Anda di halaman 1dari 3

Siti Nafsiyah Rokhmania 15030234016 KB 2015

ADSORPSI PADA ANTARMUKA

Bila ada fase-fase bersamaan, batas antara dua dari fase tersebut diistilahkan antarmuka.
Sifat molekul-molekul yang membentuk antarmuka tersebut cukup berbeda dengan sifat
molekul dalam bulk masing-masing fase sehingga molekul-molekul ini dikatakan membentuk
fase antarmuka.
Fenomena antar muka adalah sesuatu yang terjadi pada batas antara dua fase yang tidak
saling bercampur, atau batasan antara 2 fase biasanya disebut antar permukaan. Dalam
bidang farmasi fenomena antar permukaan penting dalam proses pembuatan sediaan. Antar
permukaan dapat dibagi atas beberapa jenis tergantung pada fase yang dipisahkan seperti pada
table berikut :
FASE ANTAR PERMUKAAN CONTOH
Gas-Gas Tidak ada antar permukaan
Gas-Cair Permukaan cair Udara dalam gelas
Gas-Padat Permukaan padat Permukaan meja
Cair-Cair Antar permukaan cair-cair Emulsi
Cair-Padat Antar permukaan cair-padar Suspensi
Padat-Padat Antar permukaan padat-padat Partikel serbuk

Absorpsi antar permukaan padat


zat padat yang dapat berkontak dengan cairan dan molekul-molekul antar
permukaan dikatakan bahwa cairan dapat membasahi zat padat. Adsorbsi pada
permukaan padat terjadi terhadap cairan,gas maupun padat dengan padat.
1) Adsorpsi gas dan padat : prinsip yang digunakan proses penghilangan bau ruangan,
pengukuran ukuran permukaan partikel .
2) Adsorpsi cairan-padat : prinsip yang digunakan pada proses menghilangkan warna
cairan, kromatografi, mencuci, pembasah padat
3) Adsorpsi gas-padat : adsorpsi ini tergantung pada zat padat sebagai pengadsorpsi,
yaitu luas permukaan, tekanan gas dan suhu. Arang aktif yaitu arang yang dipanaskan,
mempunyai adsorpsi yang kuat. Maka digunakan untuk menyerap mikoorganisme pada
penyebab diase atau menghilangkan cairan menjernihkan air minum.
4) Adsorpsi cairan-zat padat : adsorpsi ini perlu diperhatikan terutama zat-zat yang
bersifar higroskopis yang akan mencerap uap air akibatnya obat-obat menjadi basah.
Penggunaan surfaktan sebagai pembasah,sebagai pembasah surfaktan digunakan untuk
memudahkan pembuatan suspensi terhadap zat-zat yang sulit dibasahi.
5) Adsorpsi padat-padat : keadaan adsorbsi antar permukaan terjadi proses caking
pada suspensi. Adsorpsi tergantung pada luas permukaan. Antar permukaan terjadi
energi bebas pada permukaan. Antar partikel saling tarik menarik. Daya tarik menarik
ini dipengaruhi oleh luas permukaan partikel. Semakin kecil partikel semakin luas
permukaanya.
Adsorpsi pada antar muka zat cair
Rantai lipofil asam lemak akan menghadap ke fase minyak, sedangkan rantai hidrofil
akan menghadap ke fase air. Agar asam lemak bisa berkumpul pada antar permukaan
air dan minyak, maka jumlah gugus hidrofil dengan lipofilnya harus seimbang.
Contoh : asam lemak pada capuran air dengan minyak.

Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena
cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai
orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh
dari surfaktan. Surfaktan disebut sebagai zat yang dapat menurunkan tegangan perumkaan
(surface active agent). Hal ini disebabkan sabun mempunyai gugus yang suka air yang suka
minyak zat ini disebut ampifilik. HLB : hydropil lypofil balance. Sifat suka air dan suka minyak
disebut surfaktan. Karena mempenyai keseimbangan gugus suka air dan minyak yang disebut
HLB. Penggunaan surfaktan : membuat emulsi,suspensi, spon mencuci, sebagai anti busa serta
peningkatan kelarutan.
Misel adalah molekul-molekul surfaktan yang mulai berasosiasi karena penambahan
surfaktan berikutnya, pada satu saat akan tercapai keadaan dimana permukan antarmuka
menjadi jenuh/ tretutupi oleh surfaktan dan adsorbsisurfaktan ke permukaan-antarmuka tidak
terjadi lagi. misel dalam larutan encer membentuk suatu kumpulan dengan kepala gugus
hidrofilik bersinggungan dengan solven yang mengelilinginya, mengasingkan ekor gugus
hidrofobik didalam pusat misel. Fenomena terbentuknya misel dapat diterangkan,
yaitu dibawah konsentrasi kritis misel, konsentrasi surfaktan (sabun) yang mengalami adsorpsi
pada antar muka bertambah jika konsentrasi surfaktan total dinaikkan. Akhirnya tercapailah
suatu titik dimana baik antar muka maupun dalam cairan menjadi jenuh dengan monomer
keadaan inilah yang disebut kkm, jika sulfaktan terus bertambah lagi hingga berlebihan, maka
mereka akan beragregasi terus membentuk misel. Pada peristiwa ini tenaga bebas sistem
berkurang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah :
- Jenis cairan : Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar,
seperti air, maka tegangan permukaannya juga besar.
- Suhu : Tegangan permukaan cairan turun bila suhu naik, karena dengan bertambahnya
suhu molekul- molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara
molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya menurun.
- Adanya zat terlarut : Adanya zat terlarut pada cairan dapat menaikkan atau menurunkan
tegangan permukaan.
- Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena
cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai
orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu
contoh dari surfaktan.
- Konsentrasi zat terlarut : Konsentrasi zat terlarut (solut) suatu larutan biner mempunyai
pengaruh terhadap sifat-sifat larutan termasuk tegangan muka dan adsorbsi pada permukaan
larutan.

Termodinamika Permukaan
Isoterm Adsorpsi Isoterm adsorpsi adalah adsorpsi yang menggambarkan hubungan
antara zat yang teradsorpsi oleh adsorben dengan tekanan atau konsentrasi pada keadaan
kesetimbangan dan temperatur konstan. Persamaan yang sering digunakan untuk
menggambarkan data percobaan isoterm telah dikembangkan oleh
1) Freundlich,
2) Langmuir, dan
3) Brunauer, Emmett, dan Teller (Isoterm BET).
a) Bila nilai i(1) dari zat terlarut i positif, maka komponen i teradsorpsi positif pada
daerah antar muka.
b) Bila nilai i(1) dari zat terlarut i negatif, maka komponen i teradsorpsi negatif pada
daerah antar muka.
i(1) adalah adsorpsi relatif komponen i terhadap komponen 1 (pelarut)