Anda di halaman 1dari 13

ARSITEKTUR ORGANIK

LATAR BELAKANG

Dalam sejarah arsitektur, inspirasl desain yang berasal dari alam memang
sudah ada sejak zaman primitif. Arsitektur organik adalah sebuah
pendekatan perancangan arsitektur yang diaplikasikan sebagian atau secara
keseluruhan pada yang konsepnya berakar pada bentuk-bentuk atau
prinsip-prinsip alam.

Secara visual: arsitektur organik merepresentasikan bentuk-bentuk alam


yang tidak lurus, radikal dan istimewa. Arsitektur organik juga
memperhatikan lingkungan dan harmoni dengan tapaknya. Satu abad yang
lalu, arsitektur organik pernah mengalami masa kejayaan di masa arsitektur
modern: yaitu di masa perkembangan Art Nourau. Antoni Gaudi adalah salah satu arsitek ternama
dengan karya-karya arsitektur organiknya pada saat itu. Desainnya mengarah pada bentuk-bentuk
biomorfik terinspirasi dari motif-motif tumbuhan dan hewan lain halnya dengan arsitektur organik
yang dipopulerkan oleh Frank Lloyd Wright, bapak dari arsitektur organik. Walaupun sama-sama
menganalogikan alam pada arsitektur, desain arsitektur organik Frank Lloyd Wright lebih mengarah
pada proses pertumbuhan organisme yang memusat sebagai analogi dalam desainnya serta pada
harmonisasi bangunan dengan alam sekitar, tidak mengarah pada image atau bentuk-bentuk alam
yang ditampilkan pada bangunannya.

Ekspresi bentuk organik dapat dilihat sebagai gaya (style) yang muncul dalam kurun waktu tertentu.
Zuo dan Jones (2007), profesor pada sebuah sekolah desain di Southampton Solent University,
membuat tulisan tentang bagaimana perkembangan desain produk dipengaruhi oleh gaya atau
pergerakan seni dan arsitektur pada suatu masa. ini merupakan timeline yang ia buat mengenai
perkembangan gaya arsitektur, yang menunjukkan bahwa desain organik masih berlangsung hingga
saat ini.

Sama halnya dengan arsitektur, arsitektur mengalami evolusi dari masa ke masa. Saat ini, arsitektur
organik dengan penekanan pada kesan atau bentuk alam pada desain bangunannya kembali
berkembang. Bangunan organik di awal abad ke-21 ini semakin menunjukkan karakteristik kumilinear
yang menjadi ciri arsitektur Organik. Sejumlah inovasi teknologi seperti teknologi digital, struktur, dan
material menjadi pelengkap bagi kehadiran arsitektur organik. Kehadiran kembali arsitektur organik
di era kontemporer memperkuat kenyataan bahwa arsitektur organik selalu muncul dari masa ke
masa, tergantung dari pemaknaan organik yang berkaitan dengan pemahaman arsitek sebagai
pembuat konsep arsitektural.
PENGERTIAN

Fleming, Honour & Pevsner (1999) dalam Penguin Dictionary of Architecture, mendeskripsikan bahwa
ada dua pengertian arsitektur organik Pertama, arsitektur organik menurut mereka adalah sebuah
istilah yang diaplikasikan pada bangunan atau bagian dari bangunan yang terorganisir berdasarkan
analogi biologi atau yang dapat mengingatkan pada bentuk natural. Misalnya arsitektur yang
menggunakan bentuk-bentuk biomorfik Pengertian kedua, arsitektur organik menurutnya adalah
sebuah istilah yang digunakan oleh Frank Lloyd Wright, Hugo Haring, dan arsitek lainnya untuk
arsitektur yang secara visual dan lingkungan saling harmonis, terintegrasi dengan tapak, dan
merefleksikan kepedulian arsitek terhadap proses dan bentuk alam yang diproduksinya.

Frank Lloyd Wright (1869-1959) yang disebut sebagai bapak arsitektur organik menulis essai pertama
tentang subyek ini sekitar tahun 1910. Frank Lloyd Wright mendeskripsikan apa yang ia maksud
dengan arsitektur organik dalam essainya yang berjudul In the Cause of Architecture pada tahun 1914,
"...by organic architecture I mean an architecture that develops from within outward in harmony with
the conditions of its being as distinguished from one that is applied from without" (Collins, 1998, p.
152).

