Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN WW

DENGAN CARSINOMA NASOFARING


DI RUANG ANGSOKA 2 RSUP SANGLAH
TANGGAL 25-26 NOVEMBER 2014

Oleh :
Ni Made Dwi Astiti Wulandari
P07120013033
2.1 Reguler

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN
DENPASAR
2014
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN WW
DENGAN CARSINOMA NASOFARING
DI RUANG ANGSOKA 2 RSUP SANGLAH
TANGGAL 25-26 NOVEMBER 2014

I. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada hari Selasa tanggal 25 November 2014 pukul 09.00 wita di
Ruang Angsoka 2 RSUP Sanglah dan pasien masuk rumah sakit pada hari Senin 24
November 2014 . Data diperoleh melalui data pasien, keluarga pasien, catatan medik No
RM 14051607 yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik.

A. IDENTITAS PASIEN PENANGGUNG JAWAB


Nama : WW : KB
Umur : 42 tahun : 39 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki : perempuan
Status Perkawinan :Sudah menikah : sudah menikah
Suku Bangsa :WNI : WNI
Pendidikan : SD : SD
Pekerjaan :Petani / berkebun : petani / berkebun
Agama :Hindu : Hindu
Alamat : Desa Buan Kecamatan Kintamani
Diagnosa medik : KNF stadium IVB
Sumber Biaya : BJPS umum
Hubungan dengan pasien : Istri pasien

B. RIWAYAT PENYAKIT KESEHATAN


1. Riwayat Kesehatan Sekarang
a. Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien masuk rumah sakit pada tanggal 24 November 2014 pukul 18.00
WITA. Pasien akan melakukan rencana kemoterapi terhadap kanker
nasofaring yang dialaminya.
b. Keluhan Utama
Pada saat pengkajian pasien mengeluh cemas dengan rencana kemoterapi ,
meskipun ini bukanyang pertama kali nya pasien mengatakan cemas
dengan tindakan kemoterapi karena dia akan merasa tidak nyaman seperti
dia akan merasakan mual dan muntah, dia juga takut jika obat kemoterapi
nya macet akan menyebabkan kulitnya terbakar. Dia juga takut kalau
penyakitnya tidak bisa ditangani lagi.
c. Kronologis Keluhan
Pasien masuk poli THT RSUP Sanglah pada tanggal 24 November 2014
pukul 08.00 WITA. Kemudian pasien dipindahkan ke Ruang Angsoka 2
dengan diagnosa KNF stadium IV. Setelah masuk rumah sakit pasien
mendapatkan terapi :
IVFD NaCl 0,9 % 20 tetes per menit
Kemoterapi dengan paxos 270 mg
Karboplatin 450 mg
Paracetamol 500 mg
Vit B1B6B12 2x1 tab
Vit C 1x1 tab
Ranitidin 2x150 mg
Ondansentron 3x5 mg
Dexametason 10 mg

2. Riwayat Kesehatan Dahulu


a. Riwayat Imunisasi
Saat pengkajian, pasien mengatakan sudah mendapatkan imunisasi
secara lengkap.
b. Riwayat Alergi
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak mempunyai alergi
terhadap makanan ataupun obat.
c. Riwayat Kecelakaan
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak pernah mengalami
kecelakaan.
3. Riwayat Dirawat di Rumah Sakit
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelumnya pernah dirawat di
rumah sakit untuk melakukan kemoterapi.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga


Saat pengkajian, pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang
memiliki riwayat penyakit serupa, tidak pula memiliki riwayat penyakit
keturunan seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan lain-lain.

C. DATA BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL
1. Bernafas
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah sakit
tidak pernah mengalami gangguan dalam bernafas.
2. Makan dan Minum
Makan
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit, nafsu makan pasien tetap bagus. Sebelum masuk rumah sakit,
dalam satu harinya biasa makan empat porsi. Setelah masuk rumah sakit,
pasien selalu menghabiskan makanan dan snack yang disediakan,
bahkan terkadang pasien menambah lagi dengan makanan yang
dibelikan oleh istrinya di luar rumah sakit.
Minum
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit selalu rajin untuk minum air putih. Pasien mengatakan apalagi di
saat cuaca panas seperti saat ini pasien mampu menghabiskan dua
sampai tiga botol aqua 1500 cc.
3. Eliminasi
BAB
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit
pasien memiliki kebiasaan BAB setiap pagi hari, jadi dalam satu hari pasien
BAB satu kali. Pasien mengatakan setelah masuk rumah sakit, BAB pasien
tetap lancar, konsistensi lembek namun waktu BABnya tidak tetap,
terkadang pagi hari, terkadang sore hari. Setelah masuk rumah sakit,
kebiasaan BAB pasien tetap satu kali dalam sehari.
BAK
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk
rumah sakit, kebiasaan BAK pasien tidak mengalami perubahan. Dalam
satu hari kuantitas BAK pasien kira-kira setengah sampai satu botol aqua
1500 cc. Pasien mengatakan warnya urinenya kekuningan.

