Anda di halaman 1dari 38

PT.

Profesional Telekomunikasi Indonesia

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL)


DAN
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL)

PEMBANGUNAN MENARA TELEKOMUNIKASI BERSAMA


PT. PROFESIONAL TLEKOMUNIKASI INDONESIA
DI PADUKUHAN SELANG I, RT 01/01 DESA SELANG
KECAMATAN WONOSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

A. DATA UMUM
1. Latar Belakang
Pembangunan ekonomi dilakukan dengan pembangunan infastruktur. Selain itu pembangunan
teknologi informasi ternyata menjadi pendukung pembangunan ekonomi, karena kebutuhan informasi yang
mudah, cepat dan akurat saat ini sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan di Masyarakat pada umumnya. Maka
pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi seperti menara telekomunikasi/BTS sangat dibutuhkan.
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia sebagai badan usaha swasta yang bergerak di bidang penyedia
menara bersama akan memperluas jaringan telekomunikasi di Gunungkidul, yaitu dengan membangun
menara Telekomunikasi/BTS bersama.

Guna mengelola dampak lingkungan yang terjadi akibat pembangunan menara Telekomunikasi/BTS
bersama tersebut, maka kami mencoba menyusun dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun
2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

2. Tujuan dan Kegunaan

Tujuan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL) adalah :

a. mengidentifikasi setiap kegiatan operasional yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap
lingkungan;
b. sebagai dasar acuan tentang pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang harus dilakukan sehingga
dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan operasional dapat diminimalkan.
Sedangkan kegunaannya adalah sebagai berikut :

[1]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

a. memberikan infomasi kepada pihak-pihak yang terkait dalam rangka melakukan upaya pengelolaan
lingkungan;
b. Sebagai syarat perpanjangan izin operasional maupun izin Tempat Usaha (HO)
3. Dasar Hukum

a. Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.


b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.
f. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
g. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1407/SK/Menkes/XI/2002 tentang Pedoman Pengendalian
Dampak Pencemaran Udara.
h. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman
Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi.
i. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan
Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009, Nomor
07/PRT/VI/2009, Nomor 19/PER/M.KOMINFO/03/2009, Nomor 3/P/2009 tentang Pedoman
Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi.
j. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rancana Usaha dan/atau
Kegiatan yang Wajib Memiliki AMDAL.
k. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup.
l. Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan.
m. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030.
n. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung
o. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pengendalian
Menara.
p. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan
Hidup di Kabupaten Gunungkidul.

4. Identitas Pemrakarsa
a. Nama Perusahaan : PT. PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA

[2]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

b. Nama Penanggung Jawab : R YAN SETIAWAN


c. Jabatan : Project Manajer
d. Alamat Kantor : Menara BCA Lt.55, Jl.Mh Thamrin No 1 Jakarta.
Telepon : 021-23585500

B. RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN


1. Nama Rencana Kegiatan : Pembangunan Menara Telekomunikasi
Bersama PT. Profesional Telekomunikasi Inddonesia
2. Lokasi Rencana Pembangunan : Padukuhan Selang 1, RT 01, Desa Selang,
Kecamatan Wonosari, Kab. Gunungkidul, DIY.
koordinat E 110.61856 S 07.96427

Skala Kegiatan : Pembangunan Menara Telekomunikasi

PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia dengan luas


Lahan 10 M x 10 M, tinggi menara 60 m, 4 kaki.

3. Garis Besar Komponen Kegiatan


a. Diskripsi Kegiatan
Kegiatan Pembangunan Menara Telekomunikasi Bersama PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia
yang masuk dalam wilayah Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul dengan luas
lokasi 10 m x 10 m = 100 M 2 dan akses jalan 27 m x 3 m dan dengan ketinggian 60 m. Lokasi menara
berada pada Klasifikasi jalan lingkungan dan telah sesuai ketentuan ruang pengawasan jalan yaitu 4
(empat) meter dari tepi badan jalan.
Telah dilakukan peninjauan lokasi oleh Team teknis dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Lokasi
menara berada pada Klasifikasi jalan lingkungan dan telah sesuai ketentuan ruang pengawasan jalan
yaitu 4 (empat) meter dari tepi badan jalan.
Lokasi pembangunan menara ini adalah derah padat penduduk, dan menurut hasil soil test merupakan
tanah liat. Pembangunan direncanakan dilakukan secara manual. Konstruksi bangunan menara ini
telah mengacu pada perhitungan teknis dengan mempertimbangkan kecepatan angin dan data sondir
tanah (soil test).
Menara ini didesain dapat menahan terjangan angin hingga kekuatan 84 Km perjam. Penelitian tanah
dilakukan pada bulan Januari 2014. Dari hasil sondir tiga titik dan bor tangan satu titik, kondisi tanah
dasar dapat digambarkan sebagai berikut :

a. dari muka tanah setempat sampai -0,50m setempat, batuan Tanah Liat, berwarna hitam kemerahan;
b. dari -0,50m sampai -1,00 m setempat merupakan batuan Tanah Liat, berwarna coklat kemerahan;
c. dari -1,00m sampai - 3,00 m setempat merupakan batuan Tanah Liat, berwarna coklat kemerahan;
Berdasarkan data tersebut, maka desain pilihan pondasi sesuai dengan dengan beban kerja dari struktur
atas dan tingkat keamanan konstruksi digunakan pondasi telapak full plate dengan timbunan sirtu
padat diatas telapak sebagai penyeimbang beban mengantisipasi terhadap bahaya guling. Pondasi
menara direncanakan panjang 6 meter, lebar 6 meter, kedalaman 3 meter. Berat beton/kubikasi

[3]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

beton sekitar 5650 m3 atau sekitar 65 ton. Sedangkan berat menara empat kaki yang dirancang
memiliki berat kira-kira 6,5 ton. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia telah mengeluarkan Surat
Pernyataan Nomor: /I/2014 tertanggal yang berisikan bahwa PT Profesional Telekomunikasi bersedia
memberikan ganti rugi apabila infrastruktur menara tersebut roboh dan merugikan warga sekitarnya.
Menara yang dibangun di Site Selang Wonosari dengan alamat Padukuhan Selang1, RT 01, Desa
Selang, Kec. Wonosari, Kab. Gunungkidul ini, dapat dipergunakan oleh 4 operator dengan ketentuan
bahwa setiap penambahan operator akan dilakukan perkuatan struktur menara hingga dapat
ditumpangi oleh jumlah operator yang menumpang, dalam hal ini Konsultan akan membantu PT
Profesional Telekomunikasi dalam menentukan perubahan struktur menara tersebut berdasarkan
memasukkan data data beban peralatan milik operator yang akan bergabung pada Soft Ware yang
mereka miliki. Jika dilihat dari kondisi sosial masyarakat, bahwa masyarakat sekitar menara telah
menyetujui pembangunan menara ini yang tertuang dalam surat persetujuan warga. Dalam proses
sosialisasi yang dilakukan oleh PT Profesional Telekomunikasi disepakati bahwa akan ada proposal
dari Warga setempat mengenai Penjaga Site dan nilai tali asih yang akan diberikan oleh PT Profesional
Telekomunikasi.

b. Komponen Kegiatan
Komponen rencana kegiatan pembangunan menara telekomunikasi bersama PT Profesional
Telekomunikasi, secara garis besar tebagi dalam 4 tahap kegiatan yaitu tahap pra konstruksi, tahap
konstruksi, tahap operasi dan pasca operasi.
Tahap Pra Konstruksi meliputi :
Kegiatan sosialisasi
Kegiatan pengadaan tanah dan ganti kerugian
Kegiatan pengujian tanah (soil test)
Kegiatan perijinan
Tahap Konstruksi meliputi
Kegiatan mobilisasi/demobilisasi alat dan material bahan bangunan
Kegiatan perekrutan dan pemutusan tenaga kerja
Kegiatan pembersihan lahan
Pembuatan jalan baru
Kegiatan pembuatan pondasi
Kegiatan pemasangan menara telekomunikasi (erection)
Kegiatan pemasangan grounding dan penangkal petir
Kegiatan pembuatan pagar keliling bangunan.
Tahap Operasi :
Kegiatan operasional menara telekomunikasi
Kegiatan pemantauan operasional menara
Tahap Pasca Operasi
Kegiatan Perpanjangan Kontrak
Kegiatan Pembongkaran Menara

