Moving plate

adalah plat tempat untukb pemasangan mold bagian core.Disebut moving plate
karena plate tersebut dapat bergerak menutup atau membuka dan kecepatan serta
pressurenya dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan .

Moving plate

Ejector

terdapat pada bagian belakang moving plate yang berfungsi untuk


mengeluarkan produk pada cetakan atau mold.

Ejector

Operation side door dan non opertion side door

adalah bagian clamping unit yang berfungsi sebagai pintu penutup area block
clamping agar mesin dapat beroprasi dengan aman.Pada pintu ini biasanya terdapat
pengaman.Ada dua jenis pengaman yaitu pengaman secara hidrolis dan elektrik
.Fungsi pengaman ini yang utama adalah untuk memastikan keamanan operator pada
saat bekerja.

Lubrication pump

adalah alat yang berfungsi memberikan pelumasan pada bagian-bagian mesin


yang bergerak.letaknya biasanya berada pada bagian bawah depan mesin.Alat ini
digerakan secara manual dan otomatis.
2. Injection Unit

Cylinder barrel

adalah silinder atau tabung yang berfungsi sebagai tempat material plastik
yang sudah cair.Silinder ini dibungkus dengan elemen pemanas atau heater
band.fungsi dari heater band ini adalah sebagai pemanas material yang berada dalam
barrel.Temperatur pemanas ini dapat kita atur temperaturnya sesuai dengan melting
point material yang akan kita pergunakan.

Screw

berada didalam barrel yang berfungsi sebagai pengisi material dan mengaduk
material yang telah telah mencair sehingga campuran matrial dan pewarna atau
pigment lebih homogen.Pada bagian ujung screw terdapat kepala screw dan check
ring screw . Fungsinya adalah mendorong material yang akan kita masukan kedalam
mold atau cetakan.Cara kerjanya adalah pada waktu screw bergerak maju atau posisi
inject maka ring akan menutup sehingga material yang berada di depan screw akan
terdorong maju dan material tidak balik kedalam screw.Pada waktu screw berputar
atau charging maka ring akan terbuka dan mengisi ruangan yang berada pada depan
screw.
Hidrolic pump

berada pada bagian bawah injection unit. Fungsi hidrolic pump adalah untuk
memompa oli pada tekanan tertentu.Tekanan pompa oli ini maksimal adalah 145
kg/cm .Oli yang bertekanan ini digunakan untuk menggerakan mesin injection agar
dapat beroprasi.

Motor hidroilk yang berada didalam

Hopper / hopper dryer

adalah tempat material plastik di tampung.

Control panel

adalah tempat tombol tombol untuk mengoprasikan mesin injection.


III. Screw Pada Mesin Injeksi
saxton mixer

Concor manufactures and rebuilds a multitude of both simple and very complex
mixing sections, selected for your material and application.
DURACON DESIGN: The Duracon injection molding screw is designed to be
the most durable screw available, combining innovative geometry, dimension, and
alloy type to extend wear life of the screw and barrel. Key design elements
optimize the Duracon screw for running in a very wide range of processing
environments and a broad range of resin types. Incorporating unique flight
geometry with forgiving feed and transition sections, the Duracon screw will
significantly increase the wear life, extending the high part quality production
cycle.
SOLIDSTAR DESIGN: The SolidStar solids conveying screw is Concor Tools
answer to the toughest abrasive wear issues facing molders today. The Solidstar
has been proven to extend screw life from days to months and from months to
years. The SolidStar patented profile geometry is the key to competitive, successful
molding of all of the super abrasive fillers including silica, carbide, metal and
mineral materials. All of this priced comparable to any standard through hardened
tool steel screw. Concor Tool quality, thirty plus years of innovative feedscrew
design and component base metal research came together to create the SolidStar.

COATINGS AND TREATMENTS: Chrome plating and ion nitriding are the most
common screw surface treatments. TiN coating and nickel plating are sometimes used but
only in special applications. Carbide coating of the flight tops or encaplulation of the entire
flighted length can add additional wear protection. The carbide can be applied in different
thicknesses and be polished to different RMS finishes depending on customer requirements.
Each combination has a different price structure. The thickness of the carbide can be up to
.010/side.

