Anda di halaman 1dari 13

BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK

Karya Tulis Ilmiah

Disusun Oleh :

Nama : Okti Pianti Sari

NIM : 05071181722011

Dosen : Dr. Ir. Dedik Budianta, MS


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul : Pemberdayaan Tanaman Hidroponik.
Karya Tulis Ilmiah ini di buat untuk memenuhi nilai ujian praktek bahasa Indonesia. Karya
tulis ini memuat tentang sistem pemberdayaan tanaman hidroponik .

Dalam penyelesaian tugas ini, kami selaku penyusun mengucapkan banyak


terima kasih kepada :

1. Ibu Noor Aisyah, S.Pd yang telah memberikan arahan kepada kami tentang tata cara
pembuatan Karya Tulis Ilmiah.
2. Bapak/Ibu Guru yang telah mendidik kami dalam mengikuti pelajaran di MTs N
Selorejo
3. Ibu Noor Aisyah , S.Pd yang telah memberikan arahan kepada kami tentang tata cara
pembuatan Karya Tulis Ilmiah.
4. Kedua Orang Tua saya yang Telah bekerja keras Demi kelangsungan Sekolah kami

Kami berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini bisa memberi manfaat bagi para pembaca.
Kami juga menyadari bahwa Karya Tulis ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh
karena itu Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan guna menyempurnakan
karya tulis kami di masa mendatang.

Blitar , Januari 2015


DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN
JUDUL............................................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN
............................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR
.......................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI
........................................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR
........................................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
masalah............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah
....................................................................................................................... 1
1.3 Tujuan
...............................................................................................................................................
1
1.4 Manfaat
..............................................................................................................................................
1

BAB II ISI

2.1 Deskripsi Objek


:..................................................................................................2
2.1.1 Pengenalan Hidroponik
............................................................................ 2
2.1.2 Macam Hidroponik
.................................................................................. 3
2.1.3 Media Tanam Inert Hidroponik .............................................................. 3
2.1.4 Bahan yang diperlukan ........................................................................... 3
2.1.5 Cara Penanaman
...................................................................................... 4
2.1.6 Formulasi Kebutuhan Nutrisi .....................................................................
4
2.1.7 Keuntungan dan kekurangan teknik hidroponik
.......................................... 5
2.2 Koleksi gambar teknik Hidroponik
......................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
...........................................................................................................7
3.2 Saran
....................................................................................................................8
Daftar
Pustaka..........................................................................................................................9
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang masalah


Indonesia memiliki beragam tumbuhan yang memiliki khasiat atau pun yang baik untuk
dikonsumsi, antara lain Sawi , bayam , Kangkung dan lain sebagainnya. Akan tetapi
dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan tingkat ekonomi yang tinggi, banyak sekali
hutan yang dahulunya hijau dan tumbuh subur menjadi tempat perkebunan dan pemukiman
penduduk yang tak terkendali. Insyaallah dengan adanya penanaman tanaman
menggunakan sistem hidroponik dapat mengurangi penggundulan hutan dan meningkatkan
kualitas hidup masyarakat karena sistem hidroponik ini tidak banyak menggunakan bahan
kimia.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud dengan sistem Hidroponik itu ?
2. Bagaimana sistem hidroponik yang baik dan benar ?
3. Apa kelebihan dan kekurangan sistem Hidroponik ?

1.3 Tujuan penulisan


1. Untuk menerapkan sistem hidroponik kepada masyarakat
2. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat
3. Untuk meningkatkan kualitas hidup

1.4 Manfaat penulisan


1. Dapat mempraktekkan sistem Hidroponik
2. Dapat menghemat tempat
3. Dapat melakukan penghijauan
4. Dapat menambah manfaat air

BAB II
Pendahuluan & Pembahasan
ISI
2.1 Deskripsi Objek
2.1.1 Pengenalan Hidroponik
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air
dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau
budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang
memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan
masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala
usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-
rata di antaranya yaitu:

Paprika
Tomat
Timun Jepang
Melon
Terong Jepang
Selada

Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang
baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan
jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan
dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik. Dalam kajian
bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja.
Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan
menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian
sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya
teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan
pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila
nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah
adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk
kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik
bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan
nutrisi.

2.1.2 Macam Macam Hidroponik


Static solution culture (kultur air statis)
Continuous-flow solution culture, contoh : NFT,DFT
Aeroponics
Passive sub-irrigation
Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
Run to waste
Deep water culture
Bubbleponics
Bioponic

2.1.3 Media Tanam Inert Hidroponik

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada
umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa
contoh di antaranya adalah:

Arang sekam
Spons
Expanded clay
Rock wool
Coir
Perlite
Pumice
Vermiculite
Pasir
Kerikil
Serbuk kayu

2.1.4 Bahan yang diperlukan

Pot yang ukuran besarnya disesuaikan dengan tanaman yang akan dijadikan
maskot, bisa berupa tanaman sayur seperti terong dan sebagainya. Bisa juga tanaman
tahunan seperti kedondong, jambu ataupun juga bunga-bungaan. Pot yang digunakan
sebaiknya pot bertingkat, yang dilengkapi dengan wadah penampung air dibagian
dasarnya.
Bahan pot dapat dari tanah liat dan juga plastik, keduanya memiliki keunggulan dan
kelemahan masing-masing. Pot dari tanah liat misalnya memiliki keunggulan mampu
menjaga stabilitas temperatur media, akan tetapi cepat berlumut dan mudah rusak.
Sementara pot dari plastik lebih awet namun tidak bisa melewatkan air dari dinding potnya
sehingga stabilitas media tidak stabil.
Kemudian sebagai media tanam diantaranya dapat digunakan pasir, batu apung putih, batu
zeolit, pecahan batu bata, batu kali dan kawat kasa nilon. Untuk menjaga sterilitas bahan,
sebaiknya semua bahan direbus dulu sebelum dijadikan media tanam. Sedangkan
tanamannya, diambil tanaman yang telah tumbuh di dalam polybag dan siap direplanting
kedalam pot.

