Anda di halaman 1dari 8

ISSN 1978-2497

ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

ANALISA DEVIASI KWH METER MEMANFAATKAN


APLIKASI ANDROID APP TOLE
Faizal Reza1, Hartono2, Siswanto Nurhadiyono3
1,2,3
Program Studi Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo
Jln. Semingkir No. 1 Purwokerto 53132 Indonesia

Abstrak
petugas dilapangan adalah pemeriksaan secara visual pada
Intisari KWh meter merupakan elemen terpenting di PT. PLN KWh meter dan instalasi milik pelanggan. Seringkali
(Persero) karena dianggap sebagai mesin uang-nya petugas terkelabui dengan sadapan yang dipasang
perusahaan. Namun adanya kelainan pada KWh meter yang pelanggan agar dapat mempengaruhi pemakaian KWh
disengaja maupun yang tidak disengaja akan berpengaruh sekali
terhadap nilai Deviasi pada KWh meter sehingga menimbulkan
meter. Hal ini menyebabkan petugas akan menyatakan
susut KWh yang sulit diidentifikasi. Pemeriksaan KWh meter bahwa KWh meter dan instalasi yang diperiksa dalam
dilaksanakan secara rutin melalui kegiatan P2TL dalam upaya kondisi normal. Selain itu juga, seringkali KWh meter
memerangi susut KWh tersebut. Namun kenyataan di lapangan, yang sudah masuk dalam daftar kondisi macet sesuai
pelaksanaan P2TL dalam pemeriksaan KWh meter ini kurang pembacaan Petugas Baca Meter, menjadi dasar petugas
optimal dikarenakan SDM yang bertugas di lapangan belum untuk mengganti KWh meter tanpa harus diperiksa
memahami penghitungan deviasi KWh meter.Aplikasi berbasis sebelumnya, oleh karena itu, untuk memudahkan petugas
android APP TOLE dibuat untuk memudahkan penghitungan dalam melaksanakan P2TL perlu mencari solusi yang tepat
deviasi KWh meter pada pelanggan pasca maupun prabayar dalam mengatasi kendala-kendala yang ada salah satunya
untuk membantu pelaksanaan P2TL menjadi lebih cepat dan
efektif dalam menganalisa adanya kelainan pada KWh meter
adalah dengan memanfaatkan aplikasi berbasis android
berdasarkan hitungan angka yang didapat dari hasil uji KWh APP TOLE untuk memudahkan penghitungan deviasi
meter di rumah pelanggan. Pengujian ini dilakukan dengan cara KWh meter pada pelanggan pasca maupun prabayar untuk
menguji seberapa waktu yang didapat saat KWh meter bekerja membantu pelaksanaan P2TL menjadi lebih cepat dan
membaca energi pemakaian KWh meter menggunakan AVO efektif dalam menganalisa adanya kelainan pada KWh
meter dalam cakupan beberapa impuls yang muncul pada meter.
indikator KWh meter. Dari hasil pengujian deviasi KWh meter APP TOLE merupakan aplikasi berbasis android
dari sempel penelitian sejumlah 391 pelanggan tersebut di yang berguna untuk menghitung deviasi KWh meter
analisa terdapat KWh meter kondisi normal sejumlah 65%, KWh berdasarkan hitungan angka yang didapat dari hasil uji
kondisi KWh meter macet dikarenakan faktor usia sejumlah 31%,
KWh meter di rumah pelanggan. Aplikasi ini merupakan
dan KWh meter macet dikarenakan faktor kesengajaan
(pelanggaran) sejumlah 4%. pendukung alat uji milik PLN hasil karya inovasi PLN
Area Purwokerto bernama APP TOLE (Alat Pengukur dan
Kata kunci susut, P2TL, deviasi, KWh meter, android Pembatas Tester Online and Mobile). Pengujian ini
dilakukan dengan cara menguji seberapa waktu yang
I. PENDAHULUAN didapat saat KWh meter bekerja membaca energi dalam
Susut merupakan salah satu indikator kinerja cakupan beberapa impuls yang muncul pada indikator
penting yang yang harus dicapai oleh PLN. Pemeriksaan KWh meter.
KWh meter ini sangat perlu dilakukan, karena KWh meter II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
yang telah terpasang di rumah pelanggan dimungkinkan
terdapat kelainan. Pelaksanaan P2TL (Penertiban A. Tinjauan Pustaka
Pemakaian Tenaga Listrik) merupakan kegiatan yang bisa
dilakukan untuk memerangi susut pada KWh meter. Besaran listrik seperti arus, tegangan, daya dan
Selama masa penelitian kami dapatkan hasil pelaksanaan sebagainya tidak dapat secara langsung kita tanggapi
P2TL PT. PLN (Persero) Area Purwokerto belum optimal dengan panca indera.Untuk memungkinkan pengukuran
karena banyak sekali petugas memahami bagaimana cara maka besaran listrik ditransformasikan melalui suatu
untuk menghitung besaran nilai error atau deviasi KWh fenomena fisis ke dalam besaran mekanis (Soedjana
meter. Menghitung deviasi KWh meter ini dengan maksud Sapiie,1976:1). Untuk penggunaan-penggunaan yang
agar petugas dapat memastikan kondisi KWh meter yang paling umum dari alt pengukur energi pada arus bolak
diperiksa. balik, maka alat ukur dari tipe induksi mendapatkan
Bila petugas tidak bisa memahami cara pemakaian yang paling luas. Alat ukur dari tipe ini
penghitungan deviasi KWh meter ini, hal sering dilakukan mempunyai perlatan gerak yang prinsip kerjanya adalah

