Anda di halaman 1dari 32

PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM

LAPORAN UTS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Akademik Mata Kuliah


Praktikum Simulasi Sistem Pada Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik Universitas Widyatama

Oleh:
Kelompok

Andika Ardiansyah 0514104013


Husen Husaeni 0514104017
Raden Farras 0514104009
Rohman Permana 0514104022
Veronika Br. Marpaung 0514104004

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
SK Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT)
Nomor: 112/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015
2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan Laporan Ujian Tengah Semester Praktikum Simulasi Sistem dengan
baik.

Laporan ujian tengah semester ini adalah salah satu syarat dalam
menyelesaikan praktikum di semester 6 di Universitas Widyatama Bandung.
Laporan ini berisi tentang latar belakang dari kegiatan selama praktikum. Selain itu
terdapat flowchart, dan data-data selama praktikum untuk memberikan keterangan-
keterangan yang terdapat dalam laporan ujian tengah semester praktikum ini.

Penyusun menyadari bahwa banyak kekurangan dalam membuat laporan


akhir praktikum ini, untuk itu tim penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik
yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca laporan akhir praktikum
Simulasi Sistem ini.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah


membantu kami dalam menyelesaikan laporan akhir praktikum Simulasi Sistem ini
:

1. Allah SWT, karena atas kehendak dan karunia-Nya kami dapat


melaksanakan Praktikum Analisis dan Pengukuran Kerja dengan baik.

2. Orang tua yang telah memberikan dukungan secara moril dan material
kepada kami.

3. Bapak Rendiyatna Ferdian, S.T. selaku dosen pembimbing yang selalu


sabar membimbing dan memberikan ilmu kepada kami semua sehingga
dapat memahami semua materi yang telah diajarkan.
4. Saudara Nida Almira dan Hamzah Agung selaku asisten dosen
pembimbing yang senantiasa memberikan pengarahan dan semangat
keada kami semua.

5. Pada berbagai pihak yang tidak bisa penyusun sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT, maka dari
itu masih terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini, oleh karena itu penulis
sangat membutuhkan saran yang bersifat membangun serta bermanfaat.

Bandung, 8 April 2017

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................2


DAFTAR ISI ............................................................................................................4
DAFTAR TABEL ....................................................................................................6
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................7
BAB I .......................................................................................................................8
PENDAHULUAN ...................................................................................................8
1.1 LATAR BELAKANG ...............................................................................8
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM ...........................................................................8
BAB II ......................................................................................................................9
LANDASAN TEORI ...............................................................................................9
2.1. TEORI ANTRIAN ....................................................................................9
2.1.1. Pengertian Antrian .............................................................................9
2.1.2. Tujuan dan Teori Antrian ...................................................................9
2.1.3. Pengertian Sistem dan Model...........................................................10
2.1.4. Mekanisme Pelayan .........................................................................12
2.2. SISTEM DISKRIT ..................................................................................13
2.2.1 Kedatangan / Masukan Sistem .........................................................15
2.2.2 Distribusi Poisson ............................................................................17
2.2.3 Karakteristik dan Proses Distribusi Poisson ....................................18
2.2.4 Distribusi Poisson pada Fasilitas Pelayanan ....................................18
BAB III ..................................................................................................................20
METODELOGI PENELITIAN .............................................................................20
BAB IV ....................................................................................................................1
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA .................................................1
4.1 PENGUMPULAN DATA .........................................................................1
4.1.1 Deskripsi Sistem ................................................................................1
4.1.2 Waktu Kedatangan .............................................................................1
4.1.3 Waktu Pelayanan ................................................................................2
4.2 PENGOLAHAN DATA ............................................................................3
4.2.1 KONDISI EKSISTING ......................................................................3
BAB V....................................................................................................................10
ANALISIS .............................................................................................................10
5.1 KONDISI EKSISTING ...........................................................................10
5.2 KONDISI USULAN ...............................................................................11
BAB VI ..................................................................................................................12
PENUTUP ..............................................................................................................12
6.1 KESIMPULAN .......................................................................................12
6.2 SARAN ...................................................................................................12
DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1 Data Waktu Kedatangan Check In Boarding Pass .................................1