FULL RANGE OF SIZES AND DESIGNS

Source : http://www.concortool.com/injection-and-extrusion-molding-screws.html
IV. Gambar - gambar Mesin Injeksi

Cincinati millacron

Metric
Clamp Injection Clamp Max. Min. Mold Platen Tie Rod
Magna T Servo Force Size Range Stroke Daylight Thickness Size Clearance
Model/Tonnage
kN g mm mm mm mm mm

500 x
55 500 64 171 280 630 150 55
485

610 x
90 800 99 336 310 710 150 70
565

166 670 x
125 1,100 350 830 150 80
371 670

165 670 x
140 1,250 350 830 150 80
371 670

239 740 x
170 1,500 440 950 150 85
646 740

363 810 x
225 2,000 510 1,220 200 100
1,025 810

523 940 x
310 2,750 610 1,360 200 115
1,530 940
Clamp Injection Clamp Max. Min. Mold Platen Tie Rod
Magna T Servo Force Size Range Stroke Daylight Thickness Size Clearance
Model/Tonnage
kN g mm mm mm mm mm

861- 1,030 x
400 3,500 675 1,475 300 130
2,179 1,030

861- 1,200 x
500 4,500 820 1,640 350 150
2,179 1,200

861- 1,200 x
550 5,000 820 1,640 350 150
2,179 1,200

1318 1,330 x
610 5,500 920 1,820 400 170
2421 1,300

Metric
Injection
Clamp Clamp Max. Min. Mold Platen Tie Rod
Size
K-TEC Force Stroke Daylight Thickness Size Clearance
Range
Model/Tonnage
kN g mm mm mm mm mm

375 830 x 560 x


175/220 1,750/2,000 750 1,045 750
540 935 560

649 970 x 630 x


250/275 2,500/2,750 850 1,195 850
884 1,035 630

1,031 1,110 x 750 x


320/350 3,200/3,500 850 1,230 850
1,346 1,165 750

1,540 1,195 x 825 x


400/450 4,000/4,500 1,000 1,420 1,000
2,400 1,267 825
Arburg
Battenfield
Hursky
Nestal
Kawaguchi
JSW
SUMITOMO
TOSHIBA
CHEN HSONG
CLF
V. MOLDING

Molding atau pencetakan adalah sebuah proses produksi dengan membentuk bahan
mentah menggunakan sebuah rangka kaku atau model yang disebut sebuah mold.
Sebuah mold adalah sebuah cetakan yang memiliki rongga di dalamnya yang akan diisi
dengan material cair seperti plastik, gelas, atau logam. Cairan tersebut akan mengeras sesuai
bentuk rongga di dalam mold.
Beberapa type molding:

Powder metallurgy dan keramik


Compaction plus sintering
Plastik
Injection molding
Compression molding
Transfer molding
Extrusion molding
Blow molding
Rotational molding
Thermoforming
Reaction Injection Molding
Laminating
Expandable bead molding
Foam molding
Rotomolding
Vacuum plug assist molding
Pressure plug assist molding
Matched mold

Bagian bagian mould base


1. Top clamping plate
2. Runner striper plate
3. Cavity plate
4. Core plate
5. Support plate
6. Ejector spacer plate
7. Ejector retainer plate
8. Ejctor plate
9. Bottom clamping plate
10. Locating ring
11. Sprue bush
12. Leader pin dan bushing
13. Positioning guide pin dan bushing
14. Mold base bolts
15. Return pin

Core

Cavity
Jika Core dan cavity ini ditutup rapat maka terdapat celah yang dapat diisi dengan
material,celah ini lah yang membentuk sebuah produk.
Core dan cavity ini diarahkan dengan 4 buah guide pin yang utama,guide pin berada di
bagian core,sedangkan bushing nya berada di cavity.Salah satu guide pin ini posisinya tidak
dibuat simetris tujuanya agar pada waktu repair atau maintenance mold tidak terjadi
kesalahan pemasangan yang terbalik.

