Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH STEREOKIMIA

CAMPURAN RASEMAT

MAKALAH STEREOKIMIA CAMPURAN RASEMAT Oleh Anggi Putra Dharmawan Siti Nafsiyah Rokhmania Damar Agung Triwahyuono

Oleh

Anggi Putra Dharmawan

Siti Nafsiyah Rokhmania

Damar Agung Triwahyuono

15030234011 / KB15

15030234016 / KB15

15030234033 / KB15

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN KIMIA

PRODI KIMIA

2017

A. Campuran Rasemat

Campuran rasemik merupakan suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S.

Sebagian masyarakat mungkin kurang memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup.

Dalam kebanyakan reaksi di laboratorium, seorang ahli kimia menggunakan bahan baku akiral maupun resemik dan memperoleh produk akiral dan resemik. Oleh karena itu sering kiralitas preaksi dan produk diabaikan.

Berlawanan dengan reaksi kimia di laboratorium, kebanyakan reaksi biologis mulai dengan pereaksi kiral atau akiral yang menghasilkan produk- produk kiral. Reaksi biologis ini dimungkinkan oleh katalis biologis yang disebut enzyme, yang bersifat kiral. Karena ersifat kiral mereka bisa berlaku sangat selektif dalam kegiatan kataliknya. Misalnya, bila suatu organisme mencernakan campuran alanine resemik, maka hanya (S) alanine yang tergabung ke dalam bangunan protein. (R) alanine tak digunakan dalam protein.

Pada tahun 1848, Louis Pasteur telah berhasil memisahkan rasemat asam tartrat kedalam bentuk (+) dan (-) dengan kristalisasi. Dua enantiomer dari garam natrium amonium dari asam tartrat memberikan dua jenis kristal kiral dengan perbedaan yang menyolok sehingga dapat dipisahkan dengan mudah. Campuran rasemat merupakan campuran yang terdiri jumlah yang sama enantiomer (+) dan (-) dari substansi kiral. Oleh sebab itu, campuran rasemat menunjukkan zero optical rotation karena rotasi (+) dari satu enantiomer dilawan oleh rotasi (-) dari enantiomer yang lain.

karena rotasi (+) dari satu enantiomer dilawan oleh rotasi (-) dari enantiomer yang lain. Campuran Rasemat
karena rotasi (+) dari satu enantiomer dilawan oleh rotasi (-) dari enantiomer yang lain. Campuran Rasemat

Enantiomer dari pasangan enantiomer apa saja, yang memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan disebut dekstrorotatori (memutar ke kanan, Latin:

dexter, “kanan”). Bayangan cerminnya, yang memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri, disebut levorotatori (memutar ke kiri, Latin: laveus, “kiri”). Arah putaran ditandai dalam nama oleh (+) untuk dekstrorotatori dan (-) untuk levorotatori. (dalam literatur lama, kadang-kadang dijumpai d untuk dekstrorotatori dan l untuk levorotatori). Campuran rasemat memiliki sudut putar nol, karena sudut putar dekstro (d) besarnya sama dengan sudut putar levus (l) sehingga keduanya saling meniadakan. Jadi ada 2 alternatif untuk sudut putar nol. Apabila zat yang diuji tidak mengandung atom C asimetris, bearti zat ini memang tidak memiliki isomer optis. Namun jika zat tersebut memiliki atom C asimetris dan sudut putarnya nol, berarti jumlah molekul kedua enantiomer itu sama Rasemat dapat dirinci sebagai berikut:

1. Sebuah senyawa rasemat: L-tubuh dan molekul tangan kanan memiliki afinitas yang lebih besar antara dua molekul dalam sel satuan pasangan untuk membentuk kristal senyawa pada metrologi. Mereka sebagian besar lebih tinggi dari titik leleh murni optik aktif, kelarutan kurang dari murni optik aktif.

