Anda di halaman 1dari 4

7.2.

Non Probability atau Non Random Sampling

Sampel nonprobabilitas adalah teknik pengambilan yang tidak memberi


peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih
menjadi sampel (Sugiono, 2013;120). Hal senada juga dikemukakan oleh Uma
Sekaran dan Roger Bougie (2010;276) yang menyebutkan bahwa dalam desain
sampel nonprobabilitas, anggota di dalam populasi tidak memiliki kesempatan
yang sama untuk terpilih menjadi sampel dalam suatu penelitian.

Menurut Kuncoro (2009;126), perbedaan utama antara sampel


nonprobabilitas dengan sampel probabilitas adalah bahwa sampel nonprobabilitas
dipilih secara arbitrer oleh peneliti. Dengan kata lain, probabilitas masing-masing
anggota populasi tidak diketahui. Selain itu, para peneliti menggunakan sampel
nonprobabilitas karena tidak ada upaya untuk melakukan generalisasi berdasarkan
sampel.

Menurut Burhan (2005;123) ada beberapa sifat populasi, yang kalau tidak
terjadi tumpang-tindih satu dengan yang lainnya, maka terlihat sifat-sifat sebagai
berikut:

1) Populasi Berstrata
Sifat populasi semacam ini adalah terdiri atas unit-unit yang sifatnya
berstrata (berlapis). Unit populasi adalah golongan-golongan, kelompok-
kelompok, dan sebagainya yang memiliki sifat bertingkat atau berlapis
yang jelas. Misalnya, suatu penelitian yang berpopulasi pedagang di kota
Surabaya. Pedagang-pedagang tersebut dapat dibagi menjadi: pedagang
kecil, pedagang menengah, dan pedagang besar.
2) Populasi Area
Sifat populasi area adalah mudah ditentukan, asalkan penelitian
mengetahui batas-batas area tersebut. Apabila penelitian menggunakan
pembatasan suatu area dilihat dari pembatasan sistem pemerintahan, maka
unit populasi adalah desa, kecamatan, kabupaten, dan seterusnya.

1
3) Populasi Cluster
Populasi ini menunjukkan unit-unit yang berumpun atau berkelompok,
tanpa ada pada tingkatan masing-masing kelompok atau rumpun yang ada.
Apabila populasinya adalah umat beragama, maka ada umat: Kristen,
Katolik, Hindu, Buddha, dan Islam.
4) Populasi dengan Beraneka Sifat
Mungkin peneliti sedikit harus menguras pikirannya apabila mereka
menghadapi penelitian dengan populasi yang beraneka sifat. Kesulitan
awal yang dihadapi adalah pada saat mengadakan pemantauan terhadap
keanekaragaman populasi.

Pengambilan sampel secara nonprobabilitas memiliki banyak teknik yang


sering digunakan dalam penelitian. Menurut Babbie (2013;199) ada empat teknik
sampling nonprobabilitas yang umum digunakan, yaitu:

1) Reliance on Available Subjects


Reliance on available subjects sering disebut juga sebagai penarikan
sampel secara kebetulan (insidental). Sampling insidental adalah teknik
penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara
kebetulan atau incidental bertemu dengan peneliti, dapat digunakan
sebagai sampel bila dpandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok
sebagai sumber data (Sugiyono, 2011:67). Cara ini menyebutkan bahwa
peneliti dapat memilih orang-orang terdekat yang bisa dijumpai atau
memilih responden yang pertama kali dapat dijumpai dan dapat digunakan
sebagai sampel. Teknik ini dapat dikatakan sebagai salah satu teknik yang
berisiko terutama untuk penelitian yang bersifat sosial, karena teknik ini
tidak dapat menjamin apakah sampel yang diambil tersebut representatif
atau tidak.
2) Purposive Sampling
Teknik sampling ini digunakan pada penelitian-penelitian yang lebih
mengutamakan pada tujuan penelitian dibandingkan dengan sifat populasi
dalam menentukan sampel penelitian. Walaupun demikian, untuk
menggunakan teknik ini, peneliti seharusnya adalah orang yang pakar

2
terhadap karakteristik populasi. Berdasarkan pengetahuan yang jeli
terhadap populasi, maka unit-unit populasi yang dianggap kunci, diambil
sebagai sampel penelitian. Menurut Sugiono (2013;122), sampling
purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak
melakukan generalisasi. Misalnya penelitian tentang kualitas makanan,
maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan atau ahli
gizi.
3) Snowball Sampling
Teknik lain dalam penarikan sampel nonprobabilitas adalah snowball
sampling, dimana teknik ini hampir mirip dengan teknik insidental (Babbie,
2013:200). Snowball sampling yaitu sebuah prosedur pengambilan sampel
dimana responden pertama dipilih dengan metode probabilitas, dan
kemudian responden selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan
oleh responden pertama.
Teknik ini akan sesuai ketika suatu populasi yang akan diambil sampelnya
susah ditemukan lokasi tempat tinggalnya, atau populasi yang digunakan
terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, pekerja
imigran, atau juga penduduk yang tidak terdaftar secara resmi.
4) Quota Sampling
Quota sampling adalah jenis kedua dari purposive sampling. Metode ini
digunakan untuk memastikan bahwa berbagai subgrup dalam populasi
telah terwakili dengan berbagai karakteristik sampel sampai batas tertentu
seperti yang dikehendaki oleh peneliti. Menurut Sugiono (2013;122),
sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi
yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

3
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tanzeh. 2011. Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta: Teras.

Rahyuda, Ketut. 2016. Metode Penelitian Bisnis. Denpasar: Udayana University


Press.

Sugiyono. 2007.Metode Penelitian Bisinis. Bandung : Alfabeta.