8
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

sama dengan ala ukur dari tipe induksi yakni KWh meter yang terbuat dari alumunium. Pada cakram alumunium itu
(Soedjana Sapiie,1976:71). terdapat poros yang mana poros tersebut akan
KWh meter merupakan alat yang digunakan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah kWh
perusahaan listrik untuk mengukur energi listrik yang nya. kWh meter memiliki dua kumparan yaitu kumparan
dipakai oleh konsumen. Pembacaan energi listrik dangan tegangan dengan koil yang diameternya tipis dengan
benar sangat penting untuk mendapat perhatian baik oleh kumparan lebih banyak dari pada kumparan arus dan
pelanggan maupun penyedia energi listrik, sebab kumparan arus dengan koil yang diameternya tebal dengan
kesalahan pembacaan kWh meter jenis induksi dapat kumparan lebih sedikit.
merugikan salah satu pihak baik penyedia energi listrik Pada kWh meter juga terdapat magnet permanen
ataupun konsumen. yang tugasnya menetralkan piringan alumunium dari
Sebelum KWh meter dikeluarkan oleh PT. PLN induksi medan magnet, medan magnet memutar piringan
(Persero), dilakukan pengujian yakni peneraan di ruang alumunium. Arus listrik yang melalui kumparan arus
tera. Ruang tera merupakan tempat dimana petugas mengalir sesuai dengan perubahan arus terhadap waktu.
menguji beberapa sampel KWh meter sebelum dipasang di Hal ini menimbulkan adanya medan di permukaan kawat
rumah calon konsumen. Output dari pengujian atau tembaga pada koil kumparan arus. Kumparan tegangan
peneraan ini adalah hasil persentase KWh meter jika sesuai membantu mengarahkan medan magnet agar menerpa
SPLN, maka KWh meter tersebut dapat digunakan. permukaan alumunium sehingga terjadi suatu gesekan
Mengadopsi pengujian dengan peneraan KWh antara piringan alumunium dengan medan magnet
meter di ruang tera juga dapat diterapkan di lapangan. disekelilingnya. Dengan demikian maka piringan tersebut
Dengan melakukan penelitian seberapa error KWh meter mulai berputar dan kecepatan putarnya dipengaruhi oleh
KWh meter yang sudah terpasang di rumah-rumah besar kecilnya arus listrik yang melalui kumparan arus.
konsumen, sehingga dapat diketahui apa penyebab dari Koneksi kWh meter dimana ada empat buah
error KWh meter tersebut. Error KWh meter ini terminal yang terdiri dari dua buah terminal masukan dari
merupakan satu dari beberapa poin susut yang jala jala listrik PLN dan dua terminal lainnya merupakan
berpengaruh di sisi PT. PLN (Persero) sebagai produsen terminal keluaran yang akan menyuplai tenaga listrik ke
listrik. rumah. Dua terminal masukan di hubungkan ke kumparan
tegangan secara paralel dan antara terminal masukan dan
B. Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) keluaran di hubungkan ke kumparan arus secara seri,
P2TL merupakan kegiatan untuk menurunkan seperti ditunjukkan pada Gambar 1 berikut.
angka susut tenaga listrik dengan melakukan pemeriksaan
secara visual terhadap instalasi yang terpasang di rumah
atau bangunan milik pelanggan, seperti memeriksa
kelengkapan Alat Pembatas dan Pengukur (APP) dan segel
yang terpasang. Selain itu, dilakukan pengukuran dengan
menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan. Hasil
pemeriksaan dan pengukuran akan dituangkan secara
tertulis ke dalam Berita Acara Pemeriksaan yang nantinya
ditandatangani oleh tuan rumah atau yang mewakili dan
petugas P2TL (Pusdiklat PLN,2010:2).
PLN sudah mengelompokkan jenis pelanggaran-
pelanggaran tersebut dalam beberapa bagian, yakni;
1. Pelanggaran Golongan I (PI) : Pelanggan yang
mempengaruhi pembatas daya
2. Pelanggaran Golongan II (PII) : Pelanggaran yang
Gambar 1 Prinsip suatu meter penunjuk energi listrik arus
mempengaruhi pengukuran energi
bolak-balik
3. Pelanggaran Golongan III (PIII) : Pelanggaran
yang mempengaruhi batas daya dan pengukuran
1. Kesalahan kWh Meter
energi
KWh meter menghitung jumlah energi yang
4. Pelanggaran Golongan IV (PIV) : Pelanggaran
mengalir tidak saja pada pembebanan konstan, tetapi juga
yang dilakukan oleh bukan pelanggan
pada pembebanan yang berubah. Untuk menentukan
benar tidaknya penunjukan kWh meter, maka kWh
C. KWh meter
meter dioperasikan pada pembebanan yang tertentu dan
Kwh meter adalah alat yang digunakan oleh PLN
mengukur besarnya daya yang mengalir serta mengamati
untuk menghitung besar pemakaian energi konsumen. Alat
kWh meter yang sedang di test. Jika daya dijaga konstan
ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet
dalam selang waktu tertentu maka jumlah energi yang
dimana medan magnet tersebut menggerakkan cakram
mengalir dapat dihitung. Dari pengamatan kerja kWh

