Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH ANALISIS STARTEGI PERUSAHAAN (JASA

RAHARJA DAN MUSTIKA RATU)

Nama Kelompok:
1. Dicky Syahputra (7311415133)
2. Siti Aisyatul Ilmiyah (7311415147)
3. Muhamad Agung Prasetya (7311415168)
4. Nila Khurotul Aini (7311415199)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... 2


KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. 3
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................................ 4
C. Tujuan ........................................................................................................................................... 5
BAB II: COMPANY PROFILE
A. SEJARAH MASING-MASING PERUSAHAAN ............................................................................. 6
1. Sejarah PT.. Jasa Raharja .................................................................................................... 6
2. Sejarah PT.. Mustika Ratu ..................................................................................................... 7
B. VISI, MISI DAN TUJUAN PERUSAHAAN .................................................................................... 12
1. Motivasi: Freud, Maslow, dan Herzberg ................................................................................. 12
2. Persepsi .................................................................................................................................. 13
3. Pembelajaran.......................................................................................................................... 14
4. Memori .................................................................................................................................... 15
5. New Wave Marketing ............................................................................................................. 15
C. Proses Keputusan Pembelian: Model Lima Tahap ....................................................................... 17
1. Proses Pengambilan Keputusan Menurut Cawank ................................................................ 17
2. Proses Pengambilan Keputusan Menurut Hermawan Kartajaya ........................................... 20
D. Teori Lain Tentang Pengambilan Keputusan Konsumen ............................................................. 21
1. Tingkat Keterlibatan Konsumen ............................................................................................. 21
2. Heuristik dan Bias Keputusan ................................................................................................ 22
3. Akutansi Mental ...................................................................................................................... 23
BAB III: CASE STUDY
BAB IV: PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................................................... 27
B. Saran ............................................................................................................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................................. 28

2|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


KATA PENGANTAR

Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas dari mata
kuliah Manajemen Pemasaran Lanjutan dengan judul Analisis Pasar Konsumen.
Makalah ini disajikan penulis untuk meningkatkan pemahaman tentang pasar konsumen
dengan segala perubahannya.
Solawat serta Salam semoga senantiasa kita sanjungkan kepada tauladan serta
junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke
jaman yang terang benderang pada saat ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu
kelancaran dalam pembuatan makalah ini:
1. Bapak & ibu dosen serta orang tua yang telah memberi doa dan dukungan
motivasi kepada penulis.
2. Kelompok yang turut membantu memberikan ide ide dalam menyelesaikan tugas
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah yang telah disusun masih jauh dari sempurna,
untuk itu penulis dengan terbuka menerima saran dan kritik membangun yang
membangun untuk kebaikan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat
memberikan pengetahuan serta informasi pembaca.

Semarang, 22 Oktober 2017

Penulis

3|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ditinjau dari kegiatannya, maka perusahaan jasa kegiatan pokoknya adalah
menghasilkan jasa sebagai output perusahaan dan kemudian menjualnnya kepada
pihak-pihak yang memerlukan untuk tujuan memperoleh laba atau keuntungan yang
ditetapkan.Sedangkan perusahaan manufaktur kegiatan pokok usahanya adalah
mengelola bahan mentah (baku) sehingga menjadi barang jadi yang mempunyai nilai
jual lebih tinggi dan kemudian menjualnya kepada konsumen maupun perusahaan
dagang.
Perbedaan lain dari perusahaan jasa dan manufaktur adalah perusahaan jasa
tidak mempunyai persediaan barang dan tidak membuat laporan produsi yang wajib
dimiliki dan dibuat oleh perusahaan manufaktur.
Perusahaan jasa yang berorientasi terhadap layanan dan perusahaan manufaktur
yang berorientasi terhadap produk tentunya mempunyai destination strategic yang
berbeda dan akan direfleksikan ke dalam visi dan misi perusahaan bahkan sampai
kepada strategi yang dimiliki untuk menjadi market leader dari market category
masing-masing.
Melihat banyaknya perbedaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan jasa dan
manufaktur yang sudah dapat dilihat dari sejak berdiri dan orientasi proses
operasional yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan membuat penulis
melakukan study kasus terhadap PT. Jasa Raharja (perusahaan jasa) dan PT.
Mustika Ratu (perusahaan manufaktur) untuk melihat sejauh mana perbedaan yang
dimiliki diantara kedua perusahaan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1.
C. TUJUAN
1.

4|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


5|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur
BAB II
COMPANY PROFILE

A. SEJARAH MASING-MASING PERUSAHAAN


1. Sejarah PT. Jasa Raharja
PT. Jasa Raharja (Persero) memiliki sejarah panjang sejalan dengan sejarah
pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberadaan PT. Jasa
Raharja (Persero) tidak dapat dipisahkan dari peristiwa pengambil alihan atau
nasionalisasi perusahaan-perusahaan asuransi milik Pemerintah Belanda oleh
Pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun
1960, Pemerintah Republik Indonesia melakukan nasionalisasi atas 14 (empat belas)
perusahaan asuransi milik Pemerintah Belanda, sehingga seluruhnya menjadi milik
Pemerintah Republik Indonesia. Dari 14 (empat belas) perusahaan yang telah
dinasionalisasi tersebut, 8 (delapan) di antaranya dilebur dan digabungkan menjadi 4
(empat) perusahaan asuransi. Setelah dileburkan menjadi 4 maka berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1961, keempat perusahaan asuransi tersebut
kembali dilebur dan digabungkan menjadi satu perusahaan, yaitu Perusahaan
Asuransi Kerugian Negara Eka Karya. Peraturan tersebut berlaku terhitung sejak
tanggal 1 Januari 1961.