Jadi, dalam skripsi ini definisi arsitektur organik menumt penulis adalah penggabungan intisari dari
definisi-definisi yang dideskripsikan oleh tiga sumber. Arsitektur organik adalah sebuah pendekatan
dalam perancangan arsitektur yang diaplikasikan pada bagian atau keseluruhan bangunan yang
merupakan hasil analogi biologi. Secara visual arsitektur ini dilihat bagaikan atau seperti alam dalam
hal kemiripannya dengan organisme baik dari segi harmoniz karakter, dan kesatuan, atau karena
wujud dan strukturnya berasal dari bentuk alam dan berpadu dengan alam, atau meniru proses-proses
atau hasil keluaran alam. Arsitektur organik terinspirasi dari ketidaklurusan radikal, istimewa dan unik
Arsitektur organik memiliki keharmonisan dengan tapak dan peduli akan lingkungan.

SEJARAH

Arsitektur organik merupakan istilah yang diluncurkan pertama kali di awal abad ke-20. Konsep
arsitektur yang berangkat dari alam sendiri sudah digunakan semenjak zaman primitif Pada bagian ini
penulis mengkategorikan dan mendeskripsikan sejarah perkembangan arsitektur organik berdasarkan
kerangka waktu. Kategori pertama berisi sekilas perkembangan arsitektur dengan konsep alam yang
dimulai semenjak awal peradaban manusia hingga masa sebelum Art Nouveau. Kategori kedua
merupakan perkembangan arsitektur organik di masa arsitektur tepatnya perkembangan di akhir abad
ke-19 dan awal abad ke- 20, yang diawali oleh gerakan Art Nouveau. Sedangkan kategori terakhir
merupakan perkembangan arsitektur organik di masa postmodern hingga masa kini.

Perkembangan Arsitektur Organik Awal

Penggunaan konsep alam dalam arsitektur sudah berlangsung semenjak awal peradaban manusia.
Arsitektur vernakular primitif menggunakan material lokal dan sederhana, dengan strukur dan bentuk
yang berasal dari alam. Peradaban Yunani Kuno mempelajari bentuk-bentuk alam dan tubuh manusia,
dan mengabstraksikannya sebagai kaidah geometri. Mereka menggunakan bentuk lingkaran, elips,
segitiga, dan kotak untuk memperoleh proporsi tertentu pada bangunan yang mereka buat.
Kaidah proporsi yang dipelajari dari alam tersebut, memiliki kaitan dengan ilmu matematika.
Perhitungan spiral logaritmik pada bentuk keong misalnya, dapat menghasilkan kotak-kotak yang
disebut dengan golden rectangles. Rasio antara panjang dan lebamya dikenal dengan golden section.
Konsep golden section dan golden rectangles ini dipakai sebagai aturan estetika arsitektur Yunani pada
kala itu. Konsep tersebut diterapkan mulai dari elemen bangunan hingga pada patung yang mereka
buat.

Vitruvius mempercayai bahwa tubuh manusia merupakan ekspresi kesatuan (united) yang paling
ideal. Gambar homoquadratus dengan tangan dan kaki yang dibentangkan, merupakan gambaran
proporsi ideal dengan bentuk geometri yang dianggap paling sempurna, kotak dan Lingkaran. Ide
proporsi ideal diterapkan pada arsitektur Romawi, Byzantin dan arsitektur Islam.

Perkembangan arsitektur organik di masa Arsitektur Modern

Perkembangan arsitekur berikutnya terjadi ketika terdapat suatu keinginan untuk bebas dari aturan
klasik. Prinsip - prinsip arsitektur baru diusulkan oleh Ruskin: Pugin, dan Viollet-le-Duc. Mereka
terinspirasi dari bentuk- bentuk alam dan proses alami, dan mengusulkan tradisi-tradisi bangunan
abad pertengahan sepertl hirarki antara fungsi dan bentuk. ekspresi struktural, kejujuran material,
keahlian dan ketrampilan, warna dan ornamen (Pearson, 2009).

Perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang biologi cukup memberi pengaruh terhadap arsitektur.
Kemajuan pesat dalam bidang biologi diawali sekitar tahun 1750. Pada Saat itu muncul ide atau tulisan
tulisan mengenai klasifikasi tumbuhan, dan akibat klasifikasi tanaman: muncullah istilah 'organik'
Istilah 'organik' pertama kali diperkenalkan oleh Bichat di tahun 1800. Istilah 'organik' dimaknai
sebagai "kehidupan yang berakar pada titik tertentu", bukan "kehidupan yang bergerak". Lamarck
pada tahun 1800 memperkenalkan istilah 'biology', yang berarti ilmu kehidupan dan pada Saat
bersamaan, Johann Wolfgang von Goethe memperkenalkan istiah 'morphology' atau ilmu tentang
bentuk (Collins, 1998).
D'Arcy Thompson (1860-1948) mempelajari bentuk-bentuk organik melalui penjelasan dari ilmu
matematika dan fisikm la dapat menunjukkan bentuk-bentuk dan struktur-stmktur dari alam, dengan
kompleksitasnya, kekayaan, kerumitan, dan keindahan, tersusun dalam merespon keinginan
organisme agar dapat bertahan hidup.

Art Nouveau memiliki kesamaan karakteristik yang utama dengan arsitektur organik, yakni penolakan
terhadap garis lurus. Hanya saja, arsitektur Art Nouveau lebih menekankan pada gaya floral, atau
inspirasinya lebih banyak datang dari tumbuh-tumbuhan. Art Nouveau merupakan sebuah fantasi
biomorfik dengan tiga pusat utama: Brussel Paris dan Nancy, serta Barcelona (Trachtenberg & Hyman,
1986).

Salah satu contoh bangunan biomorfik Gaudi yang terkenal adalah Casa Mila. Fasadnya memiliki
bentuk meliuk-liuk seperti ombak. Tidak hanya fasadnya saja yang memiliki ekspresi biomorfik, namun
denahnya juga memperlihatkan kesan pertumbuhan organik. Hal ini terlihat dari denahnya yang
seakan-akan seperti sebuah sel organisme yang memiliki inti.

Art Nouveau menunjukkan bahwa definisi organik pada era ini berkisar tidak hanya tentang keindahan
bentuk-bentuk alam, tetapi bagaimana material dan struktur dapat dibuat se-ekspresif mungkin.
Ornamentasi dan struktur menjadi sebuah hubungan yang sangat erat. Karya arsitektur Louis Sullivan
(1856-1924) juga terkenal dengan ornamentasi dengan bentuk-bentuk organik_ Sullivan merupakan
salah satu pelopor yang mengenalkan konsep 'arsitektur organik'.

Dengan mempelajari alam lebih dekat, ia menyatakan bahwa bentuk selalu mengikuti fungsi (form
follow function) dan ia membuat prinslp ini sebagai sebuah panduan untuk desain-desain
arsitekturnya (What is Organic Architecture, n.d.) Frank Lloyd Wright sendiri menganggap bahwa
bangunan merupakan bagian dari alam, bangunan terkesan seolah-olah muncul dari alam atau tapak
di mana bangunan tersebut berdiri.

Wright tidak menyukai simetri yang statis, ia lebih menyukai kedinamisan alam yang tidak beraturan.
Jadi, arsitektur organik menurut Frank Lloyd Wright lebih menekankan pada harmonisasi antara alam
dengan bangunan, arsitektur yang tumbuh dari dalam keluar serta kedinamisan yang dihasilkan oleh
ketidakteraturan.
Arsitektur organik mulai memudar setelah perang dunia ke-2. Bentuk-bentuk organik diyakini kurang
praktis dan ekonomis, sehingga menyebabkan penolakan terhadap gaya organik pada bangunan. Oleh
karena itu, muncullah International Style dengan bentuk-bentuk kotak, seragam, yang dinilai lebih
ekonomis. Kebosanan akan bentuk-bentuk kotak memunculkan gerakan ekspresionisme.

Gaya ekspresionisme sendiri memiliki karakter seperti Art Nouveau, yakni mengadopsi material,
inovasi bentuk, dan massing yang tidak biasa, kadang diinspirasi oleh bentuk-bentuk biomorflk alam,
kadang dari kemungkinan teknikal yang ditawarkan oleh produksi massa batu bat baja, dan
khususnya kaca.

