Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH - 8

MATEMATIKA DASAR

--penggunaan INTEGRAL tentu--

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Yang Ada Di

http://www.schoology.com

Dosen Pembimbing : Amirhud Dalimunthe,S.T.,M.Kom.

Disusun oleh :

KELOMPOK 7

1.M.Faris Muhadriyan (Nomor Induk Mahasiswa : 5171151012)

2.Arjun Bangun (Nomor Induk Mahasiswa : 5173151008)

3.Dhea Pratiwi Ginting (Nomor Induk Mahasiswa : 5171151003)

FAKULTAS TEKNIK

PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA KOMPUTER

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT/Tuhan yang Maha

Esa yang telah melimpahkan cucuran rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis

dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Shalawat beserta salam

tidak lupa pula penulis panjatkan, semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad

SAW beserta para sahabat-sahabatnya.

Makalah ini dibuat oleh penulis dengan maksud dan tujuan untuk memenuhi tugas

matakuliah Matematika Dasar tentang Penggunaan Integral Tentu yang

diamanahkan oleh dosen penulis yaitu bapak Amirhud Dalimunthe,S.T.,M.Kom.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan isi makalah ini khususnya dibagian isi

berasal dari berbagai sumber yang ada di internet.Tanpa mengurangi rasa

hormat, tidak lupa pula penulis mencantumkan sumber/tempat dimana isi

tersebut berasal.

Makalah ini merupakan tugas makalah ketujuh yang diberikan oleh dosen

penulis.Maka, jika ada kesalahan dalam bentuk apapun itu, penulis memohon maaf

dan sekiranya dapat dimaklumi kesalahannya.

Mudah-mudahan makalah ini dapat diterima dengan baik dan bermanfaat,

khususnya bagi penulis sendiri yang membuat dan umumnya bagi siapapun yang

membaca makalah ini.

Medan,Oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR ................................................................................................................. 2

DAFTAR ISI ................................................................................................................................. 3

BAB. I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 4


1.2 Tujuan Pembahasan.......................................................................................... 4
1.3 Manfaat Pembahasan ....................................................................................... 4

BAB. II PEMBAHASAN ........................................................................................................... 5

2.1 Pengertian Integral ............................................................................................ 5


2.2 Integral Tentu ...................................................................................................... 5
2.3 Luas Daerah dengan Integral ......................................................................... 8
2.4 Volume Benda Putar dengan Integral......................................................... 15
2.5 Panjang Kurva dengan Integral ..................................................................... 21

BAB. III PENUTUP ................................................................................................................... 24

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 24


3.2 Saran ......................................................................................................................... 24

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 25

3
BAB.I PENDAHULUAN
1.1LATAR BELAKANG

Setelah mempelajari cara mengintergalkan suatu fungsi baik itu


fungsi aljabar maupun fungsi trigonometri,sudah saatnya kita
mempelajari penggunaan intergal. Ada beberapa penggunaan dari intergal
diantaranya yaitu menghitung luas yang dibatasi oleh beberapa kurva,
menghitung volume benda putar, dan menghitung panjang lintasan suatu
kurva.

1.2 TUJUAN PEMBAHASAN


A. Memenuhi salah satu tugas makalah mata kuliah matematika dasar di
www.schoology.com
B. Memahami tentang konsep dasar penggunaan integral tentu beserta cabang-cabangnya
C. Menjelaskan tentang point B secara jelas dan terstruktur

1.3 MANFAAT PEMBAHASAN


A. Dibuatnya makalah ini dengan tujuan agar mampu memahami konsep dasar
penggunaan integral tentu
B. Dibuatnya makalah ini dengan tujuan sebagai sumber referensi bagi pembaca dalam
mencari materi tentang penggunaan integral tentu
C. Dibuatnya makalah ini dengan tujuan agar mempermudah pembaca dalam melakukan
operasi hitung matematika secara efektif.

4
BAB.II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Integral

Integral dapat di artikan sebagai kebalikan dari proses diferensiasi. Integral


ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi di mana
matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan
dengan solusi diferensiasi. Lambang integral adalah .