4. Gerak dan Aktivitas


Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah sakit
tidak mengalami kesulitan dalam gerak dan menjalankan aktivitas. Pasien
mengatakan mampu makan, minum, ke toilet, MCK sendiri tanpa bantuan orang
lain.
5. Istirahat tidur
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit pasien tidur 6-
8 jam seharinya. Namun, setelah pasien masuk rumah sakit, pasien merasa
tidurnya tidak nyenyak, pasien selalu terbangun di malam hari.
6. Pengaturan Suhu Tubuh
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah sakit
pasien tidak pernah mengeluhkan suhu tubuhnya panas.
7. Kebersihan Diri
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit tidak mengalami gangguan dalam menjaga kebersihan diri. Saat
pengkajian, pasien mengatakan sudah mandi sendiri tanpa bantuan orang lain.
8. Rasa Aman
Pada saat pengkajian pasien mengeluh cemas dengan rencana
kemoterapi , meskipun ini bukanyang pertama kali nya pasien mengatakan takut
dengan tindakan kemoterapi. Pasien takut akan perkembangan penyakitnya,
pasien takut jika suatu saat penyakitnya tidak dapat ditangani lagi.
9. Rasa Nyaman
Pada saat pengkajian pasien mengatakan tidak merasakan nyeri
10. Sosial
Saat pengkajian, pasien mampu berkomunikasi dengan baik, mampu
memberikan respon yang tepat, bahkan dapat memberikan pertanyaan kepada
perawat yang merawatnya. Selain itu pasien bisa bercanda dengan keluarga
yang mendampinginya.
11. Rekreasi
Pada saat pengkajian sebelum masuk rumah sakit pasien sering menonton tv di
rumahnya, setelah masuk rumah sakit pasien tidak bisa menonton tv hanya
mendengarkan lagu yang di putar oleh pasien lain yang ada di ruangan itu.
12. Prestasi
Pada saat pengkajian pasien mengatakan tidak pernah mendapatkan prestasi di
sekolah,
13. Pengetahuan
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak mengetahui informasi secara detail
tentang penyakit yang dialaminya, pasien tidak tahu tentang maksud kemoterapi
yang akan dijalaninya, serta pasien tidak tahu kenapa dia bisa menderita
penyakit yang dialaminya. Pasien hanya mengetahui efek dari kemoterapi.
14. Spiritual
Saat pengkajian, pasien mengatakan selalu memohon dan berserah diri kepada
Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dia diberikan kesembuhan dan kemoterapi
yang akan dijalankan lancar dan berhasil.

