Anda di halaman 1dari 4

2.

4 Peniliaian pengujian ripping Batuan


Dalam mempersiapkan pekerja untuk memberai lapisan tanah penutup, secara sistematis perlu
diketahui klasifikasi massa batuan untuk memudahkan pekerjaan pemberaian lapisan tanah
penutup. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu dalam pemilihan dan optimasi alat
mekasnis yang digunakan. Untuk meprediksi ripability batuan banyak peneliti menentukan
kelenturan batuan menggunakan beberapa metode, diantaranya:
Metode langsung
Metode tidak langsung
Metode langsung dilakukan dengan pengujian lapangan yaitu menunjukkan atau memperkirakan
kinerja produksi ripping yang dilakukan untuk merobek batuan dengan peralatan yang digunakan.
Metode ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja ripping sebenarnya terhadap massa batuan.

Menurut Anon (1994), ada tiga metode umum untuk melakukan pengujian pada metode langsung
ini, diantaranya :
volume menurut berat material, Pengujian volume menurut berat material ini dilakukan
dengan menimbang hasil rippingan dan waktu yang dihabiskan untuk meripping akan dicatat.
Produksi per jam dapat diketahui dengan membagi berat material pada saat menghabiskan
waktu metipping.
volume dengan cross sectioning, pengujian ini dilakukan dengan cara menghitung volume
area yang telah diripping dengan potongan vertical dan horizontal yang berbentuk seperti (+),
yang kemudian volume rippingan dibagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan
rippingan.
volume menurut panjang jarak. Pengujian ini dilakukan dengan menghitung waktu ripping
panjang jarak yang nantinya akan dicatat dan diperkirakan volumenya.
Melakukan pekerjaan ripping tidak langsung akan menjadi alternatif untuk mengevaluasi kerutan
dari massa batuan. Pengujian ini mencakup teknik geofisika yang berfungsi untuk mendeteksi
perubahan sifat fisik batuan, yang berada di bawah permukaan untuk memperkirakan rippability.
Metode tidak langsung dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis:
Perkiraan Seismic Velocity berbasis approximations
Graphical methods
Grading methods
3.4 Peniliaian Penggalian Batuan
Dalam mempersiapkan pekerja untuk memberai lapisan tanah penutup, secara sistematis perlu
diketahui klasifikasi massa batuan untuk memudahkan pekerjaan pemberaian lapisan tanah
penutup. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu dalam pemilihan dan optimasi alat
mekasnis yang digunakan. Untuk meprediksi ripability batuan banyak peneliti menentukan
kelenturan batuan menggunakan beberapa metode, diantaranya:
Metode langsung
Metode tidak langsung
Metode langsung dilakukan dengan pengujian lapangan yaitu menunjukkan atau memperkirakan
kinerja produksi ripping yang dilakukan untuk merobek batuan dengan peralatan yang digunakan.
Metode ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja ripping sebenarnya terhadap massa batuan.
Menurut Anon (1994), ada tiga metode umum untuk melakukan pengujian pada metode langsung
ini, diantaranya :
volume menurut berat material, Pengujian volume menurut berat material ini dilakukan
dengan menimbang hasil rippingan dan waktu yang dihabiskan untuk meripping akan dicatat.
Produksi per jam dapat diketahui dengan membagi berat material pada saat menghabiskan
waktu metipping.
volume dengan cross sectioning, pengujian ini dilakukan dengan cara menghitung volume
area yang telah diripping dengan potongan vertical dan horizontal yang berbentuk seperti (+),
yang kemudian volume rippingan dibagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan
rippingan.
volume menurut panjang jarak. Pengujian ini dilakukan dengan menghitung waktu ripping
panjang jarak yang nantinya akan dicatat dan diperkirakan volumenya.

Melakukan pekerjaan ripping tidak langsung akan menjadi alternatif untuk mengevaluasi kerutan
dari massa batuan. Pengujian ini mencakup teknik geofisika yang berfungsi untuk mendeteksi
perubahan sifat fisik batuan, yang berada di bawah permukaan untuk memperkirakan rippability.
Metode tidak langsung dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis:
Perkiraan kecepatan seismic, Metode kecepatan seismik bias mewakili beberapa sifat batuan
intrinsik seperti porositas, densitas, ukuran butiran dan bentuk, anisotropi, mineralogi, tingkat
sementasi dan efek kelembaban bahan batu digabungkan bersama (Bradybrooke, 1988). Pada
dekade 1920 sampai 1930 metode pembiasan seismik digunakan dalam eksplorasi minyak dan
kemudian mereka memilikinya telah diterapkan pada penggali tanah atau batuan. Metode
kecepatan seismik pertama kali digunakan oleh Caterpillar Company pada tahun 1958 dan
juga banyak digunakan pada tahun 1960an untuk memilih metode penggalian (Pettifer and
Fookes, 1994).

Gambar Jalur ideal perjalanan gelombang kejut di dalam struktur batu-bumi menurut Hukum
Snell (church, 1981)
Penilaian Excavatability dengan menggunakan Seismic Velocity, penilaian excavatability
dengan menggunakan seismic velocity. Dalam menilai ekskavasibilitas, banyak peneliti
mengusulkan berbeda pedoman penggalian dengan kecepatan seismik yang berbeda.
Produsen bulldozer, Caterpillar dan Komatsu hanya menggunakan kecepatan seismik untuk
memperkirakan ekskavasi dari berbagai jenis batuan.

Tabel 2.5 Klasifikasi kelayakan untuk traktor ripper berat- menengah (Church, 1981)
Tabel 2.5 Klasifikasi kelayakan untuk traktor ripper kelas berat (Church, 1981)

Metode penilaian