Sejalan dengan pemikiran Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada


seluruh masyarakat terhadap risiko keuangan akibat kecelakaan lalu lintas jalan dan
penumpang umum, Pemerintah menerbitkan Undang Undang Nomor 33 Tahun 1964
tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-Undang
Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Dalam rangka
mempersiapkan badan hukum yang akan menjadi pelaksana kedua Undang-Undang
tersebut, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965
tentang Pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965 tersebut, segala harta kekayaan
Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya dialihkan kepada Perusahaan
Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja. Dengan pengalihan tersebut, maka dapat

6|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


disimpulkan bahwa Perusahaan Asuransi Kerugian Negara Eka Karya merupakan
cikal bakal berdirinya badan hukum Jasa Raharja. Oleh karena itu, tanggal 1 januari
1961 yang merupakan tanggal pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka
Karya, setiap tahun di peringati sebagai tanggal kelahiran Jasa Raharja.

Pada tahun 1970, Jasa Raharja kembali mengalami perubahanbentuk badan


hukum. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP
750/MK/IV/11/1970 tanggal 18 November 1970 tentang Pernyataan mengenai
Perusahaan Negara (P.N.) Asuransi Kerugian Jasa Raharja sebagai Usaha Negara
seperti yang dimaksud dalam ayat (2) Pasal 2 Undang-undang No.9 Tahun 1969,
Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja diubah bentuk badan hukumnya
menjadi Perusahaan Umum Asuransi Kerugian Jasa Raharja. dengan perubahan
tersebut maka nama perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas PT. Asuransi
Kerugian Jasa Raharja. Perubahan bentuk badan hukum tersebut berlaku terhitung
sejak diperolehnya status badan hukum sebagai perseroan terbatas yaitu
berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman tanggal 8 Maret 1982 nomor Y.A
5/234/11. Selanjutnya berdasarkan hasil keputusan rapat umum luar biasa pemegang
saham tanggal 18 April 1984, nama perusahaan mengalami perubahan menjadi
Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja disingkat PT. Jasa
Raharja (Persero).

Sejak 1 Januari 1965, Jasa Raharja secara konsisten melaksanakan kegiatan


usaha dalam rangka melaksanakan asuransi kecelakaan penumpang alat angkutan
umum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 berikut peraturan
pelaksanaannya dan asuransi tanggung jawab menurut hukum terhadap pihak ketiga
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 berikut peraturan
pelaksanaannya. Namun demikian dalam perjalanannya Jasa Raharja pernah
ditugaskan oleh Pemerintah untukmelaksanakan kegiatan usaha tambahan, yaitu
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1978 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pendirian Perusahaan Umum
Asuransi Kerugian Jasa Raharja. Dengan Peraturan Pemerintah tersebut, Jasa
Raharja diperluas lingkup usahanya sehingga mencakup surety bond.

7|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


Setelah melaksanakan kegiatan usaha di bidang surety bond, Jasa Raharja
memperluas lagi kegiatan usahanya ke bidang asuransi non wajib, yang meliputi
asuransi kecelakaan diri (AKD), asuransi kecelakaan diri dalam perjalanan (AKDP),
jaminan tambahan dan lain sebagainya. Kegiatan usaha yang diperluas itu
dilaksanakan sampai dengan akhir tahun 1993. Dengan diberlakukannya Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, maka perusahaan
asuransi sosial dilarang melaksanakan kegiatan usaha lain di luar kegiatan usaha
dalam rangka melaksanakan Undang-Undang. Sebagai suatu perusahaan
perasuransian yang termasuk kategori asuransi sosial, maka terhitung sejak tanggal
1 Januari 1994, Jasa Raharja tidak lagi melaksanakan kegiatan usaha surety bond
dan asuransi non wajib, dan kembali hanya melaksanakan program asuransi sosial.

2. Sejarah PT. Mustika Ratu


Awal pendirian PT. Mustika Ratu dimulai pada tahun 1975, dimulai dari garasi
kediaman Ibu BRA. Mooryati Soedibyo. Pada tanggal 8 April 1981 pabrik PT. Mustika
Ratu resmi di operasikan. Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan serta
mewujudkan visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan Jamu Alami Berteknologi
Tinggi Terbaik di Indonesia. PT. Mustika Ratu melakukan penawaran umum perdana
dan mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada tahun 1995. PT. Mustika
Ratu memulai menerapkan standar internasional ISO 9002 tentang Sistem
Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan sejak
tahun 1996.

Ruang lingkup kegiatan PT. Mustika Ratu meliputi pabrikasi, perdagangan dan
distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain
yang berkaitan dengan hal tersebut. Seiring dengan semakin menggemanya
semangat "back to nature", banyak orang di seluruh dunia kini semakin
menggandrungi produk-produk yang terbuat dari bahan alami dan proses produksinya
tidak merusak kelestarian alam.