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Single Channel Single Phase .........................................................10


Gambar 2. 2 Single Channel Multi Phase ...........................................................11
Gambar 2. 3 Multi Channel Single Phase ...........................................................11
Gambar 2. 4 Multi Channel Multi Phase ............................................................11
Gambar 2. 4 Multi Channel Multi Phase ............................................................11
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan
sehari-hari. Paling banyak kita jumpai yaitu di pusat perbelanjaan, pelayanan ATM
maupun pelayanan di Bank. Hal ini tentu menjadi pemikiran tersendiri bagi pihak
pemberi pelayanan terutama pada kenyaman pengantrian oleh pengantri. Sistem
pengantrian yang baik sangat diperlukan untuk terjaganya ketertiban proses
pelayanan. Kegunaan dari sistem pengantrian ini sangat membantu lancarnya
pelayanan kepada pelanggan seperti pelanggan menunggu pelayanan di depan
kasir, beberapa peralatan menunggu untuk diservice, dan masih banyak lagi.

Sistem pengantrian kali ini kami akan melihat pada sistem pengantrian pada
pelayanan cetak tiket kereta api atau sistem boarding pass stasiun Kiaracondong,
Bandung. Sistem antrian tersebut, dibagi menjadi empat server, apabila dalam
keadaan sedang penuh, tentu membutuhkan sistem pengantrian yang lebih baik
karena tidak cukup hanya empat server saja. Oleh karena itu, kami memilih tempat
sistem cetak tiket kereta api di Stasiun Kiaracondong. Praktikum kali ini, kami
mengamati mulai dari waktu antrian, waktu kedatangan, dan juga waktu pelayanan.
Jumlah data yang kelompok kita amati sebanyak 30 data, data tersebut nantinya
digunakan dalam membuat simulasi dengan menggunakan software Analogic.

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM


Dengan adanya praktikum teori antrian sistem diskrit ini praktikan atau
mahasiswa di harapkan :
1. Menghitung tingkat intensitas pelayanan () pada tempat pencetakan
tiket kereta api.
2. Menghitung jumlah orang yang diharapakan menunggu dalam antrian.
3. Menghitung waktu yang diharapakan oleh setiap orang selama dalam
sistem (menunggu pelayanan).
4. Menghitung waktu yang diharapkan oleh setiap orang untuk menunggu
dalam antrian.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. TEORI ANTRIAN


2.1.1. Pengertian Antrian
Suatu antrian ialah suatu garis tunggu dari satuan yang memerlukan
layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas layanan). Jadi teori atau
pengertian antrian adalah studi matematikal dari kejadian atau gejala garis
tunggu (P. Siagian, 1987, hal. 390). Kejadian garis tunggu timbul
disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas)
pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pelanggan yang tiba tidak bisa
segera mendapat layanan disebabkan kesibukan pelayanan. Dalam
kehidupan sehari-hari, kejadian ini sering kita temukan misalnya seperti
terjadi pada loket bioskop, loket kereta api, loket-loket pada kantor pos,
dermaga di pelabuhan, loket jalan tol, pelabuhan udara, tempat praktek
dokter, loket stadion, banyak lagi yang lainnya. Pada umumnya setiap orang
mengalami kejadian antrian dalam hidupnya, oleh karena itu boleh
dikatakan bahwa antrian sudah menjadi bagian dari kehidupan tiap orang.
Sesungguhnya semua permasalahan antrian tersebut dapat kita atasi dengan
menggunakan metode teori antrian. Dan metode antrian adalah suatu alat
yuang bertujuan untuk sistem pengelolaan yang menguntungkan dengan
mengurangi terjadinya antrian.

