Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMULIAAN TANAMAN

REPRODUKSI TANAMAN

SEPTALINA PAULINA BR SIRINGO RINGO


CAA 115 090

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2017

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii


I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
1.1 Dasar Teori .................................................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktikum ......................................................................................... 2
II. BAHAN DAN METODE................................................................................... 3
2.1 Waktu dan Tempat ....................................................................................... 3
2.2 Bahan dan Alat ............................................................................................. 3
2.3 Cara Kerja .................................................................................................... 3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 4
3.1 Hasil Pengamatan ........................................................................................ 4
3.2 Pembahasan ............................................................................................... 14
IV. PENUTUP ...................................................................................................... 17
4.1 Kesimpulan ................................................................................................ 17
4.2. Saran ......................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18

ii
iii
I. PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori


Reproduksi tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan biji (disebut
reproduksi seksual) atau dengan bagian vegetatif (reprosi aseksual). Pada
reproduksi seksual, suatu sel reproduktif yang disebut gamet ini disebut
gametogenesis. Fusi antara gamet jantan dan betina membentuk zigot yang
selanjutnya berkembang menjadi embrio dan biji (Oemar dkk, 2014).
Pada reproduksi aseksual, tanaman baru diperoleh dari suatu organ
vegetatif seperti umbi, rhizoma, stolon, umbi lapis (bulb), corn, atau melalui
berbagai cara pembiakan vegetatif buatan seprti stek sambungan (grafting),
okulasi (budding), cangkok (layering) atau kultur jaringan (Oemar dkk, 2014).
Organ seksual tanaman adalah bunga. Umumnya bunga memiliki empat
organ, yaitu sepal, petal, stamen, dan pistil. Bunga yang dimiliki berbagai spesies
berbeda-beda dalam kelangkapan organ bunga tersebut. Oleh karena itu ada
beberapa kelompok bunga berdasarkan kelengkapan organnya yaitu: a. Bunga
lengkap (complete flowers) adalah bunga yang memiliki keempat organ bunga. b.
Bunga tak lengkap (incomplete flowers) adalah bunga yang salah satu atau lebih
organ bunganya tidak ada. c. Bunga sempura (perfect flowers) adalah bunga yang
memiliki stamen dan pistil. dan d. Bunga tak sempurna (imperfect flowers) adalah
bunga yang hanya memiliki stamen atau pistil (Oemar dkk, 2014).
Terkadang bunga jantan dan betina terpisah satu dengan lainnya. Jika
terpisah namun masih pada satu tanaman maka tanamannya disebut tanaman
berumah satu (monoecious), tetapi jika terpisah dan terletak pada tanaman yang
berbeda maka dinamakan berumah dua (dioecious) (Oemar dkk, 2014).
Penyerbukan atau polinasi merupakan proses awal sebelum terjadinya
pembuahan. Pada angiospermae, penyerbukan adalah proses melekatnya serbuk
sari di kepala putik, sedangkan pada gimnospermae, penyerbukan adalah
peristiwa melekatnya serbuk sari pada bakal biji (Dewi, 2012).
Pada saat terjadi autogamy, dapat saja terjadi beberapa gangguan yang
menghalangi pertemuan antara serbuk sari dan putik. Misalnya: 1. Protandri, yaitu