8|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


Perusahaan Mustika Ratu telah lama tumbuh berdasarkan prinsip tersebut.
Produk-produk jamu dan kosmetik tradisional Mustika Ratu dibuat dari bahan-bahan
yang sangat alami, dan hampir seluruh produk Mustika Ratu diramu dari resep leluhur
Pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat yang diwariskan turun temurun. Berawal dari
usaha rumah tangga kini telah tumbuh menjadi perusahaan consumer product yang
besar. Produk-produk Mustika Ratu telah memasuki puncak dari pasar domestik dan
diterima di pasar luar negeri seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Eropa Timur, Asia
Timur dan Timur Tengah. Bertolak dari keberhasilan ini perusahaan berencana
memperluas pasar di luar negeri dan berencana meningkatkan ekspor produk-produk
Mustika Ratu. Mustika Ratu akan terus menyempurnakan dan mengembangkan
setiap aspek usahanya, dengan ini Mustika Ratu berharap untuk terus meningkatkan
performa perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi pada masyarakat.

BRA Mooryati Soedibyo sebagai founder Mustika Ratu, lahir di Surakarta 5 Januari
1928 tumbuh sebagai seorang puteri Kerajaan Keraton Surakarta, di bawah
pengawasan kakek dan neneknya. Dibimbing langsung eyang puterinya BRA
Mooryati Soedibyo bukan hanya mempelajari tetapi juga mewarisi pengetahuan
memilih tumbuhan berkhasiat serta meraciknya menjadi ramuan yang bermanfaat
bagi kesehatan maupun kecantikan yang selama ini menjadi monopoli para
bangsawan. Menginjak usia 15 tahun, BRA Mooryati Soedibyo sudah menguasai
teknik tata rias dengan baik.

Keterampilan BRA Mooryati Soedibyo menjadi terkenal di kalangan ibu-ibu


setempat, ibu-ibu yang hendak menikahkan anaknya meminta tolong untuk dibuatkan
jamu komajaya, komaratih, lulur, mangir, parem lengkap, dll. Pada tahun 1973 beliau
mulai membuat jamu-jamu tradisional dalam skala besar di garasi rumahnya dan
dibantu oleh 2 orang pembantunya. dan pada tahun 1975 mulai didirikan PT. Mustika
Ratu, pada awalnya hanya memproduksi 5 macam jamu beserta kosmetik tradisional
seperti lulur, bedak, mangir, dan air mawar. Dan pada tahun 1978 produk-produk
Mustika Ratu mulai memasuki toko-toko melalui salon-salon kecantikan yang menjadi
agen yang dimulai di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung dan Medan.
Permintaan pun meningkat hingga memasuki tahun 1980 an. Menanggapi

9|Analisis Perbandingan Strategi Jasa & Mnufaktur


peningkatan permintaan dan terbatasnya jumlah pegawai, BRA Mooryati Soedibyo
mengumpulkan dana untuk modal kerjanya. dengan dana-dana yang sudah
terkumpul pada tanggal 8 April 1981 diresmikan pabrik PT. Mustika Ratu oleh Menteri
Kesehatan Bapak dr. Soewardjono Soeryaningrat dengan jumlah karyawan 150
orang.

B. VISI, MISI & TUJUAN PERUSAHAAN

1. PT. Jasa Raharja


Visi Jasa Raharja
Menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan mengutamakan
penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan
kebutuhan masyarakat.
Misi Jasa Raharja
Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja:
1. Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan
pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara
Program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.
3. Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar
produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan.
4. Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi
keseimbangan dan kelestarian lingkungan.

2. PT. Mustika Ratu

Visi Mustika Ratu

Menjadikan warisan tradisi keluarga leluhur sebagai basis industri perawatan


kesehatan / kebugaran dan kecantikan penampilan paripurna (holistic wellness)

10 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan, namun secara hakiki tetap
mengandalkan tumbuh-tumbuhan yang berasal dari alam.

Misi Mustika Ratu

Falsafah kesehatan / kebugaran dan kecantikan / penampilan paripurna (holistic


wellness) yang telah lama ditinggalkan masyarakat luas, digali kembali oleh seorang
Puteri Keraton sebagai Royal Heritage untuk dibagikan kepada dunia sebagai
karunia Tuhan dalam bentuk ilmu pengetahuan yang harus dipertahankan dan
dilestarikan.

Tujuan Mustika Ratu

PT. Mustika Ratu ingin memperkenalkan warisan budaya tradisi keluarga leluhur
sebagai basis industri perawatan kesehatan / kebugaran dan kecantikan penampilan
paripurna (holistic wellness) sebagai Royal Heritage kepada dunia dan bisa diterima
di semua kalangan masyarakat untuk beragam kelas ekonomi dan usia, baik itu
wanita maupun pria.

3. Perbandingan Visi & Misi Perusahaan

Dapat dilihat bahwa PT. Jasa Raharja mempunyai visi sebagai perusahaan
penyedia pelayanan asurasi terkemuka dengan mengedepankan kebutuhan
masyarakat. PT. Jasa Raharja tidak mempunyai basis terhadap produk yang akan
dijual, melainkan penyelenggaraan program asuransi sebagai sebuah produk
layanan kepada masyarakat, Negara, perusahaan, dan lingkungan yang
direfleksikan di dalam misi perusahaan.

Sedangkan PT. Mustika Ratu mempunyai visi untuk mengembalikan dan


melestarikan warisan tradisi leluhur sebagai basis industrinya dibidang perawatan
kesehatan / kebugaran dan kecantikan dengan menggunakan bahan baku dari
tumbuh-tumbuhan yang alami melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan.
PT. Mustika Ratu melakukan penekanan terhadap bahan baku yang akan dipakai

11 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
sebagai sebuah added value yang ditawarkan dengan menerapkan warisan budaya
tradisi sebagai royal heritage kepada dunia.

