Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH FALSAFAH

TEORI KEPERAWATAN MERLE H. MISHEL

Disusun oleh :

Kelompok 8

PROGRAM STUDI S1 NON REG KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH


SURABAYA

2017
MAKALAH FALSAFAH

TEORI KEPERAWATAN MERLE H. MISHEL

Disusun oleh :

Kelompok 8

1. ALFI FADDILATUL M (1711003)

2. NIRMALA NOVIANTI (1711023)

3. RATNA DWI W (1711026)

4. SEPTA REZITA K (1711028)

5. SUCI DEWANI A (1711032)

PROGRAM STUDI S1 NON REG KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH


SURABAYA

2017

iii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat
dan karunianya,serta doa restu dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya tugas
penulisan makalah ini dapat diselesaikan.

Penulisan ini disusun guna melengkapi tugas untuk mata kuliah di Stikes
Hang Tuah Surabaya.

Selama penulisan ini mengalami beberapa kesulitan . Untuk itu penulis


mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan staf pengajar STIKES Hang
Tuah Surabaya yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan .

Penulis menyadari bahwa hasil makalah ini mungkin masih jauh dari
kesempurnaan , karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh
kami. Oleh sebab itu kami mengharap kritik dan saran yang positif demi
kesempurnaan makalah Falsafah dengan judul Teori Keperawatan Merle H.
Mishel

Kami berharap semoga makalah ini berguna bagi perkembangan dunia


pendidikan pada umumnya dan kemajuan STIKES Hang Tuah Surabaya.

Surabaya , Oktober 2017

Penulis

iv
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................iv
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................2
BAB II.....................................................................................................................3
PEMBAHASAN.....................................................................................................3
2.1 Biografi Merle H. Mishel...................................................................3
2.2 Sumber Teoritis Merle H. Mishel.......................................................3
2.3 Konsep Utama Merle H. Mishel........................................................4
2.4 Asumsi Utama....................................................................................5
2.5 Konsep Teori Merle H.Mishel dalam Kehidupan Sehari - hari.........7
BAB III....................................................................................................................9
PENUTUP...............................................................................................................9
3.1 Kesimpulan................................................................................................9
3.2 Saran..........................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................10

v
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan sebagai profesi adalah unik karena keperawatan ditujukan ke
berbagai respon individu dan keluarga terhadap masalah kesehatan yang
dihadapinya. Perawat memiliki berbagai peran seperti pemberi perawatan, sebagai
perawat primer, pengambil keputusan klinik, advokat, peneliti dan pendidik.
Perawat seringkali harus melakukan berbagai peran lebih dari satu dalam waktu
yang bersamaa, sehingga dalam menjalankan tugas tersebut perawata harus
memiliki kerangka berpikir yang sama.
Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan
tentang keperawatan. Model konseptual keperawatan diharapkan dapaat menjadi
kerangka berpikir perawata. Sehingga perawat perlu memahami beberapa konsep
ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan asuhan keperawatan dalam
praktik keperawatan.
Salah satu ahli dalam keperawatan adalah Merle H. Mishel yang termasuk
ke dalaam teori Middle Range dengan teorinya ketidakpastian . Teori ini
mengatakan bahwa untuk mengartikan sebuah makna yang berkaitan dengan
situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak mampu melaksanakan
tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau ketidakmampuan untuk
memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan (Mishel, 1998).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah konsep keperawatan teori Merle H. Mishel itu ?

2. Apakah konsep teoritis dari teori keperawatan Merle H. Mishel?

3. Apakah asumsi utama teori Merle H. Mishel ?

4. Bagaimana konsep teori Merle H. Mishel digunakan di kehidupan


sehari- hari?

1.3 Tujuan Penulisan

1
1 Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat membaca dan mempelajari tentang konsep
keperawatan menurut Florence Nightingale.
2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui konsep teori keperawatan Merle H. Mishel.