[4]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

C. DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI


Adapun prakiraan dampak lingkungan yang akan terjadi adalah sebagai beriku t:
1. Tahap Pra Konstuksi
Kegiatan pembangunan menara telekomunikasi pra konstruksi meliputi kegiatan pencarian lokasi,
pembebasan lahan (sosialisasi kepada warga radius ketinggian menara), soil test, dan perijinan.
Dampak yang timbul dari kegiatan tersebut adalah keresahan masyarakat karena :
Kekhawatiran akan proses yang tidak transparan dan besarnya nilai sewa lahan yang tidak sesuai
dengan harapan masyarakat.
Kekhawatiran akan robohnya menara telekomunikasi
Kekhawatiran akan terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat.
Kekhawatiran akan terganggunya gangguan signal pada radio, televisi dan perangkat elektronik
lainnya.
Kekhawatiran masyarakat tersebut, apabila tidak disertai dengan penjelasan yang jelas dan baik akan
dapat menimbulkan dampak turunan berupa keresahan masyarakat.
2. Tahap Konstruksi
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap konstruksi adalah :
a. Kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan bahan baku bangunan.
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan tersebut diatas adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan akibat
penggunaan alat berat.
Terganggunya arus lalu lintas akibat pengangkutan alat berat khususnya pada jalur
mobilisasi/demobilisasi alat berat.
Kerusakan jalan lingkungan akibat pengangkutan alat berat khususnya pada jalur
mobilisasi/demobilisasi alat berat
b. Kegiatan rekrutmen dan pemutusan tenaga kerja
Penyerapan tenaga kerja diperkirakan dapat menimbulkan dampak negatif berupa kecemburuan
masyaraka terutama masyarakat disekitar proyek, bila hal tersebut tidak memprioritaskan tenaga
kerja setempat.
Tetapi akan berdampak positif apabila penyerapan tenaga kerja diprioritaskan kepada masyarakat
sekitar yang ingin bekerja di proyek sebagai bentuk partisipasi, tetapi tetap sesuai dengan
klasifikasi kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.
Kegiatan ini juga tidak akan menimbulkan dampak apabila tenaga kerja tidak tersedia di daerah
setempat.
c. Kegiatan Pembersihan lahan
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan tersebut adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan.
Berkurangnya jenis flora dan fauna.
d. Kegiatan pembuatan jalan baru
Jalan baru yang akan dibangun berukuran 27m X 3 m, dampak yang diperkirakan terjadi adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan.
e. Kegiatan pembuatan pondasi
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan tersebut adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan.
Kerusakan

[5]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

jalan lingkungan akibat aktivitas pengangkutan material untuk pembuatan pondasi


f. Kegiatan pemasangan menara (erection)
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan terebu adalah :
Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan.
Kecelakaan kerja
g. Kegiatan Pemasangan grounding dan penangkal petir
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan tersebut adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan.
Kecelakaan kerja
h. Kegiatan pembuatan pagar keliling.
Dampak yang diperkirakan akan timbul dari kegiatan tersebut adalah :
Penurunan kualitas udara berupa sebaran debu di udara dan peningkatan kebisingan.
3. Tahap Operasi
Pada tahap ini komponen yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan adalah :
a. Kegiatan operasional menara telekomunikasi
Dampak yang diperkirakan akan timbul
Robohnya menara
Gangguan signal radio dan televisi karena kebocoran frekwensi
Gangguan petir
Rawan kriminalitas/pencurian
b. Kegiatan pemantauan operasional menara telekomunikasi
Dampak yang akan ditimbulkan dari hal ini berupa dampak positif, yaitu operasional telepon
selular dari operator yang bersangkutan tetap lancar, gangguan dari pihak luar secara rutin dapat
dikendalikan.
4. Tahap Pasca Operasi
a. Kegiatan Perpanjangan Kontrak
Dampak yang akan timbul dari hal ini berupa dampak positif, yaitu operasional telepon selular
dari operator yang bersangkutan tetap lancar, pemilik tanah mendapatkan penghasilan tambahan
karena mendapatkan penambahan uang sewa tanah, warga sekitar lokasi berdirinya menara
mendapatkan kompensasi karena perpanjangan kontrak juga akan meminta persetujuan warga
radius ketinggian menara.
b. Kegiatan Pembongkaran Menara
Dalam kegiatan ini adal hal-hal yang menyebabkan sebuah menara dibongkar, yaitu:
-Dikarenakan Menara Sudah tidak dipergunakan kembali.
Dan dalam hal ini yang akan melakukan pembongkaran adalah pemilik menara sendiri.
Dampak yang diperkirakan akan timbul :
Operasional telepon selular dari operator yang bersangkutan yang kurang lancar.
Pemilik lahan tidak lagi mendapatkan uang sewa.
Warga sekitar tidak mendapatkan dana kompensasi
Rasa kenyamanan warga bertambah karena tidak adanya lagi tower.
Tabel 1. Dampak Lingkungan yang akan terjadi pada kegiatan pra konstruksi
No. Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan
1. Kegiatan Sosialisasi Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat (kecil) Masyarakat di
masyarakat Selang, RT 01,

[6]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

2. Pembebasan lahan dan Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat (kec 1il) Desa Selang,
Tali Asih masyarakat Kec.Wonosari,
3. Test Tanah (soil test) Tidak ada dampak Kab. Gunungkidul
4. Perizinan Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat (kecil)
masyarakat

Tabel 2. Dampak Lingkungan yang akan timbul pada kegiatan konstruksi


No. Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan
1. Kegiatan mobilisasi dan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Baku Di sepanjang jalur
demobilisasi peralatan udara Mutu Lingkungan/BML) pengangkutan
dan bahan bangunan Kebisingan dibawah Baku peralatan dan bahan
Peningkatan Mutu Lingkungan (BML) bangunan
kebisingan
Gangguan arus lalu lintas
Gangguan arus lalu (sedang)
lintas Kerusakan jalan
Kerusakan jalan lingkungan(sedang)
lingkungan

2. Kegiatan rekrutmen dan Kekhawatiran tidak Keresahan masyarakat (kecil) Masyarakat desa
pemutusan tenaga kerja dilibatkan sebagai Baleharjo
tenaga kerja
Kekhawatiran akan Berkurangnya sebagian
hilangnya pekerjaan pendapatan masyarakat (kecil) Tenaga kerja yang
setelah proyek terlibat di proyek
berakhir
3. Kegiatan pembersihan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Di lokasi Proyek
lahan udara BML)
Peningkatan Kebisingan dibawah BML
kebisingan
Berkurangnya jenis Indeks keragaman (kecil)
flora dan fauna
4. Kegiatan pembuatan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Di lokasi Proyek
udara BML)
jalan baru
Peningkatan Kebisingan dibawah BML
kebisingan
5. Kegiatan pembuatan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Dilokasi Proyek
pondasi udara BML)

Peningkatan Kebisingan dibawah BML


kebisingan

Kerusakan jalan Kerusakan jalan akibat Sepanjang jalan


akibat aktivitas aktivitas pengangkutan yang dilewati
pengangkutan material pondasi (kecil) kendaraan
material pondasi membawa material
pondasi
6. Kegiatan pemasangan penurunan kualitas gas pencemar (dibawah BML) Di lokasi Proyek
menara telekomunikasi udara kebisingan dibawah BML

[7]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

peningkatan
kebisingan angka kecelakaan (kecil)
kecelakaan kerja
7. Kegiatan pemasangan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Di lokasi Proyek
grounding dan udara BML)
penangkal petir Peningkatan Kebisingan dibawah BML
kebisingan
Kecelakaan kerja Angka kecelakaan (kecil)
8. Kegiatan pembuatan Penurunan kualitas Gas pencemar (dibawah Di lokasi Proyek
pagar keliling udara BML)
Peningkatan Kebisingan dibawah BML
kebisingan

Tabel 3. Dampak lingkungan yang akan terjadi pada kegiatan operasi


No. Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan
1. Kegiatan operasional Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat Di lokasi sekitar
menara telekomunikasi masyarakat akan (dampak kecil) menara
kemungkinan
robohnya menara,
gangguan signal
radio dan televisi
karena bocornya
frekwensi, gangguan
petir
Robohnya menara
Pengaruh radiasi Dampak kecil Dilokasi menara
terhadap kesehatan Dampak kecil
Gangguan frekwensi
dan pancaran
gelombang Dampak kecil
elektromagnetik Dilokasi menara
Rawan
kriminalitas/pencuria
n
Dampak kecil
2. Kegiatan pemantauan Kelancaran Dampak positif Di lokasi radius
operasional menara pelanggan jangkauan menara
telekomunikasi

Tabel 4. Dampak lingkungan yang akan terjadi pada kegiatan pasca operasi
No Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan
1. Kegiatan perpanjangan Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat Disekitar lokasi
kontrak positif masyarakat : (Dampak kecil) menara

[8]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

peningkatan
pendapatan masyarakat
sekitar/kompensasi dan
uang sewa bagi pemilik
tanah, kelancaran sinyal
2. Pembongkaran menara Sikap dan persepsi Keresahan masyarakat Di sekitar lokasi
telekomuniasi masyarakat karena (Dampak kecil) menara
ketidaklancaran sinyal,
penurunan pendapatan
masyarakat,dan
dampak positif yaitu
kenyamanan akibat
tidak adanya menara

D. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


(UKL-UPL)
1. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Kegiatan dalam pembangunan menara telekomunikasi bersama PT. PT Profesional Telekomunikasi
di Desa Selang, banyak dampak pentingnya dan secara teknologi, sosial, dan institusi sudah dapat dikelola
dampaknya dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup
(UPL).
Tujuan UKL adalah sebagai acuan pemrakarsa dalam mengendalikan, mengurangi dan mencegah
dampak negatif yang timbul akibat rencana pembangunan menara telekomunikasi PT Profesional
Telekomunikasi di Desa Selang serta mengembangkan dampak positif yang ada.
Pembahasan upaya pengelolaan lingkungan hidup dari rencana pembangunan menara
telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi di lokasi proyek Dusun Selang, RT 01, Desa Selang,
Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul terbagi dalam tahap pra konstruksi, tahap konstruksi,
tahap operasi dan pasca operasi adalah sebagai berikut :
a. Tahap Pra Konstruksi
1. Keresahan Masyarakat
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap pra konstruksi adalah kegiatan
sosialisasi, pengadaan lahan dan tali asih serta perizinan.
b) Jenis dampak
Kegiatan sosialisasi, pengadaan lahan dan tali asih serta perizinan dapat menimbulkan
keresahan pada masyarakat setempat. Rasa cemas/khawatir akan proses yang tidak transparan
dan besarnya tali asih yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat serta kekhawatiran akan
robohnya menara telekomunikasi, gangguan kesehatan dan kebocoran frekwensi. Apabila
dampak tersebut tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak turunan berupa konflik
sosial.
c) Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampaknya adalah sebagai berikut:
- Intensitas keluhan masyarakat sekitar
- Timbulnya pembicaraan kurang baik di masyarakat setempat