C. ANALISIS SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis.

1. Jasa Raharja
a. Strenght (Jasa Raharja)
Jaringan pelayanan/distribusi yang tersebar diseluruh tanah air
Laporan Keuangan selalu mendapat opini wajar
Kinerja Keuangan dengan predikat minimal sehat
Integritas, dedikasi, loyalitas dan kejujuran SDM
Hubungan kemitraan yang harmonis
Sistem pelayanan Iuran Wajib dan Sumbangan Wajib yang terintegrasi
Citra Perusahaan
b. Weakness (Jasa Raharja)
Produk image belum memasyarakat
Struktur organisasi belum sepenuhnya menunjang aktifitas pemasaran atau
penjualan
Pola karir pegawai belum dilaksanakan secara konsisten
Pegawai yang mempunyai gelar profesi masih belum memadai
Perusahaan belum memiliki basis data korporasi dan sistem informasi yang
terpadu
Pegawai yang berjiwa kewirausahaan masih belum berkembang
Equity yang dimiliki masih rendah
Hasil investasi belum cukup menutup biaya overhead
Budaya kerja yang inovatif dan kreatif belum berkembang

12 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Program kegiatan Litbang masih kurang berorientasi kepada kebutuhan Pasar
Sistem remunerasi masih belum sesuai dengan resiko dan beban kerja
Beban dan pengaturan kerja masih belum optimal
c. Opportunities Jasa Raharja
Kecenderungan permintaan terhadap produk asuransi semakin meningkat
Peraturan perundangan yang mendukung
Kondisi ekonomi yang cenderung kondusif
d. Threat Jasa Raharja
Persaingan bisnis asuransi pasca AFTA
Implementasi UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan UU No.25
tahun 1999 tentang Perimbangan keuangan pusat dan daerah
Kemungkinan revisi UU No. 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian
UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan persaingan
usaha tidak sehat
UU No. 14 tahun 1992 tentang Lalu lintas angkutan jalan
Ketergantungan dukungan dari mitra kerja yang tinggi
Kondisi politik yang kurang menentu
Adanya rekomendasi dari IMF kepada pemerintah untuk melakukan merger
perusahaan asuransi

2. Mustika Ratu
a. Strenght (Mustika Ratu)
Mustika Ratu memiliki banyak kekuatan di bidangnya yaitu kecantikan,
kesehatan dan kebugaran, karena Mustika Ratu merupakan perusahaan yang
menciptakan kebutuhan wanita yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan
sehari-hari yaitu kosmetik dan obat-obatan yang terbuat dari alam dan bebas dari
bahan-bahan yang berbahaya, terlebih lagi kini Mustika Ratu telah merambah
pasar internasional dan juga secara tidak langsung turut membantu membuat
nama Indonesia menjadi positif di mata dunia, karena Mustika Ratu membawa
hasil buatan asli Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia

13 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
memiliki hasil-hasil ciPT.aan dari tangan orang Indonesia yang bermanfaat dan
bernilai positif.
SDM
Dalam mengelola sumber daya manusia, PT. Mustika Ratu senantiasa
mengacu kepada ketentuan yang tercantum pada ISO 9001 versi 2000 dan
ISO 14001 versi 2004. Setiap tahun PT. Mustika Ratu mengadakan training
untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan kerja para karyawan, baik dari
level Supervisor, Superintendent dan Manager.
Produksi
Sebagai perusahaan industri kosmetika tradisional, PT. Mustika Ratu selalu
berupaya meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengadopsi ISO 9001
versi 2000 untuk meningkatkan mutu produk demi peningkatan kepuasan
pelanggan. Dalam proses produksi, PT. Mustika Ratu juga telah menetapkan
CPKB (Cara Produksi Kosmetika yang Baik) agar hasil produksinya dapat
diterima di pasar lokal maupun mancanegara.
Sertifikasi
Sertifikasi ISO 9001 versi 2000 dan Sertifikasi ISO 14001 versi 2004
membuktikan PT. Mustika Ratu secara kontinyu meningkatkan mutu produk
demi kepuasan pelanggan dan selalu melakukan perbaikan secara
berkesinambungan dengan memperhatikan perlindungan lingkungan yang
selalu dievaluasi secara periodik oleh Sucofindo.
Penghargaan
Penghargaan dari Bapak Gubernur DKI sebagai perusahaan yang telah
melaksanakan pengolahan limbah dengan baik telah di terima PT. Mustika
Ratu pada bulan Oktober 2005. Hal ini membuktikan PT. Mustika Ratu tetap
konsisten untuk mengelola lingkungan dengan baik dan dalam segala
kegiatannya senantiasa berwawasan lingkungan.
Customer Service Centre
Dengan adanya Customer Service Centre ini, diharapkan perusahaan dapat
berinteraksi langsung dengan konsumen, pelanggan maupun mitra usaha dan
pada akhirnya menciPT.akan hubungan yang harmonis diantara mereka.