2. Untuk mengetahui konsep utama teori Merle H. Mishel.

3. Untuk mengetahui sumber teoritis Merle H. Mishel.

4. Untuk mengetahui asumsi utama teori Merle H. Mishel.

BAB II

2
PEMBAHASAN

2.1 Biografi Merle H. Mishel

Merle H. Mishel lahir di Boston, Masssachusetts. Mishel lulus dari


University of Boston dengan gelar B.A tahun 1961 dan memperoleh gelar M.S
pada area keperawatan jiwa dari Universitas California tahun 1966. Mishel
menyelesaikan gelar M.A dan Ph.D pada area psikologi social dari Claremont
Graduate School di Claremont, California, tahun 1976 dan 1980. Penyusunan
penelitian disertasi didukung oleh National Research Service Award untuk
mengembangkan dan menguji alat ukur Perceived Ambiguity in Ilness Scale
(MUIS-A). Alat ukur yang asli telah digunakan sebagai dasar untuk 3 pengkuran
sebagai berikut :

1. Versi komunitas ( MUIS-C) untuk individu dengan penyakit kronik yang


tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit atau tidak mendapatkan
asuhan medis aktif
2. Pengukuran persepsi orang tua tentang ketidakpastian atau parents
perceptions of uncertainty (PPUS) terhadap pengalaman anak mereka yang
sakit.
3. Sebuah alat ukur untuk ketidakpastian yang dirasakan pasangan atau
anggota keluarga lain ketika anggota keluarga sakit (PPUS-FM)
Diawal karir profesionalnya, Mishel bekerja sebagai perawat jiwa di ruang
rawat akut dan lingkup komunitas. Saat menyelesaikan studi doktoralnya, Mishel
bekerja sebagai asisten professor hingga menjadi professor sepenuhnya di fakultas
keperawatan California State University di Los Angeles.

2.2 Sumber Teoritis Mishel


Ketika Mishel memulai penelitiannya mengenai konsep ketidakpastian,
konsepnya tersebut tidak dikaitkan dengan konteks kesehatan dan penyakit. Teori
Ketidakpastian dalam pnyakit mulanya (Mishel, 1998) dirancang dari model
proses informasi yang telah ada sebelumnya (Warburton, 1979) dan penelitian
tentang kepribadian (Budner, 1962) dari psikologi yang mengkategorikan
ketidakpastian sebagi kondisi kognitif sebagai hasil dari tidak cukupnya isyarat
dengan bentuk skema kognitif atau situasi atau kejadian internal yang
dipersepsikan. Mishel menambahkan kerangka kerja penilaian stress adptasi-
koping dalam teori asli dengan hasil studi Lazarus dan Folkman (1984). Aspek
unik dalam kerangka kerja ini adalah adanya tambahan mengenai konsep
ketidakpastian dalam kontek suatu penyakit sebagai stresornya, hal in sangat
penting bagi keperawatan.

2.3 Konsep Utama Merle H. Mishel


1. Ketidakpastian

3
Ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk mengartikan sebuah makna
yang berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak
mampu melaksanakan tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau
ketidakmampuan untuk memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan
(Mishel, 1998).
2. Skema Kogntif
Skema Kognitif adalah interpretasi subjektif seseorang tentang penyakit,
pengobatan, dan pemberian asuhan (Mishel, 1998).
3. Kerangka Stimulus
Kerangaka stimulus adalah bentuk, komposisi, dan struktur stimulus mengenai
persepsi seseorang yang dibentuk secara struktur membentuk suatu skema
kognitif (Mishel, 1988).
4. Pola Gejala
Pola gejala adalah tingkat gejala yang ditunjukkan secara konsisten yang
dimaknai sebagai pola atau konfigurasi (Mishel, 1988).
5. Familiaritas Kejadian
Familiaritas Kejadian adalah derajat situasi kebiasaan atau pengulangan atau
terdiri dari berbagai isyarat atau tanda yang dapat dipahami (Mishel, 1988).
6. Ilusi
Ilusi dijabarkan sebagai kepercayaan yang dibentuk akibat ketidakpastian
(Mishel, 1988)
7. Adaptasi
Adaptasi merefleksikan sikap biopsikosisal di dalam diri individual seseorang
dalam rentang sikapnya secara umum (Mishel,1988).
8. Pandangan baru tentang kehidupan
Pandangan baru tentang kehidupan baru diartikan sebagai perumusan perasaan
baru yang dihasilkan dari integrasi ketidakpastian secara terus menerus dalam
struktur sebagai individu, yaitu ketidakpastian diterima sebagai ritme alami
dari kehidupan (Mishel, 1988).
9. Pemikiran Probabilitas
Pemikiran Probabilitas dimaknai sebagai keyakinan terhadap kondisi yang
terjadi yakni ekspektasi kepastian dan suatu prediksi atau peluang diabaikan
(Mishel, 1988).