[9]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

- Warga tidak menyetujui pembangunan menara telekomunikasi


d) Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin tersaji dalam tabel berikut ini :
Tabel 5. Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap keresahan masyarakat
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memberikan informasi secara Di Balai Padukuhan Pada saat awal rencana Pemrakarsa,
lengkap kepada masyarakat akan pembangunan menara instansi terkait
adanya pembangunan menara telekomunikasi dibantu pemerintah
telekomunikasi PT Profesional kecamatan dan
Telekomunikasi di Desa Selang Desa Selang.
baik resiko dan manfataatnya
melalui sosialisasi secara jelas
dan transparan.
2. Mengajak partisipasi masyarakat Lokasi proyek Pada saat awal rencana Pemrakarsa,
untuk memberikan masukan, pembangunan menara instansi terkait
saran dan tanggapan akan adanya telekomunikasi dibantu pemerintah
pembangunan menara kecamatan dan
telekomunikasi Desa
3. Melibatkan masyarakat dalam Di Balai Padukuhan Sebelum pelaksanaan Pemrakarsa,
proses dan penentuan besarnya pengadaan lahan masyarakat
nilai ganti kerugian dan nilai tali penerima tali asih
asih bagi warga disekitar radius
pendirian Menara
4. Pembayaran nilai ganti kerugian Di Balai Padukuhan Saat pelaksanaan Pemrakarsa,
dan nilai kompensasi sesuai pengadaan lahan masyarakat
dengan hasil kesepatakan penerima tali asih
bersama.
b. Tahap Konstruksi
1) Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan adalah kegiatan
mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan bangunan, pemuatan jalan baru pembersihan lahan,
pembuatan pondasi, pemasangan menara telekomunikasi, pemasangan grounding dan penangkal
petir, dan pagar keliling.
b) Jenis dampak
Kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan bangunan dapat meningkatkan gas-gas
pencemar di udara. Sedangkan kegiatan pembersihan lahan, pembuatan alan baru, pembuatan
pondasi, pemasangan menara telekomunikasi, pemasangan grouding dan penangkal petir, dan
pembuatan pagar keliling dapat meningkatkan partikel debu di udara dan kebisingan.
c) Tolak ukur dampak
- Keputusan Gubernur DIY nomor 176 tahun 2003 tentang Baku Mutu Tingkat Getaran,
Kebisingan, dan Kebauan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Keputusan Gubernur DIY nomor 153 tahun 2001 tentang Baku Mutu Udara Ambien di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

[10]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

d) Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 6. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Membatasi jam kerja dari jam Lokasi kegiatan Saat mobilisasi peralatan Pemrakarsa
06.00 WIB s/d 18.00 WIB dan bahan bangunan
2. Pembuatan pagar keliling Lokasi kegiatan Selama proyek berlangsung Pemrakarsa
proyek sehingga mengurangi
kebisingan dan debu ke
lingkungan sekitar
3. Dilakukan penyiraman Lokasi Kegiatan Selama proyek berlangsung Pemrakarsa
2). Khawatir tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja proyek.
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap kekhawatiran tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja proyek adalah
kegiatan perekrutan tenaga kerja.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan perekrutan tenaga kerja adalah kemungkinan
terjadinya kecemburuan sosial masyarakat setempat akibat kesempatan kerja di proyek tidak
diperbolehkan
c) Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampak dari kegiatan perekrutan tenaga kerja adalah adanya pembicaraan
masyarakat setempat yang bersifat negatif karena tidak diberi kesempatan terlibat bekerja di
proyek, dapat juga terjadi gangguan terhadap jalannya proyek atau intensitas keluhan
masyarakat.
Adapun tolak ukur dampak dari kegiatan pemutusan hubungan tenaga kerja adalah hilangnya
mata pencaharian para pekerja dan turunnya tingkat pendapatan masyarakat khususnya para
pekerja proyek.
d) Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut in:
Tabel 7. Upaya Pengelolaan Lingkungan terhadap Perekrutan/pemutusan tenaga kerja
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memprioritaskan masyarakat Sekitar proyek Penyerapan tenaga Pemrakarsa
setempat sebagai tenaga kerja kerja
sesuai dengan kebutuhan dan
kualifikasi yang dipersyaratkan
2. Memberi kesempatan bagi tenaga Sekitar proyek Saat pemutusan tenaga Pemrakarsa
kerja yang memiliki keterampilan kerja
baik dan berdedikasi tinggi untuk
direkrut kembali pada pekerjaan
sejenis di lain tempat
2) Gangguan arus lalu lintas

[11]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap gangguan arus lalu lintas adalah kegiatan mobilisasi / demobilisasi
peralatan dan bahan bangunan.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan
bangunan berupa kemacetan terutama pada jam-jam sibuk sepanjang jalur yang dilalui
mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan bangunan.
c) Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampak dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan
bangunan adalah tingkat keluhan pengguna jalan (masyarakat) dan panjangnya tingkat antrian
kendaraan.
d) Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 8. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap gangguan arus lalu lintas


No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Mobilisasi / demobilisasi Jalur mobilisasi / Saat kegiatan Pemrakarsa
peralatan dan bahan demobilisasi mobilisasi /
bangunan dilakukan pada peralatan dan bahan demobilisasi
waktu lalu lintas tidak pada bangunan peralatan dan bahan
jam sibuk. bangunan
3) Berkurangnya jenis flora dan fauna
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap berkurangnya jenis flora dan fauna pada tahap konstruksi adalah
kegiatan pembersihan lahan.
b) Jenis dampak
Kegiatan pembersihan lahan tersebut diatas dapat menimbulkan dampak berkurangnya jenis
flora dan fauna akibat penebangan tanaman. Tanaman sebagai habitat fauna.
c) Tolak ukur dampak
Tolak ukur dampak berkurangnya jenis flora dan fauna adalah indeks keanekaragaman jenis
flora dan fauna menjadi kecil.
d) Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 9. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap berkurangnya jenis flora dan fauna
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Penanaman pohon kembali yang sesuai Lokasi kegiatan Setelah tahap Pemrakarsa
dengan jenis tanah setempat, dapat konstruksi selesai
menyerap gas dan melakukan
penyiraman secara berkala.
4) Kecelakaan kerja
a) Sumber dampak

[12]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Sumber dampak terhadap kecelakaan kerja adalah kegiatan pemasangan menara


telekomunikasi dan menara petir.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan tersebut di atas berupa kecelakaan kerja akibat
pemasangan menara telekomunikasi setinggi 60 m.
c) Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampak terjadinya kecelakaan kerja adalah apabila terjadi kecelakaan pada
saat pemasangan menara.
d) Pengelolan lingkungan hidup
Pegelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 10. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap terjadinya kecelakaan kerja
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Ada SOP dalam melaksanakan pemasanganLokasi Saat pemasangan Pemrakarsa
menara untuk menghindari kecelakaan proyek menara
kerja telekomunikasi
2. Pelaksanaan pemasangan peralatan Lokasi Saat pemasangan Pemrakarsa
menara mengacu pada DED proyek menara
telekomunikasi
3. Pembangunan menara telekomunikasi Lokasi Saat pemasangan Pemrakarsa
dilengkapi dengan jaminan asuransi proyek menara
tenaga kerja maupun asuransi telekomunikasi
keselamatan bangunan menara
4. Pemasangan penangkal petir Lokasi Saat pemasangan Pemrakarsa
menyesuaikan dengan SOP proyek penangkal petir
pembangunan menara telekomunikasi
5. Pembuatan grounding sesuai dengan Lokasi Saat pemasangan Pemrakarsa
DED sehingga bangunan dan lokasi proyek grouding
sekitar menara telekomunikasi aman dari
sambaran petir

5) Kerusakan Jalan Lingkungan


a) Dampak yang terjadi
Adanya kerusakan jalan lingkungan sebagai akibat aktivitas pengangkutan material pondasi
b) Sumber dampak
Sumber terjadinya kerusakan jalan lingkungan adalah aktivitas pengangkutan material pondasi
Menara Telekomunikasi/ BTS.
c) Tolak ukur
Tolak ukur yang digunakan adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan yang terkena aktivitas
pengangkutan material pondasi yang diukur dari keadaan awal jalan dengan tingkat kerusakan
setelah adanya pembangunan Menara Telekomunikasi/BTS
d) Upaya pengelolaan
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin disajikan dalam tabel berikut ini:

[13]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Tabel 11. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap kerusakan jalan lingkungan


No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Melakukan pemotretan keadaan awal jalan Lokasi Sebelum Pemrakarsa
yang dilewati kendaraan pengangkut material proyek pembangunan dan
pondasi sebelum adanya pembangunan Menara sesudah selesai
Telekomunikasi/BTS dengan keadaan setelah pembangunan menara
adanya pembangunan Menara
Telekomunikasi /BTS
2. Melakukan perbaikan jalan lingkungan yang Lokasi Setelah pembangunan Pemrakarsa
mengalami kerusakan dengan kualitas minimal proyek menara selesai
sama dibanding sebelum ada pembangunan
Menara Telekomunikasi/ BTS

c. Tahapan Operasi
1). Keresahan masyarakat
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap operasi adalah kekhawatiran
masyarakat akan tejadinya roboh menara, gangguan kesehatan dan kebocoran frekwensi.
b). Jenis dampak
Rasa cemas/khawatir akan robohnya menara telekomunikasi, gangguan kesehatan dan
kebocoran frekwensi. Apabila dampak tersebut tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan
dampak turunan berupa konflik sosial.
c). Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampaknya adalah sebagai berikut:
- Intensitas keluhan masyarakat sekitar (pengaduan)
- Timbulnya pembicaraan kurang baik di masyarakat setempat
- Warga tidak menyetujui operasional menara telekomunikasi
d). Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin tersaji dalam tabel berikut ini :
Tabel 12. Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap keresahan masyarakat
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memberikan penjelasan dan Di sekitar Pada saat awal rencana Pemrakarsa, instansi
pemahaman yang sebenar lokasi menara pembangunan menara terkait dibantu
benarnya dan sejelas-jelasnya telekomunikasi pemerintah kecamatan
tentang hitungan teknis dan Desa Selang.
pembangunan Menara
Telekomunikasi dan lainlain
informasi tentang keamanan
Menara Telekomunikasi, serta
pembagunan menara telah
sesuai DED.
2 Menjalin hubungan yang baik Di sekitar Selama operasional Pemrakarsa

[14]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

dengan masyarakat sekitar lokasi menara menara


serta memberikan jaminan
perlindungan jika terjadi hal
yang tidak diinginkan (asuransi
bangunan menara)
2) Robohnya menara telekomunikasi
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap robohnya menara adalah adanya bencana alam serta gangguan alam
seperti gempa bumi dan banjir bandang.
b). Jenis dampak
Dampak dari pembangunan menara yang tidak sesuai standar adalah kejadian robohnya menara
telekomunikasi.
c). Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampaknya adalah kejadian robohnya menara telekomunikasi
d). Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin tersaji dalam tabel berikut ini :
Tabel 13. Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap robohnya menara
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Konstruksi pondasi Pondasi Pada tahap konstruksi Pemrakarsa, dicek oleh
berdasarkan data sondir dan menara DPU
kecepatan angin, sehingga
dapat menghasilkan desain
pondasi yang sangat kuat, yaitu
pondasi telapak full plate.
2. Konstruksi menara mengacu Bangunan Pada tahap konstruksi Pemrakarsa dan dipantau
pada SNI baik material menara dari DPU
maupun teknik pelaksanaanya,
seperti : SNI 03-1972-1990
(SNI Besi Beton Slump/mutu
beton), SNI 07-2053-1995
(SNI Besi Beton Krakatau
Steel), SNI 1728-1989 (Cat
Besi Delta), SNI 03-6883-
2002 (SNI spesifikasi untuk
konstruksi bahan beton), SNI
03-6854-2002 (metode
pengujian kadar besi)

3. Melakukan pemantauan dan Di Lokasi Selama operasional Pemrakarsa, dan


pemeliharaan peralatan menara menara menara dipantau oleh DPU
sesuai prosedur serta
melakukan peninjauan menara
secara berkala

4 Melaporkan setiap ada Di Lokasi Selama operasional Pemrakarsa, dan


penambahan sarana kepada Menara menara dilaporkan kepada
dinas instansi terkait. PT Dishubkominfo dan

[15]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Profesional Telekomunikasi DPU.


akan melaporkan apabila ada
penambahan Sarana yang
berkaitan dengan penambahan
Operator Seluler yang
menggunakan Menara/ Tower
tersebut.
3) Pengaruh radiasi terhadap kesehatan masyarakat sekitar menara
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap terjadinya radiasi adalah kegiatan operasional antena
pemancar/menara telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan dari kegiatan operasional antena menara telekomunikasi
berupa terjadinya gangguan kesehatan masyarakat sekitar menara akibat radiasi.
c) Tolak ukur dampak
Tolak ukur dampak radiasi adalah timbulnya penyakit pada masyarakat sekitar akibat
terpapar radiasi antena menara.
d) Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan
dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 14. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap pengaruh radiasi terhadap kesehatan
masyarakat sekitar menara
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemasangan antena menara pada Lokasi Pada waktu Pemrakarsa
ketinggian minimal 30 meter dari menara pembangunan
pondasi telekomunikasi
2. Pemantauan secara terus menerus Lokasi Selama operasional Pemrakarsa
menara telekomunikasi dari pusat menara menara telekomunikasi
3. Memberikan jaminan dalam bentuk Masyarakat Selama operasional Pemrakarsa
asuransi/surat pernyataan jika terjadi sekitar menara telekomunikasi
dampak buruk radiasi terhadap menara
masyarakat sekitar menara
4) Gangguan frekwensi dan pancaran gelombang elektromagnetik
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap gangguan frekwensi adalah kegiatan operasional pemancar/menara
telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan dari kegiatan operasional menara telekomunikasi berupa
terjadinya gangguan frekuensi gelombang radio/televisi, dan gangguan pancaran gelombang
elektromagnetik.
c) Tolak ukur dampak
Tolak ukur dampak gangguan frekuensi dan pancaran gelombang elektromagnetik adalah
adanya keluhan warga tentang sinyal radio/televisi akibat bocornya gelombang menara
telekomunikasi.
d) Pengelolaan lingkungan hidup

[16]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan


dampak negatif yang mungkin terjadi disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 15. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap gangguan frekwensi dan pancaran gelombang
elektromagnetik
No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pembangunan menara telekomunikasi Lokasi Pada waktu Pemrakarsa
didasarkan pada DED menara pembangunan
telekomunikasi
2. Pemasangan gelombang frekwensi Lokasi Pada waktu Pemrakarsa
menara telekomunikasi berbeda dengan menara pembangunan
gelombang radio/televisi telekomunikasi
3. Pemantauan secara terus menerus Lokasi Selama operasional Pemrakarsa
menara telekomunikasi dari pusat menara menara telekomunikasi

5). Dampak rawan kriminalitas/pencurian


a) Dampak yang terjadi
Terjadinya tindakan kejahatan/pencurian terhadap peralatan menara telekomunikasi/BTS.
b) Sumber dampak
Sumber dampak adalah adanya peralatan menara yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga
mengundang tindakan kriminalitas/pencurian.
c). Tolak ukur
Tolak ukur dampak adalah adanya kejadian kriminalitas/pencurian peralatan menara
telekomunikasi
d). Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin tersaji dalam tabel berikut ini :
Tabel 16. Upaya pengelolaan lingkungan terhadap dampak rawan kriminalitas/pencurian
No Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemasangan alarm Lokasi Selama operasional Pemrakarsa
menara menara
2. Memberikan kompensasi untuk kas RT, guna RT 01 Setiap bulan sekali Pemrakarsa
kontribusi menjaga keamanan menaraa selama operasional
menara
3. Adanya bukti surat tugas bagi orang yang akan Lokasi Selama operasional Pemrakarsa
masuk ke menara. menara menara
4 Penerangan lampu yang memadai di lokasi Lokasi Selama operasional Pemrakarsa
menara telekomunikasi. menara menara

d. Tahapan Pasca Operasi


1). Keresahan masyarakat
a). Sumber dampak
Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap pasca operasi adalah akibat
kurangnya komunikasi antara masyarakat, perangkat dengan Pemilik Menara.
b). Jenis dampak

[17]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Dampak positif dari perpanjangan kontak menara antara lain adalah meningkatnya pendapatan
masyarakat karena adanya kompensasi untuk masayarakat sekitar dan mendapatkan uang sewa
bagi pemilik tanah. Sedangkan dampak negatifnya muncul keresahan masyarakat yang terjadi
pada tahap operasi.
Selain itu dampak positif akibat kemungkinan terjadinya pembongkaran menara adalah
kenyamanan masyarakat sekitar karena sudah tidak ada lagi menara yang berdiri. Dampak
negatifnya adalah tidak adanya pendapatan masyarakat akibat sudah tidak mendapatkan ganti
rugi dan sewa dan gangguan sinyal bagi pelanggan operator yang operasionalnya menggunakan
menara ini.
c). Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampaknya adalah sebagai berikut:
- Intensitas keluhan masyarakat sekitar (pengaduan)
- Timbulnya pembicaraan kurang baik di masyarakat setempat
- Pro kontra warga terhadap perpanjangan atau pembongkaran menara telekomunikasi
d). Pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak
negatif yang mungkin tersaji dalam tabel berikut ini :

Tabel 17. Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap keresahan masyarakat


No. Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memberikan penjelasan dan Di sekitar Pada saat akan Pemrakarsa, instansi
pemahaman yang sebenar lokasi terjadinya terkait dibantu
benarnya dan sejelas-jelasnya menara pembongkaran Pemerintah
tentang penyebab menara Kabupaten,
pembongkaran menara dan telekomunikasi Kecamatan dan Desa
mengkoordinasikan dengan Selang.
pemerintah
2 Tetap menjalin hubungan yang Di sekitar Selama kegiatan Pemrakarsa
baik dengan masyarakat sekitar lokasi pembongkaran
menara menara

2. Program Pemantauan Lingkungan Hidup


Kegiatan pembangunan menara telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi di Dusun Selang 1,
Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, yang sekiranya akan menimbulkan dampak
negatif dan perlu ditekan seminimal mungkin serta mengembangkan dampak positif yang terjadi. Oleh
karena itu diperlukan upaya pemantauan lingkungan dari hasil pengelolaan dampak yang telah
dilaksanakan. Di samping itu, program ini juga bertujuan untuk memantau perubahan rona lingkungan
yang terjadi di lokasi kegiatan. Selanjutnya akan diuraikan upaya pemantauan lingkungan yang perlu
tahapan kegiatan, baik pada tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan pasca operasi.
a. Tahapan Pra Konstruksi
1). Keresahan masyarakat
a) Sumber dampak

[18]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap pra kontruksi adalah kegiatan
sosialisasi, pengadaan lahan dan ganti rugi serta kegiatan perizinan.
b) Jenis dampak
Kegiatan sosialisasi, pengadaan lahan dan ganti rugi serta perizinan dapat menimbulkan
dampak keresahan pada masyarakat setempat. Rasa cemas/ khawatir akan proses yang tidak
transparan dan besaranya ganti kerugian yang sesuai dengan harapan, serta kekhawatiran akan
robohnya menara telekomunikasi, gangguan kesehatan dan kebocoran frekuensi. Apabila
dampak tersebut tidak dikelola dengan baik akan menimbulakan dampak turunan berupa
konflik sosial.
c) Tolak ukur
Sebagai tolak ukur adalah laporan pengaduan masyarakat akan rencana pembangunan menara
d) Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksanaan
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 18. Upaya pemantauan lingkungan terhadap keresahan masyarakat
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan dampak keresahan Warga sekitar Pada saat awal Pemrakarsa,
masyarakat dengan pengambilan menara rencana dibantu
informasi dari masyarakat sekitar menara terutama di pembangunan pemerintah
dan pengamatan langsung radius 60 m menara kecamatan dan
telekomunikasi Desa Selang
b. Tahapan konstruksi
1) Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap penurunan kualitas udaran dan peningkatan kebisingan adalah
kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan bangunan, pembersihan lahan,
pembuatan jalan baru, pembuatan pondasi, pemasangan menara telekomunikasi, pemasangan
grounding dan penangkal petir, dan pagar keliling.
b) Jenis dampak
Kegiatan mobilisasi/ demobilisasi peralatan dan bahan bangunan dapat meningkatkan gas-gas
pencemar di udara. Sedangkan kegiatan pembersihan lahan, pembuatan jalan baru, pembuatan
pondasi, pemasangan menara telekomunikasi, pemasangan grounding dan penangkal petir, dan
pagar keliling dapat meningkatkan partikel debu di udara.
c) Tolak ukur
Tidak melebihi baku mutu dalam Keputusan Gubernur DIY nomor 176 tahun 2003 dan Nomor
153 tahun 2001
Tabel 19. Upaya pemantauan lingkungan terhadap penurunan kualitas udara dan
peningkatan kebisingan
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memantau pelaksanaan jam kerja dari jam Lokasi Saat mobilisasi Pemrakarsa
06.00 WIB s/d 18.00 WIB dengan kegiatan peralatan berat dan

[19]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

pengamatan langsung di lapangan bahan bangunan


2. Memantau pembuatan pagar keliling proyek Lokasi Selama proyek Pemrakarsa
sehingga mengurangi kebisingan dan debu kegiatan berlangsung
ke lingkungan sekitar dengan pengamatan
langsung di lapangan
3. Memantau pelaksanaan penyiraman dengan Lokasi Selama proyek Pemrakarsa
pengamatan langsung di lapangan kegiatan berlangsung
4. Memantau kualitas udara dan kebisingan Lokasi Satu kali selama Pemrakarsa
tidak melebihi baku mutu lingkungan kegiatan pembangunan
dengan uji laboratorium
2) Khawatir tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja proyek
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap kekhawatiran tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja proyek adalah
kegaitan perekrutan tenaga kerja.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan perekrutan tenaga kerja adalah kemungkinan terjadi
kecemburuan sosial masyarakat akibat kesempatan kerja di proyek tidak diperoleh.
c) Tolak ukur
Sebagai tolak ukur dari kegiatan perekrutan tenaga kerja adalah perbandingan tenaga kerja
lokal dan non lokal yang bekerja pada pembangunan menara
d) Pemantauan lingkungan hidup.
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantuan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantuan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 20. Upaya pemantuan lingkungan terhadap perekrutan / pemutusan tenaga kerja
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan terhadap perekrutan tenaga Masyarakat Penyerapan Pemrakarsa
kerja dalam kegiatan pembangunan menara sekitar proyek tenaga kerja
dengan laporan perbandingan tenaga kerja
lokal dan non lokal yang dilibatkan dalam
pembangunan menara

3) Gangguan arus lalu lintas


a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap gangguan arus lalu lintas adalah kegiatan mobilisasi/demobilisasi
perlatan dan bahan bangunan
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi peralatan dan bahan bangunan
berupa kemacetan terutama pada jam-jam sibuk sepanjang jalur yang dilalui
mobilisasi/demobilisasi pelatan dan bahan bangunan .
c) Tolak ukur
Sebagai tolak ukur dari kegiatan mobilisasi / demobilisasi peralatan dan bahan bangunan
adalah kemacetan lalu lintas atau tingkat keluhan pengguna jalan (masyarakat) dan panjangnya
tingkat antrian kendaraan.
d) Pemantauan lingkungan hidup.

[20]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantuan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 21. Upaya pemantuan lingkungan terhadap gangguan arus lalu lintas
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan gangguan lalu lintas Jalur mobilisasi / Saat kegiaan Pemrakarsa
berdasarkan laporan kejadian demobilisasi mobilisasi /
kemacetan lalu lintas akibat peralatan dan demobilisasi
pembangunan menara melalui bahan bangunan peralatan dan
pengamatan langsung dan laporan bahan
warga/pengambian informasi dari bangunan
masyarakat
4) Berkurangnya jenis flora dan fauna
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap berkurangnya jenis flora dan fauna pada tahap konstruksi adalah
kegiatan pembersihan alam
b) Jenis Dampak
Kegiatan pembersihan lahan tersebut diatas dapat menimbulkan dampak berkurangnya jenis
flora dan fauna akibat penebangan tanaman. Tanaman sebagai habitat fauna.
c) Tolak ukur
Tolak ukur berkurangnya jenis flora dan fauna adalah indeks keanekaragaman jenis flora dan
fauna menjadi kecil.
b) Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantuan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 22. Upaya pemantauan lingkungan terhadap berkurangnya jenis flora dan fauna
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Memantau pelaksanaan penanaman Lokasi Setelah tahap Pemrakarsa
pohon kembali yang sesuai dengan kegiatan konstruksi
jenis tanah setempat, dapat menyerap selesai
gas dan pemeliharaannya
5) Kecelakaan kerja
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap kecelakaan kerja adalah kegiatan pemasangan menara
telekomunikasi dan penangkal petir.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul dari kegiatan tersebut diatas berupa kecelakaan kerja akibat
pemasangan menara telekomunikasi setinggi 60 m
c) Tolak ukur
Sebagai tolak ukur adalah laporan kejadian kecelakaan kerja pada saat pemasangan menara.
d) Pemantauan lingkungan hidup.
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

[21]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Tabel 23. Upaya pemantauan lingkungan terhadap terjadinya kecelakaan kerja


No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan kecelakaan kerja berdasarkan Lokasi Saat pemasangan menara Pemrakarsa
adanya laporan kecelakaan akibat bekerja proyek telekomunikasi,
di proyek pembangunan menara. penangkal petir dan
grounding
6) Kerusakan Jalan lingkungan
a) Dampak yang terjadi
Adanya kerusakan jalan sebagai akibat aktivitas pengangkutan material untuk pembangunan
pondasi Menara Telekomunikasi/BTS.
b) Sumber dampak
Sumber terjadinya kerusakan jalan lingkungan adalah aktivitas pengangkutan material untuk
pembangunan pondasi Menara Telekomunikasi/BTS.
c) Tolak ukur
Tolak ukur yang digunakan adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan yang diukur dari
keadaan awal jalan dengan tingkat kerusakan setelah adanya pembangunan Menara
Telekomunikasi/BTS
d) Pemantauan lingkungan hidup.
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 24. Upaya pemantauan lingkungan terhadap terjadinya kerusakan jalan lingkungan