9
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

meter dapat dihitung juga berapa E = energi (kWh) dan % kesalahan = ( 100%
N = penunjukan kWh meter.
a. kWh Meter Pada Pembebanan Konstan Jika dihitung dengan waktu, maka waktu yang
Jika daya yang mengalir konstan, maka untuk sebenarnya diperlukan untuk membuat N putaran
suatu kWh meter dapat kita tuliskan hubungan: pada daya P watt adalah:
N N .3600.1000
(2.18)
ts = =
Dimana : C P C .P
N = Jumlah putaran piringan ( putaran ) x
3600 1000
= jumlah putaran per jam ( rph = put/jam )
C = Konstanta kWh meter ( Put/ kWh) Maka kesalahan dalam persen dapat dinyatakan
dengan:
P = Daya (kW)
%
t = Waktu (detik)
Dari hubungan tersebut, terlihat bahwa untuk
2. Rangkaian Ekivalen kWh Meter Satu Fasa
suatu harga daya tertentu, kecepatan piringan
kWh meter digunakan untuk mengukur energi
kWh meter tertentu juga:
arus bolak balik, alat ukur ini untuk mengetahui besarnya
daya nyata (daya aktif). Pada alat ukur ini terdapat
kumparan arus dan kumparan(2.19) tegangan, sehingga cara
Atau untuk suatu jumlah putaran tertentu penyambungan watt pada umumnya merupakan kombinasi
dibutuhkan waktu: cara penyambungan voltmeter dan amperemeter. kWh
meter merupakan alat ukur yang sangat penting, untuk
kWh yang diproduksi, disalurkan ataupun kWh yang
b. Menghitung Kesalahan kWh Meter dipakai konsumen-konsumen listrik.
Kesalahan dalam persen dapat dinyatakan
E p Es 3. Jaringan Meter Listrik
% kesalahan = x100% Jaringan meter listrik ini menunjukkan skema
Es pemasangan jenis-jenis meter kWh yang dipasang baik
N di perumahan, institusi, ataupun tempat yang
Ep = (2.22)
memerlukan perlakuan khusus dalam pemasangannya.
c
Jika untuk membuat N putaran diperlukan 4. Perhitungan kWh Meter
waktu t detik, sedangkan daya yang masuk kWh meter berarti Kilo Watt Hour Meter dan
sebesar P watt, maka jumlah energi sebenarnya kalau diartikan menjadi n ribu watt dalam satu jamnya.
ES adalah: Jika membeli sebuah kWh meter maka akan tercantum x
putaran per kWh, artinya untuk mencapai 1 kWh
dibutuhkan putaran sebanyak x kali putaran dalam setiap
Dimana: jamnya.
EP = Jumlah energi yang dicatat oleh meteran
yang terpasang 5. Beban
ES = Jumlah energi yang sebenarnya Pada sistem tenaga listrik dikenal dua jenis beban
Maka kesalahan dalam persen adalah: yaitu beban linier dan beban nonlinier. Beban pada
perumahan-perumahan atau gedung umumnya teridiri dari
N .3600.1000 kombinasi beban-beban linier dan beban nonlinier.
%kesalahan = 100( 1)
C.P.t a. Beban Linier
Persen kesalahan dapat juga dihitung dengan b. Beban Nonlinier
membandingkan kecepatan putaran, jika daya
yang mengalir adalah P watt, maka kecepatan 6. Harmonisa
putar piringan sebenarnya adalah: Harmonisa adalah suatu gelombang sinusoidal
tegangan, arus atau daya yang berfrekuensi tinggi dimana
(putaran per jam) frekuensinya merupakan kelipatan diluar bilangan satu
Kecepatan perputaran piring yang diukur adalah terhadap frekuensi fundamental (frekuensi 50 Hz atau 60
Hz). Nilai frekuensi dari gelombang harmonisa yang
(putaran per jam) terbentuk merupakan hasil kali antara frekuensi
fundamental dengan bilangan harmonisanya (f, 2f, 3f, dst).
Maka kesalahan dalam persen dapat dinyatakan:
Bentuk gelombang yang terdistorsi merupakan
penjumlahan dari gelombang fundamental dan gelombang