2.4. Asumsi Utama

Teori ketidakpastian dalam kesaitan Mishel merupakan teori middle-range dan


berfokus pada manusia. Teori ketidakpastian dalam kesakitan asli Mishle yang
pertama kali diterbitkan pada 1988, termasuk beberapa asumsi utama. Dua

4
asumsi pertama dalam teori yang mencerminkan bagaimana ketidakpastian
dikonsepkan dalam model psikologi proses informasi adalah sebagai berikut:

1. Ketidakpastian merupakan kondisi kognitif, menunjukkan tidak


adekuatnya skema kognitif yang ada untuk mendukung inteprestasi dari
kejadian-kejadian yang berhubungan dengan penyakit.
2. Ketidakpastian merupakan pengalaman yang netral, tidak diinginkan dan
tidak dihindari sampai dinilai sebagai pengalaman demikian.
Dua asumsi lainnya mencerminkan akar teori ketidakpastian dalam model
tradisional stres dan koping yang mengajukan hubungan liner stres , koping,
adaptasi sebagaimana berikut:
3. Adaptasi mencerminkan keberlanjutan perilaku biopsikososial seorang
individu pada normalnya dan merupakan hasil yang diharapkan dari usaha
koping untuk mengurangi ketidakpastian yang dinilai sebagai bahaya atau
mempertahankan ketidakpastian yang dinilai sebagai kesempatan.
4. Kejadian penyakit, ketidakpastian, penilaian, koping dan adaptasi
memiliki hubungan linier dan satu arah, bergerak dari situasi-situasi yang
mempromosikan ketidakpastian menuju adaptasi.

Mishel menentang asumsi ke 3 dan 4 rekonseptualisasi teorinya, yang


dipublikasikan pada 1990. Rekonseptualilasi merupakan dampak dari adanya
temuan yang kontadiktif ketika teori tersebut diterapkan pada orang-orang dengan
penyakit kronis. Formulasi awal dari teori menyatakan bahwa ketidakpastian
secara umum dinilai sebagai kesempatan hanya pada kondisi yang menunjukkan
arah menurun yang diketahui, dengan kata lain, ketidakpastian dinilai sebagai
kesempatan ketika dibandingkan kepastian yang negatif. Mishel dan yang lainnya
menemukan bahwa orang-orang juga menulai ketidakpastian sebagai sebuah
kesempatan dalam situasi tanpa arah menurun yang jelas, terutama pada penyakit-
penyakit kronis jangka panjang dan bahwa dalam konteks ini orang-ornag sering
kali mengembangkan pandangan baru mengenai kehidupan.

Pada saat ini Mishel melihat pada teori chos untuk menjelaskan bagaiman
ketidakpastian berkepanjangan dapat berfungsi sebagai katalis untuk megubah
perspektif seorang tentang kehidupan dan penyakit. Teori chaos berkontribusi
untuk dua dari asumsi-asumsi teoritis yang menggantikan bagian hasil dari stres,
koping, adaptasi yang liner sebagai berikut:
a. Orang/manusia, sebagai sistem biopsikososial secara umum bekerja
(berfungsi) dalam kondisi jauh dari titik ekuilibrium.
b. Fluktuasi besar-besaran pada sebuah sistem jauh dari titik ekuilibrium
meningkatkan kemampuan sistem menerima perubahan
c. Fluktuasi menyebabkan pemolaan ulang, yang diulang pada setiap
tingkatan dalam sistem tersebut
a. Orang/manusia, Mishel menjelaskan bahwa pengalaman pribadi
manusia adalah salah satu hal yang terpenting dalam teorinya, yang