Front plate
adalah plat yang digunakan untuk mengikat mold cavity.Dan bagian inilah tempat
pengekleman cetakan dengan stasionary plate mesin.

Sprue bush
adalah bagian dari mold yang berada di cavity,letaknya biasanya di tengah dari front
plate.Fungsi dari spruebush ini adalah sebagai saluran material masuk dari nozzle menuju
runner gate.Sprue bus ini bersentuhan dengan nosel dan biasa nya mempunyai standard
radius 19mm.

Gate
adalah saluran material atau gerbang menuju rongga cetakan.

Runner striper plate


adalah bagian dari cavity yang letak di belakang front plate. Striper runner plate ini di
gunakan jika mold tersebut mempunyai konstruksi triplate.Fungsi dari Striper runner plate ini
adalah untuk melepaskan runner produk dari pin pengikat runner.
Untuk mold dengan Konstruksi two plate tidak memakai striper runner plate.
Striper plate
adalah bagian dari mold yang berada pada core.Fungsi striper plate ini gunanya untuk
melepaskan produk dari core.

Pin Ejector
adalah suatu pin yang berada dalam core yang berfungsi untik mendorong produk agar
terlepas dari core.

Core
adalah bagian mold yang berfungsi untuk membentuk produk dan berpasangan dengan
cavity.

Return pin
adalah bagian mold yang berfungsi untuk mendorong mundur ejector plate atau striper plate.

Spring
adalah bagian dari cetakan yang fungsinya untuk mendorong mundur ejector plate.

Support plate
adalah bagian dari mold yang berfungsi untuk dudukan core atau insert core.

Spacer
adalah bagian dari mold yang berfungsi sebagai rumah ejector plate, spring dan return pin.

Back plate
adalah bagian dari mold yanh berfungsi sebagai pengikat spacer,Support plate dan striper
plate.Dan sinilah kita mengikat mold bagian core dengan Moving plate Mesin.

Slider
adalah bagian dari mold yang membentuk produk yang undercut.

Angular pin
adalah pin yang fungsinya untuk membuka atau mendorong slider keluar.Dan terkadang
dibantu dengan spring atau pegas
1. Pengertian Plastic moulding

Ada dua macam / jenis material plastik yang kita kenal yaitu :
Thermosetting, material yarg akan mengalami perubahan secara kimiawi (chemis)
apabiladipanaskan, dan juga akan mengalami perubahan bentuk. Contohnya : phenol
formaldehyde, melamine formalde-hyde, alkyd, silicon, epoxy dll.
Themoplastic, material akan menjadi lunak bila dipanaskan, dan akan mengeras bila
didinginkan, dan akan dapat dilunakkan lagi dengan memberinya panas lagi. Contohnya:
polystyrene, styrenebutadiene, polyvinylchlorid, polyethylene, nylon (polyaruide),
polyacetate dll.

Dari kedua macam material plastik tersebut diatas, maka untuk memprosesnya menjadi
suatubentuk yang kita inginkan untuk suatu kebutuhan konstuksi tertentu, ada beberapa cara
yangnantinya disebut sebagai Plastic Moulding.

Secara umum yang dimaksud dengan Plastic moulding adalah proses


pembentukan bendakerja dengan wujud tertentu dari material kompon ( plastic /
compound articles) dengan menggunakanalat bantu yang berupa cetakan atau mould, yang
dalam pelaksanaannyamenggunakan perlakuanpanas dan pemberian tekanan.