2.1.2. Tujuan dan Teori Antrian


Tujuan dasar dari teori antrian adalah untuk meminimumkan total 2
(dua) biaya, yaitu biaya langsung penyedian fasilitas dan biaya tak langsung
yang timbul karena pelanggan yang harus menunggu untuk dilayani
(Pangestu dkk, 1985, hal. 264 ). Bila sistem mempunyai fasilitas pelayanan
lebih dari optimal, ini berarti membutuhkan investasi modal yang
berlebihan, tetapi apabila jumlah kurang dari optimal maka hasilnya adalah
tertundanya pelayanan (P. Siagian, 1987, hal. 390). Teori antrian merupakan
peralatan yang penting untuk sistem pengelolaan yang menguntungkan
dengan meminimumkan jumlah antrian.

2.1.3. Pengertian Sistem dan Model


Sistem didefinisikan sekumpulan dari bermacam-macam objek yang
saling berinteraksi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu
dalam lingkaran yang kompleks (Simatupang, 1995, hal. 7). Sistem itu
sendiri tergantung dan tujuan yang dipelajari yang dapat tersusun dari
beberapa sub sistem. Sistem dikelompokkan menjadi dua macam yaitu
sistem diskrit dan sistem kontinyu. Sistem diskrit adalah sistem variable
statenya hanya pada waktu tertentu dan banyaknya dapat dihitung.
Sedangkan system kontinyu adalah sistem yang variabel statenya berubah
terhadap waktu secara kontinyu.
Berdasarkan sifat proses pelayanan dalam saluran (channel) dan
phase, saluran menunjukkan jumlah jalur atau tempat memasuki sistem
pelayanan yang juga menunjukkan jumlah stasiun pelayanan dimana para
customer harus melaluinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap. Ada 4
struktur model antrian yaitu (Pangestu dkk, 1985, hal. 270 272) :
1. Satu jalur dan satu stasiun pelayanan (Single Channel Single Phase)
Single channel artinya hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem
pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan, sedangkan single phase
menunjukkan hanya ada satu stasiun pelayanan.

Jalur antrian Server


Gambar 2. 1 Single Channel Single Phase

2. Satu jalur dengan beberapa stasiun pelayanan (Single Channel Multi


Phase)
Artinya hanya ada satu jalur untuk memasuki pelayanan tetapi ada
dua atau lebih stasiun pelayanan yang harus dilaksanakan secara
kontinyu.
Gambar 2. 2 Single Channel Multi Phase

3. Beberapa jalur dengan satu stasiun pelayanan (Multi Channel Single


Phase)
Artinya beberapa fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tunggal.

Gambar 2. 3 Multi Channel Single Phase

4. Beberapa jalur dengan beberapa stasiun pelayanan (Multi Channel Multi


Phase)
Sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap
tahap sehingga ada lebih dari satu individu dapat dilayani pada suatu
waktu.

Gambar 2. 4 Multi Channel Multi Phase


Antrian dapat dihasilkan jika kedatangan pelanggan yang diterima
untuk dilayani harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan.
Dalam antrian kedatangan pelanggan dalam sistem dan waktu
pelayanan yang diberikan dapat mempunyai distribusi tertentu. Data
yang kita perlukan untuk menganalisa model terdiri atas waktu
kedatangan dan waktu antar dua kedatangan secara berurutan serta
waktu pelayanan.

2.1.4. Mekanisme Pelayan


Ada 3 (tiga) aspek yang harus diperhatikan dalam mekanisme
pelayanan, (P. Siagian, 1987, hal. 392 - 393), yaitu :
a. Tersedianya Pelayanan
Mekanisme pelayanan tidak selalu tersedia untuk setiap saat.
Misalnya dalam pertunjukan bioskop, loket penjualan karcis masuk
hanya dibuka pada waktu tertentu antara satu pertunjukan
berikutnya. Sehingga pada saat loket ditutup, mekanisme pelayanan
terhenti dan petugas pelayanan (pelayan) istirahat.
b. Kapasitas Pelayanan
Kapasitas dari mekanisme pelayanan diukur berdasarkan
jumlah konsumen (satuan) yang dapat dilayani secara bersama-
sama. Kapasitas pelayanan tidak selalu sama untuk setiap saat, ada
yang tetap, tetapi juga ada yang berubah-ubah. Karena itu, fasilitas
pelayanan dapat memiliki satu atau lebih saluran tunggal atau
system pelayanan tunggal disebut saluran ganda atau pelayanan
ganda.
c. Lamanya Pelayanan
Lamanya pelayanan adalah waktu yang dibutuhkan untuk
melayani seorang konsumen atau satu-satuan. Ini harus dinyatakan
secara pasti. Oleh karena itu, waktu pelayanan boleh tetap dari
waktu ke waktu untuk semua konsumen atau boleh juga berupa
variabel acak. Umumnya dan untuk keperluan analisis, waktu
pelayanan dianggap sebagai variabel acak yang terpencar secara
bebas dan sama dan tidak tegantung pada waktu pertibaan.
d. Antrian
Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan
dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan
yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan (Mulyono,
1991).