Agar lebih dapat di mengerti perhatikan pernyataan berikut :

F1(x) = x2 + 5x 6 maka F1(x) = 2x + 5


F2(x) = x2 + 5x + 12 maka F2(x) = 2x + 5

F3(x) = x2 + 5x + maka F3(x) = 2x + 5

Pada fungsi-fungsi yang berbeda konstanta di peroleh bentuk turunan / derivatif yang
sama.

Operasi dari F(x) menjadi F(x) merupakan operasi turunan. Sedangkan untuk operasi
sebaliknya dari F(x) menjadi F(x) disebuit dengan INTEGRAL (anti turunan)

Turunan Turunan

Y Y Y
Integral Integral

2.2 Pengertian Integral Tentu

Pengertian atau konsep integral tentu pertama kali dikenalkan oleh Newton dan
Leibniz. Namun pengertian secara lebih modern dikenalkan oleh Riemann.

Integral tentu adalah proses pengintegralan yang digunakan pada aplikasi


integral. Pada beberapa aplikasi integral dikenal istilah batas bawah dan batas atas
sebuah integral, batas inilah yang kemudian menjadi ciri khas sebuah integral
dinamakan sebagai integral tertentu.Sebab berbeda dengan integral tak tentu yang tidak

5
memiliki batas, maka pada integral tertentu ada sebuah nilai yang harus disubtitusi yang
menyebabkan tidak adanya lagi nilai C (konstanta) pada setiap hasil integral dan
menghasilkan nilai tertentu.

Integral tertentu merupakan integral yang memiliki batas. Batas-batas yang diberikan
biasanya berupa konstanta. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan batas-batas itu berupa
variabel juga. Setelah berhasil mengintegralkan batas tadi kita substitusikan. Pertama kita
substitusikan batas atas ke dalam fungsi hasil integral, kemudian dikurangi hasil substitusi
batas bawah pada fungsi hasil integral.

Definisi :

Misal f fungsi yang didefinisikan pada [a,b], f dikatakan terintegralkan pada [a,b] jika
n b
lim f ( xi )xi ada, selanjutnya f ( x)dx disebut Integral Tentu (Integral Riemann)
P 0 i 1 a
f dari a ke b, dan didefinisikan

b n
f ( x)dx = lim f ( xi )xi .
a P 0 i 1

b
f ( x)dx menyatakan luas daerah yang tercakup diantara kurva y = f(x) dan sumbu x dalam
a
b
selang [a,b], jika f ( x)dx bertanda negatif maka menyatakan luas daerah yang berada
a
dibawah sumbu x.

6
Konsep :

a
f ( x)dx =0
a

b a
f ( x)dx = - f ( x)dx , a>b
a b

Sifat-Sifat Integral Tentu


1. Sifat Penambahan Selang
Teorema :

Jika f terintegralkan pada suatu selang yang mengandung tiga titik a, b dan c, maka

c b c
f ( x)dx = f ( x)dx + f ( x)dx bagaimanapun urutan a, b dan c.
a a b

Contoh :

2 1 2 2 3 2
2 2 2 2 2 2
1. x dx x dx x dx 2. x dx x dx x dx
0 0 1 0 0 3
2 1 2
2 2 2
3. x dx x dx x dx
0 0 1

7
2. Sifat Simetri
Teorema :

a a
Jika f fungsi genap [f(-x) = f(x)] , maka f ( x)dx = 2 f ( x)dx dan
a 0

a
Jika f fungsi ganjil [f(-x) = - f(x)], maka f ( x)dx = 0.
a

Contoh :


x x x 1
1. cos dx 2 cos dx 8 cos . dx 4 2
4 0 4 0 4 4
5 x5
2. 2
dx = 0
5 x 4

8
2.3 Luas Daerah dengan Integral

Bagaimana cara menghitung luas daerah tersebut. Kita akan menghitung berbagai bentuk
daerah yang dibatasi kurva tersebut dengan menggunakan integral.

1. Jika terdapat kurva dengan persamaan y = f(x), luas daerah yang berada dibawah kurva dan
dibatasi oleh sumbu X, garis x = a, dan garis x = b dirumuskan sebagai berikut.

2. Jika terdapat kurva dengan persamaan y = f(x), luas daerah yang berada dibawah kurva dan
dibatasi oleh sumbu X dirumuskan sebagai berikut. Titik a dan b merupakan titik potong
kurva terhadap sumbu X.