2. Jenis Plastic Moulding

Pemilihan dari proses moulding ini secara umum dipengaruhi oleh pemilihan material
untuk mendapatkan sifat-sifat plastik yang diinginkan dari benda kerja (work piece) yang akan
dibuat. Kadang-kadang juga dipengaruhi oleh bentukdesain
produknya,misalnyaberpenampang luas yang tipis, insertyang panjang, serta tuntutan ketelitian
ukuran (toleransi)yang harus dipenuhi. Dari dua macanmaterialseperti diatas dikenal ada
beberapa macam metode dasarmoulding, yaitu :compression, transfer, injection, blowing
dan extrusionmoulding.
Sering kali metode yang akan digunakan harus ditentukan sebelum desainnya
dipaparkan kedalam gambar. Jadi pilihan material dari teknik pengerjaan harus berdasarkan
beberapa faktor yangmempengaruhinyamaupun hal-hal yang menjadi tuntutannya.
Material thermosetting biasanya diproses secara compressionatau transfer moulding,
sedangkan materialthermoplastic sering diproses secara injection, blowing atau extrusion
moulding.

2.1. Compression moulding

Pada proses ini material plastik diletakkandalam rnould yang dipanaskan. Setelah
plastik kompon(compound plastic) menjadi lunak dan bersifat plastis, maka bagian atas dari
die/mould akan bergerakturun dan menekan material menjadi bentuk yang diinginkan. Apabila
panas dan tekanan yang adaditeruskan maka akan menghasilkan reaksi kimiayang
bisa mengeraskan materialthermosetting tersebut.

Suhu moulding untukmaterial thermosetting ini antara149O 182Oc dan tekanan moulding
berkisar antara 155 - 600 bar.

Ada 4 macam mould untuk proses compression moulding yaitu :

a. flash type mould : bentuknya sederhana murah, seperti gambar A. Apabila mould
ditutup, maka kelebihan material yang ada akan meluap dan membentuk lapisan tipis
pada partingline/plain (lanp B) dan arena tipisnya akan segera mengeras/beku sehingga
menghindari meluapnya material lebih banyak. Jadi biasanya mould akan diisi material
sepenuhnya sampai luapan yang terjadi sebanyak yang diijinkan.

b. positive mould : terdiri dari suatu rongga / cavity yang dalam dengan sebuah plunger yang
mengkompresikan / memadatkan material kompon pada bagian bawah mould (gb. B) Disini
diperlukan pemberian material yang sesuai dengan yang dibutuhkan, misalnya dengan cara
menimbangnya, agar menghasilkan produk yang baik dan seragam kerapatannya (densitasnya)

c. landed positive mould: (lihat gambal C) Mirip dengan type diatas, hanya tinggi bidang batas
/ parting plain dibatasi. Bagran land B ini bekerja menahan tekanan (bukan bagian
produknya). Karena ketebalan material terkontrol dengan baik, maka kepadatan benda kerja
tergantung dari dosis pengisian yang diberikan.
d. semi positive mould : (gb. D) merupakan kombinasi antara flash typedan landed
positive mould.

2.2. Transfer moulding

Adalah proses pembentukan (benda kerja) kedalam sebuah mould (yang tertutup) dari
material thermosetting, yang disiapkan kedalam reservoir dan memaksanya masuk melalui
runner / kanal ke dalam cavity dengan menggunakan panas dan tekanan.
Pada transfer moulding ini dibutuhkan toleransi yang kecil pada semua bagian mould, sehingga
sangat perlu dalam pembuatan mould, dikonsultasikan secara baik dengan product designer,
mould designer dan molder /operator untuk menentukan toleransi.
Ada 2 rnacam tipe transfer moulding yaitu sprue type dan plunger type
Plunger type ini menentukan tekanan yang lebih kecil dibandingkan dengan sprue type