5
berfokus pada kepribadian dan kekeluargaan. Perasaan ketidakpastian
bisa bertolak belakang pada semua tahapan rasa sakit, karena sebuah
pertanyaan tentang kekambuhan penyakit adalah hal yang besar pada
sebuah tingkatan ketidakpastian dari yang orang rasakan.
b. Lingkungan, Lingkungan adalah suatu sistem yang dapat merubah
energi dan permasalahan bagi manusia. Lingkungan luar termasuk dari
bagian dan struktur kekebalan tubuh manusia, lingkungan pribadi
berasal dari kognitif yang bisa dikendalikan sesuai kapasitas masing
masing.
c. Kesehatan, Ketidakpastian mekanisme dari koping sangat penting
untuk diketahui sampai ke kondisi kesehatan dan kebugaran dari
masing masing individu. Ketidakpastian berkonstribusi pada
mekanisme penduplikasian maladaptive dan masalah kesehtaan. Dari
berbagai macam teori yang berdasarkan pada alat, pengukuran dalam
ketidakpastian dapat memfasilitasi pola dari efektivitas intervensi
promosi koping.
d. Perawat, peran perawat adalah untuk mendorong klien berfikir
mengenai adanya peluang kemungkinan, dengan berfokus meyakinkan
klien. Perawat mempromosikan cara lain kepada klien untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan diri dengan perubahan sakit yang
mereka alami, karena ada banyak faktor yang mempengaruhi seorang
pasien/klien sakit dalam menanggapi penyakit.
Dalam teori Mishel yag telah direkonseptualisasi, baik latar belakang dari
kepastian maupun proses penilaian kognitif dari ketidakpastian sebagai bahaya
ataupun sebagai kesempatan, tidak berubah. Akan tetapi, ketidakpastian dengan
semakin bertambahnya waktu, dihubungkan dengan sebuah penyakit serius,
berfungsi sebagai sebuah katalis untuk fluktuasi dalam sistem dengan mengancam
model kognitif kehidupan yang sudah ada yang dapat diprediksi dan dapat
dikendalikan. Karena ketidakpastian terserap dalam hampir seluruh aspek
kehidupan seseorang, efekya menjadi terkonsentrasi dan akhirnya mengancam
stabilitas sistem tersebut. Sistem pada akhirnya harus berubah demi
keberlangsungan sistem sebagai respon atas keberlangsungan sistem sebagai
respons atas kebingungan dan disorganisasi yang lahir dari ketidakpastian yang
berkelanjutan.

Model ketidakpastian dalam penyakit yang dipersepsikan

6
2.5 Konsep Teori Merle H.Mishel dalam Kehidupan Sehari - hari

Bagian 1 : Teori Asli

Rosa, seorang ibu berusia 45 tahun dari 3 anak, telah didiagnosis dengan
kanker payudara stadium III. Sebuah benjolan tedeteksi di payudara kirinya ketika
pemeriksaan ginekologi tahunan yang ia lakukakan, dan dia telah menalani
pemeriksaan diagnostic yang menyeluruh, termasuk mamografi dan biopsy nodus
sentinel. Dia dirujuk oleh dokter utamanya untuk program kanker payudara yang
menyeluruh di pusat medis regional yang berjarak 2 jam dari rumahnya. Tim
multidisiplin telah merekomendasi Rosa menjalani kemoterapi pra operasi, diikuti
oleh mastektomi parsial dan bedah rekonstruksi. Suami Rosa telah menemaninya
pada berbagai pertemuan medis, tapi ia tidak dapat menghadiri konferensi akhir,
dimana rekomendasi pengobatan dibuat.