2.2.SISTEM DISKRIT
Simulasi kejadian diskrit mengenai pemodelan sistem adalah sebagai
kejadian yang melampaui waktu yang representatif dimana state (keadaan)
variabel berubah seketika dan terpisah per titik waktu. Dalam istilah
matematik disebut sebagai sistem yang dapat berubah hanya pada bilangan
yang dapat dihitung per titik waktu. Disini titik waktu adalah bentuk
kejadian(event) yang terjadi seketika yang dapat merubah state pada sistem.
Contoh-contoh simulasi kejadian diskrit diantaranya:
1. Simulasi pada sistem antrian pelayanan tunggal (Simulation of a Single-
server Queueing System), pada pelayanan kasir di pertokoan (supermarket),
Teller pada pelayanan nasabah perbankan dan ruang informasi pada
perkantoran atau hotel.
2. Simulasi pada sistem inventori/pergudangan.
Kejadian yang biasa terdapat dalam simulasi kejadian diskrit :
a. Kedatangan sebuah entitas ke sebuah stasiun kerja (workstation)
b. Kegagalan Resource
c. Selesainya sebuah aktivitas
d. Akhir Sebuah Shift
Komponen dan Penyusun Simulasi Kejadian Diskrit
1. Kondisi Sistem
Kumpulan kondisi variabel yang dibutuhkan untuk menjelaskan suatu
sistem dalam waktu tertentu
2. Waktu Simulasi
Variabel yang menggunakan nilai saat ini dari waktu didalam simulasi
3. Event List
Daftar yang mengandung waktu berikutnya ketika masing-masing tipe
event akan terjadi
4. Statistical Counter
Variabel yang digunakan untuk menyimpan informasi statistik mengenai
performansi sistem
5. Inisialisasi Rutin
Bagian program untuk menginisialisasi model simulasi pada t=0
6. Time Routine
Bagian program yang menentukan event berikutnya dari
daftar event (event list) dan kemudian mempercepat waktu simulasi ke
waktu ketika event terjadi
7. Event Routine
Bagian program yang memperbarui kondisi sistem ketika tipe
suatu eventtertentu terjadi ( hanya ada satu event routine untuk masing-
masing event type)
8. Library Routine
Himpunan bagian program yang digunakan untuk menghasilkan
pengamatan random dari distribusi peluang tertentu sebagai bagian dari
model simulasi
9. Report Generator
Bagian program computer untuk mengestimasi pengukuran yang
diinginkan dari performansi dan laporan produksi ketika simulasi selesai
10. Program Utama
Bagian program yang menentukan waktu rutin yang digunakan untuk
menentukan event berikutnya kemudian tranfers kontrol ke event terkait
rutin untuk memperbarui status sistem tepat. Program utama juga
mengecek pemutusan dan menentukan laporan generator ketika simulasi
telah selesai
Kejadian (Event)
a. Menggambarkan sistem -> aliran proses
b. Aliran proses (process flow): urutan kejadian untuk menjalankan
simulasi
c. Event akan menciptakan keterlambatan dalam simulasi untuk
mereplikasi satu lintasan waktu
d. Event memicu eksekusi logika yang dihubungkan dengan Event
memicu eksekusi logika yang dihubungkan dengan event
Tipe Kejadian
a. Kejadian terjadwal (Scheduled event) :
Sebuah event dimana saat terjadinya dapat ditentukan dan
dijadwalkan sebelumnya
b. Kejadian kondisional (Conditional event):
Dipicu oleh kondisi yang ditemui, bukan oleh satu lintasan waktu