1
peristiwa serbuk sari yang matang lebih dulu daripada putik. Misalnya pada
seledri, Allium sp. (bawang), dan Zea mays (jagung). 2. Protogini, yaitu peristiwa
putik yang matang lebih dulu daripada serbuk sari. Misalnya pada bunga Brassica
sp. (kol), bunga Theobroma cacao (cokelat), dan bunga Persea Americana
(avokad).Serbuk sari tidak dapat sampai di kepala putik (Dewi, 2012).
Perilaku penyerbukan pada tanaman menentukan pula metode pemuliaan
yang digunakan. Ada tanaman yang memiliki bunga dimana serbuk sarinya
(pollen) menyerbuki kepala putik (sigma) pada bunga yang sama. Tanaman
seperti ini disebut tanaman menyerbuk sendiri (self-pollination crops). Setelah
penyerbukan, penyatuan gamet jantan dan betina dari tanaman yang sama disebut
pembuahan sendiri (self-fertilization atau autogamy). Sebaliknya, ada tanaman
yang kepala putiknya diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman yang berbeda.
Tanaman seperti ini disebut tanaman menyerbuk silang (cross-pollination crops).
Pada tanaman menyerbuk silang ini, penyatuan gamet jantan dan betina dari
tanaman yang berbeda disebut pembuahan silang (cross-fertillization atau
allogamy) (Oemar dkk, 2014).

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum pemuliaan tanaman dengan materi Reproduksi
Tanaman adalah:
a. Mempelajari keragaman organ bunga pada berbagai tanaman
b. Mengelompokkan tanaman berdasarkan kelengkapan organ bunga,
perilaku penyerbukan, dan perilaku pembuahan
c. Menjelaskan alasan suatu tanaman dikelompokkan kedalam tanaman
menyerbuk sendiri atau silang

2
II. BAHAN DAN METODE

2.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Pemuliaan Tanaman dengan materi Reproduksi Tanaman ini
dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2017, bertempat di Lingkungan
bebas yang terdapat tanaman.

2.2 Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan pada praktikum pemuliaan tanaman dengan materi
Reproduksi Tanaman adalah berbagai tanaman dengan jenis bunga yang
berbeda. Sedangkan alat yang digunakan adalah gunting dan Pinset untuk
mengamati detail organ bunga, dan Alat tulis untuk membuat sketsa dari bunga
yang diamati.

2.3 Cara Kerja


Cara kerja yang dilakukan pada praktikum pemuliaan tanaman dengan
materi Reproduksi Tanaman adalah sebagai berikut:
a. Memilih minimal 10 jenis tanaman yang memiliki jenis bunga yang
berbeda yang ada disekitar anda
b. Mengamati organ bunganya dan klengkapannya. Kemudian membuat
sketsa struktur bunganya
c. Mengelompokkan bunga tersebut berdasarkan tipe bunga, tipe
penyerbukan dan tipe pembuahan
d. Membuat alasan mengapa bunga tersebut termasuk tanaman menyerbuk
sendiri atau menyerbuk silang

3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan


a. Bunga Sepatu
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena benang sari dan putik
sendiri matang secara bersamaan
f. Tanaman menyerbuk silang Ya Karena benang sari dan putik
tidak terkurung oleh mahkota
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri melalui penyerbukan
sendiri
h. Allogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
silang melalui penyerbukan silang
Gambar

b. Bunga Anggrek

4
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang saru
sendiri terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

5
c. Bunga Angrek
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
sendiri terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

6
d. Bunga Kedelai
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putikdan benang
sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
sendiri terkurung oleh kelopak
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

7
e. Bunga Buah Naga
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap
d. Bunga tidak lengkap Ya Karena hanya memiliki mahkota,
putik dan benang sari
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
sendiri terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

8
f. Bunga Vanilla
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap
d. Bunga tidak lengkap Ya Karena hanya memiliki mahkota,
putik dan benang sari
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
sendiri terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

9
g. Bunga Kamboja
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna
b. Bunga tidak sempurna Ya Karena bunga hanya memiliki
salah satu organ kelamin, baik
putik atau benang sari
c. Bunga Lengkap
d. Bunga tidak lengkap Ya Karena bunga hanya memiliki
mahkota dan salah satu organ
kelamin (putik atau benang sari)
e. Tanaman menyerbuk
sendiri
f. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
silang terletak pada bunga yang berbeda
g. Autogamy
h. Allogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
silang dari hasil penyerbukan
silang
Gambar
Contoh bunga jantan

10
h. Bunga Cabai
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karena putik dan benang sari
sendiri terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