Lily, perawat praktik tingkat lanjut mengkoordinasikan perawatan Rosa


(struktur penyedia otoritas kredibel), mengarahkan intervensinya kea rah
menyikapi berbagai sumber ketidakpastian untuk Rosa dan keluarganya, termasuk
kurangnya informasi tentang pilihan pengobatan dan hasil (familiaritas dengan
kejadian), ketidaktahuan dengan lingkungan pengobatan (familiaritas dengan
kejadian), harapan untu efek samping kemoterapi dan pemulihan pasca operasi
(pola gejala), dampak pengobatan pada hubungan keluarga, dan prognosis. Secara
khusus, Lily membahas banyak pertanyaan Rosa tentang mengapa rencana
pengobatannya berbeda dari apa yang doktenya akan dia hadapi (keselarasan
kejadian) dan bagaimana ia akan mengelola kehidupan keluarganya saat menjalani

7
perawatan. Lily memberikan rekaman konferensi pengobatan sehingga suami
Rosa (penyedia struktur dukungan sosial) dapat mendengar apa yang terjadi dan
dapat mendukung Rosa dengan mengajuka pertanyaan dan memahami informasi
yang diberikan. Dukungan Lily untuk Rosa dan keluarganya berlanjut selama
regimen pengobatan Rosa, dan dia secara berkala melakukan pengkajian ulang
sumber ketidakpastian dan strategi yang Rosa dan keluarga gunakan untuk
mengelolanya.

Bagian 2 : Teori Yang Direkonseptualisasi

Dua tahun setelah diagnosis kanker payudara, Rosa kembali ke pusat untuk
pemeriksaan lanjutan. Lily meminta Rosa untuk merefleksikan pengalaman
kankernya. Rosa menjelaskan waktu munculnya diagnosisdan pengobatan kacau
dan didominasi oleh ketidakpastian, dan dia bertanya tanya bagaimana ia dan
keluarganya berhasil melewatinya, tapi ia mengatakan kepada Lily bahwa secara
bertahap ia memandang pengalaman kanker memberikan arti baru dalam
hidupnya dan membantu ia menentukan prioritas. Dia meninggalkan pekerjaan
yang tidak disukainya dan sekarang mengarahkan energinya kea rah hubungan dia
dengan anak remajanya. Rosa dan suaminya baru baru menikmati perjalanan
bulan madu kedua ke Bali yang lama tertunda. Dia mengatakan pada Lily bahwa
dia sekarang menyambut setiap harinya sebagai kesempatan untuk menjalani
hidup dan memebahagiakan anak anaknya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk mengartikan sebuah makna


yang berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak

8
mampu melaksanakan tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau
ketidakmampuan untuk memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan.

Skema Kognitif adalah interpretasi subjektif seseorang tentang penyakit,


pengobatan, dan pemberian asuhan. Kerangaka stimulus adalah bentuk,
komposisi, dan struktur stimulus mengenai persepsi seseorang yang dibentuk
secara struktur membentuk suatu skema kognitif. Pola gejala adalah tingkat gejala
yang ditunujukkan secara konsisten yang dimakna sebagi pola atau konfigurasi.
Familiaritas Kejadian adalah derajat situasi kebiasaan atau pengulangan atau
terdiri dari berbagai isyarat atau tanda yang dapat dipahami. Ilusi dijabarkan
sebagai kepercayaan yang dibentuk akibat ketidakpastian. Adaptasi merefleksikan
sikap biopsikosisal di dalam diri individual seseorang dalam rentang sikapnya
secara umum. Pandangan baru tentang kehidupan baru tentang kehidupan
diartikan sebagai perumusan perasaan baru yang dihasilkan dari integrasi
ketidakpastian secara terus menerus dalam struktur sebagai individu, yaitu
ketidakpastian diterima sebagai ritme alami dari kehidupan. Pemikiran
Probabilitas dimaknai sebagai keyakinan terhadap kondisi yang terjadi yakni
ekspektasi kepastian dan suatu prediksi atau peluang diabaikan.

3.2 Saran
Sebagai perawat setidaknya kita harus mengetahui teori-teori keperawatan
yang telah dicetuskan oleh pendahulu kita. Tidak kalah pentingnya kita perlu
untuk menerapkan teori teori tersebut pada tempat kita bekerja maupun
dikehidupan sehari-hari kita. Kita sebagai perawat tidak dapat mengetahui hasil
akhir dari kerja kita, namun kita harus tetap berusaha memberikan yang terbaik
agar mendapatkan hasil yang terbaik pula meskipun hasil tersebut bukanlah hal
yang kita harapkan.

DAFTAR PUSTAKA