Anda di halaman 1dari 16

Interpersonal Skill

Self-Management
A. Judhie Setiawan

-Manajemen Diri
-Liking & Disliking
-Dancing with Stress
-Life Skill
Manajemen Diri
Perencanaan diri
Pengelolaan dan implementasi diri.
Evaluasi (Introspeksi) diri.
Liking & Disliking
Sebetulnya penting nggak sih disukai
banyak orang itu?
Liking & Disliking
Jawabannya bisa penting dan bisa
tidak. Ini tergantung
keadaan, alasan, dan konteks.
Tetapi, secara umum, naluri dasariyah
manusia itu punya kecenderungan
untuk ingin disenangi. Buktinya, orang
akan merasa bahagia jika dirinya
disenangi banyak orang.
Sebaliknya, orang akan merasa
gelisah atau (minimalnya) kurang
bahagia ketika dibenci atau kurang
disenangi.
Liking & Disliking
Bagaimana supaya kita termasuk
orang yang disukai orang lain?
Liking & Disliking
Pertama, terlalu diam atau terlalu ramai.
Idealnya, kita memberikan kesempatan
kepada orang lain untuk berbicara
tentang dirinya, tentang pengetahuannya
atau tentang pengalamannya. Di
samping itu, kita pun perlu memberikan
kesempatan untuk mendengarkan.
Sehingga yang terjadi adalah dialog
untuk saling memberi-menerima atau
terjadi percakapan yang hangat.
Kehangatan dialog bisa mengundang
kesenangan atau kesan yang
menyenangkan.
Liking & Disliking
Jadi, terlalu diam itu tidak bagus, namun terlalu
ramai juga kurang bagus. Terlalu pasif tidak
bagus, tetapi terlalu aktif juga tidak bagus. Terlalu
diam membuat orang lain boring, tetapi terlalu
ramai membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Menurut teori hubungan, terlalu diam atau terlalu
pasif itu biasanya dilakukan oleh sebagian orang
yang abdicraft. Lawannya adalah
autocraft, terlalu aktif, terlalu ingin
mendominasi, dan seterusnya. Yang disarankan
adalah menjadi orang yang demokratik: tidak
memaksakan kehendak pribadi, pun juga tidak
terlalu pasif dan dingin. Terlalu ramai sering
diberi julukan "omdo"(omong doang) atau big
mouth (si mulut besar). Sebaliknya, terlalu diam
sering diberi julukan "si patung", pengekor, dan
lain-lain.
Liking & Disliking
Kedua, terlalu ikut campur atau terlalu cuek.
Idealnya, yang dibutuhkan adalah
memberikan perhatian (care) atau share
feeling (berbagi rasa) pada saat-saat
dibutuhkan (empati). Perhatian ini banyak.
Bisa dalam bentuk perasaan, sikap atau
tindakan. Orang akan merasa lebih dihormati
ketika dia tahu kita menaruh empati. Empati
adalah peduli yang kita nyatakan dalam
berbagai bentuk. Dalam konsep
pengembangan-diri, empati termasuk pilar
dalam meningkatkan interpersonal skill.
Interpersonal skill adalah kemampuan
seseorang dalam membuka, menjaga, dan
memberdayakan hubungan (dengan orang
lain).
Liking & Disliking
Ketiga, terlalu tertutup atau terlalu
terbuka. Idealnya, kita perlu membuat
penjelasan-diri tentang hal-hal yang
perlu dijelaskan dan perlu tidak
menjelaskan hal-hal yang tidak perlu.
Apanya yang perlu dan apanya yang
tidak perlu? Inipun sulit dijelaskan.
Umumnya, yang perlu dan yang tidak
perlu itu hanya bisa dipahami oleh
perasaan.
Liking & Disliking
Dalam literatur keilmuan dikenal istilah
self-disclosure, pengungkapan-diri yang
dimaksudkan untuk meningkatkan
makna / kualitas hubungan. Self-
disclosure ini berbeda dengan self-
description (penjelasan-diri). Perbedaan
yang paling mendasar adalah, self-
disclosure itu merupakan bentuk
pengungkapan-diri tentang hal-hal yang
signifikan bagi diri sendiri dan bagi orang
lain (benar-benar penting untuk
membangun hubungan).
Dancing with Stress
Konsep Dasar Kecakapan Hidup
Kecakapan hidup (life skill) adalah
kemampuan dan keberanian untuk
menghadapi problema
kehidupan, kemudian secara proaktif
dan kreatif, mencari dan menemukan
solusi untuk mengatasinya.
Pengertian kecakapan hidup lebih
luas dari keterampilan vokasional atau
keterampilan untuk bekerja.
Jenis Life Skill
Kecakapan hidup yang bersifat generik
(generic life skill/GLS), yang mencakup
kecakapan personal (personal skill/PS)
dan kecakapan sosial (social skill/SS).
Kecakapan personal mencakup
kecakapan akan kesadaran diri atau
memahami diri (self awareness) dan
kecakapan berpikir (thinking skill),
sedangkan kecakapan sosial mencakup
kecakapan berkomunikasi
(communication skill) dan kecakapan
bekerjasama (collaboration skill).
Jenis Life Skill
Kecakapan hidup spesifik (specific life
skill/SLS), yaitu kecakapan untuk
menghadapi pekerjaan atau keadaan
tertentu, yang mencakup kecakapan
akademik (academic skill) atau
kecakapan intelektual.
Studi Kasus
Terima kasih.....