Arsitektur Art Nouveau, Gaudi dan ekspresionisme merupakan tiga macam gaya organik yang hampir
bersamaan waktunya. Ketiga gaya tersebut mencerminkan semangat organik dengan fantasi bentuk
biomorfik (Trachtenber & H, 1986)

Perkembangan arsitektur organik di masa arsitektur postmodern

Di era tahun 1950-60an arsitektur organik mengalami kebangkitannya kembali. Kebangkitan ini
ditandai oleh beberapa pencetus pergerakan modern yang mentransformasikan karakter geometris
kaku menjadi karakter yang lebih hidup dan lebih organik Misalnya Le Corbusier, dengan kejutannya,
dan perkembangan lebih lanjut oleh Alvar Aalto dan Hans Scharoun (What is Organic Architecture,
n.d.)

Contoh-contoh bangunan organik pada masa ini yaitu Notre-Dame-clu-Haut atau gereja Ronchamp
(1950-1955) oleh Le Corbusier yang teriinspirasi dari bentuk burung merpati dan Sydney Opera House
(1957-1973) oleh Jom Utzon yang mengambil bentuk kerang, Philaharmonie (1956-1963) oleh Hans
yang mengambil tekstur seperti sisik ikan dan Finlandiahall (1962- 1975) oleh Alvar Aalto yang
terinspirasi dari bentuk geografis lekukan danau finlandia.

KARATERISTIK

Karakteristik arsitektur organik adalah:

1.) Bangunan yang memiliki hubungan dengan tapak, tapak menjadi titik focus utama, bukan
bangunannya (juga lingkungan). Bangunan mengikuti bentuk tapak seolah-olah bangunan tumbuh
seperti pohon di tapak tersebut.

2.) Bahan bangunan digunakan dengan cara yang sederhana sehingga menonjolkan karakter dan
mengoptimalisasikan warna, tekstur, dan kekuatan bangunan. Bahan bangunan tidak dibuat
menyerupai bahan bangunan yang lainnya. Bagaimana bahan bangunan satu dengan yang lainnya
disatukan menjadi ciri arsitekturnya. Wujud asli bangunan tersebut menjadi ekspresi. Dan tidak
banyak menggunakan varian bahan bangunan.

3.) Bangunan memiliki efek melindungi, dan membuat pengguna tetap merasa terlindung, dan
tidak terekpos.
4.) Ruangan tidak tergabung dalam sebuah kotak, namun terpisah baik secara horizontal maupun
vertical mengikuti bentuk dan kontur tapak.

5.) Proporsi bangunan dan perabot menggunakan skala tubuh manusia.

6.) Bentuk dari bangunan menggambarkan alam, baik bentuk, warna, pola, tekstur, proporsi, ritme,
dan lain-lain. Arsitektur organic tidak meniru bulat-bulat bentuk alamiah, namun membuat sebuah
bangunan yang peduli terhadap hubungannya dengan alam.

7.) Tidak semua bangunan memiliki ornament, namun apabila ada ornament, ornament tersebut
berkaitan dengan alam.

8.) Perabot banyak yang diciptakan khusus untuk bangunan tersebut karena perabot merupakan
bagian dari desain itu sendiri

PRINSIP-PRINSIP

prinsip-prinsip sendiri tentang Organik Arsitektur, yaitu :

- Kesederhanaan dan Ketenangan: Prinsip ini berada dibelakang seni, Keterbukaan harus dimasukan
kedalam struktur menjadi bentuk yang terpadu sehingga menjadi jenis dekorasi yang alami dan
tenang. Detail dan dekorasi dikurangi dan bahkan fixtures, gambar dan mebel dalam struktur harus
diintegrasikan.

- Ada banyak gaya rumah: Prinsip ini memungkinkan ekspresi dari kepribadian masing-masing
klien,walaupun rancangan wright selalu memberikan kontribusi yang signifikan.

- Korelasi alam, topografi dengan arsitektur: Sebuah bangunan yang didirikan harus selaras dengan
lingkungan di sekitarnya.

- Warna alam: Bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan harus selaras dengan warna
alam.

- Sifat bahan: Kayu harus seperti kayu dan batu bata harus seperti batu bata,warna dan tekstur
mereka tidak boleh berubah.