14 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Produk
PT. Mustika Ratu telah memproduksi lebih dari 700 jenis produk yang terdiri
dari perawatan rambut, perawatan wajah, perawatan tubuh, make-up dasar,
make-up artistik dan jamu untuk segala jenis usia maupun gender.
Produk Mustika Ratu dibuat dari bahan alami pilihan di proses secara modern
dan higienis. Mustika Ratu telah mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO
14001 sejak tahun 1996 serta GMP (Good Manufacturing Product) sejak tahun
2004. Sehingga memberikan keyakinan kepada konsumen atas kualitas
produk yang ramah lingkungan dan bebas dari bahan-bahan kimia yang
berbahaya seperti: mercuri (Hg), Hidroquinon > 2%, zat warna Rhodamin B,
dan merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53: D&C Red
No. 8: 15585).
b. Weakness (Mustika Ratu)
Lokasi pabrik yang terletak disekitar pasar dan kurang strategis, tidak
mendukung dalam pendistribusian produk-produk Mustika Ratu. Kantor HRD
yang berlokasi sama dengan pabrik, yaitu di Jl. Raya Bogor Km 26,4 Ciracas,
Pasar Rebo Jakarta Timur, jauh dari kantor pusat yang merupakan pusat
kegiatan, kuranglah menguntungkan baik bagi pihak internal maupun
eksternal.
Promosi
Kurangnya promosi yang dilakukan oleh PT. Mustika Ratu untuk
memperkenalkan produk barunya dan membangun brand image dikalangan
masyarakat luas masih terbilang terbatas. Selama ini PT. Mustika Ratu hanya
fokus pada Pemilihan Putri Indonesia dalam membantu kegiatan promosinya.
Itupun dirasa kurang membantu dalam mengangkat image produk Mustika
Ratu dan meningkatkan penjualan.
Tekhnologi
Dalam proses produksinya, PT. Mustika Ratu masih menggunakan tekhnologi
standar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi dan biaya
operasional.

15 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Kemasan
Bentuk fisik yang kurang menarik walaupun sering melakukan penggantian
kemasan. Dan warna-warna yang dihasilkan kadangkala kurang mengikuti
selera pasar. Selama ini produk kosmetik Mustika Ratu dikenal sebagai
kosmetika kalangan bawah, dikarenakan bentuk fisiknya yang tidak mengikuti
zaman dan kurangnya peran Public Relations dalam memposisikan produk
tersebut.
Knowledge
Banyaknya produk yang dikeluarkan oleh PT. Mustika Ratu membuat para
karyawannya sendiri tidak hapal akan produk Mustika Ratu itu sendiri. Ini
dapat dilihat dari para Beauty Consultant yang menunggu di counter hanya
tahu produk yang umum-umum saja.
Cara produksi
Bahan yang dipakai oleh PT. Mustika Ratu adalah bahan baku dasar alami,
untuk mendapatkannya tidaklah mudah, dan sangat tergantung akan iklim dan
ketersediaan pasokan juga kualitas akan bahan baku tersebut. Sehingga PT.
Mustika Ratu harus dapat mengantisipasi bila bahan baku tidak tersedia dan
tidak memenuhi standar kualitas. Sehingga hal demikian menyebabkan biaya
produksinya tinggi.
c. Opportunities (Mustika Ratu)
Menjadi pemimpin dalam industry sejenis ditanah air. Bila dilihat dari jumlah
penduduk Indonesia yang besar, sekitar 220 juta jiwa, dan hampir lebih dari
setengahnya adalah kaum wanita, Mustika Ratu mempunyai kesempatan
untuk mendominasi pasar kosmetika nasional dengan produk-produknya yang
berbahan dasar alami. Terlebih dengan wanita yang menggunakan kosmetik
sebagai gaya hidup.
Memperluas pangsa pasar
Perusahaan dapat memperluas jangkauan (pangsa pasar ke mancanegara)
dalam menjual produk-produk Mustika Ratu ditambah lagi Mustika Ratu
merupakan Brand yang dijadikan sebagai sponsor utama Pemilihan Putri

16 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Indonesia dan pendukung acara penganugerahan dan pemilihan wanita
tercantik di kelas dunia.
Banyak sekali konsumen yang mencari produk jamu dari PT. Mustika Ratu
seperti Slimming Tea di gerai kesehatan sedangkan produk ini banyak tersedia
digerai kecantikan. Hal ini memberikan peluang pada PT. Mustika Ratu untuk
memperluas pasarnya agar tidak hanya berfokus dan melulu
mengembangkan dan berinovasi di produk kecantikan saja tetapi dapat terus
mengembangkan produk kesehatannya juga.
Kebiasaan wanita yang menggunakan kosmetik sebagai gaya hidup.
Daya beli masyarakat yang tinggi, membuka peluang bagi perusahaan untuk
mengembangkan produk-produknya
d. Threat (Mustika Ratu)
Banyaknya kompetitor baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang
menawarkan harga yang lebih kompetitif dan murah dengan hasil yang lebih.
Perusahaan Mustika Ratu banyak di incar oleh beberapa perusahaan raksasa
seperti perusahaan kosmetik oriflamme yang merupakan perusahaan asal
swedia yang berupaya untuk membeli hak paten Mustika Ratu untuk di
pasarkan di Eropa, dan selain itu juga perusahaan Unilever Indonesia juga
berupaya untuk mendekati dan membeli saham PT. Mustika Ratu
Strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mudah ditiru
Pelanggan semakin sensitif terhadap harga
Adanya promosi yang gencar dari para pesaing yang memiliki brand image
baik.

3. Perbandingan Analisis SWOT

Pada analisis SWOT merupakan pencarian strategi dalam perkembangan


perusahaan. PT. Jasa Raharja yang telah berdiri terlebih dahulu memiliki kekuatan
pada jaringannya yang lebih luas, tapi karena merasa aman dibidangnya yang
ditandai dengan banyaknya UU yang melatarbelakanginnya maka
perkembangannya cenderung statis dan kurang inovatif padahal PT. Jasa Raharja

17 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
yang merupakan perusahaan jasa dimana diferensiasinya berada pada pelayanan
yang diberikan selain bisnis model. Dikarenakan banyaknya UU yang mengacu
kepada yang menyokong PT. Jasa Raharja membuat Jasa Raharja menjadi
inkonsisten karena terlalu bergantung kepada UU yang berlaku dengan melakukan
aktivasi brand awareness yang masing terbilang kurang. Masalah utama yang
dipunyai oleh PT. Jasa Raharja adalah masalah SDM yang kurang termotivasi dan
belum ahli sehingga mengakibatkan pengaturan SOP dan struktur kerja yang kurang
optimal dan perusahaan yang belum berbasis data korporasi dengan sistem informasi
yang terpadu.