2.2.1 Kedatangan / Masukan Sistem


Ukuran populasi kedatangan (calling population) dapat terbatas (finite)
atau tak terbatas (infinite). Banyak kasus antrian mengasumsikan adanya
ukuran populasi yang tak terbatas jumlahnya, sebagai contoh, mobil yang
memasuki gerbang tol, orang yang belanja di suatu pasar, atau nasabah
yang datang melakukan transaksi di suatu bank. Baik mobil, orang yang
belanja, maupun nasabah bank, tidak terbatas jumlahnya, siapapun
pengendara mobil bis masuk ke tol tersebut, setiap orang juga dapat
berbelanja di pasar, maupun menjadi nasabah di suatu bank (Aminudin,
2005).
Di sisi lain, populasi bisa terbatas jumlahnya, misalnya jumlah
kendaraan yang di miliki suatu kantor yang secara periodik mendapat
perawatan, atau mesin-mesin dalam suatu pabrik yang di jadwalkan secara
berkala mendapat perawatan anggota. Atau kelas yang sudah tertentu
jumlah mahasiswanya merupakan contoh lain dari calling population yang
terbatas (Stalling, 1998).
Subyek populasi kedatangan bisa tiba pada fasilitas pelayanan dalam
beberapa pola tertentu, bisa juga secara acak, kita harus tahu
probabilitas melalui waktu antar kedatangan. Analisis riset operasi telah
mendapati bahwa kedatangan acak paling cocok di uraikan menurut
distribusi poisson. tentu saja tidak semua kedatangan memiliki distribusi ini
dan kita perlu memastikan terlebih dahulu sebelum kita menggunakannya
(Stalling, 1988).
Bagaimana mengetahui kedatangan berdistribusi poisson dalam kehidupan
sehari hari. Berikut ini syarat syarat kedatangan berdistribusi poisson:
1. Pastikan bahwa proses kedatangan bersifat acak, jika hal ini terpenuhi
maka kemunkinan besar pola kedatangan mengikuti distribusi
kedatangan poisson.
2. Rata-rata jumlah kedatangan per interval waktu sudah di ketahui dari
pengamatan sebelumnya.
3. Bila kita bagi interval waktu ke dalam interval yang lebih kecil, maka
pernyataan-pernyataan ini harus di penuhi:
a. Probabilitas tepat satu kedatangan adalah sangat kecil dan konstan
b. Probabilitas dua kedatangan atau lebih selama interval waktu tersebut
angkanya sangat kecil sekali, sehingga bias di katakana sama dengan nol
c. Jumlah kedatangan pada interval waktu tersebut tidak tergantung pada
kedatangan di interval waktu sebelum dan sesudahnya
Pernyataan pernyataan tersebut menggeneralisir kondisi kondisi itu
dan menggunakannya dalam proses lain yang di perlukan pihak manajemen.
Bila proses tersebut pada kondisi yang sama, maka distribusi poisson
bisa di terapkan untuk menggambarkannya. Probabilitas tepat terjadinya x
kedatangan dalam distribusi poisson dapat diketahui dengan menggunakan
rumus :

P(X)= 1)
! .....(

dimana:
= rata-rata jumlah terjadinya x per interval waktu
x = variable acak diskrit yang menyatakan banyaknya kedatangan per
interval waktu.
Jika pola kedatangan mengikuti distribusi poisson maka waktu antar
kedatangan atau intervarrival time adalah acak dan mengikuti distribusi
eksponensial. Ada tiga hal istilah yang bisa digunakan dalam antrian untuk
menggambarkan tingkah laku pemanggilan populasi:
a. Tidak mengikuti (range), yakni bila seseorang bergabung dalam antrian
dan kemudian meninggalkannya
b, Menolafk (balking), berarti serta merta tidak mau bergabung
c. Merebut (bulk), menunjukan kondisi di mana kedatangan terjadi secara
bersama sama ketika memasuki sistem seorang berebut menyerobot ke
depen
Terlepas dari apakah anda setuju atau tidak, banyak model antrian
mengamsumsikan bahwa subyek pemanggilan atau kedatangan
cenderung sabar dan bersedia menunggu.