2.3. Injection Moulding

Proses ini sangat sesuai untuk material thermoplastik, karena dengan pemasangan
material ini akan melunak dan sebaliknya akan mengeras lagi bila didinginkan. Perubahan-
perubahan disini hanya bersifat physik, jadi bukan perubahan chemis (kimia), artinya proses
pelunakan dan pengerasan kembali bisa diulang-ulang setiap saat sehingga memungkinkan
mendaur ulang material ttermoplastik sesuai dengan kebutuhan.
Material plastik yang berbentuk granulat/butiran ditempatkan ke dalam suatu hopper /
corong yang memaksanya masuk kedalam silinder injeksi. Sejumlah material yang akan
diproses akan didorong dengan torak piston dalam silinder pemanas. Material yang sudah
dipanasi dan berubah menjadi lunak seperti bubur ini akan terus didorong
melalui nozzle dan spruebushing kedalam rongga (cavity) dari mould yang sudah tertutup.
Setelah beberapa saat didinginkan, mould akan dibuka dan bendanya jadi yang sudah mengeras
dikeluarkan dengan ejektor.
Material yang dipindahkan dari silinder pemanas biasanya suhunya berkisar antara
177 - 2740 C. Setiap material memiliki suhu moulding karakteristik. Semakin lunak
0

formulasinya yang berarti memiliki kandungan plastis tinggi, membutuhkan temperatur


rendah, sebaliknya yang memiliki formulasi lebih keras butuh temperatur tinggi. Bentuk-
bentuk artikel yang sulit, besar dan jumlah cavity yang banyak serta runner yang panjang
menyebabkan tuntutan temperature yang tinggi
Kebanyakan mould selalu didinginkan karena untuk mempercepat proses pengerasan /
pembekuan material yang telah diinjeksi kedalam cavity, sehingga cepat bisa dikeluarkan demi
mould tanpa rusak / cacat, berarti memperpendek cycle time-nya. Hal ini dikerjakan dengan
mengalirkan air pendingin yang mengelilingi cavity dalam mould frame/plate. Kadang-kadang
juga diperlukan pemanasan mould plate (menjaganya pada suhu tertentu) misalnya sampai
dengan 1700C terutama untuk pekerjaan -pekerjaan khusus dan untuk menjaga suhu mould

2.4. Blow moulding

Pada prinsipnya Blow moulding merupakan cara mencetak benda kerja berongga dengan
menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan mould yang tidak menggunakan inti
(core) sebagai pembentuk rongga tersebut. Memang dari segi jenis / bentuk benda kerja yang
bisa diproduksi dengan mould / cetakan ada dua macam, yang memaksa orang untuk memilh
salah satu diantaranya, karena teknis pengeluran inti atau core pembentuk lubang atau
rongganya. (lihat lampiran gambar yaitu berbentuk gelas dan botol) (Lamp. 2)
Pada blow moulding ini rongga ymg harus ada pada benda kerja akan dihasilkan dengan
cara meniupkan/menghembuskan (blowing) udara kedalam material / bahan yang telah
disiapkan. Material plastik yang akan dibentuk berupa pipa yang akan keluar secara perlahan
turun dari sebuah extruder head, dan setelah cukup panjang akan ditangkap oleh kedua belahan
mould dan dijepit, Sedangkan bagian bawahnya akan dimasuki sebuah alat peniup (blow pin),
yang akan menghembuskan udara kedalam pipa plastik yang masih lunak sehingga pipa plastik
tersebut akan mengembang dan membentuk bangunan seperti bentuk mould-nya. Tentu saja
tebal dinding benda kerja akan menjadi lebih tipis dibanding dengan tebal pipa bahan. ( Lamp.
3)
Mould ini juga dilengkapi dengan saluran pendingin didalam kedua belahan mould,
sehingga qaterial yang sudah terbentuk segera mengeras dan bisa dikeluarkan dari dalam
mould. Kemudian mesin akan mempersiapkan bahan (pipa plastik) yang baru lagi, dan proses
yang sama akan diulangi lagi sampai terbentuk produk baru lagi, demikian seterusnya. Selain
itu juga dilengkapi dengan pisau pemotong plastik yang baru keluar dari extruder head,
sehingga tidak mengganggu saat terjadi proses peniupan.
Sesuai dengan kapasias mesinnya, kita bisa juga mencetak dengan beberapa cavity
sekaligus namun tentu saja harus dilengkapi denganjenis extruder yang sesuai.
Untuk bagian-bagian yang penting dari blow mould ini akan kita pelajari secara lebih rinci lagi
nanti pada halaman-halaman berikutnya.
2.5. Extrusion moulding
Extrusion moulding mempunyai kemiripan dengan injection moulding, hanya pada
extrusion moulding ini material yang akan dibentuk akan berupa bentukan profil tertentu yang
panjang, Pada prinsipnya juga ada bagian mesin yang berfungsi mengubah material plastik
menjadi bentuk lunak (semi fluida) dengan cara memanaskannya dalam sebuah silinder, dan
memaksanya keluar dengan tekanan melalui sebuah forming die (extruder head / hole), yaitu
suatu lubang dengan bentuk profil tertentu yang diinginkankan, yang berada pada ujung
silinder pemanas. Material bentuk profil tertentu itu akan keluar dan diterima oleh
sebuah conveyor dan dijalankan / ditarik sambil didinginkan sehingga profil yang terbentuk
akan mengeras, dan setelah mencapai panjang tertentu akan dipotong dengan pemotong yang
melengkapi mesin extrusi tersebut.
Bentuk extruder head (forming die) ini bisa bermacam-macam, sesuai dengan
keinginan kita dan bisa dipasang dan diganti-ganti karena dilengkapi dengan holder. Tentu saja
bagian ini harus dibuat dari bahan baja pilihan yang dikeraskan, yang mampu menahan panas
dan gesekan material yang diproses. Pendinginan benda kerja dilakukuau dengan
menyemprotkan udara pada profil yang berjalan, sehingga bisa merata ke seluruh
bagian/panjang profill yang dihasilkan.