11
i. Bunga Jagung
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna
b. Bunga tidak sempurna Ya Karena putik dan benang sari
letaknya terpisah meski
masih dalam satu tanaman
c. Bunga Lengkap
d. Bunga tidak lengkap Ya Karena bunga hanya
memiliki kelopak dan salah
satu organ kelamin (putik
atau benang sari)
e. Tanaman menyerbuk
sendiri
f. Tanaman menyerbuk Ya Karena letak bunga yang
silang terpisah
g. Autogamy
h. Allogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
silang dari hasil penyerbukan
silang
Gambar

12
j. Bunga Kangkung
Pengamatan Ya/Tidak Alasan
a. Bunga sempurna Ya Karena memiliki putik dan
benang sari
b. Bunga tidak sempurna
c. Bunga Lengkap Ya Karena memiliki kelopak,
mahkota, putik dan benang sari
d. Bunga tidak lengkap
e. Tanaman menyerbuk Ya Karenaputik dan benang sari
sendiri matang secara bersamaan dan
terkurung oleh mahkota
f. Tanaman menyerbuk
silang
g. Autogamy Ya Dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan
sendiri
h. Allogamy
Gambar

13
3.2 Pembahasan
3.2.1 Bunga Sepatu
Bunga sepatu termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga sepatu ini juga termasuk ke dalam bunga lengkap karena
memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga sepatu dapat melakukan
penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari matang secara bersamaan.
Selain itu bunga sepatu juga dapat melakukan penyerbukan silang, karena putik
dan benang sari tidak terkurung oleh mahkota bunga. Bunga sepatu tergolong
autogamy dan allogamy. Tergolong autogamy karena bunga sepatu dapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri. Sedangkan
tergolong allogamy karena bunga sepatu dapat melakukan pembuahan silang dari
hasil penyerbukan silang.
1.1.1 Bunga Anggrek
Bunga anggrek termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga anggrek ini juga termasuk ke dalam bunga lengkap karena
memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga anggrek dapat
melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh
mehkota. Bunga anggrek tergolong autogamy karena bunga anggrekdapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
3.2.2 Bunga Anggrek
Bunga anggrek termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga anggrek ini juga termasuk ke dalam bunga lengkap karena
memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga anggrek dapat
melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh
mahkota. Bunga anggrek tergolong autogamy karena bunga anggrekdapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
3.2.3 Bunga Kedelai
Bunga kedelai termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga kedelai ini juga termasuk ke dalam bunga lengkap karena
memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga kedelai dapat
melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh

14
mahkota. Bunga kedelai tergolong autogamy karena bunga kedelai dapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
3.2.4 Bunga Buah Naga
Bunga buah naga termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki
putik dan benang sari. Bunga buah naga ini juga termasuk ke dalam bunga tidak
lengkap karena hanya memiliki mahkota, putik dan benang sari. Bunga buah naga
dapat melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh
mahkota. Bunga buah naga tergolong autogamy karena bunga buah naga dapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
3.2.5 Bunga Vanilla
Bunga vanilla termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga vanilla ini juga termasuk ke dalam bunga tidak lengkap
karena hanya memiliki mahkota, putik dan benang sari. Bunga vanilla dapat
melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh
mahkota. Bunga vanilla tergolong autogamy karena bunga vanilla dapat
melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
3.2.6 Bunga Kamboja
Bunga kamboja termasuk ke dalam bunga tidak sempurna, karena putik
dan benang sari terletak pada bunga yang berbeda. Bunga kamboja ini juga
termasuk ke dalam bunga tidak lengkap karena hanya memiliki mahkota, dan
salah satu organ kelamin (putik atau benang sari). Bunga kamboja dapat
melakukan penyerbukan silang karena putik dan benang sari letaknya terpisah
pada bunga yang berbeda. Bunga kamboja tergolong allogamy karena bunga
kambojadapat melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang.
3.2.7 Bunga Cabai
Bungacabai termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki putik
dan benang sari. Bunga cabai ini juga termasuk ke dalam bunga lengkap karena
memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga cabai dapat melakukan
penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari terkurung oleh mahkota. Bunga
cabai tergolong autogamy karena bunga cabai dapat melakukan pembuahan
sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.