2.2.2 Distribusi Poisson


Kita dapat menghitung distribusi probabilitas binomial untuk percobaan
dengan probabilitas sukses (p) kurang dari 0,05. Namun perhitungan tersebut
akan sangat tidak efektif dan akurat (khususnya untuk niliai n yang sangat besar,
misalnya 100 atau lebih). Oleh sebab itu, dikembangkan satu bentuk distribusi
binomal yang mampu mengkalkulasikan distribusi probabilitas dengan
kemungkinan sukses (p) sangat kecildan jumlah eksperimen (n) sangat besar,
yang disebut distribusi poisson.
Karena distribusi poisson biasanya melibatkan jumlah n yang besar, dengan p
kecil, distribusi ini biasanya digunakan untuk menghitung nilai probabilitas
suatu kejadian dalam suatu selang waktu dan daerah tertentu. Misalnya
banyaknya dering telpon dalam satu jam di suatu kantor, banyaknya kesalahan
ketik dalam suatu halaman laporan dan sebagainya..
2.2.3 Karakteristik dan Proses Distribusi Poisson
Untuk lebih jelasnya, marilah kita lihat pada contoh distribusi kendaraan
yang melalui jalan bebas hambatan jagorawi pada waktu jam-jam sibuk
seperti:
1. Rata-rata hitung kendaraan yang lewat pada jam-jam sibuk dapat
diketahui dari data lalu lintas terdahulu.
2. Kalau jam-jam sibuk bagi dalam detik, maka kita akan peroleh:
a. Kemungkinan secara tepat sebuah kendaraan akan lewat setiap satu detik,
dan begitu seterusnya selang satu detik.
b. Kemungkinan dua atau lebih kendaraan akan lewat setiap satu detik
(jumlah ini kecil sekali) sehingga kita anggap sebagai nilai nol.
c. Banyaknya kendaraan yang lewat pada suatu detik tertentu tidak ada
hubungannya dengan banyaknya kendaraan yang lewat pada setiap detik
saat jam jam sibuk.
d. Banyaknya kendaraan yang lewat pada suatu detik tidak tergantung
terhadap banyaknya kendaraan yang lewat pada detik yang lain.

2.2.4 Distribusi Poisson pada Fasilitas Pelayanan


Berdasarkan contoh di atas, ternyata distribusi poisson sangat erat
kaitannya dengan variable acak/sembarang (random variable) apabila X
(huruf besar) dianggap mewakili suatu variable sembarang dan
merupakan bilangan bulat, maka kejadian x (huruf kecil) dalam
distribusi poisson dapat dihitung sebagai berikut.

P(X = x) = ) =( !
, = 0, 1, 2, .....( 3 )

Pola kedatangan pada suatu fasilitas pelayanan dapat teratur


maupun tidak teratur (acak). Mesin yang di-overhaul (diperiksa
secara teliti) bias di jadwalkan secara teratur bergantian setiap 3
jam, atau mahasiswa dapat menggunakan fasilitas komputer
secara bergantian setiap 1 jam. Pola kedatangan di sebut acak
jika mereka tidak tergantung satu sama lain, misalnya orang yang
masuk ke kantor pos untuk suatu urusan, atau pelanggan yang
memasuki suatu restaurant.
Dalam masalah antrian, jumlah kedatangan perunit
waktu dapat diestimasi dengan suatu distribusi probabilitas yang di
sebut distribusi poisson. Untuk setiap tingkat rata-rata kedatangan.
Distribusi poisson dengan = 2 dan = 4. Dapat dilihat bila rata-
rata tingkat kedatangan pelanggan 2 orang per jam, probabilitas
tidak adanya pelanggan yang datang setiap jam acak ialah 14%
probabilitas 1 pelanggan yang dating 27%, 2 pelanggan datang 27%,
dan kemungkinan terdapat lebih dari 9 pelanggan yang datang
adalah nol. Sementara, dengan 4, probabilitas tidak ada pelanggan
yang datang ialah 2%.satu pelanggan datang ialah 2%, 1 pelanggan
datang 15%, dan seterusnya.
BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 OBJEK PENELITIAN