Sedangkan PT. Mustika Ratu dengan USP (Uniquely Selling Proposition) nya yang
mengandalkan bahan baku alami membuat PT. Mustika Ratu kesulitan untuk
mendapatkannya karena sangat bergantung dengan iklim dan keserdiaan pasokan
yang berkualitas akan bahan baku. PT. Mustika Ratu yang merupakan perusahaan
manufaktur juga tentunya memerlukan standar keamanan produk yang dapat
dibuktikan melalui BPOM, GMP maupun ISO untuk menjaga kepercayaan dari
konsumen. Kurangnya promosi dan gencarnya pesaing juga menjadi kelemahan dan
ancaman bagi PT. Mustika Ratu karena diferensiasi Mustika Ratu yang
mengandalkan bahan baku alami. Tidak hanya itu, Mustika Ratu yang hanya
mengandalkan ajang putri Indonesia sebagai bagian dari promosi dirasa kurang untuk
memposisikan produk di dalam benak konsumen. Besarnya pangsa pasar dan
diferensiasi yang sulit diikuti membuat PT. Mustika Ratu sulit untuk berinovasi di
bidang pewarnaan dan penciptaan nilai produk yang sesuai dengan masa sekarang,
namun melalui diferensiasinya PT. Mustika Ratu sudah mulai didekati oleh
perusahaan-perusahaan multinasional seperti unilever sehingga menjadi ancaman
bagi PT. Mustika Ratu karena perusahaan-perusahaan tersebut ingin membeli lisensi
atas produk Mustika Ratu atau bahkan mengakuisisi perusahaan Mustika Ratu
dengan diferensiasinya yang lebih dikenal di kacah internasional.

18 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
BAB III
GENERAL STRATEGI PERUSAHAAN

A. Strategi Pendekatan Konsumen


1. Jasa Raharja
Strategi promosi
Promosi dan periklanan merupakan upaya untuk menginformasikan
kepada masyarakat luas tentang profil Perseroan atau produk/jasa yang
dapat diberikan Perseroan khususnya yang berkaitan dengan
penyelenggaraan program asuransi sosial. Program promosi dan periklanan
dirancang untuk untuk mendekatkan diri kepada pelanggan atau masyarakat
pada umumnya sesuai dengan tagline Jasa Raharja Asuransinya
Masyarakat Indonesia.

Strategi Penjualan
Layanan jemput bola disertai dengan penerapan PRIME (Proaktif, Ramah,
Ikhlas, Mudah, Empati) merupakan sebuah inovasi strategi penjualan yang
memiliki fokus creating value services untuk memenuhi kebutuhan dan
memberi nilai tambah sendiri bagi masyarakat (customer experience).

19 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Beragamnya kebutuhan masyarakat membuat layanan ini menjadi solusi
bagi berbagai macam kebutuhan PT. Jasa Raharja (Persero) dalam
mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan jangka panjang.

Strategi Pelayanan
Salah satu strategi dari perusahaan jasa yang sangat signifikan adalah
mendekatkan saluran layanan dengan masyarakat. PT. Jasa Raharja
(Persero) tahun 2011 memperluas jaringan layanan dengan menambah lima
kantor pelayanan, sehingga keseluruhan PT. Jasa Raharja (Persero)
memiliki 28 Kantor Cabang, 62 Kantor Perwakilan dan 32 Kantor pelayanan
yang tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat dalam menyelesaikan
pengurusan santunan agar lebih cepat dan tepat, dapat dilakukan diseluruh
Kantor PT. Jasa Raharja (Persero) baik Kantor Cabang, Kantor Perwakilan
dan Kantor Pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kebijaksanaan pemasaran PT.. Asuransi Jasa Raharja dilakukan dengan
pertimbangan dan memperhatikan kemauan calon nasabah yang berbeda-
beda sesuai dengan pendapatannya, dan persaingan yang semakin tajam
dalam bidang industri jasa asuransi. Strategi yang digunakan adalah dengan
mengkombinasikan variabel harga, promosi dan distribusi.
Untuk itu perusahaan akan melakukan berbagai strategi, diantaranya
penetrasi pasar melalui saluran distribusi inovatif, mengembangkan bisnis
syariah, pengembangan produk baru sesuai dengan tuntutan pasar,
melaksanakan strategi investasi yang prudent, secure dan yield yang
oPT.imal serta meningkatkan investasi dari aset properti. Hal ini perlu
dilakukan di tengah kondisi perusahaan yang semakin berat khususnya
secara eksternal dikarenakan persaingan di industri asuransi semakin tajam,
baik dari pemain lokal maupun patungan serta untuk meningkatkan
pendapatan perusahaan khususnya di sektor investasi.
Untuk meningkatkan Customer Satisfaction bagi nasabah maupun
pemegang polis, Asuransi Jasa Raharja telah memiliki tambahan layanan
dengan fasilitas Call Centre 24 Hours Jasa Raharja. Fasilitas ini

20 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
membuktikan bahwa pelayanan Asuransi Jasa Raharja menjadi semakin
modern dan praktis, karena nasabah bisa mendapatkan informasi mengenai
segala sesuatu terkait dengan kepesertaan mereka sebagai nasabah
dengan cepat dan praktis, tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan
Jasa Raharja terdekat.
Adapun layanan modern Jasa Raharja lainnya adalah program auto debet
yang memudahkan nasabah Jasa Raharja melakukan transaksi melalui
layanan perbankan Bank Mandiri maupun SMS Insurance untuk
memudahkan dan mempercepat komunikasi dan penyampaian informasi
kepada nasabah. Saat ini Jasa Raharja juga sudah menjalin kerjasama
dengan Citibank dalam bentuk premium collection melalui kartu kredit
maupun virtual account.