10
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

harmonisa (h 1, h 2, dan seterusnya) pada frekuensi Sistem operasi Android memiliki fitur-fitur
kelipatannya. Makin banyak gelombang harmonisa yang sebagai berikut:
diikutsertakan pada gelombang fundamentalnya, maka a. Kerangka kerja aplikasi (application framework)
gelombang akan semakin mendekati gelombang persegi b. Dalvik Virtual Machine (DVM)
atau gelombang akan berbentuk non-sinusoidal. c. Arsitektur Sistem Operasi Android
d. Android Runtime
D. Android e. Linux Kernel
Android adalah sebuah sistem operasi untuk
perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem 3. APP TOLE
operasi, middlewaare, dan aplikasi. Android menyediakan Aplikasi android ini merupakan pendukung
plaltform terbuka bagi para pengembang untuk pekerjaan P2TL di PT. PLN (Persero). Pengembangan
menciptakan aplikasi mereka. Android memiliki empat Aplikasi berbasis android ini juga digunakan sebagai
karakteristik sebagai berikut: pendukung Alat Inovasi P2TL APP TOLE (APP Tester
1. Terbuka Online & Mobile) agar petugas P2TL dapat menghitung
2. Semua aplikasi dibuat sama deviasi KWh meter lebih mudah dan fleksibel. APP TOLE
3. Memecahkan hambatan pada aplikasi ini merupakan alat bantu ukur yang digunakan untuk
4. Pengembangan aplikasi yang cepat dan mudah mempermudah pelaksanaan P2TL guna mengidentifikasi
Google Inc. sepenuhnya membangun Android awal adanya kelainan pada APP ( Alat Pengukur dan
dan menjadikannya bersifat terbuka (open source ) Pembatas).
sehingga para pengembang dapat menggunakan Android Hanya dengan mengisikan parameter yang ada,
tanpa mengeluarkan biaya untuk lisensi dari Google dan yakni berupa nomor ID pelanggan yang diperiksa,
dapat membangun Android tanpa adanya batasan-batasan. konstanta KWh meter, Daya pengukuran pada APP,
Android Software Development Kit (SDK) menyediakan Jumlah Putaran yang akan diukur waktunya, dan waktu
alat dan Application Programming Interface (API) yang hasil ukur dalam jumlah putaran piringan KWh meter.
diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada Setelah semua query dilengkapi, maka Hasil Waktu
platform Android menggunakan bahasa pemrograman normal sesuai perhitungan dan deviasi (persentase error)
Java. Kwh meter akan muncul setelah klik tombol deviasi.
Diharapkan Aplikasi Android ini bisa berguna
1. Sejarah Sistem Operasi Android digunakan oleh tim P2TL PT. PLN (Persero) di seluruh
Google membeli perusahaan Android Inc., unit di Indonesia. Dengan mendownload aplikasi android
yang merupakan sebuah perusahaan kecil berbasis yang sudah tersedia di Play Store tidak berbayar
pengembangan perangkat lunak untuk ponsel, pada tahun memudahkan seluruh pelaksana P2TL pengguna Android
2005 untuk memulai pengembangan pada platform mendapatkannya di alamat
Android. Tokoh utama pada Android Inc. meliputi Andy https://play.google.com/store/apps/details?id=com.apptole
Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. pln.apptolepln.
Pada tanggal 5 November 2007, kelompok
pemimpin industri bersama-sama membentuk Open III. METODE PENELITIAN
Handset Alliance (OHA) yang diciptakan untuk A. Lokasi dan Waktu Penelitian
mengembangkan standar terbuka bagi perangkat mobile. Kegiatan penelitian tentang Analisa Deviasi KWh
Android SDK dirilis pertama kali pada 12 meter memanfaatkan aplikasi android APP TOLE di PT.
November 2007 dan para pengembang memiliki PLN (Persero) Rayon Wangon Area Purwokerto.
kesempatan untuk memberikan umpan balik dari Penelitian ini mengambil dari hasil uji kwh meter di persil
pengembangan SDK tersebut. Beberapa hari kemudian, pelanggan di wilayah PT. PLN (Pesero) Rayon Wangon.
Google merilis Android SDK 1.0. Google membuat Untuk waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada
source code dari platform Android menjadi tersedia di semester VIII tahun ajaran 2014-2015 yakni dari bulan
bawah lisensi Apaches open source. Mei 2015 sampai dengan Juli 2015.
Google merilis perangkat genggam (disebut
Android Dev Phone 1) yang dapat menjalankan aplikasi B. Materi Penelitian
Android tanpa terikat oleh berbagai jaringan provider Materi penelitian diperoleh dari pengambilan data
telepon seluler pada akhir 2008. Tujuan dari perangkat ini di PT. PLN (Persero) Rayon Wangon dan juga didukung
adalah memungkinkan pengembang untuk melakukan dengan berbagai literature, seperti, jurnal, makalah,
percobaan dengan perangkat sebenarnya yang dapat artikel-artikel, buku-buku yang berkaitan dengan kajian
menjalankan Android OS tanpa berbagai kontrak. tentang analisa deviasi kWh meter, dan pihak-pihak yang
berkompeten. Data-data penelitian yang digunakan adalah :
2. Fitur Sistem Android 1. Single Line Diagram 20 KV
2. Data Pelanggan