15
3.2.8 Bunga Jagung
Bunga jagung termasuk ke dalam bunga tidak sempurna, karena putik dan
benang sari terletak pada bunga yang berbeda, namun masih dalam satu tanaman.
Bunga jagung ini juga termasuk ke dalam bunga tidak lengkap karena hanya
memiliki mahkota, dan salah satu organ kelamin (putik atau benang sari). Bunga
jagung dapat melakukan penyerbukan silang karena putik dan benang sari
letaknya terpisah pada bunga yang berbeda. Bunga jagung tergolong allogamy
karena bunga jagung dapat melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan
silang.
3.2.9 Bunga Kangkung
Bunga kangkung termasuk ke dalam bunga sempurna, karena memiliki
putik dan benang sari. Bunga kangkung ini juga termasuk ke dalam bunga
lengkap karena memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga
kangkung dapat melakukan penyerbukan sendiri karena putik dan benang sari
matang secara bersamaan dan terkurung oleh mahkota. Bunga kangkung
tergolong autogamy karena bunga kangkung dapat melakukan pembuahan sendiri
dari hasil penyerbukan sendiri.

16
IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kelompok bunga berdasarkan kelengkapan organnya yaitu: a. Bunga
lengkap (complete flowers) adalah bunga yang memiliki keempat organ bunga. b.
Bunga tak lengkap (incomplete flowers) adalah bunga yang salah satu atau lebih
organ bunganya tidak ada. c. Bunga sempura (perfect flowers) adalah bunga yang
memiliki stamen dan pistil. dan d. Bunga tak sempurna (imperfect flowers) adalah
bunga yang hanya memiliki stamen atau pistil.
Ada tanaman yang memiliki bunga dimana serbuk sarinya (pollen)
menyerbuki kepala putik (sigma) pada bunga yang sama. Tanaman seperti ini
disebut tanaman menyerbuk sendiri (self-pollination crops). Setelah penyerbukan,
penyatuan gamet jantan dan betina dari tanaman yang sama disebut pembuahan
sendiri (self-fertilization atau autogamy). Sebaliknya, ada tanaman yang kepala
putiknya diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman yang berbeda. Tanaman seperti
ini disebut tanaman menyerbuk silang (cross-pollination crops). Pada tanaman
menyerbuk silang ini, penyatuan gamet jantan dan betina dari tanaman yang
berbeda disebut pembuahan silang (cross-fertillization atau allogamy).

4.2. Saran
Kami sangat berterima kasih kepada bapak dosen yang terhornat, karena
telah memberikan tugas Kastrasi dan Hibridisasi ini kepada kami sehingga dapat
menimbah ilmu secara mendalam. Kami sebagai maha siswa cukup berterima
kasih yang telah memberikan ilmu mulai dari pertemuan pertama perkuliahan dan
sampai ahir kuliah,karena bagi kami ilmunya sangat bermanfaat.
Saran saya untuk kemajuan proses belajar dan mengajar hendaknya bapak
dapat berkenan membimbing saya lansung didalam pengamatan dilapang agar
dapat membantu saya memecahkan masalah serta menemukan ide-ide baru
didalam mengembangkan pertanian secara optimal khususnya dibidangkastrasi
dan hibridisasi tanaman.

17
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Kencana. 2012. Reproduksi pada Tumbuhan.


(http://kencanadewidotnet.wordpress.com). (Diakses pada 02 Juni 2017).

Oemar, Oesin dan Tim Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman. 2014. Penuntun
Praktikum Pemuliaan Tanaman. Universitas Palangka Raya: Palangka
Raya.

18