Sumber:
Ahvenainen, Raija. (2003). Modern Plastics Handbook (edisi ke-1st). Woodhead Publishing
Limited

Klasifikasi Molding Injection

Dalam Industri plastik, molding injeksi diklasifikasikan dalam tiga kategori umum,
yaitu : Mold Prototipe (25 sampai 1.000 Shot), Mold Produksi (1.000 sampai 50.000 Shot) dan
Mold Produksi Volume Tinggi (50.000 sampai 2.000.000 Shot). Berikut akan dijelaskan
sedikit tentang kategori-katagori molding diatas.

Mold prototipe
Mold prototipe adalah katagori molding injeksi yang diproduksi sebagai awalan atau
permulaan dalam proses penelitian terhadap sebuah produk baru untuk dikembangkan ketahap
produksi.

Molding prototype ini diproduksi yang berguna untuk menganalisis karakteristik molding
resin, shrinkage pada mold, gating (gate), serta check dimensi produk dan menganalisa kondisi
proses produksinya (molding cycle).

Molding prototipe digunakan juga untuk mencoba kualitas produk yang akan diproduksi dan
terkadang dapat juga digunakan untuk pengujian awal untuk mengetahui respon dari bangsa
pasar.

Mold prototipe yang terbilang lebih murah harganya merupakan keuntungan dari Mold
prototipe untuk mensimulasikan awalan sebuah produk. selain untuk mencoba kualitas produk
plastik Molding prototipe ini juga dapat sebagai bahan analisa masalah-masalah yang ada pada
molding tersebut sebelum dilakukannya pembuatan Mold Produksi ataupun Mold Produksi
Volume Tinggi.

Mold prototipe terdiri dari bagian-bagian yang lebih sederhana dibandingkan mold produksi
dan dapat digunakan berulang ulang untuk produk yang lain, dikarenakan mold ini hanya
sebentar saja dalam penggunaannya. dimulai dari Moldbase, insert Cavity dan Core yang lebih
rendah kelas materialnya serta struktur yang memudahkan bongkar pasang,dan sistem
pendingin molding (cooling) serta sistem injeksi manual yang sederhana.

Namun saat ini Mold prototype ini sangat jarang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan,
selain dikarena waktunya yang terbilang lebih lama untuk proses pembuatan sebuah mold, juga
biayanya masih banyak perusahaan yang mempertimbangkanya pemgunaan Mold prototype
ini. Terlebih saat ini sudah banyak software yang memiliki fungsi yang lebih komplit untuk
membantu proses analisa dalam perancangan struktur molding yang baik. Jadi cukup
menggunakan software yang mumpuni untuk menganalisa struktur molding yang akan
diproduksi.