Strategi Distribusi
Berdasarkan Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi No
KEB/K/1/2006 dan No KEB/2/2006 tentang Pedoman Tata Kelola
Perusahaan dan Pedoman Perilaku, hubungan dengan Mitra Kerja
dijabarkan sebagai interaksi yang terjadi karena adanya hubungan kerja baik
berdasarkan ikatan perjanjian maupun tidak dengan tujuan memudahkan
kelancaran usaha Perseroan. Insan Jasa Raharja menjaga hubungan yang
harmonis dan kondusif dengan Mitra Kerja sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku serta menghindari penyalahgunaan hubungan
kemitraan.
Keterlibatan Pemerintah sebagai regulator pelaksana peraturan
perundang- undangan dan DPR selaku penciPT.a dan pengawas atas
pelaksanaan peraturan perundang-undangan,dimana regulasi yang terkait
dengan PT. Jasa Raharja (Persero) telah diterbitkan Undang-Undang No. 33
tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang
dan Undang-Undang No. 34 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

2. Mustika Ratu

21 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Strategi promosi
Strategi yang dapat dilakukan pihak manajemen PT. Mustika Ratu untuk
memperbaiki strategi promosinya selama ini yang menggunakan endorser
puteri Indonesia.
a) Menjadikan Puteri Indonesia sebagai bintang iklan produk Mustika Ratu.
b) Meningkatkan kegiatan promosi diluar ajang pemilihan Puteri Indonesia.
c) PT. Mustika Ratu harus menginformasikan kepada masyarakat bahwa
Puteri Indonesia adalah duta PT. Mustika Ratu.
d) Memanfaatkan secara maksimal citra yang positif dari Puteri Indonesia.
e) Perseroan juga menjalankan program promosi secara efektif dan terarah
dengan lebih menekankan pada promosi the bottom line seperti demo
kecantikan di counter-counter , consumer promotion melalui kunjungan
ke sekolah-sekolah, dan lain sebagainya.

Strategi Penjualan
Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan penjualan ke depan,
perusahaan senantiasa memperbaiki sistem pendistribusian barang agar
penyebarannya dapat merata ke seluruh pelosok daerah baik melalui
cabang-cabang perseroan yang dibantu dengan depo-deponya maupun dari
distributor-distributor yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh
Indonesia. Perseroan juga terus meningkatkan penetrasi pasar di
mancanegara yang mengalami pertumbuhan penjualan cukup besar pada
tahun 2005.

Strategi Pelayanan
Di pertengahan tahun 2005, perseroan membentuk consumer service
center untuk mengaplikasikan konsep-konsep pemenuhan harapan
pelanggan terhadap produk-produk perseroan. Dengan adanya consumer
service center ini, perseroan diharapkan dapat berinteraksi dengan
konsumen akhir, pelanggan maupun mitra usaha dan pada akhirnya dapat
menciPT.akan hubungan yang harmonis diantara mereka.

22 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Strategi Pemasaran Dalam Negeri
Perseroan terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam
pasar domestik dan mancanegara dengan memproduksi dan memasarkan
produk untuk segala jenis usia, jender maupun tingkat social masyarakat.
Sebagai pelopor kecantikan, Perseroan senatiasa mengikuti trend tatarias
yang menjadi dambaan seluruh wanita Indonesia dengan meluncurkan
Trend Warna 2006 Swarna Puspa Swarga untuk seri Mustika Ratu dan
Uniquely You untuk seri Mustika Puteri sebagai trend setter dalam tatarias
remaja.

Strategi Pemasaran Luar Negari


Dalam rangka memenuhi permintaan pasar luar negeri atas produk-produk
perseroan. Pada tahun 2005 Perseroan telah membuka pasar ekspor baru
untuk Negara China dan Pakistan.Sedangkan rencana pengembangan
pasar ekspor ke depan meliputi beberapa Negara seperti Nigeria, Philipina,
dan Thailand.
Saat ini perseroan tengah giat melakukan strategi pemasaran khususnya
di Negara Malaysia dengan meningkatkan penetrasi pasar di modern market
dan menempatkan sales representative pada tiap-tiap distributor.Selain itu,
perseroan juga menggiatkan aktivitas promosi above the line dan bottom the
line.Sedangkan untuk Negara-negara lainnya strategi yang dilakukan adalah
dengan melakukan penambahan jenis item produk misalnya produk Ginteh
di Arab Saudi dan produk seri Ayudara di Negara Rusia.Sedangkan di
Negara Brunei Darussalam dan Hongkong, perseroan melakukan penerapan
system Pareto Product sehingga persediaan produk menjadi lebih terkontrol
dan service level meningkat.Disamping itu, perseroan terus meningkatkan
promosi terutama kegiatan promosi below the line.