11
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

3. SOP P2TL IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4. Data pelanggan KWh meter macet Penelitian ini dilaksanakan saat petugas teknik PT.
5. Data pengujian KWh meter PLN (Persero) Rayon Wangon pelaksanaan P2TL di
lapangan. Pelaksanaan P2TL ini meliputi pengujian KWh
c. Alat Penelitian meter,emeriksaan visual di sisi kabel SR, APP, dan
Dalam penelitian ini digunakan peralatan sebagai instalasi rumah pelanggan. Diperlukan beberapa tahap
berikut : dalam penelitian, yakni;
1. Satu Smartphone sistem operasi Android
2. Aplikasi android APP TOLE A. Pencarian Target Operasi
3. Laptop HP Pavilion G4 sistem operasi Windows 7 Target Operasi P2TL ini dilakukan secara acak
4. APP TOLE (APP Tester & Online) dari beberapa lokasi konsumen. Data-data pelanggan yang
5. AVO meter dibutuhkan adalah data-data pemakaian KWh pelanggan
6. Stopwatch maksimal diatas 40 jam nyala, pemakaian KWh minimal
7. Microsoft Word 2007 dibawah 40 jam nyala, dan untuk jenis KWh meter
8. Microsoft Excel 2007 prabayar didapat dari periode pembelian token pulsa diatas
9. Printer Canon IP 2770 6 bulan.
D. Jalan Penelitian B. Pengujian KWh meter
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa deviasi 1. Menggunakan AVO meter
pada KWh meter dengan menggunakan aplikasi Android Pengujian KWh meter dimulai dengan
APP TOLE. Cara penelitian dimulai dengan : pemasangan AVO meter pada KWh meter dengan
1. Studi literatur, memasukkan salah satu dari Kabel SR ke dalam jepitan
2. Pengumpulan data lapangan, data yang diambil tang AVO meter untuk pembacaan energi KWh meter. Di
dari hasil pengujian KWh meter dalam kegiatan saat pemakaian pelanggan terbaca pada AVO meter dalam
P2TL satuan energi (Watt), piringan pada KWh meter bekerja
3. Analisis data dengan berputar ke arah kanan. Dengan mengamati
4. Pembuatan laporan putaran piringan KWh meter tersebut, kita perlu ukur
seberapa waktu yang ditempuh piringan tersebut berputar
Mulai pada ke sekian putaran. Tata cara pengujiannya dapat
dilihat pada gambar 2.

Penentuan Target Operasi

Pelaksanaan P2TL dengan melakukan


pengujian deviasi KWh meter
memanfaatkan Aplikasi Android APP

Tidak
Indikasi apa yang ditemukan
saat deviasi KWh meter sudah
terhitung di aplikasi APP
TOLE?

Ya

Penganalisaan
Gambar 3 Proses pengujian KWh meter dalam pelaksanaan P2TL

Pelaporan 2. Menggunakan APP TOLE ( Alat Pengukur


Pembatas Tester & Online )

Selesai Pengujian KWh meter menggunakan APP TOLE


dilakukan dengan memberi sumber masukan APP TOLE

Gambar 2 Diagram Alir Penelitian

12
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

dari instalasi milik pelanggan. APP TOLE ini 2. Berdasarkan Waktu dimana,
merupakan alat simulator beban pelanggan. Petugas P2TL t = Waktu yang ditempuh dalam N putaran kWH
dapat mengatur beban pemakaian pelanggan sesuai yang meter.
dikehendaki dengan menekan tombol beban dan terbaca td = Waktu dasar dari hasil pengukuran TR
pemakaian energi KWh meter pada alat APP TOLE, N x 3600 x 1000
kemudian piringan KWh meter akan berputar sesuai td =
pemakaian energi tersebut. C x P1
Kesalahan kWH meter () dapat dihitung,
td - t
= x 100 %
t