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
a. Kesan Umum : Baik
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Bentuk tubuh : Tegak
d. Warna Kulit : Sawo matang
e. TB/BB : 165cm / 50kg
f. Turgor Kulit : Sedang
g. Kebersihan Diri : Baik
2. Gejala Kardinal
a. TD : 110/80 mmHg
b. Suhu : 36,5 C
c. Nadi : 80x/menit
d. Respirasi : 20x/menit
3. Keadaan Fisik
a. Kepala
Inspeksi : bentuk simetris, rambut pendek warna hitam, tegak, kulit
kepala bersih, tidak ada lesi.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan , tidak ada benjolan.
b. Mata
Inspeksi : bentuk simetris, bola mata hitam, konjungtiva merah muda,
sklera kemerahan, terdapat lingkaran hitam sekitar mata.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
c. Hidung
Inspeksi : bentuk simetris, sekret (+).
d. Telinga
Inspeksi : bentuk simetris, pendengaran baik, daun telinga bersih, tidak
ada lesi.
e. Mulut dan Gigi
Inspeksi : bibir tidak pecah-pecah, gigi rapi dan bersih, lidah bersih.
f. Leher
Inspeksi : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada lesi.
Palpasi : arteri karotis teraba, tidak ada benjolan, tidak ada massa.
g. Thorax
Inspeksi : bentuk simetris, pergerakan dada simetris.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
Auskultasi : tidak ada wheezing, tidak ada ronchii.
h. Abdomen
Inspeksi : tidak ada lesi, bentuk simetris.
Auskultasi : bising usus terdengar 8x/menit.
Palpasi : tidak ada ascites, tidak ada distensi.
i. Ekstremitas
Atas
Inspeksi : jari-jari tangan lengkap, terpasang infus di tangan kiri,
kuku bersih dan pendek, tidak ada lesi.
Palpasi : tidak ada edema.
Bawah
Inspeksi : jari-jari kaki lengkap, kuku bersih dan pendek, tidak ada
lesi.
Palpasi : tidak ada edema
4. Pemeriksaan penunjang
Hasil Laboratorium Pemeriksaan Darah Lengkap 25 November 2014
TEST RESULT ABN NORMALS UNITS
WBC 1,54 ( 4,1 - 11,0 ) 10e3/L
RBC 3,02 ( 4,0 5,2 ) 10e6/L
HGB 8,9 ( 12,0 16,0 ) g/dL
HCT 27,9 ( 36,0 46,0 ) %
MCV 92,1 ( 80,0 100,0 ) fL
MCH 29,5 ( 26,0 34,0 ) pg
MCHC 32,0 ( 31,0 36,0 ) g/dL
CHCM 32,5 (33 37 ) g/dL
RDW 16,2 ( 11,5 14,5 ) %
HDW 4,08 ( 2,2 3,2 ) g/dL
PLT 96 ( 140 440 ) 10e3/L
MPV 9,1 ( 6,80 10,0 ) fL
%NEUT 43,6 ( 47,0 80,0 ) %
%LYMPH 33,0 ( 13,0 40,0 ) %
%MONO 12,7 ( 2,0 11,5 ) %
%EOS 3,8 ( 0,0 5,0 ) %
%BASO 0,4 ( 0 1,5 ) %
%LUC 6,4 ( 0,00 4,0 ) %
#NEUT 0,67 ( 2,5 7,5 ) 10e3/L
#LYMPH 0,51 ( 1,0 4,0 ) 10e3/L
#MONO 0,19 ( 0,1 1,25 ) 10e3/L
#EOS 0,06 ( 0,0 0,55 ) 10e3/L
#BASO 0,01 ( 0,0 0,1 ) 10e3/L
#LUC 0,10 ( 0 0,4 ) 10e3/L
HYPO +++
LG +++
LS +
BLASTS +++
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Analisa Data
Masalah
No Data Standar Normal
Keperawatan
1. DS : pasien mengeluh Pasien tidak merasa
cemas dengan rencana cemas dengan proses
kemoterapi , meskipun kemoterapi yang akan
ini bukan yang dijalaninya. Ansietas
pertama kali nya Pasien tidak takut
pasien mengatakan dengan tindakan terapi
cemas dengan yang membuatnya
tindakan kemoterapi merassa tidak nyaman
karena dia akan Pasien tidak takut agi
merasa tidak nyaman dengan perkembangan
seperti dia akan pasiennya
merasakan mual dan TD : 120/80 mmHg
muntah, dia juga takut N : 60-100x/menit
jika obat kemoterapi Rr : 20-28x/menit
nya macet akan Pasien tidak tampak
menyebabkan kulitnya cemas lagi
terbakar. Dia juga
takut kalau
penyakitnya tidak bisa
ditangani lagi.
DO : TD 110/80
mmHg, nadi
:80x/menit, respirasi
20x/menit.
Pasien tampak cemas
dan gelisah
2. DS: pasien Pasien mengetahui
mengatakan tidak informasi tentang Kurang
mengetahui informasi pengetahuan
secara detail tentang penyakit yang
penyakit yang dialaminya
dialaminya, pasien Pasien tentang maksud
tidak tahu tentang kemoterapi yang akan
maksud kemoterapi dijalaninya,
yang akan dijalaninya, Pasien tahu kenapa dia
serta pasien tidak tahu bisa menderita
kenapa dia bisa penyakit yang
menderita penyakit dialaminya.
yang dialaminya. pasien tidak bingung
Pasien hanya TD : 120/80 mmHg
mengetahui efek dari N : 60-100x/menit
kemoterapi Rr : 20-28x/menit
DO : pasien tampak
S : 36,50C
kebingungan
TD : 110/80 mmHg,
nadi 80x/menit
, respirasi 20x/menit,