Sistem antrian yang menjadi objek penelitian dalam praktikum ini adalah
sistem antrian yang terjadi di Staisun Kereta Api Kiaracondong Bandung.

3.2 DATA/VARIABEL
Variabel yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Tingkat kedatangan rata-rata pasien
2. Waktu pelayanan rata-rata
3. Junmlah pasien
4. Jumlah fasilitas pelayanan

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA

Adapun metode penulisan yang digunakan adalah sebagai berikut :


1. Metode Kepustakaan, yaitu dengan cara mengumpulkan, membaca,
mempelajari serta menelaah buku-buku bacaan, surat kabar, majalah, internet
dan lain sebagaimya yang berkaitan dengan pembahasanyang peulis tulis.
2. Observasi, dengan mendatangi objek yang bersangkutan untuk mendapatkan
data yang diperlukan.
BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 PENGUMPULAN DATA


4.1.1 Deskripsi Sistem
4.1.2 Waktu Kedatangan
Tabel 4. 1 Data Waktu Kedatangan Check In Boarding Pass

(Sumber: Pengumpulan Data)

1
4.1.3 Waktu Pelayanan
Tabel 4. 1 Data Waktu Kedatangan Check I 1

Waktu Pelayanan
Orang Server Server Server Server
ke 1 2 3 4
1 1:15 1:20 4:08 1:25
2 1:20 2:47 3:20 1:16
3 2:47 2:16 1:14 1:17
4 1:50 1:55 1:59 1:57
5 1:35 1:39 3:17 2:14
6 1:14 2:15 1:58 2:36
7 1:37 1:58 2:50 3:59
8 2:16 1:50 1:20 2:20
9 1:36 2:21 2:14 1:56
10 3:17 1:47 1:19 2:23
11 2:33 1:35 1:25 3:16
12 1:10 1:14 1:17 2:15
13 4:05 2:25 1:55 1:36
14 1:39 2:13 2:36 1:36
15 2:25 1:59 3:12 1:59
16 1:58 1:45 2:15 2:14
17 1:47 3:02 2:26 2:36
18 2:15 3:44 1:56 1:54
19 2:21 1:47 1:47 2:39
20 2:46 1:49 2:01 3:01
21 3:01 4:12 1:47 2:15
22 2:25 3:10 3:15 1:06
23 1:47 1:39 1:59 1:57
24 1:03 2:21 1:46 3:25
25 1:33 3:45 1:17 2:52
26 3:12 1:10 1:09 1:15
27 2:13 2:35 1:59 1:51
28 1:59 1:05 3:16 1:36
29 1:49 1:47 2:16 4:07
30 2:25 1:35 3:59 2:46
Min 1:03 1:05 1:09 1:06
Max 4:05 4:12 4:08 4:07
Rata 2:06 2:10 2:14 2:15
(Sumber: Pengumpulan Data)

2
4.2 PENGOLAHAN DATA
4.2.1 KONDISI EKSISTING
Kondisi existing dari sistem antrian Check In Boarding Pass
selanjutnya dituangkan dalam aplikasi Anylogic, simulasi sistem antrian
Check In Boarding Pass ini digambarkan menjadi sebagai berikut:

Gambar 4.1 Kondisi Eksisting


(sumber : pengolahan data)

Gambar tersebut diatas menunjukan bahwa

3
a. Source

Gambar 4.2 Source Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

Properties block source memiliki properties dengan nama masuk sebagai tanda
bahwa pelanggan masuk antrian dengan jumlah kedatangan pelanggan adalah hasil
penghitungan rata rata semua kedatangan pelanggan (poisson) yang sebelumnya
telah dihitung yaitu 88 kedatangan pelanggan per detik untuk 4 server. Untuk
merepresentasikan pelanggan ke dalam simulasi maka dipilih agent pelanggan1
yang sebelumnya telah dibuat.