2. Campuran rasemat: afinitas antara tubuh murni secara optik yang lebih besar dan kristal L dextral terbentuk. Mereka biasanya lebih rendah dari titik leleh murni optik aktif, kelarutan lebih tinggi daripada murni optik aktif.

3. Larutan padat dari rasemat: antara rotasi murni, dan enansiomer kedekatan antara dua konfigurasi gangguan keselarasan molekul. Titik lebur, kelarutan dan murni dekat optik aktif.

konfigurasi gangguan keselarasan molekul. Titik lebur, kelarutan dan murni dekat optik aktif. Campuran Rasemat Page 2
konfigurasi gangguan keselarasan molekul. Titik lebur, kelarutan dan murni dekat optik aktif. Campuran Rasemat Page 2

B. Senyawa Rasemat

B. Senyawa Rasemat Senyawa kiral sudah banyak diproduksi secara sintetis dan umumnya terdapat dalam bentuk campuran

Senyawa kiral sudah banyak diproduksi secara sintetis dan umumnya terdapat dalam bentuk campuran rasemat, yaitu campuran pasangan enansiomer sama banyak yang masing-masing memutar bidang polarisasi cahaya sama besar tapi arah berlawanan. Dalam sintesa organik, khususnya di bidang farmasi, ratusan obatobatan telah disintesa dari berbagi bahan. Sebagian diisolasi langsung dari alam, dan adapula yang dibuat seluruhnya dilaboratorium dan tidak terdapat dialam. Obat-obatan yang disintesis dilaboratorium, umumnya dijual dalam bentuk rasematnya.

Artinya dalam produk tersebut terdapat campuran enatiomer lawannya, misalkan suatu senyawa dengan enatiomer(+) didalamnya juga terdapat senyawa dengan bentuk molekul sama tapi merupakan isomer(-) sehingga dalam keadaan ini obat masih belum bisa digunakan, karena sifat elektroniknya saling meniadakan, akibatnya aktifitas biologis dari senyawa yang diinginkan menjadi inaktif. Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya.

Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya. Campuran Rasemat Page 3
Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya. Campuran Rasemat Page 3
Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya. Campuran Rasemat Page 3
Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya. Campuran Rasemat Page 3
Sehingga perlu dilakukan proses pemisahan antara campuran enatiomer tersebut dalam rasematnya. Campuran Rasemat Page 3

Ada empat bentuk asam tartaric, yang masing-masing terlihat seperti optis aktif. Bentuk merah gelap dan bentuk biru gelap adalah enantiomer, dan mereka optis aktif. Untuk bentuk yang berwarna hijau bukanlah enantiomer, meskipun cerminan dari gambar tersebut tidak bisa dihimpitkan satu sama lain, molekul memiliki sumbu simetri (ditunjukkan dengan garis biru muda) jadi mereka tidak kiral. bukan pula optis aktif. mereka disebut senyawa meso. Campuran rasemat adalah sebuah larutan yang mengandung dua isomer optis aktif dalam jumlah yang sama, jadi larutan tersebut bukan optis aktif. meskipun sifat fisik dari enansiomer umumnya sama, namun sifat fisik rasemat seperti titik leleh, kelarutan dan sifat enansiomer yang sesuai seringkali tidak sama. Rasemat digunakan D, L-penanda, seperti hak dari rasemat terdiri dari dua molekul selain rotasi dalam arah yang berlawanan, sifat fisik dan kimia lain yang sama, adalah pusat kiral rasemat dengan potensi molekul menghasilkan sebuah pusat kiral dalam produk alami.

C. Pemisahan senyawa rasemat

Sepasang enantiomer memiliki sifat fisik yang identic karenanya campuran sepasang enantiomer (misalnya, campuran rasemat) sulit dipisahkan dengan cara konvensional seperti distilasi fraksinasi dan kristalisasi. Untuk memisahkannya harus mengambil keuntungan dari sifat sepasang diastereomer. Sepasang diastereomer memiliki sifat fisik yang berbeda dan dapat dipisahkan dengan cara konvensional.