Dari rumus penghitungan deviasi atau error


KWh meter diatas, telah diinputkan ke dalam suatu
aplikasi android yang bernama APP TOLE. Pengguna
smartphone Android cukup menginputkan parameter pada
aplikasi APP TOLE yakni berupa hasil waktu tempuh
putaran piringan/impuls KWh meter, konstanta KWh
Gambar 4 Proses pengujian KWh meter menggunakan APP TOLE meter, dan daya pemakaian yang terbaca pada KWh meter.
Setelah itu maka akan didapat hasil persentase error KWh
Penggunaan APP TOLE ini disarankan saat meter yang di uji.
petugas P2TL akan menguji pelanggan yang memiliki Apabila nilai error KWh meter ( ) diatas + atau
pemakaian energi yang rendah. Kebanyakan pemakaian - 5 % dan P1 > P2 , maka lakukan kegiatan sebagai
beban pelanggan seperti ini terdapat pada pelanggan berikut :
pedesaan, dan pelanggan sosial. Hal yang sering 1. Periksa tutup (cover) meter kWh lebih teliti,
ditemukan di lapangan, pemakaian pelanggan tersebut untuk memastikan apakah ada benda asing
hanya kebanyakan hanya menggunakan beban lampu saja. didalam meter kWh yang dimaksudkan untuk
menghambat putaran piringan meter.
Setelah dilaksanakan pengujian KWh meter, 2. Periksa segel pada tutup (cover) meter kWh lebih
kemudian didapat waktu tempuh piringan KWh meter teliti, kalau ada kerusakan segel dimungkinkan
berputar dalam sekian (n) putaran, dan terdapat nominal pelanggan merubah setelan meter tersebut.
konstanta KWh meter, maka akan memudahkan petugas 3. Periksa pengawatan lebih teliti untuk memastikan
untuk menghitung seberapa deviasi / error KWh meter apakah pengawatannya sudah benar atau salah
yang diuji tersebut. dan kontak kontak pada terminal apakah sudah
Deviasi atau error KWh meter tersebut terhubung dengan kecang / solid.
merupakan perbandingan antara daya yang terukur 4. Lakukan Pemeriksan Putaran piringan Meter kWh.
melewati KWh meter dengan daya hasil pengukuran
langsung. Perbandingan deviasi KWh meter dapat dihitung Setelah dilakukan penelitian dengan melakukan
dengan cara sebagai berikut; pengujian dari beberapa pelanggan PT. PLN (Persero)
Rayon Wangon, didapat data hasil error KWh meter. Dari
1. Berdasarkan Beban dimana , 77.190 pelanggan PT. PLN (Persero) Rayon Wangon,
P1 = Beban dari hasil pengukuran (KW)
N x 3600 x 1000 1%
P2 = (KW) 34%
C x t
Dimana,
N = Jumlah putaran kWH meter
C = Konstanta kWH meter.
T = Waktu yang ditempuh kWH meter dalam N
65%
putaran.
deviasi > +5 -5 < deviasi < +5 -5 < deviasi
Kesalahan kWH meter ( E ) dapat dihitung, telah dilakukan uji KWh meter di 391 rumah pelanggan.
P2 - P1
= x 100 %
P1 Gambar 5 Diagram Persentase uji deviasi Kwh Meter pelanggan Rayon
Wangon