Mold produksi

Mold produksi adalah katagori Molding injeksi yang diproduksi lebih baik dari Mold
prototype, namun tetap sedikit membatasi pengeluaran biaya dalam proses pembuatan molding
ini, walaupun begitu tetap molding produksi ini kualitasnya diatas dari Mold prototype.
Molding ini harus memungkinkan banyaknya perbaikan-perbaikan yang akan diaplikasikan ke
molding dan molding ini juga melengkapi moldingnya dengan struktur yang lebih baik. Seperti
sudah adanya ventilasi (Air Vent) yaitu berupa lubang kecil untuk memungkinkan adanya
sirkulasi udara dari dalam molding yang terperangkap selama siklus molding (molding cycle).
Mold produksi juga harus memiliki system ejeksi yang sudah otomatis dan system pendinginan
yang konsisten untuk mengatur suhu molding pada saat proses produksi yang fungsinya untuk
memastikan ketepatan waktu siklus minimun, pengeluaran biaya yang rendah, dan terjaganya
kualitas hasil produk.

Kategori Mold produksi ini digunakan untuk memproduksi produk yang mana
diperkirakan dalam jangka waktu kedepan pasti nanti akan mengalami banyak perbaikan /
modifikasi. Oleh sebab itu perusahan-perusahaan dalam sektor elektronik dan otomotif lebih
cenderung memproduksi Mold produksi ini.

Mold Produksi Volume Tinggi

Untuk kategori molding injeksi ini harus memiliki kualitas molding yang sangat baik
dari segala aspek dan memiliki jumlah cavity yang banyak. Dengan tingginya volume atau
jumlah yang tinggi memiliki rancangan molding yang sangat baik untuk mencegah dampak
yang terjadi saat proses produksi dimana akan mengakibatkan kerugian. Dan itu dimulai dari
perencanan awalan yang baik tentunya, diawali dari struktur design molding, proses pembuatan
yang akurat serta pemeliharaan molding yang dikontrol dengan baik menghindari kerusakan
pada molding seperti terjadinya korosi atau berkarat, Dari segi waktu otomatis molding ini juga
akan lebih lama dalam proses pembuatanya. Tak ayal molding ini juga lebih mahal biayanya.

Menurut klasifikasi Molding Injection diatas moding dibagi menjadi 3 katagori, dan
tiap-tiap katagori memiliki fungsi yang berbeda. tergantung keinginan untuk membuat molding
yang memiliki fungsi tersebut.

VI. Produk Hasil Injeksi


Daftar Pustaka
http://anifmaterial.blogspot.co.id/2007/01/injection-molding-dan-penerapannya-
di.html
http://pungkyotomotif.blogspot.co.id/2016/05/komponen-mesin-injeksi-dan-
fungsi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Molding
https://www.google.co.id/search?q=injection+process&rlz=1C1NDCM_idID74
9ID749&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjj0pXMqsrWAhWB
NJQKHdsgCpoQ_AUICigB&biw=1517&bih=707#imgdii=kPxtKtM3T2RghM
:&imgrc=GxNwuH9q_Cfp5M:
http://www.wikikomponen.com/prinsip-cara-kerja-mesin-injeksi-plastik/
http://injeksiplastik.blogspot.co.id/2010/02/plastic-injection-molding-
machine.html
http://injeksiplastik.blogspot.co.id/2009/11/proses-injeksi-plastik.html
http://moldingzone.blogspot.co.id/2011/03/klasifikasi-molding-injection.html
http://moldingzone.blogspot.co.id/2011/06/beberapa-fungsi-dari-bagian-
bagian.html
http://blog.unm.ac.id/diancahyadi/tulisan-saya/pengetahuan-proses-casting-dan-
moulding/
http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/mesin-
cnc/1150-plastic-moulding