Macam-macam cara pemisahan campuran rasemat :

1. Resolving Agent Kiral

Teknik ini bergantung pada enantiomer yang memiliki sifat fisik identik dan diastereomer umumnya yang memiliki sifat berbeda. Jadi sebelum dipisahkan, sepasang enantiomer harus diubah dulu menjadi sepasang diastereomer dengan cara mereaksikannya dengan senyawa kiral enantiomer murni, yang lazim disebut resolving agent. Contoh: memisahkan enansiomer asam2-hydroxylpropionic. Perlu ditambahkan sebagai resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil-

resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil- Campuran Rasemat Page 4
resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil- Campuran Rasemat Page 4

etilamin untuk membentuk dua spesies yang berbeda garam yang diastereomer

satu sama lain. Para diastereomer kemudian dapat mengkristal secara terpisah

dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna.

terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna. Enantomere (difficult to separate physical) Diastereomere
terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna. Enantomere (difficult to separate physical) Diastereomere
terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna. Enantomere (difficult to separate physical) Diastereomere
terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna. Enantomere (difficult to separate physical) Diastereomere

Enantomere (difficult to separate physical)

secara sempurna. Enantomere (difficult to separate physical) Diastereomere salls (crystallize separately) Contoh lain

Diastereomere salls (crystallize separately)

Contoh lain yaitu, Sebagai contoh adalah pemisahan campuran rasemat

dari α-feniletilamina dengan enantiomer murni asam-(2R,3R)-(+)-tartrat.

Reaksi ini memanfaatkan sifat basa dari gugus amina sehingga mudah

bereaksi dengan gugus asam membentuk garam. Reaksi ini bersifat kuantitatif.

Karenanya pastikan bahwa perbandingan mol asam-(2R,3R)-(+)-tartrat dengan

campuran rasemat α-feniletilamina adalah 2 : 1. Campuran garam

diastereomer yang dihasilkan dapat dipisahkan dengan cara kristalisasi

menggunakan pelarut metanol. Garam diastereomer murni yang telah terpisah

akan mengalami dekomposisi dalam suasana basa berair menghasilkan

endapan α-feniletilamina yang bersifat optik aktif dan larutan garam dari

asam-(2R,3R)-(+)-tartrat.

-feniletilamina yang bersifat optik aktif dan larutan garam dari asam-(2 R ,3 R )-(+)-tartrat. Campuran Rasemat
-feniletilamina yang bersifat optik aktif dan larutan garam dari asam-(2 R ,3 R )-(+)-tartrat. Campuran Rasemat

2

2 + Campuran rasemat Asam (2R,3R)-(+)-tartrat Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi NaOH (R)

+

Campuran rasemat

Asam (2R,3R)-(+)-tartrat
Asam (2R,3R)-(+)-tartrat
2 + Campuran rasemat Asam (2R,3R)-(+)-tartrat Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi NaOH (R)
2 + Campuran rasemat Asam (2R,3R)-(+)-tartrat Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi NaOH (R)
2 + Campuran rasemat Asam (2R,3R)-(+)-tartrat Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi NaOH (R)
2 + Campuran rasemat Asam (2R,3R)-(+)-tartrat Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi NaOH (R)

Campuran garam diastereomer dipisahkan dengan cara kristalisasi

NaOH
NaOH

(R)

Endapan

NaOH
NaOH

(S)

Endapan

Teknik yang sangat umum untuk memisahkan sepasang enantiomer ialah

mereaksikan mereka dengan suatu reagensia kiral sehingga diperoleh sepasang

produk diastereomerik. Sepasang diastereomer dapat dipisahkan oleh cara

fisika biasa, seperti kristalisasi karena diastereomer-diastereomer adalah

senyawa yang berlainan dengan sifat fisika yang berlainan pula. Resolusi

adalah senyawa yang berlainan dengan sifat fisika yang berlainan pula. Resolusi Campuran Rasemat Page 6
adalah senyawa yang berlainan dengan sifat fisika yang berlainan pula. Resolusi Campuran Rasemat Page 6

suatu asam rasemik bergantung pada pembentukan garam, dengan

menggunakan suatu enantiomer tunggal (dari) suatu amina kiral.