9
3. Jika terdapat kurva dengan persamaan y = f(x) dan y = g(x), luas daerah yang dibatasi oleh
kedua kurva tersebut adalah sebagai berikut.

Kedua kurva berpotongan di titik x = a dan x = b. Jika dalam permasalahan diketahui kedua
persamaan fungsinya, maka untuk mencari titik perpotongan kedua kurva dengan
menyamakan kedua fungsi tersebut (f(x) = g(x)). Dari langkah tersebut, maka akan diperoleh
nilai x-nya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh berikut.

1. Tentukan luas daerah dibawah kurva y = 4x + 1 dan dibatasi oleh sumbu X, sumbu Y, dan
garis x = 5.
2. Tentukan luas daerah dibawah kurva y = -x2 3x + 4 dan di atas sumbu X.
3. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = (x + 2)2 9 dan dibatasi sumbu X.
4. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = 2 x.
5. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = 10 - x2 dan y = (x 2)2.

Jawaban:
1. Daerah yang dibatasi oleh kurva y = 4x + 1 dan dibatasi oleh sumbu X, sumbu Y, dan garis
x = 5. Perlu diketahui ahwa batas sumbu Y, sama artinya dengan batas x = 0. Sehingga
batasan nilai x adalah 0 x 5.
Luasnya adalah :

10
Jadi, luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = 4x + 1 , sumbu X, sumbu Y, dan garis x = 5
adalah 55 satuan luas.

2. Luas daerah dibawah kurva y = -x2 3x + 4 dan di atas sumbu X


Langkah pertama kita menentukan titik potong kurva terhadap sumbu X. Tujuannya untuk
menentukan batas bawah dan batas atas (sebagai batas integral).
Titik potong terhadap sumbu X (y = 0)
-x2 3x + 4 = 0
x2 + 3x - 4 = 0
(x + 4)(x 1) = 0
x = -4 atau x = 1
Sehingga x = 1 sebagai batas bawah dan x = 5 sebagai batas atas untuk integral.

11
3. Diketahui kurva y = (x + 2)2 9 dan dibatasi sumbu X.
y = (x + 2)2 9 atau y = (x2 + 4x + 4) 9 atau y = x2 + 4x 5.
Kurva tersebut memotong di sumbu X (y = 0) dengan cara berikut.
x2 + 4x - 5 = 0
(x + 5)(x 1) = 0
x = -5 atau x = 1
Gambar

12
4. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = 2 x.
Sebelum menentukan luasnya,mari kita tentukan titik potong kedua grafik/kurva
tersebut. Titik potong tersebut untuk menentukan batas bawah dan batas atas dari
bentuk integralnya.
y1 = y2
x2 = 2 x
x2 + x 2 = 0
(x + 2)(x 1) = 0
x = -2 atau x = 1
Gambar kedua kurva sebagai berikut.

13
5. Daerah yang dibatasi oleh kurva y = 10 - x2 dan y = (x 2)2
Sebelum menentukan luasnya,mari kita tentukan titik potong kedua grafik/kurva
tersebut. Titik potong tersebut untuk menentukan batas bawah dan batas atas dari
bentuk integralnya.
y1 = y2
10 - x2 = (x 2)2
10 - x2 = x2 - 4x + 4
2x2 - 4x - 6 = 0
x2 - 2x - 3 = 0
(x + 1)(x 3) = 0
x = -1 atau x = 3

Gambar dari kedua kurva

14
2.4 Volume Benda Putar dengan Integral
Volume Benda Putar yang Mengelilingi Sumbu X

15
16
Volume Benda Putar yang Mengelilingi Sumbu Y

17
Volume Benda Putar Suatu Daerah antara Dua Kurva

18
19
20
2.4 Panjang Kurva dengan Integral
Panjang suatu busur dapat ditentukan dengan menggunakan integral tentu. Suatu
busur (ruas dari suatu kurva) dapat didekati dengan menggunakan ruas garis lurus yang
panjangnya dapat ditentukan dengan menggunakan rumus jarak,

Misalkan fungsi y = f(x) merupakan fungsi yang kontinu dan memiliki turunan pada
interval [a, b]. Perlu diingat bahwa fungsi yang demikian memiliki f yang memiliki turunan
di [a, b] dan memiliki grafik berupa kurva halus. Grafik dari fungsi f tersebut dapat ditaksir
dengan menggunakan ruas garis-ruas garis yang titik-titik ujungnya ditentukan oleh partisi

seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Dengan memisalkan x = xi xi 1 dan y = yi yi 1, panjang ruas dari suatu grafik dapat


diperkirakan sebagai berikut.