CIRI-CIRI

1. Terinspirasi bentukan alam

2. Adanya unsur pengulangan

3. Elastis, lentur, mengikuti aliran dan menyesuaikan diri

4. Pendalaman terhadap konsep serta kepuasan dalam ide bentuk

5. Unik, tumbuh keluar dan lain dari yang lain

6. Penuh dengan kejutan dan permainan

7. Mengkespresikan konsep ide secara kuat .

9. Mencukupi kebutuhan social. Fisik dan Rohani

10. Menandai jiwa muda dan kesenangan


KONSEP

Berikut beberapa konsep dasar dalam desain arsitektur organik:

Building as nature, bangunan bersifat alami dimana alam menjadi pokok dan inspirasi dari arsitektur
organik.

Continous present, arsitektur organik merupakan sebuah desain arsitektur yang terus berlanjut,
dimana tidak pernah berhenti dan selalu dalam keadaan dinamis yang selalu berkembang mengikuti
zaman tanpa menghilangkan unsure keasliannya.

Form Follows Flow, Arsitektur organik harus mengikuti aliran energi alam sekitarnya secara dinamis.
Alam dalam hal ini dapat berupa kekuatan struktural, angin, panas dan arus air, energi bumi, dan
medan magnet.

Of the people, Perancangan bentuk dan struktur bangunan, didesain berdasarkan kebutuhan pemakai
bangunan. Perancangan untuk kenyamanan pemakai bangunan juga sangat penting.

Of the hill, idealnya dalam suatu bangunan organik akan terlihat tumbuh dan terlihat unik dalam
sebuah lokasi. Lokasi yang buruk dan tidak biasa akan menjadi tantangan bagi arsitektur organik untuk
memberikan solusi tak terduga dan imajinatif.

Of the materials, bentuk organik terpancar dari kualitas bahan bangunan yang dipilih. Arsitektur
organik selalu memiliki material baru dan terkadang menggunakan material yang tidak biasa di tempat
yang tidak biasa.

Youthful and unexpected, arsitektur organik biasanya memiliki karakter yang sangat individu.
Arsitektur organik dapat terlihat muda, menarik, dan mengandung keceriaan anak-anak. Desain
tersebut kadang-kadang dibuat dengan penuh aksen dan memberi kejutan yang tidak terduga.

Living music, arsitektur organik mengandung unsur musik modern, dimana mengandung keselarasan
irama, dari segi struktur dan proporsi bangunan yang tidak simetris. Arsitektur organik selalu futuristik
dan modern

CONTOH BANGUNAN ARSITEKTUR ORGANIK


Falling Water

ARSITEK : Frank
Lloyd Wright (1867-1959)

TAHUN : 1936-1938

FUNGSI : RUMAH
TINGGAL

LOKASI : Mill Run,


Pennsylvania, Amerika
Serikat
Sejarah singkat :

Fallingwater, dibangun dari tahun 1936-1938, adalah bangunan yang arsitek Frank Lloyd Wright paling
terkenal. Pembangunan Fallingwater berakhir pada musim gugur 1937, dan keluarga Kaufmann mulai
menggunakan retret akhir pekan mereka untuk berbagi rumah dan menjelajahi sekitarnya.
Fallingwater dibuka untuk tur umum pada tahun 1964 dan melihat 29.792 pengunjung pada musim
pertamanya. Dengan terus bertambah, kunjungan tahunan sekarang melebihi 180.000 dengan lebih
dari 5,7 juta orang yang melakukan tur di retret akhir pekan Kaufmann, sebuah rumah yang dirancang
untuk keluarga dengan tiga orang. Pernah, Edgar Kaufmann terus mengunjungi rumah tersebut dan
berperan penting dalam membimbing transisi ke museum dan terus melayani sebagai penasihat staf
sampai kematiannya pada tahun 1989.

Pada tahun 1976, Fallingwater menjadi National Historic Landmark, tahun yang sama dengan rumah
dan studio Frank Lloyd Wright di Oak Park, Illinois, dan Taliesin, rumahnya dan sekolahnya di Spring
Green, Wisconsin. Pada tahun 2000, ia dinobatkan sebagai Commonwealth Treasure oleh Komisi
Bersejarah dan Museum Pennsylvania, dan pada tahun 2015 bergabung dengan sembilan bangunan
Frank Lloyd Wright di seluruh Amerika Serikat dalam sebuah upaya untuk mendapatkan prasasti
Daftar Warisan Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan
Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization, UNESCO)