b. Analisa Masalah
1. P : Ansietas/kecemasan
E : faktor psikologis (ancaman perubahan status kesehatan, status sosio-
ekonomi, fungsi-peran, pola interaksi)
S : pasien mengeluh cemas dengan rencana kemoterapi , meskipun ini
bukan yang pertama kali nya pasien mengatakan takut dengan
tindakan kemoterapi karena dia akan merasa tidak nyaman seperti dia
akan merasakan mual dan muntah, dia juga cemas jika obat
kemoterapi nya macet akan menyebabkan kulitnya terbakar. Dia juga
takut kalau penyakitnya tidak bisa ditangani lagi. TD 110/80 mmHg,
nadi :80x/menit, respirasi 20x/menit. Pasien tampak cemas dan
gelisah

Proses terjadinya : Fungsi dari hampir semua sistem tubuh dapat mengalami
gangguan akibat stress emosional yang lama. Apabila
individu mengalami kecemasan, ketakutan, atau marah,
muncul respons stress, yang memungkinkan tubuh
membuat pertahanan. faktor psikologis merupakan faktor
yang berasal dari individu itu sendiri yang berasal dari
pikiran seseorang. Pikiran seseorang mempengaruhi
keadaan pasien, dimana pasien cemas akan penyakitnya
dan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada diri dan
lingkungaan pasien.
Akibat bila tidak ditangani : pasien akan depresi dikarenakan ancaman
perubahan status dan pola interaksi.

2. P : kurangnya pengetahuan
E : kurang pemaparan dan atau kesalahan interpretasi informasi.
S : pasien mengatakan tidak mengetahui informasi secara detail tentang
penyakit yang dialaminya, pasien tidak tahu tentang maksud kemoterapi
yang akan dijalaninya, serta pasien tidak tahu kenapa dia bisa menderita
penyakit yang dialaminya. Pasien hanya mengetahui efek dari
kemoterapi. Pasien tampak kebingungan , TD : 110/80 mmHg, nadi
80x/menit, respirasi 20x/menit
Proses terjadinya : kurangnya pemaparan informasi serta kurangnya rasa
keingintahuan pasien mengakibatkan pasien kurang
memperhatikan kesehatannya sehingga pasien tidak
mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah
terjadinya penyakit tersebut.
Akibat bila tidak ditangani : penyakit pasien semakin menyebar sehingga
terjadinya komplikasi.
c. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas/kecemasan berhubungan dengan faktor psikologis (ancaman
perubahan status kesehatan, status sosio-ekonomi, fungsi-peran, pola interaksi)
ditandai dengan pasien mengeluh cemas dengan rencana kemoterapi , meskipun
ini bukan yang pertama kali nya pasien mengatakan takut dengan tindakan
kemoterapi karena dia akan merasa tidak nyaman seperti dia akan merasakan
mual dan muntah, dia juga cemas jika obat kemoterapi nya macet akan
menyebabkan kulitnya terbakar. Dia juga takut kalau penyakitnya tidak bisa
ditangani lagi. TD 110/80 mmHg, nadi :80x/menit, respirasi 20x/menit. Pasien
tampak cemas dan gelisah
2. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang pemaparan dan atau
kesalahan interpretasi informasi ditandai dengan pasien mengatakan tidak
mengetahui informasi secara detail tentang penyakit yang dialaminya, pasien
tidak tahu tentang maksud kemoterapi yang akan dijalaninya, serta pasien tidak
tahu kenapa dia bisa menderita penyakit yang dialaminya. Pasien hanya
mengetahui efek dari kemoterapi. Pasien tampak kebingungan , TD : 110/80
mmHg, nadi 80x/menit, respirasi 20x/menit