Strategi Distribusi

23 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas, di beberapa cabang di
kota-kota besar di pulau Jawa ditambah dengan puluhan distributor di
seluruh Indonesia dan Mancanegara.Lalu menjadikan produk-produk
perseroan tersebar di hampir setiap jenis outlet baik pasar tradisional
maupun pasar modern.Pada tahun 2005 perseroan melakukan penataan
kembali system distribusi dengan pengambilalihan distributor di kota-kota
besar menjadi cabang beserta depo-deponya.
Perseroan juga melakukan persiapan yang diperlukan dengan
menggunakan tim pengiriman khusus untuk memenuhi kebutuhan produk di
outlet-outlet perseroan.Selain itu, perseroan melakukan perluasan fungsi
cabang denga menyediakan sarana-sarana yang canggih, dan penyediaan
sumber daya manusia yang berkualitas sehingga target penjualan dapat
tercapai dan selanjutnya dapat memberikan keuntungan yang diperlukan
untuk perputaran modal kerja bagi operasional perseroan.
Dalam rangka mempercepat proses distribusi dan informasi kepada
distributor dan retailer perseroan mengadakan kerjasama dengan PT.
Indosat Tbk. Melalui kerjasama ini para retailer dan distributor dapat
menikmati layanan menu M-Mustika Ratu melalui kartu Matrix. Menu tersebut
memungkinkan para retailer dan distributor melakukan pemesanan barang,
mendapatkan berita terkini mengenai perseroan serta menyampaikan saran
dan masukan dengan praktis melalui telepon seluler.Dengan layanan ini
diharapkan para retailer dan distributor dapat menikmati manfaat berupa
penghematan waktu dan penyederhanaan prosedur pemesanan barang
sehingga mempercepat proses distribusi barang ke pasar.

3. Perbandingan Strategi
Jasa Raharja melakukan kegiatan promosi dan periklanan untuk memposisikan
PT. Jasa Raharja sebagai produk jasa asuransinya masyarakat Indonesia dengan
mengutamakan pelayanan yaitu menetapkan komitmen dalam pelayanan yang
PRIME (Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah, dan Empati) sebagai sebuah inovasi
strategi yang memiliki fokus creting value service untuk memberikan sebuah

24 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
customer experience yang unik dan menjual. Memperluas jaringan pelayanan, dan
mengadakan berbagai hubungan dengan Mitra Kerja dan Pemasok, Masyarakat,
Pemegang Saham, Pemerintah dan Legislatif, serta media massa. Untuk dapat
meningkatkan customer satisfaction bagi nasabahnya, Jasa Raharja juga
mempunyai layanan call centre 24 jam dan program auto debet sebagai bukti
pelayanan Jasa Raharja yang modern, cepat dan praktis.
Sedangkan PT. Mustika Ratu yang selama ini melakukan endorser dengan putri
Indonesia dengan meningkatkan kegiatan promosi diluar ajang pemilihan putri
Indonesia seperti membuat demo tentang langkah pemakaian kosmetik yang baik
dan sesuai dengan bentuk wajah di counter-counter, consumer promotion melalui
kunjungan ke sekolah-sekolah dan lain sebagainya sehingga dapat mengoptimalkan
produk Mustika Ratu dan meningkatkan awareness masyarakat. Perbaikan sistem
pendistribusian barang agar penyebarannya dapat merata merupakan fokus Mustika
Ratu dalam memposisikan diri sebagai kosmetik yang menerapkan tradisi
masyarakat Inodnesia. Membentuk consumer service center untuk mengaplikasikan
konsep-konsep pemenuhan harapan pelanggan terhadap produk-produk Mustika
Ratu hingga terciptanya interaksi antara Mustika Ratu dengan konsumen akhir,
pelanggan maupun mitra usaha dan pada akhirnya dapat menciptakan hubungan
yang harmonis diantara mereka. PT. Mustika Ratu juga berusaha mempertahankan
posisinya sebagai market leader dan pioneer produk kecantikan dengan bahan alami
baik di pasar domestic maupun mancanegara. Tidak hanya itu, Mustika Ratu juga
senatiasa mengikuti trend tatarias yang menjadi dambaan seluruh wanita Indonesia
dengan meluncurkan Trend Warna 2006 Swarna Puspa Swarga untuk seri Mustika
Ratu dan Uniquely You untuk seri Mustika Puteri sebagai trend setter dalam
tatarias remaja. Konsen utama PT. Mustika Ratu saat ini adalah melakukan strategi
pemasaran khususnya di Negara Malaysia dengan meningkatkan penetrasi pasar di
modern market dan menempatkan sales representative pada tiap-tiap distributor.
Selain itu, juga menggiatkan aktivitas promosi above the line dan bottom the line.
Sedangkan untuk Negara-negara lainnya strategi yang dilakukan adalah dengan
melakukan penambahan jenis item produk dan menerapkan system Pareto Product
sehingga persediaan produk menjadi lebih terkontrol dan service level meningkat.

25 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN

26 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r
DAFTAR PUSTAKA

Yanto, Andi. 2012. Rencana Strategis Jasa Raharja. Diakses pada taggal 20 Oktober
2017 dari

http://www.slideshare.net/Aandri212WiroSableng/manajement-strategi-jr

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi 13, Jilid 1.

Jakarta: Erlangga.

Lechinski, J. 2011. Winning the Zero Moment of Truth. Google.

27 | A n a l i s i s P e r b a n d i n g a n S t r a t e g i J a s a & M n u f a k t u r