No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana


1 pengamatan langsung di lapangan Lokasi Sebelum dan sesudah Pemrakarsa
terutama pada jalan yang mengalami proyek pembangunan menara
kerusakan karena dilalui kendaraan
membawa material untuk pembangunan
pondasi menara dan menginventarisasi/
mendokumentasikannya

c.Tahap Operasi
1). Keresahan masyarakat
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap operasi adalah kekhawatiran
masyarakat akan tejadinya roboh menara, gangguan kesehatan dan kebocoran frekwensi.
b). Jenis dampak
Rasa cemas/khawatir akan robohnya menara telekomunikasi, gangguan kesehatan dan
kebocoran frekwensi. Apabila dampak tersebut tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan
dampak turunan berupa konflik sosial.
c). Tolak ukur
Sebagai tolak ukur adalah Laporan pengaduan masyarakat akan operasional menara dan bukti
asuransi /jaminan perlindungan masyarakat Laporan pengaduan masyarakat akan operasional
menara dan bukti asuransi /jaminan perlindungan masyarakat
d). Pemantauan lingkungan hidup

[22]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 25. Upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap keresahan masyarakat
No. Cara Pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan dampak keresahan Warga Selama operasional Pemrakarsa, dibantu
masyarakat dengan pengambilan sekitar menara pemerintah kecamatan
informasi dari masyarakat sekitar lokasi dan Desa
menara dan pengamatan langsung di menara
lapangan
2). Robohnya menara telekomunikasi
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap robohnya menara adalah Bencana alam dan gangguan Alam atau
Force Majeur.
b). Jenis dampak
Dampak dari Bencana Alam adalah kejadian robohnya menara telekomunikasi.
c). Tolak ukur dampak
Sebagai tolak ukur dampaknya adalah kejadian robohnya menara telekomunikasi
d). Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 26. Upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap robohnya menara
No Cara Pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan dampak robohnya menara telekomunikasi Bangunan Selama Pemrakarsa
adalah laporan kejadian robohnya menara, laporan menara operasional
pemantauan menara secara rutin ke dinas terkait, dan menara
bukti jaminan dalam bentuk asuransi atau pernyataan,
serta pengamatan dilapangan akan langkah-langkah
yang dilakukan pemrakarsa jika terjadi kejadian
robohnya menara.
3). Pengaruh radiasi terhadap kesehatan masyarakat sekitar menara
a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap terjadinya radiasi adalah kegiatan operasional antena
pemancar/menara telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi.
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan dari kegiatan operasional antena menara telekomunikasi
berupa terjadinya gangguan kesehatan masyarakat sekitar menara.
c) Tolak ukur dampak
Tolak ukur dampak radiasi adalah timbulnya penyakit pada masyarakat sekitar akibat
terpapar radiasi antena menara.
d) Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan
pelaksana pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 27. Upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap pengaruh radiasi bagi kesehatan masyarakat
sekitar menara

[23]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

No Cara Pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana


1. Pemantauan dampak radiasi antena Warga Selama operasional Pemrakarsa
menara terhadap kesehatan masyarakat sekitar menara
sekitar adalah dari laporan penyakit lokasi
akibat terpapar radiasi antena menara menara

4). Gangguan frekwensi dan pancaran gelombang elektromagnetik


a) Sumber dampak
Sumber dampak terhadap gangguan frekwensi adalah kegitan operasional pemancar/menara
telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi
b) Jenis dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan dari kegiatan operasional menara telekomunikasi berupa
terjadinya gangguan frekwensi gelombang radio / televisi, dan gangguan pancaran gelombang
elektromagnetik.
c) Tolak ukur
Tolak ukur gangguan frekwensi dan pancaran gelombang elektromagnetik adalah adanya
keluhan warga tentang sinyal radio / televisi akibat bocornya gelombang menara telekomunikasi.
d) Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 28. Upaya pemantauan lingkungan terhadap gangguan frekwensi dan gelombang elektromagetik
No. Cara pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan adanya gangguan frekwensi Peralatan Selama Pemrakarsa
dan pancaran gel.elektromagnetik elektronik operasional
berdasarkan laporan kejadian gangguan warga sekitar menara
frekwensi TV, radio, kerusakan alat menara
elektronik akibat terkena petir dsb dan
pengecekan langsung di lapangan

5). Dampak rawan kriminalitas/pencurian


a) Dampak yang terjadi
Terjadinya tindakan kejahatan/pencurian terhadap peralatan menara telekomunikasi/BTS.
b) Sumber dampak
Sumber dampak adalah adanya peralatan menara yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga
mengundang tindakan kriminalitas/pencurian.
c). Tolak ukur
Tolak ukur dampak adalah adanya laporan kejadian kriminalitas/pencurian peralatan menara
telekomunikasi
d). Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan
pelaksana pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 29. Upaya pemantauan lingkungan terhadap dampak rawan kriminalitas/pencurian

[24]
PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia

No Cara Pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana


1. Pemantauan dampak rawan peralatan Selama operasional Pemrakarsa
kriminalitas/pencurian adalah berdasarkan menara menara
laporan kejadian kriminalitas terhadap peralatan
menara dan pengecekan langsung di lapangan

d. Tahapan Pasca Operasi


1). Keresahan masyarakat
a). Sumber dampak
Sumber dampak terhadap keresahan masyarakat pada tahap pasca operasi adalah dampak positif
dan negative akibat perpanjangan kontrak dan pembongkaran menara.
b). Jenis dampak
Dampak positif dari perpanjangan kontak menara antara lain adalah meningkatnya pendapatan
masyarakat karena adanya kompensasi untuk masayarakat sekitar dan mendapatkan uang sewa
bagi pemilik tanah. Sedangkan dampak negatifnya muncul keresahan masyarakat yang terjadi
pada tahap operasi.
Selain itu dampak positif akibat kemungkinan terjadinya pembongkaran menara adalah
kenyamanan masyarakat sekitar karena sudah tidak ada lagi menara yang berdiri. Dampak
negatifnya adalah tidak adanya pendapatan masyarakat akibat sudah tidak mendapatkan tali
asih dan sewa serta gangguan sinyal bagi pelanggan operator yang operasionalnya
menggunakan menara ini.
c). Tolak ukur
Sebagai tolak ukur adalah laporan pengaduan adanya perpanjangan kontrak menara atau
pembongkaran menara
d). Pemantauan lingkungan hidup
Upaya pemantauan dapat dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana
pemantauan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 30. Upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap keresahan masyarakat


No. Cara Pemantauan Lokasi Waktu Pelaksana
1. Pemantauan dampak keresahan Warga di Pada saat akan Pemrakarsa, dibantu
masyarakat dengan sekitar lokasi terjadinya pemerintah
pengambilan informasi dari menara pembongkaran kabupaten,
masyarakat sekitar menara dan menara kecamatan dan Desa.
pengamatan langsung di telekomunikasi
lapangan

[25]
Tabel 31. Matrik upaya pengelolaan lingkungan hidup pembangunan menara telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi di
Padukuhan Selang 1 RT.01, Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul

Pelaksana/
N Sumber Jenis Tolak Ukur Upaya Pengelolaan Waktu Instansi
Lokasi Penanggung
o Dampak Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Pengawas
Jawab
I. Tahap Pra Konstruksi
1. Kegiatan Keresahan - Intensitas Kediaman - Memberikan informasi Pada saat awal Pemrakarsa Aparat
sosialisasi, masyarakat keluhan pemilik secara lengkap kepada sebelum pemerintahan
pengadaan masyarakat lahan masyarakat akan adanya pembangunan Desa
lahan dan ganti - Timbulnya pembangunan menara menara
kerugian serta pembicaraan telekomunikasi PT telekomunikasi
kegiatan kurang baik di Profesional
perizinan masyarakat Telekomunikasi di Desa
- Warga tidak setempat, baik resiko dan
menyetujui manfaatnya melalui
pembangunan sosialisasi secara jelas dan
menara transparan Pada saat awal
- Mengajak partisipasi pembangunan
masyarakat untuk menara
memberi masukan, saran, telekomunikasi
dan tanggapan akan
adanya pembangunan
menara telekomunikasi Sebelum
- Melibatkan masyarakat pelaksanaan
dalam proses dan pengadaan
penentuan besarnya nilai lahan
ganti rugi dan
kompensasi/ tali asih bagi
warga di sekitar radius
75m Saat
- Pembayaran nilai ganti pelaksanaan
rugi dan nilai kompensasi pengadaan
sesuai dengan lahan
kesepakatan bersama