21
Perkiraan tersebut akan semakin baik dan baik apabila |||| 0 atau n . Sehingga,
panjang ruas dari grafik tersebut adalah

Karena fungsi yang diberikan adalah fungsi yang memiliki turunan pada interval [a, b], maka
fungsi tersebut memiliki turunan di (xi 1, xi). Sehingga Teorema Nilai Rata-rata menjamin
adanya ci di (xi 1, xi) sedemikian sehingga,

Karena f kontinu pada interval [a, b] maka (1 + [f (ci)]2) juga kontinu (sehingga memiliki
integral) pada [a, b], yang mengakibatkan

di mana s disebut panjang busur f antara a dan b.

DEFINISI PANJANG BUSUR

Misalkan fungsi y = f(x) memiliki kurva halus pada interval [a, b]. Panjang busur f antara a
dan b adalah

Dengan cara yang sama, untuk kurva halus yang diberikan oleh x = g(y), panjang busur g
antara c dan d adalah

Karena definisi dari panjang busur dapat diaplikasikan pada fungsi linear, maka definisi baru
ini dapat diperiksa apakah definisi tersebut memenuhi rumus jarak ataukah tidak. Perhatikan
contoh 1 berikut.

22
Contoh 1: Panjang dari Suatu Ruas Garis

Tentukan panjang busur dari (x1, y1) ke (x2, y2) pada grafik f(x) = mx + b, seperti yang
ditunjukkan oleh gambar berikut.

Pembahasan Karena

maka hal ini akan menyebabkan

yang merupakan rumus untuk menentukan jarak antara dua titik pada bidang.

23
BAB.III PENUTUP

3.1Kesimpulan

Integral tentu adalah proses pengintegralan yang digunakan pada aplikasi


integral. Pada beberapa aplikasi integral dikenal istilah batas bawah dan batas atas
sebuah integral, batas inilah yang kemudian menjadi ciri khas sebuah integral
dinamakan sebagai integral tertentu.Sebab berbeda dengan integral tak tentu yang tidak
memiliki batas, maka pada integral tertentu ada sebuah nilai yang harus disubtitusi yang
menyebabkan tidak adanya lagi nilai C (konstanta) pada setiap hasil integral dan
menghasilkan nilai tertentu.

3.2 Saran

Demikianlah makalah tentang Penggunaan Integral Tentu ini kami buat, makalah
ini tentunya sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,penulis besar harapan apabila
dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan atau kesalahan kesalahan, dan kami juga
sangat mengharapkan saran maupun kritikan yang sifatnya membangun demi kebaikan dan
kesempurnaan makalah yang kami buat ini di masa mendatang.Aamiin.

Akhir kata yang kami ucapkan dalam pembahasan makalah tentang Penggunaan

Integral Tentu ini, kami mengharapkan semoga apa yang tertulis dalam karya tulis ini

menjadi suatu pengalaman yang bermanfaat bagi kami selaku penulis dan para pembaca pada

umumnya.

24
Daftar Pustaka
Wikipedia. (04 Maret 2017). Integral DiperolehOktober 2017, dari
https://id.wikipedia.org/wiki/Integral/

Martubi.(_____).Integral Fungsi. Diperoleh Oktober 2017, Dari


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Martubi,%20%20M.Pd.,%20M.T./Modul%20INT
EGRAL%20FUNGSI.pdf

Rumus matematika.2013.http://rumus-matematika.com/metode-menghitung-volume-benda-
putar/.diunduh 29 Oktober 2017.

Varbeg, Dale, dkk.2007.Jilid 1. Edisi 9.Jakarta : Erlangga.

Web lainnya :

www.academia.edu

http://Rumus-matematika.com

25