III. PERENCANAAN
Hari, tgl, NO
No. Tujuan Keperawatan Intervensi Rasional
jam DX
1. Selasa, 25 1 Setelah dilakukan Monitoring TTV Data dasar untuk
November asuhan keperawatan mengetahui
2014 selama 1x24 jam keadaan normal.
pukul diharapkan ansietas Eksplorasi Mengidentifikas
09.00 pasien teratasi dengan kecemasan klien i faktor
wita kriteria hasil: dan berikan pencetus/pember
Pasien tidak umpan balik. at masalah
merasa cemas kecemasan dan
dengan proses menawarkan
kemoterapi yang solusi yang
akan dijalaninya. dapat dilakukan
Pasien tidak takut klien.
dengan tindakan Tekankan bahwa Menunjukkan
terapi yang kecemasan adalah bahwa
membuatnya masalah yang kecemasan
merassa tidak lazim dialami adalah wajar dan
nyaman oleh banyak tidak hanya
orang dalam dialami oleh
klien satu-
Pasien tidak takut situasi klien saat satunya dengan
agi dengan ini. harapan klien
perkembangan dapat
pasiennya memahami dan
TD : 120/80 menerima
mmHg keadaanya.
N : 60- Ijinkan klien Memobilisasi
100x/menit ditemani keluarga sistem
Rr : 20-28x/menit (significant pendukung,

Pasien tidak others) selama mencegah

tampak cemas fase kecemasan perasaan

lagi dan pertahankan terisolasi dan


ketenangan menurunkan
lingkungan. kecemasan.

Kolaborasi Obat sedasi


pemberian obat dapat
penenang/sedasi menurunkan
ringan bila tingkat
diperlukan kecemasan.

Hari, tgl, NO Tujuan


No. Intervensi Rasional
jam DX Keperawatan
2. Selasa, 25 2 Setelah Monitoring TTV Data dasar untuk
November dilakukan mengetahui keadaan
2014 pukul asuhan normal.
09.00 wita keperawatan Kaji tingkat Proses pembelajaran
selama 1x24 pengetahuan sangat dipengaruhi
jam klien/orang oleh kesiapan fisik
diharapkan terdekat dan dan mental klien.
pengetahuan kemampuan/kesiap
pasien dapat an belajar klien.
bertambah Jelaskan tentang Meningkatkan
dengan kriteria proses penyakit, pengetahuan klien
hasil : penyebab/faktor tentang masalah yang
Pasien risiko penyakit. dialaminya.
mengetahui Jelaskan tentang Meningkatkan
informasi kemoterapi serta partisipasi dan
tentang efek samping yang kemandirian klien
penyakit dapat terjadi untuk mengikuti
yang program terapi.
dialaminya
Pasien
tentang
maksud
kemoterap Tekankan Penderita kanker
i yang pentingnya yang mengikuti
akan mempertahan-kan program terapi yang
dijalaniny asupan nutrisi dan tepat dengan status
a, cairan yang gizi yang adekuat
Pasien adekuat. meningkatkan
tahu kualitas hidupnya.
kenapa dia
bisa
menderita
penyakit
yang
dialaminy
a.
pasien
tidak
bingung
TD :
120/80
mmHg
N : 60-
100x/
menit
Rr : 20-
28x/menit
S : 36,50C