26
Pelaksana/
Sumber Jenis Tolak Ukur Upaya Pengelolaan Waktu Instansi
No Lokasi Penanggung
Dampak Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Pengawas
Jawab
II. Tahap Konstruksi
1. Kegiatan Penurunan - Keputusan Sekitar - Membatasi jam kerja dari Saat mobilisasi Pemrakarsa Kapedal
mobilisasi/ kualitas udara Gubernur DIY proyek jam 06.00 WIB s/d 18.00 peralatan dan Kab.Gk
demobilisasi dan Nomor 176 Th WIB bahan bangunan
peralatan dan peningkatan 2003 tentang
bahan kebisingan Baku Mutu, Selama proyek
bangunan, Tingkat - Pembuatan pagar keliling berlangsung Pemrakarsa
pembersihan Getaran, proyek sehingga
lahan, Kebisingan, mengurangi kebisingan
pembuatan dan Kebauan dan debu ke lingkungan
jalan baru, - Keputusan sekitar Selama proyek
pembuatan Gubernur DIY - Dilakukan penyiraman berlangsung Pemrakarsa
pondasi, No. 153 Th
pemasangan 2002 tentang
menara Baku Mutu
telekomunikasi Udara Ambien
,pemasangan
grounding dan
penangkal
petir, dan pagar
keliling
2 Kegiatan - Kekhawatir - Keresahan Sekitar -Memprioritaskan masyarakat Saat perekrutan Pemrakarsa Aparat
rekrutmen dan an tidak masyarakat proyek setempat sebagai tenaga tenaga kerja pemerintahan
pemutusan dilibatkan - Gangguan kerja sesuai dengan Desa,
tenaga kerja sebagai terhadap kebutuhan dan kualifikasi Kecamatan,
tenaga jalannya yang dipersyaratkan Dinsosnaker
proyek proyek - Memberi kesempatan bagi Trans Kab.Gk
- Dampak - Hilangnya Sekitar tenaga kerja yang memiliki Saat perekrutan Pemrakarsa
psikologis sebagian mata proyek ketrampilan baik dan tenaga kerja
karena pencaharian berdedikasi tinggi untuk
hilangnya masyarakat direkrut kembali pada
pendapatan/ pekerja pekerjaan sejenis di lain
pekerjaan tempat

27
Pelaksana/
N Sumber Tolak Ukur Upaya Pengelolaan Waktu Instansi
Jenis Dampak Lokasi Penanggung
o Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Pengawas
Jawab
3. Kegiatan Gangguan arus Tingkat Jalur yang - Mobilisasi/ Saat kegiatan Pemrakarsa Dishub dan
mobilisasi / lalu lintas keluhan dilalui demobilisasi peralatan mobilisasi/ Inkom Kab.Gk,
demobilisasi pengguna jalan mobilisasi/ dan bahan bangunan demobilisasi Desa dan
peralatan dan (masyarakat) demobilisa dilakukan pada waktu peralatan dan bahan Kecamatan
bahan bangunan dan panjangnya si peralatan lalu lintas tidak sibuk bangunan
tingkat antrian dan bahan
bangunan
4. Kegiatan Berkurangnya Indeks Lokasi Penanaman kembali jenis Setelah Pemrakarsa Kapedal
pembersihan jenis flora dan keragaman proyek tanaman yang hilang pelaksanaan Kab.Gk
lahan fauna flora dan fauna konstruksi
yang menjadi
kecil
5 Kegiatan Kerusakan Tingkat Jalan - Mendokumentasikan - Sebelum dan Pemrakarsa DPU Kab. Gk
pembuatan jalan kerusakan jalan lingkungan kondisi jalan lingkungan sesudah dan aparat Desa
pondasi lingkungan lingkungan yang sebelum dan sesudah pembangunan dan Kecamatan
sebelum dan dilalui pembangunan menara menara
sesudah kendaraan - Melakukan perbaikan - Setelah
pembangunan membawa jalan minimal sama pembangunan
menara material dengan kondisi sebelum menara
untuk ada pembangunan menara
pondasi

28
Pelaksana/
Sumber Tolak Ukur Upaya Pengelolaan Waktu Instansi
No Jenis Dampak Lokasi Penanggung
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Pengawas
Jawab
6. Kegiatan Kecelakaan kerja Terjadinya Lokasi proyek - Pekerja bekerja Selama Pemrakarsa Kapedal
pemasangan kecelakaan berdasarkan SOP pelaksanaan Kab.Gk,
menara kerja baku pemasangan konstruksi Dinsosnaker
telekomunikasi menara Trans
dan penangkal - Pelaksanaan
petir pemasangan menara,
grounding dan
penangkal petir
berpedoman pada
DED menara
- Pekerja dilengkapi
dengan sarana
keselamatan kerja
- Ada jaminan/
asuransi kecelakaan
kerja maupun
bangunan
III.Tahap Operasi
1. Kegiatan -Keresahan - Intensitas Lokasi - Memberikan penjelasan Pada awal sebelum Pemrakarsa Kapedal
operasional masyarakat keluhan menara dan pemahaman tentang pemb.menara
menara masyarakat hitungan teknis
telekomunikasi (pengaduan) pembangunan Menara
- Timbulnya dan lainlain informasi
pembicaraan tentang keamanan
kurang baik Menara, serta
di pembagunan menara
masyarakat telah sesuai
- Warga tidak - -Menjalin hubungan Selama tahap Pemrakarsa Kapedal
menyetujui yang baik dengan operasional
operasional masyarakat sekitar serta
adanya jaminan/
menara
asuransi bangunan
menara

29
No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pengelolaan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
2 Bencana Alam Robohnya menara - Kejadian Lokasi - Konstruksi pondasi Pada tahap Pemrakarsa -Dishubkominfo
dan Gangguan telekomunikasi robohnya menara di berdasarkan data sondir konstruksi -DPU
alam (Force menara Padukuhan dan kecepatan angin, -Kapedal
Majure) telekomun Selang 1, RT sehingga dapat
ikasi 01, Selang menghasilkan desain
pondasi yang sangat
kuat, yaitu pondasi
telapak full plate.
- Konstruksi menara Pada tahap Pemrakarsa
mengacu pada SNI baik konstruksi
material maupun teknik
pelaksanaanya, seperti :
SNI 03-1972-1990 (SNI
Besi Beton Slump/mutu
beton), SNI 07-2053-
1995 (SNI Besi Beton
Krakatau Steel), SNI
1728-1989 (Cat Besi
Delta), SNI 03-6883-
2002 (SNI spesifikasi
untuk konstruksi bahan
beton), SNI 03-6854-
2002 (metode pengujian
kadar besi)

No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pengelolaan Waktu Pelaksana/ Instansi

30
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
2 Konstruksi Robohnya Kejadian Lokasi -Melakukan pemantauan Selama tahap Pemrakarsa -
menara yang menara robohnya menara dan pemeliharaan peralatan operasional Dishubkominfo
tidak sesuai telekomunikasi menara menara sesuai prosedur -DPU
standar(lanjutan) telekomunikasi serta melakukan -Kapedal
peninjauan menara secara
berkala
- Melaporkan setiap ada
penambahan sarana kepada
dinas instansi terkait. PT
Profesional Selama tahap Pemrakarsa
Telekomunikasi akan operasional
melaporkan apabila ada
penambahan Sarana yang
berkaitan dengan
penambahan Operator
Seluler yang menggunakan
Tower tersebut.
No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pengelolaan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
3 kegiatan Terjadinya timbulnya Lokasi - Pemasangan antena menara Pada tahap Pemrakarsa -Dinas
operasional gangguan penyakit pada menara pada ketinggian minimal konstruksi Kesehatan
antena kesehatan masyarakat 30 meter dari pondasi -Kapedal
pemancar/menara masyarakat sekitar akibat - Pemantauan secara terus -
sekitar akibat terpapar radiasi Lokasi menerus menara Selama tahap Pemrakarsa Dishubkominfo
radiasi antena menara. menara telekomunikasi dari pusat operasional
- Memberikan jaminan
dalam bentuk
asuransi/surat pernyataan
Masyarakat jika terjadi dampak buruk Selama tahap Pemrakarsa
sekitar radiasi terhadap operasional
menara masyarakat sekitar menara

4. Kegiatan -Gangguan Keluhan Lokasi - Pembangunan menara Selama Pemrakarsa Kapedal, Dinas
operasional frekwensi dan masyarakat menara telekomunikasi didasarkan operasional Perhubungan

31
menara gangguan akibat gangguan pada DED dan Inkom
telekomunikasi pancaran sinyal radio, TV - Pemasangan gelombang
gelombang frekwensi menara
elektromagneti telekomunikasi berbeda
k dengan gelombang
radio/televisi
- Pemantauan secara terus
menerus menara
telekomunikasi dari pusat

No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pengelolaan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
5 Kegiatan Rawan Kejadian Peralatan -Pemasangan alarm Selama pemrakarsa Polsek
operasional kriminalitas/pen kriminalitas/pen menara -Memberikan kompensasi operasional
menara curian curian peralatan kas RT tiap bulan guna menara
telekomunikasi kontribusi kemanan
menara
-Penerangan memadai
-Adanya surat tugas bagi
petugas yang akan masuk
IV.Tahap Pasca Operasi
1. Kegiatan -Keresahan - Intensitas keluhan Lokasi
- Memberikan penjelasan Selama tahap Pemrakarsa Kapedal,
perpanjangan masyarakat masy./pengaduan sekitar
dan pemahaman yang pasca Dinas
kontrak atau - Timbulnya menarasebenarbenarnya dan operasional Perhubungan
pembongkaran pembicaraan sejelas-jelasnya tentang dan Inkom
kurang baik di
menara penyebab
masy.
- Pro kontra warga
pembongkaran menara
terhadap dan mengkoordinasikan
perpanjangan atau dengan pemerintah
pembongkaran - Tetap menjalin
menara hubungan yang baik
dengan masyarakat
sekitar
Tabel 32. Matrik upaya pemantauan lingkungan hidup pembangunan menara telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi di
Padukuhan Selang 1, RT.01 Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul

32
Pelaksana/
Sumber Upaya Pemantauan Waktu Instansi
No Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Penanggung
Dampak Lingkungan Pelaksanaan Pengawas
Jawab
I.Tahap Pra Konstruksi
1. Kegiatan Keresahan Laporan Warga pengambilan informasi dari Pada saat awal Pemrakarsa Kapedal,
sosialisasi, masyarakat pengaduan masyarakat masyarakat sekitar menara renc.pemb. Aparat
pengadaan masyarakat sekitar dan pengamatan langsung menara Pemerintah
lahan dan ganti akan rencana radius Desa
kerugian serta pembangunan 60 m
kegiatan menara
perizinan
II.Tahap Konstruksi
1. Kegiatan Penurunan Tidak Lokasi - Memantau pelaksanaan Selama Pemrakarsa Kapedal
mobilisasi/ kualitas udara melebihi baku pembangu jam kerja dari jam 06.00 pekerjaan
demobilisasi dan mutu sesuai nan WIB s/d 18.00 WIB konstruksi
peralatan dan peningkatan Keputusan menara dengan pengamatan berlangsung
bahan kebisingan Gubernur DIY langsung
bangunan, nomor 176 th - Memantau pembuatan
pembersihan 2003 dan pagar keliling proyek
lahan, Keputusan sehingga mengurangi
pembuatan Gubernur DIY kebisingan dan debu ke
jalan baru, No. 153 th lingkungan sekitar
pembuatan 2002 dengan pengamatan
pondasi, langsung di lapangan
pemasangan - Memantau pelaksanaan
menara, penyiraman dengan
pemasangan pengamatan langsung di
grounding dan lapangan
penangkal - Memantau kualitas Satu kali selama
petir, dan pagar udara dan kebisingan tahap konstruksi
keliling tidak melebihi baku
mutu lingkungan
dengan uji laboratorium

33
No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pemantauan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
2. Kegiatan - Kekhawatiran - Perbandingan Masyarakat Pemantauan terhadap Saat Pemrakarsa Dinas sosial,
rekrutmen dan tidak tenaga kerja sekitar perekrutan tenaga kerja penyerapan Tenaga Kerja
pemutusan dilibatkan lokal dan non dalam kegiatan tenaga kerja dan
tenaga kerja sebagai lokal yang pembangunan menara Transmigrasi
tenaga bekerja dalam dengan laporan
proyek pembangunan perbandingan tenaga kerja
- Dampak menara lokal dan non lokal yang
psikologis dilibatkan dalam
karena pembangunan menara
hilangnya
pendapatan/
pekerjaan
3. Kegiatan Gangguan arus Kemacetan lalu Sepanjang Pemantauan gangguan lalu Pada saat Pemrakarsa Dinas
mobilisasi / lalu lintas lintas/Tingkat jalur lintas berdasarkan laporan kegiatan Perhubungan
demobilisasi keluhan mobilisasi kejadian kemacetan lalu mobilisasi/ dan Inkom
peralatan dan pengguna jalan peralatan lintas akibat pembangunan demobilisasi
bahan (masyarakat) dan dan bahan menara melalui peralatan dan
bangunan panjangnya bangunan pengamatan langsung dan bahan
antrian kendaraan laporan warga/pengambian bangunan
informasi dari masyarakat
4 Kegiatan Berkurangnya Indeks Lokasi Memantau pelaksanaan Selama Pemrakarsa Kapedal
pembersihan jenis flora dan keragaman flora kegiatan penanaman pohon kembali pekerjaan
lahan fauna dan fauna yang yang sesuai dengan jenis konstruksi
menjadi kecil tanah setempat, dapat berlangsung
menyerap gas dan
pemeliharaannya dengan
pengamatan langsung di
lapangan

No Sumber Jenis Dampak Tolak Ukur Lokasi Upaya Pemantauan Waktu Pelaksana/ Instansi

34
Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
5. Kegiatan Kerusakan jalan Tingkat Jalan yang Pengamatan langsung di Sebelum dan Pemrakarsa DPU dan
pembangunan lingkungan kerusakan jalan dilalui lapangan dan dilakukan sesudah aparat
pondasi lingkungan kendaraan pendokumentasian pembangunan RT/RW dan
sebelum dan membawa menara dukuh
sesudah material
dibangun
menara
6. Kegiatan Kecelakaan Laporan Lokasi Pemantauan kecelakaan Selama Pemrakarsa Kapedal,
pemasangan kerja terjadinya kegiatan kerja berdasarkan adanya pekerjaan Dinas Sosial,
menara kecelakaan laporan kecelakaan akibat konstruksi Tenaga Kerja
telekomunikasi kerja bekerja di proyek berlangsung dan
dan penangkal pembangunan menara dan Transmigrasi
petir bukti polis asuransi/surat
pernyataan jaminan untuk
tenaga kerja
III.Tahap Operasi
1. Kegiatan Keresahan Laporan Masyarakat pengambilan informasi selama tahap Pemrakarsa, DPU, Dinas
operasional masyarakat pengaduan sekitar dari masyarakat sekitar operasi dibantu Perhubungan
menara masyarakat menara menara dan pengamatan pemerintah dan Inkom,
telekomunikasi akan langsung di lapangan kecamatan dan dan Kapedal
operasional Desa
menara dan
bukti
asuransi
/jaminan
perlindungan
masyarakat

35
No Sumber Jenis Tolak Ukur Lokasi Upaya Pemantauan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
2 Bangunan Robohnya Kejadian robohnya Lokasi Pemantauan dampak Selama Pemrakarsa -Dishubkominfo
menara yang menara menara menara robohnya menara operasional -DPU
tidak sesuai telekomuni telekomunikasi telekomunikasi adalah menara -Kapedal
standar kasi laporan kejadian
robohnya menara,
laporan pemantauan
menara secara rutin ke
dinas terkait, dan bukti
jaminan dalam bentuk
asuransi atau
pernyataan, serta
pengamatan dilapangan
akan langkah-langkah
yang dilakukan
pemrakarsa jika terjadi
kejadian robohnya
menara.
3 kegiatan Terjadinya timbulnya penyakit Warga Pemantauan dampak Selama Pemrakarsa Dinas Kesehatan
operasional gangguan pada masyarakat sekitar radiasi antena menara operasional -Kapedal
antena kesehatan sekitar akibat lokasi terhadap kesehatan menara -Dishubkominfo
pemancar/me masyarakat terpapar radiasi menara masyarakat sekitar
nara sekitar antena menara. adalah dari laporan
akibat penyakit akibat
radiasi terpapar radiasi antena
menara

36
No Sumber Jenis Tolak Ukur Lokasi Upaya Pemantauan Waktu Pelaksana/ Instansi
Dampak Dampak Lingkungan Pelaksanaan Penanggung Pengawas
Jawab
4 Kegiatan - Gangguan Keluhan masyarakat peralatan Pemantauan adanya selama tahap Pemrakarsa Dinas
operasional frekuensi akibat gangguan elektonik gangguan frekwensi operasi Perhubungan dan
menara dan sinyal radio, TV sekitar dan pancaran Inkom, dan
telekomunika gangguan menara gel.elektromagnetik Kapedal
si pencarian berdasarkan laporan
gelombang kejadian gangguan
elektromag frekwensi TV, radio,
netik kerusakan alat
elektronik akibat
terkena petir dsb dan
pengecekan langsung di
lapangan, Karena
berdasarkan peraturan
Frekwensi Radio,
Televisi dan Telepon
Seluler telah diatur
dalam masing masing
frekwensi
5 Kegiatan Rawan Kejadian Peralatan Laporan kejadian selama tahap Pemrakarsa Polsek Wonosari
operasional kriminalitas/ kriminalitas/pencuria menara kriminalitas/pencurian operasi
menara pencurian n peralatan menara dan pengecekan
telekomunika langsung di lapangan
si
IV.Tahap Pasca Operasi
1. Kegiatan Keresahan Laporan pengaduan Lokasi pengambilan informasi Pada saat Pemrakarsa Aparat
perpanjangan masyarakat adanya perpanjangan kegiatan dari masyarakat sekitar perpanjangan pemerintah
kontrak dan kontrak atau menara dan kontrak dan Kabupaten,
Kegiatan pengamatan langsung pembongkaran kecamatan dan
pembongkaran
pembongkaran di lapangan menara Desa
Menara menara

37
E. PELAPORAN
Berbagai hasil pemantauan seperti yang disampaiakn dalam dokumen ini wajib untuk dilaporkan kepada
instansi terkait dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Laporan ditujukan kepada :
Badan Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Bupati Gunungkidul
Cq. Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul
Dinas Perhubungan Informasi dan Telekomunikasi Kabupaten Gunungkidul
b. Materi Laporan
1. Surat pengantar yang ditandatangani penanggung jawab UKL-UPL (Pemrakarsa).
2. Data-data hasil pemantauan yang dicatat selama 6 (enam) bulan yang memuat tentang
pelaporan seperti yang tercantum dalam Upaya Pemantauan Lingkungan dan catatan
perusahaan tentang terjadinya pencemaran (bila ada)
3. Laporan mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 2005
tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
c. Frekuensi Waktu Pelaporan
Laporan disampaikan setiap 6 (enam) bulan sekali, yaitu pada bulan Januari dan Juni pada tahun
berjalan.

38

Anda mungkin juga menyukai