13
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

Dari hasil penelitian tersebut didapat deviasi pelanggaran (P.II). Pelanggan bersangkutan dalam hal ini
KWh meter pelanggan >5% sebanyak 3 pelanggan, deviasi berusaha agar pemakaian KWh tidak terukur dengan baik.
diantara -5% sampai dengan +5% sebanyak 256 pelanggan, Setelah ditemukan terdapat pelanggaran
dan sisanya yang memiliki deviasi KWh meter <-5% mempengaruhi KWh meter, KWh meter pelanggan
sebanyak 132 pelanggan. dibongkar sementara hingga pelanggan membayar biaya
tagihan susulan kedapatan pelanggaran. Besarnya biaya
4% 0%
tagihan susulan ini adalah = 9 x 720 x kVA daya kontrak x
0,85 x harga per KWh tertinggi pada golongan tarif yang
31% bersangkutan sesuai TDL yang berlaku.
65%
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisa dari penelitian deviasi KWh
Rusak (External) KWh meter Normal
meter di PT. PLN (Persero) Rayon Wangon memanfaat
aplikasi APP TOLE yang telah disusun dalam laporan,
KWh meter macet (usia) KWh meter Pelanggaran
kesimpulan yang dapat diambil adalah :
Gambar 6 Diagram Persentase Temuan Deviasi KWh Meter 1. Aplikasi APP TOLE memudahkan petugas PLN
menghitung persentase error KWh meter. Dengan
Dari Gambar 5 penyebab deviasi KWh meter melakukan pengujian KWH meter 1 ph di
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa faktor, yakni; beberapa konsumen, petugas hanya menginputkan
1. KWh meter kondisi Normal data-data hasil pengujian sehingga didapat nilai
Untuk jenis KWh meter dengan temuan kondisi deviasi KWh meter tersebut.
baik atau normal yang berdeviasi -5% < < +5 %, petugas 2. Dari 77.190 pelanggan PT. PLN (Persero) Rayon
memperlakukan KWh meter tersebut dengan melakukan Wangon, telah dilakukan uji KWh meter di 391
segel ulang dan tidak memasukkan KWh meter tersebut ke rumah pelanggan. Dari hasil penelitian
dalam jenis pelanggaran. memanfaatkan perhitungan aplikasi APP TOLE
didominasi 65 % KWh meter dalam kondisi baik
2. KWh meter kondisi macet atau deviasi dalam interval -5% sampai dengan
Kemudian hasil penelitian 31% dari 391 +5%. Selain itu 35 % temuan terdapat KWh meter
pelanggan tersebut ditemukan KWh meter kondisi macet dengan kelainan dikarenakan usia, kondisi
dikarenakan faktor usia dan faktor lingkungan. Yang lingkungan, cuaca, atau pelanggaran yang
dimaksud dengan kondisi lingkungan dalan SPLN No. 57- disengaja oleh konsumen.
2 tahun 1993 adalah kondisi tropis, siraman air hujan, dan
sengatan sinar matahari secara langsung, dengan tingkat B. Saran
polusi udara sebagai berikut: Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, peneliti
a. Partikel garam laut :1,0 ppm menyarankan hal-hal sebagai berikut :