DENAH

Fallingwater terdiri dari dua bagian: Rumah utama klien yang dibangun antara tahun 1936-1938, dan
ruang tamu yang selesai dibangun pada tahun 1939. Rumah aslinya berisi kamar-kamar sederhana
yang dilengkapi oleh Wright sendiri, dengan ruang tamu terbuka dan dapur kompak di atas. lantai
pertama, dan tiga kamar tidur kecil yang terletak di lantai dua. Lantai tiga adalah lokasi studi dan kamar
tidur Edgar Jr., anak Kaufmann. Kamar-kamar semuanya berhubungan dengan lingkungan alami
rumah, dan ruang tamu bahkan memiliki tangga yang mengarah langsung ke air di bawahnya. Tangga
yang mengarah turun dari ruang tamu ke sungai diakses oleh panel kaca horizontal bergerak. Sesuai
dengan pandangan Wright, pintu masuk utama jauh dari air terjun.
SITE PLAN

Merujuk pada konsep arsitektur organik yang


terinspirasi atau dekat dengan alam, bangunan ini
didirikan langsung di atas air terjun yang curam pada
sebuah pedesaan.

Fallingwater atau Kaufmann Residence adalah


rumah yang dirancang oleh arsitek Frank Lloyd
Wright pada tahun 1935 di pedesaan barat daya
Pennsylvania, 43 mil (69 km) tenggara Pittsburgh. Rumah itu dibangun sebagian di atas air terjun Bear
Run di bagian Mill Run di Stewart Township, Fayette County, Pennsylvania, di Dataran Tinggi Laurel di
Pegunungan Allegheny. Rumah itu dirancang sebagai rumah akhir pekan untuk keluarga Liliane
Kaufmann dan suaminya, Edgar J. Kaufmann, pemilik department store Kaufmann.

STRUKTUR DAN KONSTRUKSI

Struktur kantilever adalah pondasi yang digunakan


untuk menyelesaikan masalah pada pondasi bagian
utara Bear Run tidak cukup besar. Dari struktur ini
membuat bangunan terkesan melayang. Untuk
lantai kantilever, Wright dan timnya menggunakan
balok berbentuk T terbalik yang terintegrasi ke
dalam lempeng beton monolitik yang membentuk
langit-langit ruang di bawahnya dan memberikan
perlawanan terhadap kompresi.

Jenis struktur rumah adalah aporticado pada


khususnya, karena ada kolom dan balok untuk
membentuk serambi, dan lempeng, elemen
horizontal yang membentang seperti teras di atas air
terjun, dibuat dengan beton. Beberapa dinding dan
elemen vertikal lainnya yang menentukan ruang
rumah tersebut.

MATERIAL

Seperti lantai, dilapisi dengan batu asli dari lokasi


(sesuai dengan konsep arsitektur organik). Anda juga bisa melihat beberapa detail rumah dari baja
dan kayu. Batuan alam digunakan pada interior bangunan seperti lantai dan dinding, sedangkan kayu
digunakan untuk perabot seperti kursi dan meja.
BENTUK

Bagian bangunan yang terkesan melayang dan menjorok ke air terjun adalah ruang keluarga.

Bukaan-bukaan besar seperti jendela pada ruangannya dirancang untuk merasakan keindahan alam
dan juga dapat dijadikan sebagai masuknya penghawaan dan pencahayaan alami.

SYDNEY OPERA HOUSE

ARSITEK : Jrn Utzon

TAHUN : 1957
1973

FUNGSI : pusat
pertunjukan seni multi

LOKASI : Bennelong
Point, Sydney, Australia.

SEJARAH SINGKAT :