IV. IMPLEMENTASI
No Hari, tgl, Tindakan Evaluasi
No. Paraf
Dx jam Keperawatan Formatif
1. 1 Selasa, 25 Memonitoring TTV TD : 110/80
November mmHg
2014 S : 36,5 C
pukul N : 80x/menit
09.00 wita Rr : 20x/menit
1 Pukul Mengeksplorasi Pasien
09.55 wita kecemasan klien dan kooperatif.
berikan umpan balik. Pasien
mengatakan
merasa cemas
dengan
kemoterapi
yang akan
dijalankannya.
1 Pukul Mengijinkan klien Pasien
10.15 wita ditemani keluarga kooperatif dan
(significant others) pasien
selama fase mengatakan
kecemasan dan merasa lebih
pertahankan tenang bila
ketenangan ditemani
lingkungan. keluarga
1 Pukul Menekankan bahwa Pasien
10.30 wita kecemasan adalah kooperatif,
masalah yang lazim pasien tampak
dialami oleh banyak mengangguk.
orang dalam situasi
klien saat ini.
1 Rabu, 26 Memonitoring TTV TD : 120/80
November mmHg
2014 S : 36,50 C
Pukul N : 84x/menit
10.30 wita Rr : 18x/menit
2 Pukul mengkaji tingkat Pasien
12.11 wita pengetahuan kooperatif.
klien/orang terdekat Pasien
dan mengatakan
kemampuan/kesiapan tidak
belajar klien. mengetahui
informasi
tentang
penyakitnya.
Namun setelah
diberikan
penjelasan
pasien mulai
tahu mengenai
penyakitnya.
2 Pukul menjelaskan tentang Pasien
14.15 wita proses penyakit, koperatif,
penyebab/faktor pasien mulai
risiko penyakit. mengerti proses
dan penyebab
yang
menyebabkan
penyakitnya.
2 Pukul menjelaskan tentang Pasien
16.00 wita kemoterapi serta efek kooperatif,
samping yang dapat pasien
terjadi mengatakan
mengerti
tentang
kemoterapi serta
efek
sampingnya.
2 pukul menekankan Pasien
18.08 wita pentingnya kooperatif,
mempertahan-kan pasien
asupan nutrisi dan mengatakan
cairan yang adekuat. akan mencoba
mengatur
asupan nutrisi
dan cairan yang
adekuat
1,2 18.00 wita Mengkolaborasikan Pasien
pemberian obat kooperatif, obat
Paracetamol 500 mg masuk, alergi (-)
Codein 10 mg
Vit B1 B6 B12
Vit c
1,2 Pukul Memonitoring TTV TD : 110/70
20.00 wita mmHg S:
360 C
N : 80x/menit
Rr : 20x/menit
2 1,2 Rabu, 26 Mengobervasi TTV TD : 120/80
November S : 36oC
2014 N :80x/ menit
pukul RR:20x/ menit
06.00 wita
1,2 Pukul Mengobservasi KU Kesadaran
09.00 pasien Compos mentis

V. EVALUASI
Hari, tgl,
No. Diagnosa Keperawatan Evaluasi Paraf
jam
1. Rabu, 26 1. Ansietas/kecemasan S : pasien mengatakan
November berhubungan dengan sudah tidak cemas dan
2014 pukul faktor psikologis tidak merasa tegang ,
09.00 wita (ancaman perubahan pasien mengatakan
status kesehatan, siap di kemoterapi
status sosio-
ekonomi, fungsi- O : TD : 120/80
peran, pola mmHg,
interaksi) ditandai S : 360 C,
dengan pasien N : 80x/menit,
mengeluh cemas Rr : 20x/menit.
dengan rencana
kemoterapi , A : Masalah teratasi
meskipun ini bukan
yang pertama kali P : pertahankan
nya pasien kondisi pasien
mengatakan takut
dengan tindakan
kemoterapi karena
dia akan merasa
tidak nyaman seperti
dia akan merasakan
mual dan muntah,
dia juga cemas jika
obat kemoterapi nya
macet akan
menyebabkan
kulitnya terbakar.
Dia juga takut kalau
penyakitnya tidak
bisa ditangani lagi.
TD 110/80 mmHg,
nadi :80x/menit,
respirasi 20x/menit.
Pasien tampak
cemas dan gelisah

Hari, tgl, Diagnosa


No. Evaluasi Paraf
jam Keperawatan
1. Rabu, 26 1. Kurangnya S : pasien mengatakan
November pengetahuan sudah mulai mengerti
2014 pukul berhubungan dan memahami tentang
09.00 wita dengan kurang penyakitnya dan sudah
pemaparan dan atau mendapat banyak
kesalahan informasi tentang
interpretasi penyakitnya. Pasien
informasi ditandai mengatakan akan
dengan pasien mencoba memulai
mengatakan tidak mengatur asupan
mengetahui nutrisi dan cairan yang
informasi secara adekuat.
detail tentang
penyakit yang O : TD : 120/80
dialaminya, pasien mmHg,
tidak tahu tentang S : 360 C,
maksud kemoterapi N : 80x/menit,
yang akan Rr : 20x/menit.
dijalaninya, serta
pasien tidak tahu A : Masalah teratasi
kenapa dia bisa
menderita penyakit P : pertahankan
yang dialaminya. kondisi pasien
Pasien hanya
mengetahui efek
dari kemoterapi.
Pasien tampak
kebingungan , TD :
110/80 mmHg, nadi
: 80x/menit,
respirasi 20x/menit
Mengetahui,
Pembimbing Praktik Mahasiswa

(Ns. I Gd Suartra Putra M. S.Kep.) (Ni Made Dwi Astiti Wulandari)


NIP. 196601061989031001 NIM. P07120013033

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

( )
NIP.