b. Kadar oksida belerang :0,20 mg/Nm3PbO2 1. Pemasangan KWh meter di rumah pelanggan
c. Jatuhan debu :0,26 mg/m3/hari diusahakan jauh dari sinar matahari, di tembok luar
KWh meter kondisi macet yang sering ditemukan rumah pelanggan, terhalang atap rumah agar terhindar
di lapangan disebabkan karena beberapa bagian komponen dari hujan.
KWh meter tidak bekerja sempurna, sehingga pembacaan 2. Untuk pemeriksaan KWh meter di pelanggan,
energi pada KWh meter tidak akurat dan presisi. hendaknya dilakukan per trafo distribusi. Dengan
Komponen piringan KWh meter yang tidak berputar dan melakukan analisa susut per trafo distribusi, sehingga
komponen register angka yang tidak berjalan merupakan petugas P2TL dapat lebih terarah untuk melakukan
temuan yang seringkali terjadi saat ditemukan di lapangan. pemeriksaan KWh meter dalam suatu wilayah.
3. KWh meter pelanggaran
5% dari temuan di lapangan terdapat pelanggaran-
pelanggaran yang mempengaruhi prinsip kerja KWh meter.
Pelanggaran yang ditemukan saat di lapangan disebabkan
oleh mitra kerja nakal yang mengelabui konsumen dalam
pemakaian KWh, dan niat dari konsumen yang sudah tidak
baik dalam menggunakan listrik dari PLN.
Menurut Kep. Dir. PT. PLN (Persero) Nomor
234.K/DIR/2008 tanggal 22 Juli 2008, Penyimpangan
pemakaian tenaga listrik seperti mempengaruhi prinsip
kerja KWh meter merupakan termasuk dalam golongan

14
ISSN 1978-2497
ITEKS
Intuisi Teknologi Dan Seni
EDISI 7 NO 3 Nopember 2015

REFERENSI
1. IEEE Std 519-1992. IEEE Recommended Practices
and Requirements for Harmonic Control Power
System. IEEE-SA Standard Board Piscatawa Y. USA
2. Kennedy W. Barry. 2000. Power Quality Primer.
New York: McGraw Hill
3. Muslimim, M. 1984. Alat-alat Ukur Listrik dan
Pengukuran Listrik. Bandung: CV.Armico
4. Safaat, Nazarudin. 2014. Pemrograman Aplikasi
Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android.
Bandung: Infomatika
5. PT. PLN (Persero) Kantor Pusat. 2013. Pedoman
Pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan P2TL. Jakarta
6. PT. PLN (Persero) Pusdiklat. 2010. Penertiban
Pemakaian Tenaga Listrik. Jakarta
7. PT. PLN (Persero) Pusdiklat. 2010. Suplemen Materi
P2TL. Jakarta
8. PurkayasthaIndrajit dan Savoie J. Paul. 1990.
Effect of Harmonics on Power Measurement. IEEE
Transactions On Industry Applications, Vol. 26,
No. 5
9. Sankaran, C. 2002. Power Quality. New York: CRC
Press.
10. SJ, Masykur. 2008. Pengukuran Besaran Listrik.
Medan: Universitas Sumatera Utara
11. Soedjana, S., Nishino, O. 1976. Pengukuran dan
Alat-alat Ukur Listrik. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
12. Suryatmo, F. 2008. Teknik Pengukuran Listrik dan
Elektronika. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

15