Sydney Opera House adalah


pusat pertunjukan seni multi-
tempat di Sydney, New South
Wales, Australia. Ini adalah salah
satu bangunan abad ke-20 yang
paling terkenal dan khas. Proyek ini seharusnya selesai dalam tiga tahun dengan biaya 3 juta dolar
Australia. Namun kompleksitas teknik bangunan menunda pekerjaan berulang-ulang sampai proyek
tersebut selesai diselesaikan 14 tahun kemudian dengan total biaya 102 juta dolar Australia. Dirancang
oleh arsitek Denmark Jrn Utzon, bangunan ini dibuka secara resmi pada tanggal 20 Oktober 1973 [4]
setelah masa gestasi dimulai dengan pemilihan Utzon tahun 1957 sebagai pemenang kompetisi desain
internasional. Pemerintah New South Wales, yang dipimpin oleh perdana menteri, Joseph Cahill,
bekerja resmi untuk memulai pada tahun 1958 dengan Utzon mengarahkan konstruksi. Pada tanggal
28 Juni 2007, Gedung Opera Sydney menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Sebagai salah satu atraksi
pengunjung terpopuler di Australia, lebih dari delapan juta orang mengunjungi situs ini setiap
tahunnya, dan sekitar 350.000 pengunjung mengikuti tur keliling bangunan setiap tahunnya. Gedung
Opera Sydney dibuka pada tahun 1973 oleh Ratu Elizabeth.
DENAH

Bentuk arsitekturalnya terdiri dari tiga kelompok kerang berkubah saling berkunci, dipasang di atas
panggung bertingkat yang luas ('podium') dan dikelilingi oleh area teras yang berfungsi sebagai tempat
peristirahatan pejalan kaki. Dua ruang utama disusun berdampingan, berorientasi ke utara-selatan
dengan kapak mereka sedikit miring. Auditoria diukir dari ujung utara podium yang tinggi sehingga
mereka menghadap ke selatan, ke arah kota, dengan daerah panggung berada di antara mereka dan
serambi pintu masuk.

SITE PLAN

Sydney Opera House terletak di semenanjung kecil di


Bennlog Point, di sisi selatan teluk Sydney. Terletak di
perbatasan timur laut Sydney Business District dan
dikelilingi oleh pelabuhan di tiga sisinya dan Royal
Botanic Garden di sisi lain.

Ketika ditanya tentang situs Utzon mengatakan "... Ini


adalah proyek impian seorang arsitek ... pertama karena
situs ini benar-benar indah dengan pemandangan yang
menakjubkan, dan kedua karena programnya tidak
diatur sebelumnya ..."
STRUKTUR

Pada tahun 1961 ketika tim menemukan solusi yang bisa memecahkan sebagian besar masalah
mereka. Mereka datang dengan gagasan untuk membangun kerang dari bagian sebuah bola.
Lingkarannya adalah kurva tiga dimensi paling sederhana dan karenanya relatif mudah untuk
dikerjakan karena sudut kelengkungannya tetap sama pada titik tertentu. Pada akhirnya inilah solusi
yang dipilih oleh tim desain untuk maju.

MATERIAL

Struktur bangunan terbuat dari beton bertulang dan fasad dari kaca terpolarisasi dengan rangka baja.
Kerangnya ditutupi oleh ubin putih dan krim yang dibuat di Swedia, meski dari kejauhan terlihat mata
putih. Di interior bahan utama adalah granit merah muda yang dibawa dari Tarana dan kayu lapis dari
New South Wales. Rincian Teknis: Bangunannya panjangnya 183 meter dan lebar 120 meter. Atapnya
dibuat pada 2194 buah beton prefabrikasi. Beberapa dari potongan tersebut beratnya sampai 15
nada. Menjaga potongan-potongan itu bersama-sama adalah 350 kilometer kawat baja. Lebih dari
satu juta ubin dibutuhkan untuk menutupi kerang atap. Semua dinding kaca bersama memiliki luas
6225 m2. Di dalam gedung kabel listrik 645 kilometer itu digunakan.

BENTUK

Desain Gedung Opera Sydney terinspirasi oleh alam, bentuk, fungsi dan warnanya. Utzon dipengaruhi
oleh desain sayap burung, bentuk dan bentuk awan, kerang, kenari dan pohon palem. Dia melihat ke
alam untuk panduan saat merancang, karena alam dari waktu ke waktu menggabungkan efisiensi dan
kecantikan, bergandengan tangan.

Struktur atap Gedung Opera disebut 'kerang'. Desain 'kerang' adalah salah satu aspek tersulit dari
desain bangunan. Jorn Utzon mengklaim bahwa desain akhir dari kerang, terinspirasi oleh mengupas
jeruk. Dikatakan bahwa kerang dari 14 atap terpisah, membentuk bola jika dikombinasikan. Jorn Utzon
adalah salah satu pelopor dalam penggunaan bentuk modular prefabrikasi dan merancang
keberlanjutan.