4
b. Conveyor

Gambar 4.2 Conveyor Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

5
c. Selection

Gambar 4.3 Selection Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

6
d. Queue

Gambar 4.4 Queue Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

Block queue ini merupakan jalur antrian yang digunakan pelanggan untuk
menunggu sampai pelanggan tersebut dilayani oleh server1 atau pelayan1.
Kapasitas dari antrian ini maksimal 5 orang, jika sudah melewati batas
kapasitas maka pengantri dapat memilih server 2-4.

7
e. Delay

Gambar 4.5 Delay Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

Block delay dalam simulasi ini terdiri dari 4 unit, yang merepresentasikan 4
pelayan yang ada dalam real system Check In Boarding Pass Kereta Api.
Delay atau pelayanan ini adalah saat pelayanan melayani pelanggan untuk
Check In. Kempat server tersebut memiliki delay time atau waktu pelayanan
yang berbeda terdiri dari rata rata pelayanan, waktu pelayanan terlama dan
waktu pelayanan tercepat yang didapat dari hasil observasi langsung
kelokasi Check In Boarding Pass Kereta Api di stasiun Kiaracondong .
Delay time untuk server 1 adalah triangular(74, 103, 323) artinya bahwa rata
rata pelayanan 74 detik, dengan waktu pelayanan tercepat 103 Detik dan
waktu terlama pelayanan adalah 323 detik.

8
f. Sink

Gambar 4.6 Sink Calon Penumpang


(sumber : pengolahan data)

Block sink dalam model antrian ini terdapat 4 yaitu pintu keluar untuk
pelanggan yang telah dilayani (keluar) dan pintu keluar untuk pelanggan
yang tidak jadi mengantri karena antrian sudah penuh (force exit).

9
BAB V

ANALISIS

5.1 KONDISI EKSISTING


Perbandingan yang berhasil dilayani dan yang keluar dari sistem tanpa
dilayani.
Mengapa memilih perbandingan pengurangan server

Parameter

No Unit Set Parameter


1 Source Interarrival Time -
poisson(88)
2 SelectOption5 Probability ( 0,25 ; 0,25 ;
0,25 ; 0,25 ; 0 )
3 Queue FIFO, Capacity (5)
4 Queue1 FIFO, Capacity (5)
5 Queue2 FIFO, Capacity (5)
6 Queue3 FIFO, Capacity (5)
7 Delay triangular(74, 183, 323)
8 Delay2 triangular( 99, 178, 320 )
9 Delay3 triangular( 103, 173, 297 )
10 Delay4 triangular( 85, 187, 329 )

Hasil Pengujian menggunakan Anylogic 7.3.6 jumlah calon penumpang dapat


dilayani sebanyak 325

10
5.2 KONDISI USULAN

11
BAB VI

PENUTUP

6.1 KESIMPULAN
Dalam praktikum ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Dengan menggunakan sistem teori antrian menggunakan anylogic,
dapat diketahui bahwa antrian dalam sistem chek-in tiket kereta api
masih belum optimal.
2. Sehingga dalam praktikum ini, kami mengevaluasi dalam sistem
pencetakan tiket kereta api tersebut. Selain itu didapatkan pula waktu
yang diharapkan oleh setiap orang dalam sistem antrian, dan juga dapat
memberikan kondisi usulan dalam sistem pelayanan pencetakan tiket
kereta api tersebut.

6.2 SARAN
Berdasarkan data dan hasil pengolahan data, maka dapat diberikan saran sebagai berikut :
1. Pada praktikum Simulasi system ini perlu diperhatikan antara real system nya
dengan menggunakan anylogic.
2. Hasil anylogic dapat digunakan untuk perbaikan ke depannya.

12