2. Kromatografi Kiral

Dalam proses ini, rasemat dijalankan melalui kolom yang diisi dengan zat

kiral. Enansiomer akan berinteraksi secara berbeda dengan substansi dan

kemudian akan mengelusi (atau menyaring melalui substansi) pada tingkat

yang berbeda. Teknik ini juga diterapkan untuk campuran enantiomer samping

campuran rasemat, misalnya untuk memurnikan spesies dari sejumlah kecil

enansiomernya.

Berikut adalah rumus senyawa kiral dan enansiomernya yang berhasil

dipisahkan dari campuran rasemat :

lemon orange
lemon
orange

Lisvomer

bitter Asparagine sutter
bitter
Asparagine
sutter
berhasil dipisahkan dari campuran rasemat : lemon orange Lisvomer bitter Asparagine sutter Campuran Rasemat Page 7
berhasil dipisahkan dari campuran rasemat : lemon orange Lisvomer bitter Asparagine sutter Campuran Rasemat Page 7
berhasil dipisahkan dari campuran rasemat : lemon orange Lisvomer bitter Asparagine sutter Campuran Rasemat Page 7
berhasil dipisahkan dari campuran rasemat : lemon orange Lisvomer bitter Asparagine sutter Campuran Rasemat Page 7
berhasil dipisahkan dari campuran rasemat : lemon orange Lisvomer bitter Asparagine sutter Campuran Rasemat Page 7

3. Bantuan Mikroorganisme

Suatu cara untuk memisahkan campuran rasemik atau sekurangnya mengisolasi enantiomer murni adalah mengolah campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.

D. Kesimpulan

1. Campuran rasemik merupakan suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama.

2. Campuran rasemat adalah sebuah larutan yang mengandung dua isomer optis aktif dalam jumlah yang sama, jadi larutan tersebut bukan optis aktif.

3. Sepasang enantiomer memiliki sifat fisik yang identic karenanya campuran sepasang enantiomer (misalnya, campuran rasemat) sulit dipisahkan dengan cara konvensional seperti distilasi fraksinasi dan kristalisasi.

4. Campuran rasemat dapat dipisahkan dengan cara resolving agent kiral, kromatografi kiral, dan dengan bantuan mikroorganisme.

dengan cara resolving agent kiral, kromatografi kiral, dan dengan bantuan mikroorganisme. Campuran Rasemat Page 8
dengan cara resolving agent kiral, kromatografi kiral, dan dengan bantuan mikroorganisme. Campuran Rasemat Page 8

Daftar pustaka

Cairns, Donald. 2004. Intisari Kimia Farmasi Ed 2. Jakarta : EGC.

Fessenden, Ralp J., Joan S. Fesenden. 1986. Kimia Organik Jilid 1 Ed 3. Jakarta :

Erlangga.

Ghadafi,

Muhammad,

dkk.

2013.

Book

Report

of

Sintesis

Stereokimia.

Organik-libre.pdf. Diakses pada 7 Februari 2017 pukul 11.03 WIB

Juminah,

2011. Stereokimia.

Februari 2017 pukul 14.33 WIB

rooby

noor

cahyono.

Prasojo,

1.

http://www.scribd.com/document_downloads/direct. Diakses pada 7 Maret 2014 pukul: 10.54 WIB

2012.

Stefanus

Layli.

Kimia

Organik

. Diakses pada 7 Maret 2014 pukul: 10.54 WIB 2012. Stefanus Layli. Kimia Organik Campuran Rasemat
. Diakses pada 7 Maret 2014 pukul: 10.54 WIB 2012. Stefanus Layli. Kimia Organik Campuran Rasemat