2.2.5 Cara Penanaman

Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar
pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, di atasnya diberi batu apung dan batu
zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang
siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini
sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah)
kedalam air. Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar
tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan
besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya,
apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang
sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua
pertiga bagian pot. Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang
dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu
pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang
teduh.

2.1.6 Formulasi Kebutuhan Nutrisi

Pemenuhan kebutuhan nutrisi bisa anda peroleh dengan cara memberi berbagai macam
pupuk khusus hidroponik dengan formulasi tertentu yang banyak tersedia ditoko-toko
pertanian. Dalam fase awal pertumbuhan perlu perawatan secara rutin, misalnya dipagi
hari tanaman perlu dikenakan sinar matahari. Kemudian juga perlu pemupukan secara rutin
dalam setiap dua hingga lima hari sekali. Gunakan pupuk NPK sebanyak satu sendok
makan untuk kemudian larutkan ke dalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini
kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.
Sebagaimana dalam paparan dimuka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bisa juga
dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan. Yang pemenuhannya bisa melalui daun,
misalnya disemprot dengan Mamigro ataupun tambahan pupuk mikro dengan aplikasi
seminggu sekali. Mengenai kebutuhan nutrisi dalam teknik hidroponik, Soedarsono salah
seorang civitas akademika dari IPB Bogor juga pernah menentukan sebuah formula
sebagai berikut : Kebutuhan unsur makro dapat dipenuhi dengan 6 gram urea, 9 gram
SP36, 5 gram 2K, 5 gram garam inggris (MgSO4) dan 7,5 gram kapur (kalsium karbonat).
Sedangkan unsur mikronya dapat dipenuhi dengan 2,86 gram asam boraks, 0,22 gram
asam sulfat, 2.03 gram mangan sulfat, 0.08 gram terusi, 0.02 asam molibdad dan 7.5 gram
Fechelat. Cara pengaplikasiannya seperti dalam penggunaan NPK, yakni semua unsur baik
makro maupun mikro dilarutkan kedalam 10 liter air. Salah satu bentuk budidaya
hidroponik secara besar-besaran dalam greenhouse.

2.1.7 Keuntungan dan kekurangan teknik hidroponik

Keuntungan :

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan selalu bersih sehingga peletakan
tanaman dalam ruangan akan lebih fleksibel. Sehingga untuk mendisign interior ruangan
rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang
digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang
dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut
nutrisinya.
Penggunaan tanaman buah-buahan seperti kedondong bangkok misalnya, menurut Santosa
akan bisa menghasilkan penampakan tanaman yang dapat berbuah lebat sepanjang waktu.
Kuncinya adalah dengan mengatur C/N ratio, yakni melalui pemangkasan pada cabang,
batang dan daun yang tumbuh berlebihan. Disamping, pemangkasan juga akan merangsang
pembungaan dan pembuahan.Selain itu, hidroponik juga alternatif pengganti tanah.
Kekurangan :
1. Membutuhkan biaya besar untuk tahap investasi awal
2. Tenaga kerja yang digunakan harus terlatih
3. Target pasar adalah kalangan menengah ke atas
2.3 Gambar Teknik Hidroponik

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Indonesia sangat kaya akan ragam tumbuhan yang salah satunya baik dikonsumsi dan
bermanfaat bagi tubuh, dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan tingkat ekonomi yang
tinggi, banyak sekali hutan yang dahulunya hijau dan tumbuh subur menjadi tempat
perkebunan dan pemukiman penduduk yang tak terkendali.
Semoga dengan adanya sistem hidroponik ini dapat menyadarkan masyarakat tentang guna
hutan dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat .
Semoga juga dengan adanya Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Sistem penanaman
Hidrponik bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Kusuma Agrowisata.ppt
www.wikipedia.org/wiki/Hidroponik
https://www.google.com/search=hidroponik
Heru Prihmantoro dan Yovita Hety Indriani.1995. Hidroponik Tanaman Buah untuk
Hobi dan Bisnis. Jakarta: Penebar Swadaya

Redaksi Trubus.2003. Bertanam Mangga dalam Pot. Jakarta: Penebar Swadaya

Supriyatin Budiman dan Desi Saraswati. 2003.Berkebun Strobery secara komersial.


Jakarta: Penebar Swadaya.

Sudibyo Karsono dkk. 2002. Hidroponik Skala Rumah Tangga. Bogor: Agro Media
Pustaka.

Yos Setiyoso.2003. Meramu Pupuk Hidroponik. Jakarta: Penebar Swadaya


Iwan Swarman dkk. 2000. Hidroponik. PPPG Pertanian Cianjur.

Diposting oleh hendy saputra di 06.23


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

hendy saputra
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

2015 (1)
o Maret (1)
Karya Tulis Tanaman Hidroponik

Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.